• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ijer.web.id Indonesian Journal on Education and Research - Volume 2 No

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ijer.web.id Indonesian Journal on Education and Research - Volume 2 No"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN : 2541-4704

54

Peningkatan Keaktifan dan Keterampilan Berbicara Menggunakan Bahasa Jawa Krama Dengan Metode Pacelathon Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten

Wonogiri Tahun Pelajaran 2015 / 2016. Sulastri

SD Negeri Wonoharjo

Abstract - This study to determine the use of Pacelathon Method can improve the Activity and Speaking Skills Using Javanese Krama Language In Grade V Elementary School Students Wonoharjo Nguntoronadi District Wonogiri Regency Lesson Year 2015/2016.

This research is a Classroom Action Research (PTK). Research conducted two cycles with each cycle consisting of planning, implementation of action, observation and reflection. There were 15 students of SD Negeri Wonoharjo, meanwhile, for data sources, taken from (1) observation, (2) place, event, and behavior, and (3) documents related to the research problem. Techniques used to collect data above include observation, as well as document review. Data collection techniques of analysis, namely using a comparative descriptive analysis followed by reflection. At least students achieve 80% completeness of the desired indicators. The procedures used are (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) analysis and reflection.

The results showed that through the Pacelathon Method can improve the Activity and Speaking Skills Using Javanese Krama In Grade V Elementary School of Wonoharjo District Nguntoronadi Subdistrict Wonogiri District Lesson Year 2015/2016.

Keywords: Pacelathon method, Activity and Javanese speaking skill

Abstraksi - Penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Metode Pacelathon dapat meningkatkan Keaktifan dan Keterampilan Berbicara Menggunakan Bahasa Jawa Krama Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2015 / 2016. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian dilakukan dua siklus dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sujek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo berjumlah 15 siswa Sementara itu, untuk sumber data, yang diambil dari (1) pengamatan, (2) tempat, peristiwa, dan perilaku, dan (3) dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi observasi, serta kajian dokumen. Teknik analisis pengumpulan data, yakni mengunakan analisis diskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Minimal siswa mencapai ketuntasan 80% dari indikator yang diinginkan. Prosedur yang digunakan adalah (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) analisis dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Metode Pacelathon dapat meningkatkan Keaktifan dan Keterampilan Berbicara Menggunakan Bahasa Jawa Krama Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2015 / 2016.

Kata kunci : Metode pacelathon, Keaktifan dan Keterampilan berbicara bahasa jawa.

1. Latar Belakang Masalah

Bahasa Jawa bukan semata-mata sebagai alat komunikasi saja, tetapi lebih dari itu. Dalam bahasa terkandung nilai-nilai budaya yang tinggi. Salah satu nilai dalam bahasa adalah nilai kesantunan. Dalam nilai kesantunan berbahasa akan mercerminkan bagaimana pribadi seseorang dengan mampu menempatkan lawan bicaranya pada posisi yang layak, yang muda akan berbahasa santun pada yang lebih tua, yang berpangkat akan berbicara santun pada bawahannya, sehingga kesenjangan berkomunikasi dapat diminimalkan.

Keterampilan berbicara dianggap sebagai keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa, karena berbicara merupakan suatu yang aplikatif dalam bahasa dan merupakan tujuan awal seseorang yang belajar suatu bahasa. Hanya saja yang perlu

diperhatikan dalam pembelajaran berbicara ini agar memperoleh hasil yang maksimal yaitu kemampuan dari seorang guru dan metode

yang digunakannya,

karenaduafaktortersebutmemilikidominasikebe rhasilanpembelajaran berbicara.

Seiring dengan semakin seringnya digunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di sekolah, keterampilan berbicara bahasa Jawa Krama siswa SD kelas V sekarang mengalami penurunan. Penurunan tersebut biasa terjadi baik dari segi kemampuan pemahaman siswa terhadap materi berbicara basa krama, mengartikan basa krama, menyalin basa ngoko ke dalam basa krama, dan lain-lain.Dalam hal ini, yang menjadi permasalahan paling urgent dalam pembelajaran bahasa Jawa adalah berbicara dalam bahasa Jawa Krama.

(2)

ISSN : 2541-4704

ii

Sehubungan dengan ini, berbicara bahasa Jawa krama menjadi salah satu problematika di kelasV SD Negeri Wonoharjo Di kelas ini, kemampuan siswa sangat minim dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa Krama. Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: guru kurang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Jawa, baik dari segi media pembelajaran, strategi, pendekatan, maupun metode pembelajaran yang digunakan. Sehingga siswa kurang berminat dalam belajar bahasa Jawa. Faktor lain juga disebabkan oleh faktor lingkungan. Di dalam kehidupan sehari-hari, siswa lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dilingkungan tempat tinggalnya. Sehingga siswa terbiasa menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa Krama.

Pacelathon sama halnya dengan

makna berbicara. Karena pacelathon juga melibatkan keterampilan berbicara. Makna berbicara itu sendiri adalah mereproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Makna lain dari berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Sebagaimana didalam tujuan pembelajaran keterampilan berbicara untuk tingkat pemula, salah satunya adalah bermain peran yang dapat diaplikasikan pada metode pacelathon saat pembelajaran berlangsung.

Dengan menggunakan metode

pacelathon, diharapkan siswa dapat

mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan membiasakan peserta didik mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa Krama khususnya kepada orang tua. Karena bahasa Jawa Krama memiliki nilai moral yang tinggi, secara verbal memiliki rasa hormat yang disajikan dalam bentuk bahasa yang halus dalam bentuk krama. Bahasa lebih santun serta dapat memperhalus budi pekerti siswa. Oleh karena itu, keterampilan berbicara bahasa Jawa Krama siswa SD kelas V harus segera ditingkatkan kembali agar bahasa Jawa tetap bisa dan tetap digunakan sebagai bahasa ibu dikalangan para siswa itu sendiri.

Berdasarkan situasi tersebut, dilakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jawa Krama bagi siswa kelas III SD Negeri Wonoharjo, untuk mencapai tujuan tersebut penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Peningkatan Keaktifan

dan Keterampilan Berbicara Menggunakan Bahasa Jawa Krama Dengan Metode Pacelathon Pada Siswa Kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2015 / 2016 . Dari latar belakang tersebut maka dapat di rumuskan masalahnya sebagai berikut: 1). Apakah dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan Keaktifan Belajar pada siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri ? 2). Apakah dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama pada siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di KabupatenWonogiri?. Sedangkan tujuan penelitian ini secara khusus dirumuskan sebagai berikut : 1). Dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan Keaktifan Belajar pada siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri . 2). Dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama pada siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri .

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Bagi Guru

1. Dapat meningkatkan keterampilan dalam penggunaan metode yang tepat dalam proses pembelajaran

2. Dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kualitas profesional guru dalam melakukan pembelajaran. 3. Dapat meningkatkan minat untuk

melakukan penelitian.

4. Guru mendapat pengetahuan baru tentang suatu media pembelajaran

bahasa Jawa sehingga dapat

meningkatkan sistem pembelajaran di kelas.

5. Guru dapat mengoreksi kelemahan dan kelebihan sistem pengajarannya selama ini sehingga dapat dijadikan bahan perbaikan.

b. Bagi Peserta Didik

1. Dapat meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik untuk berbicara bahasa jawa Krama secara lancar, khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Proses belajar mengajar menjadi tidak membosankan dan menjadi hidup.

3. Dapat meningkatkan kekayaan kosa kata siswa.

(3)

ISSN : 2541-4704

iii

5. Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide atau gagasan. 6. Prestasi belajar siswa dapat mengalami

peningkatan. c. Bagi Sekolah

1. Memberikan ide baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.

2. Meningkatkan kredibilitas dan kualitas sekolah

2. KajianTeori Keaktifan Belajar

Kata keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti giat atau sibuk danmendapat awalan ke- dan akhiran -an. Kata keaktifan sama artinya dengan kegiatan dan kesibukan.Keaktifan adalah kegiatan atau aktivitas atau segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik.Aktivitas tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik semata, tetapi jugaditentukan oleh aktivitas non fisik seperti mental, intelektual dan emosional .

Keaktifan yang dimaksudkan disini penekanannya adalah pada peserta didik, sebab dengan adanya keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran akantercipta situasi belajar aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajarberarti suatu usaha ataukerja yang dilakukan dengan giat dalam belajar.

Keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan manakala: 1. pembelajaran yang dilakukan lebih

berpusat pada peserta didik.

2. guru berperan sebagai pembimbing supaya terjadi pengalaman dalam belajar.

3. tujuan kegiatan pembelajaran dapat dicapai oleh siswa.

4. guru melaksanakan pembelajaran dengan menekankan pada kreatifitas siswa

Definisi Berbicara

Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang lebih sering memilih berbicara untuk berkomunikasi, karena komunikasi lebih efektif jika dilakukan dengan berbicara. Berbicara memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa ahli bahasa telah mendefinisikan pengertian berbicara, diantaranya sebagai berikut. Tarigan (1986: 3) mengemukakan bahwa berbicara adalah kemampuan seseorang dalam mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata yang bertujuan untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan orang tersebut. Kamus Besar Bahasa

Indonesia (1996: 144) berbicara adalah suatu berkata, bercakap, berbahasa atau melahirkan pendapat, dengan berbicara manusia dapat mengungkapkan ide, gagasan, perasaan kepada orang lain sehingga dapat melahirkan suatu intraksi. Berdasarkan beberapa pengertian yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa berbicara adalah suatu kemampuan seseorang untuk bercakap-cakap dengan mengujarkan bunyi-bunyi bahasa untuk menyampaikan pesan berupa ide, gagasan, maksud atau perasaan untuk melahirkan intraksi kepada orang lain.

Tinjauan Tentang Metode Pacelathon

Metode Pembelajaran Bahasa adalah suatu cara kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah.

Adapun macam – macam metode

pembelajaran bahasa adalah :

a. Metode Bermain Peran (Role Playing) Metode Bermain Peran (Role Playing) Adalah sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa digunakan latihan. Dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisa oleh kelompok. Pengertian lain dari metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang dipeerankan.

Kelebihan dari metode ini adalah : 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan

berekspresi secara utuh

2. Dapat dipakai pada kelompok besar atau kelompok kecil

3. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapatdigunakan dalam situasi dan waktu ynag berbeda

4. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan

5. Membantu peserta didik menyelami orang lain 6. Membangkitkan kreatifitas saat pemecahan

masalah

Disamping itu metode ini juga memunyai beberapa Kelemahan. Kelemahan tersebut diantaranya :

1. Masalahnya disatukan dengan pemerannya 2. Banyak yang tidak senang memerankan

sesuatu

3. Membutuhkan pimpinan yang terlatih 4. Terbatas pada beberapa situasi saja 5. Kesulitan dalam memerankan

(4)

ISSN : 2541-4704

iv

b. Metode Demonstrasi

Demonstrasi berarti pertunjukan, maksudnya didalam pembelajaran guru dengan menunjukkan apa yang sedang diterangkan. Kelebihan dari metode ini adalah : 1) Informasi semakin bermakna dan cepat

dimengerti (meghemat waktu)

2) Mengurangi kesalahan pemahaman terhadap konsep

3) Lebih hemat dari praktikum 4) Mengurangi bahaya praktikum. 5)

Kekurangan dari metode ini adalah :

1) Tidak semua peserta didik dapat melihat demonstrasi

2) Kurang memberi kesempatan peserta didik untuk dapat menggunakan alat 3) Memaksa peserta didik untuk meyakini

saja hasil demonstrasi tersebut

4) Banyak peserta didik yang tidak dapat mengerti hasil demonstrasi.

5) Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab adalah mengajukan pertanyaan kepada peserta didik.

Metode ini dimaksudkan untuk merangsang pola berpikir dan membimbingnya dalam mencapai kebenaran. Kelebihan dari metode ini adalah :

1) Melatih kerjasama, 2) memusatkan perhatian, 3) melihat kemajuan, 4) mengurangi kebosanan, 5) meningkatkan daya pikir.

Kekurangan dari metode ini adalah : akan menimbulkan frustasi peserta didik bila guru tidak menggunakan cara – cara bertanya yang baik.

c. Metode Pacelathon

(dialog/percakapan)

Pengertian Metode Pacelathon Metode yang dilakukan melalui berbagai bentuk pada pembelajaran tradisional. Pada aktifitas ini peserta didik mendengar orang lain (guru, atau siswa, dll).

Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan untuk pemahaman tingkat lanjut tentang suatu cerita dimana dengan memerankan siswa akan lebih memahami bukan hanya kepada alur cerita akan tetapi lebih kepada penjiwaan karakter masing-masing tokoh, dalam keadaan ini pemahaman siswa terhadap cerita akan utuh karena dengan berbicara mereka akan menghayati setiap peran dan untaian kata percakapan yang diucapkan.

d. Penerapan metode pacelathon

Langkah-langkah penerapan pembelajaran metode pacelathon pada saat kegiaatanbelajar mengajar (KBM ) adalah sebagai berikut:

1. Siswa dibentuk dalam kelompok berpasangan, baik antar teman sebangku maupun bersama teman lainnya.

2. Siswa melakukan dialog berpasangan menggunakan bahasa Jawa krama.

3. Siswa yang lain mendengarkan

percakapan/dialog kelompok lain. 4. Siswa berdialog dengan tema bebas. 5. Siswa maju secara bergantian

Penelitian yang Relevan

Salah satu penelitian yang relevan adalah : 1) Penelitian Nur Habibah dengan judul Strategi Guru Meningkatkan Berbicara Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa Kelas 3 MAN Yogyakarta dengan menggunakan Strategi Bertanya dan Menjawab Pertanyaan dan penelitian yang dilakukan oleh Endang Setya Handayani dengan judul Pengajaran Keterampilan Berbicra Siswa Kelas 2 SDN 3 Pakem Sleman

dengan menggunakan Pendekatan

Komunikatif. 2) Beberapa faktor penghambat keterampilan berbicara yang dihadapi guru dalam proses belajar mengajar di kelas 2 SDN Pakem Sleman dan Kelas 3 MAN I Yogyakarta antara lain berasal dari guru, siswa, materi pelajaran dan bahan ajar. Hambatan dari guru meliputi: mood (suasana hati yang tidakmendukung), guru sakit atau ada tugas di luar sedangkan hambatan dari materi pembelajaran berkaitan dengan tidak keseimbangan jumlah materi dan alokasi waktu yang tersedia dan hambatan dari siswa meliputi perbedaan faktor individu siswa antara lain memotivasi siswa, keberanian siswa dan prestasi siswa. 3). Penelitian yang diungkapkan oleh Endang Setya Handayani (2004: 28) dan Nur Habibah (2002: 90) ada relenvasi dengan penelitian ini, walaupun penelitian yang dilaukan oleh Endang Setya Handayani di kelas 2 SDN dan Nur Habibah kelas 3 MAN, sedangkan penelitian ini dilakukan di SMP. Hal ini dapat dilihat pada aspek yang diungkapkan yaitu masalah peningkatan keterampilan berbicara pada siswa. Namun bila dibandingkan dengan penelitian yang diadakan pada penelitian ini terdapat perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Endang Setya Handayani dan penelitian Nur Habibah. Terutama pada pembelajaranya, karena penelitian ini menggunakan metode pembelajaran kontekstual dengan teknik bermain peran dan pemodelan dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan latar belakang masalah, kajian pustaka dan kerangka berpikir,maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut:

(5)

ISSN : 2541-4704

v

1. Dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan Keaktifan Belajar pada siswa kelas V SD Negeri Wonoharjo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri .

2. Dengan penggunaan metode pacelathon dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama pada siswa kelas V SD

Negeri Wonoharjo Kecamatan

Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri .

3. METODE PENELITIAN Setting Penelitian

Penelitian Tindakan kelas ini diawali dengan persiapan berupa penyusunan proposal dan diakhiri dengan pembuatan laporan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dimulai pada bulan Juli 2015 dan diakhiri pada bulan September 2015, pada semester I tahun pelajaran 2015/2016.

Penelitian dilaksanakan di SDN Wonoharjo, Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri pada siswa kelasV semester I tahun pelajaran 2015/2016.

Penentuan tempat penelitian

mempertimbangkan beberapa hal diantaranya : (a) dalam melaksanakan penelitian tidak meninggalkan tugas, (b) Pelakasanaan penelitian berpengaruh terhadap proses pembelajaran di kelas V.

Subjek dan Objek Penelitian

Berdasarkan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini, maka Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 yang jumlah siswanya ada 14 anak dengan satu rombongan belajar. Objek penelitian adalah keaktifan dan keterampilan berbicara menggunakan bahasa jawa krama. Data diperoleh dari nilai hasil tes siswa kelas V semester I tahun pelajaran 2015/2016 dan hasil pengamatan ketika siswa menerima penjelasan guru dan ketika siswa mengerjakan tugas dari guru.

Teknik Pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang akurat pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik diantaranya : 1) Melalui dokumen yaitu mengumpulkan data keaktifan dan keterampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa kramasaat belum diadakan tindakan (kondisi awal). 2) Observasi yaitu mengumpulkan data dengan mengamati keaktifan dan keterampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa kramapada setiap siklus. 3) Tes yang berupa tes tertulis tentang menggunakan bahasa jawa krama pada setiap siklus.

Untuk memperoleh data diperlukan alat pengumpulan data berupa :1) Dokumen yang berupa catatan tentang mengamati keaktifan dan keterampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa krama siswa pada kondisi awal. 2) Lembar observasi berupa lembar pengamatan tentang mengamati keaktifan dan keterampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa krama pada setiap siklus. 3) Butir soal untuk tes tertulis tentang keterampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa krama siswa pada setiap siklus.

Validasi Data

Validasi berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi siswa.Penelitian tindakan kelas ini menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Trianggulasi sumber data berasal dari guru kelas, siswa dan teman sejawat sebagai kolaborator. Trianggulasi metode yaitu data dari pengumpulan dokumen, hasil observasi dan hasil tes tertulis.

Analisis Data

1. Cara Pengambilan Data

Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui catatan observasi, dan hasil tes.

2. Cara Menganalisa Data

a. Catatan hasil tes / penilaian 1) Peneliti menganalisis hasil tes 2) Menginterpretasikan hasil catatan. a. Observasi

Kolaborator menganalisis hasil observasi 1) Kegiatan ketika siswa menerima penjelasan

2) Kegiatan Siswa ketika mengerjakan tugas.

Indikator Kinerja

Pada bagian akhir penelitian tindakan kelas ini,telah ditentukan target Sebagai berikut : 1. Keaktifan siswa menggunakan bahasa jawa

krama

Target yang diharapkan dalamKeaktifan siswa menggunakan bahasa jawa krama

dari keaktifan rendah pada kondisi awal, meningkat menjadi keaktifan tinggi pada kondisi akhir (Akhir siklus II). Indikator keaktifan tinggi bisa diketahui apabila hasil pengamatan selama tindakan memenuhi standar penilaian dalam rentang angka 76 – 85 (tinggi),

2. Keterampilan Berbicara

menggunakan bahasa jawa krama

Target yang diharapkan

dalamketerampilan berbicara siswa menggunakan bahasa jawa krama adalah dari rata – rata 63,92 % (kurang) pada kondisi awal, pada akhir siklus (akhir siklus II) diharapkan meningkat menjadi: 1) Nilai hasil

(6)

ISSN : 2541-4704

vi

tes minimal mencapai KKM yaitu 70,00 ) Rata-rata nilai tes 75,00) Target ketuntasan klasikal mencapai 80%.

Prosedur Penelitian

Penelitian direncanakan menggunakan tindakan daur ulang seperti yang dikembangkan oleh Kurt Lewin menyatakan bahwa dalam satu siklus terdiri atas empat langkah pokok, yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) aksi atau tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting)

Dalam penelitian ini, dilaksanakan dalam dua siklus, Selanjutnya pelaksanaan tindakan digambarkan sebagai berikut :

III.PEMBAHASAN

1. Siklus 1

Kelemahan pada siklus 1 adalah siswa belum bisa menyesuaikan diri secara penuh dengan langkah-langkah yang ditetapkan oleh guru.Beberapa siswa masih bingung dan belum memahami materi.maka hasil penelitian pada siklus 1 masih belum memenuhi indikator kinerja. Hasil pengamatan selama pembelajaran siklus 1 antara lain :

a. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sudah baik tetapi siswa masih belum paham cakupan materi. b. Keaktifan siswa dalam memanfaatkan

kerja kelompok juga masih kurang, c. Hasrat untuk bertanya dan mengeluarkan

pendapat siswa masih rendah. Siswa yang terbiasa hanya mendengarkan penjelasan guru kurang dapat aktif. d. Siswa sudah dapat bekerjasama dalam

kelompok, tetapi belum maksimal karena pekerjaan masih sangat didominasi oleh siswa yang berpengetahuan lebih saja. e. Kesungguhan siswa dalam mengerjakan

tugas sudah baik, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi

Dari kelemahan tersebut, direncanakan perbaikan pada siklus 2. Guru tetap menggunakan metodePacelathontetapi dilakukan dengan beberapa improvisasi.

Pertemuan pertama dan kedua sama hanya materi pada pertemuan kedua lebih dikembangkan.

2. Siklus 2

Pelaksanaan siklus 2 sesuai dengan perencanaan.metodePacelathondiberikan variasi tanpa mengurangi langkah-langkah pokok nya. Dari hasil pengamatan, siswa lebih berAktifitasdalam belajar.Siswa lebih leluasa

karena sudah mengetahui arah

pembelajaran.Aktifitas ini meningkat tinggi dari sedang (70,00) menjadi tinggi (72,5).

Keterampilan siswa sangat dipengaruhi oleh perilaku siswa dalam belajar. Perilaku tersebut salah satunya adalah Aktifitas siswa dalam belajar.Aktifitas siswa dapat mempengaruhi pemahaman siswa tentang apa yang sedang mereka pelajari. 3. Hubungan Antar Siklus

Pada awal dimulainya siklus 1, Aktifitassiswa masih rendah.tetapi dengan diterapkannya metodePacelathonsiswa menjadi lebihaktif dalam belajar. Siswa mampu berdiskusi dengan kelompoknya dan berani mengemukakan pendapat.

Siswa mulai berani dalam kegiatan diskusi tidak hanya di dominasi oleh siswa dengan kemampuan tinggi. Aktifitas belajar diamati secara klasikal saat siswa sedang melaksanakan pembelajaran. Interaksi antar siswa dalam kelompok maupun dengan kelompok lain terlihat semakin baik.

Gambar Grafik Peningkatan Aktifitas Belajar Efek dari meningkatnya Aktifitas belajar siswa adalah meningkatnya keterampilan berbicara bahasa Jawa krama. Indikator hasil belajar dilihat pada rata-rata nilai danjumlah siswa yang memenuhi KKM. Pada pra siklus rata-rata nilai adalah 62,50 kemudian pada siklus 1 naik menjadi 71,25 dan pada siklus 2 menjadi 82,50. Jumlah siswa yang memenuhi KKM pra siklus 3 siswa, siklus 1 menjadi 5 dan siklus semua (8) siswa bisa mencapai KKM.

Hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jawa krama inggil untuk jumlah siswa yang lulus KKM meningkat signifikan pada

0 10 20 30 40 50 60 70 80 PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II Series 1 Series 2 Series 3

(7)

ISSN : 2541-4704

vii

siklus 2. Hal ini dikarenakan pada siklus 2 siswa diberikan kesempatan untuk bekerja secara individu. Kegiatan ini membuat siswa lebih memahami materi yang diajarkan.

Gambar Grafik perbandingan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama

4. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dengan selesainya penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :

1. Metode Pacelathon dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa pada keterampilan berbicara bahasa Jawa krama dari berminat rendah menjadi tinggi dengan peningkatan dari 59,36 menjadi 72,5 2. Metode Pacelathon dapat meningkatkan

hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jawa krama siswa pada yaitu rata-rata hasil belajar dari 63,92 menjadi 80,71 dan jumlah siswa yang lulus KKM meningkat dari 35,71 % menjadi 85,71 %.

B.

Saran

Pada akhir penelitian ini penulis memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan penelitian ini :

1. Penelitian ini menjadi referensi penggunaan Metode Pacelathon di SD Negeri Wonoharjo.

2. Dengan penelitian ini minat belajar siswa meningkat sehingga menyukai pelajaran Bahasa Jawa pada aspek berbicara bahasa Jawa krama dan berimplikasi positif terhadap keterampilan berbicara siswa.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ahmadiabu. 1986. Metodik khusus pendidikan agama, Bandung. CV. ARMICO

[2] Arifin, Zainal, 2009. metodologi penelitian pendidikan 2009. Lentera cendika, Surabaya.Penelitian tindakan kelas.

[3] Arikunto, Suharsimi. 2002. ProsedurPenelitian. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

[4] Emzir. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kualitatif dan Kuantitatif. PT. RajagrafindoPersada. Jakarta [5] Fatimathul, Ulfah. 2003. Studi

komparasi prestasi belajar antara metode ceramah dengan metode demonstrasi pada mata pelajaran pendidikan agama islam siswa sekolah

dasar swasta Al-Muslim

Sidoarjo.skripsi tidak diterbitkan, (SURABAYA, IAIN, 2003).

[6] Frifantikriswasita. 2006-2007. Skripsi :Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Jawa Kelas VII C SMP Negeri 2 Kediri dengan penerapan metode kooperatif tipe think pair share (TPS).Skripsi tidak diterbitkan. (SURABAYA, UNESA. 2006-2007) [7] Harimurti, Kridalaksana, dkk. 2001.

Wiwara Pengantar Bahasa dan

Kebudayaan

Jawa.PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

[8] Harun, Mohd., dkk. 2007.

Pembelajaran bahasa Indonesia.

Banda Aceh.

[9] Iskandar,wassid.Sunendar Dadang.

Strategi pembelajaran bahasa,

Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. [10] Junaedi, Baihaqi. 2009. Evaluasi

Pembelajaran MI. LPTK Fakultas Tarbiyah IAIN SunanAmpel Surabaya. Surabaya.

[11] Khoiru,Ahmadi, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu. PT. Prestasi Pustaka raya. Jakarta. [12] Taufik.2011. Pembelajaran Bahasa

Arab MI. PMN Surabaya. Surabaya. [13] Sukiyat.B.A dan Soetarji. 1984.

Parama sastra jawi. solo. Tiga serangkai.

[14] Sukandar, rumidi.2006. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis untuk

Peneliti Pemula. Gadjah Mada

University Press.Yogyakarta.

[15] Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. ALFABETA, CV. Bandung. 0 1 2 3 4 5 6 7 8

Pra siklus siklus I Siklus II

50 60 70 80 90 100

Gambar

Gambar  Grafik Peningkatan Aktifitas  Belajar  Efek dari meningkatnya Aktifitas belajar  siswa  adalah  meningkatnya  keterampilan  berbicara  bahasa  Jawa  krama
Gambar   Grafik perbandingan  keterampilan berbicara bahasa Jawa krama

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian kompetensi pada guru sertifikasi keselruhan pada kompetensi pedagogik kinerja guru SDN 006 langgini dari hasil pengamatan I, II, dan III sebesar 79%,

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas V SD Negeri 002 Pasir Sialang diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Proses perencanaan

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN Sunia III Kecamatan Banjaran yang berjumlah 19 siswa dan obyek dalam

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Inpres Toropot Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut,

meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran di kelas pada proses belajar mengajar, peneliti perlu merumuskan indikator pencapaian yaitu sekurang-kurangnya 75 % atau

Pada proses penelitian di kelas eksperimen dengan memberikan perlakuan tema makanan sehat model pembelajaran terpadu tipe webbed di kelas V SD Inpres Campagaloe

Pada siklus II rata – rata nilai Instrumen Penilaian Kinerja Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran guru kelas IV meningkat menjadi 80,20 % sudah termasuk kriteria

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa hasil kemampuan motorik kasar siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri 1 Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus diperoleh kategori sangat