• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskirpsi Data

Penelitian yang berjudul “Hubungan Antara Rasa Percaya Diri dan Motivasi dengan Prestasi Atlet Wushu Kategori Taolu Kota Gianyar Bali Tahun 2021” dilaksanakan di Vihara Amurvha Bhumi tempat latihan Sasana Wushu Singa Emas. Subyek penelitian yang digunakan adalah atlet senior wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali yang bertanding pada nomor Changquan sebanyak 4 atlet. Pengambilan data dilaksanakan pada hari pada hari Minggu, 5 September 2021 sampai dengan Jum’at, 10 September 2021.

Peneltian ini menggunakan angket untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri dan motivasi atlet senior wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Dan, untuk prestasi atlet menggunakan dokumentasi, dengan demikian instrumen penelitian ini memenuhi syarat untuk pengumpulan data. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut :

Tabel. 4.1 Data Atlet Wushu Kategori Taolu Kota Gianyar, Bali

No. Nama Percaya Diri Motivasi Prestasi

1 Dennis Tannia Wijaya 107 111 22

2 I Kadek Agus Yudha Ekawan 103 106 4

3 Komang Cantika Yusa Paramita 107 106 6

4 Syahitna Dicya Amalia 119 117 56

2. Hasil Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel- variabel dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Perhitungan normalitas menggunakan rumus Shapiro-Wilk dengan pengolahan

(2)

36

menggunakan bantuan program SPSS Versi 28.0. Hasilnya sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas

Data Siswa Taraf Signifikansi (p) Keterangan

Percaya Diri 0,195 Berdistribusi normal

Motivasi 0,265 Berdistribusi normal

Prestasi 0,224 Berdistribusi normal

Berdasarkan hasil uji normalitas diatas dapat dilihat bahwa data dari semua variabel memiliki nilai p (Sig.) > 0,05, maka semua variabel berdistribusi normal dan analisis dapat dilanjutkan.

b. Uji Liniearitas

Uji liniearitas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dan terikat bersifat linier. Hasilnya sebgai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Uji Liniearitas

Korelasi Sig. Deviation from Linearity Keteranngan

X1 dengan Y 0,844 Linier

X2 dengan Y 0,166 Linier

Berdasarkan hasil uji liniearitas diatas dapat dilihat bahwa nilai p (Sig.) > 0,05, sehingga semua variabel X1 dan X2 tersebut memiliki hubungan yang linier dengan Y.

3. Hasil Uji Hipotesis

a. Uji Korelasi Product Moment

1) Hubungan rasa percaya diri dengan prestasi

H0 : percaya diri memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Ha : percaya diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

(3)

37

Tabel 4.4 Hasil Uji Korelasi X1 dengan Y Correlations

Percaya Diri Prestasi

Percaya Diri Pearson Correlation 1 ,960*

Sig. (2-tailed) ,040

N 4 4

Prestasi Pearson Correlation ,960* 1

Sig. (2-tailed) ,040

N 4 4

Berdasarkan tabel hasil uji korelasi diatas Rhitung 0,960 > Rtabel 0,950 dengan signifikansi 5% atau 0,05 dan signifikansi menunjukkan 0,040 yang artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha di terima. Artinya, percaya diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Hasil tersebut dikuatkan lagi dengan hasil analisis menggunakan uji regresi sederhana dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.5 Regresi X1 dengan Y F regresi Ftabel

(0,05) (4) P (sig.) Persamaan Regresi 23,529 7,71 0,040 Y = -341,333 + 3,333 X1

Berdasarkan hasil pengolahan data, maka diperoleh Fhitung sebesar 23,529 > 7,71 (Ftabel) dengan signifikansi 0,40 < 0,05, sehingga Ha

diterima. Dengan kata lain, percaya diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Dengan persamaan regresi yang terbentuk adalah: Y = -341,333 + 3,333 X1. Artinya, jika X1 bernilai 0, maka variabel Y memiliki nilai -341,333.

Setiap X1 bertambah 1 satuan, maka Y akan bertambah sebanyak 3,333.

(4)

38

2) Hubungan motivasi dengan prestasi

H0 : motivasi memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Ha : motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Tabel 4.6 Hasil Uji Korelasi X2 dengan Y Correlations

Motivasi Prestasi

Motivasi Pearson Correlation 1 ,991**

Sig. (2-tailed) ,009

N 4 4

Prestasi Pearson Correlation ,991** 1

Sig. (2-tailed) ,009

N 4 4

Berdasarkan tabel hasil uji korelasi diatas Rhitung 0,991 > Rtabel 0,950 dengan signifikansi 5% atau 0,05 dan signifikansi menunjukkan 0,009 yang artinya lebih kecil dari 0,05, maka Ha di terima. Artinya, motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Hasil tersebut dikuatkan lagi dengan hasil analisis menggunakan uji regresi sederhana dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.7 Regresi X2 dengan Y F regresi Ftabel

(0,05) (4) P (sig.) Persamaan Regresi 112,985 7,71 0,009 Y = -479,707 + 4,561 X1

Berdasarkan hasil pengolahan data, maka diperoleh Fhitung sebesar 112,985 > 7,71 (Ftabel) dengan signifikansi 0,009 < 0,05, sehingga Ha

diterima. Dengan kata lain, motivasi memiliki hubungan yang signifikan

(5)

39

dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali. Dengan persamaan regresi yang terbentuk adalah: Y = -479,707 + 4,561 X1. Artinya, jika X1 bernilai 0, maka variabel Y memiliki nilai -479,707. Setiap X1 bertambah 1 satuan, maka Y akan bertambah sebanyak 4,561.

b. Analisis Uji Hipotesis dengan Regresi Ganda

H0 : percaya diri dan motivasi secara bersama memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Ha : percaya diri dan motivasi secara bersama memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis dengan Regresi Ganda F Regresi F Tabel

(0,05) (4)

P

(sig.) Persamaan Regresi

202,153 6,94 0,050 Y = -452,447 + 1,084 X1 + 3,239 X2

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Fhitung 202,153 > 6,94 Ftabel

dengan signifikansi 0,050, sehingga Ha di terima. Artinya, kedua variabel bebas (percaya diri dan motivasi) secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

Persamaan regresi yang terbentuk adalah: Y = -452,447 + 1,084 X1 + 3,239 X2. Artinya, jika X1, X2 dan X3, bernilai 0, maka variabel Y bernilai -452,447.

Jika X1 bertambah nilai 1 satuan maka Y bertambah 1,084 dengan, X2 bernilai tetap. Jika X2 bertambah nilai 1 satuan maka Y bertambah 3,239 dengan X1

bernilai tetap, begitu seterusnya.

Koefisien korelasi antara Y dengan kedua variabel X sebesar 0,999.

Keberartian atau signifikansi koefisien korelasi ganda, dilakukan dengan menggunakan harga F. Dari analisis korelasi ganda diperoleh Fhitung sebesar 202,153, kemudian dikonsultasikan dengan Ftabel pada df 2 lawan 4 dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh Ftabel 6,94. Ternyata harga Fhitung 202,153 lebih besar dari Ftabel 6,94, berarti korelasi gandanya signifikan.

(6)

40

B. Pembahasan

1. Hubungan Rasa Percaya Diri dengan Prestasi Atlet Wushu Kategori Taolu Kota Gianyar Bali

Berdasarkan hasil penelitian hubungan rasa percaya diri dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, hasil ini ditunjukkan berdasarkan uji korelasi pearson dengan rxy sebesar 0,960 lebih besar dari rtabel yakni 0,950. Hasil ini semakin dikuatkan oleh uji regresi antara percaya diri dengan prestasi atlet dengan hasil yaitu Fhitung sebesar 23,529 > 7,71 (Ftabel) dengan signifikansi 0,40 < 0,05, sehingga percaya diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

2. Hubungan Rasa Motivasi dengan Prestasi Atlet Wushu Kategori Taolu Kota Gianyar Bali

Berdasarkan hasil penelitian hubungan motivasi dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, hasil ini ditunjukkan berdasarkan uji korelasi pearson dengan rxy sebesar 0,991 lebih besar dari rtabel yakni 0,950. Hasil ini semakin dikuatkan oleh uji regresi antara percaya diri dengan prestasi atlet dengan hasil yaitu Fhitung sebesar 112,985 > 7,71 (Ftabel) dengan signifikansi 0,40 < 0,05, sehingga motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet wushu kategori taolu kota Gianyar, Bali.

3. Hubungan antara Rasa Percaya Diri dan Motivasi Terhadap Prestasi Atlet Wushu Kategori Taolu Kota Gianyar Bali

Berdasarkan hasil uji regresi ganda, diperoleh persamaan Y = -452,447 + 1,084 X1 + 3,239 X2. Artinya, jika X1, X2 dan X3, bernilai 0, maka variabel Y bernilai -452,447. Jika X1 bertambah nilai 1 satuan maka Y bertambah 1,084 dengan, X2 bernilai tetap. Jika X2 bertambah nilai 1 satuan maka Y bertambah 3,239 dengan X1 bernilai tetap, begitu seterusnya. Kekuatan hubungan kedua variabel bebas dengan variabel terikat memiliki nilai koefisiensi, yaitu sebesar 0,999.

Gambar

Tabel  4.2 Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.4 Hasil Uji Korelasi X 1  dengan Y  Correlations
Tabel 4.6 Hasil Uji Korelasi X 2  dengan Y  Correlations
Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis dengan Regresi Ganda  F Regresi  F Tabel

Referensi

Dokumen terkait

Pencapaian hasil realisasi penerimaan pajak hotel kategori rumah kos pada tahun yang melebihi target penerimaan membuat Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang untuk

Berdasarkan dugaan awal yang diajukan bahwa ada hubungan positif antara penerimaan diri dengan rasa percaya diri pada siswa kelas X SMAN 1 Grati Pasuruan, maka melihat hasil

Hasil uji Scheffe diketahui terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA pada kelompok dengan model pembelajaran NHT antara siswa yang memiliki disiplin belajar

Hubungan antara jenis kelamin dengan kepuasan kerja Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kepuasan

Hasil uji ini menunjukkan terdapat hubungan pada kategori cukup kuat antara motivasi, keikutsertaan dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan pelatihan secara

Hipotesis pertama, berdasarkan uji statistik dengan koefisien korelasi berganda R=0.919 dengan nilai signifikan 0.000 (p&lt;0.05), yang berarti ada hubungan signifikan

adalah signifikan, yang berarti ada hubungan yang positif antara kedua variabel. Berdasarkan analisis di atas membuktikan bahwa pada taraf 1% tidak signifikan dan taraf 5%

Variabel kualitas komunikasi dengan orang tua dapat dilihat berada pada kategori baik dan variabel prestasi belajar matematika juga baik, maka hal ini membuktikan