KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA PERTANIAN 2020
Penyusun : Valentine Hilsinka
Penyunting : Yulitha Rante Liling
PENGEMBANGAN GASIFIER UNTUK GASIFIKASI LIMBAH PADAT PATI AREN (ARENGA PINNATA WURMB)
Bambang Purwantana
ABSTRAK
Pada proses pembuatan pati aren dihasilkan limbah berupa serat dan ampas dengan jumlah yang besar. Selama ini limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui penelitian ini dikembangkan suatu proses gasifikasi limbah padat pati aren untuk membuat bahan bakar berupa gas. Tujuan penelitian adalah mengembangkan gasifier tipe aliran ke bawah (downdraft gasifier) dengan titik berat pada perancangan ruang pirolisa, pembakaran dan reduksi gas. Kinerja gasifikasi diamati berdasarkan karakteristik distribusi suhu, komposisi gas, kapasitas produksi, dan panas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat pati aren potensial untuk digunakan sebagai bahan baku gasifikasi. Sudut kemiringan hoper ruang pirolisa lebih besar dari 70o diperlukan untuk efektifitas aliran proses pembakaran dan reduksi.
Kata kunci : gasifikasi, limbah padat pati aren, suhu, kalor Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 27, No. 03 (September 2007)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9602
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9602
SIFAT THERMAL TANAH PASIRAN PANTAI DENGAN PEMBERIAN BAHAN PENGKONDISI TANAH DAN BIOMIKRO PADA BUDIDAYA
TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM, L)
Tri Sudyastuti, Nurdi Setyawan
ABSTRAK
Kajian sifat thermal tanah penting dilakukan untuk mendapatkan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Sifat thermal tanah tersebut meliputi kapasitas kalor volumetrik,difusitas thermal,konduktivitas thermal, fluks kalor dan laju pindah kalor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat thermal tanah pasiran pantai dengan pemberian bahan pengkondisi tanah dan biomikro.
Perlakuan irigasi yang diberikan adalah irigasi gembor dan irigasi bawah permukaan sedangkan bahan pengkondisi tanah yaitu jerami,biokompos dan daun clereside yang semuanya dicampur dengan biomikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan irigasi dan penambahan bahan pengkondisi tanah berpengaruh terhadap sifat thermal tanah dan juga diperoleh suatu model fluktuasi temperatur tanah pada tiap kedalaman dalam suatu harmonisasi sinusoidal sebagai fungsi waktu.
Kata kunci : Thermal tanah, tanah pasiran, bahan pengkondisi tanah, biomikro dan irigasi
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 27, No. 03 (September 2007)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9603
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9603
OPTIMASI KONDISI FERMENTASI WHEY DANGKE SEBAGAI PRODUK MINUMAN DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY
Fatma Maruddin, Soeparno, Nurliyani, Chusnul Hidayat, Muhammad Taufik
ABSTRAK
Whey dangke merupakan limbah dangke yang belum banyak dimanfaatkan. Whey dangke dipisahkan dari curdmenggunakan getah buah pepaya sebagai sumber enzim.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisifermentasi (level inokulum, waktu inkubasi dan level tapioka) whey limbah dangke sebagai produk minuman denganresponse surface methodology. Minuman fermentasi komersial digunakan sebagai target dalam menentukan kondisioptimal. Whey dicampur tepung tapioka level 0, 0,35., 0,7., 1,05 dan 1,4% dan dipanaskan sambil diaduk selama 5menit suhu 70 oC. Whey selanjutnya dipasteurisasi suhu 80oC selama 30 menit. Setelah dingin diinokulasi L.acidophiluslevel 1, 3, 5, dan 7% serta diinkubasi suhu 37 oC selama 8, 12, 16, 18 dan 24 jam. Karakteristik produk minuman yangdiperoleh dengan penambahan level inokulum 5%, tapioka level 0,7% dan diinkubasi 16 jam hampir sama karakteristikminuman fermentasi komersial adalah kandungan asam laktat 0,58%, viskositas 0,21 poise dan pH 3,7.
Kata kunci : emisi, tungku, biomassa, bahan bakar fosil Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9604
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9604
PERKIRAAN UMUR SIMPAN KACANG RENDAH LEMAK DILAPISI DENGAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE MENGGUNAKAN METODE
ACCELERATED SHELF-LIFE TEST (ASLT)
Yudi Pranoto, Djagal Marseno, Haryadi
ABSTRAK
Produk kacang tanah goreng rendah lemak yang dibuat dengan mengurangi kandungan minyaknya sebagian sebelumpenggorengan diketahui memiliki umur simpan yang relatif pendek dan mudah tengik apabila dibandingkan dengankacang goreng biasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpannya dengan melakukan pelapisan(coating) pada kacang goreng rendah lemak menggunakan carboxymethyl cellulose (CMC) dengan penyemprotan.Umur simpan ditentukan menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) dengan model Arrhenius.
Pengujiandilakukan pada suhu 25oC, 35 oC dan 45oC hingga 15 hari untuk melihat tingkat oksidasi melalui bilangan thiobarbituricacid (TBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ASLT dapat dipakai untuk memperkirakan umur simpan kacang goreng rendah lemak yang kerusakan utamanya disebabkan oleh reaksi oksidasi. Pelapisan ediblecoating pada kacang goreng rendah lemak mampu memperpanjang umur simpan hingga 18 hari dengan perannya dalam menekan reaksi ketengikan.
Kata kunci : Kacang rendah lemak, umur simpan, pelapisan, CMC, ASLT Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9605
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9605,
PENGARUH PERENDAMAN DAN PEREBUSAN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, GULA, TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS
ANTIOKSIDAN KERANDANG (CANAVALIA VIROSA)
Titiek Farianti Djaafar, Umar Santosa, Muhammad Nur Cahyanto, Endang S Rahayu
ABSTRAK
Tanaman kerandang merupakan sumber protein nabati, mengandung senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antioksidan.Penelitian tentang aktivitas antioksidan biji kerandang belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan perebusan terhadap perubahan kandungan protein, gula, total fenolik dan aktivitas antioksidanbiji kerandang. Perendaman dilakukan pada 0, 12, dan 24 jam dengan rasio biji kerandang dan air sebesar 1:6 (b/v).Perlakuan perendaman ini dikombinasikan dengan perebusan biji pada suhu didih air (80 – 90 ºC) selama 0, 10, dan 20 menit. Perbandingan biji kerandang dan air untuk perebusan adalah 1:5 (b/v).
Pengujian yang dilakukan meliputikadar protein, jenis gula, total fenolik dan aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein biji kerandang menurun denganperlakuan perendaman dan perebusan. Biji kerandang mengandung oligosakarida tahan cerna (raÞ nosa) yang cukuptinggi.
Kata kunci : kerandang, total fenol, aktivitas antioksidan Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9606
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9606
KESESUAIAN MODEL INFILTRASI PHILIPS UNTUK PREDIKSI LIMPASAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE BILANGAN
KURVA
Sri Ritawati, Muhjidin Mawardi, Sunarto Goenadi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian model infi ltrasi Philips untuk prediksi limpasan permukaan menggunakan metode bilangan kurva. Data laju infi ltrasi diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan pada berbagai macam penggunaan lahan di Sub DAS Progo Hulu menggunakan metode double ring infi ltrometer. Dilakukan pula pengambilan contoh tanah untuk penentuan sifat fi siknya di masing-masing lokasi pengukuran infi ltrasi. Sedangkan data luas penggunaan lahan, hujan, debit sungai digunakan data yang tersedia di Balai PSDA Progo Bogowonto Luk ulo dan BP DAS Serayu Opak Progo. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model infi ltrasi Philips cukup sesuai digunakan untuk prediksi limpasan permukaan menggunakan metode bilangan kurva. Kesesuaian ini dilihat dari nilai koefi sien deterministik, koefi sien korelasi, imbang massa, dan distribusi t yang signifikan.
Kata kunci : Model infi ltrasi, limpasan permukaan, DAS, bilangan kurva Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9607
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9607
PERBANDINGAN EKSTRAKSI OLEORESIN BIJI PALA (MYRICTICA FRAGRANS HOUTT) ASAL MALUKU UTARA MENGGUNAKAN METODE MASERASI DAN GABUNGAN DISTILASI – MASERASI
Muhammad Assagaf, Pudji Hastuti, Chusnul Hidayat, Supriyadi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komponen penyusun oleoresin biji pala (Myristica fragrans Houtt)yang dibuat dengan cara maserasi langsung dan gabungan distilasi – maserasi. Yield oleoresin pala sebesar 15,17±0,07(% bk) yang diperoleh dengan cara maserasi langsung dan oleoresin hasil ekstraksi gabungan metode distilasi danmaserasi diperoleh yield sebesar 20,07±0,23 (% bk). Sedangkan yield minyak atsiri sendiri dari hasil distilasi air-uapdiperoleh sebesar 6,61 (% bk).
Senyawa penyusun oleoresin ekstrak etanol hasil analisis menggunakan metode GCMSteridentiÞ kasi senyawa sebanyak 39 macam dengan komponen yang berada dalam jumlah besar adalah methyleugenol(33,40 %), myristicine (10,90 %), cis- methyl isoeugenol (9,09 %), elemicin (8,33 %), dan isocoumarin (5,61 %).
Untukminyak atsiri biji pala terdapat 31 komponen senyawa, dimana komponen yang berada dalam jumlah yang besar adalahsabinene (34,97 %), !– phellandrene (9,19 %), methyleugenol (7,55 %), myristicine (5,29 %) dan elimicine (3,21%).
Kata kunci :minyak atsiri, oleoresin, maserasi, distilasi-maserasi, GC-MS Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9608
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9608
APLIKASI MODEL AVSWAT2000 UNTUK PREDIKSI LIMPASAN PERMUKAAN, EROSI, DAN SEDIMENTASI DI SUB DAS KEDUANG: DAS
BENGAWAN SOLO HULU
Siti Mechram, Muhjidin Mawardi, Putu Sudira
ABSTRAK
Data laju erosi yang diperoleh dari model hidrologi dapat digunakan dalam pengambilan keputusan untuk menentukanusaha konservasi lahan yang dapat mengurangi laju erosi yang terjadi di DAS. Model hidrologi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model AVSWAT2000 (Arc View Soil and Water Assessment Tools 2000) yang dapatmemprediksi limpasan permukaan, erosi dan sedimentasi. Penelitian ini dilakukan di sub DAS Keduang (36.574,34Ha). Hasilnya menunjukkan bahwa, besarnya limpasan permukaan, erosi dan sedimentasi di sub DAS Keduang padakondisi saat ini masing-masing sebesar 424,09 mm, 87,87 ton/ha/th, dan 375,07 ton/th. Dengan melakukan perubahanpenggunaan lahan jumlah limpasan permukaan, erosi dan sedimentasi bisa mengalami penurunan, di sub DAS Keduanglaju limpasan permukaan, erosi dan sedimentasi menurun masing-masing menjadi 412,61 mm, 36,78 ton/ha/th, dan353,60 ton/th.
Kata kunci : Limpasan permukaan, erosi, sedimentasi, model AVSWAT2000
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9609
Link URL :https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9609
STUDI INTERSEPSI HUJAN PADA HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS PELLITA DI RIAU
Agung Budi Supangat, Putu Sudira, Haryono Supriyo, Erny Poedjirahajoe
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kehilangan air melalui intersepsi di hutan tanaman E. pellita, di Perawang-Riau. Untuk menghitung besarnya nilai intersepsi, dilakukan pengukuran aliran batang (stemfl ow) dan lolosan tajuk (throughfall) pada umur tanaman 2, 3, 4, 5, dan 6 tahun, masing-masing 3 ulangan pohon. Hasil penelitian menunjukkan besaran kisaran nilai intersepsi, throughfall dan stemfl ow masing-masing 13,3-18,7 %; 7,7-83,1 % dan 3,6-4,1 % dari curah hujan.
Kapasitas tampungan tajuk (canopy storage capacity) tanaman E. pellita rata-rata sebesar 0,8 mm. Hubungan curah hujan dengan throughfall dan stemfl ow menunjukkan korelasi yang kuat (r2 rata-rata 0,99 dan 0,79), sedangkan dengan intersepsi korelasinya kurang kuat (r2 rata-rata 0,58).
Kata kunci : Intersepsi Hujan, aliran batang, lolosan tajuk, kapasitas kapasitas tampungan tajuk, hutan tanaman E. pellita
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9610
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9610
POTENSI BIJI DAN EKSTRAK BIJI TERATAI (NYMPHAEA PUBESCENS WILLD) SEBAGAI PENCEGAH DIARE PADA TIKUS PERCOBAAN YANG
DIINTERVENSI E.COLI ENTEROPATOGENIK
Yuspihana Fitrial, Made Astawan, Soewarno Soekarto, Komang Wiryawan, Tutik Wresdiyati
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen Þ tokimia yang terdapat pada biji teratai dan ekstrak etil asetat bijiteratai dan mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap E.coli penyebab diare (E.coli Enteropatogenik K1.1, EPECK1.1) pada tikus percobaan. Tikus percobaan dibagi menjadi 4 grup yaitu, grup 1, kontrol (mendapatkan ransum standar), grup 2 yangmendapat ransum yang disubstitusi tepung biji teratai (18,7 g/100 g), grup 3 yang mendapat ransum yang disubstitusiFOS (fruktooligosakarida, 6 g/100 g), dan grup 4 yang mendapat ransum standar dan ekstrak etil asetat biji teratai(17,8 mg/ml). Aktivitas biologis ransum perlakuan diamati dengan mengamati bobot badan, konsumsi ransum per hari, eÞ siensi ransum, total mikroba, total E.coli dan total bakteri asam laktatdari isi sekum tikus percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji teratai mengandung alkaloid, ß avonoid,steroid, glikosida, tanin, saponin, dan triterpenoid, sedangkan ekstrak etil asetat biji teratai mengandung alkaloid,ß avonoid, tanin, glikosida, saponin dan triterpenoid.
Kata kunci : Biji teratai, Enterophatogenic Escherichia coli, ekstraketil asetat, antibakteri, diare
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9611
Link URL :https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9611