• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo HijUp Sumber :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo HijUp Sumber :"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

HijUp.com adalah e-commerce Islamic fashion dengan konsep B2C (Business to Customer) yang berdiri pada tahun 2011. Dengan konsep Online Fashion Mall, HijUp menyediakan berbagai macam produk-produk terbaik dari perancang busana Islam Indonesia. Produk yang diproduksi diperuntukan untuk wanita muslim mulai dari atas hingga bawah.Produk yang ada difokuskan pada wanita dengan usia 24 hingga 35 tahun.

Pada awal berdiri,Diajeng Lestari selaku owner dari HijUp hanya merekrut dua orang,yaitu admin computer dan admin gudang. Pada hari pertama HijUp beroperasi,admin komputer mengundurkan diri sehingga segala pekerjaan dilakukan oleh owner secara mandiri. Dalam pengerjaan website,Ajeng dibantu oleh tim IT dari perusahaan suaminya,yaitu Achmad Zaky Syaifudin yang merupakan CEO Bukalapak.com. Bertempat di sebuah ruangan berukuran 3 x 3 meter persegi HijUp mulai beroperasi.

Gambar 1.1 Logo HijUp Sumber : www.dailysocial.id

Dalam membangun HijUp,terdapat dua landasan yang sangat penting yaitu SDM (people) dan nilai (value). Merekrut karyawan yang baik adalah salah satu hal yang penting karena untuk dapat berkembang,seorang entrepreneur harus mendelegasikan pekerjaannya. HijUp sendiri tercermin melalui THE : Trusted – Helpful –Empower.

Tujuan trusted pada HijUp.com ada untuk memberikan produk yang baik,maka kegiatan kurasi dan quality control dijalankan secara cermat. Dengan begitu,rekomendasi yang

(2)

kita berikan adalah yang dapat dipercaya,sehingga customer tidak mencari produk fashion pesaing yang dianggap lebih berkualitas. Helpful yang bertujuan menjadikan HijUp dapat bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia yang ada di dunia. Elemen utama perusahaan ini adalah manusia,bagaimana para karyawan,tenant dan customer mendapatkan pelayanan yang maksimal. Empower adalah tujuan untuk memberdayakan muslimah. Sesuai dengan tagline “ Be Fabulous with HijUp!” dan “Get Up with Your Hijab “.

HijUp tersebut juga merupakan singkatan dari Honest,Innovative,Just do it,Unique dan Pray. HijUp memiliki esensi yang sama dengan make up yang diaplikasikan untuk meningkatkan rasa percaya diri atas penampilannya. Awal mula berdirinya,Diajeng melihat sebuah peluang dari potensi pasar muslim di Indonesia. Jika pada tahun 2020 penduduk muslim berjumlah 80%,maka kelas menengah muslim mencapai 86 juta. Jika setengahnya adalah perempuan,ada 34 juta potensi pasar. Jika diasumsikan yang memakai hijab mencapai 50%,maka ada 17 juta potensi pasar. HijUp didirikan sebagai perusahaan yang menjadi platform untuk menjembatani pemilik busana muslim di Indonesia. Saat pertama berdiri pada tahun 2011 HijUp hanya memiliki 14 tenant yang bergabung. Namun dalam kurun waktu 4 tahun hingga 2015,HijUp telah memiliki 500 tenant dengan desainer yang berbeda.

Meskipun HijUp berawal dari e-commerce namun mereka menjadikan social media sebagai sarana mengkomunikasikan produk dan juga untuk meraih pasar. HijUp memindahkan offline experience menjadi online,jadi HijUp membuat foto produk dengan sedetail mungkin.Hal tersebut membuat konsumen merasakan pengalaman berbelanja hanya dengan melihat secara online.

1.2 Latar belakang Penelitian

Sejak awal pertama kemunculannya,internet memperlihatkan perkembangan yang tak pernah diduga sebelumnya. Tidak ada kata berhenti berkembang setiap tahunnya. Pengguna internet yang terus meningkat. Menurut perhitungan we are social pada id.techinasia.com Pengguna internet aktif di seluruh dunia kini mencapai angka 31,7 miliar. Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna internet bertumbuh hingga 7,6 persen. Pertumbuhan pengguna internet ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pengguna media sosial dan mobile. Menurut laporan yang sama, pengguna media sosial aktif kini mencapai 2,2 miliar, sedangkan pengguna mobile mencapai 3,7 miliar. Selama lima tahun terakhir perkembangan internet,Indonesia menduduki posisi kedua setelah Filipina sebagai negara dengan pertumbuhan internet tercepat.

(3)

Gambar 1.2 Perkembangan Internet Lima Tahun Terakhir Sumber : www.globalwebindex.net

Kepada Antara Kemenkominfo mengutarakan harapannya di akhir tahun 2015 jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai angka 150 juta orang, atau sekitar 61% dari total penduduk.Seperti disebutkan dari sumber yang sama, Kemenkominfo mengklaim bahwa saat ini jumlah pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 57% penduduk, atau kasarnya mencapai hampir 137 juta pengguna. Angka yang cukup fantastis mengingat awal tahun ini APJII mencatat jumlah pengguna Internet di tanah air baru berkisar di angka 71 juta dan perkiraan banyak pihak akhir tahun ini jumlahnya baru mencapai kisaran 80-an juta pengguna.

Memang Indonesia sedang berlomba mengejar target yang ditetapkan oleh Millennium Development Goals yang mensyaratkan akses Internet di negara berkembang mencapai angka

50% dari total penduduk. Menurut standar tersebut, pengguna Internet di Indonesia seharusnya mencapai angka 107 juta di

(4)

139 juta pengguna di akhir tahun 2015.

Gambar 1.3 Grafik Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia Sumber :www.apjii.or.id

Peralihan dari media tradisional menuju media baru seperti internet membuka kehidupan di seluruh dunia dengan media sosial yang mengajak berkomunikasi tanpa batas ruang dan waktu. Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk 255,5 juta orang,terdapat 72 juta penduduk yang secara menggunakan media sosial.Sebanyak 62 juta orang Indonesia menggunakan mobile social account.

Gambar 1.3 Infografis Jumlah Pengguna Internet Aktif Sumber : www.id.techinasia.com

Meningkatnya penetrasi Internet di Indonesia juga membuat konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online, hal ini didukung oleh laporan dari Nielsen Indonesia yang dipublikasikan pada triwulan pertama tahun 2014. Konsumen senang membaca ulasan dan mencari informasi mengenai produk dan jasa yang dibutuhkan. Riset yang dilakukan pada Januari 2014 mendapatkan, produk yang paling banyak dibeli secara online adalah fashion. Seperti terlihat pada Gambar 1.4, produk fashion dibeli oleh 78 persen konsumen online, disusul ponsel 46 persen, elektronik 43 persen, buku dan majalah 39 persen, dan barang kebutuhan rumah tangga sebesar 24 persen (Rakhma, 2014).

Salah satu media sosial yang mendapat perhatian di tahun 2015 adalah instagram. Media sosial berbasis foto ini jumlah penggunanya telah menembus lebih dari 400 juta orang.

(5)

Instagram mengalami peningkatan sebanyak 100 juta pengguna sejak Desember 2014. Dari 400 juta pengguna tersebut, 75% berasal dari luar Amerika. Instagram mengatakan penggunanya banyak berasal dari Eropa dan Asia. Negara yang paling banyak penggunanya adalah Brazil, Jepang dan Indonesia. Instagram mengatakan bahwa saat ini jumlah foto yang diunggah para pengguna turut meningkat. Dalam sehari saja jumlah foto yang diunggah penggunanya lebih dari 80 juta foto ( Rahman ,2015)

Saat ini kepemilikan instagram telah diakuisi oleh Facebook namun telah terungkap bahwa pertumbuhan pengguna aktif Instagram berkembang lebih pesat dibanding Facebook. Menurut hasil riset yang dirilis oleh Global Web Index,pesatnya perkembangan jumlah pengguna baru Instagram,hingga dapat melebihi jumlah pengguna baru Facebook, Twitter, dan Pinterest jika digabungkan.

Dalam riset yang dilakukan Global Web Index pada kuartal empat 2013, dan dipublikasikan pada Januari 2014 tersebut, tercatat Facebook hanya memiliki pertumbuhan pengguna aktif sebesar 3 persen sementara Instagram, mencapai 23 persen.Reddit menjadi situs jejaring sosial terbesar kedua dengan pertumbuhan 13 persen, diikuti dengan LinkedIn yang memperoleh 9 persen. Menurut website Digital Trends (2014),riset yang dilakukan Global Web Index tersebut dilakukan di 32 negara dan tidak termasuk China dengan jumlah responden mencapai hingga 170 ribu orang.

Meningkatnya pengguna internet berdampak pada peningkatan media sosial khususnya Instagram di Indonesia juga membuat konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online. Salah satu survey yang dilakukan oleh Jakpat menyebutkan bahwa 75 persen responden menyatakan bahwa mereka menggunakan instagram untuk mencari dan mengikuti akun fashion dan toko online. Bahkan saat ini 100 brand besar yang masuk dalam interbrand,56 diantaranya menggunakan akun Instagram. Sejak tahun 2014 jumlah brand yang menggunakan instagram sebagai media promosi mereka terus meningkat dan 73 persen diantaranya aktif melakukan posting di Instagram dengan minimal posting berkisar satu hingga tiga kali sehari ( Wijaya,2015)

Hal ini didukung oleh laporan dari Nielsen Indonesia yang dipublikasikan pada triwulan pertama tahun 2014. Konsumen senang membaca ulasan dan mencari informasi mengenai produk dan jasa yang dibutuhkan. Riset yang dilakukan pada Januari 2014 mendapatkan, produk yang paling banyak dibeli secara online adalah fashion. Seperti terlihat pada Gambar 1.4 produk fashion dibeli oleh 78 persen konsumen online, disusul ponsel 46

(6)

persen, elektronik 43 persen, buku dan majalah 39 persen, dan barang kebutuhan rumah tangga sebesar 24 persen (Lubis, 2014).

Gambar 1.4 Produk yang Paling Banyak Dibeli di Toko Online Sumber: bisniskeuangan.kompas.com

Genap empat tahun HijUp berkiprah di dunia fashion muslim. Sebagai e-commerce hijab pertama di dunia,HijUp telah membuktikan konsistensinya dalam mendukung perkembangan fashion muslim di Indonesia bahkan di dunia. Tak hanya berfungsi sebagai distributor, HijUp juga berperan baik sebagai kurator yang mendorong para desainer muslim Indonesia untuk memberikan karya-karya terbaiknya.Salah satu cara untuk memperluas ekspansinya adalah dengan menggunakan media sosial seperti Instagram,Facebook dan Twitter untuk menjalin kedekatan dan hubungan dengan konsumen.

HijUp didaulat sebagai salah satu startups e-commerce berasal dari Indonesia dengan pertumbuhan bisnis paling cepat di Asia. Pencapaian yang telah diraih oleh HijUp hingga ditempatkan sebagai salah satu 12 platform bisnis tersukses di Indonesia. HijUp sendiri mengutarakan bahwa 30 persen anggota serta pelanggan berasal dari mancanegara. Negara-negara pelanggan terbesar adalah Malaysia,Singapore,Negara-negara-Negara-negara Arab,Eropa hingga Amerika. Menurut salah satu survey yang dilakukan oleh Ziliun,HijUp termasuk e-commerce fashion popular di Indonesia.

(7)

Gambar 1.5 E-Commerce Fashion Popular di Indonesia Sumber : www.ziviliun.com

Hingga awal tahun 2015,HijUp masih berkembang dengan metode bootstrap atau menggunakan dana pribadinya sendiri. Penjualan HijUp terus meningkat dari tahun ke tahun.Pada tahun 2013,HijUp telah memperoleh omzet sekitar Rp 500 juta – Rp 1 miliar perbulan. Tahun ini ketika banyak sektor bisnis mengalami penurunan omzet,HijUp justru mengalami peningkatan pendapatan tiga kali lipat sejak tahun 2014. Jumlah omzet yang dimiliki sekarang saatlah berbeda jauh dengan jumlah dana modal awal yang pertama kali HijUp,yaitu sebesar Rp 5 juta. Pada awal tahun 2015,HijUp mendapatkan pendanaan dari Fenox Venture Capital, 500 Startups dan Skystar Venture. Tidak disebutkan secara pasti jumlah dana yang diterima,namun dana tersebut dapat dipastikan beberapa juta dolar.(Adityahadi ,2015).

Dapat dilihat bahwa HijUp menggunakan social media dalam melebarkan channel promosinya. Bahkan social media dijadikan sarana untuk lebih dekat dengan konsumen dan dalam mengkomunikasikan perusahaan dan produk mereka. Perkembangan channel social media HijUp mendapatkan respon yang sangat baik dari konsumennya.Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah followers yang berjumlah terus meningkat. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat judul Pengaruh Social Media Communication Terhadap Intention to Buy.

(8)

1.3 Perumusan masalah

Munculnya media sosial di Indonesia sebagai dampak dari pertumbuhan internet telah mendorong banyak perusahaan yang kini telah melebarkan channel promosinya menuju dunia maya dengan menggunakan sarana media sosial salah satunya adalah HijUp. HijUp lebih dominan menggunakan Instagram,Youtube,Twitter dan Facebook.Diperlukan suatu penelitian apakah penggunaan media social ini berdampak terhadap kecenderungan konsumen dalam membeli produk HijUp.

Beberapa studi terdahulu terkait social media communication yang dilakukan didominasi pada objek penelitian Facebook dan Twitter. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukkan untuk menguji konsep penelitian terdahulu mengenai komunikasi sosial media pada perusahaan yang melakukan pembentukan kecenderungan konsumen membeli melalui instagram yang dilakukan oleh HijUp.

1.4 Pertanyaan Penelitian

1. Seberapa besar social media communication (firm created,user generated),brand attitude,intention to buy di HijUp menurut penilaian konsumen?

2. Seberapa besar pengaruh firm created social media communication terhadap brand attitude di HijUp?

3. Seberapa besar pengaruh user generated social media communication terhadap brand attitude di HijUp?

4. Seberapa besar pengaruh brand attitude terhadap intention to buy di HijUp? 5. Seberapa besar pengaruh firm created social media communication terhadap

intention to buy melalui brand attitude di HijUp?

6. Seberapa besar pengaruh user generated social media communication terhadap intention to buy melalui brand attitude di HijUp?

1.5 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui seberapa besar social media communication (firm created,user generated),brand attitude,intention to buy di HijUp menurut penilaian konsumen? 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh firm created social media

communication terhadap brand attitude di HijUp?

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh user generated social media communication terhadap brand attitude di HijUp?

(9)

4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh brand attitude terhadap intention to buy di HijUp?

5. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh firm created social media communication terhadap intention to buy melalui brand attitude di HijUp?

6. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh user generated social media communication terhadap intention to buy melalui brand attitude di HijUp?

1.6 Manfaat Penelitian 1.6.1 Aspek Teoritis

Dengan sifat penelitian yang reflikatif, hasil penelitian ini diharapkan mampu memperkuat teori pada penelitian-penelitian sebelumnya mengenai hubungansosial media communication terhadap intention to buy menggunakan objek penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan berupa informasi yang khususnya berkaitan dengan media social communication yang dilakukan oleh HijUp melalui jejaring sosial instagram dan diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan penelitian berikutnya.

1.6.2 Aspek Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan perusahaan terkait hasil analisis pengaruh penggunaan social media communication terhadap intention to buy untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah konsumen.Selain bermanfaat bagi HijUp,penelitian ini pula diharapkan secara praktis bagi pelaku bisnis yang menggunakan fasilitas Instagram dalam menjalankan bisnisnya

1.7 Ruang Lingkup Penelitian 1.7.1 Lokasi dan Objek Penelitian

a. Lokasi penelitian ini adalah di Indonesia.

b.Objek penelitian ini adalah followers instagram akun @HijUp yang belum melakukan pembelian mapun yang telah melakukan pembelian produk @HijUp.

1.7.2 Waktu dan Periode Penelitian

Waktu dan periode penelitian ini dilaksanakan pada periode bulan Agustus tahun 2015 hingga Maret tahun 2016

(10)

1.8 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

BAB I: PENDAHULUAN

Penjelasan pada bab ini mengenai gambaran umum hingga manfaat penelitian telah dijelaskan.Selanjutnya akan dilanjutkan pada bab II mengenai tinjauan pustaka.

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang landasan teori yang berkaitan dengan topik dan penelitian, hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik dan masalah penelitian, kerangka pemikiran yang berasal dari teori atau gabungan beberapa teori, hipotesis penelitian yang merupakan jawaban sementara, dan ruang lingkup penelitian yang menjelaskan batasan dan cakupan penelitian.

BAB III: METODE PENELITIAN DAN LINGKUP PENELITIAN

Dalam bagian ini dijelaskan mengenai metode penelitian yang digunakan, meliputi jenis penelitian, variabel operasional, tahapan penelitian, teknik sampling, teknik pengumpulan data, pengujian validitas, pengujian reliabilitas, dan teknik analisis data.

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dan pembahasannya diuraikan secara kronologis dan sistematis sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian. Setiap aspek pembahasan dimulai dari hasil analisis data, kemudian diinterpretasikan dan selanjutnya diikuti oleh penarikan kesimpulan. Dalam kesimpulan juga dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya atau landasan teoritis yang relevan.

BAB V: PENUTUP

Dalam bagian ini terdiri dari kesimpulan hasil penelitian dengan cara uraian padat dan saran yang merupakan implikasi kesimpulan dan berhubungan dengan masalah dan alternatif pemecahan masalah.

Gambar

Gambar 1.2 Perkembangan Internet Lima Tahun Terakhir  Sumber : www.globalwebindex.net
Gambar 1.3 Grafik Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia  Sumber :www.apjii.or.id
Gambar 1.4 Produk yang Paling Banyak Dibeli di Toko Online  Sumber: bisniskeuangan.kompas.com
Gambar 1.5 E-Commerce Fashion Popular di Indonesia  Sumber : www.ziviliun.com

Referensi

Dokumen terkait

Arsitektur Ekologi Sebagai Dasar Penataan Lansekap yang Berwawasan Lingkungan  Kondisi lingkungan Rowo Jombor yang mulai tercemar merupakan dampak dari keberadaan warung apung

Iklan dan bentuk komunikasi pemasaran lainnya sudah banyak yang menggunakan teknologi digital (internet). Internet inilah yang memperkuat dikembangkannya model AISAS

Berdasarkan hasil pemaparan yang telah diuraikan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kualitas layanan elektronik konsumen terhadap kepuasan

Penggunaan big data dalam bisnis dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemasaran pada media sosial, data yang dihasilkan pada ilmu sains, internet, dan sistem berbentuk

Pertumbuhan internet juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pengguna social media dan dari penggunaan Internet yang diminati oleh masyarakat dunia adalah penggunaan

Hal tersebut dapat terjadi pada seluruh pengguna internet kapanpun dan dimanapun, sehingga kepercayaan untuk membeli secara online ( eTrust ) dapat menaikan atau

Terbentuk dari berbagai komunitas kreatif di Kota Bandung dan bergerak sebagai organisasi non profit yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, Bandung

Dalam dunia bisnis word of mouth ialah tindakan konsumen memberikan informasi kepada konsumen lain dari sesorang kepada orang lain (antarpribadi ,baik merek,