Market Brief: Jewelry
ITPC Los Angeles
2013
Daftar Isi
Kata Pengantar ……….………...………... 4
Peta Amerika Serikat ………...………... 5
Bab I. Pendahuluan ……….………...………….……… 6
1.1. Pemilihan Negara ……….…..……….………. 6
1.2. Pemilihan Produk ………...……….. 7
1.3. Profil Amerika Serikat ………..……….. 8
Bab II. Potensi Pasar Amerika Serikat ……….………….………….…….. 11
2.1. Ekspor Impor Jewelry Amerika Serikat – Dunia ………... 12
2.2. Potensi Pasar Ekspor Jewelry di Amerika Serikat ………...………. 15
2.3. Kebijakan Impor Jewelry di Negara Amerika Serikat ………...…………... 17
2.4. Pemasaran Produksi ………...…………...………...………...….. 18
Bab III. Peluang dan Strategi ……… ... 20
3.1. Peluang ……….………. 20
3.2. Strategi ………... 22
Bab IV. Informasi Penting ……….... 24
4.1. TPO dan atau Kedutaan Negara Amerika Serikat di Indonesia …..………...…… 24
4.2. Kamar Dagang Amerika Serikat .…………...………...………...…... 24
4.3. Daftar Pameran Jewelry di Amerika Serikat ..…………...………..………... 26
4.4. Perwakilan Indonesia di Amerika Serikat …...………...………... 28
4.5. Daftar Importir Jewelry di Amerika Serikat ... 30
Daftar Tabel dan Gambar
Tabel 1.1. Ekspor Jewelry ke Dunia Berdasarkan Negara Utama Tahun 2010-2012... 7 Tabel 2.1. Perkembangan Impor Jewelry Amerika Serikat Berdasarkan HS 71 .... 13 Tabel 2.2. Perkembangan Impor Jewelry ke AS Berdasarkan Negara Utama
Periode 2008-2012 ... 14 Tabel 3.1. Perkembangan Pengimpor Jewelry Dunia ... . 20 Gambar 2.1. Pangsa Pasar Negara Importer Jewelry di AS Tahun 2012 ... 15
Kata Pengantar
Market Brief merupakan kajian singkat yang memberikan gambaran kondisi dan
potensi pasar komoditi di Amerika Serikat (AS). Pada Market Brief kali ini edisi bulan Januari 2013 berjudul “Market Brief: Produk Jewelry Indonesia”. Adapun hasil kajian berikut dibuat berdasarkan berbagai data dari US Department of Commerce (DOC) AS, sekaligus berbagai institusi-institusi lainnya.
Di samping itu, Market Brief disusun untuk memberikan informasi terkini mengenai pasar suatu komoditi, peraturan impor di Negara akreditasi setempat, potensi pasar, negara pesaing, strategi penetrasi pasar, dan informasi penting lainnya. Sehingga
Market Brief diharapkan dapat menjadi informasi pendukung yang efektif dalam
meningkatkan keunggulan produk jewelry Indonesia untuk bersaing di pasar AS.
Akhir kata, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles berharap kiranya informasi berikut dapat bermanfaat bagi pemerintah selaku pembuat kebijakan, berikut para pelaku usaha dalam menentukan strategi ekspor produk jewelry ke AS.
Bab I. Pendahuluan
1.1. Pemilihan Negara
Sebagai mitra dagang strategis, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat ketiga setelah Cina dan Jepang dalam peringkat ekspor nonmigas Indonesia. Hal ini didukung oleh data US Department of Commerce (DOC) AS, dimana Indonesia menduduki urutan ke-34 sebagai negara terbesar tujuan ekspor AS, dengan jumlah nominal sebesar US$ 8,01 milyar (2012), naik 8,10% (US$ 7,4 milyar) dari tahun 2011. Di samping itu, Indonesia menduduki urutan ke-27 sebagai negara terbesar pengekspor barang ke AS, dengan jumlah nominal sebesar US$ 26,01 milyar (2012), turun 1,94% (US$ 26,52 milyar) dari tahun 2011.
Berdasarkan data tersebut, Indonesia berhasil mensuplai berbagai komoditi utama, seperti tekstil, karet, mesin, dan minyak bumi. Dari sekian banyak komoditi Indonesia yang diekspor ke AS, 10 komoditi utama adalah (berdasarkan HS 2 digit): Knit Apparel (US$ 2,8 milyar), Rubber (US$ 2,7 milyar), Woven Apparel (US$ 2,1 milyar), Electrical
Machinery (US$ 1,6 milyar), Footwear (US$ 940 juta), Fish And Seafood (US$ 901,9
juta), Machinery (US$ 680,5 juta), Spices,Coffee And Tea (US$ 651,4 juta), Jewelry And
Bedding (US$ 649,8 juta), dan Prepared Meat,Fish, (US$ 372,2 juta).
Sedangkan 10 komoditi utama AS yang dieskpor ke Indonesia adalah (berdasarkan HS 2 digit): Aircraft, Spacecraft (US$ 1,4 milyar), Misc Grain,Seed,Fruit (US$ 1,02 milyar), Machinery (US$ 1 milyar), Food Waste; Animal Feed (US$ 398,3 juta), Electrical Machinery (US$ 363,7 juta), Cereals (US$ 242,2 juta), Plastic (US$
230,2 juta), Iron And Steel (US$ 212,5 juta), Cotton and Yarn,Fabric (US$ 194,1 juta),
Optic,Nt and Med Instrument (US$ 190,2).
1.2. Pemilihan Produk
Latar belakang ITPC Los Angeles memilih produk jewelry dalam pembahasan Market Brief Edisi Januari 2013 adalah ITPC Los Angeles bermaksud untuk berfokus kepada produk aksesroris pakaian, dimana berdasarkan data ITC, (Tabel 1.1) negara pengekspor jewelry ke dunia pada tahun 2012, kedudukan Indonesia sebagai negara pengekspor jewelry pada peringkat ke-7 di dunia.
Tabel 1.1 Ekspor Jewelry ke Dunia Berdasarkan Negara Utama Tahun 2010-2012
No Exporter 2010 2011 2012
World 37,682,763 43,674,133 44,175,022
1. China 5,787,285 7,365,774 8,079,528
2. Germany 4,418,668 5,086,518 4,727,275
3. United States of America 2,818,200 3,155,700 3,326,795
4. Italy 2,963,696 3,246,912 3,250,926 5. Japan 2,250,464 2,614,395 2,480,885 6. Spain 1,472,079 1,662,128 1,583,614 7. Turkey 1,028,158 1,119,878 1,224,146 8. France 1,114,467 1,288,703 1,220,363 9. Belgium 1,228,679 1,346,103 1,167,914 10. India 987,172 1,017,412 1,129,463 21. Malaysia (21) 289,796 383,050 503,172 24. Thailand (24) 330,418 360,020 374,594 36. Viet Nam (36) 147,570 182,617 187,031 38. Indonesia (38) 137,898 173,217 149,584 39. Singapore (39) 100,811 117,823 141,317
Dapat dilihat bahwa ekspor Indonesia sebesar US$ 149.5 juta pada tahun 2012, dan jumlah ekspor tersebut selama periode 5 tahun di tahun 2008-2012 mengalami fluktuasi. Tahun 2009 dan 2012 mengalami penurunan, namun tahun 2010 dan 2011 mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan melebihi angka ekspor tahun 2008.
1.3. Profil Amerika Serikat
1.3.a. Geografi
AS terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara AS terbentang dari Samudera Atlantik di pesisir timur hingga Samudera Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritori lainnya (Wikipedia).
1.3.b. Pemerintahan
AS terbentuk pada tahun 1787 dan terdiri dari 50 negara bagian. AS merupakan sebuah negara Republik Federal yang menganut sistem pemerintahan Presidensil dimana Presiden berperan sebagai badan esksekutif dan Kongres berperan sebagai badan
legislatif. Sedangkan Majelis Tinggi ada di tangan Senate dan Majelis Rendah berada di tangan House of representative (Dewan Perwakilan Rakyat).
Di AS terdapat pemisahan kekuasaan yang tegas antara Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Pemisahaan ini terdiri dari pemisahan bagian pelaksana maupun fungsi serta kekuasaan dari badan-badan tersebut yang membatasai satu sama lain dengan menggunakan asas checks and balances yang berarti saling mengawasi untuk menjaga keseimbangan). Sedangkan keadilan ditegakkan melalui Badan Yudikatif atau Mahkamah Agung (Supreme Court) yang bebas dari pengaruh badan Legislatif dan Eksekutif serta menjamin hak-hak kebebasan dan kemerdekaan individu serta menjamin tegaknya hukum (Carapedia).
1.3.c. Demografi
Jumlah penduduk di AS kini sebanyak lebih dari 308 juta jiwa setelah mengalami pertambahan hampir 10 persen sejak satu dekade lampau. Demikian hasil sensus yang diumumkan Biro Sensus AS, Selasa 21 Desember 2010, dan dikutip kantor berita
Associated Press (AP). Menurut hasil sensus, jumlah populasi di AS per 1 April 2010
sebanyak 308.745.538 jiwa. Jumlah itu menandakan pertambahan penduduk sebanyak 9,7 persen dari data sepuluh tahun lalu, yaitu sebanyak 281,4 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk tiap sepuluh tahun ini merupakan yang terendah sejak Era Depresi Besar di akhir dekade 1920-an. Jumlah penduduk AS dari 1990 hingga 2000 meningkat 13,2 persen (VIVAnews).
1.3.d. Ekonomi
AS menjalankan sistem ekonomi kapitalis. Pertumbuhan ekonomi negara ini kokoh di permukaannya, pengangguran dan inflasi rendah, dan defisit perdagangan yang rendah.Ekonomi AS ialah salah satu yang terpenting di dunia. Banyak negara telah menjadikan dolar AS sebagai tolok ukur mata uangnya.Bursa saham AS dipandang sebagai indikator ekonomi dunia.
Negara ini memiliki banyak sumber daya mineral, seperti emas, minyak, batu bara dan endapan uranium. Pertanian membuat negara ini berada di antara produsen utama, di antara lainnya, jagung, gandum, gula dan tembakau.AS memproduksi mobil, pesawat terbang dan benda elektronik (Wikipedia).
Bab II. Potensi Pasar Amerika Serikat
Setelah beberapa tahun mengalami penurunan selama resesi, industri Manufaktur Perhiasan diantisipasi untuk melanjutkan pemulihan yang lambat yang dimulai pada tahun 2010. Pendapatan industri diperkirakan akan meningkat 6,2% dengan total sekitar US$ 8,9 milyar selama 2012, karena tingkat belanja konsumen yang membaik dengan meningkatnya keyakinan baru dalam perekonomian dan pendapatan yang lebih tinggi. Namun, karena permintaan yang rendah dalam lima tahun terakhir karena resesi besar, terutama untuk barang-barang mewah seperti perhiasan, pendapatan industri diperkirakan menurun pada tingkat tahunan sebesar 3,1% selama lima tahun sampai 2012.
Tingginya harga bahan masukan dan penetrasi impor yang terus meningkat juga mempengaruhi pemain industri selama lima tahun terakhir. Selama resesi, banyak investor berbondong-bondong membeli emas dan perak sebagai investasi komoditas aman, menyebabkan harga logam untuk melonjak. Meningkatnya persaingan tersebut telah menempatkan tekanan harga yang signifikan pada produsen AS.
Meskipun kepercayaan konsumen meningkat, perseteruan dengan harga impor diantisipasi akan membatasi pertumbuhan industri. Selama lima tahun sampai 2017, industri ini diperkirakan akan menurun secara keseluruhan, dengan pendapatan jatuh pada tingkat rata-rata 0,9% per tahun untuk akhirnya menetap di sekitar US$ 8,5 milyar.
2.1.Ekspor dan Impor Jewelry Amerika Serikat – Dunia
Perdagangan internasional merupakan bagian penting dari industri ini. Ekspor menyumbang lebih dari 100% dari pendapatan dalam negeri karena re-ekspor. Sebuah produsen domestik dapat memulai pembuatan suatu perhiasan dan kemudian mengirimkannya ke luar negeri untuk diselesaikan, setelah itu diimpor kembali ke produsen AS. Para produsen AS kemudian memiliki pilihan untuk menjual bagian akhir ke pasar domestik atau internasional. Pada akhrinya, potongan jumlah perhiasan yang di ekspor dua kali tetapi hanya dianggap sebagai bagian dari pendapatan industri pada tahap akhir.
Impor juga membuat lebih dari 100% dari permintaan domestik karena biaya yang relatif rendah. Karena impor dihitung hanya pada tingkat manufaktur (tetapi digunakan di seluruh rantai pasokan), nilai mereka lebih tinggi dari permintaan domestik industri. Banyak importir yang langsung pergi ke penjual grosir atau pengecer, di mana nilai akhir mereka direalisasikan. Titik harga rendah perhiasan yang diimpor adalah hal yang menarik bagi pembeli dalam negeri, dan dengan sentimen konsumen yang terus tumbuh, permintaan domestik untuk perhiasan pasti akan meningkat.
Ekspor perhiasan mengalami penurunan tajam pada tahun 2009 karena krisis ekonomi yang melanda sebagian besar dunia. Selama lima tahun terakhir, penurunan nilai keseluruhan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama telah membuat produk AS lebih terjangkau di pasar internasional, tapi bahkan keterjangkauan perhiasan AS gagal mempertahankan permintaan dari pasar luar negeri sebelum tahun 2009. Kelemahan berkelanjutan dolar menjadi pertanda baik bagi produsen perhiasan dalam negeri, karena
produk mereka akan menemukan pasar untuk sedikit mengimbangi pendapatan dalam negeri yang jatuh.
Tabel 2.1 Perkembangan Impor Jewelry Amerika Serikat Berdasarkan HS 71 Periode: 2008 – 2012
(Dalam juta US$)
NO HS Country/Description Jan-Des (Nilai : Juta US$) Share Change Trend 2008 2009 2010 2011 2012 2012(%) 12/11(%) 08-12(%)
71 Precious Stones,Metals 49,530.12 38,717.82 53,630.77 69,165.44 64,471.81 100.00 -6.79 11.71 1 7102 Diamonds 19,798.80 12,761.37 18,638.21 22,354.71 20,234.14 31.38 -9.49 6.23 2 7108 Gold 5,633.64 8,201.66 11,759.10 15,333.50 16,259.25 25.22 6.04 31.59 3 7113 Jewelry With Prec Met 6,850.33 5,492.54 6,436.77 7,221.23 6,953.28 10.78 -3.71 3.08 4 7106 Silver 3,001.61 2,138.10 4,381.45 8,574.51 6,670.74 10.35 -22.20 34.80 5 7110 Platinum 7,113.57 2,980.90 4,145.14 5,552.79 4,374.00 6.78 -21.23 (3.45) 6 7112 Waste+Scrap Prec Metl 1,758.14 1,313.88 1,731.75 2,407.48 3,097.26 4.80 28.65 18.98 7 7117 Imitation Jewelry 1,409.40 1,389.13 1,729.02 1,815.10 1,991.54 3.09 9.72 10.06 8 7118 Coin 1,201.43 1,726.91 1,650.16 2,443.43 1,846.28 2.86 -24.44 12.82 9 7103 Oth Stones,Not Strung 975.58 654.14 827.59 996.43 1,122.56 1.74 12.66 7.27 10 7115 Ot Artcle W Prec Metl 835.69 1,403.29 1,402.88 1,505.50 945.68 1.47 -37.18 3.23 11 7116 Article Wt Pearl,Stne 471.78 361.75 480.61 511.46 566.02 0.88 10.67 7.36 12 7101 Pearls 297.33 178.25 272.05 240.42 219.12 0.34 -8.86 (3.07) 13 7105 Dust And Powder 78.94 42.92 92.12 103.20 85.26 0.13 -17.38 10.87 14 7104 Synthetic,Nt Strung 53.00 42.33 45.93 62.78 61.27 0.10 -2.40 7.08 15 7114 Gold,Silversmth Artcl 47.64 28.96 35.33 38.02 39.79 0.06 4.64 (0.87) 16 7107 Base Metals Wt Silver 1.52 1.02 1.53 2.66 2.88 0.00 8.38 25.03 17 7111 Base Metals With Plat 1.54 0.63 0.95 2.07 2.26 0.00 9.02 21.50 18 7109 Base Metal With Gold 0.20 0.05 0.19 0.17 0.46 0.00 171.75 33.70
Tabel 2.1 menampilkan kegiatan impor AS dari dunia selama lima tahun terakhir (2008-2012). Pada periode tersebut terlihat pertumbuhan impor AS dari dunia dari dengan nilai di tahun 2008 sebesar US$ 49,5 juta hingga pada tahun 2012 mencapai US$ 64,5 juta. Apabila kita telusuri, pasar jewelry di AS terus mengalami peningkatan. Pada tabel 2.1 terlihat bahwa terjadi penurunan pada periode 2008-2009 yang dipengaruhi oleh krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2007. Dampak krisis keuangan yang terjadi di
AS pada tahun 2007 juga dirasakan pada jumlah impor jewelry AS. Pada periode 2008 - 2009, jumlah jewelry impor AS mengalami penurunan drastis lebih dari 20%. Namun terjadi peningkatan ditahun berikutnya (2009 – 2012) hingga mencapai sekitar 70%.
Setelah menganalisa kegiatan ekspor dan impor jewelry AS terhadap dunia selama tahun 2008-2011, dapat disimpulkan bahwa perdagangan jewelry AS terus meningkat.
Tabel 2.2 Perkembangan Impor Jewelry ke AS Berdasarkan Negara Utama Periode 2008-2012
Rank Country Jan-Des (Nilai : Juta US$) Share Change Trend 2008 2009 2010 2011 2012 2012(%) 12/11(%) 12(%) -- World -- 49,530.1 38,717.8 53,630.8 69,165.4 64,471.8 100.00 -6.79 11.71 1 Mexico 3,094.0 4,592.7 6,530.4 9,772.4 9,633.9 14.94 -1.42 35.35 2 Israel 9,604.2 5,702.3 7,883.5 9,346.1 8,376.7 12.99 -10.37 2.23 3 India 5,600.3 4,558.7 6,855.1 8,012.7 7,161.0 11.11 -10.63 11.13 4 Canada 4,509.0 3,978.3 7,349.6 8,114.9 6,522.6 10.12 -19.62 15.62 5 Belgium 3,662.5 2,425.5 3,211.4 3,989.6 3,733.7 5.79 -6.41 5.51 6 China 2,705.3 2,272.7 2,905.2 3,309.2 3,601.6 5.59 8.83 9.94 7 Colombia 735.2 1,211.7 1,646.6 2,248.5 3,185.2 4.94 41.66 42.63 8 South Africa 4,163.0 2,193.8 3,479.7 3,606.0 2,791.9 4.33 -22.58 -2.98 9 Peru 978.4 850.1 562.9 1,046.7 1,657.7 2.57 58.38 13.46 10 Switzerland- 1,119.6 1,247.4 1,377.0 2,038.5 1,582.6 2.45 -22.36 12.56 11 Thailand 1,196.8 878.7 1,186.7 1,369.6 1,369.0 2.12 -0.05 7.39 36 Singapore 43.2 34.4 62.8 184.0 160.6 0.25 -12.71 53.79 37 Indonesia 158.0 141.5 174.9 147.2 153.1 0.24 4.00 -0.24 40 Vietnam 24.4 43.1 48.3 62.5 107.0 0.17 71.14 39.44 58 Philippines 37.2 22.0 21.4 25.7 37.2 0.06 44.69 1.54 63 Malaysia 19.9 11.4 15.5 31.5 24.0 0.04 -23.93 14.92 80 Laos 0.3 1.1 3.0 4.9 5.4 0.01 10.57 108.01 106 Cambodia 0.8 0.7 0.4 0.5 0.8 0.00 55.82 -4.31 169 Brunei Darussalam 0.5 - - 8.7 0.0 0.00 -99.94 - 230 Myanmar - - - 0.00 - -
Gambar 2.1 memberikan visualisasi mengenai pangsa pasar Negara importer jewelry di AS pada tahun 2011 dalam pie chart. Terlihat bahwa Meixco mendominasi hampir pasar jewelry AS sebesar 15%. Dari chart juga dapat dilihat bahwa Indonesia mempunyai pangsa sebesar 0.24%, dimana angka tersebut cukup kecil dibandingkan dengan Mexico.
Gambar 2.1. Pangsa Pasar Negara Importer Jewelry di AS Tahun 2012
2.2 Potensi Pasar Ekspor Jewelry di Amerika Serikat
Industri Manufaktur Perhiasan telah melewati kondisi yang sulit selama lima tahun terakhir. Karena pengeluaran untuk perhiasan sangat kecil, penurunan dalam sentimen konsumen dan disposable income selama resesi menyebabkan penurunan tajam dalam permintaan untuk barang-barang industri hilir. Selain itu, meningkatnya persaingan dari impor dan harga input yang tinggi mendorong maju penjualan domestik dan menempatkan tekanan pada margin keuntungan. Mengingat kondisi operasi yang merugikan, pendapatan diperkirakan menurun pada tingkat tahunan sebesar 3,1% selama lima tahun sampai 2012. Untungnya bagi industri perhiasan, pemulihan pendapatan per
kapita diperkirakan akan lancar, dan melalui saluran ini diharapkan akan memacu kenaikan sebesar 6,2%, yang akan membawa pendapatan yang diperkirakan sebesar US$ 8,9 milyar pada tahun 2012.
Pangsa pasar mengacu pada persentase dari pendapatan perusahaan tunggal yang memproduksi perusahaan di Amerika Serikat dan tidak termasuk pendapatan AS dari perhiasan diproduksi di pabrik-pabrik di luar negeri. Dengan demikian, perkiraan IBISWorld perusahaan yang dimaksudkan adalah Tiffany, perusahaan industri terbesar, menyumbang sekitar seperempat dari pendapatan industri, menunjukkan rendahnya tingkat konsentrasi industri. Meski demikian, tingkat konsentrasi masih rendah sebagai perusahaan AS yang mengalihkan manufaktur lepas pantai dan menfokuskan operasi lokal pada distribusi dan pemasaran.
Industri Manufaktur Perhiasan ditandai oleh sejumlah besar operator kecil. Sebagai hasil dari konsentrasi rendah, industri ini memiliki harga yang kompetitif, dan perusahaan lokal bersaing dengan harga rendah impor Asia. Menurut data dari Survei Biro Sensus Amerika Serikat tentang Bisnis AS, perusahaan kecil mendominasi industri ini. Hampir 80,0% dari operator mempekerjakan kurang dari 10 orang, dan hanya satu yang mempekerjakan lebih dari 1000 orang. Konsentrasi saham pasar diperkirakan akan meningkat karena jumlah perusahaan terus berkurang akibat persaingan eksternal dan konsolidasi yang sedang berlangsung. Perusahaan yang lebih lemah terus berjuang dengan kompetisi di luar negeri dan kekuatan harga dari perusahaan-perusahaan AS terbesar, mereka akan menjadi target akuisisi untuk pemain besar yang ingin memperluas geografis distribusi dan kemampuan pemasaran.
2.3. Kebijakan Impor Jewelry di Amerika Serikat
Perusahaan harus tunduk pada hukum federal, negara bagian dan lingkungan lokal yang mencakup kesehatan dan peraturan yang memberlakukan standar tempat kerja dan membatasi pembuangan polutan ke lingkungan. Hukum dibentuk untuk mengatur standar penanganan, generasi, emisi, rilis, debit, pengobatan, penyimpanan dan pembuangan bahan-bahan tertentu seperti zat dan limbah. Fasilitas dalam industri ini tunduk pada undang-undang lingkungan yang luas dan peraturan yang mempengaruhi pembuangan limbah. FinCEN memaksa industri untuk memenuhi kegiatan pencucian uang. Ini termasuk kebijakan menggabungkan, prosedur, dan pengendalian internal berdasarkan penilaian pencucian uang dan pendanaan teroris risiko yang terkait dengan bidang usaha, penetapan petugas yang berkompeten, memberikan pendidikan dan pelatihan personil dan pengujian independen untuk memantau dan menjaga program yang memadai.
Terlepas dari ini, Diamond Clean Trade Act dirancang untuk melarang impor "berlian konflik", penambang di negara-negara Afrika yang membantu untuk mendanai pelanggaran hak asasi manusia. Undang-undang ini disahkan di Kongres pada tanggal 10 April 2003. Perusahaan dalam kelompok industri diwajibkan untuk mematuhi undang-undang lingkungan dan peraturan, seperti The Clean Air Act. Komisi Pengaturan Nuklir Amerika telah membentuk peraturan yang mengatur pengoperasian reaktor nuklir dan penyimpanan bahan radioaktif. Hal ini menyangkut reaktor nuklir yang digunakan untuk memproses batu topaz. Impor ke Amerika Serikat (AS) dipengaruhi oleh bea masuk, kuota dan tarif yang dikumpulkan oleh Dinas Bea Cukai AS. Perusahaan juga harus
tunduk pada peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, upah, lembur dan undang-undang ketenagakerjaan lainnya.
Tingkat diferensiasi produk antara pemain di industri ini bervariasi. Pemain besar unggul dari skala ekonomi dan mampu menawarkan konsumen barang dagangan yang lebih bervareasi. Keterampilan teknis yang tinggi diperlukan untuk menyediakan produk yang berbeda. Praeksistensi jaringan distribusi antara operator dan pemasok mungkin dalam beberapa kasus dipandang sebagai penghalang untuk masuk. Operator yang ada memanfaatkan hubungan yang telah mereka bangun dengan pemasok selama periode waktu yang lama.
Demikian juga, beberapa produsen menmanfaatkan pengaturan kontrak dengan pemasok sumber utama, yang dapat membuat barrier to entry bagi perusahaan potensial. Produsen semakin memperketat nilai pembelian mereka karena volatilitas di logam mulia dan harga batu. Juga, merek dagang tertentu dan hak cipta bisa eksis yang meliputi desain produk tertentu. Membangun merek yang menghasilkan pembelian berulang bisa sangat mahal. Banyak perusahaan di industri ini telah menghabiskan uang yang cukup besar untuk membangun nama mereka. Sebuah merek terkenal dapat mempertahankan margin tinggi dan lebih menguntungkan bagi perusahaan.
2.4. Pemasaran Produksi
Industri Manufaktur Perhiasan terutama melayani pasar grosir perhiasan industri, yang ditandai dengan persaingan yang ketat. Banyak pengecer semakin terlibat di bypass grosir, dalam rangka untuk menghemat biaya atas kenaikan harga logam mulia dan batu.
Produsen, juga, yang menggabungkan banyak aktivitas grosir dalam operasi mereka sendiri sehingga mereka bisa mendapatkan margin yang lebih tinggi pada produk mereka dengan memotong perantara. Peningkatan efisiensi dalam sistem transportasi dan komputerisasi telah membuat hal ini mungkin selama 10 tahun terakhir. Sementara pasar grosir telah menyusut selama lima tahun terakhir, pedagang grosir tetap menjadi pembeli yang dominan bagi produsen perhiasan.
Produsen perhiasan juga menjual produknya ke pengecer. Karena bahan masukan menjadi lebih mahal, pengecer memilih untuk membeli langsung dari produsen dalam rangka untuk memotong biaya dengan menggabungkan grosir. Produsen perhiasan, dengan demikian, mengambil peningkatan jumlah grosir kegiatan dalam operasi rutin mereka dan mengambil gerai ritel lebih sebagai pembeli. Sementara sektor ritel telah berjuang dengan kompetisi yang ketat selama lima tahun terakhir, hal itu telah menjadi segmen pasar yang berkembang untuk industri Manufaktur Jewelry. IBISWorld dapat menyimpulkan bahwa pengecer telah meningkat sebagai pasar yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir.
Bab III. Peluang dan Strategi
3.1 Peluang
Tabel 3.1. Perkembangan Pengimpor Jewelry Dunia
Setelah mengalami masa suram dalam beberapa tahun selama resesi dari tahun 2010, industri manufaktur perhiasan AS diperkirakan terus mengalami pemulihan yang lambat. Pendapatan indusri ini diperkirakan akan meningkat 6,2% dan total sekitar US$ 8,9 milyar selama tahun perbelanjaan 2012, karena tingkat perbelanjaan konsumen
tinggi. Namun, karena permintaan yang tetap rendah dalam lima tahun terakhir karena resesi, terutama untuk barang-barang mewah seperti perhiasan, pendapatan diperkirakan menurun pada tingkat tahunan sebesar 3,1% selama 5 tahun sampai dengan tahun 2012.
Tingginya harga bahan masukan dan mengingkatnya penetrasi impor juga telah mempengaruhi pelaku industri dalam 5 tahun terakhir. Selama resesi banyak investor berbondong-bondong beralih ke emas dan perak sebagai investasi yang aman, menyebabkan harga emas dan perak melejit tinggi. Tingginya harga input secara signifikan mempengaruhi marjin keuntungan produsen perhiasan karena rendahnya permintaan untuk perhiasan tergantung kemampuan operator untuk menyampaikan penambahan biaya.
Selain manufaktur, naiknya kemampuan produsen di Asia telah menyebabkan meningkatnya produksi luar negeri. Karena negara-negara di Asia memiliki upah tenaga kerja dan biaya produksi yang relatif jauh lebih rendah. Negara-negara Asia menawarkan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan produk AS, dan akhirnya dapat mengikis industri penjualan. Meningkatnya persaingan ini telah memberikan tekanan harga yang sangat signifikan kepada produsen AS. Untuk mempertahankan permintaan di industri kontraktor, industri telah dipaksa untuk mengurangi biaya-biaya dan menurunkan keuntungan.
Dengan marjin yang jatuh, pemain industri terpaksa memilih untuk bergabung, berkonsolidasi atau keluar dari industri ini. Industri ini diproyeksikan akan mengalami sedikit pertumbuhan selagi kondisi ekonomi terus membaik. Selagi konsumen mendapatkan kembali kemananan dalam pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi, permintaan akan perhiasan akan juga kembali tumbuh. Sekalipun adanya kepercayaan
baru konsumen, perang harga dengan produk impor akan membatasi pertumbuhan industri ini. Selama 5 tahun sampai tahun 2017, industri ini diperkirakan akan menurun secara keseluruhan dengan pendapatan yang jatuh pada tingkat rata-rata 0,9% per tahun untuk akhirnya menetap pada US$ 8,5 milyar.
3.2 Strategi
Untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar jewelry Indonesia dengan negara pesaing lainnya, maka pemerintah dan pengusaha jewelry hendaknya dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Peningkatan mutu
Peningkatan mutu dari jewelry Indonesia tidak terbatas dari sekedar mutu dan kualitas dari jewelry tersebut, melainkan lebih cenderung untuk menindak-lanjuti setiap transaksi-transaksi yang sedang berjalan. Hal ini merupakan tindakan krusial yang harus tetap dijaga dalam meningkatkan citra produk jewelry Indonesia di mata perdagangan internasional.
Dalam industri jewelry, keunggulan design dan rancangan sangat berperan besar dalam menangkap pasar jewelry dunia. Masing-masing Negara penghasil jewelry telah memiliki keunggulan dan juga ciri khas pada produk jewelry mereka. Italia dengan design yang advance dan berkualitas tinggi, China dengan produk jewelry yang murah dan bisa dimiliki oleh banyak lapisan, dan sebagainya.
Produk jewelry Indonesia sudah terkenal dengan keahlian seni ukiran dan kecermatan pembuatannya, sehingga perlu untuk terus menjaga kualitas tersebut, dengan diiringi oleh bentuk rancangan yang dapat diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Industri jewelry di Indonesia perlu untuk terus dipacu menghasilkan rancangan jewelry yang baru dengan terus membekali ilmu rancangan jewelry melalui media-media yang ada. Selain itu, pemerintah dapat memberikan perlombaan-perlombaan rancangan jewelry yang semoga dapat merangsang para perancang jewelry muda dan berbakat untuk bisa menghasilkan rancangan produk jewelry baru.
b. Partisipasi Aktif
Proaktif turut serta dalam mengikuti konvensi-konvensi perdagangan dunia dan juga pameran produk jewelry berkelas internasional. Selain untuk mendapatkan pembeli, mengikuti konvensi dan pameran internasional merupakan sebuah cara terbaik dalam menyebarluaskan produk jewelry Indonesia. Di samping itu, hal ini merupakan sebuah cara terbaik untuk memantau persaingan dan pergerakan jewelry dunia.
Bab IV. Informasi Penting
4.1. Kedutaan Negara Amerika Serikat di Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Duta Besar : Scot Marciel
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3 - 5 Jakarta 10110, Indonesia
Phone: (+62)(21) 3435-9000 Fax: (+62)(21) 386-2259
Website: http://jakarta.usembassy.gov/
4.2. Kamar Dagang Amerika Serikat
Kamar dagang AS bertujuan untuk membangun sebuah komunitas bagi pebisnis sehingga suara dan kebutuhan mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat yang berada di Washington, D.C. Kamar dagang AS pada dasarnya dibagi ke dalam 3 kategori: kantor pusat (Washington, D.C.), kantor regional, dan kantor negara bagian serta lokal. Berikut merupakan kamar dagang AS berdasarkan kantor regional:
1. Great Lakes Region
• Ben Taylor, Director
• 300 South Wacker Dr. STE 1600, Chicago, IL 60606 • P: (312) 983-7113 F: (312) 386-7822
• Illinois, Indiana, Kentucky, Michigan, Ohio, Pennsylvania 2. Northwest Region
• 3400 188th Street SW, Suite 403, Lynnwood, WA 98037 • P: (425) 774-8094 F: (425) 778-8341
• Alaska, Idaho, Montana, Oregon, Washington, Wyoming 3. Western Region
• Dick Castner, Executive Director
• 21243 Ventura Blvd. Suite 135, Woodland Hills, CA 91364 • P: (818) 884-0702 F: (818) 884-2511
• Arizona, California, Hawaii, Nevada, Utah 4. Southwest & South Central
• John Gonzales, Senior Manager
• 222 W Las Colinas Blvd, Suite 1560, Irving, TX 75039 • P: (972) 387-1099 ex 4252 F: (972) 409-0453
• Arkansas, Colorado, Kansas, Louisiana, Missouri, New Mexico, Oklahoma, Texas
5. Southeastern Region
• Moore Hallmark, Executive Director
• 501 Village Trance, NE, Building 9A – STE 201, Marietta, GA 30067 • P: (770) 951-8864 F: (770) 956-1216
• Alabama, Florida, Georgia, N Carolina, S Carolina, Tennessee, Virginia, Mississippi
6. Eastern Region
• Geoffrey O’Hara , Executive Director
• One Davol Square, Suite 310, Providence, RI 02903 • P: (401) 831-8885 F: (401) 831-1711
• Connecticut, Delaware, Maine, Maryland, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, New York, Rhode Island, Vermont, West Virginia
7. Midwest Region
• Doug Loon, Vice President
• 11010 Prairie Lakes Drive, Suite 125, Eden Prairie, MN 55344 • Cell: (612) 840-6953
4.3. Daftar Pameran Jewelry di Amerika Serikat
Tucson Gem and Mineral Show
Pameran perhiasan Tucson Gem and Mineral Show ini dilaksanakan di kota Tucson, Negara Bagian Arizona (AZ), pada tanggal 14-17 Februari 2013. Pameran ini Ini telah menetapkan standar untuk permata dan produk mineral di seluruh dunia, dan sekarang menjadi pameran permata terbesar dan mineral di AS. Pameran ini terbuka untuk umum dan menghadirkan retailer saja. Menurut pihak penyelenggara, hasil pameran ini akan memberikan nilai ekonomi bagi kota Tucson dan digunakan untuk mendukung pengetahuan mineral dan apresiasi. Website pameran ini adalah www.tgms.org.
The Smart Jewelry Show Chicago
Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 13-15 April 2013 di kota Chicago, Negara Bagian Illinois (IL). Pameran The Smart Jewelry Show adalah pameran yang memadukan acara pertunjukan perhiasan dan konferensi industri, serta perpaduan pameran dagang yang ramai dikunjungi dengan dan program pendidikan perhiasan kelas dunia. Para peserta mendapatkan kesempatan bertemu dengan pelaku industri, pengusaha partai besar, dan mendapatkan program pendidikan industri perhiasan. Website pameran ini adalah www.smartjewelryshow.com.
JCK Las Vegas Las Vegas
Pameran JCK ini diselenggarakan di kota Las Vegas, Negara Bagian Nevada (NV), pada tanggal 31 Mei – 3 Juni 2013. JCK Las Vegas adalah pameran perhiasan terkemuka di
Amerika Utara yang terbuka untuk semua profesional perhiasan. Setiap tahun, pameran mempertemukan para desainer domestik dan internasional untuk menampilkan desgin terbaru dan produk yang sedang trend. Website dari pameran ini adalah
www.lasvegas.jckonline.com.
JA New York New York
Pameran JA New York di diselenggarakan dua kali dalam setahun yakni pada musim dingin dan pada musim panas. Untuk pameran pada musim dingin (winter), diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2013, sedangkan untuk musim panas (summer) adalah pada tanggal 28 – 30 Juli 2013, di kota New York, di Negara Bagian New York (NY). Pameran ini menghadirkan sekitar 9.500 profesional terkemuka dan pembeli lebih dari 30 negara. Tercatat lebih dari 725 perusahaan berpartisipasi pada pameran ini. Website dari pameran ini adalah www.nationaljeweler.com.
Jewelers International Showcase‐International Jewelry Show
Pameran yang diselenggarakan di kota Miami, Negara Bagian Florida (FL) ini diselenggarakan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun yakni pada tanggal 11-13 Januari 2013, 29-31 Maret 2013, dan 3-6 Oktober 2013. Pameran ini setiap tahunnya sukses menghadirkan pembeli yang meningkat rata-rata 10% setiap tahunnya. Dilaporkan bahwa pada hari pembukaan dihadir oleh banyak pembeli yang memadati pameran. Website dari pameran ini adalah www.jisshow.com.
4.4. Perwakilan Indonesia di Amerika Serikat Kedutaan / Konsulat di Amerika Serikat
Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
Ambassador : H.E. Mr. Dr. Desra Percaya.
Address : 325 East 38th Street, New York, NY 10016, United States of America
Phone : (1- 212) 972-8333
Fax : (1-212) 972-9780
Email : [email protected] Website : http://newyork-un.kemlu.go.id
Embassy of the Republic of Indonesia in Washington D.C. Ambassador : H. E. Mr. Dr. Dino Patti Djalal, M.A.
Address : 2020 Massachusetts Avenue, N.W. Washington D.C. 20036, United States of America Phone : (1-202) 775-5200
Fax : (1-202) 775-5365
Email : [email protected]
Website : http://www.embassyofindonesia.org / washington.kemlu.go.id (new)
Consulate General of the Republic of Indonesia in Houston
Consul General : H.E. Mr. Al Busyra Basnur
Address : 10900 Richmond Avenue, Houston, Texas 77042, United States of America Phone : (1-713) 785-1691
Fax : (1-713) 780-9644 Email : [email protected]
Website : http://houston.kemlu.go.id/ www.indonesiahouston.net.
Consulate General of the Republic of Indonesia in Los Angeles
Consul General : H.E. Mr. Hadi Martono
Address : 3457 Wilshire Boulevard, Los Angeles, C.A. 90010, United States of America Phone : (1-213) 383-5126
Fax : (1-213) 487-3971 Email : [email protected]
Website : http://losangeles.kemlu.go.id (new)
Consulate General of the Republic of Indonesia in New York
Consul General : H.E. Mr. Ghafur Akbar Darma Putra
Address : 5, East 68th Street, New York, NY 10065 USA, United States of America Phone : (1-212) 879-0600 to 15
Fax : (1-212) 570-6206
Email : [email protected] Website : http://newyork.kemlu.go.id
Consulate General of the Republic of Indonesia in San Fransisco
Consul General : Mr. Asianto Sinambela, S.H., L.L.M
Address : 1111 Columbus Avenue, San Francisco, CA 94133-1707, United States of America Phone : (1-415) 474-9571
Fax : (1-415) 441-4320
Email : [email protected]
Website : www.indonesia-sanfrancisco.net / sanfrancisco.kemlu.go.id(new)
Consulate General of the Republic of Indonesia in Chicago
Consul General : H.E. Mr. Andriana Supandy
Address : 211 West Wacker Drive, 8th Floor, Chicago, Illinois 60606, United States of America Phone : (1-312) 920-1880
Email : [email protected]
Website : www.indonesiachicago.org / chicago.kemlu.go.id (new)
Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Hawaii
Honorary Consul : H.E. Mr. Patrick K. Sullivan
Address : 1001 Bishop Street, ASB Tower, Suite 2970, Honolulu, HI 96813, United States of America Phone : (1-808) 531-3017
Fax : (1-808) 531-3177 Email :
Daftar Pustaka http://www.ers.usda.gov/data-products/us-jewelry-imports.aspx http://www.usimportsdata.com/usa_jewelry_import.html http://www.bps.go.id/aboutus.php?news=1&nl=1 http://www.census.gov/foreign-trade/statistics/product/enduse/imports/c5600.html http://www.intracen.org/trade-support/trade-statistics/ http://jakarta.usembassy.gov http://www.embassyofindonesia.org http://www.kemlu.go.id/losangeles/Pages/default.aspx http://www.tgms.org http://www.smartjewelryshow.com http://www.lasvegas.jckonline.com http://www.nationaljeweler.com http://www.jisshow.com http://www.embassyofindonesia.org http://www.indonesiahouston.net http://www.indonesia-sanfrancisco.net http://www.indonesiachicago.org http://jakarta.usembassy.gov/