DIKTAT/BAHAN AJAR
MATA KULIAH ILMU SOSIAL
BUDAYA DASAR (ISBD)
Dr. Ani Marlina, M.Pd
Semester Gasal 2016
STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA 2016
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puja puji serta rasa syukur kepada Sang Penguasa alam semesta Allah SWT, sholawat serta salam terlimpah curah kepada revolusioner Islam sedunia suri tauladan sepanjang masa habibana wanabiyana Rasulullah SAW, akhirnya saya dapat menyelesaikan diktat/bahan ajar mata kuliah ―ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)
Diktat ini dibuat dengan mengutip dari berbagai sumber yang relevan sebagai salah satu rujukan pembelajaran mata kuliah ISBD dengan harapan dapat menjadi salah satu metode yang dapat mempermudah mahasiswa dalam proses perkuliahan. Selain itu diktat ini digunakan sebagai buku pegangan praktis untuk mahasiswa yang bisa memberikan pemahaman secara khusus.
Semoga diktat ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan untuk mahasiswa khususnya dan pembaca umumnya
Jakarta, 2016
DAFTAR ISI
COVER ……… KATA PENGANTAR ………. DAFTAR ISI ………
A. Dasar Pemikiran ISBD ………... B. Visi Misi dan Tujuan ISBD ………. C. Bahan ISBD ………. D. Pentingnya Pendekatan Interdisipliner dan
beberapa Alternatif Model pembelajaran ISBD.. E. Alternatif Model Pembelajaran ISBD …………... F. Manusia dan Kebudayaan ………. G. Manusia dan Peradaban ……… H. Modernisasi Peradaban Indonesia ditengah
Modernisasi dan Globalisasi ………... I. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial … J. Manusia dan Lingkungan ………
DAFTAR PUSTAKA ……… 1 2 3 4 7 8 9 12 12 16 20 30 50 55
A. DASAR PEMIKIRAN ISBD
ISBD atau Ilmu Sosial Budaya Dasar merupakan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat, ISBD adalah suatu bidang kajian yang sangat diperlukan oleh para mahasiswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa untuk memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat. ISBD sebagai salah satu MBB juga memiliki visi dan misi yang sejalan dengan MBB tentunya, namun lebih menitik beratkan pada pemberian pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala – gejala sosial kebudayaan.
4 landasan yang diajarkan di Perguruan Tinggi Umum sehingga MBB-ISBD perlu ada yaitu :
a) Landasan Historis (nenek moyang kita beragama, memiliki warisan budaya, peradaban tinggi, dan lain-lain).
b) Landasan Filosofis (Bangsa Indonesia memiliki falsafah Hidup berPancasila)
c) Landasan Yuridis Formal (UUD ‘45 pasal 30, 31, UU No.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas).
d) Landasan Pedagogis (Tujuan Pendidikan mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, dan lain-lain).
Yang menjadi latar belakang diajarkannya ISBD yaitu agar output yang dihasilkan memiliki kemampuan personal, akademis, dan profesional. Dalam ISBD dipelajari tentang posisi manusia. Posisi manusia tidak hanya sebagai makhluk individu dan sosial, namun juga sebagai politik, ekonomi, budaya, psikologi.
1. Latar belakang pedagogis
Inovasi pembelajaran dirasa perlu karena mahasiswa bukanlah mahluk kosong yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apapun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang ―seimbang‖ antara aktivitas Dosen dan Mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif, dan bertambahnya keterampilan pada Mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dari hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu:
(1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat); (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri);
(4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis).
Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah tapi juga mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kratif, dinamis serta dialog kreatif.
2. Dasar yuridis
Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40 Ayat (1) butir e dikemukakan bahwa: ―Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas
pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. ‖Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam Pasal 40 Ayat (2) butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban ―menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis‖. Perubahan peran Dosen seperti tersebut, berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal (1) yang menyatakan bahwa: ―Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan, dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya‖
Dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal (2), yaitu: ―Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada Mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar Mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya‖.
Oleh karena itu, dalam Pasal (5) metode pembelajaran yang digunakan oleh Dosen harus menempatkan Mahasiswa sebagai subjek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara.
B. VISI MISI DAN TUJUAN ISBD Visi ISBD
―Berkembanganya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia baik selaku individu maupun sosial yang dilandasi oleh nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.‖
Misi ISBD
Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia Sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera.
Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat.
Atas dasar visi dan misi ISBD tersebut, kemudian dikembangkan Tujuan ISBD sebagai berikut:
Mengembangkan kesadaran Mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada Mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial-budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral, dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat.
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada Mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya.
C. BAHAN ISBD
Bahan ajar ISBD merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu social dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu, tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi, politik, sejarah, hukum, etika moral dan lain-lain.
Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : • Dapat mempelajari masalah social dan budaya yang
memang perlu dipecahkan;
• Dapat memahami bahwa iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis;
• Melatih mahasiswa untuk mampu berbeda pendapat;
• Dapat mendalami bahwa bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat.
• Berdasarkan visi, misi, tujuan MBB dan bahan dari ISBD tersebut, maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (Mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik, yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan
lingkungan hidup.
Mengutif kata-kata motivasi dari Nusyid Sumaatmadja bahwa ―Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka, yang merupakan unsur kesatuan budaya, berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga, pekerjaan, sebagai warga negara, selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan.‖ Nusyid Sumaatmadja
D. PENTINGNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER
DAN BEBERAPA ALTERNATIF MODEL
PEMBELAJARAN ISBD
Mengapa Pendekatan Interdisipliner dalam Ilmu Sosial Budaya Dasar itu penting? Analisa beberapa gambar berikut!
Gb4. Pendekatan Interfield
Factor Yuridis
Factor Politis
E. ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN ISBD
Alternative model pembelajaran ISBD dilakukan jika merasakan adanya masalah, merumuskan masalah, menetapkan hipotesis dan membuat pertanyan-pertanyaan untuk memecahkan masalah, menetapkan sumber data yang dijadikan objek, membuat instrumen penelitian, Melakukan pengumpulan data, melakukan klasifikasi dan analisis data, Menguji hipotesis, dan Rekomendasi. Sebagai contoh adalah Pembelajaran Berbasis Portofolio yakni sebagai ―wujud benda fisik‖ yaitu bundle untuk praktik dalam belajar. Adapun Langkah-langkah Pembelajaran diantaranya yaitu : 1. Mengidentifikasi masalah
2. Memilih masalah untuk kajian kelas
3. Mengumulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji di kelas
4. Mengembangkan portofolio kelas 5. Penyajian portofolio kelas 6. Kriteria Penilaian portofolio
F. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN MANUSIA
Menurut Nicolausd & Asudiarja Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang. Menurut ABINENO J. Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh
yang fana". Menurut UPANISADS Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran,dan prana atau badan fisik. Menurut SOKRATES Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar. Menurut KEES BERTENS Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan
KEBUDAYAAN
Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).
Ciri pokok kebudayaan : Kebudayaan itu beraneka ragam, Kebudayaan itu diteruskan melalui proses belajar, Kebudayaan itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia, Kebudayaan itu berstruktur, Kebudayaan itu terbagi dalam aspek-aspek, Kebudayaan itu dinamis, Nilai-nilai dalam kebudayaan itu relatif.
UNSUR PEMBENTUK KRBUDAYAAN
Fungsi kebudayaan yaitu sebagai Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok, Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya, Pembimbing kehidupan manusia, dan Pembeda antar manusia dan binatang. Faktor Perubahan Kebudayaan ada dua yaitu pertama faktor internal, Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
• Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi.
• Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya
• belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan
• Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
• Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
Yang kedua adalah faktor eksternal Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya: • Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan
yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya
• Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam.
• Pengaruh budaya lain.
HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Hubungan manusia dan kebudayaan meliputi Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan, Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life), Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial, Kebudayaan khusus atas dasar agama, Kebudayaan berdasarkan profesi. Hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. 3 tahap proses
dialektis yaitu Ekstemalisasi, Obyektivasi dan Intemalisasi.
G. MANUSIA DAN PERADABAN
Hakikat Hidup Manusia. Kata Manusia berasal dari bahasa sansekerta yaitu manu atau mens/homo
dari bahasa latin yang berarti berpikir, berakal budi. Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani, dan rohani. Melalui akalnya manusia dituntut untuk berpikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui jasmaninya
manusia dituntut untuk menggunakan fisik arau jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Melalui rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa dapat mengolah rohaninya, yaitu dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Hakikat manusia yaitu :
Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial
Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang selama hidupnya
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
Suatu keberadaan yang berpotensi
Makhluk Tuhan yang berarti yaitu adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sosial, bahkan tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial
Hakikat hidup manusia adalah untuk menyembah kepada Tuhan YME untuk taat pada perintah-perintahnya dan meninggalkan larang-larangannya.
Menurut pendapat filosof Plato manusia pada hakikatnya sebagai suatu kesatuan pikiran, kehendak, dan nafsu.
Peradaban dan perubahan sosial
Peradaban berasal dari kata ‗adab‘ yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa. Manusia yang beradab adalah manusia yang memiliki akhlak mulia, yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Menurut beberapa pendapat para ahli pengertian peradaban, di antaranya :
1. Fairchild, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
2. Kontjaranigrat, menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa, dan karsa yang akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya, Dari hal itulah kebudayaan akan mengalami kemajuan sehingga
dikatakan peradaban. Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya, yaitu diantaranya faktor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut. Peradaban mempunyai wujud, tahapan, dan dapat berevolusi atau berubah sesuai dengan perkembangan zaman, dan dapat mengakibatkan suatu perubahan pada kehidupan sosial karena pengaruh modernisasi yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial adalah perubaha-perubahan yang terjadi pada kehidupan sosial masyarakat, Perubahan sosial mencakup perubahan yaitu pada : 1. Norma-norma sosial 2. Nilai-nilai sosial 3. Interaksi sosial 4. Pola-pola perilaku 5. Organisasi sosial 6. Lembaga kemasyarakatan 7. Lapisan-lapisan masyarakat 8. Susunan kekuasaan 9. Wewenang
Beberapa pengertian perubahan sosial menurut para ahli sosiologi :
1. Prof. Selo Soemardjan : Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.
2. Robert M.I Lawang : Perubahan sosial adalah proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.
H. MODERNISASI, PERADABAN INDONESIA DITENGAH MODERNISASI DAN GLOBALISASI
Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya, Kebudayaan telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan yang dikonsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebdayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya dan akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu.
Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat diberbagai tempat berbeda-beda, bergantung pada tantangan, lingkungan dan kemampuan intelektual manusianya untuk mengantisipasi tantangan tadi. Adanya kebudayaan bermula dari kemampuan akal dan budi daya manusia dalam menanggapi, merespons, dan mengatasi tantangan alam dan lingkungan dalam mencapai kebutuhan hidupnya. Dengan potensi akal dan budi inilah manusia menaklukkan alam. Manusia menemukan dan menciptakan berbagai sarana hidup sebagai upaya mengatasi tantangan alam tersebut. Masa dalam kehidupan manusia dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Masa Prasejarah
Masa prasejarah adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan. Data-data masa prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan diinterpretasikan.
Masa sejarah adalah masa dimana manusia sudah mengenal tulisan. Masa sejarah bermula ketika adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan. Penemuan tulisan ini merupakan satu penemuan revolusioner yang genius.
Ada dua produk revolusioner hasil dari akal manusia pada zaman prasejarah, yaitu :
1. Penemuan roda untuk transportasi 2. Bahasa
Selain produk revolusioner, pada zaman prasejarah pun terdapat dua pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan berdasarkan hasil teknologi a. Zaman batu tua (Paleolitikum) b. Zaman batu tengah (Mesolitikum) c. Zaman batu baru (Neolitikum)
2. Pendekatan berdasarkan model sosial ekonomi atau mata pencaharian hidup, yaitu:
a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan • Masa berburu sederhana (TradisiPaleolit) • Masa berburu tingkat lanjut ( Tradisi
Epipaleolitik) b. Masa bercocok tanam
• Neolitik • Megalitik
c. Masa kemahiran teknik atau perundagian Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R.Soekmono (1973), membagi menjadi empat masa, yaitu :
1. Zaman Prasejarah
Yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 M.
2. Zaman Purba
Yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 M.
3. Zaman Madya
Yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit sampai dengan akhir abad ke-19.
4. Zaman Baru atau Modern
Yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai sekarang.
Jejak Peradaban di Indonesia
Peradaban bangsa Indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau zaman perundagian. Zaman perundagian terdiri dari dua masa, yaitu : a. Tradisi seni tuang perunggu
Meskipun saat itu masih zaman prasejarah namun telah mengenal teknologi terbatas dan sederhana, yaitu pada upaya pemenuhan peralatan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dalam kehidupannya yang sudah mulai menetap.
Di Indonesia penggunaan logam sudah mulai dikenal beberapa abad sebelum Masehi. Mereka menggunakan peralatan dari logam, seperti peralatan berburu, bercocok tanam, peralatan rumah tangga dan lain-lain. Peradaban bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang setelah datangnya pengaruh Hindu dan Budha ke Indonsia. Pengaruh tulisan dari budaya Hindu dan Budha membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia, yaitu memasuki masa sejarah (mengenal bahasa tulis). Salah satu hasil budaya tulis di Indonesia adalah prasasti. Huruf yang dipakai dalam prasasti yang ditemukan sejak tahun 400 M adalah huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
Kemampuan baca tulis bangsa Indonesia lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang kesusastraan, yakni munculnya banyak kitab-kitab yang ditulis para pujangga masa lalu. Dengan banyaknya prasasti dan kitab-kitab kuno ini dapat ditelusuri peradaban bangsa Indonesia terutama dalam masa kerajaan. Peradaban bangsa semakin berkembang dengan masuknya pengaruh Islam dan masuknya bangsa Barat Eropa, termasuk pengaruh agama Kristen-Katolik. Dewasa ini, pengaruh peradaban global semakin kuat. Hal ini diakibatkan oleh kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasi.
Dinamika Peradaban Global
Menurut Arnold Y.Toynbee, lahirnya peradaban itu diuraikan dengan teori challenge and respons. Peradaban itu lahir sebagai respons (tanggapan) manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi dan menaklukkan dan mengolah alam sebagai tantangan (challlenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidup. Penerapan teknologi itu bertujuan untuk memudahkan kerja manusia, agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Alvin Toffler menganalisis gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam bukunya The Third Wave (1981), ia menyatakan bahwa gelombang perubahan peradaban umat manusia sampai saat ini telah mengalami tiga gelombang, yaitu :
Gelombang I Peradaban teknologi pertanian yang berlangsung tahun 800 SM – 1500 M.
Gembang II Peradaban teknologi industri yang berlangsung tahun 1500 M – 1970 M.
Gelombang III Peradaban informasi yang berlangsung tahun 1970 M – sekarang.
Setiap gelombang peradaban tersebut dikuasai oleh tingkat teknologi yang digunakan. Gelombang pertama (the first wave) dikenal dengan revolusi hijau. Dalam gelombang pertama ini manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian.
Gelombang kedua adalah adanya revolusi industri terutama dinegara-negara Barat yang dimulai dengan revolusi industri di Inggris. Masa gelombang
kedua adalah masa revolusi industri, yaitu kira-kira tahun 1700 – 1970. Masa ini dimulai dengan penemuan mesin uap pada tahun 1712.
Gelombang ketiga merupakan revolusi informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dalam berbagai bidang, yaitu :
a. Komunikasi dan data procesing b. Penerbangan dan angkasa luar
c. Energi alternatif dan energi yang dapat diperbaharui
d. Terjadinya urbanisasi
Gelombang ketiga ini melahirkan suatu masyarakat dunia yang dikenal dengan sebutan The global village
(kampung global).
John Nasisbitt dalam bukunya Magatrends (1982), menyatakan bahwa globalisasi memunculkan perubahan-perubahan yang akan dialami oleh negara-negara dunia. Perubahan itu terjadi karena interaksi yang dekat dan intensif antar negara, terutama negara berkembang akan terpengaruh oleh kemajuan dinegara-negara maju. Perubahan-perubahan tersebut ialah :
a.
Perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.b.
Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga ke teknologi canggih.c.
Perubahan dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia.d.
Perubahan dari jangka pendek ke jangka panjang.e.
Perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi.f.
Perubahan dari bantuan lembaga ke bantuan diri sendiri.g.
Perubahan dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori.h.
Perubahan dari sistem hierarki ke jaringan kerja.i.
Perubahan dari utara ke selatan.j.
Perubahan dari satu diantara dua pilihan menjadmacam-macam pilihan
Naisbitt dan Patricia Aburdance ( 1990) kembali mengemukakan lagi adanya sepuluh macam perubahan di era global, yaitu :
a. Abad biologi
b. Bangunnya sosialisme pasar bebas.
c. Cara hidup global dan nasionalisme budaya. d. Dasawarsa kepemimpinan wanita.
e. Kebangkitan agama dan milenium baru. f. Kebangkitan dalam kesenian.
g. Kemenangan individu.
h. Pertumbuhan ekonomi dunia dalam tahun 1990 an.
i. Berkembangnya wilayah pasifik.
j. Privatisasi/swastanisasi atas negara kesejahteraan.
Ciri Berkembangnya Globalisasi di DuniaCiri semakin berkembangnya globalisasi di dunia, antara lain :
1.
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antar negara.2.
Perkembangan barang-barang.3.
Pasar dan produksi ekonomi dinegara-negara yang berada menjadi saling bergantung.4.
Peningkatan transaksi kultural melalui perkembangan media masa.PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
Kata globalisasi diambil dari kata global yang maknanya ialah universal. Globalisasi memiliki makna yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
Globalisasi digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi dan informasi komunikasi. Globalisasi dimunculkan oleh negara-negara maju, karena mereka merasa telah lebih maju dalam menguasai teknologi, telah memperoleh kemajuan yang sangat pesat terutama dibidang informasi, komunikasi dan transportasi. Dewasa ini, negara maju lebih didominasi oleh negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat karena memang kemajuan teknologi negara-negara tersebut lebih cepat dibanding negara lain.
Namun, dunia tidak hanya didominasi satu peradaban besar saja. Huntington (2001) mengidentifikasi adanya sembilan peradaban besar saat ini.
Sembilan peradaban besar itu, meliputi :
1. Peradaban Barat atau Peradaban Lama , yang berpusat di Eropa Barat, Amerika Utara dan Australia.
2. Peradaban Amerika Latin yang dipengaruhi agama Katolik, menyebar dinegara-negaraAmerika Selatan. 3. Peradaban Muslim atau Islam, yang berpusat di
Timur Tengah dan Afrika Utara. 4. Peradaban Hindu di India.
5. Peradaban Budha di Mongolia. 6. Peradaban Jepang.
7. Peradaban Cina. 8. Peradaban Afrika.
9. Peradaban Ortodoks yang berada diwilayah bekas Yugoslavia
Pengaruh Globalisasi, Globalisasi sebagai fenomena abad sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat internasional. Dengan didukung teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih, da dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Berbagai barang dan informasi denan berbagai tingkatan kualitas tersedia untuk dikonsumsi. Akibatnya, akan mengubah pola pikir, sikap dan tingkah laku manusia.
Globalisasi memberi pengaruh dalam berbaga i kehidupan, antara lain :
a. Bidang politik b. Bidang ekonomi c. Bidang sosial budaya d. Bidang pertahanan
Efek globalisasi bagi Indonesia, Aspek Positif Globalisasi
Aspek positif kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, yaitu :
1) Mempermudah manusia dalam berinteraksi
2) Mempercepat manusia untuk berhubungan dengan manusia lain
3) Meningkatkan efisiensi Aspek Negatif Globisasi
1) Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa atau identitas suatu bangsa.
2) Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang semakin besar. 3) Berkembang nilai-nilai konsumerisme dan
individual yang menggeser nilai-nilai sosial masyarakat.
4) Terjadi dehumanisasi
SikapTerhadap Globalisasi, Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa-bangsa di dunia memberi respon atau tanggapan yang dapat dikategorikan sebagi berikut.
a. Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi karena dianggap sebagai jalan baru untuk perbaikan nasib untuk manusia.
b. Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi, karena sebagai bentuk baru penjajahan melalui cara-cara baru yang bersifat tradisional dibidang politik, ekonomi dan budaya.
c. Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat perkembangan teknologi informasi dan transportasi, tetapi mereka tetap kritis terhadap akibat negatif globalisasi.
I. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium
yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Prof. Jacob, manusia adalah makhluk biokultural, ia adalah produk interaksi antara factor-factor biologis dan budaya. Adalah sulit disangkal
bahwa setiap perbuatan manusia yang kalau ditelusuri dengan hati-hati, akan segera terlihat ada sesuatu yang terasa menghubungkan satu fenomena dengan fenomena yang lainnya. Sesuatu yang berkesinambungan dan terus berulang, yang dapat kita jadikan ciri-ciri manusia. Dilihat dari cara menampilkan dirinya, bisa kita lihat bahwa manusia sebagai individu merupakan sisi yang amat penting untuk diamati dan dipelajari.
individu (Bahasa Perancis) artinya orang seorang. Dalam hal ini adalah satu orang manusia. In – dividere berarti mahkluk individual yang tidak dapat dibagi-bagikan. Setiap individu mempunyai ciri-ciri khas yang telah built- in dalam dirinya. Ciri – ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas khusu disebut sebgai kepribadian.
Menurut Koentjaraningrat, ada beberapa unsur kepribadian, yaitu pengetahuan, perasaan dan naluri.
ada beberapa macam dorongan yang perlu diketahui , yitu :
Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
Dorongan sex
Dorongan untuk mencari makan
Dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain
Dorongan untuk meniru tingakh laku sesamanya Manusia sebagai individu selalu berada di tengah – tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi . Proses dari
individu menjadi pribadi, didukungdan dihambat olehdirinya sendiri dan juga oleh kelompok sekitarnya 1. Destruktif dan Konstruktif
Pada diri individu yang destruktif kita jumpai kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan psikis yang berlebihan. Biasanya mencari kepuasan temporal yang seringkali hanya dinikmatinya sendiri
Individu yang konstruktif akan lahir apabila dalam penyesuaian dirinya ia berada dalam posisi yang seimbang.
2. Kompromistis dan Anti-establishment
Sikap kompromis seorang individu biasanya muncul apabila individu memerlukan rasa aman ia akan mudah menerima syarat apapun dari dominasi lin gkungan yang memberinya rasa aman.
sikap anti-establishment merupakan sikap individu yang berlebihan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan usaha individu dalam pencarian identitas diri yang bersifat psikologis (in the search for self identity).
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Sosial berasal dari kata bahasa Latin ―Socius‖ yang artinya berkawan atau masyarakat. Adapun manusia sebagai mahkluk social adalah makhlukyang hidup bermasyarakat, dan pada dasarnya setiap hidup Individu tidak lepas dari manusia lain. Manusia selalu hidup dan membutuhkan manusia lain. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahirakan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial pastinya membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, proses interaksi dan sosialisasi selalu terjadi kapanpun dan dimanapun.
Interaksi Sosial
Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa
manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
1. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
2. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu.
3. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
4. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain.
Syarat terjadinya interaksi sosil yaitu adanya kontak social dan komunikasi.
Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial telah ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama dalam organisasi sosial. Pada masyarakat yang bertaraf budaya bersahajapun lapisan sosial sudah ada, yaitu dengan adanya golongan budak dan bukan budak. Semakin maju teknologi suatu masyarakat maka semakin komplek pula sistem lapisan masyarakat.
— Stratifikasi sosial/pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan kelas-kelas secara bertingkat.
— Aristoteles menyatakan bahwa di dalam setiap negara selalu terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat dan mereka yang ada di tengah-tengah.
— Setiap individu adalah anggota dari suatu kelompok. Tetapi tidak setiap warga dari suatu masyarakat hanya menjadi anggota dari satu kelompok tertentu, ia bisa menjadi anggota lebih dari satu kelompok sosial.
— Pelapisan sosial terjadi dengan sendirinya dan dengan disengaja. Pelapisan yang tidak disengaja; adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat. — Pelapisan yang disengaja; pelapisan yang disusun dengan ditunjukkan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasannya yang diberikan kepada seseorang. Beberapa pemikiran tentang pelapisan sosial ini muncul karena adanya ketidaksamaan status-status diantara individu-individu serta adanya ukuran tentang apa yang sangat dihargai dan dijadikan ukuran oleh masyarakat. Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang
lebih tinggi dari hal-hal lainnya. Kalau masyarakat lebih menghargai kekayaan material daripada kehormatan misalnya, mereka yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pihak-pihak lainnya, gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakat yang merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda.
selanjutnya ada yang membagi pelapisan sosial ini menjadi beberapa lapisan yakni :
- Masyarakat yang terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).
- Masyarakat yang terdiri dari kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class) dan kelas bawah (lower class).
- Masyarakat yang terdiri dari kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class). Orang-orang yang berada pada kelas bawah (lower) biasanya lebih banyak (mayoritas) daripada di kelas menengah (middle) apalagi pada kelas atas (upper). Semakin keatas semakin sedikit jumlah orang yang berada pada posisi kelas atas (upper class).
Stratifkasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Stratifikasi sosial (social stratification) merupakan istilah sosiologi yang menunjukkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. Stratifikasi berasal dari kata
strata yang bermakna lapisan.
Adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat menggambarkan bahwa dalam setiap kelompok terdapat perbedaan bahwa dalam setiap kelompok terdapat perbedaan kedudukan seseorang dari yang berkedudukan tinggi sampai kepada kedudukan yang
paling rendah, seolah-olah merupakan lapisan yang bertingkat-tingkat dari atas ke bawah (berhierarchie). Strata ini terjadi karena dalam masyarakat selalu ada yang dihargai sebagai hal yang menyebabkan timbulnya bibit-bibit strata di dalam masyarakat.
Hal itu mungkin berupa uang, harta, kekuasaan, ilmu pengetahuan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal dan sebagainya. Barang siapa yang memiliki sesuatu yang berharga tadi dalam jumlah yang besar kemungkinan bagi dirinya dianggap sebagai warga yang menduduki lapisan atas begitu pula sebaliknya orang yang tidak memiliki adalah orang-orang lapisan bawah, sedangkan yang pertengahan lapisan tengah.
TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL
Untuk mempelajari sistem berlapis-lapisan di dalam suatu masyarakat pada umumnya dipergunakan kriteria atau ukuran untuk menggolong-golongkan masyarakat dengan dasar terjadinya lapisan masyarakat :
Ukuran kekayaan atau kebendaan (material) dapat dijadikan suatu ukuran, artinya orang-orang yang mempunyai kekayaan paling banyak didudukkan pada lapisan teratas, sedangkan yang kurang kaya berada pada lapisan di bawahnya. Kekayaan itu dapat dilihat daripada bentuk rumah, mobil, pakaian, kebiasaan mempergunakan benda-benda serba lux dan sebagainya. Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah bila seseorang sudah menduduki lapisan atas maka ukuran lainnya kadang-kadang bermukim pula pada daerah yang elit, bukan di lokasi yang murahan, karena ia memang sudah kaya menyebabkan kesempatannya
untuk menjadi seorang sarjana yang memilki ilmu pengetahuan lebih besar pula.
Demikian pula ukuran kekuasaan, siapa yang memiliki wewenang terbesar atau pangkat yang tinggi menempati lapisan teratas. Ini jelas terlihat dalam upacara resmi (protokoler) bahwa gubernur mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari bupati, sehingga dalam suatu acara jelas terlihat bahwa gubernur lebih dihargai dari bupati.
Ukuran kehormatan adalah orang yang paling dihormati dan disegani masyarakat pedesaan dan biasanya tokoh-tokoh non formallah yang mendapat tempat sebagai orang dihormati, termasuk para ulama, tokoh adat, pejuang dan sebagainya. Karena merekalah yang telah berjasa pada masyarakat.
Ilmu pengetahuan dapat dijadikan sebagai alat ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Akibatnya tak jarang yang dijadikan sebagai alat ukurannya bukanlah kualitas pengetahuannya, tetapi gelar kesarjanaannya yang dijadikan sebagai alat ukurannya. Karena itu pulalah orang selalu berusaha mengejar gelar sarjana yang kadang-kadang dengan cara yang ilegal.
Kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Oleh sebab itu, boleh jadi masih ada ukuran lain yang membuat seseorang menempati strata tertentu dalam masyarakat.
Terjadinya pembentukan pelapisan sosial ini sangat beragam, tergantung dengan kondisi yang ada. Biasanya pelapisan sosial berlangsung secara alami sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Misalnya karena latar belakang usia, para lansia akan
lebih mudah berkomunikasi dengan lansia. Tetapi ada pula pelapisan sosial yang terjadi secara sengaja, biasanya ini dilakukan untuk mengejar suatu tujuan bersama. Dan dalam sistem ini telah ditemukan siapa pemegang kekuasaan, dll. Contohnya adalah OSIS disekolah, organisasi siswa sengaja dibentuk untuk mengatur segala sesuatu yang akan dilaksanakan disekolah.
Pada dasarnya, pelapisan sosial terbentuk gunamembina hubungan antar individunya, atau untuk mencapai tujuan . Tetapi jangan pandang ini sebagai perselisihan, pembentuk gandang ini sebagai perbedaan yang dapat menyatukan kita. Saling menghargai dan menghormati antar individu adalah kunci dari semua perselisihan. Dengan begitu maka masalah kesenjangan sosial masyarakat yang sehat dan cinta damai.
Pendapat saya dari diatas adalah sangat pentingnya pelapisan sosial itu, supaya masyarakat bisa mnejaga hubungan yang harmonis dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang positif.
Fungsi Stratifikasi Sosial
- Stratifikasi sosial menyusun alat bagi masyarakat dalam mencapai beberapa tugas utama.
- Stratifikasi sosial menyusun, mengatur, serta mengawasi saling hubungan di antara anggota masyarakat.
- Stratifikasi sosial memiliki kontribusi sebagai pemersatu dengan - mengoordinasikan serta mengharmonisasikan unitunit yang ada dalam struktur sosial itu.
- Stratifikasi sosial mengategorikan manusia dalam stratum yang berbeda, sehingga dapat menyederhanakan dunia manusia dalam konteks saling berhubungan di antara mereka.
Manusia Sebagai Makhluk Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia uang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma , adat istiadat,yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Memiliki kenyataan dilapangan, suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.
Masyarakat dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju ( modern). Dalam penjabarannya , masyarakat sederhana bisa dikatakan sebagai sekelompok orang yang hidup dalam lingkungan sederhana (primitive),sedangkan masyarakat maju(modern)memiliki aneka ragam kelompok social, diantaranya :
a. Masyarakat Non – industri
Kelompok primer
Kelompok sekunder b. Masyarakat Industri
Desa Dan Masyarakat Desa
Di dalam Undang – Undang Nomor 5 tahun 1979, tentang Pemerintahan Desa disebutkan bahwa : Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk didalamnya kesatuan masyarakat hokum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung
dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Sutardjo Kartodikusuma : Desa adalah suatu kesatuan hokum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro : Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis ,social,ekonomi, politik dan kultur yangterdapat ditempat itu .
Menurut Paul H Landis : Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Mempunyai pergaulan hidup yangsaling kenal mengenal antara ribuan jiwa
Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
Cara berusaha ( ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam Ciri-Ciri Masyarakat Desa
Menurut ahli Sosiologi Ruman Sumadilaga dalam bukunya ―Talcot Person‖ menggambarkan masyarakat desa sebagai berikut :
1. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan , dan kemesraan 2. Orientasi kolektif
3. Partikularisme 4. Aksripsi
5. Kekabaran (diffuseness)
Kota dan Masyarakat Perkotaan
Menurut Wirth : Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
Max Weber : Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
Dwigth Sanderson: Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih
Secara umum, kota dapat dikenakan pads daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Ciri-Ciri masyarakat Kota
1. Heterogenitas sosial 6. Individual 2. Hubungan sekunder 7. Ikatan Sukarela 3. Toleransi sosial 8. Segregasi
Keuangan 4. Kontrol sekunder 5. Mobilitas social
Perbedaan antara Desa Dan Kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masiPerbedaan antara desa dan kota
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.
Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut antara lain :
jumlah dan kepadatan penduduk
lingkungan hidup
mata pencaharian
corak kehidupan sosial
stratifiksi sosial
mobilitas sosial
pola interaksi sosial
solidaritas sosial Hubungan Desa – Kota
Salah satu bentuk hubungan antara desa Dan kota adalah terjadinya Urbanisasi Dan Urbanisme.
Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk Dari desa ke kota. Terjadinya urbanisasi sendiri disebabkan oleh Push Factor Dan Pull Faktor.
MANUSIA DAN HUKUM & HUKUM DAN MORALITAS MANUSIA DAN HUKUM
Sejak manusia dilahirkan sampai meninggal, sejak dulu sampai sekarang, bahkan diwaktu mendatang, dimana-mana, yang mampu maupun yang tidak mampu, manussia selalu mempunyai kepentingan, mempunyai tuntutan atau kebutuhan yang diharapkan untuk dipenuhi.
Dalam kenyataanya kepentingan-kepentingan manusia selama ini selalu diancam atau diganggu oleh
pelbagai bahaya, yang merupakan kendala untuk dapat dilaksanakan atau dipenuhinya harapannya.
Oleh karena kepentingan manusia selalu diganggu oleh bahaya disekelilingnya, maka manusia menginginkan adanya perlindungan terhadap kepentingan-kepentingannya, jangan sampai selalu diganggu oleh pelbagai bahaya tersebut. Maka kemudian terciptalah perlindungan kepentingan berbentuk kaedah sosial termasuk di dalamnya kaedah hukum.
HUKUM DAN MORALITAS
Achmad Ali menyatakan hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah yang dituangkan baik dalam aturan tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis yang mengikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan tersebut.
Istilah moralitas kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan perilaku sosial, etika hubungan antar-orang.
SINERGI HUKUM DAN MORAL
• Negara Indonesia Adalah Negara Hukum.
• Sehingga hukum merupakan hal yang supreme : bukan uang dan kekuasaan. Agar hukum dapat menjadi supreme, maka hukum/undang-undang tersebut harus bersinergi dengan moralitas masyarakat.
Soziologische geltung dan filosofische geltung mengajarkan kepada kita bahwa undang-undang yang mengakomodasi/merespon secara benar moralitas masyarakat, yang akan mempermudah terwujudnya supremasi hukum. Karena penegakan undang-undang tersebut secara mutatis mutandis berarti menegakkan moralitas masyarakat. Sebaliknya, apabila suatu undang-undang gagal mengakomodasi/merespon moralitas masyarakat, maka perwujudan supremasi hukum akan mengalami kesulitan. Dalam konteks ini, undang-undang/hukum akan dijadikan perisai untuk melawan moralitas masyarakat. Dalam konteks ini pula, penegakan hukum tidak akan memberikan kenyamanan dan keadilan bagi masyarakat.
Komponen Hukum
Komponen hukum yang pertama adalah substansi atau isi hukum yang bersangkutan. Suatu hukum agar benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi masyarakat, maka isi dari hukum itu sendiri harus benar-benar berfungsi sebagai manifestasi nilai-nilai dan rasa keadilan serta nilai-nilai normatif yang diidealkan masyarakat. Disamping itu, agar hukum tersebut dapat berjalan, substansi hukum tersebut juga tidak boleh bertentangan dengan substansi hukum lain yang telah ada. Sehingga suatu hukum agar dapat bekerja, maka ia harus bersifat koheren dengan keseluruhan sistem norma sosial yang ada dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
Komponen yang kedua adalah struktur, yaitu lembaga yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. Sebuah hukum, sebaik apapun substansi yang dikandungnya tidak akan mampu berjalan jika tidak ada
lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan hukum tersebut. Lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan hukum ini terdiri dari setiap subyek yang memiliki kewenangan untuk itu, mulai dari instansi penyidik seperti aparat kepolisian, instansi penuntut umum seperti kejaksaan, dan pengadilan.
Komponen yang ketiga sekaligus yang terakhir adalah komponen kultur atau budaya dari masyarakat hukum yang bersangkutan. Suatu hukum yang ideal adalah hukum yang merupakan produk langsung dari budaya masyarakat yang bersangkutan, sehingga sistem nilai yang diusung oleh produk hukum tersebut akan sesuai (karena merupakan manifestasi) dengan kesadaran nilai ( value consciousness ) yang dimiliki masyarakat.
Potret Hukum Dan Moralitas Bangsa Kita, Hukum tidak dapat dipisahkan dari aspek moral.Apabila hukum belum secara konkrit mengatur, sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditranformasikan oleh karena itu moralitas haruslah di utamakan. Hukum bukanlah suatu tujuan. Hukum itu sendiri diciptakan bukanlah semata-mata untuk mengatur, tetapi lebih dari itu untuk mencapai tujuan yang luhur, yakni keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat. Seperti yang dinyatakan H.L.A. Hart dalam bukunya General Theory of Law and State, 1965 sebenarnya harus meliputi tiga unsur nilai, yakni kewajiban, moral dan aturan. Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya ketimuran yang sangat menjunjung tinggi nilai moralitas, berbeda dengan bangsa Barat. Tetapi akhir-akhir ini, tanpa kita sadari ataupun disadari, telah terjadi degradasi moral di negeri ini. Sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai
agama dianggap benar, dan bahkan dianggap sebagai suatu kemajuan. Sedangkan sesuatu yang mengandung nilai – nilai agama diabaikan dan mungkin dianggap suatu kemunduran.Tanpa kita sadari ataupun tidak umat Islam saat ini sedang dihancurkan secara halus melalui perusakan moralitas (akhlak).
MAKNA KESERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN Makna Keragaman
Keragaman berasal dari kata ragam. Dalam kamus besar bahasa indonesia ragam berarti : Macam, atau jenis. Sedangkan keragaman sendiri berarti : Perihal berjenis-jenis atau Keadaan beragam-ragam.
Dengan demikian yang dimaksud keragaman dalam masyarakat adalah sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat. Ragam juga dapat diartikan bersatu hati, rukun sehingga keragaman berarti kerukunan
Makna Kesederajatan
Kesederajatan berasal dari kata derajat. Dalam kamus besar bahasa indonesia derajat berarti : Tingkatan, martabat, pangkat, sedangkan sederajat berarti sama tingkatannya (pangkatnya, kedudukannya) dan kesederajatan berarti perihal kesamaan tingkatan. Kesederajatan dalam masyarakat adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memilihsatu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
UNSUR-UNSUR KERAGAMAN DALAM MASYARAKAT
1. Suku bangsa dan ras
Di Negara Indonesia terdapat beberapa ratus suku bangsa yang hidup di beberapa ribu pulau dan masing-masing suku bangsa mempunyai ras tersendiri. Dari keragaman tersebut ada perbedaan ras dari ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran tubuh, mata, ukuran kepala,dsb. Agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Adanya banyak partai di Indonesia merupakan bukti keragaman dalam hal ideologi dan politik. Tatakrama yang dianggap arti
bahasa jawa yang berarti ― adat sopan santun, basa basi ― pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu, Kesenjangan ekonomi dan sosial seringkali dapat menimbulkan ketegangan antar kelompok yang akhirnya memicu konflik.
Sifar Dasar yang Dimiliki oleh Masyarakat Majemuk (Van de Bergh e), diantaranya :1)Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaan yang berbeda, 2) Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga2 yang bersifat non-komplementer, 3) Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar, 4) Secara relatif seringkali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya, 5) Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi, 6) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.
Masalah yang Mengganggu Persatuan dan Kesatuan Bangsa yaitu, Disharmonisasi, Perilaku Diskriminatif, Eksklusivisme, rasialis bersumber dari superioritas diri. Sementara Hal-hal yang dapat Memperkecil Masalah dari Keragaman adalah Semangat Religius
Semangat Nasionalisme
Semangat Pluralisme
Dialog antar-umat beragama
Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, media massa dan harmonisasi dunia Landasan kebijakan mestinya harus berbasis pada konsep Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, sekali pun berada dalam satu kesatuan, tidak boleh dilupakan, bahwa sesungguhnya bangsa ini berbeda-beda dalam suatu Keragaman.kesederajatan bisa di wujudkan dengan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI dan juga keadilan di dalam bidang hukum ( bahwa semua sama di di hadapan hukum ). Namun, jangan sampai kita salah langkah, yang bisa berakibat yang sebaliknya: sebuah konflik yang berkepanjangan.
Oleh karena itu Keragaman dan Kesederajatan harus di tanamkan sejak dini kepada generasi muda penerus bangsa
J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Manusia: mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk pada aturan Tuhan, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati. Serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negative. Lingkungan:
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan Sosial Budaya adalah sejumlah manusia yang hidup
berkelompok dan saling berinteraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama agar manusia dan budayanya dapat berkembang dengan sempurna, dia harus hidup bersama manusia lain. Yang disebut manusia bermasyarakat merupakan cara memfungsikan budaya dengan interkasi secara teratur antar sesamanya seingga kepentingan bersama dapat terpenuhi secara wajar dan sempurna.
Pengaruh Timbal Balik Antara Lingkungan Alam Dan Sosial Budaya,
- Terdapat hubungan mutualisme antara manusia dengan lingkungan
- Peradaban berkembang Lingkungan Rusak
Manusia merugi
- Hubungan antara manusia dgn lingkungannya akan mempengaruhi satu sama lain dimana pengaruh tsb membuat manusia dpt mengatur keseimbangan antara kebutuhan hidupnya
- Kecintaan manusia terhadap lingkungan merupakan faktor pembangkit daya kreativitas untuk menciptakan suatu karya baru yang lebih bermanfaat. Hubungan alam dan lingkungan terlaksana secara erat dengan prinsip manusia ditentukan oleh alam dan lingkungannya dalam hal bagaimana dia mesti hidup dan mencari hidup.
IPTEK dan kelestarian hidup: Iptek Lingkungan ialah teknologi yang berkaitan kelestarian lingkungan
dan pemanfaatan manjemen lingkungan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), Usaha untuk menjaga Lingkungan meliputi:
1. Pengolahan lahan. 2. Pengolahan hutan. 3. Pengolahan air. 4. Pengolahan udara.
Peran IPTEK dalam Lingkungan diantaranya adalah Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungtan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini. Dampak IPTEK Terhadap Lingkungan dan SDA Resiko kimiawi akibat IPTEK adalah: senyawa-senyawa kimia berbahaya yang terdapat di air, tanah, udara dan makanan. Resiko fisik akibat IPTEK adalah kebakaran, gempa bumi, letusan gunung berapi, kebisingan, radiasi, sedimentasi. Resiko biologis akibat IPTEK adalah pathogen (bakteri, virus, parasit), dan bahan kimia yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh. Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain yang serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain yang serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Pengaruh Budaya Terhadap Kepribadian, Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola pikir masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat,pola berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.
Teori kebudayaan diartikan sebagai hasil karya manusia yang lahir dari cipta, rasa dan karsa. Berikut ada empat teori dan pendekatan kebudayaan, yaitu: 1. Memandang kebudayaan sebagai kata benda 2. Memandang kebudayaan sebagai kata kerja 3. Memandang kebudayaan sebagai kata sifat 4. Memandang kabudayaan sebagai kata keadaan Ragam dan unsur-unsur budaya Marville J. Herskovits mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu :
1. alat-alat teknologi 2. sistem ekonomi 3. keluarga, dan 4. kekuasaan polotik.
Sifat hakikat kebudayaan sebagai berikut:
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 3. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan
diwujudkan dalam tingkah-lakunya.
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
Aneka ragam kepribadian individu dan Kebudayaan Adanya beragam struktur kepribadian manusia disebabkan adanya beragam isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak dan keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas hubungan antar berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu. Mempelajari materi dari setiap unsur kepribadian merupakan tugas psikologi yang berupa kebiasaan / habit atau berbagai macam materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian.
Kebiasaan ( Habit)
Adat istiadat (custom)
Sistem social (social system)
Kepribadian individu (individual personality)
Kepribadian umum (modal personality)
DAFTAR PUSTAKA
Andrew william g. 2010 constituations and constitusionalism. Van nostrand company, new jersey
Asshiddiqie, jimly. 2010. Konstitusi dan konstitusionalism indonesia. Jakarta: konstitusi press
……….., menuju negara hukum yang demokratis, jakarta : pt bhuana ilmu popular, 2009. ……….., hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi, jakarta : konstitusi press, 2005.
……….., hukum tata egara dan pilar-pilar demokrasi. Jakarta. Konstitusi press. 2005
Darmodihardjo, darji. 2008. Pokok-pokok filsafat hukum. Jakarta. Pt gramedia.
Hamilton, h, walton. 2007.constituanasionalism, encyclopedia of social sciences, seligman & alvin jonson, (ed). Cambrge university press Mahfud md., moh., 2001. Dasar dan struktur
ketatanegaraan indonesia. Edisi revisi. Jakarta: rineka cipta