• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Telepon Operator Sebagai Pelaksana Pelayanan Komunikasi Kantor Depan Di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Telepon Operator Sebagai Pelaksana Pelayanan Komunikasi Kantor Depan Di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Telepon Operator

Telepon operator adalah salah satu seksi yang ada pada Kantor Depan Hotel

yang mempunyai kedudukan yang sama dengan petugas informasi, penerima tamu,

pemesanan kamar, pelayanan barang dan kasir kantor depan. Di hotel, sarana telepon

merupakan kunci utama sebagai penunjang bisnis. Karena itu, penanganan sistem

dan layanan komunikasi di hotel dilakukan oleh seksi khusus yang dikenal dengan

telepon operator. Seorang telepon operator harus mampu menjunjung tinggi citra

perusahaan dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan image hotel dimata

tamu the guest impression dapat dimulai dari percakapan lewat telepon.

Seorang telepon operator yang baik, selain harus dapat berbicara dengan suara

yang jelas dan lancar, dia juga harus mempunyai kepribadian yang baik, ramah,

sopan, dan murah senyum. Walaupun apa yang diperbuatnya tidak dapat dilihat

langsung oleh pelanggan, tetapi kepribadian yang baik tentu akan berpengaruh positif

terhadap suara yang keluar dari mulut.

Sekarang bahwa sedang trend dimana rule dari telepon operator hotel juga

menjalankan tugas reservasi, upselling, dan sekaligus pemandu untuk berbagai

informasi tertentu yang diarahkan untuk terjadinya suatu transakasi. Jadi tidak hanya

pasif menerima telepon dan menyambungkan saja.

Adapun layanan komunikasi yang biasanya diberikan oleh pihak hotel/telepon

operator adalah:

(2)

2. Menangani panggilan telepon keluar (outgoing call).

3. Memberikan layanan pengiriman dan penerimaan faximili.

4. Memberikan layanan akses internet (wire atau spot).

5. Memberikan layanan bangun pagi (wake –up call).

6. Memberikan layanan informasi.

7. Memberikan pelayanan pemutaran hiburan film dan musik di kamar tamu dan

music di area public hotel.

8. Memberikan layanan komunikasi di hotel (house call)

9. Menangani panggilan telepon darurat dan ancaman telepon (emergency call)

10. Menagani panggilan pesan di hotel dan pengaturan parkir kendaraaan melalui

pengeras suara.

2.2 Tugas dan Tanggung Jawab Telepon Operator

Pada umumnya operator adalah salah satu bagian penting yang potensial

memberikan image kepada customer pertama kali dalam menilai/melihat hotel kita.

Penilaian itu akan langsung diberikan tamu saat kita menyampaikan greeting dan

kecepatan mengangkat telepon. Adapun tugas dan tanggung jawab dari seorang

telepon operator adalah:

1. Supervisior telepon operator

Tugas utama seorang supervisior telepon operator adalah mengawasi dan

mengkoordinir pekerjaan para operator telepon agar dapat menjalankan tugas

(3)

Tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

a. Menyusun dan memeriksa laporan pemasukan dan pengeluaran biaya

operasional telepon setiap bulan.

b. Menangani masalah-masalah yang ada karena pelayanan telepon.

c. Mempersiapkan jadwal kerja bulanan bagi para pertugas telepon membuat

laporan kehadiran mereka setiap bulan.

d. Mengontrol pemakaian telepon karyawan di luar urusan dinas.

e. Membina kerja sama dengan kepala seksi lainnya, seperti PT.Telkom atau

PT.Indosat.

f. Memeriksa kebersihan dan kelengkapan alat kerja yang diperlukan di

operator telepon.

g. Membuat laporan perbaikan kepada bagianteknik apabila ada kerusakan.

h. Memeriksa kehadiran para petugas telepon.

i. Mengontrol telepon masuk dan keluar hotel, serta memastikan bahwa semua

telepon telah disambungkan ke tujuan yang dimaksud.

j. Memeriksa dan mengontrol daftar tamu yang harus di bangunkan (wake-up

call) sesuai dengan permintaan tamu.

k. Memeriksa dan menyelesaikan masalah dengan tamu yang tercatat di dalam

operator log book.

2. Telepon Operator

Tugas utama telepon operator adalah menerima telepon masuk dari dalam hotel,

(4)

serta memberikan penjelasan-penjelasan tentang sesuatu yang diperlukan oleh

tamu, karena seorang telepon operator merupakan sumber informasi di hotel.

Berikut tugas dan tanggung jawab seorang telepon operator:

a. Menjawab telepon masuk baik internal maupun eksternal mentransfer

langsung ke setiap extension yang di tuju.

b. Melayani penyambungan telepon baik dari tamu atau departemen.

c. Memeriksa bill telephone dan menyerahkan nya ke FO cashier.

d. Manangani pelayanan “incoming dan outgoingfaxcimile dan langsung

membuat bill tersebut.

e. Menerima, mendistribusikan pesan untuk tamu dan departmen lain.

f. Menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan event activities dan fasilitas

hotel.

g. Menjaga privacy tamu kamar dalam hal memberikan informasi terhadap

tamu luar.

h. Menangani permintaan tamu kamar untuk mem-blokir line telephonenya

i. Menjaga hubungan baik dengan tamu, rekan kerja dan departmen lainnya

.

j. Selalu menjaga standart telephone.

k. Selalu tanggap dan cepat memperbaiki keluhan-keluhan atas layanan

telepon.

l. Mencatat semua out going call.

m. Meberikan layanan fax baik keluar maupun masuk untuk tamu dan

(5)

n. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan arahan perintah atasan.

Ciri khas pelayanan industri jasa khususnya bagian telepon operator mampu:

a. Mengetahui nama tamu yang tinggal di hotel dengan nomor kamarnya

secara tepat apabila diperlukan.

b. Memberikan informasi tentang produk dan fasilitas hotel serta informasi

nomor-nomor telepon yang di anggap penting.

c. Menerima, mengatur, dan melaksanakan permintaan tamu untuk di

bangunkan pagi hari (morning/wake-up call) dengan tepat waktu.

2.3 Layanan informasi

Layanan informasi merupakan bagian dari tugas yang integral bagi staff di

Front desk. Hotel tertentu menempatkan sektor informasi di konter tersendiri. Petugas

yang stand by di sana adalah staff khusus yang dapat memberikan informasi apa saja

kepada tamu yang memerlukannya. Di hotel lain ada yang menempatkan resepsionis

atau GRO sebagai pusat informasi. Setiap informasi tentang hal-hal di sekitar maupun

di luar hotel dapat diperoleh di Guest Relation Officer. Dalam perkembangannya kini

ada bagian yang dapat menangani semua itu, yang biasa disebut dengan concierge.

2.3.1 Informasi Komunikasi

Ada langkah yang dibutuhkan dalam proses analisis untuk melihat datangnya

informasi dari departemen lain untuk kantor depan. Bagaimana menampilkan

informasi status occupancy yang di terima dari departemen tata graha? Bagaimana

tamu dapat melaporkan kerusakan atau kebakaran dalam fasilitas? Bagaimana F&B

(6)

departemen jika kamar diblok dan penuh pada tanggal tersebut? Bagaimana

departemen teknisi menggunakan energy kamar tamu.

2.4 Perlengkapan Telepon Operator

Perlengapan fisik yang tersedia di Telepon Operator adalah switch board,

telepon set, head set, computer, meja operator, kursi operator, whiteboard, jam

dinding, filling cabinet, video system set, dan audio system set. Semua perlengkapan

itu ada didalam ruang operator yang secara keseluruhan merupakan perangkat lunak

da nada di dalam sebagian peralatan tersebut adalah Emergency call line, wake-up

call system, paging system, telepon feature, rooming list, dan Front Office System.

Emergency call adalah sarana komunikasi yang khusus digunakan dalam suasana

darurat, seperti saat terjadi kebakaran, gempa bumi, banjir, dan kondisi genting

lainnya. Operator akan menggunakan jalur khusus itu sesuai dengan standar yang

diberlakukan hotel. dengan memakai jalur khusus tersebut maka setiap pengguna

telepon atau operator sebagai pusat menrima informasi akan tahu bahwa itu dalam

kondisi darurat. Sistem kode jalur khusus misalnya dengan menekan 999 ke operator

jika terjadi kebakaran, 888 jika terjadi gempa bumi, 777 apabila ada banjir dan

seterusnya. Panduan untuk menggunakan jalur khusus biasanya terdapat safety and

Emergency Manual. Untuk menanggapi penelpon lewat jalur itu, seorang operator

umumnya telah dilatih untuk tidak panik, mampu menenangkan penelpon, mengulang

informasi dengan mengulang pesan, memastikan kebenaran info itu, serta nama yang

menelpon, operator akan menyebarkan informasi tersebut ke kepala bagian yang

(7)

Wake up Call adalah sistem untuk membangunkan tamu dari tidur sesuai dengan

pesan tamu. Sistem ini dapat menggunkan cara manual, dengan mencatat di log book

dan operator kemudian akan menelpon tamu yang di minta untuk dibangunkan. Ada

juga yang pada jam yang diminta, petugas hotel mengetuk pintu kamar agar tamu

bangun. Cara yang lain adalah dengan sistem komputerisasi, yaitu memasukkan

program di komputer untuk jam yang diminta tamu, lengkap dengan nomor kamar

tamu. Bila saatnya tiba maka tamu akan ditelpon secara mekanik. Kata-kata yang

lazim digunakan oleh answering phone adalah, “this is your wake up call” yang bisa

di set sampai dua atau tiga kali. Bisa juga dengan cara gabungan, dicatat dengan

computer namun untuk membangunkannya dengan ditelpon atau dengan mengetuk

pintu kamar tamu.

Paging System adalah sistem untuk menghubungi semua nomor ekstensi, biasanya

denagn pesan khusus paging system dapat dilakukan dengan meninformasikannya

secara di-announce ke seluruh speaker dengan suara yang bisa didengar oleh

siapapun, tetapi bisa juga dengan pesan tertulis ke telepon yang memakai display atau

pager. Sistem pager ini biasanya digunakan pada keadaan darurat atau untuk

menginformasikan hal yang penting yang sifatnya segera ke semua kepala bagian.

Charging system adalah sistem penarikan biaya percakapan yang dilakukan oleh

tamu. Cara ini berlaku pada hotel yang menjadikan sarana telepon sebagai outlet atau

penghasil income. Dengan mencetak atau membuat set harga telepon per pulsa, baik

untuk local maupun interlokal, maka hotel akan memperoleh selisih harga dari tarif

yang telah ditentukan perusahaan telekomunikasi. Dalam mark up harga, ada standart

(8)

Telephone feature merupakan bentuk-benrtuk layanan tersedia dan bisa

dimanfaatkan oleh pengguna telepon. Saran dan fasilitas itu disediakan untuk

memudahkan pemakai, seperti re-dial yang berarti nomor yang terakhir kali

dihubungi lagi dengan menekan satu tombol saja. Caller ID berarti nomor penelpon

dapat dideteksi, dan masih banyak lagi jenis layanan yang lain.

Rooming list merupakan sarana integral telephone operator dalam menjalankan

tugasnya sehari-hari, berupa display daftar tamu yang ada di sitem komputer.

Hotel information sytem merupakan sarana untuk membuat agar semua laporan dan komunikasi dapat disatukan secara efisien, mulai dari pencatatan lama percakapan

sampai biayanya, mulai dari pesan untuk kamar tertentu sampai permintaan collect

call.

2.4.1 Incoming Call

Incoming call adalah telepon yang masuk ke hotel. yang pertama sekali

dilakukan operator ketika menerima telepon dari luar adalah menyambut

dengan standart greeting. Dalam hal ini kesigapan seorang telepon operator

sangat diperlukan, karena setiap orang yang menelpon ke hotel itu tentu

mempunyai suatu kepentingan.

1. To put through the guest in room/public area

Bila tamu ternyata sedang tidak berada dikamar, telepon operator harus

pandai-pandai membaca situasi. Jika hal itu terjadi siang hari sasaran pencarian adalah

gedung pertemuan, terutama bila diketahui tamu sedang meeting. Ke restoran

atau bar jika saatnya makan atau santai. Jiak tidak juga ditemukan, operator bisa

(9)

Apabila tamu diketahui keberadaanya, operator harus mengarahkan telepon ke

ekstensi yang terdekat dengan tamu. Restoran biasanya menyediakan cordless

phone, telepon tanpa kabel. Apabila tamu yang dicari di restoran, tugas

waiterlah untuk mengantarkan gagang telepon kepada tamu.

Namun bila yang dicari tetap tidak ditemukan maka operator harus kembali ke

penelpon untuk menyampaikan hasilpencariannya dan dilanjutkan dengan

menawarkan bantuan, apakah meninggalkan pesan ataukah tidak. Jika penelpon

itu mengatakan akan menghubungi kembali maka selesailah tugas operator

telepon. Namun jika penelpon meninggalkan pesan, tugas operator adalah

mencatat dan menyampaikan pesan itu dengan cepat.

2. Call for staff

Panggilan atau telepon untuk staff pada umumnya diarahkan ke bagian

Human Resources, jika pada saat jam kerja. Ada juga hotel yang

membolehkan karyawan menerima telepon pada saat istirahat, di mana semua

telepon ditujukan ke staff kantin. Telepon operator harus hafal prosedur

tersebut.

3. Handle the massage

pesan adalah suatu bagian yang sangat penting di dalam berkomunikasi melalui

telepon. Pesan merupakan informasi yang penting, yang harus disampaikan

kepada orang yang dituju. Pesan biasanya disampaikan oleh seorang penelpon

dalam situasi seperti berikut:

a. Jika orang dicari tidak dapat dijumpai.

(10)

c. Jika penelpon sedang tergesa-gesa sementara beritanya harus sampai pada

penerima.

Seringkali penelpon merasa kecewa berat apabila:

a. Pesan tidak segera disampaikan.

b. Pesan tidak diketahui berasal dari siapa.

c. Pesan tanpa tanggal.

d. Pesan untuk menelpon kembali tetapi di dalamnya tidak diberikan nomor

yang harus dihubungi.

e. Pesan tidak mrnunjukkan jam sewaktu telepon diterima.

f. Tidak disebutkan siapa yang menerima pesan tersebut.

g. Pesan tidak dapat dipahami atau tidak bisa dibaca.

2.4.2 Outgoing Call

Outgoing call ini terdiri dari long distance call, overseas call, emergency call,

VIP call, bomb threat, dan catatan nomor dan info penting.

1. Long distance call

Setiap long distance call yang dilakukan tamu melalui operator telepon perlu

dicatat dalam record book. Sambungan langsung jarak jauh ini biasanya

merupakan interlokal, atau sambungan antarkota. Ada yang menyebutkan bahwa

sambungan antar-negara (sambungan langsung internasional) juga termasuk

kategori long distance call, tetapi ada hotel yang memisahkan menjadi bentuk

tersendiri, yaitu SLI. Bila disambungka lewat operator, biaya sambungan yang

(11)

hotel 10%-20%. Namun jiak tamu langsung melakukan hubungan lewat pesawat

telepon yang ada di kamar, tanpa melaui operator, deteksi dilakukan oleh

16omputer, baik untuk durasi percakapan, jumlah pulsa, sampai jumlah biaya yang harus dibayar untuk pembicaraan itu.

2. Oversaes call

Oversaes call adalah sambungan internasional, antar-negara. Sesuai dengan

kaidah penyambungan telepon secara umum, seorang telepon operator harus

menguasai baik mengenai kode Negara, kode wilayah yang dihubungi, serta jenis

hubungan telepon yang dilakukan. Secara umum diketahui tiga jenis

penyambungan, yaitu:

a. Station to station

b. Person to person

c. Collect call

3. Emergency Call

Emergency call dilakukan saat hotel dalam kondisi genting, seperti ada

kebakaran, listrik padam, gempa bumi, atau terjadi kerusuha. Pada saat seperti ini

seorang operator telepon, sesuai dengan prosedur yang berlaku di perusahaan,

antara lain harus menghubungi pemimpin perusahaan. Dapat pula mencoba

menghubunginya lewat handphone, jika tidak aktif bisa dilakukan dengan SMS .

jika kondisi menghendaki untuk memanggil semua kepala bagian dan saat itu

mereka masih dalam jam kantor, maka dapt melakukan paging ke semua

department Head sehingga pager masing-masing kepala bagian akan menerima

(12)

4. VIP call

Semua permintaan telepon, baik kedalam maupun keluar harus dilayani dengan

benar dan baik. Hal yang membedakan VIP call dengan yang lain adalah bahwa

karena orang yang dilayani adalah orang penting maka harus dilayani dengan

hati-hati, dengan layanan yang prima dan sebaik mungkin. Tamu VIP memang

harus diutamakan. Jika VIP call ini merupakan outgoing call, line telepon untuk

VIP ini biasanya di blok secara khusus sehingga bebas hambatan.

5. Bomb Threat

Dalam hal ada ancaman bom lewat telepon, umumnya hotel memiliki standar

tertentu yang harus dilakukan oleh operator telepon. Jika disusun secara

kronologis, urutannya adlah sebagai berikut:

a. Berikan salam/greeting ke penelpon.

b. Jika penelpon langsung mengancam, operator harus tetap tenang, dan

menanyakan identitas penelpon: nama, alamat, asal, dari kelompok apa.

c. Perhatikan ucapan (kata-kata) yang dipakai penelpon.

d. Tanyakan mengapa dia melakukan itu.

e. Di mana bom diletakkan.

f. Jenis dan tipe bom yang digunakan.

g. Ukuran, kekuatan, serta ciri-ciri khusus lainnya.

h. Kapan rencana bom akan diletakkan.

2.4.3 peralatan telekomunikasi pada telepon operator

ada berbagai macam peralatan telekomunikasi pada telepon operator,

(13)

1. Telephone

Tele artinya jauh sedangkan phone artinya suara. Jadi telepon merupakan alat

komunikasi yang dapat mengirimkan suara jarak jauh melalui sinyal listrik.

Berikut fingsi-fungsi peralatan telekomunikasi pada telepon:

a. Gagang telepon atau handset terdiri dari dua ujung, yaitu receiver atau

bagian pendengaran dan Multipiece atau bagian yang di pakai untuk

bicara.

b. Cord atau kabel, yaitu penghubung gagang telepon.

c. Induk telepon ayau papan nomor telepon, yaitu papan yang berfungsi

untuk menuliskan nomor telepon.

d. Tombol call forwading/do not disturb (FWD/DND), yaitu tombol yang

berfungsi untuk memindahkan panggilan ke nomor ekstensi lainnya.

e. Tombol conference, yaitu tombol yang berfungsi pada saat anda hendak

melakukan pembicaraan telepon dengan tiga orang pada saat yang

bersamaan.

f. Tombol SNR (saved number redial), yaitu tombol yang berfungsi untuk

mengulangi kembali nomor telepon yang telah disimpan di SNR.

g. Tombol LNR (last number redial), yaitu tombol yang berfungsi untuk

memutar kembali nomor terakhir anda melakukan hubungan telepon.

h. Tombol flash , yaitu tombol yang berfungsi untuk mendapatkan nada

pilih.

i. Tombol hold, yaitu tombol yang berfungsi untuk menunda percakapan

(14)

j. Tombol redial, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengulang kembali

nomor terakhir kita telepon setelah pesawat telepon dimatikan.

k. Tombol pouse, yaitu tombol yang berfungsi untuk menghentikan

sementara percakapan telepon.

l. Tombol speaker phone, yaitu tombol yang berfungsi untuk

mendengarkan suara yang anda telepon, tanpa mengangkat gagang

telepon.

m. Tombol transfer, yaitu tombol yang berfungsi untuk memindahkan

panggilan dan menghapus program.

n. Tombol interckom, yaitu tombol ini akan menyala jika ada hubungan

telepon antara ekstensi yang satu dengan ekstensi lainnya.

o. Tombol auto/memory, yaitu tombol yang berfungsi bila anda ingin

memanggil nomor telepon yang anda program.

p. Tombol auto answer, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengangkat

telepon.

q. Tombol pengatur suara speaker, yaitu tombol yang berfungsi untuk

mengatur tinggi rendah volume suara.

r. Tombol memori yaitu tombol yang berfungsi untuk mencatat nomor

telepon yang telah disimpan dalam program speed dialing.

s. Kartu nomor telepon, yaitu tombol yang berfungsi untuk menuliskan

(15)

t. Layar tampilan, yaitu layar untuk menampilkan nomor-nomor yang di

panggil, juga menampilkan hari, tanggal, bulan, tahun, waktu/jam, dan

lain-lain.

2. Faksimile

Faksimile adalah proses pengiriman copy dokumen yang tepat ke daerah

yang jauh lokasinya, yang di produksi di atas kertas atau film. Dokumen

yang dikirim bisa berupa halaman naskah atau diagram yang terinci.

Disebut juga dengan fax. Mesin yang mnegerjakan proses scan terhadap

sebuah halaman hasil cetakan dan mengubahnya menjadi sinyal yang di

transmisikan melalui sebuah saluran telepon menuju ke sebuah mesin

penerima fax.

3. Telepon genggam (handphone)

Handphone adalah alat komunikasi baik jarak dekat maupun jarak jauh.

Alat ini merupakan komunikasi lisan dan tulisan yang dapat menyimpan

pesan sangat praktis untuk digunakan sebagai alat komunikasi, karena bisa

dibawa kemana saja. Pengembangan teknologi telepon, dimana

perangkatnya dapat digunakan sebagai perangkat untuk mobile atau

berpindah-pindah, dikarenakan perangkat ini tidak menggunakan kabel

(nircabel).

4. Interkom (aiphone)

Interkom berasal dari bahasa inggris yaitu intercommunication yang

mempunyai arti hubungan di dalam. Intercom sering disebut juga

(16)

tidak hanya digunakan di kantor-kantor ataupun di Hotel, tetapi sudah

membudaya pada masyarakat sampai ke plosok desa. Oleh karena itu

tidak perlu heran apabila banyak rumah atau desa yang diatasnya

tampak kabel kecil membentang dari atap. Kabel ini disebut beudrat

yang berfungsi untuk menyalurkan suara dari pesawat intercom yang

satu ke pesawat intercom lainnya.

2.5 Tata Cara Bertelepon

Tata cara bertelepon adalah hal yang harus diketahui dan di jalankan oleh

seorang telepon operator, karena untuk mengikat perhatian dari pelanggan agar ingin

singgah ke hotel. Tata Cara menggunakan telepon:

Adapun langkah-langkah atau tata cara bertelepon yang baik yakni:

1. Segera angkat telepon sebelum berdering sampai 3 kali.

2. Perkenalkan diri anda (indentity your self )

Perkenalkan diri anda dengan menyebutkan nama hotel tempat anda bekerja dan

mengucapkan salam (greeting).

3. Layanan Pribadi (personal service)

Berikan layanan secara pribadi agar si penelpon merasa nyaman, di hormati,

dan di perhatikan.

4. Dengarkan dengan seksama (listen ceefully)

Dengarkan pembicaraan tamu dengan seksama dan penuh perhatian, jangan

(17)

5. Ambil catatan (take a note)

Catat semua yang disampaikan oleh tamu dan kemudian di realisasikan,

misalnya seperti mencatat, nama tamu, nomor kamar, pesanan yang diinginkan

oleh tamu, dan lain-lain.

6. Giving Magic Word

Gunakan kata-kata yang dapat menggugah dan menyentuh sanubari tamu,

misalnya : “please, thank you, I’m sorry with a pleasure”.

2.6 Pengertian Pelayanan

Pelayanan dalam industri jasa merupakan faktor yang sangat penting. Pelayanan

merupakan proses interaksi antara seseorang yang berupaya memenuhi

kebutuhannya. Yaitu antara pelanggan/tamu/nasabah/pegawai/karyawan.

Pertama kali kita harus memahami defenisi dari kata pelayanan itu sendiri.

Pelayanan: suatu tindakan yang dilakukan guna memenuhi keinginan customer akan

suatu produk/jasa yang mereka butuhkan, tindakan ini dilakukan untuk memberikan

kepuasan kepada pelanggan/customer untuk memenuhi apa yang mereka butuhkan.

1. Pelayanan Konsumen yang Terintegrasi

Agar pelayanan memiliki kualitas dan memberikan kepuasan kepada pelanggan

mereka, maka perusahaan harus memperhatikan berbagai dimensi yang dapat

menciptakan dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Hasil penelitian yang

dilakukan Berry dan kawan-kawan seperti dikutip Payne (2000) faktor-faktor

yang mempengaruhi kualitas pelayanan dapat diidentifikasi dalam lima aspek

(18)

a. Faktor fisik (tangibles): fasilitas fisik, perlengkapan, penampilan personil.

b. Reliabilitas (reliability): kemampuan melakukan layanan atau jasa yang

diharapkan secara meyakinkan, akurat dan konsisten.

c. Daya tanggap (responsibility): kemauan memberikan layanan dan

membantu pelanggan.

d. Jaminan (assurances): pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan

karyawan menyampaikan kepastian dan kepercayaan.

e. Empati (emphaty): perhatian individual kepada pelanggan.

Untuk menciptakan kualitas pelayanan yang tinggi, secara garis besar Tjiptono

(2000) mengemukakan strategi pemasaran pelayanan jasa yang pokok berkaitan

dengan tiga hal berikut:

1. Melakukan differensiasi kompetitif. Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan

dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan

lambang-lambang yang mereka gunakan. Selain itu perusahaan dapat

melakukan deferensiasi kompetitif dalam penyampaian jasa (service delivery)

melalui 3 aspek yang dikenal dengan 3P dalam pemasaran jasa, yaitu:

a. Orang (people) yang dilatih agar dapat diandalkan.

b. Lingkungan fisik (physical environement) yang dikembangkan dengan

lebih atraktif.

c. Proses (process) penyampaian pelayanan yang dirancang dengan lebih

(19)

2. Mengelola kualitas jasa. Mengelola kualitas jasa adalah mengelola gap

(kesenjangan) dalam hal:

a. Gap antara harapan pelanggan dengan persepsi manajemen terhadap

pelanggan.

b. Gap antara persepsi manajemen terhadap pelanggan dan spesifikasi

kualitas jasa.

c. Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa, gap antara

penyampaian jasa dan komunikasi eksternal.

d. Gap antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan.

3. Mengelola produktivitas. Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk

meningkatkan produktivitas jasa, yaitu:

a. Penyedia jasa bekerja lebih keras atau lebih cekatan dari biasanya.

b. Meningkatkan kuantitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya.

c. Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan

melakukan standarisasi produksi.

d. Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tertentu

dengan jalan menemukan suatu solusi berupa produk.

e. Merancang jasa yang lebih efektif.

f. Memberikan insentif kepada para pelanggan untuk melakukan sebagian

tugasperusahaan.

2. Pengertian Manajemen Pelayanan

Definisi Manajemen, Manullang (1985: 17) sebagai: seni dan ilmu perencanaan,

(20)

daya manusia (SDM) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih

dahulu.”

Sementara Gibson, Donelly dan Ivancevich (1996:4) mendefinisikan

manajemen sebagai: ”suatu proses yang dilakukan oleh satu atau lebih individu

untuk mengoordinasikan berbagai aktivitas lain untuk mencapai hasil-hasil yang

tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri. ” Dua definisi diatas

kelihatannya beda, tetapi pada prinsipnya sama. Yang dimaksud dengan

“proses” oleh Gibson, Donelly dan Ivancevich adalah penerapan “ilmu dan seni” seperti yang dimaksud oleh Manullang, sedangkan “pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan” oleh Gibson dkk di sebut dengan mengoordinasikan berbagai aktivitas lain.

Ivancevich, Lorensi, Skinner dan Crosby mendefinisikan “Pelayanan adalah

produk-produk yang tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang melibatkan

usaha-usaha manusia dan menggunakan peralatan. ”Sementara menurut

Gronroos (1990:27): “Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian

aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi akibat

adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang

disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk

(21)

2.7 Pengertian komunikasi dan fungsi komunikasi 2.7.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi dapat mencangkup semua cara menyampaikan atau

menyebarluaskan berita. Sedang berita yang disampaikan dapat terdiri dari buah

pikiran/gagasan, pengetahuan, nilai-nilai hidup, kepercayaan, dan lain

sebagainya. Demikian pula media transmisi yang akan menyampaikan berita itu

dapat berupa udara cahaya atau gelombang elektromagnetik berkecepatan

tinggi.

Komunikasi berasal dari bahasa latin: communis=sama (common). Komunikasi

berarti kita saling berusaha mengadakan suatu kesamaan dengan orang lain. Ini

berarti bahwa kita sedang berusaha memberikan informasi, atau pendapat orang

lain. Dan orang lain tersebut sedang berusaha pula untuk mengerti isi informasi

yang di terimanya.

Komunikasi sangat berperan penting untuk kelangsungannya kegiatan hotel dan

terkoordinir secara efektif. Dalam komunikasi seseorang harus bias

menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik agar pelanggan dapat mengerti

dan tertarik ingin mengguna jasa yang di sediakan oleh hotel.

Komunikasi adalah suatu tingkah laku, perbuatan atau kegiatan penyampaian

atau pengoperan lambang-lambang, yang mengandung arti atau makna. Atau

perbuatan penyampaian suatu gagasan atau informasi dari seseorang kepada

orang lainnya. Atau lebih jelasnya, suatu pemindahan atau penyampaian

(22)

2.7.2 Fungsi Komunikasi

Komunikasi dapat berfungsi sebagai berikut :

1. Informasi, yakni kegiatan mengumpulkan,menyimpan data, fakta dan pesan,

opini dan komentar, sehingga orang biasa mengetahui keadaan yang terjadi

diluar dirinya.

2. Sosialisasi, yakni menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana

orang bersikap sesuai nila-nilai yang ada, serta bertindak sebagai anggota

masyarakat secara efektif.

3. Motivasi, yakni mendorong orang untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui

apa yang mereka baca,lihat,dengar lewat media massa.

4. Bahan diskusi, menyediakan informasi sebagai bahan diskusi untuk mencapai

persetujuan dalam hal perbedaan pendapat mengenai hal-hal yang menyangkut

orang banyak.

5. Pendidikan, yakni membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara

luas, baik untuk pendidikan formal di sekolah maupun untuk luar sekolah.

6. Memajukan kebudayaan, media massa menyebarluaskan hasil-hasil kebudayaan

melalui pertukaran program siaran radio dan televisi.

7. Hiburan, media massa telah menyita banyak waktu luang untuk semua golongan

usia dengan difungsikannya sebagai alat hiburan rumah tangga.

8. Integrasi, banyak bangsa di dunia dewasa ini duguncang oleh

(23)

2.8 Komunikasi dalam manajemen

Sebelumya telah dijelaskan bahwa dalam sebuah, organisasi/perusahaan

terdapat dua unsur komunikasi yang saling berkaitan erat satu sama lain, yakni terjadi

antara komunikasi manajemen (management communication) dan komunikasi antar

manusia (human relation). Menurut George R. Terry dalam bukunya, principles of

management, 6th Edition, Richard D.Irwing Inc. Goergetown: 1972., pada suatu

menejemen terdapat lima macam komunikasi di dalam organisasi, yaitu secar garis

besar dapat berbentuk, antara lain:

1. Komunikasi formal, yang biasanya komunikasi dalam jalur yang formal,

memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu melalui intruksi-intruksi bentuk

lisan dan tertulis sesuai dengan prosedur secara fungsional yang berlaku, dari

arus atasan kebawahan atau sebaliknya.

2. Komunikasi non-formal, yaitu diluar komunikasi formal secara fungsional,

dimana terjadi secara tiba-tiba atau spontan dari suatu kondisi yang tidak

diharapkan melakukan komunikasi secara tidak formal (hubungan antar pribadi

dengan orang lain) dalam hal menjelaskan, atau sumbang sarang sesuatu yang

berkaitan dengan tugas, kewajiban dan produksi sebagainya. Biasanya

komunikasi non formal cukup efektif dilakukan pada perusahaan bersifat padat

karya dengan jumlah pekerja cukup banyak, serta tidak terlalu teknis, cara

bekerja permanen dan terus-menerus.

3. Komunikasi informal, mungkin lebih dekat dekat non-formal, karena terjadinya

kontak human relasi lebih dominan yang berkaitan dengan aspek-aspek

(24)

digunakan oleh pihak bagian personel dalam upaya menggali atau mengetahui

lebih mendalam mengenai aspek psikologis atas karyawan atau pekerja yang

bermasalah dengan kehidupan sehari-hari di luat pekerjaannya.

4. Komunikasi teknis, hubungan komunikasi disini lebih bersifat teknis yang

hanya dapat di pahami atau dimengerti oleh para ahli/pekerja khusus yang

berkaitan dengan pekerjaan tertentu. Misalnya komunikasi pekerjaan teknik

mesin industry, arsitek, rancang bangun, dan program komputerisasi, internet

serta elektronik-mail dan lain sebagainya bersifat teknis.

5. Komunikasi procedural, biasanya komunikasi di sini lebih dekat komunikasi

formal, misalnya pedoman teknis pekerjaan (manual), peraturan perusahaan

atau kebijaksanaan pimpinan, intruksi tertulis, memo, laporan berkala

bulanan/tahunan, tata cara proses dan penyelesaian suatu pekerjaan. Hubungan

pekerjaan antara pimpinan dan bawahan ditetapkan dalam bentuk peraturan

mengenai suatu deskripsi jabatan (penjelasan) dan spesifikasi (persyaratan)

teknis atau tertulis dan rinci, baik mengenai fungsi, wewenang, maupun

tanggung jawab masing-masing personel/karyawan.

2.9 Sarana komunikasi

Untuk berkomunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:

1. Sambungan per telepon, adalah sesuatu yang umum dipakai, sangat cepat atau

praktis karena penelpon dapat langsung menghubungi orang yang ditelpon

walaupun jarak antara keduanya berjauhan. Kelebihannya, tidak ada bukti

(25)

2. E-mail, merupakan sarana yang lebih praktis lagi. Dengan sarana ini kita dapat

mengirim pesan, memo, informasi, ataupun berita. Kelebihannya, dapat memuat

banyak berita, bahkan gambar dan ilustrasi, dapat dicetak sebagai bukti tertulis.

Kelemahannya, pesan harus dicetak dahulu jika menginginkan bukti tertulis.

3. Inter departemen memo, merupakan sarana yang paling umum digunakan untuk

mengomunikasikan suatu informasi maupun komando untuk kerja tertentu.

Keunggulan dari memo adalah bersifat tertulis sehingga dapat terhindar dari

kesalahpahaman akibat distorsi komunikasi verbal. Kelemahannya, semakin

banyak kerja akan memperpanjang deretan file administrasi.

4. Bertemu langsung, merupakan sarana efektif, karena kedua belah pihak dapat

langsung berkomunikasi. Kelemahannya terletak pada waktu dan tempat.

Adalah sesuatu yang tidak efektif untuk bertemu langsung bila orang yang akan

diajak berkomunikasi berada di tempat jauh. Untuk memastikan bahwa

pertemuan dapat terjadipun bukan sesuatu hal yang sederhana.

5. Nota, catatan pendek untuk seseorang. Intinya untuk meneruskan pesan supaya

segera sampai atau segera ditindak-lanjuti. Keuntungan dari nota adalah praktis.

Kelemahannya adalah tidak formal. Karena menggunakan kertas berukuran

kecil seadanya, resiko untuk hilang dan tak terbaca cukup besar.

2.10 Elemen Komunikasi

Seorang komunikator, atau sumber mengirimkan pesan ke penerima, atau

penonton, melalui media yang dipilih, mempropokasi tanggapan umpan balik ini

(26)

model ini, yang berasal dari sejarah komunikasi, kami menyarankan tujuh kategori

yang akan membantu anda menentukan dan menganalisis situasi komunikasi bisnis:

1. Sumber, tema ini meliputi buku. Siapa yang memulai aksi dan mengapa harus

dia yang dipercaya? Bagaimana dapat menjadi seorang kredibel dan

sumber-sumber efektif.

2. Tujuan, apa resuit yang anda cari? Ini akan melihat jelas pada awalnya. Kapan

kamu menerima tugas atau sebuah ide yang bagus. Menulis dibawah realita.

3. Penonton, tentukan sasaran anda apa yang akan memindahkan mereka untuk

mendukung anda? Apakah sikap mereka terhadap usulan anda positif, netral,

atau negative. Bagaimana mereka melihat anda. Apakah anda menghadapi salah

satu kunci penonton.

4. Konteks, komunikasi terjadi dalam lingkungan tertentu. Hal ini dapat

melibatkan upaya untuk mencapai satu orang atau mencapai jutaan. Hal ini

dapat berarti bekerja dalam norma-norma tertentu perusahaan budaya, sejarah,

dan situasi kompetitif atau menentang norma yang berlaku.

5. Pesan, apa pesan yang akan kamu sampaikan dengan penonton tertentu?

Mempertimbangkan bagaimana banyak informasi yang mereka butuhkan

cenderung mereka miliki, bagaimana untuk membuat pesan kamu, meyakinkan

dan mengesankan, dan bagaimana kamu dapat berorganisasi persuasif.

6. Media, media akan banyak mengkonsep and apaling efektif untuk setiap

penonton yang signifikan, jika anda berbicara, menulis, menelpon, mengirim

(27)

7. Umpan balik, komunikasi tidak bertindak tapi sebuah proses. Sebuah pesan

mempropokasi tanggapan yang membutuhkan pesan lain.

2.11 Komunikasi Internal Kantor Depan

Komunikasi intenal di Kantor Depan sangat penting mengingat beberapa hal sebagai

berikut:

1. Ada banyak staff di bagian itu.

2. Ada banyak data mengenai tamu, informasi, serta pekerjaan yang perlu

ditindak-lanjuti demi kepuasan tamu.

3. Ada shift kerja yang berbeda.

4. Adanya heterogenitas kemampuan dan keragaman persepsi pada masing-masing

staff.

5. Adanya aktifitas dan interaksi yang intensif dan dinamis.

Komunikasi yang terjadi di lingkungan internal Front Office terutama ditujukan

untuk membangun budaya kerja yang disiplin, serius, bertanggung jawab, penuh

kesadaran, saling menghargai, baik ke atasan maupun kolega. Sistem budaya kerja

yang mapan akan menciptakan suasana komunikasi yang kondusif sehingga

miskomunikasi dapat ditekan seminim mungkin. Jika terjadi kondisi seperti diuraikan

di atas maka setiap perintah atasan akan menerjemahkan sebagai sesuatu yang

penting dan akan dilaksanakan karena disadari sebagai upaya untuk memberikan

layanan yang prima kepada tamu. Pesan dari staff yang satu ke yang lain akan di

tindak-lanjuti dan diperhatikan betul-betul, serta ditanyakan kejelasannya agar jangan

(28)

memuaskan. Jika tamu puas, sebagai multiflier effect, tamu-tamu yang lain akan

berdatangan silih berganti, akibat pemberitahuan dari mulut ke mulut (words og

mounth).

Komunikasi dengan tamu merupakan hal yang sangat penting guna menjaga

bisnis tetap berjalan dengan baik. Tamu adalah sumber bisnis bagi hotel. jika hotel

kehilangan sumber bisnisnya maka aktivitas yang lain akan berhenti. Oleh karena itu

pengelola dan staff hotel harus mampu mnjalin komunikasi dengan tamu dengan

sebaik-baiknya sehingga tamu menjadi puas karenanya.

2.12 Etika Komunikasi

Etika adalah standar-standar moral yang mengatur perilaku kita bagaimana kita

berindak dan mengharapkan orang lain berindak (Verderber,1978:313). Etika pada

dasarnya merupakan dialektika antara kebebasan dan tanggung jawab, antara tujuan

yang hendak dicapai ndan cara untuk mencapai tujuan. Ia berkaitan dengan penilaian

tentang perilaku benar atau tidak benar, yang baik atau tidak baik, yang pantas atau

tidah pantas, yang berguna atau tidak berguna, dan yang harus dilakukan atau tidak

boleh dilakukan.

Problematika etika komunikasi juga didasari fakta bahwa komunikasi terdiri

dari berbagai konteks. Ada komunikasi antarpersona (dua orang), komunikasi

kelompok kecil, komunikasi public, dan komunikasi antarbudaya (Tubbs dan

(29)

Etika komunikasi harus tercermin pada diri seorang telepon operator karena dari

sikap dan etika seorang telepon operator akan terpancar dari suara yang akan

dikeluarkannya untuk menyampaikan informasi.

2.13 Hakikat Filsafat Komunikasi

Menurut Prof.Onong Uchjana Effendi (2003:231), filsafat komunikasi adalah

sesuatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara lebih mendalam,

funda mental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, prehensif teori dan proses

komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang sifat, tatanan, tujuan,

fungsi, teknik, dan metode-metodenya. Tujuan komunikasi adalah

menginformasikan, mendidik, dan mempengaruhi.

2.14 Ruang Lingkup Pelayanan Telekomunikasi

Kegiatan telepon operator dalam pelayanannya telekomunikasi adalah Incoming

Call dan Out Going Call. Incoming call adalah telepon masuk ke hotel, yang pertama

sekali dilakukan operator ketika menerima telepon dari luar adalah dengan

mengucapkan salam (greeting) dengan menyebut nama hotel dan identitas dirinya

dengan suara yang penuh dengan keramahan. Sedangkan Out Going call adalah

melakukan pelayanan telepon dari dalam keuar hotel.

Berikut ruang lingkup pelayanan telekomunikasi telepon operator di Santika Premiere

Dyandra Medan yakni :

1. Hubungan telepon antara departemen hotel

(30)

3. Hubungan interlokal,merupakan hubungan telepon antara satu wilayah ke

wilayah lainnya. Layanan telepon antar kota (long distance call) terbagi dua

macam :

a. Station to station

Permintaan percakapan lewat nomor tertentu tanpa menyebutkan nama

yang di panggil.

b. Person to person

Permintaan percakapan telepon dengan pesan agar disambungkan dengan

orang.

4. Hubungan internasional, merupakan hubungan telepon dari satu Negara ke

Negara lain (Overseas Call).

5. Permintaan percakapan telepon yang biayanya ditanggung oleh penerima

telepon (collect call).

Pelayanan telekomunikasi dalam hubungan telepon lokal maupun interlokal beberapa

hubungan yaitu Eksternal dan Internal. Eksternal dan internal merupakan kegiatan

yang memberikan dan menerima layanan dari pihak luar maupun dalam hotel seperti

tamu-tamu yang memesan kamar ke reservasi, pemberi informasi kepada tamu,

penghubugan pesan ke kamar tamu dan pengubungan telepon antar departemen di

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV : HUBUNGAN KERJA ANTARA KANTOR DEPAN DENGAN BAGIAN TATA GRAHA DALAM PELAYANAN TAMU SELAMA MENGINAP DI HOTEL SANTIKA PREMIERE DYANDRA MEDAN. 4.1 Pelayanan Kantor Depan

Diantaranya pelayanan kantor depan sangatlah penting karena proses tamu mulai dari memesan kamar, tamu tiba, tamu menginap, sampai tamu meninggalkan hotel, dan pelayanan tata

Batasan masalah pada penulisan tugas akhir ini hanya membahas Bagaimana hubungan kerja antara kantor depan dengan tata graha dalam pelayanan tamu selama menginap di hotel

sebab tata graha adalah bagian yang bertugas dan bertanggung jawab untuk menjaga. kebersihan, kerapian, keindahan dan kenyamanan di seluruh areal hotel,

Sugianto Endar Ir, MM, 1997, Operasional Kantor Depan Hotel, Gramedia Pustaka Utama Jakarta. Rumekso,SE, Housekeeping Hotel penerbit

1) Tombol PRG di pojok kanan atas : berfungsi untuk memblok atau mengalihkan panggilan yang masuk ke telepon operator. Sehingga jika ada yang menelfon ke operator maka

4.2 Telepon Operator sebagai Salah Satu Bagian Pelaksanaan Komunikasi Telepon operator merupakan bagian pertama kantor depan hotel yang mempunyai kedudukan yang sama

Sebaiknya concierge lebih meningkatkan kinerjanya dalam melakukan pelaksanaan kerja yang masih jarang terlaksanakan dan semua kegiatan harus ditulis di log book