ABSTRACT
In the retail bussines is one of the advanced line of bussines very fast and competitive, so the retailers have to be able to understand the diversity of consumers and consumer similarities and influence consumer in accordance with the wishes of retailers. In the process of influencing consumer retailers have to do the marketing strategy, a strategy which aims to influence consumer by creating a sense of comfort and want to longer in the shop and will ultimately make the buying interest of consumers of the product offered by these retailers. Toserba Yogya Riau Junction is one highly competitive retail store in creating a good atmosphere and provide comfort for consumer. This study aims to analys the effect of store atmosphere (internal dan eksternal) of Shopping behavior at Toserba Yogya Riau Junction and analys the effect of store atmosphere (environmental psychology) of Shopping behavior at Toserba Yogya Riau Junction.
Store Atmosphere is composed of several elements: interior, eksterior, store layout, and point of purchase display which is a physical combinationof a store in order to cause consumer buying interest.
The research method used by writer is non probability sampling by spearing to 340 respondents, who are ever visited Toserba Yogya Riau Junction.
From the research results can be seen that store atmosphere affect shopping behavior is stated that the r square of 0.058% and the balance of 99.942% which is influenced by factors outside of store atmosphere.
From these result the authors suggested a few things about the element of the atmosphere at the Toserba Yogya Riau Junction is the builing, parking.
ABSTRAKSI
Dalam bidang usaha ritel ini merupakan salah satu bidang usaha yang maju sangat pesat dan kompetitif, karena itu para pengecer (retailer) perlu dapat memahami keragaman konsumen dan kesamaan konsumen serta mempengaruhi konsumen tersebut sesuai dengan keinginan pengusaha ritel. Pada proses mempengaruhi konsumen para pengecer (retailer) harus melakukan strategi pemasaran, dimana strategi tersebut bertujuan untuk mempengaruhi konsumen dengan menciptakan rasa nyaman dan ingin berlama-lama dalam berbelanja dan pada akhirnya akan membuat minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh ritel tersebut. Toserba Yogya Riau Junction Bandung merupakan salah satu retail yang sangat kompetitif dalam menciptakan store atmosphere yang baik dan memberikan rasa nyaman bagi konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh store atmosphere (internal dan eksternal) terhadap perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction dan untuk menganalisis pengaruh store atmosphere (psikologi lingkungan) terhadap perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction.
Store atmosphere terdiri dari beberapa element yaitu : interior, eksterior, store layout, dan interior point of purchase display yang merupakan kombinasi fisik dari sebuah toko agar dapat menimbulkan minat beli konsumen.
Metode penelitian yang digunakan dari peneliti adalah Non probability sampling
dengan menyebarkan kuesioner kepada 340 responden, yang pernah mengunjungi Toserba Yogya Riau Junction.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa store atmosphere mempengaruhi perilaku belanja dengan dinyatakan bahwa R Square sebesar 0.058% dan sisanya sebesar 99,942% yang dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar Store Atmosphere.
Dari hasil penelitian ini penulis memberi saran beberapa hal tentang elemen-elemen store atmosphere di Toserba Yogya Riau Junction yaitu bagian bangunan, tempat parkir, dan pengaturan antar gang.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……….i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
SURAT PERNYATAAN PENELITIAN TIDAK MENGGUNAKAN PERUSAHAAN ... iv
PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRACT ... ix
ABSTRAKSI... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR TABEL ... xvi
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1
1.2Identifikasi Masalah ... 4
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian ... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS
2.1 Store Atmosphere
2.1.1 Pengertian Atmosphere ... 6
2.1.2 Tujuan dan Faktor-faktor Store Atmosphere ... 7
2.1.3 Elemen-elemen Store Atmosphere ... 9
2.2 Psikologi Lingkungan 2.2.1 Model Mehrabian Russel ... 19
2.3 Perilaku Belanja 2.3.1 Motif Perilaku Belanja ... 24
2.4 Pengertian Retailing 2.4.1 Karateristik Retailing ... 27
2.4.2 Fungsi Retailing ... 28
2.4.3 Jenis Retailing ... 29
2.5 Rerangka Pemikiran ... 35
2.6 Hipotesis Penelitian ... 36
2.7 Model Penelitian ... 37
2.9 Penelitian Sebelunya ... 39
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 42
3.2 Jenis Penelitian ... 42
3.3 Populasi dan Sampel ... 43
3.4 Teknik Pengambilan Sampel dan Ukuran Sampel ... 43
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 44
3.6 Definisi Operasional Variabel ... 46
3.7 Uji Pendahuluan ... 49
3.8 Metode Analisis Data ... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Karateristik Responden ... 54
4.1.1 Karateristik Responden Berdasarkan Usia ... 54
4.1.2 Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 55
4.1.3 Karateristik Responden Berdasarkan Pengeluaran ... 56
4.1.4 Karateristik Responden Berdasarkan Frekuensi ... 57
4.3 Uji Validitas dan Reliabiitas
4.3.1 Uji Validitas ... 89
4.3.2 Uji Reliabilitas ... 91
4.4 Uji Hipotesis... 93
4.5 Uji Regresi Berganda ... 93
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 97
5.2 Saran ... 98
DAFTAR PUSTAKA ... 99
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Model Mehrabian dan Russel ... 19
Gambar 2 Rerangka Pemikiran ... 35
Gambar 3 Model Penelitian ... 36
DAFTAR TABEL
Tabel I Definsi Store Atmosphere... 7
Tabel II Respon Pendekatan dan Penghindaran dalam lingkungan Ritel ... 20
Tabel III Definsi Ritel ... 27
Tabel IV Penelitian Sebelumnya ... 38
Tabel V Definisi Operasional Variabel ... 45
Tabel VI Karateristik Responden Berdasarkan Usia ... 55
Tabel VII Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 55
Tabel VIII Karateristik Responden Berdasarkan Pengeluaran ... 56
Tabel IX Karateristik Responden Berdasarkan Frekuensi ... 57
Tabel X Pernyataan Responden Terhadap Desain Toserba Yogya Riau Junction sangat menarik ... ... 58
Tabel XI Pernyataan Responden Terhadap Bangunan Toserba Yogya Riau Junction Luas dan Menarik ... 59
Tabel XII Pernyataan Responden Terhadap Halaman Toserba Yogya Riau Junction Luas dan Nyaman ... 60
Tabel XIV Pernyataan Responden Tata Letak Ruangan di dalam Toserba Yogya
Riau Junction Menarik Konsumen ... 62
Tabel XV Pernyataan Responden Warna Dinding Toserba Yogya Riau Junction
Menyejukan Mata... 63
Tabel XVI Pernyataan Responden Suara Musik di dalam Toserba Yogya Riau
Junction Memberikan Suasana Nyaman ... 64
Tabel XVII Pernyataan Responden Suhu Udara Toserba Yogya Riau Junction Sejuk
Sehingga Membuat Konsumen Ingin Berlama-lama di Toko... 65
Tabel XVIII Pernyataan Responden Penampilan Toserba Yogya Riau Junction
Memberikan Kesan Nyaman Sehingga Menimbulkan Minat Beli ... 66
Tabel XIX Pernyataan Responden Pengetahuan Pramuniaga Toserba Yogya Riau
Junction Tentang Produk-Produk Sangat Luas ... 67
Tabel XX Pernyataan Responden Ruangan Toserba Yogya Riau Junction Rapi dan
Bersih ... ... 68
Tabel XXI Pernyataan Responden Dekorasi Ruangan Toserba Yogya Riau Junction
Sangat Menarik .. ... 69
Tabel XXII Pernyataan Responden Fasilitas Umum yang Diberikan Toserba Yogya
Riau Junction Sangat Lengkap ... 70
Tabel XXIII Pernyataan Responden Pengelompokan Barang Toserba Yogya Riau
Tabel XXIV Pernyataan Responden Pengaturan Antar Gang Toserba Yogya Riau
Junction Memberikan Ruang Gerak yang Nyaman Bagi Konsumen ... 72
Tabel XXV Pernyataan Responden Tanda Petunjuk Toserba Yogya Riau Junction
Terlihat Dengan Jelas ... 73
Tabel XXVI Pernyataan Responden Tanda Gambar Terlihat Dengan Baik dan
Menarik ... ... 73
Tabel XXVII Pernyataan Responden Media Pembungkus yang Digunakan Toserba
Yogya Riau Junction Memudahkan Konsumen ... 74
Tabel XXVIII Pernyataan Responden Lingkungan di Toserba Yogya Riau Junction
membuat Anda senang. ... 75
Tabel XXIX Pernyataan Responden Anda puas dengan produk dan pelayanan pada
Toserba Yogya Riau Junction ... 76
Tabel XXX Pernyataan Responden Anda merasa santai saat berbelanja di Toserba
Yogya Riau Junction ... 77
Tabel XXXI Pernyataan Responden Suasana Pada Toserba Yogya Riau Junction
membuat Anda Bersemangat Berbelanja ... 78
Tabel XXXII Pernyataan Responden Suasana Pada Toserba Yogya Riau Junction
Membuat Anda Tertarik Untuk Berbelanja... 79
Tabel XXXIII Pernyataan Responden Dekorasi Toserba Yogya Riau Junction Sangat
Tabel XXXIV Pernyataan Responden Anda Menyukai Lingkungan Toserba Yogya
Riau Junction ... ... 81
Tabel XXXV Pernyataan Responden Anda Menikmati Berbelanja di Toserba Yogya
Riau Junction ... ... 82
Tabel XXXVI Pernyataan Responden Anda Mengetahui Kebutuhan dan Keinginan
Untuk Belanja Sebelum Memasuki Toserba Yogya Riau Junction ... 83
Tabel XXXVII Pernyataan Responden Sebelum Berbelanja Anda Mendapat
Informasi Berupa Brosur, Diskon, Promosi dan Katalog dari Pihak intern (keluarga,
teman, atau kerabat dekat lainnya) ... 84
Tabel XXXVIII Pernyataan Responden Tujuan Pembelian Anda Untuk Memenuhi
Kebutuhan Jangka Panjang dan Jangka Pendek... 85
Tabel XXXIX Pernyataan Responden Saat Berbelanja Anda Langsung Menuju
Tempat Tertentu Untuk Membeli Produk ... 86
Tabel XL Pernyataan Responden Merek dan Harga Produk Sangat Mempengaruhi
Keputusan Anda Ketika Berbelanja ... 87
Tabel XLI Pernyataan Responden Anda Menyempatkan Diri Untuk Duduk Sebentar
Jika Ada Tempat Duduk yang Disediakan di Toserba Yogya Riau Junction ... 88
Tabel XLII Pernyataan Responden Pada Saat Berbelanja Anda Membayar Dengan
Tunai ... ... ………… ……… 89
Tabel XLIV Hasil Akhir Uji Validitas ... 91
Tabel XLVI Hasil Uji Validitas Akhir ... 92
Tabel XLVII Uji Reliabilitas X1... 94
Tabel XLVIII Uji Reliabilitas X2 ... 95
Tabel XLIX Uji Reliabilitas Y ... 95
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Saat ini perkembangan ritel modern di Indonesia bertumbuh sangat pesat, dari ritel
yang besar sampai yang terkecil. Dengan banyaknya peritel asing maupun lokal di
Indonesia menimbulkan persaingan di antara peritel untuk menarik
sebanyak-banyaknya pelanggan. Untuk memenangkan persaingan di antara peritel tentunya
tidak mudah, ada tantangan yang harus dihadapi baik dari segi demografi, ekonomi
dan sosial budaya. Tantangan tersebut membuat perusahaan secara langsung harus
dapat mengembangkan retailing mix yang menurut Weitz (2001) terdiri dari
merchandise assortment, pricing, location, atmosphere, advertising dan promosi.
Hal ini menuntut para marketer lebih inovatif dan mampu untuk menimbulkan
dorongan untuk berbelanja.
Pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia menempati urutan kedua se-Asia
Pasifik, dengan angka pertumbuhan 14% - 15% per tahun. Hanya di bawah India
yang ritelnya tumbuh 21% - 22%, tetapi masih lebih tinggi dari China yang bisnis
ritelnya tumbuh 11%. Artinya peluang usaha ritel di Indonesia masih sangat terbuka
untuk pemain-pemain baru. Pada semester pertama 2008 ini, pertumbuhannya
rata-rata 20%. Ritel modern tumbuh 24,8% dan ritel tradisional 16,9%. Sementara itu di
persentasenya lebih kecil dibandingkan ritel modern, pertumbuhan jumlah tokonya
jauh lebih banyak. Ini disebabkan jumlah ritel tradisional yang menjadi dasar
perhitungan, memang sudah sangat besar
(http://www.pikiran-rakyat.com/node/76010, 27 September 2012).
Salah satu ritel modern yang akan cukup terkenal di Bandung yaitu Toserba
Yogya Riau Junction. Toserba Yogya Riau Junction merupakan salah satu brand
name dari Yogya Group, yang memiliki tempat strategis di kota Bandung yang
berada di jalan R.E Martadinata No.17-21. Agar berhasil dalam memenangkan
persaingan, perusahaan ritel Toserba Yogya Riau Junction harus dapat menjaring
konsumen sebanyak-banyaknya, dengan kata lain perusahan harus dapat menarik
minat beli konsumen agar konsumen tersebut menjadi pelanggan loyal berbelanja di
perusahaan tersebut. Untuk itu dibutuhkan strategi-strategi dalam menarik pelanggan
salah satunya dengan store atmosphere.
Store atmosphere menurut Kotler dan Keller (2009) adalah upaya untuk
merancang lingkungan pembelian untuk menghasilkan efek emosional secara
spesifik terhadap pelanggan serta meningkatkan probabilitas pembelian. Sebuah
atmosfer toko yang menyenangkan dapat memperpanjang waktu konsumen dalam
toko, meningkatkan kemungkinan bahwa konsumen akan menemukan sesuatu yang
dia butuhkan, serta meningkatkan dorongan untuk membeli.
Perilaku belanja sendiri didefinisikan mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi, dan mengatur produk dan jasa, yang dibagi menjadi tiga perilaku
(perilaku saat pembelian), dan post purchase behavior (Perilaku sesudah pembelian)
(http://digilib.petra.ac.id, 22 September 2012).
Salah satu faktor yang menarik banyak konsumen ke dalam sebuah ritel adalah
store atmosphere. Menurut penelitian Engel, Kollat, dan Blackweel (1986),
setidaknya setengah dari perilaku belanja konsumen di supermarket punya dorongan
untuk membeli jadi jika perusahaan ritel dapat membuat sebuah atmosphere toko
yang menyenangkan, maka hal itu dapat membuat konsumen betah di dalam toko
dan meningkatkan dorongan untuk membeli.
Studi menunjukan bahwa hal itu diperkirakan bahwa sekitar 50% konsumen
membeli tanpa rencana, sehingga mereka mudah untuk melaksanakan dorongan
untuk membeli, penyebabnya ia menemukan alasan bahwa konsumen meningkatkan
persepsi nilai yang mereka rasakan yang dipengaruhi suasana toko (Athola’s, 1985). Studi Bellenger, Robertson, dan Hirchman (1978) pada departemen store ditemukan
bahwa 27-62% dari seluruh penjualan memiliki dorongan untuk membeli, mereka
juga menemukan bahwa lebih sering konsumen mengunjungi sebuah toko, semakin
mungkin dia akan membeli. Oleh karena itu bagaimana memanfaatkan suasana toko
untuk memulai emosi konsumen sangat penting. Suasana lingkungan dalam ritel
secara tidak sadar akan menimbulkan pernyataan emotional pada konsumen,
pernyataan emotional itu akan berdampak pada respon perilaku konsumen dalam
perilaku belanja, respon perilaku konsumen terbagi menjadi dua yaitu, perilaku
pendekatan dan perilaku menghindar.
Junction dapat berperan sebagai salah satu alat komunikasi pemasaran sehingga para
konsumennya merasa tertarik dengan suasana toko yang ada sehingga mempengaruhi
perilaku belanja konsumen apakah konsumen semakin dekat dengan ritel atau
semakin menjauh dari ritel tersebut.
Adapun penelitian ini penulis tuangkan dalam skripsi yang berjudul “ Pengaruh
Store Atmosphere Terhadap Perilaku Belanja di Toserba Yogya Riau
Junction ”.
1.2Identifikasi Masalah
1. Apakah terdapat Pengaruh Store Atmosphere (Internal dan Eksternal) pada
perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction?
2. Apakah terdapat Pengaruh Store Atmosphere (Psikologi lingkungan) pada
perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction?
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data, mengelola,
menganalisa, dan menginterpretasikan hasilnya, yang akan penulis gunakan sebagai
bahan penyusunan skripsi yang diajukan salah satu syarat untuk menempuh ujian
sidang sarjana lengkap pada program S1 Fakultas Ekonomi Manajeman Universitas
Adapun tujuan penelitian ini adalah
1. Untuk menganalisis pengaruh Store atmosphere (Internal dan Eksternal)
terhadap perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction.
2. Untuk menganalisis pengaruh Store atmosphere (psikologi lingkungan)
terhadap perilaku belanja di Toserba Yogya Riau Junction.
1.4 Kegunaan Penelitian
Adapun manfaat yang akan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah:
1. Bagi Perusahaan
Diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas implementasi strategi Store
Atmosphere yang mereka miliki untuk dapat mempertahankan konsumen mereka
dalam persaingan yang ada, di mana diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yaitu masalah praktis dalam perusahaan yang ada
hubungannya dengan penelitian yang akan digunakan.
2. Bagi Akademis
Sebagai masukan bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dan
sebagai bahan bacaan yang diharapkan akan menambah wawasan pengetahuan bagi
yang membacanya terutama mengenai Store Atmosphere dan perilaku belanja dan
juga penulisan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam Bab V akan dijelaskan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan analisis
serta saran yang diberikan atas penelitian Pengaruh Store Atmosphere Terhadap
Perilaku Belanja Di Toserba Yogya Riau Junction.
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dengan judul Pengaruh Store
Atmosphere Terhadap Perilaku Belanja Di Toserba Yogya Riau Junction, maka
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Seiring dengan menjamurnya bisnis ritel di lingkungan Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Maranatha, menyebabkan Store Atmosphere (internal dan
eksternal) mengambil peranan yang kecil (tidak signifikan) pada perilaku
belanja untuk warga.
2. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Store Atmosphere (Internal dan
eksternal) pada Toserba Yogya Riau Junction memengaruhi Perilaku Belanja
sebesar 0.72% sedangkan sisanya sebesar 99.28% dipengaruhi faktor lain.
3. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Store Atmosphere (psikologi
lingkungan) pada Toserba Yogya Riau Junction memengaruhi perilaku
belanja sebesar 2.72 % sedangkan sisanya sebesar 97.28 % dipengaruhi oleh
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis dapat memberikan ide atau
masukan-masukan pada Toserba Yogya Riau Junction dalam pengelolaan dan
peningkatan pengaruh Store Atmosphere (internal dan eksternal) dan Store
Atmosphere (psikologi lingkungan) di Toserba Yogya Riau Junction yakni:
1. Disarankan agar Toserba Yogya Riau Junction memperluas bangunannya
agar membuat konsumen lebih merasa nyaman.
2. Disarankan untuk memperluas tempat parkir Toserba Yogya Riau Junction
karena tempat parkir yang ada sekarang sempit dan kurang luas, sehingga
menimbulkan kemacetan saat mengantri masuk Riau Junction.
3. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, didapat bahwa
pengaruh store atmosphere (internal dan eksternal) dan store atmosphere
(psikologi lingkungan) terhadap perilaku belanja sebesar 0.058% dan sisanya
disebabkan oleh faktor lain. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan oleh
pihak manajemen Toserba Yogya Riau Junction agar dapat dilakukan
penelitian lebih lanjut, seperti produk atau jasa, promosi, kualitas pelayanan,
kualitas produk, penetapan harga, penyedian produk, pendistribusian dan
DAFTAR PUSTAKA
Athola, OT. (1985). Price as a give component in an exchange theoretic
multicomponent model, in: Kinnear TC (ED), Advances in Consumer
Research, Vol 11, Ann Arbor, MI: Association for Consumer Research. Pp.
623-626.
Billings, Wendy, L. (1990). Effect Store Atmosphere on Shopping Behavior, Honors
Project, hal. 16.
Berman, B., Evans, J.R. (2009), Retail Management : a strategic approach ( 11th
edition), New Jersey: Prentice Hall.
Chen HS, Hsieh, T. (2010). The Effect of atmosphere on customer perception and
customer behavior responses in chain store supermarket, African Journal of
Business Management Vol. 5(24), pp. 10054-10066.
Bellenger DN, Robertson DH, Hirschman EC. (1978). Impulse buying varies by
product. Journal Advert. Res., 18: 15-18.
Dewi, R.H. (2004). Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian
Pada China Emporium Factory Outlet Bandung. Fakultas Ekonomi, Program
Strata 1 Universitas Widyatama, Bandung.
Donovan, R.J., Rossiter, Jr. (1982). Store atmosphere: an environmental psychology
approach. Journal Retail., 58: 34-57.
Engel, Blackwell, Miniard. (1995). Perilaku Konsumen, alih bahasa FX Budiyanto,
edisi keenam. Jakarta: Binapura Aksara.
Engel JF, Kollat DT, Blackwell RD. (1986). Consumer Behavior (5thed). NY: Holt,
Herman, S. (2007). Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Di Hypermart Bandung Indah Plaza. Fakultas Ekonomi, Program Strata 1
Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&submit.x=0&submit.y=o&qual=high&f
name=/jiunkpe/s1/mpar/2009/jiunkpe-ns-s1-2009-35404012-14406-perilaku_belanja-chapter3.pdf. Indikator perilaku belanja. (22 september
2012).
http://www.pikiran-rakyat.com/node/76010. Perkembangan Ritel. 27 September
2012).
Kotler, P., & Keller, K. (2009). Manajemen Pemasaran, Edisi 13, Penerbit:
Erlangga, Jakarta.
Lamb Charles W, Hair, Joseph F, dan McDaniel, Carl. (2001). Pemasaran. Edisi
Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Levy, Michael, & Weitz, Bortom A. (2001). Retailing Management, Fourth Edition,
Richard D. Irwin Inc.
Lisan, Henky dan Meldarianda, R. (2010). Pengaruh Store atmosphere terhadap
minat beli konsumen pada resort café atmosphere Bandung, Jurnal bisnis dan
ekonomi, Vol.17, No. 2, pp 97-201.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sutina. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. PT Remaja