• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Divident Per Share (DPS) Earnings Per Share (EPS), dan Debt to Eguity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Perioda 2008-2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Divident Per Share (DPS) Earnings Per Share (EPS), dan Debt to Eguity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Perioda 2008-2012."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

vi

ABSTRACT

This research aims to examine the influence of Dividend per Share (DPS), Earnings per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) either partially or simultaneous to the stock price. The study was taken because there are still inconsistencies research results with each other. The research was carried out using the secondary data. Sampling technique used was purposive sampling. The sample uses the 9 manufacturing company which publishes financial statements for 2008-2012. Methods of analysis used was multiple linear regression analysis by first performed the classic assumptions test.Testing ofthe classic assumptions that used in this research include normality test, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. Conclusion of the classical assumptions testing are examined normally distributed data, free of autocorrelation, free from multicollinearity, and free from heteroscedasticity. Linear regression analysis using multiple, it can be noted that the DPS and EPS has influence partially to the stock price, and the DER has no influence partially to stock prices. Simultaneously, DPS, EPS, and DER influence on stock prices. From the research that is done, then the conclusion that stock prices are influenced by the DPS and EPS. Other factor is DER it didn't affect the stock price.

(2)

vii

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Dividend per Share (DPS), Earnings per Share(EPS),Debt to Equity Ratio (DER) baik secara parsial maupun simultan terhadap hargasaham. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat ketidak konsistenan hasil penelitian yang satu dengan yang lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder. Tekniksampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel menggunakan 9 perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan tahun 2008-2012. Metoda analisis yang digunakanadalah analisis regresi linier berganda dengan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Simpulan dari uji asumsi klasik yang dilakukan adalah data yang diteliti berdistribusi normal, terbebas dari autokorelasi, terbebas dari multikolinearitas, dan terbebas dari heteroskedastisitas.Dengan menggunakan analisa regresi linier berganda, maka dapat diketahui bahwa DPS dan EPS berpengaruh secara parsial terhadap harga saham,DER tidakberpengaruh secara parsial terhadap harga saham. Secara simultan, DPS, EPS, dan DER berpengaruh terhadap harga saham. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperolehsimpulan bahwa harga saham dipengaruhi oleh DPS dan EPS. Faktor lain DER ternyata tidakberpengaruh terhadap harga saham.

(3)

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRACT ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GRAFIK ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 10

(4)

ix

1.4 Manfaat Penelitian ... 11

1.5 Kontribusi Penelitian ... 11

BAB II KERANGKA PEMIKIRAN, KAJIAN PUSTAKA, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 13

2.1 Kerangka Pemikiran ... 13

2.2 Kajian Pustaka ... 14

2.2.1 Teori Signal ... 14

2.2.2 Pengertian Pasar Modal ... 15

2.2.3 Tujuan Laporan Keuangan ... 16

2.2.4 Dividen ... 17

2.3 Pengembangan Hipotesis ... 19

2.3.1 Dividend per Share (DPS) Terhadap Harga Saham ... 19

2.3.2 Earnings per Share (EPS) Terhadap Harga Saham... 23

2.3.3 Debt Equity to Ratio (DER) Terhadap Harga Saham ... 27

2.3.4 Dividend per Share (DPS), Earnings per Share (EPS), dan Debt Equity to Ratio (DER) Terhadap Harga Saham ... 31

BAB III METODA PENELITIAN ... 35

3.1 Populasi dan Penentuan Sampel ... 35

3.2 Sumber dan Data yang digunakan ... 36

3.3 Model Penelitian ... 37

3.4 Model Regresi... 37

(5)

x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 40

4.1 Hasil Penelitian ... 40

4.1.1 Uji Asumsi Klasik ... 40

4.1.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 47

4.1.3.1 Persamaan Regresi ... 47

4.1.3.2 Hipotesa Penelitian ... 48

4.2 Pembahasan ... 49

4.2.1Pengaruh Dividend per Share (DPS) Terhadap Harga Saham ... 49

4.2.2Pengaruh Earnings per Share (EPS) Terhadap Harga Saham ... 50

4.2.3Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham ... 51

4.2.4Pengaruh Dividend per Share (DPS),Earnings per Share (EPS),dan Debt to Equity Ratio (DER) Secara Simultan Terhadap Harga Saham ... 52

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 53

5.1 Simpulan ... 53

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 53

(6)

xi

DAFTAR PUSTAKA ... 56

LAMPIRAN ... 60

(7)

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 Kerangka Pemikiran ... 13

(8)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I Uji Autokorelasi ... 42

Tabel II Uji Multikolinearitas ... 43

Tabel III Uji Heteroskedastisitas ... 45

(9)

xiv

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik I Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot of Regression

(10)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Sampel Penelitian ... 60

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam menjalankan operasinya membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu, perusahaan dihadapkan pada permasalahan bagaimana memperoleh, menggunakan dan mengembalikan dana yang diperoleh tersebut.

Salah satu cara perusahaan untuk memperoleh dana adalah dengan melakukan penerbitan dan penjualan saham di Pasar Modal. Menurut Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pada pasal 1 ayat 13 memberikan rumusan pengertian pasar modal sebagai “Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.”

Sementara pengertian pasar modal menurut Keppres No. 52 Tahun 1976 tentang pasar modal bab I pasal 1 adalah “Bursa Efek seperti yang dimaksud dalam Undang–Undang No. 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara, Tahun 1952 No. 67).” Maka secara fisik, pasar modal menunjuk sebuah tempat, yang biasanya menempati sebuah gedung, sebagai tempat bertemunya para pialang yang mewakili para investor, yang lazim disebut bursa (exchange). Di Indonesia sendiri ada satu bursa yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.

(12)

BAB I PENDAHULUAN 2

memperoleh dana untuk menjalankan operasinya dan di sisi lain investor yang membeli saham perusahaan tersebut memperoleh sejumlah keuntungan atas investasinya di masa yang akan datang.

Salah satu cara agar investor tertarik untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan adalah dengan meyakinkan para investor bahwa kondisi perusahaan dalam keadaan baik, salah satunya melalui laporan keuangan. Harahap (2006) mengemukakan bahwa: “Laporan Keuangan merupakan output dan hasil dari proses akuntansi yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan.”

Tujuan laporan keuangan menurut PSAK no 1 paragraf 10 (IAI, revisi 2012) adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan dapat mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi dalam melakukan investasi dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Hal ini sesuai dengan Teori Signal menurut Morris (1987) dalam Meythi, et al. (2011) yang menjelaskan masalah asimetris informasi dalam pasar. Teori ini menunjukkan bagaimana asimetris ini dapat dikurangi dengan memberikan signal informasi kepada pihak lain.

(13)

BAB I PENDAHULUAN 3

Banyak perusahaan yang tidak sanggup membiayai operasional usahanya dan pailit. Menurunnya laba dan meningkatnya hutang yang harus dibayar membuat perusahaan menjadi tidak lancar dalam membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.

Investor membutuhkan informasi yang berkaitan dengan perusahaan dalam rangka melakukan penilaian terhadap kinerja perusahaan. Salah satunya adalah informasi mengenai kebijakan dividen. Perubahan pengumuman pembayaran dividen mengandung informasi yang dapat digunakan para investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi dan memprediksi prospek perusahaan di masa mendatang. Akibat dari perubahan tersebut, maka harga saham akan mengalami penyesuaian. Pada umumnya, tujuan investor melakukan investasi saham yaitu untuk mendapatkan return saham. Horne dan Wachoviz (1998) mendefinisikan return sebagai: ”Return as benefit which related with owner that includes cash dividend last year which is paid, together with market cost appreciation or capital gain which is

realization in the end of the year”. Menurut Jones (2000) “Return is yield and capital

gain (loss)”. (1) Yield, yaitu cash flow yang dibayarkan secara periodik kepada

pemegang saham (dalam bentuk dividen), (2) Capital gain (loss), yaitu selisih antara harga saham pada saat pembelian dengan harga saham pada saat penjualan. Hal tersebut diperkuat oleh Corrado dan Jordan (2000) yang menyatakan bahwa “Return from investment security is cash flow and capital gain/loss.” Berdasarkan pendapat

yang telah dikemukakan, dapat diambil simpulan return saham adalah keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan saham investor atas investasi yang dilakukannya, yang terdiri dari dividen dan capital gain/loss.

(14)

BAB I PENDAHULUAN 4

harga sahamnya juga akan menurun. Jika laba bersih perusahaan meningkat, maka harga saham juga akan menurun. Earnings Per Share (EPS) merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kinerja perusahaan, karena besar kecilnya EPS akan ditentukan oleh laba perusahaan.

Financial leverage merupakan informasi penting juga bagi investor, karena

financial leverage menggambarkan bagaimana perusahaan membiayai aktivitasnya.

Salah satu rasio leverage yang menjadi indikator kinerja keuangan Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam

menjamin hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimiliki. Menurut Darsono dan Ashari (2005) semakin tinggi rasio ini berarti semakin besar jumlah modal pinjaman (hutang) yang digunakan dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan aktiva yang dimiliki. Semakin tinggi DER mencerminkan tingginya risiko perusahaan karena hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih membutuhkan modal pinjaman untuk membiayai operasional perusahaan sehingga beban perusahaan juga semakin besar. Tentunya hal ini akan mengurangi hak pemegang saham dalam bentuk dividen. Apabila perusahaan masih membutuhkan permodalan dari pihak luar maka dapat dipastikan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk mengembalikan pinjaman modal, akan mengakibatkan tidak menarik bagi para investor dan akan cenderung untuk menghindari saham-saham yang memiliki DER yang relatif tinggi karena investor lebih tertarik pada saham yang tidak menanggung terlalu banyak beban hutang.

(15)

BAB I PENDAHULUAN 5

terkandung dalam laporan keuangan yang dapat terkait dengan harga saham. Hal ini diperkuat oleh Joshi (2011) yang meneliti pengaruh dari pembagian dividen terhadap harga saham di Nepal. Harga saham diambil sebagai variabel dependen dan empat variabel lainnya yaitu DPS, Saldo Laba Per Saham (REPS), Harga Earnings Ratio (P/E ratio) dan Harga Pasar Per Saham (MPS) sebagai variabel penjelas. Simpulan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa, dampak dari dividen lebih menonjol dibandingkan dengan laba ditahan dalam konteks Nepal. Dividen berpengaruh signifikan terhadap harga saham pasar baik perbankan dan sektor non-perbankan.

Khan (2012) menguji pengaruh perubahan dividen terhadap harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan dari berbagai sektor industri di Pakistan. Sampel terdiri dari empat perusahaan dari industri yang berbeda yaitu perusahaan Hub Power, Lucky Cement, Atlas Honda dan Nishat Mills. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data lima tahun (2004-2009) dari perusahaan terkait mengenai pembayaran dividen dan harga saham. Hasil temuan menunjukkan bahwa harga saham dari semua perusahaan sampel berubah dengan perubahan dividen per saham. Hasil korelasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang kuat ataupun hubungan negatif yang ditemukan antara harga saham dan dividen per saham. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh perubahan dividen terhadap harga saham secara positif maupun negatif.

(16)

BAB I PENDAHULUAN 6

antara volatilitas harga saham dan ukuran perusahaan. Berdasarkan temuan penelitian ini, dividend yield dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh paling besar terhadap volatilitas harga saham antara variabel prediktor.

Troudi dan Milhem (2013) menguji hubungan empiris antara dividen kas, laba ditahan dan harga saham, dengan variabel pengontrol yaitu laba per saham dan financial leverage dalam konteks pasar saham Yordania. Sampel penelitian adalah

semua perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Amman pada perioda 2005-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara dividen tunai dan harga saham. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat positif dan signifikan antara laba per saham dan harga penutupan saham perusahaan. Namun, hubungan antara financial leverage dan harga penutupan saham perusahaan adalah positif tetapi tidak signifikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa investor di perusahaan-perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Amman selama periode 2005-2010 lebih menyukai dividen kas daripada saldo laba. Simpulannya bahwa terdapat hubungan siginifkan secara positif maupun negatif antara harga saham dengan dividen kas dan laba ditahan melalui variabel pengontrol yaitu laba per saham dan financial leverage.

(17)

BAB I PENDAHULUAN 7

diperoleh tidak signifikan mempengaruhi harga saham, sebaliknya variabel EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Priatinah dan Kusuma (2012) meneliti pengaruh Return on Investment (ROI), Earnings Per Share (EPS) dan Dividend Per Share (DPS) terhadap harga saham

perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hasil penelitiannya menyimpulkan secara memaksimalkan penggunaan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan laba maka dapat meningkatkan nilai perusahaan berupa meningkatnya harga saham karena saham perusahaan direspon positif oleh investor.

Toly (2009) meneliti rasio keuangan sebagai penentu harga saham LQ45 di BEI. Studi ini menunjukkan bahwa rasio pemegang saham terdiri dari nilai buku per saham, rasio pembayaran dividen, EPS, dan ROA adalah rasio yang menentukan pergerakan harga saham LQ45 di BEI. Marcellyna (2012) meneliti pengaruh EPS terhadap harga saham LQ-45 di BEI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara EPS terhadap harga saham LQ-45 di BEI.

Marcellyna (2012) meneliti pengaruh EPS terhadap harga saham LQ-45 di BEI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara EPS terhadap harga saham LQ-45 di BEI. Simpulan dari penelitian ini adalah EPS memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar dalam LQ-45 di BEI.

(18)

BAB I PENDAHULUAN 8

perusahaan akan menurun dimata investor jika proporsi hutang meningkat sehingga mempunyai beban yang berat. Secara simultan penelitian ini berpengaruh terhadap harga saham.

Nirmala, et al. (2011) melakukan penelitian yang berfokus untuk mengidentifikasi faktor penentu harga saham di pasar India terutama sektor auto, healthcare dan public sector. Hasil menunjukkan bahwa variabel dividen, P/E ratio

dan leverage merupakan penentu signifikan harga saham untuk semua sektor. Selanjutnya, profitabilitas mempengaruhi harga saham hanya dalam sektor otomotif.

Pachori dan Totala (2012) meneliti tentang pengaruh Financial Leverage terhadap Shareholders Return dan Market Capitalization pada perusahaan di India. Temuannya menunjukkan bahwa Financial Leverage tidak signifikan berpengaruh terhadap Shareholders Return dan Market Capitalization. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa mungkin ada faktor non-kuantitatif yang dapat menyebabkan tidak adanya pengaruh Financial Leverage terhadap Shareholders Return dan Market Capitalization seperti resesi, kejenuhan industri otomotif, persaingan dan kebijakan

pemerintah.

Pasaribu (2008) menguji lima faktor fundamental (pertumbuhan, profitabilitas, leverage, likuiditas, dan efisiensi) dan dua rasio pasar (earnings ratio, dan rasio produktif harga) yang diperkirakan mempengaruhi harga saham di beberapa kelompok manufaktur industri yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa semua faktor fundamental dan rasio pasar memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial di semua industri.

(19)

BAB I PENDAHULUAN 9

analisis secara empiris mengenai Financial Leverage, Earnings dan Dividend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara Degree of Financial Leverage (DFL) dan EPS dan ada perbedaan pada hasil koefisien korelasi antara

DFL dengan DPS dan antara EPS dengan DPS yaitu menunjukkan korelasi negatif. Tanda koefisien korelasi antara DFL dan DPS dan EPS dan DPS tidak sesuai dengan hipotesis bahwa DFL berkorelasi positif dengan DPS dan EPS. Data tidak bisa memberikan bukti hipotesis, sehingga hipotesis ditolak. Hasil korelasi koefisien antara EPS dan DPS juga tidak sesuai, sehingga hipotesis bahwa EPS berkorelasi positif dengan DPS mungkin ditolak dalam kasus ini.

Susilowati dan Turyanto(2011) meneliti reaksi signal rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas terhadap return saham. Hasil penelitian menunjukkan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan

Earnings per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA) dan

Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kinerja fundamental hutang terhadap ekuitas (DER) yang digunakan oleh investor untuk memprediksi return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Hatta dan Dwiyanto (2012) meneliti tentang faktor fundamental perusahaan dan risiko sistematis dalam meningkatkan harga saham. Faktor fundamental perusahaan yang dipakai yaitu Earnings per Share, Price Earnings Ratio, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Net Profit Margin, Dividend Payout Ratio, Return on

(20)

BAB I PENDAHULUAN 10

variabel last-year stock prices (HSM) memiliki efek positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan DER dan variabel NPM memiliki efek negatif dan signifikan. EPS merupakan variabel yang dominan dengan hubungan yang kuat dengan harga saham.

Mishra, et al. (2011) meneliti mengenai faktor fundamental yang

mempengaruhi return saham pada perusahaan di India. Penelitiannya menggunakan

Return From the Equity Shares (RET) sebagai variabel independen dan variabel

dependennya adalah Quick Ratio (QR), Price Earnings Ratio (P/E), Dividend per

Share (DPS), Earnings per Share (EPS), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio

(DER), Book Value per Share (BPS), Return on Net Worth (RONW) dan Return on

Capital Employed (ROCE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua variabel

independen BPS dan DPS secara signifikan memiliki dampak terhadap RET,

sedangkan variabel independen lain seperti RONW, ROCE, P/E ratio dan EPS serta

variabel lainnya, tidak memiliki dampak apapun terhadap RET.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, peneliti bermaksud untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai: Apakah Dividend Per Share (DPS), Earnings Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif baik secara parsial maupun simultan terhadap harga

saham?

1.3 Tujuan Penelitian

(21)

BAB I PENDAHULUAN 11

pengaruh positif baik secara parsial maupun simultan Dividend Per Share (DPS), Earnings Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Bagi investor

Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada investor bahwa di dalam mengambil keputusan untuk menginvestasikan modalnya, investor harus dapat menganalisa laporan keuangan terhadap perusahaan publik yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga dengan cara menganalisa laporan keuangan investor dapat mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris, informasi dan masukan pada peneliti-peneliti selanjutnya mengenai “Pengaruh Dividend Per Share (DPS), Earnings Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga

Saham”, sehingga dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi pembaca di masa yang akan datang.

1.5 Kontribusi Penelitian

(22)

BAB I PENDAHULUAN 12

(23)

53

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Pada bab ini akan dibahas mengenai simpulan yang dapat diambil dan saran yang dapat diberikan berdasarkan seluruh data dan informasi yang diperoleh peneliti mengenai analisis pengaruh DPS, EPS, dan DER terhadap harga saham perusahaan manufaktur, baik secara parsial maupun simultan. Perusahaan manufaktur yang menjadi sampel dalam penelitian ini bergerak di bidang Industri Dasar dan Kimia dan Aneka Industri. Ada 9 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) perioda 2008-2012 yang dijadikan sampel serta berdasarkan hasil perhitungan statistik dan pembahasan dari penelitian, maka dapat ditarik simpulan:

1. Secara parsial terdapat pengaruh positif DPS dan EPS terhadap harga saham dan tidak terdapat pengaruh DER terhadap harga saham perusahaan manufaktur di bidang Industri Dasar dan Kimia dan Aneka Industri perioda 2008-2012.

2. Secara simultan terdapat pengaruh positif DPS, EPS, dan DER terhadap harga saham perusahaan manufaktur di bidang Industri Dasar dan Kimia dan Aneka Industri perioda 2008-2012.

5.2 Keterbatasan Penelitian

(24)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 54

1. Perusahaan yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini jumlahnya sedikit (9 perusahaan) dan perioda waktu yang digunakan hanya dari tahun 2008-2012. Keterbatasan jumlah sampel ini salah satunya dikarenakan sulitnya untuk memenuhi kriteria uji asumsi klasik sebagai persyaratan sebelum melakukan analisis regresi linier berganda.

2. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini hanya tiga rasio saja (DPS, EPS, dan DER), padahal rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur harga saham perusahaan manufaktur masih banyak selain yang digunakan pada penelitian ini, seperti Return on Asset (ROA), Dividend Payout Ratio, Net Profit Margin, dan lainnya.

5.3 Saran

Berdasarkan simpulan yang diperoleh, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1.Untuk penelitian-penelitian selanjutnya agar meningkatkan cara mengukur atau mendeteksi adanya DPS, EPS, dan DER dengan jumlah sampel perusahaan yang lebih banyak dan perioda waktu yang lebih lama sehingga hasil diperoleh menjadi lebih akurat.

2. Rasio keuangan lainnya yang dapat digunakan untuk menguji pengaruh terhadap harga saham seperti Return on Asset (ROA), Dividend Payout Ratio, Net Profit Margin, dan lainnya tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Faktor-faktor

(25)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 55

(26)

56

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Z. (2004). Intermediate Accounting. Edisi 8. BPFE. Yogyakarta.

Bhayani, S. J., dan B. Ajmera. (2011). “An Empirical Analysis of Financial Leverage, Earnings and Dividend: A Case Study of Maruti Suzuki India Ltd”. International Journal of Research in Commerce and Management, vol. 2, no. 7. pp. 69-72.

Corrado, C. J., dan B. D. Jordan. (2000). Fundamentals of Investment Analysis. 4th Edition. Mc Graw-Hill. Singapore.

Darsono, dan Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Andi. Yogyakarta.

Ghozali, I. (2008). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Gujarati, D. N. (2003). Basic Econometrics. 4th Edition. McGraw-Hill Higher Education. Singapore.

Harahap, S. S. (2006). Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hartono, J. (2010). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman- Pengalaman. Edisi Pertama. BPFE. Yogyakarta.

(27)

57

Hatta, A. J., dan B. S. Dwiyanto. (2012). “The Company Fundamental Factors and Systematic Risk in Incerasing Stock Price”. Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura,vol. 15. no. 2. pp. 245-256.

Horne, J. C. V., dan J. M. Wachoviz. (1998). Fundamental of Financial Management. 8th Edition. Prentice Hall International. New Jersey.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2012). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.

Irawati, S. (2006). Manajemen Keuangan. Pustaka. Bandung.

Jones, C. P. (2000). Investment: Analysis and Management. 7th Edition. John Wiley and Sons Inc. New York.

Joshi, R. (2011). “Effects of Dividends on Stock Prices in Nepal”. NRB Ecomoic Review, vol. 1, no. 2. pp. 1-15.

Keputusan Presiden No. 52 tahun 1976 tentang Pasar Modal.

Khan, M. I. (2012). “The Effects of Dividends on Stock Prices in Pakistan”. International Journal of Marketing and Technology, vol. 2, no. 5. pp. 231-251.

Lind, Marchal, dan Wathen. (2008). Statistical Techniques in Business and Economies With Global Data Sets. Thirteenth Edition. McGraw-Hill Companies. New York.

Marcellyna, F. (2012). “Pengaruh Earnings per Share (EPS) Terhadap Harga Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Jurnal Akuntansi, vol. 1, no. 1. pp. 1-7.

(28)

58

Mishra, R. K., K. J. Sarma, dan P. K. Avadhanam. (2011). “Influence of Corporate

Fundamentals on Equity Returns of Public Sector Banks and Public Sector Financial Institutions in India”. The Journal of Institute of Public Enterprise, vol. 34, no. 1&2. pp. 59-72.

Nachrowi, D. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Lembaga Penerbit FE UI. Jakarta.

Nirmala, P. S., P. S. Sanju, dan M. Ramachandran. (2011). “Determinants of Share Prices in India”. Journal of Emerging Trends in Economics and Management Sciences (JETEMS), vol. 2, no. 2. pp. 124-130.

Pachori, S., dan N. K. Totala. (2012). “Influence of Financial Leverage on Shareholders Return and Market Capitalization: A Study of Automotive Cluster Companies of Pithampur, (M.P.), India”. 2nd International Conference on Humanities, Geography and Economics Singapore, vol. 1, no. 1. pp 23-26 .

Pasaribu, R. B. F. (2008). “The Influence of Corporate Fundamentals to Its Stock Price (Case Study of Indonesia Stock Exchange)”. Journal of Economics and Business, vol. 2, no. 2. pp. 101-113.

Priatinah, D., dan P. A. Kusuma. (2012). “Pengaruh Return on Investment (ROI), Earnings Per Share (EPS) dan Dividend Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Perioda 2008-2010”. Jurnal Nominal, vol. 1, no. 1. pp. 50-64.

Undang-undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Santoso, S. (2002). Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

(29)

59

Stella. (2009). “Pengaruh Price to Earnings Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Asset, dan Price to Book Value Terhadap Harga Pasar Saham”. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, vol. 11, no. 2. pp. 97-106.

Susilowati, Y., dan T. Turyanto. (2011). “Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan”. Dinamika Keuangan dan Perbankan, vol. 3, no. 1. pp. 17-37.

Toly, A. A. (2009). “Analyzing Accounting Ratios as Determinants of the LQ45 Stock Prices Movements in Indonesia Stock Exchange During the Period of 2002-2006”. Petra Christian University Research Centre, vol. 11, no. 2. pp. 76-87.

Troudi, W. A., dan M. Milhem. (2013). “Cash Dividends, Retained Earnings and Stock Prices: Evidence from Jordan”. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, vol. 4, no. 12. pp. 585-599.

www.idx.co.id, diakses tanggal 4 September 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan utama dari pelaksanaan sistem pembayaran PBB secara on line melalui ATM di KP PBB Semarang Satu adalah peningkatan pelayanan terhadap Wajib Pajak. Sistem ini tidak

Ditambahkan oleh Flechner (1974), jika terkait pemerintah, tujuan Bank Tanah dapat mencakup (i) membentuk pertumbuhan wilayah; (ii) menata perkembangan kota; (iii)

x Membincangkan aspek-aspek keselamatan yang perlu diambil kira dalam melakukan aktiviti daya tahan otot.. x Menamakan sekurang-kurangnya tiga otot utama yang terlibat semasa

Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil.Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan

Dari hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa brand trust berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Customer

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2011-2015 menggunakan

(2) Rencana pengelolaan sumbangan/ pungutan Peserta Didik, Orang Tua Dan/Atau Walinya dalam satuan pendidikan disusun sesuai dengan rencana kegiatan dan anggaran, standar

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsis- tensi pemecahan saham dengan trading range theory , yaitu menyebabkan harga saham me- ngalami perubahan yang signifikan