Nomor 148 KPM.III 19ADXI2011

10 

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

Nomor : 148-K/PM.III-19/AD/XI/2011

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ”

Pengadilan Militer III-19 Jayapura yang bersidang di Wamena dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama secara In Absensia telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa:

Nama lengkap : MUHAMAD FIRMAN Pangkat/NRP : Serda/ 21100156700890 Jabatan : Ba Lidik Si Intel Kima Kesatuan : Yonif 756/WMS

Tempat tanggal lahir : Tanrutedong, 6 Agustus 1990 Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat tempat tinggal : Asrama Yonif 756/WMS Wamena,kab.Jayawijaya.

Terdakwa tidak tahan.

PENGADILAN MILITER III-19 Jayapura, tersebut diatas.

Membaca : Berita acara Pemeriksaan permulaan dalam perkara ini.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Dan Brigif 20/IJK Selaku PAPERA Nomor : Kep/144/IX/2011 tanggal 20 September 2011.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/131/X/2011 tanggal 10 Oktober 2011.

3. Relaas Penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

4. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/131/X/2011 tanggal 10 Oktober 2011di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Pembacaan keterangan para Saksi dibawah sumpah dari BAP dipersidangan.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana (requisitoir) Oditur Militer yang dibacakan di persidangan dan diajukan kepada Pengadilan yang pada pokoknya menyatakan bahwa para Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Desersi Dalam Waktu Damai.“

Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku.

Dan oleh karenanya Oditur Militer memohon agar para Terdakwa dijatuhi dengan :

(2)

Alat-alat bukti :

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat Keterangan penganti Absensi An Terdakwa Nomor : Sket/80/V/2011 tanggal 16 mei 2011.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah).

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut diatas, Terdakwa pada pokoknya didakwa telah melakukan tindak pidana sebagai berikut:

Bah wa Terdak wa pada wa ktu - waktu d an di te mpat-te mpat seperti tersebut di bawah i ni , yai tu sejak tanggal ti ga bul an April tahun dua ri bu sebel as berturut -turut sampai dengan tanggal tujuh bel as bul an Mei tahun dua ri bu sebel as atau waktu- waktu l ai n, seti dak-tidaknya pada suatu wa ktu dal a m tahun dua ri bu sebel as bertempat di kesatuan Yoni f 756/W MS W amena atau te mpat-te mpat l ain, seti dak-ti daknya di suatu tempat yang ter masuk daerah huku m Pengadi l an Mi li ter III -19 Jayapura, tel ah mel akukan ti ndak pi dana :

“Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari.”

Dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masih berdinas aktif dan saat kejadian tindak pidana ini, menjabat sebagai Ba Lidik Si Intel Kima Yonif 756/WMS sampai sekarang ini dengan pangkat terakhir Serda NRP.21100156700890.

2. Bahwa Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 2 April 2011 sekira pukul 13.00 Wit melaksanakan ijin bermalam (IB) di Wamena setelah itu pada tanggal 3 April 2011 seluruh anggota Yonif 756/WMS yang melaksanakan IB (ijin bermalam) harus sudah kembali ke kesatuan, kemudian sekira pukul 21.00 Wit dilaksanakan apel malam yang diambil oleh Danki Ma (Kapten Inf.Albertinus Mariano,S.E) setelah diadakan pengecekan ternyata Terdakwa tidak hadir, sehingga dari satuan melakukan pencarian disekitar markas namun hasilnya nihil.

3. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan satuan Yonif 756/WMS tidak pernah memberi kabar baik secara tertulis (surat) maupun telpon, dari pihak kesatuan sudah berusaha melakukan pencarian di sekitar markas namun tidak diketemukan sehingga dinyatakan Disersi oleh satuan Tmt 3 April 2011.

(3)

Terdakwa maupun kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk suatu tugas Operasi Militer.

BERPENDAPAT, bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal : 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Bahwa para Saksi telah dipanggil secara sah oleh Oditur Militer di persidangan namun tidak hadir karena alasan sedang melaksanakan tugas PAM sehingga keterangan yang diberikan di Penyidik (POM) di bawah sumpah dibacakan oleh Oditur Militer yang pada pokoknya sebagai berikut :

Saksi-I : Nama Lengkap : SUDIRMAN, Pangkat / NRP : Serda/ 21100159101190, Jabatan : Danru Korbra Ton Kima, Kesatuan : Yonif 756/WMS, Tempat dan tgl lahir : Makassar, 28 Nopember 1900., Jenis Kelamin : Laki – laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Tempat tinggal : Asrama Yonif 756/WMS,kab. Wamena.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak bulan Maret 2010 saat mengikuti pendidikan Secaba PK dalam hubungan satu letting dan tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa pada hari Sabtu tanggal 2 April 2011 sekira pukul 13.00 Wit Terdakwa melaksanakan ijin bermalam (IB) di Wamena setelah itu pada tanggal 3 April 2011 seluruh anggota Yonif 756/WMS yang melaksanakan IB (ijn barmalam) harus sudah kembali ke kesatuan, kemudian sekira pukul 21.00 Wit dilaksanakan apel malam yang diambil oleh Danki Ma (Kapten Inf.Albertinus Mariano,S.E) setelah diadakan pengecekan ternyata Terdakwa tidak hadir, sehingga dari satuan melakukan pencarian disekitar markas namun hasilnya nihil.

3. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan satuan Yonif 756/WMS tidak pernah memberi kabar baik secara tertulis (surat) maupun telpon, dari pihak kesatuan sudah berusaha melakukan pencarian di sekitar markas namun tidak diketemukan sehingga dinyatakan Disersi oleh satuan Tmt 3 April 2011 sampai sekarang.

Saksi-II : Nama Lengkap : RAHMAT RIYADI, Pangkat / NRP : Pratu/ 31040734280885, Jabatan : Taban/Tajurlis Kima, Kesatuan : Yonif 756/WMS ,Tempat dan tgl lahir : Tanjung jawa, 26 Agustus 1985, Jenis Kelamin : Laki – laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Tempat tinggal : Asrama Yonif 756/WMS.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak bulan November 2010 di Yonif 756/WMS dalam hubungan kedinasan selaku atasan dan bawahan serta tidak mempunyai hubungan keluarga.

(4)

Wit akan dilaksanakan apel malam yang diambil oleh Kapten Inf.Albertinus Mariano selaku Danki Ma Yonif 756/WMS,setelah dilakukan pengecekan ternyata Terdakwa tidak hadir, sehingga dari pihak kesatuan melakukan pencarian disekitar markas namun Terdakwa tidak ditemukan.

3. Bahwa Terdakwa selama meninggalkan kesatuan tidak pernah memberi kabar baik secara surat maupun telpon, dari pihak kesatuan sudah berusaha untuk melakukan pencarian disekitar markas namun Terdakwa tidak ditemukan.

Menimbang : 1. Bahwa walaupun dalam berkas perkara dari Pomdam XVII/ Cenderawasih Nomor : BP-61/A-48/VI/2011 tanggal 27 Juni 2011 tidak ada keterangan Terdakwa namun telah dilengkapi dengan Berita Acara Tidak Diketemukannya Terdakwa yang menyatakan bahwa Terdakwa telah dinyatakan desersi terhitung mulai tanggal 3 April 2011 sampai dengan dibuatnya Berita Acara tidak Ditemukannya Terdakwa dan sampai saat ini Terdakwa belum diketahui keberadaannya.

2. Bahwa sesuai dengan pasal 124 ayat (4) jo pasal 141 ayat (10) jo pasal 143 UU No. 31 tahun 1997 maka dalam perkara desersi yang Terdakwanya tidak diketemukan, Berita Acara Pemeriksaan Terdakwa tidak merupakan persyaratan lengkapnya suatu berkas perkara, oleh karena itu Surat Panggilan dan Berita Acara Tidak Diketemukannya Terdakwa menjadi persyaratan berkas perkara untuk diajukan ke persidangan dan diputus In Absensia (tanpa hadirnya Terdakwa).

3. Surat dari Dan Yonif 756/WMS Nomor : B/48/I/2012 tanggal 13 Januari 2012 tentang jawaban tidak bisa menghadirkan Terdakwa kepersidangan karena belum kembali ke kesatuan.

Menimbang : Bahwa dari barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke persidangan berupa:

Barang-barang : Nihil.

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat Keterangan penganti Absensi An Terdakwa Nomor : Sket/80/V/2011 tanggal 16 mei 2011.

Telah diterangkan sebagai barang bukti tindak pidana dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain, maka oleh karena dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan perbuatan yang didakwakan.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi yang keterangannya di bawah sumpah dan dari keterangan terdakwa, serta dari barang bukti yang diajukan ke persidangan terungkap fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar, Terdakwa adalah Prajurit TNI-AD yang masih berdinas aktif dan saat kejadian menjabat sebagai Ba Lidik Si Intel Kima sampai sekarang ini dengan pangkat terakhir Serda NRP.21100156700890.

(5)

Wamena setelah itu pada tanggal 3 April 2011 seluruh anggota Yonif 756/WMS yang melaksanakan IB (ijn barmalam) harus sudah kembali ke kesatuan, kemudian sekira pukul 21.00 Wit dilaksanakan apel malam yang diambil oleh Danki Ma (Kapten Inf.Albertinus Mariano,S.E) setelah diadakan pengecekan ternyata Terdakwa tidak hadir, sehingga dari satuan melakukan pencarian disekitar markas namun hasilnya nihil.

3. Bahwa benar, selama Terdakwa meninggalkan satuan Yonif 756/WMS tidak pernah memberi kabar baik secara tertulis (surat) maupun telpon, dari pihak kesatuan sudah berusaha melakukan pencarian di sekitar markas namun tidak diketemukan sehingga dinyatakan Disersi oleh satuan Tmt 3 April 2011 sampai sekarang.

4. Bahwa benar, dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dari atasan yang berwenang sejak tanggal 3 April 2011 secara berturut-turut sampai dengan sampai dengan persidangan dilaksanakan tanggal 17 Januari 2012 atau selama + 292 ( dua ratus sembilan puluh dua) hari secara terus menerus atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari dan selama itu Negara Republik Indonesia dalam keadaan damai dan aman serta baik Terdakwa maupun kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk suatu tugas Operasi Militer. .

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :

Bahwa Majelis Hakim pada prinsipnya sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer dalam hal pembuktian unsur dakwaannya, namun demikian mengenai pidana yang di mohonkan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri dalam putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam dakwaan tunggalnya adalah Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari sebagaimana diatur pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM .

Menimbang : Bahwa oleh karena itu tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam Dakwaan tunggalnya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

Unsur ke 1 : “Militer.”

Unsur ke 2 : “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin.”

Unsur ke 3 : “Dalam waktu damai.”

Unsur ke 4 : “Lebih lama dari tiga puluh hari.”

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan Oditur Militer tersebut Majelis hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:

Unsur ke-1 : “Militer”

(6)

dinas tersebut dan semua sukarelawan lainya pada anggatan perang dan wajib Militer selama mereka itu berada dalam dinas.

Bahwa seorang militer ditandai dengan : Pangkat, NRP, Jabatan dan Kesatuan di dalam melaksanakan tugasnya atau berdinas memakai seragam sesuai dengan Matranya, lengkap dengan tanda pangkat, lokasi kesatuan dan atribut lainnya.

Bahwa berdasarkan keterangan terdakwa yang diperkuat dengan keterangan para saksi dibawah sumpah serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

Bahwa benar, Terdakwa adalah Prajurit TNI-AD yang masih berdinas aktif dan saat kejadian menjabat sebagai Ba Lidik Si Intel Kima sampai sekarang ini dengan pangkat terakhir Serda NRP.21100156700890.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke Satu “Militer” telah terpenuhi.

Unsur ke-2 : “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin.”

Bahwa kesengajaan (Dolus) adalah merupakan bagian dari kesalahan (Schuld). Menurut Memori Van Toelichting (Mvt) atau memori penjelasan yang dimaksud dengan sengaja adalah menghendaki dan menginsyafi terjadinya suatu tindakan beserta akibatnya.

Bahwa menurut Doktrin, apabila dalam suatu rumusan tindak pidana digunakan istilah dengan sengaja atau istilah lain “Dengan sengaja” ditafsirkan secara luas yaitu tidak hanya betul-betul dikehendaki dan atau diinsyafi oleh sipelaku tetapi juga hal-hal yang mengarah atau berdekatan dengan kehendak atau keinsyafannya itu.

Bahwa yang dimaksud ” tanpa izin” berarti ketidakhadiran atau tidak beradanya si pelaku (Terdakwa) di suatu tempat tersebut (kesatuan) sebagaimana lazimnya seorang prajurit antara lain didahului dengan apel pagi, melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan atau yang menjadi tanggungjawabnya, kemudian apel siang. tanpa sepengatahuan atau seijin Komandan atau Pimpinannya. Sebagaimana lazimnya setiap prajurit yang bermaksud meninggalkan Kesatuannya wajib menempuh prosedur yang berlaku di kesatuannya.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para saksi dibawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar, Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 2 April 2011 sekira pukul 13.00 Wit melaksanakan ijin bermalam (IB) di Wamena .

(7)

3. Bahwa benar, selama Terdakwa meninggalkan satuan Yonif 756/WMS tidak pernah memberi kabar baik secara tertulis (surat) maupun telpon, dari pihak kesatuan sudah berusaha melakukan pencarian di sekitar markas namun tidak diketemukan sehingga dinyatakan Disersi .

4. Bahwa benar, dari pihak kesatuan Terdakwa telah melakukan pencarian di sekitar kota Wamena dan di tempat-tempat yang diduga Terdakwa besembunyi, namun tidak diketemukan .

5. Bahwa benar, selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dari Dansatnya atau atasan lain yang berwenang, Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya kepada kesatuannya baik melalui telepon maupun melalui surat.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kedua “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin” telah terpenuhi.

Unsur ke-3 : “Dalam waktu damai”

Bahwa yang dimaksud “dalam waktu damai” berarti bahwa si Pelaku/ Terdakwa atau seorang prajurit melakukan ketidakhadiran tanpa izin itu Negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang yang ditentukan oleh Undang-undang demikian pula Kesatuan Terdakwa / si Pelaku tidak melaksanakan atau tidak dipersiapkan untuk tugas-tugas Operasi Militer (58 KUHPM) yaitu perluasan dalam keadaan perang.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para Saksi di bawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain di persidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar, Terdakwa telah meninggalkan Dinas tanpa ijin dari atasan ataupun satuan mulai tanggal 3 April 2011 secara berturut-turut sampai dengan sampai dengan persidangan dilaksanakan tanggal 17 Januari 2012 .

2. Bahwa benar, tanggal 3 April 2011 secara berturut-turut sampai dengan sampai dengan persidangan dilaksanakan tanggal 17 Januari 2012 Negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang yang ditentukan oleh Undang-undang demikian pula Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak melaksanakan atau tidak dipersiapkan untuk tugas-tugas Operasi Militer.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke Tiga “Dalam waktu damai” telah terpenuhi.

Unsur ke Empat : “Lebih lama dari tiga puluh hari”

Bahwa melakukan ketidakhadiran lebih lama dari tigapuluh hari berarti Terdakwa tidak hadir tanpa ijin berturut-turut lebih dari waktu tiga puluh hari.

(8)

1. Bahwa benar, Terdakwa telah meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari atasan yang berwenang mulai tanggal 3 April 2011 sampai dengan persidangan Terdakwa dilaksanakan tanggal 12 Desember 2011.

2. Bahwa benar, tanggal tanggal 3 April 2011 secara berturut-turut sampai dengan sampai dengan persidangan dilaksanakan tanggal 17 Januari 2012 atau selama + 292 ( dua ratus sembilan puluh dua) hari secara terus menerus i yang berarti kurun waktu tersebut adalah lebih lama dari tiga puluh hari,

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur keempat “Lebih lama dari tiga puluh hari” telah terpenuhi.

Menimbang : Di dalam persidangan tidak diketemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa, oleh karena itu perbuatan Terdakwa harus dipertanggung jawabkan sebagai Subjek hukum pidana oleh karena itu Terdakwa harus di hukum.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diterangkan diatas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, pengadilan berpendapat bahwa cukup bukti yang sah dan cukup menyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari.”

Sebagaimana diatur dan diancam menurut Pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Majelis ingin menilai sifat hakikat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa sifat dari perbuatan Terdakwa adalah hanya mengutamakan, mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas.

2. Bahwa hakekat Terdakwa melakukan tindak pidana ini karena Terdakwa kurangnya jiwa kejuangan pada diri Terdakwa dan kurangnya pemahaman hukum dari aturan – aturan dan ketentuan-ketentuan serta disiplin yang berlaku di lingkungan Militer khususnya di Yonif 756/WMS Wamena.

3. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa adalah dapat mempengaruhi sendi– sendi kehidupan disiplin pada kesatuannya serta tugas dan tanggung jawab yang menjadi kewajiban Terdakwa dialihkan ke personil yang lain, sementara personil tersebut juga mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri pula sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengganggu kelancaran tugas di satuan tempat Terdakwa bertugas.

(9)

insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara yang baik sesuai falsafah Pancasila.

Menimbang : Bahwa sebelum menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

Hal-hal yang meringankan :

- Nihil.

Hal-hal yang memberatkan :

1. Bahwa Perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan prajurit dan tidak sesuai dengan Sapta Marga butir ke-5, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

2. Bahwa Perbuatan Terdakwa mempengaruhi pembinaan disiplin di satuannya.

Menimbang : Bahwa perbuatan Terdakwa meninggalkan Satuan tanpa ijin dari Atasan yang berwenang Hal ini menunjukkan sikap dan perbuatan Terdakwa yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya dengan mengabaikan kepentingan Satuan tanpa mengindahkan aturan yang berlaku merupakan tindakan yang tidak bisa ditolelir lagi dan oleh karena itu harus dihukum .

Menimbang : Bahwa mengenai layak tidaknya Terdakwa dipertahankan sebagai prajurit TNI Majelis berpendapat sebagai berikut :

1. Bahwa dengan tidak kembalinya Terdakwa ke kesatuan sampai perkara ini di sidangkan hal ini menunnjukkan pada diri Terdakwa sudah tidak mau mengikatkan diri pada dinas di satuan.

2. Agar perbuatan itu tidak ditiru oleh Prajurit yang lain maka perlu diberi sanksi yang tegas.

Menimbang : Bahwa dari uraian tersebut diatas maka Majelis berpendapat bahwa Terdakwa sudah tidak layak lagi dipertahankan sebagai prajurit TNI AD dan untuk itu Majelis akan memisahkan Terdakwa dari kehidupan Militer, karena itu permohonan Oditur Militer dapat diterima.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada putusan ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus dibebani membayar biaya perkara .

Menimbang : Bahwa barang-barang bukti dalam perkara ini berupa :

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat Keterangan penganti Absensi An Terdakwa Nomor : Sket/80/V/2011 tanggal 16 mei 2011.

(10)

Mengingat : 1. Pasal 87 Ayat (1) ke-2 jo ayat (2) dan pasal 26 KUHPM 2. Pasal 26 ayat (1) KUHPM.

3. Pasal 143 UU Nomor 31 Tahun 1997, Serta ketentuan perundang undangan lain yang bersangkutan dengan perkara ini.

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : MUHAMMAD FIRMAN, Serda NRP. 21100156700890, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Desersi dalam waktu damai.”

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana Pokok : Penjara selama 1 ( satu ) tahun Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas Militer

3. Menetapkan barang-barang bukti berupa :

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat Keterangan penganti Absensi An Terdakwa Nomor : Sket/80/V/2011 tanggal 16 mei 2011.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 15.000 (lima belas ribu rupiah).

5. Memerintahkan kepada Oditur Militer jika Terdakwa diketemukan agar segera di laksanakan Eksekusi terhadap diri Terdakwa.

Demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 17 Januari 2012 di dalam musyawarah Majelis Hakim oleh ADIL KARO KARO, SH Letkol Chk NRP. 1910000581260 sebagai Hakim Ketua serta BAMBANG INDRAWAN, SH Mayor Chk NRP. 548944 dan SYARIFFUDIN TARIGAN, SH,MH Mayor Sus NRP. 524430 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua di dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut diatas, Oditur Militer YULI WIBOWO,SH Mayor Laut (KH) NRP. 13123/P dan Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP. 110100015440671 serta dihadapan umum dan tanpa hadirnya Terdakwa.

HAKIM KETUA Ttd / Cap

ADIL KARO KARO, SH

LETKOL CHK NRP. 1910000581260

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

Ttd Ttd

BAMBANG INDRAWAN, SH SYARIFFUDIN TARIGAN, SH,MH MAYOR CHK NRP. 548944 MAYOR SUS NRP. 524430

PANITERA Ttd

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :