ABSTRAK
PENGARUH PRIORITAS MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI
BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN
Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Martina Widiarti Universitas Sanata Dharma
2008
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan September – Oktober 2007. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik simple random sampling, peneliti mendapatkan 127 mahasiswa sebagai sampel. Teknik analisis data menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan oleh Chow.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PRIORITY IN SELECTING ACCOUNTING EDUCATION STUDY PROGRAM TOWARD THE RELATIONSHIP
BETWEEN MOTIVATION AND FINANCIAL ACCOUNTING LEARNING PERFORMANCE
A case study: University Student of Accounting Education Study Program Sanata Dharma University Yogyakarta
Martina Widiarti Sanata Dharma University
2008
The aim of this study was to know the influence of priority in selecting accounting education study program toward the relationship between motivation and financial accounting learning performance.
This research was conducted at Accounting Education Study Program Sanata Dharma University Yogyakarta on September 2007 – Oktober 2007. The data collection technique used in this study were questionnaire and documentation. By using the simple random sampling technique, the researcher involted 127 university students to be the samples. The technique of analyzing the data was regression model developed by Chow.
PENGARUH PRIORITAS MEMILIH PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP HUBUNGAN
MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR
AKUNTANSI KEUANGAN
Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Akuntansi
Oleh:
Martina Widiarti
NIM: 031334017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
PENGARUH PRIORITAS MEMILIH PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP HUBUNGAN
MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR
AKUNTANSI KEUANGAN
Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Akuntansi
Oleh:
Martina Widiarti
NIM: 031334017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
MOTTO
Nikmatilah sesuatu yang harus kamu kerjakan
berkeluh kesah justru hanya akan membuat kamu lelah
dan tidak mengerjakan apapun dengan baik
Tetapi, sukses adalah seperti seekor anjing
ia akan mengikuti kemanapun kamu pergi
jika kamu memperlakukannya sebagai sahabat
_Pearl S. Buck_
Pengalaman adalah semacam guru yang paling keras…
yang pada awalnya memberikan ujian
dan setelah itu, pelajaran tentang hidup
_Barbara Johnson_
Sepanjang pengharapan kristiani terpelihara, hidup tidak akan
menghancurkan kita dan kita tidak akan terbebani
dengan godaan dan kesengsaraan.
Kita harus tahu bahwa Tuhan dapat membawa kita keluar
dari hal terburuk.
P ER SEM BA H A N
K arya kecilku ini kupersembahkan untuk:
T uhan Y esus K ristus j uru selamatku
Bunda M aria Pelindungku
K edua orang tuaku tercinta, kakak dan adikku, R omo R oni,
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Martina Widiarti
Nomor Mahasiswa : 031334017
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
PENGARUH PRIORITAS MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
AKUNTANSI TERHADAP HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN
PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN
Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupaun memberikan royalty kepada saya selamA tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyatan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal : 4 April 2008 Yang menyatakan
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan denga n sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 6 Maret 2008 Penulis
ABSTRAK
PENGARUH PRIORITAS MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI
BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN
Studi kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Martina Widiarti Universitas Sanata Dharma
2008
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada bulan September – Oktober 2007. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik simple random sampling, peneliti mendapatkan 127 mahasiswa sebagai sampel. Teknik analisis data menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan oleh Chow.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF PRIORITY IN SELECTING ACCOUNTING EDUCATION STUDY PROGRAM TOWARD THE RELATIONSHIP
BETWEEN MOTIVATION AND FINANCIAL ACCOUNTING LEARNING PERFORMANCE
A case study: University Student of Accounting Education Study Program Sanata Dharma University Yogyakarta
Martina Widiarti Sanata Dharma University
2008
The aim of this study was to know the influence of priority in selecting accounting education study program toward the relationship between motivation and financial accounting learning performance.
This research was conducted at Accounting Education Study Program Sanata Dharma University Yogyakarta on September 2007 – Oktober 2007. The data collection technique used in this study were questionnaire and documentation. By using the simple random sampling technique, the researcher involted 127 university students to be the samples. The technique of analyzing the data was regression model developed by Chow.
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kekuatan dan cinta-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Prioritas Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi Terhadap Hubungan Motivasi dengan
Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan” studi kasus pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan akhir mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan, semangat dan doa dari berbagai pihak yang sangat mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dengan hati yang tulus penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma.
4. Bapak Ign. Bondan S, S.Pd, M.Si., selaku dosen pembimbing yang rela meluangkan waktu dan dengan sabar membimbing, memberikan nasehat, kritik dan saran, serta mengarahkan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Drs. Bambang Purnomo, SE., M.Si., selaku dosen penguji yang telah
memberikan saran dan pengarahan untuk skripsi yang telah saya buat ini.
6. Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., S.I.P., M.Pd., selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan pengarahan untuk skripsi yang telah saya buat ini.
7. Romo Roni N, SJ selaku pastor parokiku yang telah banyak membantu baik dalam materi maupun rohani, “tanpa uluran tanganmu mungkin aku tidak bis a seperti sekarang ini”
8. Dosen-dosenku yang baik: “Bu Cornel dan bu Catur” terimakasih atas dukungan dan bantuan spiritualitasmu, lihatlah….. sekarang saya sudah lulus. “Pak Wid, pak Bondan, pak Heri, pak Bambang, pak Muhadi, bu Indah, bu Prem dan bu Rita” terimakasih atas ilmu dan didikan yang telah diberikan pada saya selama empat setengah tahun ini.
9. Pak Wawik dan Mbak Aris yang telah setia membantu seluruh mahasiswa PAK khususnya saya juga dalam pelayanan informasi dan kebutuhan pendidikan. 10.Kedua orang tuaku tercinta…….tiada yang bisa melebihi kasih sayang kalian
untukku. Terimakasih atas begitu banyak pengorbanan yang kalian berikan selama pendidikanku, terimakasih atas kesabaran, dukungan, perhatian, dan doa kalian.
12. Malaikat kecilku…..kehadiranmu telah mengubah kehidupanku, begitu pula dengan kepergianmu, kamu memberikan banyak sekali perubahan yang begitu berarti bagi kehidupanku, kamu berikan jalan yang mudah bagiku, kamu selalu berada didalam hatiku, Tankyou very much, I Love you, GOD BLESS YOU 13.Mbak Win & Lek Laman, kalian memang kakak yang paling baik, begitu besar
pengorbanan kalian untukku, Terimakasih banyak…..untuk Cicil, terimakasih Cicil bisa menghiburku “ingat…jangan nakal”, tidak lupa terimakasih untuk adekku Domil alias Momogi alias tempe kemul,,, terimakasih atas bantuanmu ketika aku butuh sesuatu.
14.Bapak Domi & mama Tina, ka’Esty, ka’Rila & mz’Ary, bapak Agus & mama Emi, terimakasih banyak atas berbagai bantuan kalian, maafkan aku yang belum bisa membalas kebaikan kalian.
15.Rekan-rekan yang telah membantu proses penelitianku (Yiska, Deni, Nining, Wawan, Agus Degei, Heru, mb Elis, Uchiel, Ika), mas Banu (makasih bantuan olah datanya), Merli (makasih rumusnya ya….)
16.Mz Patrick (nanaku), Ika, mb Alice, Candra, Henny, Titis, Yayik, dan Anang. Terimakasih atas waktu yang kalian berikan untuk menungguiku selama aku pendadaran.
18.Crew Mitra perpus Sadhar “Henny, Melon, Titis, Irene, Merli, Sarah, mb Tary, mz Banu, Nani, Yudha, Novi, Eva, Fandi, Zico, Bambang, Iis, Putri, Markus, Eko” terimakasih atas dukungan dan kerjasama kita selama ini. Ayo Selving ….. 19.Ibu kosku bu Daliyo, terimakasih telah menerimaku selama setahun ini. Dan
juga teman2 kos Dahlia….terimakasih atas bantuan-bantuan kalian.
20.Asrama Realino, beserta para pengurusnya, terimakasih telah menerimaku selama 3 tahun lebih. Teman2 mantan penghuninya (Mb Sari, Mb Maria, Mb Glady, Rida, Prima, Uut, Uchiel, Lukas, Stef, Mz Bruno, Agust, pak Tua) terimakasih atas kenangan yang kalian berikan.
21.Dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, terimakasih untuk doa, dukungan dan bantuannya.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini jauh dari sempurna, sehingga perlu masih dikaji dan dikembangkan secara lebih lanjut. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL. ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN MOTTO ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI………. xiii
DAFTAR TABEL………. xvi
DAFTAR LAMPIRAN………. xvii
BAB I PENDAHULUAN………... 1
A. Latar Belakang……….….. 1
B. Identifikasi Masalah……….….. 3
C. Rumusan Masalah………. 4
D. Tujuan Penelitian……… 4
E. Manfaat Penelitian……….. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……….. 6
A. Kajian Teoritik……… 6
3. Motivasi Belajar……… 17
B. Kerangka Berfikir……… 21
C. Hipotesis Penelitian………. 24
BAB III METODE PENELITIAN……….. 25
A. Jenis Penelitian……… 25
B. Tempat dan Waktu Penelitian………. 25
C. Subjek dan Objek Penelitian………... 26
D. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel………… 27
E. Operasionalisasi Penelitian………. 28
F. Teknik Pengumpulan Data……….. 31
G. Teknik Pengujian Instrumen………... 32
H. Teknik Analisis Data………... 35
BAB IV GAMBARAN UMUM………. 40
A. Sejarah Perkembangan Universitas………. 40
1. Perjuangan Awal………... 40
2. Perkembangan Selanjutnya……… 41
3. Pengelola Awal Sampai Sekarang………. 44
B. Visi dan Misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan…….. 45
C. Stuktur Organisasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan... 46
D. Program Studi Pendidikan Akuntansi……….. 49
1. Sejarah Singkat………...……… 49
2. Visi, Misi dan Sasaran……….. 51
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN………... 56
A. Deskripsi Data……….. 56
B. Analisis Data……… 59
1. Pengujian Prasyarat Analisis………. 59
2. Pengujian Hipotesis……….. 61
C. Pembahasan Hasil Penelitian……….. 63
BAB VI PENUTUP………. 67
A. Kesimpulan……….. 67
B. Keterbatasan Penelitian……… 67
C. Saran……… 69
DAFTAR PUSTAKA……….……… 70
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Hasil Pengujian Validitas Variabel Motivasi Belajar…….. 33
Tabel 3.2. Hasil Pengujian Reliabilitas……… 35
Tabel 5.1. Penilaian Prio ritas Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi………..………... 56
Tabel 5.2. Penilaian Prestasi Akuntansi Keuangan.…..………... 57
Tabel 5.3. Penilaian Motivasi Belajar..………..………... 58
Tabel 5.4. Hasil Pengujian Normalitas………..………... 59
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner……….. 72
Lampiran 2 Data Prapenelitian………..74
Lampiran 3 Validitas dan Reliabilitas………75
Lampiran 4 Data Induk………..77
Lampiran 5 Data Distribusi Frekuensi………...83
Lampiran 6 Hasil Uji Normalitas dan Liniearitas……….90
Lampiran 7 Hasil Uji Regresi………....91
Lampiran 8 Tabel………...93
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sektor pendidikan merupakan faktor utama dalam pembangunan bangsa. Oleh sebab itu, kualitas pendidikan harus benar-benar diperhatikan sehingga diperoleh output yang bisa berguna bagi kemajuan bangsa. Untuk mengetahui kua litas yang diperoleh peserta didik, dapat dilihat dari prestasi belajarnya yang biasa diukur dengan suatu nilai melalui evaluasi belajar. Evaluasi belajar yang dilaksanakan akan dapat mengukur kemampuan yang dimiliki setiap peserta didik dan mampu melihat seberapa besar perubahan tingkah laku yang dimiliki sebagai hasil belajar atau prestasi belajarnya.
Prestasi belajar yang dicapai peserta didik dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar misalnya pribadi siswa (apakah siswa tersebut menyukai mata pelajaran yang bersangkutan atau tidak), pribadi guru (pembawaan guru, cara menyampaikan materi), lingkungan sekolah (sarana dan prasarana yang mendukung, kenyamanan belajar) dan faktor- faktor situasional lainnya. Masing- masing kondisi tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi proses belajar mengajar, sehingga mempengaruhi prestasi belajarnya.
keuangan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bisa meningkatkan maupun yang melemahkan prestasi tersebut.
Penelitian ini difokuskan pada kondisi yang terjadi di Program Studi Pendidikan Akuntansi (PAK) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Prestasi akuntansi yang dihasilkan mahasiswa prodi PAK pada saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari minimnya nilai akuntansi yang diperoleh serta masih banyaknya mahasiswa yang mengulang matakuliah akuntansi pada kelas angkatan dibawahnya.
prodi PAK bukan keinginan utamanya sehingga kesadaran akan pentingnya matakuliah akuntansi keuangan belum ada.
Berangkat dari permasalahan di atas, Prestasi belajar akuntansi keuangan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya motivasi belajar mahasiswa serta pilihan prioritas pada saat mendaftar di Universitas Sanata Dharma.
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis mengambil judul “Pengaruh Prioritas Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi terhadap Hubungan Motivasi dengan Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan”.
B. Identifikasi masalah
dan iklim. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi tersebut, penulis hanya menfokuskan pada faktor internal yaitu motivasi belajarnya dengan variabel pemoderasi prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi.
C. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak.
1. Mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi
prestasi belajar akuntansi keuangannya serta dapat menjadi referensi maupun bahan pertimbangan bagi penelitian lanjutan.
2. Bagi Akademik
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan kepada dunia pendidikan tinggi khususnya yang bersangkutan dalam penentuan program studi bagi calon mahasiswa barunya dalam suatu universitas, untuk mampu memberikan pertimbangan guna menentukan jurusan yang tepat bagi calon mahasiswanya.
3. Bagi peneliti sendiri
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam pengetahuan peneliti yang diperoleh melalui bangku kuliah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritik
1. Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan
Proses belajar yang dialami oleh seorang siswa dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan, ketrampilan, dan dalam bidang nilai dan sikap. Adanya perubahan tersebut nampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh murid melalui evaluasi belajar atau tes prestasi yang diberikan oleh guru.
Prestasi merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh siswa. Tes prestasi adalah tes yang mengukur prestasi yang dimaksudkan sebagai alat unt uk mengungkap kemampuan aktual sebagai hasil belajar (Ketut, 1988:51). Jadi usaha untuk mengetahui suatu hasil belajar sangat ditentukan oleh adanya evaluasi suatu hasil belajar yang dicapai oleh siswa, evaluasi tersebut dimaksudkan untuk melihat sejauh mana proses belajar tercapai.
Dari pengertian di atas maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar adalah perubahan kemampuan yang meliputi kemampuan kognitif, afekif dan psikomotorik (Sunaryo, 1983:4). Jadi, prestasi belajar yang diperoleh siswa merupakan perubahan dari hasil belajar yang dapat di ukur secara langsung dengan tes dan dapat dihitung hasilnya. Dengan demikian, hasil pengukuran dari prestasi belajar dituangkan dalam bentuk angka-angka yang diperoleh dari hasil ulangan, tugas-tugas dan ujian akhir. Biasanya untuk mengukur tinggi rendahnya prestasi yang dicapai siswa dalam belajar disekolah ditunjukkan dengan nilai-nilai yang tercantum dalam rapor yang didapat pada akhir semester dan akhir tahun pelajaran.
Selanjutnya Mulyono (1990:700) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang biasanya ditunjukkan oleh nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar selalu dikaitkan dengan tes hasil belajar atau tes prestasi.
Sementara itu Winkel (1984:43) menyatakan bahwa ada hal- hal yang mempengaruhi prestasi belajar.
a. Faktor pada pihak siswa
2. Faktor fisik atau kondisi fisik (perkembangan yang tidak sempurna pada anggota tubuh dan adanya kelemahan dalam menghitung atau mengingat angka)
b. Faktor diluar siswa
1. Faktor pengatur proses sekolah, meliputi: kurikulum, disiplin, guru dan fasilitas yang dimiliki sekolah.
2. Faktor sosial disekolah meliputi: sistem sekolah, status sekolah, interaksi guru dan siswa.
3. Faktor situasional meliputi keadaan politik dan ekonomi, waktu, tempat, musim dan iklim.
Faktor-faktor tersebut di atas akan mempengaruhi siswa dalam proses belajar dan pada akhirnya akan menghasilkan kemampuan dan perubahan di pihak siswa yang sebelumnya tidak di miliki. Menurut Gane dalam Winkel (189:318) kemampuan dan perubahan itu antara lain: penalaran verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, ketrampilan motorik dan sikap. Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajarannya sangat perlu dilakukan evaluasi yang ditunjukkan dengan prestasi.
tergantung dari hasil belajar atau kemampuan mana yang dievaluasi (Wingkel 189:319). Secara umum deskripsi kuantitatif lebih banyak digunakan dalam rangka evaluasi produk yang sesuai dengan tujuan-tujuan intruksional yang seharusnya dicapai, misalnya jumlah soal 50, siswa A menjawab betul 48, siswa B menjawab betul 20, maka dibutuhkan ketentuan norma atau pathokan untuk menilai mana yang ”lebih baik”, ”cukup baik” atau ”kurang”. Oleh sebab itu di Universitas Sanata Dharma diberlakukan acuan pathokan dalam penilaian hasil belajar. Dalam buku pedoman FKIP (2001:29) nilai keberhasilan belajar mahasiswa dinyatakan dalam bentuk huruf sebagai berikut:
Huruf Arti Nilai Mutu
A Amat Baik 4
B Baik 3
C Cukup 2
D Kurang 1
E Jelek 0
T Tidak Lengkap
K kosong
pendidikan dengan satuan kredit semester atas dasar satuan waktu semester yang setara dengan sekurang-kurangnya 16-19 minggu kerja. Sedangkan satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terstruktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain baik yang terstruktur maupun yang mandiri selama dua sampai empat jam per minggu dalam satu semester atau untuk pengalaman belajar lain yang setara.
Penerapan sistem kredit ini merupakan beban belajar mahasiswa dan pencerminan perolehan pengetahuan / kecerdasan mahasiswa dalam mata kuliah tertentu dan waktu tertentu, serta pengakuan penyelesaian suatu beban belajar yang tertera dalam kurikulum. Penilaian prestasi belajar akademik di perguruan tinggi dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP). Seperti halnya rapor di sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah, IP merupakan bentuk prestasi yang diperoleh selama satu semester, yang dinyatakan dalam bentuk angka. Prestasi belajar ini diperoleh dari kegiatan yang di nilai oleh dosen yang terdiri dari nilai ujian dan tugas-tugas.
buku Pedoman FKIP (2001:29) IP dihitung dengan rumus sebagai berikut:
IP = (
∑
KN) / (∑
K) Keterangan :K : Besar Kredit N : Nilai
Sedangkan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) adalah perkalian nilai kredit tiap mata kuliah pada semester gasal ditambah dengan jumlah perkalian nilai kredit mata kuliah pada semester genap dibagi dengan jumlah kredit yang diambil pada semester gasal dan genap suatu tingkat. Adapun rumusnya adalah sebagi berikut:
IPK =
∑
∑
∑
∑
+ + ) ( ) ( ) ( 2 1 2 1 K K NxK NxK2. Prioritas memilih program studi Pendidikan Akuntansi
Setiap saat semua orang selalu dihadapkan pada sebuah pilihan, di mana pun dan kapan pun. Pilihan-pilihan yang dihadapi tersebut biasanya berdasarkan pada kebutuhan hidupnya. Pada umumnya manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas, baik jumlah maupun jenisnya. Bertambah tinggi tingkat kehidupannya, bertambah tinggi pula kualitas dan kwantitas hidupnya.
Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap benda atau jasa yang pemuasannya dapat dilaksanakan baik bersifat jasmani maupun rohani (Bintari dan Suprihatin,1989:6). Dalam memenuhi kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sekaligus, melainkan harus mendahulukan mana yang lebih penting. Dengan demikian kebutuhan manusia dapat dilihat menurut beberapa sudut pandang.
1. Menurut intensitasnya
a. Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan yang tidak boleh tidak harus dipenuhi. Misalnya: kebutuhan akan makanan, pakaian, perumahan.
b. Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang akan terpenuhi apabila kebutuhan primernya sudah terpenuhi. Misalnya: kebutuhan akan perabot rumah tangga, sepatu, tas.
Misalnya: kebutuhan untuk membeli mobil Mercedez, piano, video.
2. Menurut bentuknya
a. Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan yang dipenuhi oleh barang / benda secara phisik. Misalnya: makanan, pakaian, minuman. b. Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan yang dipenuhi tidak secara
phisik. Misalnya: kebutuhan pendidikan, agama, rekreasi. 3. Menurut waktunya
a. Kebutuhan sekarang / mendesak, yaitu kebutuhan yang tidak dapat di tunda. Misalnya: obat bagi orang sakit, kebutuhan melakukan ibadah wajib, kebutuhan makan pada saat lapar. b. Kebutuhan yang akan datang atau kebutuhan yang dapat
ditunda, yaitu kebutuhan yang penyediaannya dilakukan sekarang dan digunakan untuk masa yang akan datang. Misalnya: menabung hari tua, menyimpan padi untuk masa paceklik
a. Kebutuhan fisiologis
Contohnya adalah : sandang, pangan, papan dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas dan lain sebagainya.
b. Kebutuhan keamanan dan keselamatan
Contoh seperti : bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror dan lain sebagainya.
c. Kebutuhan sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis dan lain- lain
d. Kebutuhan penghargaan
Contoh: pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan lain sebagainya. e. Kebutuhan aktualisasi diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
kemungkinan-kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya (http://id. Wikipedia.org). Teori keputusan adalah berasal dari teori kemungkinan yang merupakan konsekuensi dari beberapa keputusan yang telah dievaluasi. Dua metode dari teori keputusan yang terkenal adalah teori keputusan normatif dan teori keputusan deskriptif. Teori keputusan Normatif dicapai berdasarkan alasan yang rasional atau bisa disebut dengan alasan yang masuk akal (teori logika), sedangkan teori keputusan Deskriptif dicapai berdasarkan empirik atau merupakan hasil pengamatan, percobaan, dan biasanya dikuatkan dengan statistik. Setiap orang dalam membuat keputusan berharap itu adalah yang terbaik dan kadang-kadang pun keputusan yang dibuat itu akan didapati salah. Maka untuk menghindari kesalahan tersebut dibutuhkan tips bagaimana keputusan harus dibuat. Tips (http://Rahsia.20m.com) tersebut adalah: a hendaklah dibuat berdasarkan rasional dan logik
b hendaklah berdasarkan diatas prinsip baik mengatasi buruk
c bagi masalah yang rumit, perlulah berada didalam keadaan tenang dan sebaik-baiknya
d berbincang serta mendengarkan pendapat orang lain
e menimbang semua kemungkinan dan akibat dari keputusan tersebut f mempunyai keyakinan diri bahwa keputusan yang dibuat adalah yang
terbaik
Berdasarkan teori kebutuhan dan keputusan di atas, salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi manusia adalah kebutuhan akan pendidikan. Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat ( http:// id.Wikipedia.org). Di dalam dunia pendidikan pun manusia dihadapkan
pula pada pilihan-pilihan dimana untuk memilih tersebut harus membuat suatu keputusan yang sekiranya tidak merugikan dirinya sendiri, salah satunya adalah menentukan program studi yang akan dipelajarinya.
Program studi yang ditentukan seseorang sebagai tempat belajar mendapatkan ilmu yang diinginkan haruslah dipertimbangkan secara matang, biasanya dari pihak Universitas akan memberikan tiga prioritas pilihan yang diinginkannya. Ketiga prioritas tersebut akan diisi sesuai dengan keinginannya dengan menempatkan sesuai dengan kepentingannya, jika yang ditulis di prioritas pertama berarti program studi yang dipilih itu paling penting bagi calon mahasiswa tersebut.
atau insting, ada yang menghitung besarnya keuntungan yang didapat, ada juga yang memilih berdasarkan waktu pelaksanaannya dan aspek lainnya yang membuat kita memilih dengan tepat. Jadi prioritas memang bersifat sangat pribadi dan amat subjektif. Pada akhirnya yang mampu kita lakukan adalah mengkomunikasikan pilihan kita kepada orang lain melalui sebuah justifikasi dan rasionalisasi yang dapat diterima oleh kelompok atau individu yang lain di luar domain pemikiran kita. Setiap orang kadang sering salah dalam memutuskan prioritas karena setiap manusia pada akhirnya berpikir dengan pemikiran dan argumentasinya sendiri dalam mencapai kebenaran versi mereka (http://catuy.blogspot.com/2006/01/ prioritas.html).
3. Motivasi Belajar
Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberi gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang bersangkutan mempunyai motivasi tinggi dan energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Bila motivasi disadari oleh siswa maka sesuatu pekerjaan, dalam hal ini tugas belajar akan terselesaikan dengan baik.
Motivasi belajar dapat dibedakan menjadi dua macam (Muhibbin,1995) yaitu sebagai berikut:
1. Motivasi instrinsik, yaitu hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Termasuk dalam motivasi instrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut, misalnya untuk kebutuhan masa depan siswa yang bersangkutan. 2. Motivasi ekstrinsik, yaitu hal dan keadaan yang datang dari luar
individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan, sikap guru, orang tua dan seterusnya merupakan contoh kongkrit motivasi eksrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
Dalam perspektif kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi instrinsik karena lebih murni serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain.
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi untuk kegiatan yang akan dikerjakan
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Motivasi dalam hal ini memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar (Dimyati dan Mudjiono,1994:97). Unsur-unsur tersebut adalah:
a. cita-cita / aspirasi siswa; b. kemampuan siswa; c. kondisi siswa;
d. kondisi lingkungan siswa;
e. unsur-unsur dinamis dalam belajar pembelajaran; f. upaya guru dalam membelajarkan siswa;
Ada tiga komponen utama dalam motivasi belajar (Mudjiono,1999:80) yaitu sebagai berikut.
a. Kebutuhan yang terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan
c. Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh siswa.
Menurut Winkel (1989:76) pada dasarnya motivasi belajar mempunyai fungsi untuk:
a. menyediakan kondisi yang seoptimal mungkin bagi terjadinya kegiatan belajar;
b. menggiatkan semangat belajar siswa;
c. menggugah minat belajar siswa atau mendorong siswa untuk belajar; d. memberikan arah terbaik bagi siswa untuk bertindak;
e. mendorong siswa untuk berbuat atau sebagai motif penggerak yang melepaskan energi;
f. menentukan arah perbuatan ke arah tujuan yang hendak dicapai;
g. menyeleksi perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya dan berusaha untuk memperbaiki agar dapat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar.
Selanjutnya, menurut Brown (Imron,1996:88) ada beberapa karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar. Karakteristik tersebut antara lain:
a. tertarik kepada guru, artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh;
b. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan;
c. mempunyai antusias yang tinggi serta dapat mengendalikan perhatiannya terutama pada guru;
e. ingin identitasnya diakui oleh orang lain;
f. tindakan, kebiasaan dan moralnya selalu dalam kontrol diri; g. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali; h. selalu terkontrol oleh lingkungannya.
Dalam kegiatan belajar mengajar, motivasi sangat diperlukan baik dari dalam diri maupun dari luar. Motivasi bagi pelajar mengembangkan aktivitas dan inisiatif sehingga dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Dalam kaitan itu perlu diketahui cara meningkatkan motivasi belajar. Berikut ini ada beberapa cara untuk meningkatkan motivasi dalam belajar (Dimyati dan Mudjiono,1994:101).
1. Optimalisasi penerapan prinsip belajar
2. Optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran
3. Optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa 4. Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar
B. Kerangka Berfikir
tugas-tugas dan ujian akhir. Biasanya untuk mengukur tinggi rendahnya prestasi yang dicapai siswa dalam belajar disekolah ditunjukkan dengan nilai- nilai yang tercantum dalam rapor yang didapat pada akhir semester dan akhir tahun pelajaran.
Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dari dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu. Motivasi belajar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik, yaitu hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Termasuk dalam motivasi instrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut, misalnya untuk kebutuhan masa depan siswa yang bersangkutan. Motivasi ekstrinsik, yaitu hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan, sikap guru, orang tua dan seterusnya merupakan contoh kongkrit motivasi eksrinsik yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
motivasi belajarnya tinggi, maka tingkat prestasi belajar akuntansi keuangannya akan tinggi, sebaliknya apabila tingkat motivasi rendah maka tingkat prestasi belajar akuntansi keuangannya akan rendah pula. Kemudian hubungan kedua variabel tersebut akan diperkuat atau diperlemah oleh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi.
Dari uraian di atas, maka dapat dibuat suatu model penelitian sebagai berikut:
Motivasi
Belajar
Prestasi
Belajar
Akuntansi
Keuangan
Prioritas
Memilih Prodi
C. Hipotesis Penelitian
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah ilmu yang membicarakan tatacara atau jalan sehubungan dengan adanya penelitian. Oleh karena itu, dalam penelitian perlu dipilih metodologi penelitian yang baik agar dapat menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian.
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yang berupa studi kasus. Studi kasus merupakan penelitian tentang suatu aspek lingkungan sosial. Penelitian ini hanya terbatas pada permasalahan prestasi belajar akuntansi keuangan, prioritas memilih program studi Pendidikan Akuntansi, dan motivasi belajar, sehingga hanya mendeskripsikan pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan September s/d bulan Oktober tahun 2007.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah bagian yang terlibat dalam penelitian dan yang terkait dalam penelitian. Dalam penelitian ini mereka bertindak sebagai pemberi informasi yang berhubungan dengan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi universitas Sanata Dharma yang telah menempuh matakuliah Akuntansi Keuangan Dasar I, Akuntansi Keuangan Dasar II, Akuntansi Keuangan Menengah I, Akuntansi Keuangan Menengah II, Akuntansi Keuangan Lanjutan I, dan Akuntansi Keuangan Lanjutan II.
2. Objek Penelitian
D. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan sampel
1. Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel (Mardalis, 1989:53). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi yang sudah mengambil mata kuliah Akuntansi Keuangan Dasar, Akuntansi Keuangan Menengah dan Akuntansi Keuanga n Lanjutan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 205 mahasiswa.
2. Sampel penelitian
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 1997:56). Besarnya sampel dalam penelitian ini sebanyak 127 mahasiswa.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah teknik simple random sampling, dengan cara undian. Simple random sampling
E. Operasionalisasi Variabel
1. Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan
Prestasi belajar akuntansi adalah suatu hasil yang diperoleh mahasiswa akibat dari belajar akuntansi. Untuk mengetahui prestasi akuntansi yang diperoleh mahasiswa dapat diketahui dari hasil belajarnya yang dituangkan dalam kartu hasil belajar yang didapat pada akhir semester.
2. Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dari dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi tercapainya suatu tujuan.
Karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
a. tertarik kepada guru, artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh;
b. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan;
c. mempunyai antusias yang tinggi serta dapat mengendalikan perhatiannya terutama pada guru;
d. ingin selalu bergabung di dalam kelas; e. ingin identitasnya diakui oleh orang lain;
h. selalu terkontrol oleh lingkungannya.
3. Prioritas memilih program studi Pendidikan Akuntansi
Prioritas memilih program studi Pendidikan Akuntansi merupakan keinginan calon mahasiswa baru ketika mendaftar di perguruan tinggi dimana prodi PAK diprioritaskan sebagai prioritas pertama, kedua atau ketiga. Ketika mendaftar, calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran yang salah satunya berisi prioritas program studi yang diinginkan.
2. Pengukuran
a. Variabel moderator
Untuk mengukur prioritas memilih program studi Pendidikan Akuntansi menggunakan data formulir pendaftaran yang pernah diisi responden ketika mendaftar di Universitas Sanata Dharma. Pada formulir tersebut terdapat tiga prioritas, dimana calon mahasiswa memilih program studi PAK pada prioritas yang diinginkannya. Jika salah satu dari ketiga prioritas dibawah ini telah diisi prodi PAK maka prioritas yang telah terisikan prodi PAK tersebut diberi skor sebagai berikut:
b. Variabel bebas
Untuk motivasi belajar digunakan skala pengukuran dengan menyediakan alternatif jawaban Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Masing- masing alternatif jawaban diberi skor sebagai berikut. 1. Untuk pernyataan positif :
Jawaban SS = skor 5 Jawaban S = skor 4 Jawaban R = skor 3 Jawaban TS = skor 2 Jawaban STS = skor 1 2. Untuk pernyataan negatif :
Jawaban SS = skor 1 Jawaban S = skor 2 Jawaban R = skor 3 Jawaban TS = skor 4 Jawaban STS = skor 5
Skor tertinggi yang dicapai dari motivasi belajar adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Selanjutnya untuk menentukan tinggi rendahnya motivasi belajar dengan menghitung nilai mean dengan rumus sebagai berikut (Hadi, 1986:90) :
Mean =
N FX
Keterangan :
FX = Total skor N = jumlah sampel
c. Variabel terikat
Prestasi belajar akuntansi diukur berdasarkan pada hasil akhir AKD I, AKD II, AKM I, AKM II, AKL I, AKL II yang diperoleh mahasiswa sesuai yang tertera dalam Kartu Hasil Studi. Dari hasil tersebut, dihitung indeks prestasinya dengan rumus sebagai berikut:
IP = (
∑
KN) / (∑
K) Keterangan :K : Besar Kredit N : Nilai
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data. Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisioner dan dokumentasi.
1. Kuesioner
untuk mendapatkan informasi. Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar.
2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, raport, hasil ujian dan sebagainya. Dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang prestasi yang telah dicapai mahasiswa melalui kartu hasil studi dan data tentang prioritas program studi yang dip ilih ketika mendaftar masuk ke Universitas.
G. Teknik Pengujian Instrumen
1. Pengujian Validitas
Rxy =
[
∑
∑
−∑
∑ ∑
][
∑
−∑
]
− 2 2 2 2 ) ( ( ) ( ( ) )( ( Y Y N X X N Y X XY N Keterangan :rxy : koefisien korelasi N : Jumlah responden
X : nilai skor masing- masing item Y : nilai skor seluruh item
Koefisien korelasi yang diperoleh perlu diuji signifikansinya dengan cara membandingkan harga koefisien korelasi ini dengan harga r korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Jika hasil pengukuran menunjukkan hasil lebih besar atau sama dengan taraf signifikansi 5%, maka item tersebut dinyatakan valid, tetapi jika lebih kecil dari 5%, maka item tersebut dinyatakan tidak valid.
Pengujian validitas penelitian ini didasarkan pada populasi berukuran N = 30. Berdasarkan populasi dan nilai r product moment tersebut koefisien rtabel = 0,361 dengan taraf signifikan 5%. Berikut hasil pengujian validitas instrumen penelitian variabel motivasi belajar.
Tabel 3.1
Hasil pengujian validitas
variabel motivasi belajar
No rhitung rtabel keterangan
Item 1 0.504 0.361 Valid
Item 2 0.688 0.361 Valid
No rhitung rtabel keterangan
Item 4 0.455 0.361 Valid
Item 5 0.366 0.361 Valid
Item 6 0.685 0.361 Valid
Item 7 0.699 0.361 Valid
Item 8 0.577 0.361 Valid
Item 9 0.542 0.361 Valid
Item 10 0.617 0.361 Valid
Item 11 0.650 0.361 Valid
Item 12 0.594 0.361 Valid
Item 13 0.687 0.361 Valid
Item 14 0.402 0.361 Valid
Item 15 0.783 0.361 Valid
Item 16 0.566 0.361 Valid
Item 17 0.630 0.361 Valid
Item 18 0.726 0.361 Valid
Item 19 0.431 0.361 Valid
Item 20 0.674 0.361 Valid
Sumber: Data Prapenelitian
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian validitas untuk semua butir pertanyaan pada variabel motivasi belajar dinyatakan valid.
2. Pengujian Reliabilitas
jawaban pertanyaan. Dalam hal ini SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha. Menurut Nunnally, (Ghozali, 2006:42) suatu konstruk atau valiabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Berikut hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian variabel motivasi belajar berdasarkan perhitungan dengan program SPSS.
Tabel 3.2
Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel motivasi belajar
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.924 .927 20
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian variabel motivasi belajar didapatkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,924. Dari hasil tersebut diketahui nilai Cronbach Alpha > 0,60 yang berarti bahwa variabel motivasi belajar
tersebut adalah reliabel.
H. Teknik Analisis Data
Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis korelasi product moment agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari
1. Uji prasyarat analisis korelasi a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan tes satu sampel Kolmogorov Smirnov (Kohler,1988:467) dengan rumus sebagai berikut.
D = maksimum [ fo – fe ]
Keterangan :
D = Deviasi maksimal
Fo = Distribusi frekuensi yang diobservasi Fe = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis
Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan > taraf signifikan 5 % berarti sebaran data variabel normal. Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan < taraf signifikan 5 % berarti sebaran data variabel tidak normal.
b. Uji Linieritas
F = e S
tc S
2 2
Dimana : S2tc = JK(TC) n-k
S2e = JK(E) n-k
Keterangan:
F = Harga bilangan F untuk garis regresi S2tc = Varians tuna cocok
S2e = Varians kekeliruan
JK(TC) = Jumlah kuadrat tuna cocok JK (E) = Jumlah kuadrat kekeliruan.
Berdasarkan hasil perhitungan selanjutnya dibandingkan dengan F tabel dengan taraf signifikansi 5%. Koefisien F hitung diperoleh dari perhitungan SPSS. Jika F hitung > nilai F tabel maka hubungan antar variabel bebas bebas dengan variabel terikat tidak linier dan sebaliknya jika nilai F hitung < nilai F tabel maka hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat linier.
2. Analisis Hipotesis
a. Perumusan Hipotesis
Ho : Tidak ada pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
Ha : Ada pengaruh prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi terhadap hubungan motivasi dengan prestasi belajar akuntansi keuangan.
b. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Ghozali,2006:12) dengan rumus sebagai berikut.
Y
i=
?
0+
?
1D
1+
?
2D
2+
ß
1? +
ß
2(
D
1?)+
ß
3(D
2?) +
u
iKeterangan:
Yi = Variabel prestasi belajar akuntansi keuangan
?
= KonstanstaD1 = 1 untuk prioritas ke II, dan 0 untuk lainnya ( prioritas I dan III)
D2 = 1 untuk prioritas ke III, dan 0 untuk lainnya ( prioritas II dan III)
? = Variabel motivasi belajar
DX = Nilai interaksi antara variabel motivasi belajar dan prioritas memilih program studi PAK
ui = Pengganggu regresi
BAB IV
GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Perkembangan Universitas
1. Perjuangan Awal
Universitas Sanata Dharma yang sekarang ini, dulu perna h populer dengan sebutan IKIP Sanata Dharma, yang mulanya adalah sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang berdiri tanggal 17 Desember 1955. Gagasan berdirinya PTPG Sanata Dharma merupakan respon pihak Gereja Katolik terhadap tawaran Mendikbud saat itu, Muhammad Yamin, mengenai perlunya mendirikan suatu lembaga pendidikan untuk SLTP dan SLTA, yang pada waktu itu pendidikan khusus guru-guru SLTP atau SLTA dilaksanakan oleh kursus BI/BII yang didirikan di berbagai kota di Indonesia. Lembaga pendidikan yang amat penting itu wajar jika diangkat ke taraf keguruan universiter dengan mempertahankan arah tujuan sendiri yaitu keguruan di sekolah menengah.
menjadi suatu lembaga pendidikan tinggi. Lembaga tersebut kemudian dinamakan PTPG, dengan demikian lahirlah PTPG Sanata Dharma yang dimulai pada tanggal 20 Oktober dan diresmikan oleh pemerintah tanggal 17 Desember 1955.
Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai empat jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA dan Ilmu Mendidik. Nama Sanata Dharma sendiri diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J., pejabat Departemen PP dan K di Kawali (Kantor Waligereja Indonesia). Aslinya, Sanata Dharma dibaca Sanyata Dharma. Nyata Dharma artinya “kebaktian yang sebenarnya” atau “pelayanan ya ng nyata”. Kebaktian itu ditujukan kepada tanah air, bangsa dan Gereja (Pro Patria et Eclessia).
Selanjutnya pembesar misi sociatas Jesus menunjuk Pater Prof. Dr. Nicolaus Drijarkara, S.J. menjadi dekan PTPG Sanata Dharma sedangkan wakil dekan dipercayakan kepada Pater H. Loeff, S.J.
2. Perkembangan Selanjutnya
Sanata Dharma di Universitas Katolik cabang Yogyakarta hanyalah nama diatas kertas saja. Untuk mengatasi kerancuan ini akhirnya pemerintah kembali menetapkan agar FKIP berdiri sendiri menjadi IKIP. Oleh karena itu FKIP Sanata Dharma juga berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK mentri PTIP No.237/BSwt/U/1965. Surat keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. Dalam masa IKIP ini, banyak hal berkembang di Sanata Dharma. Perkembangannya meliputi banyak aspek, baik yang menyangkut perbaikan sarana fisik, administrasi, pengajaran, dan penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. IKIP Sanata Dharma juga dilengkapi dengan lembaga- lembaga pendukung, yaitu pusat penelitian Sanata Dharma dan pusat pengabdian pada masyarakat. Disamping itu IKIP Sanata Dharma juga didukung oleh biro-biro administrasi seperti Biro Administrasi Umum, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta BABSI.
Kemudian untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan jaman, maka pada tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No.46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma. Dengan perkembangan ini, diharapkan Sanata Dharma dapat terus memajukan sistem pendidikan guru dan berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Denga n berkembangnya menjadi Universitas, Sanata Dharma juga mengembangkan muatan program pendidikannya. Disamping tetap mempertahankan pendidikan guru dengan membuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sanata Dharma juga membuka 7 Fakultas tambahan ya itu: Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Teologi, Fakultas Farmasi dan Fakultas Psikologi.
Sekarang ini banyak hal berkembang di Universitas Sanata Dharma. Perkembangannya meliputi berbagai aspek, baik sarana fisik (gedung, lab, perpustakaan, dan fasilitas fisik lainnya), administrasi (sistem informasi, manajemen, biro / lembaga / pusat / serta unit pendukung), peningkatan mutu akademik, penelitian, pengajaran, serta pengabdian pada masyarakat.
3. Pengelola awal sampai sekarang
Nama- nama Rektor IKIP dan Rektor Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut:
a. Prof. Dr. N Drijarkara, S.J. : 1 Okt 1955 – 11 Juli 1967 b. Drs. J. Drost, S.J. : 1 Agustus 1967 – 1 Juli 1976 c. Prof. Dr. A. M Kadarman, S.J. : 1 Januari 1977 – 30 Juni 1984 d. Drs. FX. Danuwinata, S.J. : 1 Juli 1984 – 22 Agust 1988 e. Prof. Dr. A. Tutoyo, M.Sc : 22 Agust 1988 – 1 Sep 1993 f. Dr. M. Sastrapratedjo, S.J. : 1 Sept 1993 – 11 Agust 2001 g. Dr. Paulus Suparno, S.J., M.S.T : 11 Agustus 2001 – 2006 h. Dr. Ir. P. Wiryono P, S.J., M.Sc. : 2006 - Sekarang
Nama- nama dekan FKIP Universitas Sanata Dharma adalah sebagai berikut:
e. Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D : 2002 – sekarang
B. Visi dan Misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Berdasarkan visi dan misi Universitas Sanata Dharma, FKIP merumuskan secara khusus visi dan misinya sebagai berikut.
1. Visi
a. Pendidikan yang bersuasanakan cinta kasih dan bercorak humanis, yang menghargai martabat manusia, akan meningkatkan pribadi manusia secara utuh.
b. Hubungan antara pendidik dan subyek didik yang ilegal adalah hubungan dialogis, ketika mereka saling menghargai dan membantu untuk mewujudkan kemanusiaan mereka.
c. Penegakan keadilan dan pelayanan terhadap mereka yang lemah dalam dunia pendidikan perlu mendapat tekanan.
d. Penyiapan tenaga kependidikan profesional, baik dalam bidang keahlian maupun keguruan, merupakan hal penting.
2. Misi
a. Menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional, yang bercirikan hal- hal berikut.
1) berkemampuan tinggi, bermutu, berwawasan luas dan kritis;
3) menguasai bidang kependidikan dan dapat menggunakannya dalam praktek kependidikan yang relevan secara tepat;
4) mampu mengaktualisasikan diri sebaga i pribadi maupun sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab;
5) bermoral, sosial, adil dan penuh pengabdian pada subyek didik. b. Menyiapkan tenaga kependidikan yang humanistik, yang menghargai
nilai martabat manusia, terutama subjek didik.
c. Menyiapkan tenaga kependidikan yang menerapkan semangat dialogis dalam pelaksanaan pendidikan.
d. Menyiapkan tenaga kependidikan yang mengha rgai dan mengembangkan kebebasan serta kejujuran akademik dalam proses pendidikan
C. Struktur Organisasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
1. Senat Fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan fakultas yang memiliki wewenang dalam menjabarkan kebijakan dan peraturan universitas untuk fakultas.
2. Dekan FKIP memimpin FKIP dibantu Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II.
b. Wakil Dekan I bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
c. Wakil dekan II bertugas membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang administrasi umum.
3. Unit MKDK bertugas mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan matakuliah dasar kependidikan di lingkup fakultas, dipimpin oleh seorang ketua unit MKDK yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.
4. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K) bertugas dan membantu mengkoordinasi penelitian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat luar dan membagikan berbagai tugas itu kepada dosen-dosen yang terkait. Pusat penelitian dan pelayanan pendidikan dipimpin oleh ketua P3K yang bertanggung jawab langsung kepada dekan.
5. Unit tata usaha menyelenggarakan administrasi kegiatan akademik pada tiap-tiap program studi. Unit tata usaha dalam menjalankan tugasnya berada dibawah koordinasi Pembantu Dekan II.
7. Kajur (Ketua Jurusan) bertugas memimpin jurusan dibantu oleh Sekjur (Sekretaris Jurusan). Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik pada fakultas. FKIP Universitas Sanata Dharma memiliki empat jurusan; IP (Ilmu Pendidikan), PBS (Pendidikan Bahasa dan Seni), PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) dan PMIPA (Pendidikan Matematika dan Ilmu Pangetahuan Alam).
8. Kaprodi (Ketua Program Studi) bertugas memimpin program studi, dibantu oleh Sekprodi (Sekretaris Prodi). Prodi adalah satuan pelaksana pendidikan yang bertugas melaksanakan satuan kurikulum untuk satu keahlian tertentu. FKIP USD mempunyai sepuluh prodi: Bimbingan Konseling (BK), Ilmu Pend idikan Kekhususan Agama Katolik (IPPAK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Bahasa, Sastra dan Daerah (PBSIB), Pendidikan Akuntansi (PAK), Pendidikan Ekonomi (PE), Pendidikan Sejarah (PSej), Pendidikan Fisika (PFa), Pendidikan Matematika (PMat).
D. Program Studi Pe ndidikan Akuntansi
1. Sejarah Singkat
Program studi PAK merupakan salah satu program studi dibawah Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma (JPIPS-FKIP-USD). Program studi ini merupakan kelanjutan dari Jurusan Ekonomi yang dibuka tanggal 17 Desember 1955 ketika PTPG didirikan.
Pada waktu berdirinya (1958), PAK menggunakan nama Jurusan Ilmu Ekonomi FKIP Sanata Dharma. Selanjutnya berdasarkan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 28 Januari 1985 Jurusan Ilmu Ekonomi diganti nama menjadi Jurusan Pendidikan Dunia Usaha yang memiliki dua jalur, yaitu program studi Pendidikan Ekonomi Koperasi dan Program studi Pendidikan Akuntansi, dengan status “disamakan”. Status ini ditetapkan kembali pada tanggal 14 mei 1986 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0363/0/1986.
Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/DIKTI/Kep/1999 tentang penataan prodi, tahun 1999 nama Program Studi Pendidikan Akuntansi diganti dengan Program Studi Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. Pada tahun 2002 kopertis wilayah V Yogyakarta memberikan nilai A terhadap kelayakan penyelenggaraan Prodi Pendidikan Akuntansi.
Pejabat di Program Studi Pendidikan Akuntansi sejak saat berdiri hingga sampai saat ini adalah sebagai berikut.
Jabatan Nama Pejabat Masa Jabatan
Ketua Jurusan Ekonomi PTPG Sanata Dharma
Dr. A. M. Kadarman, S.J 1957 – 1962
Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FKIP Sanata Dharma
Dr. A. M. Kadarman, S.J 1962 – 1965
Dr. A. M. Kadarman, S.J 1965 – 1968 Drs. Th. P.M. Gieles, S.J 1968 – 1977 Drs. J. Markiswo 1977 – 1982 Ketua Jursan Ilmu Ekonomi
FKIS IKIP Sanata Dharma
Drs. Th. P.M. Gieles, S.J 1982 – 1986 Drs. Th. P.M. Gieles, S.J 1986 – 1987 Drs. E. Sumardjono, MBA 1987 – 1990 Ketua Jurusan Pendidikan
Dunia Usaha FPIPS IKIP
Sanata Dharma Drs. Th. P.M. Gieles, S.J 1990 – 1993 Drs. FX. Muhadi, M.Pd. 1993 – 2003 S.Widanarto P, S.Pd., M.Si. 2003 – 2007 Ketua program Studi
Pendidikan Akuntansi
2. Visi, Misi dan Sasaran
Berdasarkan visi dan misi USD dan FKIP, diturunkan visi dan misi prodi PAK sebagai berikut.
a. Visi
Membangkitkan dan mengembangkan potensi generasi muda agar mampu berpartisipasi aktif dan kreatif dalam membangun masyarakat pluralistik yang adil dan demokratik sesuai dengan bidang keahliannya, yang dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta visi kristia ni mengenai martabat manusia.
b. Misi
1) Menyediakan bagi masyarakat tenaga kependidikan dan non-kependidikan di bidang ekonomi-akuntansi yang profesional, dewasa secara spiritual, moral, intelektual, sosial, dan emosional, serta yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
2) Menyelenggarakan pendidikan yang humanis dengan semangat dialogis.
3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membantu mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan dan kepedulian sosialnya.
c. Sasaran
1) Mempersiapkan tenaga kependidikan dan non kependidikan di bidang ekonomi-akuntansi yang profesional dan kreatif dalam menggunakan teknologi informasi.
2) Meningkatkan kualitas proses pendidikan yang humanis dialogis lesat peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran yang berupa hardware, software, dan brainware-nya.
3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang dilakukan oleh para dosen baik individual maupun kelompok oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusannya.
4) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat baik yang dilakukan oleh program studi sebagai satu kesatuan, dosen, dan mahasiswa secara individual maupun kelompok seraya mengembangkan networking dengan lembaga- lembaga pendidikan dan non kependidikan.
E. Fasilitas Universitas Sanata Dharma
1. Perpustakaan
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma menempati gedung berlantai empat dengan luas kurang lebih 4.000 meter persegi.
2. Pusat Komputer
komputer-komputer tersebut untuk mengetik, mengolah data, maupun mengakses data dari internet.
3. Laboratorium Pendidikan
a. Laboratorium Pendidikan fisika
Laboratorium Pendidikan Fisika menyediakan peralatan untuk mahasiswa pendidikan Fisika dalam mempersiapkan pengajaran maupun mengembangkan metode belajar mengajar yang bervariasi serta inovatif.
b. Laboratorium Pendidikan Matematika
Laboratorium Pendidikan Matematika membantu mahasiswa untuk belajar dan mempersiapkan mengajar matematika dengan bermacam- macam model serta media, baik yang bersifat konvensial maupun yang berbasis komputer.
c. Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa inggris membantu mahasiswa untuk lebih dapat belajar bahasa dengan cepat dan tepat dilengkapi computer multi media (CMM) dan Self Access Center (SAC).
d. Laboratorium Bimbingan dan Konseling
e. Laboratorium Sejarah
Laboratorium Sejarah memiliki koleksi benda-benda peninggala n sejarah yang membantu mahasiswa untuk studi kesejarahan dan mempersiapkan pengajaran sejarah dengan dukungan berbagai media dan sumber.
f. Pusat Simulasi Bisnis dan Koperasi
Laboratorium Bisnis dan Koperasi ini digunakan untuk pratikum bisnis dan koperasi secara hipotesis (simulasi) bagi mahasiswa dan penelitian yang dikelola oleh prodi PAK dan PE.
g. Laboratorium D-II PGSD
Laboratorium D-II PGSD dilengkapi dengan science kids IPA dan Matematika untuk meningkatkan pembelajaran IPA dan Matematika ke-SD-an.
4. Pusat Media dan Sumber
Pusat media menyediakan serta membantu dosen dan mahasiswa untuk menggunakan media dalam memperlancar serta mempermudah proses pembelajaran. Di pusat media ini juga untuk mengadakan riset mengenai dampak media bagi proses belajar.
5. Pusat Penelitian dan Pelayanan Kependidikan (P3K)
yang siap menerima permintaan pelayanan kependidikan dari masyarakat dan mengorganisasi dosen-dosen sebagai nara sumber. 6. Tempat Praktek kependid ikan
FKIP mempunyai banyak hubungan dan kerjasama dengan banyak sekolah dan lembaga kependidikan lainnya yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam kerjasama tersebut dimungkinkan mahasiswa FKIP melaksanakan program praktek lapangan. Disamping itu, FKIP juga membantu sekolah-sekolah tersebut dalam berbagai layanan konsultasi, lokakarya, seminar, penataran dan sejenisnya.
7. Lapangan dan Aula
USD memiliki lapangan dan aula serba guna yang representatif untuk olah raga dan olah seni bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Sarana tersebut sangat mendukung dan menunjang pengelolaan kurikulum D-II PGSD.
8. Beasiswa
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Penyebaran kuesioner dalam penelitian ini berjumlah 127 eksemplar yang sebelumnya terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Sebelum data dianalisis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah analisis deskripsi data prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi (X), prestasi belajar akuntansi keuangan (Y), dan motivasi belajar (Z). Adapun bentuk pendeskripsian data tersebut menggunakan tabulasi distribusi frekuensi masing- masing variabel dan penilaian terhadap tiap variabel penelitian.
1. Prioritas Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi
Dari data induk prioritas memilih program studi dibedakan menjadi prioritas I, prioritas II, dan prioritas III yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 5.1
Penilaian Prioritas Memilih Program Studi Pendidikan Akuntansi
Prioritas Skor Frekuensi Persentase
I II III
3 2 1
59 45 23
46,46 35,43 18,11
Jumlah 127 100
sebesar 46,46%, kategori menengah yaitu prioritas II sebesar 35,43%, kategori dasar yaitu prioritas III sebesar 18,11%
Berdasarkan penilaian kategori kecenderungan prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi diketahui bahwa sebagian besar prioritas memilih program studi pendidikan akuntansi mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma dalam kategori tinggi yaitu sebesar 46,46%.
2. Prestasi Belajar matakuliah Akuntansi Keuangan
Dari data yang diperoleh diketahui bahwa nilai terendah adalah 0,67 dan nilai yang tertinggi adalah 3,83. Dari analisis data diketahui mean sebesar 2,12; median sebesar 2,00; modus sebesar 2,00 dan standar deviation sebesar 0,83.
Untuk mengetahui penilaian terhadap variabel prestasi belajar akuntansi keuangan di program studi pendidikan akuntansi digunakan Pedoman Predikat Hasil Kelulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai berikut.
Tabel 5.2
Penilaian prestasi belajar akuntansi keuangan
Skor Frekuensi Persentase Kategori kecenderungan variabel
3,51 – 4,00 2,76 – 3,50 2,00 – 2,75 0 – 1,99
9 20 43 55 7,09% 15,75% 33,85% 43,31% Cum Laude Sangat Memuaskan Memuaskan Tidak Memuaskan
Dengan melihat tabel penilaian prestasi belajar akuntansi keuangan di atas dapat dijelaskan bahwa frekuensi terbesar ada pada kategori tidak memuaskan dengan persentase 40,16%. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar akuntansi keuangan untuk mahasiswa prodi PAK Universitas Sanata Dharma termasuk dalam kategori tidak memuaskan. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa sebagian besar variabel prestasi belajar akuntansi keuangan terletak pada kategori tidak memuaskan.
3. Motivasi Belajar
Dari data induk penelitian variabel motivasi belajar, didapatkan skor tertinggi sebesar 92 dan skor terendah sebesar 37. Dari analisis data diketahui mean sebesar 69,06; median sebesar 70,00; modus sebesar 71 dan standar deviation sebesar 7,92. Untuk mengetahui kecenderungan penilaian motivasi belajar digunakan pedoman Penilaian Acuan Patokan (PAP) II sebagai berikut.
Tabel 5.3
Penilaian Motivasi Belajar
Skor Frekuensi Persentase Kategori kecenderungan variabel
85 – 100 73 – 84 65 – 72 57 – 64 < 57 3 35 58 25 6 2,36% 27,56% 45,67% 19,69% 4,72% Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah
127 100%
dicapai adalah 20 x 5 = 100. perhitungan kecenderungan ini secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 5.3.
Dengan melihat tabel penilaian motivasi belajar di atas dapat dijelaskan bahwa frekuensi terbesar ada pada kategori cukup dengan persentase 45,67%. Dengan melihat penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar untuk mahasiswa prodi PAK Universitas Sanata Dharma termasuk dalam kategori cukup. Hal tersebut dapa