BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan
pertumbuhan dan dan perkembangan. perkembangan. Dan Dan untuk untuk tercapainya tercapainya tumbuh tumbuh kembangkembang yang optimal tergantung pada potensi biologik seseorang yang merupakan yang optimal tergantung pada potensi biologik seseorang yang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan bio-fisiko-psiko sosial dan perilaku. Proses yang unik dan hasil lingkungan bio-fisiko-psiko sosial dan perilaku. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberika ciri tersendiri pada setiap
akhir yang berbeda-beda yang memberika ciri tersendiri pada setiap anak.anak. Oleh karena itu, tumbuh kembang harus menjadi perhatian bagi Oleh karena itu, tumbuh kembang harus menjadi perhatian bagi pemerintah,
pemerintah, tenaga tenaga kesehatan, kesehatan, dan dan masyarakat masyarakat khususnya khususnya supaya supaya anakanak Indonesia dapat mencapai kesehatan yang optimal. Memiliki anak dengan Indonesia dapat mencapai kesehatan yang optimal. Memiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan,mengawasi, mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan,mengawasi, dan merawat anak secara seksama. Proses tumbuh kembang anak dapat dan merawat anak secara seksama. Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung
berlangsung secara secara alamiah, alamiah, tetapi tetapi proses proses tersebut tersebut sangat sangat tergantung tergantung kepadakepada orang dewasa atau orang tua. Periode penting dalam tumbuh kembang anak orang dewasa atau orang tua. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas,kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat kreativitas,kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Pada masa periode serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Pada masa periode kritis ini, diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensinya kritis ini, diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensinya berkembang.
berkembang. Perkembangan Perkembangan anak anak akan akan optimal optimal bila bila interaksi interaksi diusahakandiusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Untuk bisa merawat dan membesarkan sejak bayi masih dalam kandungan. Untuk bisa merawat dan membesarkan anak secara maksimal tentu kita perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan anak secara maksimal tentu kita perlu mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan anak itu sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi bekal yang sangat dengan anak itu sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kita dalam merawat dan membesarkan buah hati kita.
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah 1.
1. Defenisi Tumbuh Kembang Bayi dan BalitaDefenisi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita 2.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi TumbangFaktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbang 3.
3. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan AnakFase Perkembangan dan Pertumbuhan Anak 4.
4. JenisJenis
–
–
jenis stimulasi jenis stimulasi yang dibuyang dibutuhkan oleh anaktuhkan oleh anak 5.5. Gangguan tumbuh kembang anakGangguan tumbuh kembang anak 6.
6. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan AnakTahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 7.
7. Tahap Perkembangan Anak Menurut Umur dan Aspek Tahap Perkembangan Anak Menurut Umur dan Aspek KemampuanKemampuan
C.
C. TujuanTujuan
Adapun tujuan dari makalah Stimulasi Tumbuh Kembang pada bayi dan Adapun tujuan dari makalah Stimulasi Tumbuh Kembang pada bayi dan balita
balita adalah adalah mempelajari mempelajari berbagai berbagai hal hal yang yang berhubungan berhubungan dengan dengan segalasegala upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik, upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik, mental, sosial. Juga menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh mental, sosial. Juga menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang dan kemungkinan penanganan yang efektif, serta mencari penyebab kembang dan kemungkinan penanganan yang efektif, serta mencari penyebab dan mencegah keadaan tersebut.
BAB II PEMBAHASAN
A. Defenisi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita 1. Defenisi Pertumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua kata yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan ukuran sel pada membelah diri dan sintesis protein baru, menghasilkan peningkatan ukurandan berat seluruh atau sebagian sel (Wong,2008, hlm.109).
2. Defenisi Perkembangan
Perkembangan (development) merupakan perubahan dan perluasan secara bertahap, perkembangan tahap kompleksitas dari dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi, peningkatan dan perluasan kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, maturasi serta pembelajaran (Wong,2008, hlm.109).
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbang
Faktor Genetik
Faktor keturunan sangat menentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Contoh : jenis kelamin, suku bangsa.
Faktor Lingkungan
Sebelum Hamil (Prenatal)
Gizi ibu waktu hamil, obat-obatan yang dikonsumsi, penyakit yang diderita saat hamil, trauma (cedera) yang pernah dialami ketika hamil, contoh : terjatuh/kecelakaan stress, pekerjaan yang terlalu berat.
Post Natal (Setelah Lahir)
Ras, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, penyakit kronis, cuaca dan musim, sanitasi, kebersihan rumah, stimulasi, motivasi orang tua, cara mendidik dan sosok keluarganya.
C. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan Anak
Dari Lahir sampai 3 Bulan - Belajar mengangkat kepala.
- Belajar mengikuti objek dengan matanya. - Melihat ke muka orang dengan tersenyum. - Bereaksi terhadap suara/bunyi.
- Melihat ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan komtak.
- Menahan barang yang dipengannya.
Dari 3 sampai 6 Bulan
- Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan tangan. - Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau
di luar jangkauannya.
- Menaruh benda-benda di mulut.
- Berusaha memperluas lapangan pandangan.
- Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain. - Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.
Dari 6 sampai 9 Bulan
- Dapat duduk tanpa dibantu.
- Dapat tengkurep dan berbalik sendiri.
- Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang. - Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.
- Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
Dari 9 sampai 12 Bulan
- Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu. - Dapat berjalan dengan dituntun. - Menirukan suara.
- Mengulang bunyi yang didengarnya. - Belajar mengatakan satu atau dua kata. - Mengerti perintah sederhana larangan.
Dari 12 sampai 18 bulan
- Menyusun 2 atau 3 kotak. - Dapat mengatakan 5-10 kata.
- Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.
Dari 18 sampai 24 bulan - Naik turun tangga. - Menyusun 6 kotak.sss
- Menunjuk mata dan hidungnya. - Menyusun dua kata.
- Belajar makan sendiri.
- Menggambar garis di kertas atau pasir.
Dari 2 sampai 3 Tahun
- Belajar meloncat, memanjat, melompat, ddengan satu kaki. - Membuat jembatan dengan 3 kotak.
- Mampu menyusun kalimat.
- Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya.
Dari 3 sampai 4 Tahun
- Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga. - Berjalan pada jari kaki.
- Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri. - Menggambar garis silang.
- Menggambar orang hanya kepala dan badan. - Mengenal 2 atau 3 warna.
- Bicara dengan baik.
- Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya. - Banyak bertanya.
Dari 4 sampai 5 Tahun - Melompat dan menari.
- Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan. - Menggambar segi tiga dan segi empat.
- Pandai bicara.
- Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu. - Dapat mencuci tangan tanpa bantuan.
D. Jenis
–
jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak1. Stimulasi aspek fisik
Rangsangan untuk fisik bayi dan balita amat diperlukan, karena pada usia mereka perkembangan syaraf-syaraf motorik sangat pesat. Melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti berlari, berjalan, menari akan sangat membantu perkembangan mereka.
2. Stimulasi aspek emosi
Kenalkan mereka dengan bentuk emosi dasar, bahagia dan sedih. Dengan menghiburnya pada saat menangis karena mainannya rusak akan membantu. Ajari pula mereka untuk berbagi dengan teman sebayanya, misalnya dengan bernagi mainan, sehingga dapat menimbulkan kepekaan untuk bertoleransi dan berperilaku menyenangkan.
3. Stimulasi aspek spiritual
Ajarilah anak untuk berdoa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, mengucapkan terimakasih kepada tuhan atas makanan, hari yang indah, dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan hari itu. Akan membuat anak semakin peka. Ajak juga mereka ke tempat ibadah, dan membacakan dongeng dan kisah-kisah para nabi juga akan membantu meningkatkan moral.
4. Stimulasi aspek intelektual
Rangsangan intelektual dapat dilakukan dengan sering memberikan buku bacaan, mengajak anak melakukan permainan, dan rekreasi bersama, dan juga dengan rajin menjawab keingintahuan anak. Jadi sebagai orangtua juga harus rajin belajar agar sanggup memenuhi dan menjawab
keingintahuan anak dengan baik dan benar.
5. Stimulasi aspek social
Anak pun harus diajari untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Membantu menjaga adik, membantu orangtua yang sedang sibuk, akan merangsang kepekaan alaminya. Agar stimulasi ini dapat menunjukkan
hasil yang baik, kita tidak boleh melupakan istirahat yang cukup dan asupan nutrisinya. Gizi yang baik amat sangat dibutuhkan oleh anak, karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jadi asupan nutrisi tentunya amat dibutuhkan untuk perkembangan fisik, daya tahan tubuh, pencernaan, dan juga tentunya untuk perkembangan otak mereka.
E. Gangguan tumbuh kembang anak
Ada 7 gangguan tumbuh kembang anak yang perlu diketahui : 1. Gangguan bicara dan bahasa,
2. Cerebral palsy, merupkan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif, yang disebabkan oleh kerusakan pada sel
–
sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh.3. Sindrom down, individu yang dapat dikenal dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas,
4. Parawakan pendek, penyebabnya dapat dikarenkan variasi normal, ganggua gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik, atau karena kelainan endokrin.
5. Gangguan social, marupakan gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak berumur 3 tahun
6. Retardasi mental, merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah ( IQ < 70 ) yang masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.
7. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ( GPPH ), merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk pemusatan perhatian yang seringkali disertai hiperaktivitas.
F. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Proses Pertumbuhan yang Dialami
Pertumbuhan paling cepat terjadi pada masa bayi adalah sejak ia lahir sampai berumur 1 tahun. Hal ini terlihat dari pertumbuhan BB saat bayi umur 6 bulan BB nya 2x lipat dari BB saat lahir dan usia 12 bulan BB nya + 3x lipat dari BB waktu lahir.
Proses Perkembangan yang Dialami Perkembangan Motorik
Perkembangan yang berhubungan dengan kemampuan duduk, berjalan, melompat, menulis, mengambil sesuatu.
Perkembangan Bahasa
Berhubungan dengan kemampuan mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa.
Perkembangan Sosial
Untuk berhubungan dengan orang lain, contoh : bermain dengan teman.
G. Tahap Perkembangan Anak Menurut Umur dan Aspek Kemampuan Perkembangan kemampuan dasar anak-anak berkorelasi dengan pertumbuhan. Perkembangan kemampuan dasar mempunyain pola yang tetap dan berlangsung secara berurutan. Oleh karenanya stimulasi yang diberikan kepada anak balita dalam rangka merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dilakukan sesuai dengan pembagian kelompok umur anak berikut ini:
No. Periode Tumbuh Kembang Kelompok Umur 1. Masa prenatal, janin dalam
kandungan Masa Prenatal 2. Masa bayi Umur 0-12 bulan
3. Masa anak balita Umur 12-60 bulan (2-5 tahun)
4. Masa pra sekolah Umur 60-72 bulan (5-6 tahun)
1. Kemampuan Bayi (0
–
12 bulan)Pada masa bayi baru lahir (0 sampai 28 hari), terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah serta mulainya berfungsi organ-organ. Setelah 29 hari sampai dengan 11 bulan, terjadi proses pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan yang berlangsung secara
Kemampuan yang dimiliki bayi meliputi; a) Kemampuan Motorik
Kemampuan motorik merupakan sekumpulan kemampuan untuk menggunakan dan mengontrol gerakan tubuh, baik gerakan kasar maupun gerakan halus. Motorik kasar merupakan keterampilan menggerakkan bagian tubuh secara harmonis dan sangat berperan untuk mencapai keseimbangan yang menunjang motorik halus. Motorik halus merupakan keterampilan yang menyatu antara otot halus dan panca indera. Kemampuan motorik selalu memerlukan koordinasi bagian-bagian tubuh, sehingga latihan untuk aspek motorik ini perlu perhatian.
Kemampuan motorik pada bayi berdasarkan usia yakni: Usia Motorik kasar Motorik halus
0-3 bulan mengangkat kepala, guling-guling,
menahan kepala tetap tegak,
melihat, meraih dan menendang mainan gantung,
memperhatikan benda bergerak, melihat benda-benda kecil, memegang benda,
meraba dan merasakan bentuk permukaan,
3-6 bulan menyangga berat, mengembangkan kontrol kepala. Duduk.
memegang benda dengan kuat, Memegang benda dengan kedua tangan,
makan sendiri,
mengambil benda-benda kecil. 6-9 bulan merangkak menarik ke posisi berdiri berjalan berpegangan berjalan dengan bantuan.
Memasukkan benda kedalam wadah, Bermain 'genderang'
Memegang alat tulis dan mencoret-coret
Bermain mainan yang mengapung di air
Membuat bunyi-bunyian.
Menyembunyikan dan mencari mainan 9-12 bulan bermain bola
membungkuk berjalan sendiri naik tangga. Menyusun balok/kotak Menggambar Bermain di dapur.
b) Kemampuan Bicara dan Bahasa
Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar. Kemampuan bicara bayi masih dalam bentuk pra bicara, yang diekspresikan dengan cara menangis, mengoceh, gerakan isyarat dan ekspresi wajah seperti tersenyum. Bahkan pada masa ini lebih sering muncul senyum sosial sebagai reaksi terhadap rangsangan dari luar .
Ekspresi emosi adalah bahasa pertama sebelum bayi berbicara, sebagai cara untuk mengkomunikasikan dirinya pada orang tua atau orang lain. Bayi akan bereaksi pada ekspresi wajah dan tekanan suara, sebaliknya orangtua membaca ekspresi bayi dan merespon jika ekspresi bayi menunjukkan tertekan atau gembira. Terkait dengan ekspresi emosi bayi, yang mudah dikondisikan, maka ekspresi emosi bayi mudah dikondisikan. Jika orangtua lebih banyak menunjukkan suasana hati yang positif seperti selalu gembira, santai dan menyenangkan, akan mempengaruhi pemahaman bayi terhadap sesuatu dan cenderung menimbulkansuasana hati yang menyenangkan. Sebaliknya jika orang dewasa mengkondisikan dengan situasi yang tidak menyenangkan maka suasana emosi bayi cenderung buruk. Kemampuan bicara pada bayi sebenarnya ada hubungannya dengan perkembangan otak, terutama pada saat bayi menangkap kata-kata yang diucapkan dan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Pada saat bayi berjalan, berbicara, tersenyum dan mengerutkan dahi, sebenarnya tengah berlangsung perubahan dalam otak. Meski keterkaitan sel-sel syaraf (neuron) yang dimiliki bayi, masih sangat lemah, namun akan sangat mempengaruhi pada perkembangan sel syaraf pada tahap selanjutnya. Bayi mengerti dan memahami sesuatu yang berada disekelilingnya, tidak terbatas dengan melihat serta memanipulasi namun sebenarnya bayi sudah memiliki kemampuan untuk memberi perhatian, menciptakan simbolisasi, meniru dan menangkap suatu konsep melalui gerakan sudah lebih berkembang. Oleh karenanya untuk mengoptimalkan kemampuan otaknya maka bayi perlu lebih banyak menstimulasi bayi
untuk mengenal benda-benda sekelilingnya sambil terus mengajak berbicara.
Kemampuan bicara dan berbahasa pada masa bayi sbb: Usia Kemampuan Bicara dan Bahasa
0-3 bulan
prabicara,
meniru suara-suara,
mengenali berbagai suara. 3-6 bulan mencari sumber suara,
menirukan kata-kata..
6-9 bulan menyebutkan nama gambar di buku majalah,
menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar. 9-12 bulan
menirukan kata-kata berbicara dengan boneka bersenandung dan bernyanyi.
c) Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian
Kemampuan sosialisasi dan kemandirian dapat dirangsang dengan sosialisasi pada masa bayi diawali di dalam keluarga, dimana dalam keluarga terjadi hubungan timbal balik antara bayi dan pengasuh atau orangtua. Melalui perhatian dan perilaku orangtua akan memberi kerangka pada bayi dalam berinteraksi dan pengalaman yang terpenting bagi bayi karena keluarga adalah melibatkan proses kasih sayang. Kemampuan bayi untuk bersosialisasi mulai muncul, dasar-dasar sosial mulai dibentuk, yang diperoleh dengan cara mencontoh perilaku pada situasi sosial tertentu, misalnya mencontoh perilaku sosial dari kakak atau orang tuanya, yang akhirnya akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosialnya dikemudian hari. Kemampuan sosialisasi dan kemandirian pada masa bayi sbb:
Usia Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian
0-3 bulan
memberi rasa aman dan kasih sayang, mengajak bayi tersenyum,
mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan di sekitarnya,
meniru ocehan dan mimik muka bayi, mengayun bayi,
3-6 bulan
bermain "ciluk ba', melihat dirinya di kaca, berusaha meraih mainan. 6-9 bulan
mulai bermain atau 'bersosialisasi' dengan orang lain. Mulai melambaikan tangan jika ditinggal pergi.
Mulai membalas lambaian tangan orang lain. 9-12 bulan
Minum sendiri dari sebuah cangkir, Makan bersama-sama
Menarik mainan yang letaknya agak jauh.
2. Kemampuan Anak di Bawah Usia Lima Tahun (12
–
59 bulan)Pada masa ini kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi/pembuangan. Periode penting dalam tumbuh kembang masa usia ini akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada usia 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan tejadi pertumbuhan serabut-serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf hingga bersosialisasi.
a) Kemampuan Motorik
Masa ini disebut sebagai masa sangat aktif dari seluruh masa kehidupannya, karena tingkat aktivitasnya dan perkembangan otot besar mereka sedang tumbuh. Demikian halnya dengan kemampuan motorik halus anak, sudah mulai meningkat dan menjadi lebih tepat pada saat berusia 5 tahun. Koordinasi tangan, lengan dan tubuh dapat bergerak bersama dibawah koordinasi yang lebih baik daripada mata.
Dengan demikian masa ini disebut juga sebagai masa belajar berbagai kemampuan dan keterampilan, dengan berbekal rasa ingin tahu yang cukup kuat dengan seringnya anak mencoba hal-hal baru dan seringnya pengulangan menyebabkan masa ini menjadi masa yang tepat untuk
Kemampuan motorik yang dimiliki anak sbb; Usia Gerak Kasar Gerak Halus 12-15
bulan
Berjalan tanpa pegangan sambil menarik mainan yang bersuara,
Berjalan mundur,
Berjalan naik dan turun tangga,
Berjalan sambil berjinjit Menangkap dan
melempar bola
Bermainan balok dan menyusun balok.
Memasukkan dan mengeluarkan benda kedalam wadah.
Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya.
15-18 bulan
Bermain di luar rumah. Bermain air Menendang bola. Meniup, Membuat untaian. 18-24 bulan Melompat, Melatih keseimbangan tubuh, Mendorong mainan dengan kaki.
Mengenal berbagai ukuran dan bentuk,
Bermain puzzle,
Menggambar wajah atau bentuk, embuat berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan. 24-36 bulan Latihan menghadapi rintangan, Melompat jauh, Melempar dan
menangkap bola besar.
Membuat gambar tempelan, Memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenisnya, Mencocokan gambar dan benda, Konsep jumlah,
Bermain/menyusun balok-balok. 36-48
bulan
Menangkap bola kecil dan melemparkan kembali.
Berjalan mengikuti garis lurus,
Melompat dengan satu kaki,
Melempar benda-benda kecil ke atas,
Menirukan binatang berjalan,
Berjalan jinjit secara bergantian.
Memotong dengan menggunakan gunting,
Menempel guntingan gambar sesuai dengan cerita.
Menempel gambar pada karton. Belajar 'menjahit' dengan tali rafia. Menggambar/menulis garis lurus, bulatan,segi empat, huruf dan angka.
Menghitung lebih dari 2 atau 3 angka.
Menggambar dengan jari, memakai cat,
Mengenal campuran warna dengan cat air,
Mengenal bentuk dengan menempel potongan bentuk. 48-60 bulan Lomba karung Main engklek Melompat tali.
Mengenal konsep "separuh atau satu" Menggambar dan atau melengkapi gambar,
Menghitung benda-benda kecil dan mencocokkan dengan angka.
Menggunting kertas (sudah dilipat) dengan gunting tumpul,
Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan.
Belajar 'percobaan ilmiah' Berkebun.
b) Kemampuan Bicara dan Bahasa
Bertambahnya kematangan otak dikombinasikan dengan peluang- peluang untuk menjelajahi dunia sekelilingnya dan sebagai penyumbang terbesar untuk lahirnya kemampuan kognitif anak. Sejumlah kemampuan anak, seperti belajar membaca adalah berkaitan dengan masukan dari mata anak yang ditransmisikan ke otak anak, kemudian melalui sistem yang ada di otak, menterjemahkannya kedalam kode huruf-huruf, kata-kata dan asosiasinya. Akhirnya akan dikeluarkan dalam bentuk bicara. Bakat bicara anak karena sistem otak diorganisasikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak memproses sebagai bahasa.
Anak mulai pandai berbicara, sejalan dengan perkembangannya memahami sesuatu. Biasanya anak mulai berbicara sendiri, kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk bertindak tanpa harus mengucapkannya. Dalam hal ini anak telah menginternalisasikan pembicaraan yang egocentris dalam bentuk berbicara sendiri menjadi pemikiran anak. Hal ini merupakan suatu transisi awal untuk dapat lebih berkomunikasi secara sosial.
Usia Kemampuan Bicara dan Bahasa 12-15
bulan
Membuat suara dari dari barang2 yang dipilihnya, Menyebut nama bagian tubuh,
Melakukan pembicaraan., 15-18
bulan
Bercerita tentang gambar di buku/majalah, Permainan telepon-teleponan,
Menyebut berbagai nama barang. 18-24
bulan
Melihat acara televisi,
Mengerjakan perintah sederhana, Bercerita tentang apa yang dilihatnya. 24-36
bulan
Menyebut nama lengkap anak, Bercerita tentang diri anak, Menyebut berbagi jenis pakaian. Menyatakan keadaan suatu benda.
36-48 bulan
Berbicara dengan anak, Bercerita mengenai dirinya, Bercerita melalui album foto,
Mengenal huruf besar menurut alfabet di koran/majalah.
48-60 bulan
Belajar mengingat-ingat, Mengenal huruf dan simbol, Mengenal angka,
Membaca majalah, Mengenal musim,
Mengumpulkan foto kegiatan keluarga, Mengenal dan mencintai buku,
Melengkapi dan menyelesaikan kalimat, Menceritakan masa kecil anak,
Membantu pekerjaan di dapur.
c) Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian
Dasar-dasar sosialisasi yang sudah diletakkan pada masa bayi, maka pada masa ini mulai berkembang. Dalam hal ini hubungan keluarga, orangtua-anak, antar saudara dan hubungan dengan sanak keluarga cukup berperan. Pengasuhan pada tahun pertama berpusat pada perawatan, berubah ke arah kegiatan-kegiatan seperti permainan, pembicaraan dan pemberian disiplin, akhirnya mengajak anak untuk menalar terhadap sesuatu. Pada masa ini sebagai masa bermain, anak mulai melibatkan teman sebayanya, melalui bermain, meski interaksi yang dibangun dalam permainan bukan bersifat sosial, namun sebagai kegiatan untuk menyenangkan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. Jenis permainan yang dilakukan bisa berbentuk konstruktif, permainan pura- pura, permainan sensori motorik, permainan sosial atau melibatkan orang
lain, games atau berkompetisi.
Usia Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian
12-15 bulan
Menirukan pekerjaan rumah tangga, Melepas pakaian,
Makan sendiri, Merawat mainan,
Pergi ke tempat-tempat umum. 15-18
bulan
Belajar memeluk dan mencium,
Bermain dengan teman sebaya, Permainan baru,
Bermain petak umpet.
18-24 bulan
Mengancingkan kancing baju,
Permainan yang memerlukan interkasi dengan teman bermain.
Membuat rumah-rumahan, Berpakaian,
Memisahkan diri dengan anak. 24-36
bulan
Melatih buang air kecil dan buang air besar di WC/kamar mandi.
Berdandan/memilih pakaian sendiri. Berpakaian sendiri.
36-48 bulan
Mengancingkan kancing tarik, Makan pakai sendok garpu, Membantu memasak,
Mencuci tangan dan kaki, Mengenal aturan/batasan.
48-60 bulan
Membentuk kemandirian dengan memberi kesempatan mengunjungi temannya tanpa ditemani.
Membuat atau menempel foto keluarga, Membuat mainan/boneka dari kertas. Menggambar orang,
Mengikuti aturan permainan/petunjuk, Bermain kreatif dengan teman-temannya, Bermain 'berjualan dan berbelanja di toko"
3. Masa Anak Pra Sekolah (usia 60-72 bulan atau 5-6 tahun);
Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil, aktivitas jasmani semakin bertambah dan meiningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa ini, anak mulai diperkenalkan dengan
lingkungan luar selain lingkungan dalam rumah, sehingga anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman bahkan anak banyak keluarga
menghabiskan waktunya bermain di luar rumah, seperti bermain di taman atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas bermain anak.
Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, oleh karenanya panca indera dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Proses belajar yang tepat bagi usia ini adalah dengan cara bermain.
Kemampuan yang dimiliki pada anak pra sekolah adalah sbb: Kemampuan Keterangan
Gerak kasar bermain bola dengan teman sebayanya naik sepeda, bermain sepatu roda.
Gerak halus
mengerti urutan kegiatan, berlatih mengingat-ingat,
membuat sesuatu dari tanah liat/lilin, bermain "berjualan",
belajar bertukang, memakai pali, gergaji dan paku, mengumpulkan benda-benda,
belajar memasak, mengenal kalender mengenal waktu,
menggambar dari berbagai sudut pandang, belajar mengukur.
Bicara dan bahasa
mengenal benda yang serupa dan berbeda, bermain tebak-tebakan,
berlatih mengingat-ingat,
menjawab pertanyaan "mengapa ?" menganal rambut/tanda lalu lintas, mengenal uang logam,
mengamati/meneliti keadaan sekitar. Bersosialisasi
dan
kemandirian.
Berkomunikasi dengan anak, Berteman dan bergaul,
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian bayi yaitu masa dimana usia bayi dimulai dari 0
–
12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perubahan fisik yang cepat disertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi ( Notoatmodjo, 2007 ).Pengertian balita yaitu anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun ( Muaris. H, 2006 ).Kemampuan motorik bayi dan balita meliputi kemampuan motorik halus dan kasar, dan perubahan pada bayi dan balita meliputi ukuran tubuh, tinggi tubuh, dan berat tubuh. Selain itu pada bayi dan balita yang tidak diperhatikan dengan benar tumbuh kembangnya maka akan menimbulkan gangguan
–
gangguan fisik maupun mental bayi dan balita.B. Saran
1. Tumbuh kembang harus menjadi perhatian bagi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat khususnya supaya anak Indonesia dapat mencapai kesehatan yang optimal.
2. Diharapkan kepada orangtua dan keluarga agar memberi makanan seimbang kepada bayi dan balita untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan.
DAFTAR PUSTAKA
Adriana, D. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Pada Anak. Jakarta: Salemba Medika
Feiby, D.A. (2001). Tahap Perkembangan Anak Bayi Hingga Pra Sekolah. Jakarta: Dian Rakyat
Hurlock, E. B. (2000). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga 1998.Tumbuh Kembang Anak. EGC, Jakarta.
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/116/jtptunimus-gdl-muksing2a2-5767-2- babii.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27110/4/Chapter%20II.pdf
MAKALAH
KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK
MULAI NEONATUS SAMPAI REMAJA
Disusun Oleh : 1. Beti Nurjanah 2. Eliny Dodi Purba 3. Imam Saputra 4. Wiwik Hidayati 5. Dedi Saputra
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang maha penyayang, shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,dan pengikutnya.kami bersyukur kepada Allah SWT,karena berkat limpahan taufik dan hidayah-Nya,kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Ucapan terimakasih kepada dosen yang telah membimbing kami sehingga penyusunan tugas ini dapat kami siapkan dengan baik.
Melalui tulisan ini, kami berharap semoga makalah tersusun dengan baik dan bermanfaat bagi individu maupun teman-teman semua.kami berterima kasih kepada teman-teman yang telah membantu membuat makalah ini dan semua pihak agar dapat memberikan saran dan masukannya demi kesempurnaan makalah.
Pringsewu, Februari 2018
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
KATA PENGANTAR ...ii
DAFTAR ISI ...iii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan masalah ...2
C. Tujuan ...2
BAB II PEMBAHASAN A. Defenisi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita ...3
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbang ...3
C. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan Anak ...4
D. Jenis
–
jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak ...6E. Gangguan tumbuh kembang anak ...7
F. Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak ...7
G. Tahap Perkembangan Anak Menurut Umur dan Aspek Kemampuan ...8
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ...18
B. Saran ...18