• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTIVASI KERJA TERHADAP KONDISI SOSIAL E

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MOTIVASI KERJA TERHADAP KONDISI SOSIAL E"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

103

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA

KARYAWAN BAGIAN FUNGSIONAL DI POLITKNIK NEGERI BATAM

Shinta Wahyu Hati

1)

Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Politeknik Negeri Batam,29461, email: S hi n t a @p o l i b a t a m. a c . i d

Abstract

Abstract - This study aims to determine the influence of environmental factors work terhadapa employee productivity. Environmental factors examined in this study is the coloring, cleanliness, ventilation, lighting, security and noise. The results showed that the factor is a variable coloration coloring dominant influence on the productivity of employees. Respondents are employees working in the functional part Polytechnic functional Batam.Karyawan are employees who work as educators. The results showed that the variables tested simultaneously proved exhibited significantly to

productivity Employees

Keywords: work environment, productivity .

1. PENDAHULUAN

Setiap organisasi apapun

bentuknya seperti institusi pendidikan seperti Politeknik senantiasa berupaya

dapat mencapai tujuan yang telah

ditetapkan dengan efektif dan efisien. Namun, pada umumnya keberhasilan mencapai tujuan organisasi pendidika

politeknik tidak semudah yang

direncanakan. Masalah peningkatan

produktivitas kerja pendidik dalam hal ini

dosen tetapi juga adalah tenaga

kependidikan yaitu karyawan yang

bekerja di insitusi pendidikan bagian tenaga fungsional.

Karyawan atau tenaga

kependidikan merupakan masalah yang sangat penting dan perlu mendapat

perhatian dalam rangka pencapaian

keberhasilan tujuan organisasi pendidikan yaitu politeknik Negeri Batam yang

optimal. Meningkatkan produktivitas

kerja seorang tenaga kependidikan

merupakan kewajiban bagai institusi pendidikan dalam rangka mencapai tujuan institusi pendidikan itu sendiri yang akan memberikan keuntungan yang besar bagi politeknik.

Perlu diketahui bahwa tingkat produktivitas kerja seorang karyawan atau

karyawan lain tidak sama, karena

banyaknya faktor yang mempengaruhi mereka dalam bekerja. Setiap organisasi atau institusi selalu berusaha mencapai peningkatan keberhasilan kerja. Salah satunya adalah peningkatan produktivitas kerja para karyawan fungsional. Namun produktivitas kerja juga dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat menyebabkan

berfluktuasinya produktivitas kerja

karyawan bagian fungsional. Salah

satunya adalah lingkungan kerja.

Produktivitas kerja merupakan

suatu istilah yang sering digunakan dalam perencanaan pengembangan organisasi pendidikan. Produktivitas kerja pada organisasi pendidikan sebenarnya dapat

dipaksakan, namun hal ini dapat

mematikan semangat kerja guru atau karyawan dan merosotnya kualitas hasil

produksi manusia sebagai tenaga kerja

yang merupakan faktor utama dalam menentukan produktivitas. Sehingga perlu adanya perlakuan sesuai dengan keadaan atau karyawan yang bersangkutan.

Produktivitas kerja adalah jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan oleh seorang pekerja. Menurut Ravianto

(2000), produktivitas didefinisikan

(2)

104

sebagai ukuran dari kemampuan (baik dari individu, kelompok, maupun dari oraganisasi) untuk menghasilkan suatu produk atau jasa dalam kondisi situasi tertentu.

Banyak faktor yang diperkirakan mampu mempengaruhi naik atau turunnya produktivitas kerja karyawan, misalnya

upah, keamanan dan perlindungan

didalam pekerjaan, motivasi, lingkungan kerja, promosi dan lain-lain. Produktivitas

dapat dicapai sebagaimana yang

diharapkan bila guru atau karyawan memiliki kesediaan untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Kesediaan itu sendiri tidak timbul dengan sendirinya. Kesediaan bekerja tumbuh bila kebutuhan guru atau karyawan secara fisik atau non fisik, ekonomis maupun psikologis terpenuhi. Sebaliknya, bila kedua kebutuhan utama tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pimpinan institusi pendidikan, produktivitas kerja cenderung rendah atau menurun.

Menurut Saksono (2000),

perubahan produktivitas kerja dapat

dilihat dari beberapa faktor seperti menurunnya kehadiran, meningkatnya

labour turn over, meningkatnya kerusakan dan timbulnya kegelisahan,

tuntutan dan pemogokan. Apabila

karyawan menunjukkan keenganan untuk melakukan pekerjaan karena dihadapkan pada suatu ketimpangan antara harapan dan kenyataan, maka ketelitian kerja dan rasa tanggung jawab terhadap hasil kerjanya cenderung menurun. Salah satu akibat ialah seringnya terjadi kesalahan-kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Akibat lebih lanjut yaitu timbul kerusakan yang melebihi batas normal. Bila keadaan

itu tidak segera diatasi, kerugian

cenderung bertambah dan produktivitas pun menurun.

Pelaksanaan pengelolaan institusi pendidikan Politeknik sudah menerapkan penjaminan mutu ISO: 2008. Penerapan ISO ini juga berlaku bagi para karyawan bagian fungsional, karyawan fungsional ini juga bersinggungan dan berinteraksi dengan lingkungan fisik mauapun non fisik dalam melaksanakan pekerjaan

1.1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah

1. Apakah lingkungan kerja meliputi

pewarnaan, kebersihan, pertukaran udara, penerangan, keamanan, dan kebisingan secara parsial berpengaruh

terhadap produktivitas kerja

karyawan di Politeknik Negeri Batam

2. Apakah lingkungan kerja meliputi

pewarnaan, kebersihan, pertukaran udara, penerangan, keamanan, dan

kebisingan secara simultan

berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan di Politeknik Negeri Batam

3. Apakah faktor lingkungan kerja yang

berpengaruh paling dominan

terhadap produktivitas kerja karyawan di Politeknik Negeri Batam

1.2. Manfaat Penelitian

a. Bagi Politeknik Negeri Batam

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak Politeknik Negeri Batam.

b. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai

perlunya pertimbangan

aspek-aspek lingkungan kerja dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja di institusi pendidikan.

c. Manfaat Bagi Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu sumbangan teori dalam rangka pengembangan

ilmu pengetahuan, khususnya

dibidang personalia .

2. LANDASAN TEORI

2.1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut Umar, Husein (2002),

definisi manajemen sumber daya

manusia diartikan sebagai suatu

perencanan, pengorganisasian,

pengarahan dan pengawasan atas

pengadaan, pengembangan,

(3)

105

pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai

tujuan organisasi secara terpadu

Manajemen sumber daya manusia dapat

juga didefinisikan sebagai suatu

pengelolaan dan pendayagunaan

sumber daya yang ada pada individu.

Pengelolaan dan pendayagunaan

tersebut dikembangkan secara

maskimal dalam dunia kerja untuk

mencapai tujuan organisasi dan

pengembangan individu

(Mangkunegara, 2000).

2.2. Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lingkungan

kerja yang mempunyai pengaruh

langsung pada pengerjaan dan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan dan panca indera karyawan, sehingga baik atau tidaknya kondisi lingkungan kerja dapat langsung dirasakan oleh karyawan dan dapat berpengaruh terhadap proses kerja dari karyawan.

Nitisemito(2001),

mengemukakan definisi lingkungan kerja sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar

para pekerja dan yang dapat

mempengaruhi dirinya dalam

menjalankan tugas-tugas yang

dibebankan.

2.2.1.Faktor-Faktor Lingkungan Kerja

Ada beberapa faktor lingkungan kerja yang harus diperhatikan antara lain,

pewarnaan, kebersihan, penerangan,

pertukaran udara, ruang gerak karyawan, keamanan, kebisingan dan music

2.2.2. Produktivitas Kerja

Menurut Swasta, Basu dan Irawan (2004), produktivitas adalah suatu konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, teknologi dan sebagainya).

Sedangkan menurut

Sedarmayanti (2001) pengertian

mengenai produktivitas kerja adalah perbandingan dari efektifitas keluaran (pencapaian ujuk kerja yang maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (tenaga kerja) yang mencakup kuantitas,

kualitas dalam satuan waktu tertentu.

Manusia sebagai tenaga kerja

merupakan faktor utama dalam

menentukan produksi dan pada umumnya

masalah produktivitas ini dapat

dipaksakan, tetapi hal ini dapat

menurunkan semangat kerja. Oleh karena

itu pemberian motivasi terhadap

karyawan sangat diperlukan agar mereka

dapat berusaha untuk meningkatkan

prestasi dan kemampuannya semaksimal mungkin.

2.2.3 Hubungan Lingkungan Kerja

Terhadap Produktivitas Kerja

Karyawan

Adapun menurut pendapat

Ahyari, Agus (2006) mengenai

hubungan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : lingkungan kerja yang buruk akan mempengaruhi karyawan

dalam melaksanakan pekerjaannya

karena karyawan merasa terganggu dan tidak nyaman dalam bekerja sehingga tidak dapat mencurahkan perhatiannya

penuh terhadap pekerjaannya dan

berdampak pada menurunnya

produktivitas kerja karyawan,

sebaliknya apabila lingkungan kerja memadai atau memenuhi persyaratan maka karyawan akan merasa senang dan tidak terganggu dalam melaksanakan

kegiatannya sehingga dapat

menimbulkan sikap bertanggung jawab terhadap pekerjaan, tidak boros terhadap waktu dan berdampak pada peningkatan produktivitas kerja karyawan.

Pengaruh lingkungan kerja

terhadap produktivitas kerja karyawan dapat penulis kemukakan bahwa dengan lingkungan kerja yang sesuai, baik, nyaman dan aman bagi karyawan maka, tingkat produktivitas dapat ditingkatkan dan dipertahankan didalam perusahaan

yang bersangkutan, disamping itu

(4)

106

dapat mencapai tujuan perusahaan secara umum.

Gambar.1 Kerangka konseptual

2.2.3.Hipotesis Penelitian

1.Diduga terdapat pengaruh lingkungan

kerja secara parsial terhadap produktivitas karyawan di Politeknik Negeri Batam.

2.Diduga terdapat pengaruh lingkungan

kerja secara simultan terhadap Produktivitas karyawan di Politeknik Negeri Batam.

3. Diduga terdapat faktor lingkungan kerja

yang berpengaruh dominan terhadap produktivitas di Politeknik Negeri Batam

3. METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian ini merupakan

tipe penelitian penjelasan (explanatif

research) dengan melakukan pengamatan / non-eksperimen karena menjelaskan

kareterisitik tertentu, Adapu

kareterisitknya dalah karyawan bagian

fungsional yang bekerja di Politeknik Negeri Batam sebanyak 62 orang responden

2). Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi dan sosial ekonomi yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Variabel tergantung (dependent

variable) atau variabel endogen, yaitu suatu variabel yang menjadi pusat perhatian peneliti (tercakup

dalam hipotesis penelitian).

Keragaman dari variabel

(variabilitas) ditentukan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel ini diberi simbol (Y) yaitu prduktivitas kerja.Seperti lamanya

hadir, pelaksanaan tugas,

penyelesaian tugas, kesesuaian

dengan dengan program kerja, waktu pelaksanaan, pemeriksaan evaluasi, pemeriksaan.

2. Variabel bebas (independent variable)

atau variabel eksogen, terdiri atas

variabel pewarnaan, kebersihan,

pertukaran udara, penerangan,

keamanan, kebisingan.

3). Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Analisis Deskriptif.

Untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimna adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiono, 2005). Analisis deskriptif disini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa

besar distribusi frekuensi jawaban

responden terhadap item pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel pewarnaan, kebersihan, pertukaran udara, penerangan, keamanan, kebisingan.

hubungan kausal antara

variabel-variabel melalui pengujian hipotesis tanpa memberikan perlakuan (Singarimbun, 2006)

1) Populasi dan Sampel

Populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Ada dua jenis populasi, yaitu : populasi terbatas dan populasi tidak terbatas Riduwan, (2004). Populasi yang diteliti ini adalah karyawan yang bekerja di bagian fungsional.

Pengambilan sampel dengan

menggunakan purposive sampling. Menurut

(X 1) Pewarnaan

( X 2) Kebersihan

(X 3) Pertukaran udara

(5)

107

Laki-laki Perempuan

<25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun > 40 tahun

Arikunto (2006) purposive sampling

didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau

b. Analisis regresi linier berganda

Sesuai dengan kerangka konseptual dan hipotesis yang ada, maka dilakukan pengujian data hasil penelitian. Terkait dengan kerangka konseptual maka analisis ini

menggunakan analisis yang bersifat

kuantitatif, digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian. Alasan pemilihan model analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel-variabel dalam penelitian. Menurut Sugiono (2010) Analisis regresi digunakan untuk melakukan prediksi, bagaimana perubahan nilai variabel dependen bila naik variabel

independen dinaikkan atau diturunkan

nilainnya.

Formulasi model dari analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + ……+ bn Xn +

e

Y = Variabel terikat (dependent) pada kondisi sosial ekonomi

X1…. Xn = pewarnaan, kebersihan,

pertukaran udara, penerangan, keamanan, kebisingan

a = Konstanta b1, b2= Koefisien regresi

e = standar error

Kriteria yang digunakan dalam analisa regresi linier berganda ini adalah :

Ho : b1 - b8 = 0 : Tidak adanya pengaruh

yang berarti diantara

variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hi : b1 - b8 0 :Ada pengaruh yang

berarti antara variabel

bebas terhadap variabel terikat.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan

menggunakan komputer program SPSS, maka

dapat digunakan sebagai dasar untuk

menganalisis guna membuktikan hipotesis yang diajukan.Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :

b

t = _______

Sb Dimana :

t = t-test

b = Koefisien regresi Sb = Standar error

Kriteria pengujian yang digunakan dalam uji t ini adalah :

a.Apabila t hitung > t tabel maka Hi

diterima dan Ho ditolak

b.Apabila t hitung < t tabel maka Hi ditolak

dan Ho diterima

Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel tergantung dilakukan dengan menganalisis nilai r² parsial sehingga dapat diketahui variabel bebas (X) yang dominan pengaruhnya terhadap variabel tergantung (Y). Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel tergantung dilakukan dengan menganalisis nilai r² parsial sehingga dapat diketahui melalui variabel bebas (X) yang dominan pengaruhnya terhadap variabel tergantung (Y).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

1) Deskripsi Responden

a. Jenis Kelamin

Gambar 2 Profil responden Jenis kelamin

Gambar tersebut menunjukkan frekuensi dan prosentase profil responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebesar 62.9% atau 39 orang, dan yang berjenis kelamin Perempuan sedangkan sebesar 37.1% atau 23 orang.

(6)

108

SLTA S1 Diploma

.9 tahun 4-6 tahun 7-9 tahun 1-3 tahun

Gambar 2 menunjukkan frekuensi

dan prosentase profil responden

berdasarkan usia. Untuk profil responden berdasarkan usia maka dapat diketahui bahwa sebagian karyawan di Politeknik berusia di bawah 26 tahun yaitu sebesar

33.9% atau 21 orang, sementara

karyawan antara 36 tahun sampai dengan 45 tahun sebesar 30.6% atau 19 orang, sedangkan karyawan yang berusia antara 26 sampai dengan 35 tahun sebesar 22.6% atau 14 orang yang berusia di atas 40 tahun sebesar 12.9% atau 8 orang.

c. Pendidikan

Gambar 3 menunjukkan frekuensi

dan prosentase profil responden

berdasarkan pendidikan. Untuk profil responden berdasarkan pendidikan maka dapat diketahui bahwa sebagian besar karyawan di Politeknik berpendidikan Diploma yaitu sebesar 75.8% atau 47 orang, dan karyawan S1sebesar 24.6% atau 15 orang.

d. Masa Kerja

Gambar 4 menunjukkan frekuensi

dan prosentase profil responden

berdasarkan masa kerja. Untuk profil responden berdasarkan masa kerja maka dapat diketahui bahwa sebagian besar

sedangkan karyawan memiliki masa kerja di atas 9 tahun sebesar 12.1% atau 8 orang dan dan karyawan yang memiliki masa kerja antara 1 sampai 3 tahun sebesar

16.9% atau 10 orang.

3). Hasil Analisis Regresi Berganda

Analisis koefisien regresi pada dasarnya merupakan pengujian terhadap derajat signifikansi hubungan dan besarnya koefisien regresi atau menguji tingkat signifikansi keempat variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan cara yang kedua adalah dengan melihat koefisien regresi parsial yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Table 1: Hasil Uji regresi Linier Berganda Variabel Standardized

Coefficients

(7)

109

Berdasarkan hasil persamaan tersebut, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

4). Pengujian Hipotesis

a. Hipotesis 1

Hasil uji hipotesis yang dilakukan secara parsial bahwa:

1.Nilai koefisien dari X1 (Pewarnaan) adalah

sebesar 1,115. Nilai koefisien positif

menjelaskan bahwa pengaruh Pewarnaan terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Pewarnaan akan direspon dengan naiknya Produktivitas Kerja karyawan. Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Pewarnaan naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas Karyawan akan naik sebesar 1,115 satuan dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung menujukkan bahwa sebesar 9,912 dengan tingkat signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hasil uji tersebut

menunjukkan bahwa hipotesis terbukti

diterima.

2.Nilai koefisien dari X2 (Kebersihan) adalah

sebesar 0,226. Nilai koefisien positif

menjelaskan bahwa pengaruh Kebersihan terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Kebersihan akan

direspon dengan naiknya Produktivitas

Karyawan Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Kebersihan naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas akan naik sebesar 0,226 satuan dengan asumsi

variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis

menunjukkan bahwa t hitung menujukkan

bahwa sebesar 1,302 dengan tingkat

signifikansi diatas 0,05 yaitu sebesar 0,196. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa hipotesis terbukti tidak diterima.

3.Nilai koefisien dari X3 (Pertukaran Udara)

adalah sebesar 0,148. Nilai koefisien positif menjelaskan bahwa pengaruh Pertukaran Udara terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Pertukaran Udara akan direspon dengan naiknya Produktivitas Kerja Karyawan. Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Pertukaran Udara naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas dan Karyawan akan naik sebesar 0,148 satuan dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung menujukkan

bahwa sebesar 2,349 dengan tingkat

signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,022. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa hipotesis terbukti diterima.

4.Nilai koefisien dari X4 (Penerangan) adalah

sebesar -0,017. Nilai koefisien positif

menjelaskan bahwa pengaruh Penerangan terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Penerangan akan direspon dengan naiknya Produktivitas Kerja Karyawan. Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Penerangan naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas Karyawan akan naik sebesar 0,017 satuan dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung menujukkan bahwa sebesar -0,270 dengan tingkat signifikansi diatas 0,05 yaitu sebesar 0,788. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa hipotesis terbukti tidak diterima.

5. Nilai koefisien dari X5 (Keamanan) adalah

sebesar -0,283. Nilai koefisien positif

menjelaskan bahwa pengaruh Keamanan terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Keamanan akan direspon dengan naiknya Produktivitas Kerja Karyawan. Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Keamanan naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas Kerja Karyawan akan naik sebesar 0,283 satuan dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung menujukkan bahwa sebesar -3,302 dengan tingkat signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,002. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa hipotesis terbukti tidak diterima

6. Nilai koefisien dari X6 (Kebisingan) adalah

(8)

110

menjelaskan bahwa pengaruh Kebisingan terhadap Produktvitas Kerja bersifat searah, artinya kenaikan nilai Kebisingan akan direspon dengan naiknya Produktivitas Kerja Karyawan. Besarnya nilai koefisien ini bisa disimpulkan bahwa, jika nilai Kebisingan naik sebesar satu satuan, maka Produktivitas Kerja Karyawan akan naik sebesar 0,294 satuan dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung menujukkan bahwa sebesar -0,294 dengan tingkat signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,005. Hasil uji tersebut

menunjukkan bahwa hipotesis terbukti

diterima

5).Uji Koefisien Korelasi (r)

Untuk mengetahui keeratan hubungan antarvariabel digunakan analisis korelasi simultan. Hal ini untuk mengetahui secara dini apakah hubungan antara variabel bebas yang dengan variabel terikat yang dianalisis kuat atau rendah dan searah atau tidak. Karena apabila hubungan tersebut kuat dan searah, maka analisis selanjutnya dapat dilakukan. Sebaliknya apabila hubungan yang dianalisis lemah maka dapat dipastikan pengaruh antarvariabel juga sangat rendah. Berdasarkan

hasil olah data menggunakan Software SPSS

dapat diketahui nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,937. Berdasarkan nilai ini dapat dikatakan bahwa hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat cukup kuat. Untuk mengetahui kontribusi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan koefisien determinasi, yaitu koefisien korelasi dikuadratkan sehingga diperoleh koefisien determinasi sebesar 87.8%. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas yang digunakan dalam penelitian sebesar 87,8%, dan 12,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain.

Untuk mengetahui keeratan hubungan antara tiap variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan analisis korelasi parsial. Hal ini untuk mengetahui secara dini apakah hubungan antara tiap variabel bebas yang dengan variabel terikat yang dianalisis kuat atau rendah dan searah atau tidak.

6). Variabel Dominan

Hasil uji menunjukkan bahwa

variabel yang dominan dominan berpengaruh terhadap suatu variabel terikat dapat dilihat dari nilai koefisien regresi (b), korelasi parsial (r) dan nilai uji t. Hasil uji menunjukkan bahwa penelitian menunjukkan bahwa Pewarnaan berpengaruh paling dominan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

4.PEMBAHASAN

Setiap organisasi apapun bentuknya (misal sekolah) senantiasa berupaya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Namun, pada umumnya keberhasilan mencapai tujuan organisasi pendidikan tidak semudah yang

direncanakan. Masalah peningkatan

produktivitas kerja karyawan merupakan masalah yang sangat penting dan perlu

mendapat perhatian dalam rangka

pencapaian keberhasilan tujuan organisasi

institusi pendidikan yang optimal.

Meningkatkan produktivitas kerja seorang

karyawan jelas akan memberikan

keuntungan yang besar bagi organisasi

Perlu diketahui bahwa tingkat

produktivitas kerja seorang karyawan

dengan karyawan lain tidak sama, karena banyaknya faktor yang mempengaruhi mrk dalam bekerja. Setiap organisasi pendidikan seperti politeknik selalu berusaha mencapai

peningkatan keberhasilan kerja. Salah

satunya adalah peningkatan produktivitas kerja karyawan. Namun produktivitas kerja juga dipengaruhi oleh banyak faktor yang

dapat menyebabkan berfluktuasinya

produktivitas kerja karyawan. Salah satunya adalah lingkungan kerja.

Produktivitas kerja merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam

perencanaan pengembangan organisasi

Produktivitas kerja pada organisasi institusi pendidikan di Politeknik sebenarnya dapat dipaksakan, namun hal ini dapat mematikan semangat kerja karyawan dan merosotnya kualitas hasil produksi manusia sebagai tenaga kerja yang merupakan faktor utama dalam menentukan produktivitas. Sehingga perlu adanya perlakuan khusus sesuai

dengan keadaan karyawan yang

(9)

111

Banyak faktor yang diperkirakan mampu mempengaruhi naik atau turunnya produktivitas kerja atau karyawan, misalnya upah, keamanan, dan perlindungan di dalam

pekerjaan, motivasi, lingkungan kerja,

promosi dan lain-lain. Produktivitas dapat dicapai sebagaimana yang diharapkan bila atau karyawan memiliki kesediaan untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Kesediaan itu sendiri tidak timbul dengan sendirinya. Kesediaan bekerja tumbuh bila kebutuhan karyawan secara fisik maupun nonfisik, ekonomis maupun psikologis terpenuhi. Sebaliknya, bila kedua kebutuhan utama tersebut tidak dapat

dipenuhi oleh pimpinan organisasi

pendidikan produktivitas kerja cenderung rendah atau menurun.

5.KESIMPULAN

Kesimpulan penelitian ini

adalaha :

a. Secara parsial pewarnaan (X1),

pertukaran udara (X3), keamanan

(X5), dan kebisingan (X6) berpengaruh

signifikan terhadap produktivitas

kerja (Y) karyawan. Sedangkan

kebersihan (X2) dan penerangan (X4)

secara parsial tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja (Y) dan Hal ini berarti hipotesis pertama penelitian terbukti. Khusus untuk

kebersihan (X2) dan penerangan (X4),

hipotesis pertama penelitian tidak terbukti.

b. Secara simultan pewarnaan (X1),

pertukaran udara (X3), keamanan (X5)

dan kebisingan (X6) berpengaruh

signifikan terhadap produktivitas

kerja (Y) di Politeknik Negeri Batam. Hal ini berarti hipotesis kedua terbukti dan diterima

c. Pewarnaan (X1) merupakan variabel

yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja (Y)

DAFTAR PUSTAKA

Ahyari, Agus. 2006. Intisari Manajemen. PT.

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Arikunto, 2006. Prosedur Penelitian Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,

Edisi Revisi VI Yogyakarta, Rineka Cipta.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Perilaku

Konsumen. Edisi Revisi. PT. Refika Aditama. Bandung.

Nitisemito, Alex S. 2001. Manajemen

Personalia. Ghalia Indonesia. Jakarta. (di artikel tahun 2001)

Ravianto. 2000. Produktivitas Perusahaan.

Edisi Kedua. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Riduwan 2004. Metode dan Teknik Menyusun Thesis. Cetakan kedua. Alfabeta. Bandung

Saksono. 2000. Produktivitas Kerja

Perusahaan. Edisi Kedua. PT. Bina Aksara. Jakarta. (artikel tahun 2000)

Sedarmayanti. 2001. Manajemen Perusahaan.

Edisi Ketiga. BPFE. Yogyakarta.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 2006.

Metode Penelitian Survai. Yogakarta Pustaka LP3S

Sugiono. 2005. Metode Penelitian

Administrasi. Edisi ke tigabelas. Bandung. Penerbit Alfabeta

Sugiono. 2010. Metode Penelitian

Administrasi. Edisi ke tigabelas. Bandung. Penerbit Alfabeta

Swastha, Basu. dan Irawan. 2004. Manajemen

Pemasaran. Edisi Pertama. BPFE. Yogyakarta. (artikel tahun 2004)

Umar, Husein. 2002. Metode Riset Perilaku

Gambar

Table 1: Hasil Uji regresi Linier Berganda Standardized  Coefficients

Referensi

Dokumen terkait

skala penerimaan panelis tertinggi untuk parameter warna pada biskuit subtitusi tepung ubi banggai terdapat pada P1 (100 tepung ubi banggai + 300 gram tepung terigu),

memperoleh informasi pemahaman mahasiswa pada konsep ikatan kimia berdasarkan alasan dari jawaban yang dipilih; f) data hasil tes dan wawancara dianalisis untuk

Untuk mengidentifikasi permasalahan dan sampai seberapa jauh Program ini telah dilaksanakan dalam 4 (empat) tahun perjalanan agenda tersebut (2006 – 2010/Tahun berjalan)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi rasio perbandingan blending yang paling kecil menghasilkan nilai deviasi nilai kadar feed ore blending pada saat di

Menjawab pertanyaan Memperhatikan dan mencatat Memperhatikan Berdiskusi dalam kelompok Presentasi Memperhatikan Di evaluasi dari -jawaban terhadap pertanyaan selama

12 Indriyo Gitosudarmo, Manajemen, hlm.. duksinya kepada konsumen yang dilaksanakan perusahaan dalam menyampaikan barang produksinya agar dapat dinikmati oleh konsumen. Selain

Pentingnya mata pelajaran Ke-NW-an disadari dan didasarkan pada - bahwa dalam upaya meletakkan dasar-dasar keyakinan akan kebenaran perjuangan NW di kalangan pelajar

13 Pemimpin yang lalai dalam tugasnya seperti tidak mau bermusyawarah dengan ahli ilmu dan agama menurut Ibn At}iyyah dan kelompok Malikiyah ia wajib diberhentikan,