• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Petra 49

4. PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

4.1.1. Hary Tanoesodibjo sebagai Konglomerat Media

Hary Tanoesodibjo atau sekarang lebih dikenal dengan nama Hary Tanoe atau HT terlahir dengan nama Bambang Hary Iswanto Tanoesodibjo. Lahir di Surabaya, 26 September 1965, Hary Tanoesoedibjo terkenal dengan julukan Si Raja Multimedia. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, dia kemudian memilih masuk ke Carleton University, Ottawa, Kanada. Tahun 1988 setelah mendapatkan gelar Bachelor of Commerce, HT mengambil jurusan magister untuk program Master of Business Administration di Ottawa University. Setelah lulus, Hary mendirikan perudahaan sendiri, yaitu Grup PT Bhakti Investama Tbk pada 1989 di Surabaya. Modalnya didapat dari pinjaman 200 juta rupiah dari sang ayah.

“Saya mulai bisnis setelah lulus, dan mulainya itu pas 1990 sendirian, di situ saya tekuni bisnis saya dan sekarang bisnis saya terus berkembang dan maju (“Hary Tanoe Ngaku Sangat Malas dan Sering Bolos Sekolah Semasa SMP & SMA”, 19 April 2013).

Hary Tanoesodibjo mengawali karir bisnisnya pada periode 1990 dengan membangun sebuah perusahaan yang modal awalnya hanya Rp200 jutaan. Hary mengaku, sampai saat ini perusahaan-perusahaan yang dibangunnya sudah mencapai 23 ribu karyawan yang tersebar di Amerika Serikat (AS) dan sisanya di perusahaan yang ada di Indonesia.

“Saat ini saya sudah memiliki 23 ribu karyawan yaitu di Amerika satu perusahaan dan sisanya di Indonesia,” katanya. Meski demikian, sebagai pengusaha dia juga pernah mengalami masa sulit. Krisis pada 1997-1998, diakui Hary, juga membuat kinerja perusahaannya yang dikelolanya sempat mengalami penurunan (“Hary Tanoe Ngaku Sangat Malas dan Sering Bolos Sekolah Semasa SMP & SMA”, 19 April 2013)”.

Seperti yang ditulis Forbes pada rubrik Billionare edisi Maret 2013, MNC Group adalah perusahaan media terbesar di Indonesia. Tahun 2012 MNC bekerja

(2)

Universitas Kristen Petra 50

sama dengan perusahaan internet Cina Tencent dan GS Home Shopping, membuat online retailer Rakuten dan Linktone.

“Hary Tanoesoedibjo's MNC Group, Indonesia's biggest media company, is reportedly in talks with the politically influential Bakrie family to buy a 51% interest in Visi Media Asia. If MNC wins the bid, it may pay as much as $2 billion for Visi, which owns two national TV stations and a news website. In 2012 MNC set up a joint venture with Chinese internet company Tencent and with GS Home Shopping, adding to existing joint ventures with Japanese online retailer Rakuten and with Linktone, a Chinese media company (“Billionare: Hary Tanoesoedibjo”, Maret 2013)”.

Dengan kemampuannya itu, HT menjadi salah satu orang yang duduk di jajaran orang paling kaya di Indonesia. Dari berbagai perusahaan yang dimilikinya Hary berhasil menjadi milioner yang layak diperhitungkan dan dipandang oleh kalangan pebisnis lain. Hary menjadi kunci utama sukses MNC Group di bidang industri media, dari media elektronik, cetak, hingga online. Dia berhasil membawa media tersebut berkembang pesat di tengah munculnya media-media lain.

Pemilik MNC Group itu berada pada posisi ke-29 dalam daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2012 menurut majalah Forbes dengan nilai kekayaan ditaksir sebesar 1,04 miliar US Dollar. Sedangkan pada 2011, HT menduduki peringkat ke-22 dengan total kekayaan 1,19 miliar US Dollar. Sementara pada tahun 2013, majalah Forbes mengatakan kalau jumlah kekayaannya naik menjadi 1,7 miliar US dollar dan membawanya naik ke peringkat 11 di Indonesia dan peringkat 338 di dunia.

Pada tahun 2010, HT meraih penghargaan bergengsi entrepreneur of the year dari Enterprise Asia, lembaga nirlaba yang berbasis di Kuala Lumpur. Dia dinilai sukses dalam menjalankan bisnis di bidang media dan keuangan. Selain itu ia juga berhasil meraih penghargaan lain seperti Unpredictable Newsmaker 2011 dari media Portal Rakyat Merdeka Online (RMOL) dan sebagai tokoh bisnis paling berpengaruh 2005 versi Harian Warta Ekonomi (Puspitorini, 2013, p.3-5).

(3)

Universitas Kristen Petra 51

Perusahaan dan karir Hary meliputi Presiden dan CEO dari PT Media Nusantara Citra Tbk (2002-sekarang), Presiden dan CEO PT Global Mediacom Tbk (2002-sekarang), Presiden Komisaris PT MNC Sky Vision (2001-sekarang), Presiden dan CEO PT Bhakti Investama Tbk (1989-sekarang), Presiden Direktur RCTI (2003-sekarang), Komisaris Utama Global TV (2004-sekarang), ANTV.

4.1.2. Hary Tanoesoedibjo sebagai Elite Politik

“Sederhana saja, bukan saya sok idealis, negara ini banyak masalah dan semakin tidak ada kepastian. Padahal masyarakat membutuhkan kepastian dalam segala hal, dari kebijakan ekonomi, sosial, sampai soal kepemimpinan. Tapi itu masih bisa diperbaiki. Agar menjadi bagian dari perubahan itu ya saya harus masuk politik,” jawab Master of Business Administration lulusan Ottawa University itu ketika ditanya mengenai keterlibatannya dalam dunia politik (Tempo, Edisi 3 Maret 2013, p. 126).

Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo memutuskan untuk memasuki dunia politik pada 9 Oktober 2011 silam. Saat itu, Hary Tanoe menjatuhkan pilihannya kepada Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang diyakininya mampu merealisasikan restorasi Indonesia. Masuk Partai NasDem, Hary Tanoe langsung menduduki posisi Ketua Dewan Pakar Partai NasDem, sekelas Dewan Pembina di Partai Demokrat dan Dewan Pertimbangan di Partai Golkar.

Sejak awal masuk NasDem, Hary Tanoe memang dikenal sangat dekat dengan pendiri Partai NasDem, Surya Paloh. Saat itu, Paloh masih malu-malu mengungkap obsesi politiknya dengan mendirikan Partai NasDem. Rapimnas Partai NasDem di Hotel Mercure Ancol pada Rabu (9/11/2011) adalah kemunculan pertama Hary Tanoe di hadapan ribuan kader Partai NasDem. Hary Tanoe duduk di podium bersama sahabat politiknya, Surya Paloh. Keduanya kemudian dikenal sebagai dua kekuatan besar yang memotori Partai NasDem.

Sejak saat itu koalisi dua bos media tersebut berbuah manis bagi popularitas Partai NasDem. Iklan NasDem mengudara di sejumlah media yang dipimpin keduanya secara rutin. Kontribusi Hary Tanoe tak bisa dianggap remeh, popularitas Partai NasDem menyodok ke papan atas. Hampir semua survei politik

(4)

Universitas Kristen Petra 52

menempatkan Partai NasDem dalam 5 besar parpol. Partai NasDem sebagai partai yang dianggap memberikan janji perubahan pun mendapat dukungan masyarakat cukup luas. Saat mendaftarkan ke KPU, Hary Tanoe mengungkap alasannya masuk NasDem. Yaitu untuk membawa misi gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Hary pun menyampaikan optimisme Partai NasDem lolos ke Pemilu 2014.

Isu gencar Surya Paloh akan mengambil alih Partai NasDem mengemuka. Sejak saat itu internal Partai NasDem bergejolak. Situasi semakin hangat saat Partai NasDem mendapatkan nomor urut keberuntungan di Pemilu 2014 mendatang, nomor 1. Sesaat setelah pengambilan undian nomor urut, Waketum Partai NasDem Sugeng Suparwoto secara mengejutkan mengungkap pada Kongres Partai NasDem 25-26 Januari 2013 mendatang, Surya Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai NasDem. Secara mengejutkan Hary Tanoe mengakhiri perjalanan politiknya di NasDem. Hary Tanoe, Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, dan jajaran pendukungnya mengumumkan pengunduran dirinya dalam jumpa pers di sebuah tempat di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013) pukul 15.00 WIB (“Mengenang Perjalanan Hary Tanoe di NasDem”, 21 Januari 2013).

Pada tanggal 17 Februari 2013 ia resmi tergabung dalam Partai Hanura. Hary Tanoesodibjo berjanji akan menunjukkan totalitas setelah bergabung ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Termasuk dengan menyalurkan logistik kepada partai yang dipimpin Wiranto tersebut, "Saya bersedia mengabdi dan akan all out (total)”. Bergabungnya Hary ini disambut baik oleh Wiranto. Dia mengatakan Hary bagaikan darah segar bagi Partai Hanura. Namun Wiranto menolak menjawab apakah Hary akan diusung Partai Hanura untuk Pemilu Presiden 2014. Menurut Wiranto Partai Hanura bersama Hary akan fokus mengembangkan partai (Bergabung ke Hanura, Hary Tanoe Siap Bantu Logistik, 17 Februari 2013).

(5)

Universitas Kristen Petra 53

4.1.3. Profil SINDO

Koran Seputar Indonesia (SINDO) terbit perdana, pada 30 Juni 2005. Dilahirkan oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT. Media Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya Network. PT. MNC. Sebagai surat kabar baru, Koran Seputar Indonesia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembaca dalam satu keluarga. Koran ini pun menduduki peringkat nomer dua dalam penjualan nasionalnya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.1 di bawah ini.

Gambar 4.1 Grafik perbandingan penjualan koran Nasional di Indonesia Sumber: Dokumen Profil SINDO, 2011

Dalam profil resminya di www.sindonews.com yang peneliti akses tanggal 20 Desember 2013, Koran ini menyatakan diri sebagai sajian berita yang bersahabat, karena pemanfaatan bahasa dan image yang ramah (tidak berdarah-darah), aktual dan informatif, karena berita terkini disajikan dengan ringkas dan jelas dengan topik-topik yang hangat. SINDO juga mengatakan mampu mengakomodasi Feature Lifestyle dan Infotainment sekuat berita, Sajian berita yang bersifat Non Partisan atau tidak memihak dan dapat dipercaya. SINDO juga mengklaim korannya bersifat Young and Friendly Newspaper, tercermin dari penggunaan bahasa yang renyah dan sarat dengan unsur partisipasi publik, dan mampu menyajikan gaya hidup yang meliputi in depth news, lifestyle, sport, dan

(6)

Universitas Kristen Petra 54

entertainment. Harian yang terbit tiap hari dalam seminggu itu, tersaji dalam format panjang 7 kolom, tinggi 54 cm, dan tebal 44 halaman.

Target pembaca adalah masyarakat kelas menengah ke atas, pendidikan sarjana, segmentasi usia 18 tahun ke atas. Dengan diferensiasi pembaca laki-laki sebanyak 52% dan pembaca wanita sebanyak 48%. Target distribusi Koran SINDO adalah kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan jumlah pembaca sebesar 1 juta orang. Karakteristik pembaca memiliki kebiasaan membaca lebih dari satu surat kabar, karena tidak ingin tertinggal informasi penting dan informasi hiburan dalam waktu yang bersamaan. Termasuk kelompok masyarakat yang haus informasi dan inovatif sehingga mudah menerima hal baru.

Gambar 4.2 Grafik Demografi Pembaca Seputar Indonesia Sumber: Dokumen Company Profile Seputar Indonesia, 2011

Harian yang memiliki tagline “Sumber Referensi Terpercaya” ini memiliki beberapa perbedaan antara edisi nasional dan edisi lokal mereka. Edisi lokal Koran SINDO memiliki tebal 24 halaman, sedangkan edisi nasional memiliki tebal 44 halaman. Edisi lokal SINDO dipasarkan dengan harga 2500 rupiah per eksemplar, sedangkan edisi nasional dihargai 3000 rupiah per eksemplar.

(7)

Universitas Kristen Petra 55

4.2. Temuan dan Analisis Data

4.2.1. Temuan dan Analisis Data Dimensi Teks

Dalam model analisis wacana kritis Fairclough, dimensi teks dianalisis secara linguistik, dengan melihat kosakata, semantik, dan tata kalimat. Dalam dimensi ini dilihat pula koherensi, kohesivitas, bagaimana antar kata atau antar kalimat tersebut digabung sehingga membentuk pengertian. Koherensi berarti kepaduan hubungan maknawi antara bagian-bagian di dalam sebuah wacana, sedangkan kohesivitas berarti perihal hubungan antarbagian dalam teks (Badara, 2012, p. 194). Elemen-elemen tersebut digunakan untuk menerangkan 3 masalah yang akan diinterpretasi oleh peneliti, namun sebelumnya akan dipaparkan temuan dan analisis data dari berita “HT „All Out‟ Besarkan Hanura” di koran SINDO edisi 18 Februari 2013.

4.2.1.1. Ideasional Hary Tanoesodibjo sebagai Elite Politik di Koran SINDO Permasalahan ideasional merujuk pada representasi anak kalimat, kombinasi anak kalimat, dan rangkaian antarkalimat yang umumnya membawa muatan ideologis tertentu (Fairclough, 2010, p.58). Representasi anak kalimat mencakup tingkat kosakata (vocabulary), grammar (tata bahasa). Terutama perbedaan di antara tindakan (dengan aktor sebagai penyebab) dan sebuah peristiwa (tanpa aktor sebagai penyebab atau pelaku).

Dalam kombinasi anak kalimat antara satu anak kalimat dengan anak kalimat yang lain dapat digabung sehingga membentuk suatu pengertian yang dapat dimaknai. Dalam proses kerja penelitian berita, wartawan pada dasarnya membuat abstraksi bagaimana fakta-fakta yang saling terpisah dan tercerai berai digabungkan sehingga menjadi suatu kisah yang dapat dipahami oleh khalayak dan membentuk pengertian. Gabungan antara anak kalimat ini akan membentuk koherensi lokal, yakni pengertian yang didapat dari gabungan anak kalimat satu dengan yang lain, sehingga kalimat itu mempunyai arti.

Sedangkan representasi pada rangkaian antarkalimat berhubungan dengan bagaimana dua kalimat atau lebih disusun dan dirangkai. Representasi ini berhubungan dengan bagian mana dalam kalimat yang lebih menonjol dibandingkan dengan bagian yang lain. Salah satu aspek penting adalah apakah partisipan dianggap mandiri ataukah ditampilkan memberikan reaksi dalam berita.

(8)

Universitas Kristen Petra 56

Penempatan susunan kalimat secara implisit juga dapat menunjukkan praktik yang ingin disampaikan oleh wartawan (Eriyanto, 2005, p.296). Berikut adalah temuan dan analisis peneliti mengenai representasi dalam berita “HT All Out Besarkan Hanura”.

(a) CEO MNC Group Hary Tanoesodibjo (HT) secara resmi bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kemarin.

Dalam kalimat (a) di atas kata pengganti CEO MNC Group menunjukkan SINDO seakan mengumumkan bahwa pemimpin dari perusahaan induk mereka tersebut telah secara resmi bergabung dengan Partai Hanura. Kata “secara resmi” yang menurut KBBI berarti secara sah ditetapkan oleh instansi bersangkutan menegaskan status politik HT yang telah menjadi bagian dari Hanura dan tidak ada sangkut paut lagi dengan Partai NasDem. Penempatan CEO MNC Group, HT, sebagai subyek menunjukkan bahwa dia bergabung ke Hanura atas kehendaknya.

(b) HT langsung didapuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Hanura masa bakti 2010-2015.

Bukan hanya secara sah menjadi bagian dari Hanura, HT pun dikatakan langsung didapuk atau diminta menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Hanura masa bakti 2010-2015. Bahkan ajakan ini dilakukan secara aklamasi.

(c) Secara aklamasi Badan Pengurus Harian (BPH) Partai Hanura telah memberikan mandat kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto untuk memilih HT menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura.

Aklamasi dalam kalimat (c) bila diartikan melalui KBBI adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat terhadap suatu usul tanpa melalui pemungutan suara. Padahal bila menengok riwayat HT, ia masih terbilang baru memasuki dunia politik sejak secara resmi bergabung dengan Partai NasDem pada 9 Oktober 2011 sampai bergabung dengan Hanura pada 17 Februari 2013. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa sebenarnya keistimewaan HT sehingga sebagai tokoh baru ia dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. Posisi Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat merupakan posisi yang tinggi dalam Partai. Anggaran Dasar Hati Nurani Rakyat Pasal 32 ayat 1 menyebutkan bahwa Dewan Pimpinan Pusat adalah badan struktural pelaksana Partai tingkat

(9)

Universitas Kristen Petra 57

nasional. Ketua Dewan pertimbangan ada di dalam DPP. Dewan Pimpinan Pusat sendiri punya 26 wewenang kunci yang diatur pada pasal 32 ayat 3.

Tugas dan wewenang utama sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura juga disebutkan dalam kombinasi anak kalimat (d) berikut.

(d) Dia menjelaskan, Dewan Pertimbangan Partai Hanura nantinya akan diberi kewenangan untuk melakukan pertimbangan strategis sekaligus mengembangkan visi dan misi partai.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, kewenangan HT adalah untuk melakukan pertimbangan strategis dan mengembangkan visi misi partai.

Rangkaian kalimat (e) dan (f) menampilkan tugas HT lainnya yakni untuk menarget perolehan suara Hanura.

(e) Mengenai target perolehan suara, HT belum mau berkomentar. (f)“Target berapa persen sulit untuk katakan itu sekarang. Sejak saya

diangkat, nanti kita akan rapat dan tentukan strategi bagaimana ke depan, langkah-langkahnya di pusat dan di daerah. Dari situ satu bulan baru tau berapa target kita. Paling tidak kasih saya satu minggu untuk kita tahu,” paparnya.

Secara implisit kalimat tersebut menampilkan peranan HT signifikan dalam Pemilu 2014 nanti. Apalagi pada bulan Juni 2013 HT telah dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Badan Pelaksana Pemilu (Bapilu) 2014. Seperti yang dilansir oleh Kompas.com berikut.

Hary menggantikan posisi Yuddy Chrisnandi yang saat ini menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Bapilu Partai Hanura. Dengan ditunjuknya Hary, maka segala strategi pemenangan Hanura pada pemilku 2013 berada di tangan bos MNC Group tersebut. Dalam pidatonya, Hary Tanoe mengatakan, memenangi partainya dalam Pemilu 2014. Dia mengatakan, dirinya memiliki tugas yang berat untuk membawa Hanura memperoleh suara yang besar menembus angka parliamentiary threshold (“Hary Tanoe Jadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura”, 30 Juni 2013).

Ada kesamaan antara tugas HT sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu yakni berperan penting dalam

(10)

Universitas Kristen Petra 58

meningkatkan elektabilitas Hanura. Hal ini juga dapat dilihat dari kalimat-kalimat berikut.

(g) HT optimistis dengan kerja keras, waktu satu tahun lebih menjelang Pemilu 2014 pihaknya mampu membangun Partai Hanura.

(h) HT menegaskan, Partai Hanura harus bisa meraih suara signifikan di Pemilu 2014.

(i) Pihaknya menargetkan untuk menempatkan para legislator Partai Hanura sebanyak-banyaknya di parlemen pada Pemilu Legislatif 2014.

Dalam kombinasi anak kalimat (g), HT sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura digambarkan optimistis menjalankan tugasnya membangun partai Hanura menuju pemilu 2014. Kata Optimisitis bila diartikan melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sifat yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal. HT sebagai aktor dalam kalimat ini digambarkan Percaya diri dapat membangun Hanura agar bisa meraih suara signifikan di Pemilu 2014. Suara signifikan relevan dengan jumlah kursi yang akan didapat partai politik di parlemen yang diatur dalam UU Pemilu Pasal 1 ayat 32 berikut

Bilangan Pembagi Pemilihan bagi kursi DPRD, selanjutnya disingkat BPP DPRD, adalah bilangan yang diperoleh dari pembagian jumlah suara sah dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan untuk menentukan jumlah perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu dan terpilihnya anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota (UU Pemilu pasal 1 ayat 32).

Jadi apabila Hanura memperoleh suara dengan persentase atau elektabilitas tinggi, maka jumlah kursi yang akan didapatkan akan semakin banyak pula. Bila menilik elektabilitas Hanura, persentase Partai ini sebelum HT bergabung dinilai masih rendah bahkan berada di bawah parliamentary threshold atau ambang batas parlemen yakni 3,5% dari suara sah secara nasional. Survei LSN (Lembaga Survei Nasional Juni 2012 mengatakan tingkat elektabilitas Hanura adalah sebesar 3,2 persen. Sedangkan dari Survei Charta Politica (8-22 Juli 2012) elektabilitas Hanura hanya 1,6 persen. Tak heran apabila dalam kalimat (j) berikut

(11)

Universitas Kristen Petra 59

Wiranto beranggapan bahwa Pemilu 2014 adalah tugas berat baginya.

(j) Dia menyadari tugas berat jelang pemilu tidak bisa dikerjakan sendiri, sehingga harus ada kekuatan baru dan langkah aliansi yang diambil partai.

Kata hubung “dan” dalam kalimat (j) merupakan penghubung klausa pada kalimat majemuk setara (Arifin, 2013, p.56) yang berfungsi menyatakan penjumlahan. Kalimat setara ini menunjukkan bahwa kekuatan seorang HT setara dengan aliansi partai. Dalam rangkaian antarkalimat (k) disebutkan partai-partai apa saja yang akan beraliansi dengan Hanura.

(k) Wiranto menyebut Partai Hanura juga akan diperkuat dengan bergabungnya parpol-parpol yang sebelumnya tidak lolos verifikasi KPU sebagai peserta pemilu. Di antaranya Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dan Partai Nasional Republik (Nasrep).

Bergabungnya HT yang disetarakan dengan aliansi partai menunjukkan bahwa HT adalah sosok penting bagi Hanura. Dalam rangkaian antarkalimat (l) kata penghubung “selain” yang digunakan oleh SINDO juga sama fungsinya dengan kata hubung “dan” yang menunjukkan penjumlahan.

(l) Sementara itu, Wiranto mengungkapkan kemarin adalah hari penting bagi partainya. Selain partainya sudah memiliki konstitusi untuk melanjutkan visi dan misinya melalui ajang pemilu, kini partainya menyambut HT sebagai sosok baru yang bisa membawa perubahan bagi performa partai.

Berarti tingkat pentingnya seorang HT yang dianggap dapat membawa perubahan baru bagi performa partai juga disetarakan dengan konstitusi yang telah dimiliki Hanura. HT pun mengapresiasi jabatan yang sangat penting tersebut seperti yang nampak pada kalimat (m).

(m) “Saya memberikan apresiasi kepada Pak Wiranto yang memberikan jabatan yang sangat penting ini di Partai Hanura…”

Menarik untuk ditelusuri beberapa alasan yang diungkapkan dalam berita ini yang menjelaskan mengapa HT yang masih terbilang tokoh muda dalam dunia politik, diberi jabatan penting di dalam Hanura. Pertama, dalam rangkaian

(12)

Universitas Kristen Petra 60

antarkalimat (n) disebutkan HT adalah tokoh muda yang dianggap bisa mewujudkan gerakan pembaharuan.

(n) Saat ini, kata Wiranto, yang penting gerakan pembaharuan ini bisa terwujud bersama tokoh-tokoh muda, seperti HT. “Kedatangan Pak Hary Tanoe adalah fresh blood bagi Partai Hanura. Ini energi baru untuk membakar semangat partai memperjuangkan hati nurani yang belum tuntas,” imbuhnya.

Wiranto bahkan menyebutkan HT sebagai fresh blood. Idiom fresh blood bila diartikan melalui Cambridge Dictionary adalah people who join an organization and who can provide new ideas and energy. Artinya, orang yang bergabung dalam sebuah organisasi yang dapat memberikan keuntungan ide dan energi baru. Dengan kata lain HT ditampilkan sebagai anggota baru di Hanura yang dapat memberi keuntungan ide dan energi bagi Hanura.

Tidak hanya keuntungan ide dan energi baru, tapi ada bantuan secara logistik yang diberikan HT untuk membangun Hanura.

(o) ”Karena itu saya masih ragu dengan survey yang mengatakan elektabilitas Partai Hanura telah jatuh. Sederhana saja. Saya akan menyokong Partai Hanura secara logistik. Saya akan memberikannya secara all out,” tandasnya

Sebelumnya peneliti telah membahas survei-survei yang menyatakan elektabilitas Hanura telah jatuh sebelum HT bergabung. Kalimat (o) menggambarkan HT yang memiliki kemampuan khusus untuk mengangkat partai dengan elektabilitas rendah hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun. Keterangan cara “sederhana saja” menunjukkan HT dapat dengan mudah memberikan bantuan logistik pada Hanura. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, logistik berarti pengadaan, perawatan, distribusi, dan penyediaan perlengkapan, perbekalan, dan ketenagaan. Melihat kemampuan logistik apa yang HT punya, tentunya terkait dengan kerajaan media dan kemampuan finansialnya.

Alasan ketiga masih terkait dengan klausa all out dalam kalimat (o). Klausa ini muncul sebanyak 3 kali dalam berita tersebut.

(13)

Universitas Kristen Petra 61

(q) “Saya akan memberikannya secara all out,” tandasnya

(r) HT pun siap all out untuk membesarkan partai besutan Jenderal (Purn) TNI tersebut.

Jika dianalisis dengan melihat kosakata yang digunakan, anak kalimat (p), (q), dan (r) tersebut menekankan klausa all out. Menurut Dictionary of English Language, secara formal all out berarti using all available means or resources. Artinya, menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, SINDO merepresentasikan bahwa HT akan menggunakan sumber daya yang ia miliki untuk membesarkan Hanura. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa HT diberi kedudukan yang penting di dalam Hanura. Dalam kalimat (p) dan (r) SINDO mengulang kata besarkan sebanyak dua kali, dalam kalimat tidak langsung, mengikuti kata all out. Besar sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat berarti hebat, mulia, berkuasa. Sedangkan predikat membesarkan dapat diartikan memuliakan, mengasuh, atau menjadikan hebat. Dengan begitu SINDO menempatkan HT sebagai orang yang hebat atau berkuasa sehingga ke depannya dapat menjadikan Hanura sebagai partai yang hebat atau berkuasa pula.

Masih dalam definisi yang sama, Arie Sudjito, partisipan dalam berita tersebut menggaris bawahi kembali makna all out melalui kombinasi anak kalimat (s).

(s) Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sudjito memprediksi HT akan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki di partai barunya.

Pada kalimat (s) dikatakan bahwa HT akan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki. Jika ditelusuri sumber daya apa yang akan dikerahkan secara maksimal oleh HT, maka sudah jelas kaitannya dengan sumber daya terbesar yang HT miliki yakni sumber daya media massa dan ekonomi. Di bawah naungan Bhakti Investama, perusahaan induk HT, terdapat empat perusahaan yang bergerak yang bergerak di bidang media, financial services, energy and natural resources, dan portfolio investment. Dari keempat bidang tersebut, perusahaan media yakni PT Global Mediacom Tbk lah yang paling berkembang dan memiliki 8 cabang media massa. MNC (Media Nusantara Citra) adalah anak perusahaan utama dari Global Meidiacom. Tak heran dalam buku biografinya yang ditulis Ira

(14)

Universitas Kristen Petra 62

Puspitorini HT dijuluki sebagai Raja Multimedia, bahkan dijuluki sebagai Rupert Mudorch Indonesia. Sedikit cerita, Mudorch adalah Raja Media yang tercatat sebagai orang terkaya nomer 38 di Amerika versi majalah Forbes. Perbedaannya dengan HT adalah ia memiliki perusahaan media yang sudah lintas dunia seperti New York Post dan Fox Broadcasting Company. Sementara pada tahun 2013, majalah Forbes mengatakan kalau jumlah kekayaan HT naik menjadi 1,7 miliar US dollar dan membawanya naik ke peringkat 11 di Indonesia dan peringkat 338 di dunia.

Tidak hanya Hanura yang melihat potensi-potensi HT tersebut, namun ada wacana lain yang menyatakan bahwa partai lain juga menginginkan HT.

(t) “Saya diajak bicara hampir semua partai. Saya pertimbangkan semuanya, tentunya yang saya pertimbangkan adalah yang memiliki perjuangan untuk perubahan. Akhirnya saya putuskan untuk bergabung dengan Hanura,” cetusnya.

Rangkaian kalimat (t) mengarahkan ke wacana bahwa setelah ia lepas dari Partai NasDem, parpol-parpol bersaing untuk memperebutkan HT. Hal ini juga dilansir oleh Kompas.com seperti berikut.

“Hary Tanoe menjadi rebutan partai-partai mengingat kekuatan finansial yang dia miliki dan kuatnya jaringan atau pengaruh media miliknya. Sebagai patron pendiri partai, Surya Paloh tidak cukup kuat membiayai partai sehingga membutuhkan mitra baru yang memiliki kekuatan finansial dan jaringan media yang sangat kuat, yaitu Hary Tanoe”, ujar pengamat politik dari Pol-Track Institute, Hanta Yudha AR, di Jakarta (Modal Besar Hary Tanoe Memikat Banyak Parpol, Rabu, 23 Januari 2013).

Beritaprima.com juga mengulas partai-partai apa saja yang saat itu ikut memperebutkan HT, diantaranya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Gerindra (Bila Parpol Rame-Rame Dekati Hary Tanoe, 21 Januari 2013). Diantara partai-partai tersebut, Gerindra disebut partai-partai yang paling berseteru dengan Hanura untuk mendapatkan HT.

(15)

Universitas Kristen Petra 63

Gerindra memang getol mengejar Hary Tanoe. Apalagi, sebagai partai berhalauan nasionalis, Gerindra dinilai paling cocok sebagai kendaraan politik Hary Tanoe. Ketua Umum DPP Gerindra, Suhardi, bahkan mengklaim bahwa Hary Tanoe telah menjalin komunikasi secara intensif dengan pihaknya (Rahmat, 2013, p.123).

Dari partai-partai tersebut, HT akhirnya memilih Hanura karena beberapa alasan. Alasan-alasan tersebut dapat dilihat dalam rangkaian antarkalimat berikut.

(u) “..Saya melihat figur Pak Wiranto yang tenang dan bisa diajak berdiskusi, chemistry saya dengan Pak Wiranto pun terbangun,” ungkap HT saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta kemarin.

Menurut Dictionary of English Language ada beberapa definisi chemistry. Chemistry is the elements of a complex entity and their dynamic interrelation. Digambarkan bahwa chemistry merupakan elemen dari sebuah entitas yang komplek dan hubungan timbal balik yang dinamis. Lebih singkatnya, chemistry is mutual attraction or sympathy. Penggunaan kosakata chemistry tentu tidak sekedar menggambarkan kecocokan antara HT dan Wiranto. HT seakan ingin mencitrakan bahwa ia dan Wiranto adalah pasangan yang punya keterkaitan atau kecocokan komplek dan kimiawi untuk memajukan Hanura. Selain itu dalam kalimat (u) HT digambarkan memiliki pandangan yang sama untuk memajukkan Hanura yakni prihatin kondisi bangsa.

(v) Dia mengaku memiliki pandangan yang sama dengan Wiranto yang prihatin dengan kondisi bangsa ini.

HT juga menilai Hanura sebagai partai yang konsisten sebagai partai oposisi seperti dalam kalimat (w) berikut.

(w) Dia melihat Partai Hanura selama ini tidak masuk ke dalam partai koalisi yang tetap konsisten dengan sikapnya sebagai partai oposisi. HT juga menilai Partai Hanura sebagai salah satu partai yang bersih. Dia berdoa agar tidak satu pun kader Partai Hanura yang terlibat korupsi.

Menurut KBBI oposisi berarti partai penentang di dewan perwakilan yang menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yang

(16)

Universitas Kristen Petra 64

berkuasa. Ini menunjukkan indikasi HT masuk ke dunia politik dengan rasa tidak puas terhadap pemerintahan sekarang. HT juga menilai Hanura sebagai partai yang belum pernah terlibat korupsi di tengah maraknya kasus korupsi yang membelenggu partai-partai besar, termasuk governance party saat ini.

(x) “Partai yang solid akan bisa membawa kebaikan. Jika terlalu banyak fraksi niscaya kinerja partai akan sangat terganggu. Saya melihat soliditas itu ada di Partai Hanura,” tegasnya.

Minimnya fraksi dalam Hanura ternyata menjadi daya tarik juga bagi HT, karena menurutnya partai yang terlalu banyak fraksi tidak lancar kinerjanya.

Terlepas dari HT dengan karir politiknya di Hanura, dalam berita “HT All Out Besarkan Hanura” SINDO juga menggiring ke wacana karir politik pribadi HT. Bergabungnya ia ke Hanura hanya salah satu dari resolusinya setelah lepas dari partai NasDem. Ini tercermin dari kombinasi anak kalimat (y) berikut.

(y) Dia mengungkapkan, sejak dirinya keluar dari Partai NasDem, ada tiga langkah yang akan ditempuh, yakni mendirikan partai baru, mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas), dan bergabung dengan partai lain.

Bila melihat dari rencana dan realisasinya, langkah kedua dan ketiga yang sudah ditempuh oleh HT. Ia telah bergabung dengan Partai Hanura seperti yang sudah dijelaskan secara detail oleh peneliti sebelumnya. Langkah kedua yang dilakukan HT adalah mendirikan organisasi kemasyarakatan. Ia telah mendirikan ormas yang diberi nama Persatuan Indonesia (Perindo). Perindo ini juga ia dirikan pada bulan Februari 2013 dengan jargon yang sedikit berbeda dari NasDem yakni “Untuk Perubahan”. Bersama Perindo, HT ingin menyalurkan segenap obsesinya yang dahulu tidak mendapat tempat di partai NasDem (Rahmat, 2013, p. 134). Dari website resmi Perindo yang ditelusuri oleh peneliti, Perindo terbilang ormas yang sudah mapan dengan segala visi, misi, AD/ART, bahkan aktivitas yang sudah dijalankan. Ini mengindikasikan bahwa Perindo adalah cikal bakal dari partai politik yang akan dibentuk HT. Seperti yang dilansir oleh Tempo.co berikut.

Hary Tanoesudibyo mengatakan organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) dapat saja berubah menjadi partai politik.

(17)

Universitas Kristen Petra 65

Namun, peralihan Perindo ke partai politik sangat tergantung dengan situasi Tanah Air. Kondisi yang dimaksud pendiri Perindo ini: jika kondisi Tanah Air tetap marak dengan korupsi dan pendidikan yang memprihatinkan (“Hary Tanoe: Perindo Bakal Jadi Partai”, 24 Februari 2013).

SINDO, melalui pernyataan Arie Sudjito, juga menunjukkan bahwa masuknya HT ke Hanura tidak terlepas dari gengsi politiknya pribadi. Ini dapat dilihat dari kalimat (z).

(z) Tidak hanya untuk mewujudkan cita-cita perubahan bagi rakyat, HT juga akan menunjukkan dan mempertahankan gengsi politiknya. Menurut Arie, HT adalah sosok yang sangat realistis dan penuh perhitungan. Karena itu, HT menjanjikan peningkatan elektabilitas bagi Partai Hanura, Arie meyakini janji tersebut akan direalisasikannya.

Gengsi sendiri bila diartikan melalui KBBI berarti kehormatan dan pengaruh, harga diri, atau martabat. Dalam teks ini HT dianggap mempunyai kehormatan dan pengaruh di dunia politik. Tak heran mengapa ia berani menjanjikan peningkatan elektabilitas Hanura. Bukan hanya karena gengsi politik, namun HT berani masuk dunia politik dengan dukungan sumber daya yang dimilikinya. Ini tergambar dalam kalimat (z) berikut.

(a1) “Apalagi dengan dukungan sumber daya yang dimilikinya. Karena itu, Hary Tanoe, akan habis-habisan. Pasalnya, dia sudah terlanjur basah ketika memutuskan terjun ke dalam politik melalui NasDem,” tutur dia.

Kalimat (a1) juga mempertegas bahwa masuknya HT ke Hanura bukan lah perlabuhan terakhir dari karir politiknya. Dikatakan HT sendiri telah “terlanjur basah” masuk ke dunia politik melalui NasDem. Klausa terlanjur bahasa sendiri berasal dari peribahasa “kalau sudah basah mandi sekalian” artinya jika membuat suatu pekerjaan biarlah sampai puas hati. Bila dihubungkan berarti HT mencari kepuasan politik secara pribadi.

(18)

Universitas Kristen Petra 66

Sub dari dimensi teks ini merujuk pada analisis bagaimana konstruksi hubungan diantara wartawan dengan pembaca. Media di sini dipandang sebagai suatu arena sosial di mana sebuah kelompok, golongan, dan khalayak yang ada dalam masyarakat saling berhubungan dan menyampaikan versi pendapat dan gagasannya. Paling tidak menurut Fairclough ada 3 partisipan utama dalam media: wartawan (memasukan di antaranya reporter, redaktur), khalayak media, dan partisipan publik (memasukkan di antaranya politisi, pengusaha, tokoh masyarakat, artis, ulama, ilmuwan, dan sebagainya. Titik perhatian dari analisis hubungan, bukan pada bagaimana partisipan publik tadi ditampilkan dalam media, tapi bagaimana pola hubungan antara ketiga aktor tadi ditampilkan dalam teks.

Ada beberapa relasi yang peneliti dapatkan dari matriks di lampiran. Pertama adalah relasi antara wartawan atau SINDO sendiri dengan pemiliknya, Hary Tanoesodibjo. Dalam beberapa kalimat SINDO cenderung menampilkan HT sebagai sosok yang positif. SINDO sebagai wartawan tak enggan menunjukkan relasi dengan pemiliknya, Hary Tanoesodibjo.

(a) HT all out besarkan Hanura

(b) HT pun siap all out untuk membesarkan partai besutan Jenderal (Purn) TNI tersebut.

Nampak dalam kalimat a, judul berita diambil dari potongan kalimat langsung HT, SINDO seakan sepakat dengan HT. Dalam kalimat b nampak SINDO sebagai pihak yang mengetahui seluk beluk persiapan HT. Disebutkan bahwa HT siap all out. Dalam KBBI arti kata siap berarti sudah sedia. Padahal dalam kalimat langsungnya HT tidak mengatakan kata siap. Bisa berarti SINDO menambahkan kata tersebut untuk membantu HT yang jelas sebagai aktor dalam berita meyakinkan pembaca akan kemampuannya.

Relasi berikutnya yang nampak dari berita tersebut adalah relasi antara HT dengan Wiranto. Dalam berita tersebut dipaparkan beberapa alasan mengapa HT lebih memilih berpasangan dengan Wiranto ketimbang dengan partai lain yang memperebutkannya.

(c) Dia Mengaku memiliki pandangan yang sama dengan Wiranto yang prihatin dengan kondisi bangsa ini.

(19)

Universitas Kristen Petra 67

Tidak hanya sekedar cocok dan punya pandangan sama, relasi antara mereka diimbuhi juga oleh chemistry, seperti yang digambarkan di kalimat c.

(d) “Saya memberikan apresiasi kepada Pak Wiranto yang memberikan jabatan yang sangat penting ini di Partai Hanura. Saya melihat figur Pak Wiranto yang tenang dan bisa diajak berdiskusi, chemistry saya dengan Pak Wiranto pun terbangun,” ungkap HT saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta kemarin.

Berbeda dengan HT, Wiranto justru merasa HT adalah fresh blood yang dapat membawa kekuatan baru bagi partainya. Bagi Wiranto relasi ini lebih kepada relasi yang menguntungkan ia dan partainya. Wiranto melihat HT sebagai sosok yang dapat membawa keuntungan tersendiri bagi partainya, terkait dengan sumber daya yang dimiliki HT untuk meningkatkan elektabilitas Hanura. Tentunya bila elektabilitas Hanura semakin tinggi, Wiranto akan dihantarkan semakin dekat menuju kursi kepresidenan di Pemilu 2014 nanti. Hal ini tercermin pada kalimat-kalimat di bawah ini.

(e) “Kedatangan Pak Hary Tanoe adalah fresh blood bagi Partai Hanura. Ini energi baru untuk membakar semangat partai memperjuangkan hati nurani yang belum tuntas,” imbuhnya.

(f) Dia menyadari tugas berat jelang pemilu tidak bisa dikerjakan sendiri, sehingga harus ada kekuatan baru dan langkah aliansi yang diambil partai.

Relasi SINDO dan HT dengan Partai Politik Hanura juga nampak akrab dalam berita ini. SINDO dan HT, pada kubu yang sama, mengangkat citra partai yang dianggap mempunyai elektabilitas rendah ini. Ini nampak dari beberapa pujian yang dilontarkan melalui kalimat langsung dan tak langsung di bawah ini.

(g) Dia melihat Partai Hanura selama ini tidak masuk ke dalam partai koalisi yang tetap konsisten dengan sikapnya sebagai partai oposisi. (h) HT juga menilai Partai Hanura sebagai salah satu partai yang bersih. (i) Dia berdoa agar tidak satu pun kader Partai Hanura yang terlibat

(20)

Universitas Kristen Petra 68

(j) “Partai yang solid akan bisa membawa kebaikan. Jika terlalu banyak fraksi niscaya kinerja partai akan sangat terganggu. Saya melihat soliditas itu ada di Partai Hanura,” tegasnya.

(k) ”Karena itu saya masih ragu dengan survey yang mengatakan elektabilitas Partai Hanura telah jatuh. Sederhana saja. Saya akan menyokong Partai Hanura secara logistic. Saya akan memberikannya secara all out,” tandasnya

Dalam kalimat tak langsung g, h, dan i SINDO menampilkan citra partai yang bersih di tengah maraknya partai politik yang terlibat kasus korupsi. SINDO secara langsung ikut meningkatkan citra partai ini. Disokong oleh kalimat langsung pemilik SINDO sendiri yang menyatakan partai ini solid dan akan didukung secara logistik.

Terakhir adalah relasi antara SINDO dan HT dengan pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sudjito. Arie sebagai pihak yang mewakili khalayak di luar Hanura termasuk netral. Namun pendapat yang dikemukakan juga semakin meyakinkan sosok HT sebagai elite politik baru di Hanura.

(l) Menurut Arie, HT adalah sosok yang sangat realistis dan penuh perhitungan.

(m) “Apalagi dengan dukungan sumber daya yang dimilikinya. Karena itu, Hary Tanoe, akan habis-habisan. Pasalnya, dia sudah terlanjur basah ketika memutuskan terjun ke dalam politik melalui NasDem,” tutur dia.

SINDO tidak memberi ruang pendapat bagi mereka yang meragukan keterlibatan HT di dunia politik.

4.2.1.3. Identitas Partisipan dalam Berita “HT All Out Besarkan Hanura” Identitas pada metode analisis wacana Fairclough merujuk pada konstruksi tertentu dari identitas wartawan dan pembaca. Yang menarik, menurut Fairclough, bagaimana wartawan menempatkan dan mengidentifikasi dirinya dengan masalah atau kelompok sosial yang terlibat. Apakah wartawan ingin mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari khalayak atau mandiri (Eriyanto, 2005, p. 304).

(21)

Universitas Kristen Petra 69

Dalam berita “HT all out besarkan Hanura”, SINDO nampak jelas mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok HT. Hal itu dapat diamati dari judul yang memunculkan HT sebagai aktor utama dan Hanura sebagai obyek aksi HT. Selain itu pada beberapa kalimat SINDO juga mengidentifikasi dirinya sebagai penyanjung kinerja HT. SINDO juga lebih banyak menggunakan kalimat langsung dan tak langsung dari HT. Ini mengidentifikasi SINDO lebih meninggikan HT ketimbang narasumber lain.

Tabel 4.1 Persentase subyek dalam berita “HT All Out Besarkan Hanura” Partisipan Berita Jumlah Jadi Subyek Persentase

Hary Tanoesodibjo 17 49%

Wiranto 9 26%

Arie Sudjito 5 14%

NN 4 11%

35 100%

Sumber: Olahan Peneliti, 2013

Arie

Sudjito

14%

NN

11%

HT

49%

Wiranto

26%

Gambar 4.3 Persentase subyek dalam berita “HT All Out Besarkan Hanura” Sumber: Olahan Peneliti, 2013

Peneliti juga menemukan bagaimana SINDO menonjolkan partisipan yang ada dalam berita tersebut. Dalam tabel dan pie chart di atas dapat dilihat bagaimana SINDO memporsikan partisipan dalam berita sebagai subyek kalimat. Hary Tanoesodibjo nampak sebagai partisipan yang mendominasi berita dengan persentase 49%, lalu Wiranto (26%), Arie Sudjito (14%), dan yang terakhir subyek lain atau kalimat tanpa subyek (11%).

(22)

Universitas Kristen Petra 70

SINDO juga merepresentasikan HT sebagai sosok pengusaha yang punya kemampuan logistik untuk menjadi politisi sukses dan dapat mengangkat sebuah partai dengan elektabilitas rendah dalam kurun waktu satu tahun. Oleh karena keistimewaan tersebut maka ia digambarkan sebagai sosok yang diperebutkan hampir semua partai.

(c) HT optimistis dengan kerja keras, waktu satu tahun lebih menjelang Pemilu 2014 pihaknya mampu membangun Partai Hanura.

(d) “Kedatangan Pak Hary Tanoe adalah fresh blood bagi Partai Hanura. Ini energi baru untuk membakar semangat partai memperjuangkan hati nurani yang belum tuntas,” imbuhnya. (e) “Apalagi dengan dukungan sumber daya yang dimilikinya. Karena

itu, Hary Tanoe, akan habis-habisan. Pasalnya, dia sudah terlanjur basah ketika memutuskan terjun ke dalam politik melalui NasDem,” tutur dia.

4.2.1.4. Intertekstualitas dalam Teks Berita “HT All Out Besarkan Hanura” Intertekstualitas adalah sebuah istilah di mana teks dan ungkapan dibentuk oleh teks yang datang sebelumnya, saling menanggapi dan salah satu bagian dari teks tersebut mengantisipasi lainnya. Setiap ungkapan dihubungkan dengan rantai komunikasi. Norman Fairclough menggambarkan bagaimana wartawan sebagai pemroduksi teks dalam menampilkan aneka suara dan pendapat banyak pihak dengan suaranya sendiri. Suara seorang sumber berita tersebut bisa ditampilkan secara langsung (direct discourse) dapat juga secara tidak langsung (indirect discourse). Pilihan yang diambil menggambarkan strategi wacana bagaimana wartawan menempatkan dirinya di tengah banyaknya suara yang ada di luar dirinya. Intertekstualitas secara umum dibagi menjadi manifest intertectuality dan interdiscursivity.

A. Manifest Intertectuality

Intertekstual yang nyata adalah bentuk intertekstual di mana teks yang lain atau suara yang lain itu muncul secara eksplisit dalam teks, yang muncul misalnya

(23)

Universitas Kristen Petra 71

dalam bentuk kutipan. Sebuah teks mungkin menggabungkan teks yang lain tanpa secara langsung mengutip teks yang lain. Ada lima intertekstual yang manifest.

a. Representasi Wacana

Aspek ini digunakan untuk menunjuk suatu istilah bagaimana peristiwa tersebut dilaporkan. Mengapa wartawan memilih suatu jenis laporan atau wacana tertentu dibandingkan yang lain. Bagaimana pendapat, hasil seminar, percakapan, dan wawancara ditampilkan dalam suatu tipe laporan tertentu.

Gambar 4.4 “HT All Out Besarkan Hanura” di Halaman depan SINDO Sumber: dokumentasi peneliti, 2013

SINDO menampilkan berita tersebut sebagai berita utama pada halaman depan edisi 18 Februari 2013. Pengertian dari berita utama itu sendiri menurut YS. Gunadi, dalam bukunya Himpunan Istilah Komunikasi, sebagai berikut:

 Menolong pembaca agar cepat mengetahui kejadian yang diberitakan.  Untuk menonjolkan suatu berita dengan dukungan teknik grafika.

 Judul harus mencerminkan isi berita secara keseluruhan, yang ditulis ringkas, merangsang, mudah dimengerti, dan tidak menggunakan bahasa klise, serta judul harus logis.

Berita utama berisikan berita atau informasi penting yang harus segera diketahui oleh pemirsanya dan bersifat aktual dan berbagai bidang yang disajikan hanya ada pada surat kabar. Ini artinya SINDO merepresentasikan bahwa resminya HT menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Hanura adalah informasi penting yang harus segera diketahui oleh pemirsanya, disetarakan dengan masalah

(24)

Universitas Kristen Petra 72

bencana alam nasional, kasus korupsi, dan berita lain yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Apabila disoroti dari segi foto berita, SINDO membuatnya menjadi main picture dan berwarna. Sedikit pengertian, foto berita pada umumnya segera disiarkan dan bertemakan politik, kriminal, olah raga, ekonomi, yang selalu ingin diketahui perkembangannya oleh pembaca. (Alwi, 2005, p.5). Tentu ada alasan SINDO tidak menampilkan berita utama ini sebagai headline, namun sebagai main picture.

Menurut Moeljadi Pranata dalam jurnalnya yang berjudul “Headline: Fungsi dan Perancangannya”, gambar dan headline secara sinergis menjalankan fungsi untuk menarik, mengikat, dan mengunci perhatian audience. Jika pesan rumit, semakin banyak informasi akan berdampak semakin baik. Artinya mendahulukan headline dibandingkan gambar adalah keputusan yang tepat. Tetapi jika tujuannya untuk mengingatkan atau membangun citra produk, maka mengutamakan gambar merupakan keputusan yang tepat (Pranata, 2007, p.76). Dengan ini dapat dikatakan bahwa SINDO sebenarnya ingin menonjolkan citra dari Hary Tanoesodibjo.

Selain bagaimana layout tersebut direpresentasikan, SINDO juga menampilkan partisipan yang ada dalam berita sedemikian rupa. Dalam berita ini HT ditampilkan sebagai aktor utama. SINDO banyak menggunakan kalimat-kalimat yang ambivalen, dalam artian tidak jelas apakah kalimat-kalimat-kalimat-kalimat tak langsung yang diungkapkan adalah kalimat dari HT sendiri atau SINDO. Nampak dari subyek pada judul dan dalam kalimat-kalimat yang telah dibahas dalam bab 4.2.1.3 tentang bagaimana HT diidentifikasikan dalam berita, didukung oleh pendapat Wiranto sebagai orang yang pro terhadap HT. Lalu disusul oleh pendapat Arie Sudjito sebagai pihak netral, namun pendapatnya juga cenderung pro terhadap HT. Tidak ada ruang terhadap mereka yang meragukan karir politik HT yang masih terbilang baru. HT juga ditampilkan sebagai CEO MNC Grup yang punya kekuatan media yang besar untuk mengangkat elektabilitas partai.

(25)

Universitas Kristen Petra 73

b. Pengandaian (presupposition)

Proposisi yang diterima oleh pembuat teks yang siap ditempatkan sebagai sesuatu yang dipandang benar dan ditempatkan dalam organisasi teks secara keseluruhan. Kata-kata seperti “ingat”, “tahu”, “ketahui bersama” adalah contoh dari pengandaian ini. Proposisi juga bisa muncul lewat makna yang diterima, dan sering kali tidak dipertanyakan.

Peneliti menangkap ada beberapa pengandaian yang mengarah pada teks-teks lain. Seperti kalimat yang menunjukkan bahwa elektabilitas Hanura telah jatuh. HT percaya diri memiliki kemampuan untuk mendongkrak krisis elektabilitas Hanura.

”Karena itu saya masih ragu dengan survei yang mengatakan elektabilitas Partai Hanura telah jatuh.. ”

Memang benar bahwa Hanura memiliki elektabilitas yang rendah sebelum bergabungnya HT. Menurut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada akhir 2012, Partai Hanura menempati posisi bontot dengan perolehan angka hanya satu persen pada kategori elektabilitas. Kepercayaan diri HT untuk meningkatkan elektabilitas partai tersebut tentunya terkait dengan kerajaan media yang dimilikinya. Kemampuan tersebut sudah digunakannya semenjak ia bergabung dengan partai Nasdem. Menurut Direktur Eksekutif INES Sudrajat Sacawidsastra, dalam survey ditemukan bahwa konflik yang terjadi di Partai NasDem menyebabkan elektabilitas NasDem terjun bebas. "Survei INES pada Oktober 2012, NasDem mempunyai elektabilitas 5,2 persen, turun menjadi 3,3 persen. Di sini dapat disimpulkan bahwa faktor Hary Tanoesoedibjo yang mundur dari NasDem punya hubungan positif terhadap menurunnya elektabilitas NasDem. Dia menambahkan, elektabilitas Hanura meningkat karena bergabungnya Hary Tanoe. Hanura diuntungkan dengan iklan, pemberitaan yang gencar oleh jaringan media TV dan media cetak milik Hary Tanoe (Survei INES: 6 Partai Alami Kenaikan Elektabilitas, 7 April 2013).

Selain itu SINDO juga memproposisikan Hanura sebagai partai yang bersih. Ini mengacu pada teks-teks lain yang menunjukkan semakin sedikit partai yang bersih dari korupsi, Hanura adalah salah satunya.

(26)

Universitas Kristen Petra 74

Menurut Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta, keberhasilan Hanura yang merangkak naik karena elektabilitas partai pimpinan Wiranto tersebut dinilai bersih. Kata Dipta, Hanura mendapat kepercayaan publik setelah kader partai di parlemen (DPR RI) tidak terlibat tindakan korupsi (Dinilai partai bersih, elektabilitas Hanura geser Demokrat, 17 Juli 2013).

c. Negasi

Kalimat negasi sering digunakan untuk tujuan polemik. Kata negasi membawa tipe khusus dari pengandaian di mana juga bekerja secara intertekstualitas.

HT pun siap all out untuk membesarkan partai besutan Jenderal (Purn) TNI tersebut.

Tampaknya kalimat tersebut biasa saja, namun ini mengarah pada konteks lain yang sebenarnya menyatakan bahwa HT siap all out karena ia memiliki sumber daya yakni kerajaan media untuk meningkatkan elektabilitas Hanura.

Dia mengungkapkan, sejak dirinya keluar dari Partai NasDem, ada tiga langkah yang akan ditempuh, yakni mendirikan partai baru, mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas), dan bergabung dengan partai lain.

Kalimat di atas mengarah pada teks-teks sebelum ia resmi masuk ke Hanura, tidak lain adalah konfliknya dengan partai NasDem. HT seakan menunjukkan dirinya bisa lebih maju setelah keluar dari NasDem. Teks tersebut juga mengarahkan ke wacana Ormas Perindo yang telah ia dirikan.

“Saya diajak bicara hampir semua partai. Saya pertimbangkan semuanya, tentunya yang saya pertimbangkan adalah yang memiliki perjuangan untuk perubahan.”

Teks di atas mengandaikan sosok HT yang begitu diperebutkan hampir semua partai sejak ia keluar dari partai Nasdem. Hal ini semakin memperkuat indikasi bahwa konglomerasi media yang dimiliki HT dapat meningkatkan elektabilitas partai hingga mendekatkan para pemimpin partai menuju ke kursi kepresidenan.

Dia menyadari tugas berat jelang pemilu tidak bisa dikerjakan sendiri, sehingga harus ada kekuatan baru dan langkah aliansi yang diambil partai.

(27)

Universitas Kristen Petra 75

Kalimat tak langsung Wiranto itu bisa diartikan bahwa Wiranto tanpa HT tidak mampu meningkatkan elektabilitas partainya dan meraih kursi kepresidenan. Tentu ini mengacu pada pandangan masyarakat yang negatif pada Wiranto. Wiranto kerap dikaitkan sebagai dalang dari kerusuhan Mei 1998 (Wiranto Siap Tanggung Jawab Kerusuhan Mei 1998, 2 Juli 2013).

d. Metadiscourse

Aspek yang menunjukkan pembuat teks memberikan tingkat yang berbeda dalam teks yang dia miliki dan membuat jarak dirinya dengan tingkat teks yang lain. Metadiscourse umumnya dipakai dengan membatasi objek dengan pengungkapan tertentu seperti “termasuk” atau “tertentu”.

Dia melihat Partai Hanura selama ini tidak masuk ke dalam partai koalisi yang tetap konsisten dengan sikapnya sebagai partai oposisi. HT juga menilai Partai Hanura sebagai salah satu partai yang bersih. Dia berdoa agar tidak satu pun kader Partai Hanura yang terlibat korupsi. “Partai yang solid akan bisa membawa kebaikan. Jika terlalu banyak fraksi niscaya kinerja partai akan sangat terganggu. Saya melihat soliditas itu ada di Partai Hanura,” tegasnya.

Dalam kalimat-kalimat di atas, SINDO membatasi objek, Hanura, dengan citra-citra yang positif. Hanura dinyatakan sebagai partai yang konsisten menjadi partai oposisi, tidak terlibat korupsi, dan solid. Ini membuat gap antara Hanura dengan citra-citra negatif yang melekat pada partai kebanyakan.

Tidak hanya untuk mewujudkan cita-cita perubahan bagi rakyat, HT juga akan menunjukkan dan mempertahankan gengsi politiknya. Menurut Arie, HT adalah sosok yang sangat realistis dan penuh perhitungan.

Dalam pernyataan Arie Sudjito di atas, citra diri HT dideterminasikan dengan citra-citra positif seperti orang yang punya gengsi politik, sosok realistis, dan penuh perhitungan.

B. Interdiscursivity

Dalam aspek ini, teks-teks lain mendasari konfigurasi elemen yang berbeda dari order of discourse. Fairclough menyatakan, prinsip dari interdiskursif tersebut

(28)

Universitas Kristen Petra 76

dijalankan pada berbagai level: pada tingkat societals, institutional, personal, dan sebagainya. Dalam dimensi interdiskursif, ada empat elemen yang menentukan. a. Genre

Pertama adalah genre yakni bagian dari konvensi yang dihubungkan dengan tindakan. Sebuah teks dianggap menampilkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi dari teks. Berita “HT All Out Besarkan Hanura”, termasuk genre berita koran yang merupakan jenis berita hardnews. Berita tersebut ditampilkan dalam berita utama dengan main picture dan memuat unsur politik.

b. Tipe aktivitas

Tipe aktivitas merupakan genre tertentu yang dihubungkan dengan struktu rkompososi tertentu. Sebuah tipe aktivitas, oleh Fairclough, ditandai dengan bagaimana tindakan dan subjek dikomposisikan dalam suatu organisasi aktivitas tertentu (Eriyanto, 2005, p.314). Dalam berita tersebut aktivitas yang sedang dilakukan adalah peresmian HT sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura Masa Bakti 2010-2015. Aktivitas yang nampak pula adalah komitmen HT untuk maksimal tingkatkan elektabilitas Hanura.

c. Gaya atau Style

Sebuah genre juga dihubungkan dengan style tertentu, ia mempunyai beberapa alternatif melalui mana genre disebarkan. Style ini menentukan bagaimana partisipan dalam suatu interaksi. Misalnya, genre wawancara dapat memilih style seperti formal, informal, santai dan sebagainya. SINDO lebih menggunakan bahasa formal dalam berita tersebut. SINDO juga beberapa kali menggunakan kalimat tak langsung dari narasumber, sehingga gaya bahasanya menjadi ambivalen. Wartawan atau SINDO juga melibatkan opini dari pengamat politik yang punya latar belakang netral terhadap Hanura maupun HT. Namun, SINDO tidak melibatkan pihak yang meragukan kinerja HT sehingga berita jadi tidak berimbang.

d. Wacana atau Discourse

Wacana menunjuk pada dimensi teks yang secara umum didefinisikan sebagai isi, ide, tema, topik, dan sebagainya. Di sini wacana menunjuk pada apa yang disampaikan oleh teks tersebut. Misalnya wacana feminis tentang seksualitas, di sini menunjuk pada bagaimana seksualitas dikonstruksi dari

(29)

Universitas Kristen Petra 77

pandangan kaum feminis. Dalam berita yang ditelitei, wacana yang muncul adalah wacana politik mengenai HT sebagai fresh blood yang akan meningkatkan elektabilitas Hanura dan membesarkan Hanura hingga menduduki kursi terbanyak di Pemilu 2014 nanti.

4.2.2. Temuan dan Analisis Data Dimensi Discourse Practice

Analisis discourse practice memusatkan perhatian pada bagaimana produksi dan konsumsi teks. Teks dibentuk lewat suatu praktik diskursus, yang akan menentukan bagaimana teks tersebut diproduksi. Teks berita melibatkan praktik diskursus yang rumit dan kompleks. Menurut staf litbang SINDO, topik yang peneliti angkat dapat menyinggung ideologi SINDO, maka peneliti tidak diizinkan melakukan pengamatan di dalam newsroom SINDO. Untuk itu peneliti hanya menggunkan metode wawancara dengan salah satu wartawan SINDO.

4.2.2.1 Individu dan Profesi Jurnalis

Aspek pertama untuk menganalisa dimensi praktik diskursus ini adalah dari individu dan profesi jurnalis. Untuk menganalisa individu wartawan, maka dapat dimulai dengan mengetahui latar belakang pendidikannya terlebih dahulu. Menurut Wartawan X untuk menjadi wartawan di Koran SINDO tidak ada persyaratan khusus wartawan politik harus dari background politik. Kebetulan saja Wartawan X adalah lulusan Ilmu Politik dari sebuah universitas di Makassar dan sekarang sedang ditempatkan di desk ekonomi-politik. Untuk meliput berita ekonomi yang bukan merupakan background-nya, ia pun harus belajar. Hal ini berlaku untuk wartawan-wartawan lain di Koran SINDO. Penempatan ini pun dapat diubah-ubah sewaktu-waktu tidak terbatas pada latar belakang pendidikan wartawan tersebut.

Hal kedua yang dapat dilihat dari individu jurnalis adalah perkembangan profesional jurnalis. Wartawan X menceritakan bahwa untuk sumber daya manusia yang diterima menjadi jurnalis di SINDO sebelumnya akan diberi pelatihan dahulu mengenai kode etik jurnalistik dan pelatihan lain. Wartawan X sendiri sebelum masuk ke SINDO sudah berpengalaman menjadi wartawan investigasi dan ikut dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Namun dalam berkarir Wartawan X mengaku hanya mengikuti ritme kerja SINDO, ia tidak

(30)

Universitas Kristen Petra 78

memikirkan lagi persoalan idealisme seperti saat bekerja di perusahaan sebelumnya. Wartawan X sudah mengetahui ada „permainan‟ di dalam perusahaan SINDO.

Orientasi politik dan ekonomi pengelola yang menjadi komponen selanjutnya untuk menganalisa individu-individu dalam SINDO tak lepas dari maksud kata „permainan‟ yang Wartawan X ungkapkan diatas.

“Dia nggak cuman tampil di halaman ekonomi, kepopuleran-kepopuleran itu didapat bukan hanya lewat ekonomi tok. Gaya hidup bisa masuk, hukum bisa masuk, politik juga bisa masuk, tergantung isunya aja. Kemana masyarakat lebih melihat. Misalnya penangkapan Ketua MK dalam desk politik, dia bisa saja masuk kesitu sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura (Wawancara peneliti dengan Wartawan X, 13 Oktober 2013).”

Wartawan X pun tak segan menyatakan bahwa HT saat ini sedang mencari kepopuleran untuk mendukung karir politik HT melalui medianya. Bukan hanya di berita yang bernuansa politik, berita-berita lain pun juga menjadi sarana untuk meraih kepopulerannya yang tak lain untuk menunjang karir politiknya bersama Hanura.

Tapi bukan berarti dengan orientasi tertentu yang dimiliki pemiliknya, lantas wartawan SINDO juga harus mengikuti. Menurut Wartawan X orientasi wartawan terlepas dari kepentingan media. Apabila wartawan membuat berita yang berbau sanjungan terhadap HT atau pun Hanura, itu hanya karena mereka digaji.

“Wong kita aja sendiri nggak yakin sama owner kita. Tapi kalau redaktur dan pimred merasa yakin ya sudah. Wartawan sendiri terlepas. Dalam arti kalau kita membuat berita yang menyanjung itu karena kita digaji (Wawancara peneliti dengan Wartawan X, 13 Oktober 2013).”

Dari sana dapat dilihat pula bahwa nilai-nilai dan kepercayaan atau idealisme wartawan di perusahaan ini telah luntur oleh kepentingan perusahaan. Wartawan X mengatakan bahwa wartawan harus mengikuti kemauan redaktur. Walaupun wartawan sadar bahwa perintah tersebut menyalahi kode etik, namun mereka harus tetap mengikutinya.

(31)

Universitas Kristen Petra 79

“Kadang-kadang gini, meskipun wartawan tidak cocok dengan apa yang dilakukan redaktur, ya namanya hanya prajurit kalau sudah begitu ya begitu (Wawancara peneliti dengan Wartawan X, 13 Oktober 2013).”

4.2.2.2. Media

Untuk melihat sisi media, baik sesama anggota redaksi (hubungan antara redaktur, redaktur pelaksana, reporter, dan sebagainya) komponen pertama yang ditelusuri adalah struktur organisasi media. Susunan redaksi SINDO dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 4.6 Susunan Redaksi SINDO Sumber: Koran SINDO dan wawancara dengan

WartawanX 13 Oktober 2013 Pemimpin Umum

Wakil Pemimpin Umum

Pemimpin Redaksi

Redaktur

Asisten Redaktur/editor

Fotografer

Wakil Pemimpin Redaksi

Wakil Redaktur Pelaksana

Reporter Redaktur Pelaksana

(32)

Universitas Kristen Petra 80

Pengambilan keputusan dilakukan di dalam rapat redaksi, terutama untuk menentukan halaman utama dan headline Koran. Tidak semua pihak dalam struktur organisasi tersebut dilibatkan dalam rapat redaksi, hanya pihak tertentu yang boleh mengetahui kepentingan-kepentingan berita. Biasanya peserta rapat adalah pemimpin redaksi sampai redaktur. Kemudian keputusan-keputusan tersebut disalurkan kepada asisten redaktur atau biasa disebut editor, lalu disalurkan ke reporter dan fotografer. Namun bila ada acara-acara besar seperti APEC, wartawan akan diikutsertakan untuk mendapat pengarahan langsung.

Pengkonstruksian realitas politik hingga membentuk makna dan citra tertentu pertama-tama tergantung pada faktor sistem media massa yang berlaku. Proses pembuatan berita politik juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal media dan serta perangkat pembuatan wacananya sendiri. Hasil konstruksi realitas akan berbeda antara satu media dengan media yang lainnya, tergantung dari dinamika eksternal dan internal masing-masing, serta strategi pengkonstruksian yang dipilih (Hamad, 2004, p.4-6). Melalui bagaimana alur kebijakan produksi di atas, nampak adanya kesenjangan antara pihak yang terlibat dalam rapat redaksi dan tidak. Pihak yang terlibat di dalam redaksi diperkenankan untuk mengetahui kepentingan-kepentingan pemiliknya yang akan mempengaruhi konstruksi berita, sedangkan wartawan hanya menjalankan tugas dan keputusan dari atasan. Agar dapat lebih jelas mengetahui bagaimana berita di Koran SINDO diproduksi, peneliti akan membahasnya dalam praktik kerja berikut.

4.2.2.2. Praktik Kerja

Praktik kerja atau rutinitas editing sampai muncul sebagai tulisan media. Kerja redaksi adalah kerja kolektif dan tiap bagian mempunyai kepentingan dan orientasi yang bisa jadi berbeda-beda sehingga teks berita yang muncul merupakan hasil negosiasi dalam ruang redaksi.

Redaktur Asisten Redaktur(editor) Wartawan Redaktur Redaktur Layout Redaktur Editor

Gambar 4.7 Alur Proses Pembuatan Berita Sumber: Hasil wawancara dan olahan peneliti, 2013

Di Koran SINDO, alur penugasan dimulai dari redaktur setelah proses pengambilan keputusan dalan rapat redaksi. Redaktur memberitahukan tugas

(33)

Universitas Kristen Petra 81

kepada asisten redaktur, lalu dari asred ke wartawan. Setelah wartawan memulai pencarian dan penelitian berita sesuai dengan yang ditugaskan, mereka harus melakukan pengecekan langsung kepada redaktur. Fungsi redaktur disini adalah untuk memeriksa apakah berita yang sudah ditulis itu layak atau tidak. Barulah diserahkan kepada editor untuk dicek tata bahasanya. Dari editor kemudian berita diserahkan lagi kepada redaktur untuk verifikasi kembali kelayakan, termasuk kepentingan tertentu yang ingin ditampilkan. Setelah itu baru diserahkan pada layouter dan pengecekan akhir oleh redaktur.

Teknik pencarian berita yang biasa digunakan oleh wartawan adalah melalui wawancara. Rekaman wawancara menjadi kunci penting untuk menjaga akurasi beritanya, bahkan saat wawancara melalui telepon wartawan menggunakan perekam. Untuk teknik penelitian berita wartawan dibiasakan memulai dengan sebuah gagasan baru masuk ke isi berita kemudian penutup.

“Kalau di Koran SINDO itu nggak langsung masuk ke isi berita beda dengan Tempo kalau Tempo itu langsung. Misalnya Dahlan Iskan Menyatakan akan mendukung BUMN untuk mendapatkan dana proyek. Itu kan langsung, dia nggak masuk ke gagasan dulu. Lima W plus satu H langsung keluar semua. Sedangkan kalau di koran SINDO nggak. Misalnya carut marutnya BUMN di Kalangan Menterian, Salah satunya Dahlan Iskan (Wawancara dengan Wartawan X, 13 Oktober 2013). “

Baik peranan jurnalis, struktur organisasi, dan proses penelitian berita yang dikemukakan oleh Wartawan tersebut semakin memperlihatkan bagaimana berita tersebut di-setting oleh pimred dan para redaktur. Wartawan dijadikan sebagai prajurit yang hanya tahu menjalankan tugas, tanpa diperbolehkan tahu kepentingan atas berita yang mereka tulis.

4.2.3. Temuan Data Dimensi Sociocultural Practice

Analisis sociocultural practice didasarkan pada asumsi bahwa konteks sosial yang ada di luar media mempengaruhi bagaimana wacana yang muncul dalam media. Ruang redaksi atau wartawan bukanlah bidang atau kotak kosong yang steril, tetapi sangat ditentukan oleh faktor luar dirinya. Sociocultural Practice ini

(34)

Universitas Kristen Petra 82

memang tidak berhubungan langsung dengan produksi teks, tetapi ia menentukan bagaimana teks diproduksi dan dipahami. Hubungan dimensi ini dimediasi oleh dimensi discourse practice.

4.2.3.1. Level Situasional

Geliat Pra Pemilu 2014: Perlombaan Elektabilitas Parpol dan Capres

Konteks sosial, bagaimana teks itu diproduksi di antaranya memperhatikan aspek situasional ketika teks tersebut diproduksi. Teks dihasilkan dalam suatu kondisi atau suasana yang khas, unik, sehingga satu teks bisa jadi berbeda dengan teks yang lain. Kalau wacana dipahami sebagai suatu tindakan, maka tindakan itu sesungguhnya adalah upaya untuk merespon situasi atau konteks sosial tertentu (Eriyanto, 2005, p. 322).

Jika melihat konteks sosial yang sedang terjadi di luar newsroom dan wacana HT sebagai elite politik, maka situasi yang kental saat ini adalah pertarungan politik pra Pemilu 2014. Sampai dengan seleksi tahap akhir, partai politik yang lolos untuk maju ke Pemilu 2014 hanya 10 parpol. Menurut situs resmi KPU, Setelah menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya memutuskan sepuluh partai politik (parpol) yang memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014. Kesepuluh parpol yang ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2014 adalah:

Nomor urut 1: Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem) Nomor urut 2: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Nomor urut 3: Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Nomor urut 4: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Nomor urut 5: Partai Golongan Karya (Partai Golkar)

Nomor urut 6: Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) Nomor urut 7: Partai Demokrat

Nomor urut 8: Partai Amanat Nasional (PAN) Nomor urut 9: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nomor urut 10: Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura)

Husni Kamil Manik, Ketua KPU, menyatakan bahwa berdasarkan rekapitulasi hasil verifikasi faktual yang disampaikan oleh seluruh KPU provinsi, KPU mengeluarkan Keputusan KPU Nomor : 05/Kpts/KPU/TAHUN 2013

Gambar

Gambar 4.1 Grafik perbandingan penjualan koran Nasional di Indonesia  Sumber: Dokumen Profil SINDO, 2011
Gambar 4.2 Grafik Demografi Pembaca Seputar Indonesia  Sumber: Dokumen Company Profile Seputar Indonesia, 2011
Tabel 4.1 Persentase subyek dalam berita “HT All Out Besarkan Hanura”
Gambar 4.4 “HT All Out Besarkan Hanura” di Halaman depan SINDO  Sumber: dokumentasi peneliti, 2013
+4

Referensi

Dokumen terkait

Melalui Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa usulan yang dapat diimplementasikan saat ini adalah membuat jadwal pengecekan suhu mesin pelebur plastik, membuat catatan

Hubungan tiap departemen yang ada di PT E-T-A Indonesia terhadap sasaran atau obyektif yang telah ditetapkan dalam key performance indicator ( KPI ) perusahaan, dapat

Written test tidak dibuat untuk modul MAKER P Level Operator, karena sudah terdapat written test untuk modul training yang terdahulu dan soal dalam written test

Penjualan bersih diasumsikan meningkat sebesar 10.5% pada masa kondisi perusahaan terburuk (worse) yaitu terjadi karena kondisi perusahaan tidak mampu bersaing dengan

Setelah mendapatkan informasi mengenai perencanaan suksesi serta sistem keluarga dan sistem manajemen pada PT Murni Mapan Makmur, maka dapat dilihat cara yang

Faktor manusia juga berperan dalam menghasilkan kecacatan ini sebab operator yang salah melakukan setting terhadap mesin gerinda menyebabkan mesin tidak akan bekerja

Berbeda dengan sistem perusahaan yang menggunakan forecasting produksi untuk menentukan jumlah bahan baku yang akan dipesan, penerapan metode periodic review

Nilai rata-rata keseluruhan untuk indikator customization benefits sebesar 3,737 dengan penilaian tertinggi adalah pada indikator yang menyatakan SMS ucapan selamat ulang tahun