• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATA KULIAH PENGADAAN TANAH Kode

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MATA KULIAH PENGADAAN TANAH Kode"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

MATA KULIAH

PENGADAAN TANAH

Kode

C14345

TIM PENYUSUN

Ir. Wisnuntoyo.

Yahman, S.H.,M.M.

Priyo Katon Prasetyo, S.Si.T., M.Si.

PROGRAM DIPLOMA IV PERTANAHAN

SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

RPS ini telah dikonsultasikan dan disetujui Pada tanggal:

... Februari 2015

Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Ketua Program Diploma IV Pertanahan

(3)

RANCANGAN PEMBELAJARAN

Nama Mata Kuliah : Pengadaan Tanah SKS: 3 Program Studi : Diploma IV Pertanahan

Capaian Pembelajaran MATA KULIAH :

HARD SKILLS : Mampu menjelaskan secara tepat prinsip pengadaan tanah dan aspek terapannya di bidang pertanahan SOFT SKILLS: mampu berpikir kritis, melakukan negosiasi dan kerjasama.

Matriks Pembelajaran :

Minggu

Capaian pembelajar

an akhir yang diharapkan

Materi/Pokok

Bahasan Referensi

Strategi Pembelajaran

Latihan Yang Dilakukan Kriteria Penilaia

1 Mengetahui tujuan Matakuliah Pengadaan tanah

Perkenalan dan Pembagian Kelompok

-2 - 5

Menjelaskan konsep, pengertian, unsur, prinsip –prinsip, aspek pertimbangan teknis pertanahan dalam pengadaan tanah

konsep, pengertian, unsur, prinsip – prinsip, aspek pertimbangan teknis pertanahan dalam pengadaan tanah

(4,5,31,32,) Belajar konteks 1. Mereview naskah

2. Mencari contoh produk pengadaan tanah

3. Presentasi.

1. Sistem atika,

3. Ketep atan refere nsi

4. Kreativ itas

(4)

tayang 6 - 8 Mengidentifik

asi tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT

1. Tahapan dan tata cara pengadaan tanah untuk kepentingan swasta

2. Tahapan dan tata cara pengadaan tanah untuk kepentingan umum atau pemerintah

3. Proses Permohonan HAT

Dalam PTUP

(4,5,31,32,) 1. Mereview naskah

2. Mencari contoh produk pengadaan tanah

3. Presentasi.

1. Ketep atan identifi kasi

2. Strate gi

Melakukan simulasi pengadaan tanah dan permohonan HAT

1. Pengadaan tanah untuk swasta

2. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum

3. Permohonan HAT

(1 s/d 23,25 s/d 28, 30 s/d 31)

Belajar Konteks 1.Melakukan tahapan dalam pengadaan tanah baik swasta maupun pemerintah

2.Memprkatekkan pemberian HAT dalam pengadaan tanah

3.Menyimpulkan dan mempresentasikan

1. Kelengk apan

2. Ketepat an penjela san

(5)

13 - 16 Menganlisis tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT

1. pengadaan tanah swasta

2. pengadaan tanah pemerintah

3. Permohonan HAT

(4,5,31,32,) Belajar konteks 1. Menganalisis tahapan Pengadaan tanah

2. Menuliskan perbedaan antar tahapan dalam bentuk paper

1. Ketepat an hasil

2. Ketepat an referen si dan penulis an

40 %

Daftar referensi:

1. Wisnuntoyo, 1994, Pakto Tahun 1993 di Bidang Pertanahan Merangsang Pertumbuhan Dunia Usaha/Investasi, Bandar lampung

2. Wisnuntoyo, 1998, Penanganan Ijin Lokasi Dalam Era Reformasi, Banjarmasin

3. Wisnuntoyo,2004, Ijin Lokasi Sebagai Instrumen Pengendalian Pertanahan di Daerah, PPPM-STPN, Yogyakarta

4. Sitorus Oloan, Dayat Limbang, 2004, Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, Mitra Kebijakan Tanah Indonesia, Yogyakarta

5. Sudjito dkk, 2012, Restorasi Kebijakan Pengadaan Tanah, Perolehan, Pelepasan Dan Pendayagunaan Tanah, Serta Kepastian Hukum Di Bidang Investasi, Tugujogja Pustaka. Yogyakarta

6. Keputusan Presiden Nomor 33 Thn 1992 Tentang Tata Cara Penanaman Modal

7. Keputusan Presiden No. 97 Thn 1993 Tentang Tata Cara Penanaman Modal

8. Keppres No. 34 Thn 2003 Tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan

9. Keputusan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 22 Thn 1993 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Ijin Lokasi Dalam Rangka Pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 2 Thn 1993

10. Keputusan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 21 Thn 1994 Tentang Tata Cara Perolehan Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal

11. Keputusan Ka. BPN No 2 Thn 2003 Tentang Norma dan Standar Mekanisme Ketatalaksanaan Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan yang Dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota

12. Keputusan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 21 Thn 1994 Tentang Tata Cara Perolehan Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal

13. Keputusan Ka. BPN No 2 Thn 2003 Tentang Norma dan Standar Mekanisme Ketatalaksanaan Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan yang Dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota

14. Keputusan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 22 Thn 1993 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Ijin Lokasi Dalam Rangka Pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Agraria/Ka. BPN No. 2 Thn 1993

15. Keppres No. 5 Thn 1993 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum

16. Keppres No. 34 Thn 2003 Tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan

17. Perpres No. 36 Thn 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum

(6)

19. PMNA/Ka. BPN No. 2 Thn 1993 Tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Lokasi dan Hak Atas Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal

20. PMNA/Ka. BPN No. 3 Thn 1999 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah

21. PMDN No. 5 Thn 1974 Tentang Ketentuan-Ketentuan Mengenai Penyediaan dan Pemberian Tanah untuk Keperluan Perusahaan

22. PMDN No. 2 Thn 1976 Tentang Penggunaan Acara Pembebasan Tanah Untuk Kepentingan Pemerintah Bagi Pembebasan Tanah Oleh Pihak Swasta

23. PMDN No. 12 Thn 1984 Tentang Penyempurnaan PMDN No 3 Thn 1984

24. PMDN No. 2 Thn 1985 Tentang Tata Cara Pengadaan Tanah Untuk Keperluan Proyek Pembangunan di Wilayah Kecamatan

25. PMDN No. 3 Thn 1987 Tentang Penyediaan dan Pemberian Tanah Untuk Keperluan Perusahaan Pembangunan Perumahan

26. Peraturan Ka. BPN No. 3 Thn 1992 Tentang Tata Cara Bagi Perusahaan untuk Memperoleh Pencadangan Tanah, Ijin Lokasi, Pemberian, Perpanjangan dan Pembaharuan Hak Atas Tanah Serta Penerbitan Sertifikatnya

27. PMNA/Ka. BPN No. 2 Thn 1993 Tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Lokasi dan Hak Atas Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal

28. PMNA/Ka. BPN No. 3 Thn 1999 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah

29. PMNA/Ka. BPN No. 1 Thn 1994 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Keppres No. 55 Thn 1993

30. PMNA/Ka. BPN No. 3 Thn 1999 Tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah

31. Keputusan Ka. BPN No 2 Thn 2003 Tentang Norma dan Standar Mekanisme Ketatalaksanaan Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan yang Dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota

32. Undang Undang Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah :Pengadaan Tanah SKS : 3

Program Studi : PERTANAHAN Pertemuan ke:1 - 5

Fakultas : STPN

A.TUJUAN TUGAS : menjelaskan konsep, prinsip dan unsur pengadaan tanah B. URAIAN TUGAS :

(7)

a.Dengan dibantu Pengurus Kelas (Komisaris Kelas, Wakil Komisaris Kelas, dan Sekretaris Komisaris Kelas), dosen pengampu membentuk kelompok mahasiswa yang akan bertugas membuat makalah dan mempresentasikannya, yang tiap kelompok terdiri dari 3 orang mahasiswa, yang bila karena satu dan lain hal dapat saja satu kelompok terdiri dari 4 orang.

b.Kelompok mahasiswa yang telah dibentuk bertugas membuat makalah, dengan ketentuan:

1) Sistematika, sebagai berikut: (1) Pendahuluan. (2) Teori-teori yang terkait (3) pembahasan (4) kesimpulan (5) Daftar Pustaka.

2) Tata Naskah, sebagai berikut: Naskah diketik dengan huruf Times New Roman, spasi 1,5 dan font 12, dengan batas atas 4 cm, batas kiri 4 cm, batas bawah 3cm, batas kanan 3 cm, ukuran kuarto, orientasi portrait, serta jumlah halaman minimal 5 halaman dan maksimal 12 halaman.

3) Naskah diserahkan kepada dosen pengampu melalui komisaris kelas dalam bentuk softcopy, pada Minggu II.

4) Bagi naskah-naskah yang isinya sama (plagiasi), maka nilainya (skornya) akan dikurangi.

c. Mempresentasikan makalah, dengan ketentuan:

1) Presentasi dilaksanakan pada Minggu II dan III, tetapi setiap kelompok mahasiswa harus sudah siap untuk presentasi pada Minggu II. Oleh karena itu, bahan presentasi (dalam bentuk powerpoint) harus diserahkan kepada dosen pengampu melalui komisaris kelas dalam bentuk softcopy, pada Minggu II.

2) Presentasi dilakukan dengan menggunakan powerpoint, dengan jumlah slide maksimal 3 buah.

3) Durasi waktu presentasi dan diskusi (tanya jawab) ditentukan oleh moderator, setelah berkoordinasi dengan dosen pengampu matakuliah.

4) Mahasiswa yang mempresentasikan makalah wajib menjawab pertanyaan dosen pengampu dan audience (peserta diskusi).

5) Urutan kelompok yang mempresentasikan dan moderator ditentukan oleh dosen pengampu

3. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan: a. Makalah dalam bentuk softcopy

b. Bahan presentasi dalam bentuk softcopy

c. KRITERIA PENILAIAN

(8)

KRITERIA PERTAMA: SUBSTANSI

DIMENSI Sangat Memuaskan Memuaskan Batas Kurang Memuaskan Di Bawah Standard SKOR

Kelengkapan Unsur Lengkap dan terintegrasi.

Lengkap. Masih kurang satu unsur yang diwajibkan.

Hanya menunjukkan sebagian unsur yang diwajibkan.

-Tidak memuat unsur yang diwajibkan.

-Tidak memenuhi standard yang ditentukan.

-100 (Sangat Memuaskan)

-80 (Memuaskan)

-60 (Batas)

-40 (Kurang Memuaskan)

-20 (Di Bawah Standard) Kebenaran Konsep Konsep diiungkapkan

dengan benar dan terintegrasi.

Konsep diungkapkan dengan benar, tapi tidak terintegrasi.

Ada satu konsep yang tidak benar.

Lebih dari satu konsep

yang tidak benar. - Tidak ada satupun konsep yang benar.

- Tidak memenuhi standard yang ditentukan.

KRITERIA KEDUA: TATA NASKAH

DIMENSI Sangat Memuaskan Memuaskan Batas Kurang Memuaskan Di Bawah Standard Skor

Bahasa

Makalah -Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

-Bahasa yang digunakan mudah difahami.

-Bahasa asing atau bahasa daerah diketik italic.

-Bahasa asing atau bahasa daerah diberi

terjemahannya di dalam kurung

-Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

-Bahasa yang digunakan mudah difahami.

-Bahasa asing atau bahasa daerah diketik italic.

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diberi terjemahannya di dalam kurung

-Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

-Bahasa yang digunakan mudah difahami.

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diketik italic.

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diberi terjemahannya di dalam kurung

-Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

-Bahasa yang digunakan sulit difahami

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diketik italic.

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diberi terjemahannya di dalam kurung

-Tidak menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

-Bahasa yang digunakan sulit difahami

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diketik italic.

-Bahasa asing atau bahasa daerah tidak diberi terjemahannya di dalam kurung.

-Tidak memenuhi standard yang ditentukan.

-100 (Sangat Memuaskan)

-80 (Memuaskan)

-60 (Batas)

Makalah -Sistematika sesuai urutan yang ditentukan.

-Jumlah halaman sesuai ketentuan.

-Ukuran huruf sesuai ketentuan.

-Spasi sesuai ketentuan.

- Sistematika sesuai urutan yang ditentukan.

- Jumlah halaman sesuai ketentuan.

- Ukuran huruf sesuai ketentuan.

- Spasi tidak sesuai ketentuan.

-Sistematika sesuai urutan yang ditentukan.

-Jumlah halaman sesuai ketentuan.

-Ukuran huruf tidak sesuai ketentuan.

-Spasi tidak sesuai ketentuan.

-Sistematika tidak sesuai urutan yang ditentukan.

-Jumlah halaman sesuai ketentuan.

-Ukuran huruf tidak sesuai ketentuan.

-Spasi tidak sesuai ketentuan.

-Jumlah halaman tidak sesuai ketentuan.

(9)

KRITERIA 2: Presentasi

DIMENSI Sangat Memuaskan Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di Bawah Standard SKOR

Isi Penjelasan

Lisan -Penjelasan telah memadai, bahkan menambah wawasan audience (peserta diskusi).

-Memberi inspirasi pada audience untuk mendalami materi bahasan.

-Penjelasan telah memadai, bahkan menambah wawasan audience.

-Tidak memberi inspirasi pada audience untuk mendalami materi bahasan.

-Penjelasan telah memadai, tetapi tidak menambah wawasan audience.

-Tidak memberi inspirasi pada audience untuk mendalami materi bahasan.

-Penjelasan tidak memadai, dan tidak menambah wawasan audience.

-Tidak memberi inspirasi pada audience untuk mendalami materi bahasan.

-Penjelasan membingungkan audience.

-Tidak memenuhi standar yang ditentukan.

-100 (Sangat Memuaskan)

-80 (Memuaskan)

-60 (Batas)

sasian Penjelasan Lisan

-Penjelasan disampaikan dengan runtut.

-Memberi informasi yang benar.

-Dilengkapi data dan fakta pendukung.

-Diberi ilustrasi yang meyakinkan.

-Penjelasan disampaikan dengan runtut.

-Memberi informasi yang benar.

-Dilengkapi data dan fakta pendukung.

-Tidak diberi ilustrasi yang meyakinkan.

-Penjelasan disampaikan dengan runtut.

-Memberi informasi yang benar.

-Tidak dilengkapi data dan fakta pendukung.

-Tidak diberi ilustrasi yang meyakinkan.

-Penjelasan disampaikan dengan runtut.

-Tidak memberi informasi yang benar.

-Tidak dilengkapi data dan fakta pendukung.

-Tidak diberi ilustrasi yang meyakinkan.

-Penjelasan tidak disampaikan dengan runtut.

-Tidak memberi informasi yang benar.

-Tidak dilengkapi data dan fakta pendukung.

-Tidak diberi ilustrasi yang meyakinkan.

-Tidak memenuhi standard yang ditetapkan.

Gaya Presentasi

-Menggugah semangat audience.

-Membuat audience faham.

-Penyaji tidak melihat catatan.

-Tidak menggugah semangat audience.

-Membuat audience faham.

-Penyaji tidak melihat catatan.

-Tidak menggugah semangat audience.

-Tidak membuat audience faham.

-Penyaji tidak melihat catatan.

-Tidak menggugah semangat audience.

-Tidak membuat audience faham.

-Penyaji sesekali melihat catatan.

-Tidak menggugah semangat audience.

-Tidak membuat audience faham.

-Penyaji seringkali melihat catatan.

(10)

FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah :Pengadaan Tanah SKS : 3

Program Studi : PERTANAHAN Pertemuan ke :6 - 8

Fakultas : STPN

A.TUJUAN TUGAS: Mampu mengidentifikasi tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT B. URAIAN TUGAS:

1. Obyek Garapan : Tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT 2. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara/langkah pengerjaan):

- Membuat tahapan yang harus dikerjakan dalam pengadaan tanah dan permohonan HAT

- Menguraikan tiap Tahapan yang terkait penghadaan tanah dan permohonan HAT

- Dari hasil pembahasan mengenai uraian dari tahapan yang digunakan dalam menyusun suatu paper.

-Menyajikan di kelas, Urutan kelompok yang mempresentasikan dan moderator ditentukan oleh dosen pengampu - Dilakukan diskusi /Tanya jawab

3. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan:

Mampu Mengidentifikasi tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT serta mempresentasikan C.KRITERIA PENILAIAN

POLA PENILAIAN KOMPETENSI KRITERIA 1 : KETEPATAN IDENTIFIKASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

KELENGKAPAN IDENTIFIKASI

Lengkap dan berurutan

Lengkap Ada aspek yang

belum terungkap

Hanya

mengidentifikasi sebagian tahapan

Tidak mengerti komponen sama sekali

KEBENARAN IDENTIFIKASI

Diungkapkan dengan benar, sesuai dengan teori dan

Diungkapkan dengan tepat, namun hanya deskriptif

Masih ada tahapan yang terlewatkan

Kurang dapat mengungkapkan tahapan halaman lebih, tidak

(11)

dilengkapi dengan lampiran DI

merangkum tetapi menyalin

KRITERIA 2 : STRATEGI IDENTIFIKASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

PEMILIHAN STRATEGI IDENTIFIKASI

Strategi identifikasinya tepat, mampu merangkum tahapan sehingga mudah dipahami orang lain dengan mudah

Strategi yang dipilih tepat, rangkuman tahapan menggunakan skema, bagan atau gambar

Bisa

mengidentifikasi tahapan meskipun hanya secara singkat

Strategi identifikasinya tidak tepat, sehingga

membingungkan orang

Tidak bisa mengidentifikasi tahapan yang ada

KRITERIA 3 : DAYA TARIK PEMAPARAN

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

ISI Memberi inspirasi

kepada

pendengar untuk menggali lebih lanjut

Menambah wawasan pendengar

Pendengar masih harus menambah lagi tahapan dari beberapa sumber

Tahapan-tahapan yang disampaikan tidak menambah wawasan bagi pendengar

Tahapan-tahapan yang disampaikan salah

ORGANISASI Sangat urut

sehingga

pendengar dapat mengerti apa yang disampaikan

Bisa memberi data pendukung tahapan yang disampaikan

Komponen yang disampaikan benar tetapi tidak ada datanya

Tahapan-tahapan yang disampaikan tidak benar

Tidak mau presentasi

GAYA

PRESENTASI

Membangkitkan semangat pendengar

Membuat

pendengar paham tetapi kadang-kadang masih melihat catatan

Sering membaca catatan meskipun sekali-kali tidak

Membaca catatan terus

(12)

LAMPIRAN – LAMPIRAN:

1. Lecture Notes: power point

2. DI dan lampiran

Selected Reading Material (daftar alamat web; buku; print out artikel; fotocopy

FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah :Pengadaan Tanah SKS : 3

Program Studi : PERTANAHAN Pertemuan ke: 9- 12

Fakultas : STPN

A.TUJUAN TUGAS: Melakukan simulasi pengadaan tanah dan permohonan HAT B. URAIAN TUGAS:

1. Obyek Garapan : Simulasi pengadaan tanah dan permohonan HAT 2. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara/langkah pengerjaan):

- Mengadakan simulasi dalam pengadaan tanah dan permohonan HAT dengan sebuah contoh kasus

- Menguraikan kukurangan dan kelebihan penghadaan tanah dan permohonan HAT

- Dari hasil pembahasan mengenai uraian tersebut yang digunakan dalam menyusun suatu paper.

(13)

3. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan: mampu melaksanakan tata cara pengadaan tanah dan permohonan HAT

C.KRITERIA PENILAIAN

POLA PENILAIAN KOMPETENSI KRITERIA 1 : KELENGKAPAN SIMULASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

KELENGKAPAN IDENTIFIKASI

Lengkap dan berurutan

Lengkap Ada aspek yang

belum terungkap

Hanya

mengidentifikasi sebagian tat cara

Tidak mengerti tat cara sama sekali

KEBENARAN IDENTIFIKASI

Diungkapkan dengan benar, sesuai dengan teori dan

dilengkapi dengan lampiran DI

Diungkapkan dengan tepat, namun hanya deskriptif

Masih ada tat cara yang terlewatkan

Kurang dapat mengungkapkan tahapan halaman lebih, tidak merangkum tetapi menyalin

Tidak ada tata cara yang dijelaskan

KRITERIA 2 : KETEPATAN SIMULASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

PEMILIHAN STRATEGI IDENTIFIKASI

Tepat, mampu merangkum tata cara sehingga mudah dipahami orang lain dengan mudah

Tepat, rangkuman tata cara

menggunakan Formulir dan lampiran, dan peta

Bisa

mengidentifikasi tahapan meskipun hanya secara singkat

simulasi tidak tepat, sehingga membingungkan orang

(14)

KRITERIA 3 : DAYA TARIK PEMAPARAN

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

ISI Memberi inspirasi

kepada

pendengar untuk menggali lebih lanjut

Menambah wawasan pendengar

Pendengar masih harus menambah lagi tahapan dari beberapa sumber

Tata cara yang disampaikan tidak menambah wawasan bagi pendengar

Tata-cara yang disampaikan salah

ORGANISASI Sangat urut

sehingga

pendengar dapat mengerti apa yang disampaikan

Bisa memberi data pendukung tahapan yang disampaikan

Komponen yang disampaikan benar tetapi tidak ada datanya

Tata-cara yang disampaikan tidak benar

Tidak mau presentasi

GAYA

PRESENTASI

Membangkitkan semangat pendengar

Membuat

pendengar paham tetapi kadang-kadang masih melihat catatan

Sering membaca catatan meskipun sekali-kali tidak

Membaca catatan terus

(15)

LAMPIRAN – LAMPIRAN:

1. Lecture Notes: power point

2. DI dan lampiran

Selected Reading Material (daftar alamat web; buku; print out artikel; fotocopy

FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah :Pengadaan Tanah SKS : 3

Program Studi : PERTANAHAN Pertemuan ke: 13 - 16

Fakultas : STPN

A.TUJUAN TUGAS: Melakukan analisis tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT B. URAIAN TUGAS:

4. Obyek Garapan : Analisis tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT 5. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara/langkah pengerjaan):

- Mengadakan analisis dalam tahapan pengadaan tanah dan permohonan HAT dengan sebuah contoh kasus

- Menguraikan kukurangan dan kelebihan setiap tahapan penghadaan tanah dan permohonan HAT

- Dari hasil pembahasan mengenai uraian tersebut yang digunakan dalam menyusun suatu paper.

-Menyajikan di kelas, Urutan kelompok yang mempresentasikan dan moderator ditentukan oleh dosen pengampu - Dilakukan diskusi /Tanya jawab

6. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan: mampu melaksanakan tata cara pengadaan tanah dan permohonan HAT

(16)

POLA PENILAIAN KOMPETENSI KRITERIA 1 : KELENGKAPAN SIMULASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

KELENGKAPAN IDENTIFIKASI

Lengkap dan berurutan

Lengkap Ada aspek yang

belum terungkap

Hanya

mengidentifikasi sebagian tahapan

Tidak mengerti tahapan sama sekali

KEBENARAN IDENTIFIKASI

Diungkapkan dengan benar, sesuai dengan teori dan

dilengkapi dengan lampiran DI

Diungkapkan dengan tepat, namun hanya deskriptif

Masih ada tat cara yang terlewatkan

Kurang dapat mengungkapkan tahapan halaman lebih, tidak merangkum tetapi menyalin

Tidak ada tahapan yang dijelaskan

KRITERIA 2 : KETEPATAN SIMULASI

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

SKOR

PEMILIHAN STRATEGI IDENTIFIKASI

Tepat, mampu merangkum tahapan

sehingga mudah dipahami orang lain dengan mudah

Tepat, rangkuman tahapan

menggunakan Formulir dan lampiran, dan peta

Bisa

mengidentifikasi tahapan meskipun hanya secara singkat

simulasi tidak tepat, sehingga membingungkan orang

Tidak bisa mengidentifikasi tahapan yang ada

KRITERIA 3 : DAYA TARIK PEMAPARAN

DIMENSI Sangat

Memuaskan

Memuaskan Batas Kurang

Memuaskan

Di bawah standard

(17)

ISI Memberi inspirasi kepada

pendengar untuk menggali lebih lanjut

Menambah wawasan pendengar

Pendengar masih harus menambah lagi tahapan dari beberapa sumber

Tahapan yang disampaikan tidak menambah wawasan bagi pendengar

tahapan yang disampaikan salah

ORGANISASI Sangat urut

sehingga

pendengar dapat mengerti apa yang disampaikan

Bisa memberi data pendukung tahapan yang disampaikan

Komponen yang disampaikan benar tetapi tidak ada datanya

Tahapan yang disampaikan tidak benar

Tidak mau presentasi

GAYA

PRESENTASI

Membangkitkan semangat pendengar

Membuat

pendengar paham tetapi kadang-kadang masih melihat catatan

Sering membaca catatan meskipun sekali-kali tidak

Membaca catatan terus

Tidak ada yang dipaparkan

LAMPIRAN – LAMPIRAN:

1. Lecture Notes: power point

2. DI dan lampiran

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Memuaskan Batas Kurang Memuaskan Di bawah standard SKO R KETEPATAN PENETAPAN MASALAH Masalah yang diambil merupakan masalah kritis yang perlu segera dilakukan penelitian secara

Memuaskan Di bawah standard SKOR Kelengkapan referensi Referensi diusung lengkap dengan bahasa yg sistematis dan argumen kuat Referensi Lengkap, argumentasi kuat, namun

DIMENSI Sangat Memuaskan Memuaskan Batas Kurang Memuaskan Di bawah standard SKOR Pemilihan Kasus Kasus yang dipilih. kompleks dan sangat

Memuaskan Di bawah standard SKOR ALUR JAWABAN Jawaban berurutan sampai dengan penanganan perbaikan proses Bahasa program urut dan baku Alur bahasa program mudah

Setelah melalui tahapan identifikasi isu menggunakan kriteria aktual, masalah atic,kekhalayakan, dan kelayakan (APKL) dan Urgency, Seriousness, Growth (USG) dengan skor 15 maka

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,