CRITICAL BOOK REVIEW
METODOLOGI PENELITIAN
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Critical Book Report Ini dapat diselesaikan sesuai dengan deadline yang sudah ditentukan.adapun buku yang
saya pilih dalam Critical Book Review ini adalah buku “METODOLOGI PENELITIAN
PENDIDIKAN” oleh penulis Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si.
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih kepada Seluruh pihak yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk membuat dan menyelesaikan Critical Book Review ini. Sehingga saya memperoleh banyak ilmu, informasi dan pengetahuan selama membuat dan menyelesaikan Critical Book Review ini.
DAFTAR ISI
BAB IV : METODE PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN...
BAB V : MELAKSANAKAN UJI COBA PENELITIAN
...
BAB VII : TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF
...
BAB VIII : PENELITIAN SURVEY
...
BAB IX : DESAIN EKSPERIMEN DAN ANALISISNYA
...
BAB XI : PENELITIAN KUALITATIF
...
BAB XII : PENELITIAN TINDAKAN KELAS
...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Rasionalisasi Pentingnya CBR
Sehubungan dengan diterapkannya kurikulum KKNI pada Universitas Negeri Medan, para mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan ide, dan kreatifitasnya. Dalam Critical Book Review ini mahasiwa dituntut untuk mengkritisi sebuah buku, dan meringkas menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dipahami oleh mahasiswa yang melakukan critical book report ini, termasuk didalamnya mengerti akan kelemahan dan keunggulan dari buku yang akan dikritisi. Dalam hal ini saya mengkritik buku
utama “METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN” Oleh Penulis Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si dan membandingkan
dengan buku lainnya yang relevan.
menciptakan masyarakat yang berpikir maju kedepan dalam hal ini generasi-generasi bangsa yang saat ini sedang mengikuti jenjang pendidikan baik yang rendah sampai yang tinggi menjadi ujung tombak perubahan yang akan menciptakan bangsa yang maju dan sejahtera.
1.2 Tujuan Penulisan CBR
1.Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Metodologi Penelitian
2.Menambah wawasan dan Pengetahuan penulis dan pembaca mengenai metodologi penelitian yang diperlukan didalam dunia kependidikan
3.Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam meringkas,menganalisa dan membandingkan serta memberikan kritik pada suatu buku berdasarkan fakta yang ada
4.Menguatkan pemahaman pembaca betapa pentingnya mempelajari strategi belajar mengajar sebagai bentuk implementasi menjadi guru yang profesional
1.3 Manfaat CBR
A.Bagi penulis :
Penulis menjadi lebih memahami secara keseluruhan mengenai cakupan materi strategi belajar mengajar dan bentuk
implementasinya didalam sistem pendidikan yang ada berkat menuntaskan tugas Critical Book Riview ini.tugas ini juga bermanfaat
langsung dalam melatih penulis dalam hal ini saya sendiri sebagai mahasiswa menjadi lebih terasah dalam meringkas isi suatu buku,lalu membandingkannya dengan buku yang relevan setelah itu menganalisa demi menemukan kelemahan dan kelebihan dari buku yang telah saya kritikalisasi
Pembaca,dalam hal ini siapapun yang membaca hasil dari tugas Critical Book Riview ini,mulai dari kalangan akademitas hingga masyarakat umum menjadi lebih paham bagaimana metodologi penelitian yang diterapkan didalam system pendidikan serta cakupan materinya didalam setiap pembahasan yang terdapat dalam tugas ini.tugas ini juga dapat menjadi rujukan bagaimana menyempurnakan suatu buku yang ada karena didalam tugas ini merupakan suatu rangkuman pembahasan dari ringkasan hingga analisis kelemahan dan kelebihan berdasarkan fakta yang ada dan perbandingan pada buku yang relevan.
1.4 Identitas Buku Yang Direview A. Buku Utama
1.Nama : Effi Aswita Lubis 2.Nama Penerbit : Perdana Publishing 3.Kota : Medan
4.Tahun : 2017
B. Buku Pembanding
1.Nama : Sugiyono 2.Nama Penerbit : ALFABETA 3.Kota : Bandung 4.Tahun : 2015
5.Judul : Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D) 6.ISBN : 978-8433-71-8
RINGKASAN ISI BUKU
2.1 Ringkasan Buku Utama BAB I : PENDAHULUAN
A. PENELITIAN DAN METODE ILMIAH
Metode ilmiah adalah suatu prosedur dari proses mencari kebenaran, dengan langkah-langkah : mengenal masalah dan merumuskannya, study literatur, bila diperlukan merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan mengolah data, menguji hipotesis dan mengambil keputusan.Penelitian perlu senantiasa dilakukan karena beberapa alasan, diantaranya : (1) penelitian akan memecahkan suatu permasalahan yang sedang dihadapi. (2) penelitian yang dilakukan harus berupa penelitian lanjutan. (3) melalui penelitian memungkinkan peningkatan aplikasi hasil penelitian yang ditemukan, sehingga kita akan bertambah maju.
B. KLASIFIKASI PENELITIAN
Menurut Ruseffendi (1994) terdapat berbagai pandangan bagaimana penelitian itu bisa dikelompokkan, diantaranya pengelompokkan penelitian berdasarkan fungsi, disain dan teknik pengumpulan data, serta pengelompokkan berdasarkan aspek lainnya. Berikut ini hanya dibahas tentang klasifikasi penelitian berdasarkan maksud dan metodenya.
Berdasarkan maksudnya, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian: dasar, terapan, evaluasi, pengembangan, dan penelitian
mendesak. Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang sepenuhnya bertujuan untuk mengembangkan atau memperbaiki
suatu teori. Penelitian terapan (applied research) adalah penelitian yang bermaksud untuk menerapkan teori atau menguji teori dalam
kaitannya dengan pemanfaatan bidang tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
C. MASALAH PENELITIAN
1. Bila ada informasi yang mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita.
2. Bila ada hasil-hasil bertentangan.
3. Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian.
D. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Dalam merancang suatu penelitian, seorang peniliti perlu memahami langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses penelitian, sebagai berikut:
Penelitian diawali dengan adanya masalah. Supaya arah penelitian menjadi jelas, peneliti perlu teori sesuai dengan permasalahan. Jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian disebut hipotesis.Untuk membuktikan kebenaran hipotesis, peneliti harus melakukan pengumpulan data pada obyek penelitian. Karena obyek penelitian yang disebut populasi terlalu luas, maka peneliti melakukan pengambilan sample. Setelah diperoleh sample peneliti mengumpulkan data. Untuk mengumpulkan data diperlukan instrumen penelitian sebagai alat ukur.
BAB II : HIPOTESIS PENELITIAN A. PENGERTIAN
Trelease (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai “suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati”, sedangkan Good dan Scates (1954) menyatakan bahwa “hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan dan diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang dapat diamati, dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah penelitian selanjutnya” (Nazir, 1985).
Dalam pengujian hipotesis, yang akan diuji adalah apakah hipotesis benar adanya, yaitu sesuai dengan fakta yang ada dipopulasi. Dalam hubungan ini, hipotesis dipandang sebagai pernyataan tentang karakteristik populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data sampel.
Hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Hasil dari proses teoritik dan komparasi fakta yang andal, dan secara teoritik dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi.
3. Jawaban sementara yang masih perlu diuji kebenarannya dengan menggunakan data empiric yang diperoleh dari sampel.
4. Hipotesis harus menyatakan hubungan atau perbedaan.
5. Hipotesis harus dapat diuji.
6. Hipotesis harus spesifik dan sederhana.
C. TEKNIK PERUMUSAN HIPOTESIS SECARA STATISTIK
Untuk kepentingan pengujian hipotesis secara statistik, kita selalu merumuskan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternative (H1).
H1 adalah hipotesis penelitian, sedang H0 adalah ingkaran negasi dari H1 yang akan diuji secara statistik. Jadi dalam pengujian
hipotesis yang diuji adalah H0, sedang kesimpulan mengenai H1 adalah konsekuensi logis dari hasil pengujian H0. Artinya jika H0
ditolak maka H1 diterima dan sebaliknya jika H0 diterima maka H1 ditolak.
D. PENELITIAN TANPA HIPOTESIS
Pendapat kedua mengatakan, hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. Jawaban untuk satu variabel yang sifatnya deskriptif, tidak perlu dihipotesiskan. Penelitian eksploratif yang jawabannya masih dicari dan sukar diduga, tentu sukar ditebak apa saja, atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai, atau mempunyai lebih dari satu nilai, keadaan, kategori atau kondisi. Para ilmuan cenderung memusatkan tenaga dan pikiran pada variabel, karena mereka berusaha menguji dan menjelaskan perbedaan.
B. JENIS-JENIS VARIABEL
Variabel-variabel dalam penelitian biasanya mempunyai dua bentuk :
1. Variabel kategorikal (categorical variables), yaitu variabel yang mempunyai dua golongan dikotomi atau bergolongan banyak
politomi.
2. Variabel Bersambungan (continuous variables), adalah variabel (peubah) yang memiliki jangkau (range) tertentu, karena itu
variabel bersambungan harus memiliki nilai peringkat (rangking); nilai yang lebih besar berarti memiliki kualitas yang baik.
C. JENIS-JENIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL-VARIABEL PENELITIAN
Dari segi hubungan antar variabel dikenal dua jenis variabel utama, yaitu :
1. Variabel bebas atau variabel pengaruh (independent variable) adalah variabel penyebab yang diduga, terjadi lebih dahulu.
Variabel bebas (Independent Variable) adalah kondisi atau karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan dalam rangka untuk
menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Dalam bidang pendidikan, kondisi yang dimanipulasikan atau segala bentuk perlakuan yang diterapkan oleh peneliti. Variabel ini biasanya dilambangkan dengan variabel “X”.
2. Variabel tidak bebas atau terikat atau variabel terpengaruh (dependent variable) adalah variabel akibat yang diperkirakan terjadi
kemudian. Variabel tergantung atau terikat (dependent variable) adalah kondisi atau karakteristik yang berubah, yang muncul atau
tidak muncul ketika peneliti mengintroduksi, mengubah, dan mengganti variable bebas. Jenis variabel ini biasanya dilambangkan dengan variabel “Y”.
Dalam suatu penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data. Agar data yang dikumpulkan memenuhi persyaratan atau dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka petugas pengumpul data dan alat bantu (instrument) pengumpulan data haruslah memenuhi kriteria yang diperlukan. Diantara metode pengumpulan data yang cukup penting adalah wawancara, kuesioner, observasi, tes dan dokumentasi. Setiap metode pengumpulan data tersebut menggunakan instrument pengumpulan data yang berbeda-beda. Secara umum yang dimaksud dengan instrument adalah suatu alat yang karena memenuhi persyaratan akademis maka dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Pada dasarnya instrument dapat dibagi menjadi dua macam yakni tes dan non-tes.
1. Wawancara/Interview
Secara umum yang dimaksud wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan tanya jawab secara lisan, sepihak, berhadapan muka dan dengan arah tujuan yang telah ditentukan. Ada dua jenis wawancara yang dapat dilakukan kaitannya dengan pengumpulan data penelitian:
1) Wawancara terpimpin (guided interview) yang juga dikenal sebutan wawancara berstruktur atau wawancara sistematis.
2) Wawancara tidak terpimpin (un-guided interview) yang dikenal dengan istilah wawancara sederhana atau wawancara bebas.
2. Kuesioner (angket)
Kuesioner terdiri dari daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpul data akan jauh lebih praktis, hemat waktu dan tenaga dibanding dengan metode wawancara. Namun kelemahannya adalah kemungkinan adanya jawaban yang diberikan dalam kuesioner tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya apalagi pertanyaan kuesioner tidak dirumuskan dengan jelas sehingga membingungkan responden.
3. Observasi
Menurut Ary dkk (1985) terdapat lima langkah pendahuluan yang harus diambil pada waktu melakukan observasi, yaitu:
a) Aspek tingkah laku yang akan diamati harus dipilih
b) Tingkah laku yang masuk ke dalam kategori yang telah dipilih harus dirumuskan dengan jelas
c) Orang yang akan melakukan pengamatan harus dilatih
d) Suatu sistem untuk mengukur pengamatan harus dikembangkan
e) Prosedur terperinci.
4. Tes
Pengumpulan dan penelitian dapat dilakukan dengan tes atau pengujian. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas-tugas yang distandarisasi dan diberikan kepada individu atau kelompok untuk dikerjakan, dijawab, atau direspons, baik dalam bentuk tertulis, lisan maupun perbuatan.Beberapa juga tes yang biasa digunakan dalam penelitian misalnya tes bakat, tes intelegensi, tes minat, tes prestasi, tes kepribadian, dan sebagainya. Untuk menentukan jenis tes mana yang dipakai dalam penelitian, tergantung jenis dan tujuan penelitian itu sendiri. Tes yang baik adalah tes yang objektif, valid dan reliabel.
5. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Metode dokumentasi dalam hal ini berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data yang sudah ada dalam dokumen atau arsip.
BAB V : MELAKSANAKAN UJI COBA PENELITIAN
A. PENTINGNYA UJI COBA INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
Secara umum terdapat dua jenis instrumen yaitu instrumen yang disusun sendiri oleh peneliti, dan jenis kedua adalah instrumen
prosedur yang harus dilalui dalam uji coba instrumen, terlebih dahulu akan dibedakan tujuan uji coba instrumen. Secara umum tujuan uji coba dapat dilihat dari segi kualitas instrumen dan dari segi yang berkaitan dengan pengelolaan penggunaan isntrumen tersebut.
Tujuan uji coba yang berhubungan dengan kualitas instrumen adalah upaya untuk mengetahui validitas, reliabilitas, dan obyektivitas. Bagi instrumen, pemahaman responden terhadap apa yang dimaksudkan oleh peneliti merupakan kunci penting bagi sukses tidaknya penelitian. Namun demikian pada umumnya peneliti masih kurang memahami maksud ini. Dalam kegiatan ujicoba pada umumnya peneliti hanya bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen saja.
Demikianlah tujuan uji coba secara umum yang berhubungan dengan pengelolaan. Tujuan lain yang telah disinggung adalah diperolehnya informasi mengenai kualitas instrumen yang digunakan. Secara umum, baik tes maupun bukan tes uji coba dimaksudkan antara lain untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen.
BAB VI : POPULASI DAN TEKNIK SAMPEL A. PENGERTIAN POPULASI DAN SAMPEL
Populasi merupakan seluruh karakteristik yang menjadi objek penelitian, dimana karakteristik tersebut berkaitan dengan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian bagi peneliti. (Haryadi Sarjono, 2013:21), dengan kata lain populasi adalah himpunan keseluruhan objek yang diteliti. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi secara keseluruhan. Berikut ini merupakan alasan mengapa peneliti perlu menggunakan sampel :
1. Populasi sedemikian banyak sehingga sulit untuk meneliti seluruh elemen.
2. Keterbatasan waktu, biaya penelitian, dan sumber daya manusia.
3. Penelitian terhadap sampel dan bukan seluruh populasi kadang kala juga sangat mungkin untuk memberikan hasil yang lebih
terpercaya.
4. Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal.
1. Yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, untuk tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%
Rumus
2. Rumus Cochran, Cohen dll. Bila keduanya digunakan untuk menghitung ukuran sampel, terdapat sedikit perbedaan jumlahnya. Lalu
yang dipakai yang mana? Sebaiknya yang dipakai adalah jumlah ukuran sampel yang paling besar.
3. Dalam Nomogram Hery King, jumlah populasi maksimum 2000, dengan taraf kesalahan yang bervariasi, mulai 0,3% sampai dengan
15%, dan faktor pengali yang disesuaikan dengan taraf kesalahan yang ditentukan. Dalam nomogram terlihat untuk confident interval
(interval kepercayaan)
BAB VII : TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF A. PENDAHULUAN
Dalam kaitan dengan analisis kuantitatif dengan menggunakan teknik statistiK terdapat dua jenis analisis di dalamnya, yaitu analisis deskriptif dan analisis infensial. Analisis deskriptif adalah jenis analisis data yang dimaksudkan untuk mengungkapan keadaan atau karakteristik data sampel untuk masing-masing variabel penelitian secara tunggal.
B. ANALISIS DESKRIPTIF
Analisis deskriptif adalah jenis analisis data yang dimaksudkan untuk mengungkapkan keadaan atau karakteristik data sampel untuk masing-masing variabel penelitian secara tunggal. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik statistik deskriptif yang meliputi tabel frekuensi grafik, ukuran pemusatan (gejala pusat) dan ukuran penyebaran.
Teknik-teknik atau ukuran-ukuran mana yang tepat digunakan untuk masing-masing variabel dengan berbagai skala pengukuran dapat dilihat pada tabel 7.1
Tabel 7.1
Level kesimpulan yang diperoleh selalu diberlakukan atau digeneralisasikan pada populasi yang menggunakan statistic dalam sampel untuk menaksir parameter populasi.
Teknik penaksiran yang lain menghasilkan interval taksiran. Dalam menentukan interval taksiran kita menetapkan tingkat kepercayaan terhadap hasil taksiran kita.
BAB VIII : PENELITIAN SURVEY A. PENDAHULUAN
Penelitian survey antara lain bertujuan untuk: (1) mencari informasi factual secara mendetail yang sedang menggejala, (2) mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan, (3) untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi sasaran penelitian dalam memecahkan masalah, sebagai bahan penyusunan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang.
Ryanto (2001) menyebutkan ciri-ciri penelitian survey antara lain:
1) Data survey dapat dikumpulkan dari seluruh populasi, atau dapat pula hanya sebagian saja dari populasi
2) Untuk sesuatu hal data yang sifatnya nyata
3) Hasil survey dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang sifatnya terbatas karena data yang dikumpulkan dibatasi oleh waktu dan
saat data itu dikumpulkan
4) Biasanya untuk memecahkan masalah yang sifatnya incidental
5) Pada dasarnya survei dapat merupakan metode cross-sectional dan longitudinal.
6) Cenderung mengandalkan data kuantitatif
7) Mengandalkan teknik pengumpulan data yang berupa kuesioner dan wawancara berstruktur.
Pada dasarnya, survey dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu sensus dan survey sample. Sensus adalah survey yang meliputi seluruh populasi yang diinginkan. Sedangkan survey sample adalah hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi. Kita dapat menggunakan survey untuk mentabulasi objek-objek nyata atau untuk mengukur hal-hal yang tidak nyata seperti pendapat atau pencapaian prestasi tertentu.
Berdasarkan lingkup dan pokok permasalahannya, survey dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu: (1) sensus objek nyata, (2) sensus hal-hal yang tidak nyata, (3) survey sample objek nyata, dan (4) survey sample hal-hal yang tidak nyata. (Ary et.al. 1979).
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat, penelitian survey juga mulai banyak digunakan di bidang pengetahuan seperti pendidikan, ekonomi, dan social atau penelitian lain yang mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan oleh peneliti,
2. Memecahkan permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat,
3. Menilai kebutuhan dan menentukan tujuan institusi atau lembaga tertentu,
4. Menganalisis kecenderungan yang terjadi dala suatu masyarakat atau suatu lembaga pada periode tertentu
5. Menentukan apakah tujuan spesifik suatu lembaga sudah dapat dicapai,
6. Mendeskripsikan permasalahan yang ada, dan seberapa jauh implikasinya terhadap lembaga yang ada.
BAB IX : DESAIN EKSPERIMEN DAN ANALISISNYA A. PENDAHULUAN
Desain eksperimental adalah kerangka konseptual pelaksanaan eksperimen. Suatu desain mempunyai dua fungsi yaitu:
1) Menciptakan kondisi bagi perbandingan yang diperlukan oleh hipotesis eksperimen, dan
2) Melalui analiss data statistic, memungkinkan peneliti melakukan tafsiran yang berarti mengenai hasil penyelidikan.
B. KESAHIHAN EKSTERNAL (VALIDITAS EKSTERNAL) DAN KESAHIHAN INTERNAL (VALIDITAS INTERNAL) 1.Validitas Eksternal
Yang dimaksud dengan validitas ekternal adalah kepresentatifan hasil penyelidikan atau dapatnya hasil penyelidikan itu digeneralisasi.
tersebut. Validitas ekologis menyangkut masalah penggeneralisasian pengaruh eksperimental kepada kondisi-kondisi lingkungan yang lain.
2.Validitas Internal
Kesahihan internal ini sangat penting, karena tanpa ini tidak dapat diambil kesimpulan mengenai hubungan sebab-akibat antara perlakuan dan criterion. Oleh karena itu maka desain eksperimen yang baik harus dapat mengontrol (menghilangkan) pengaruh faktor-faktor yang mengancam kesahihan internal dari eksperimen yang akan dilakukan, sehingga jika terjadi perubahan pada criterion maka perubahan tersebut benar-benar disebabkan oleh perlakuan yang diberikan.
C. MACAM-MACAM DESAIN EKSPERIMEN
Dalam pembahasan mengenai desain eksperimen berikut ini, desain itu digolongkan kedalam desain pra-eksperimen, eksperimen yang sejati (true-experimental) atau eksperimen semu (quasi-eskperimental) tergantung pada tingkat pengendalian dalam desain tersebut.
BAB X : PENELITIAN EXPOST FACTO A. PENDAHULUAN
Nama expost facto, bahasa latin yang artinya “dari sebuah fakta”, menunjukkan bahwa penelitian itu dilakukan sesudah perbedaan-perbedaan dalam variabel-variabel itu terjadi karena perkembangan kejadian itu secara alami. Kerlinger memberikan batasan penelitian expost facto ini dengan cukup ringkas sebagai :
B. PENYEBAB UMUM
Dalam penyelidikan expost facto, kita harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa variabel-bebas dan variabel-terikat penyelidikan itu adalah dua akibat terpisah yang disebabkan oleh variabel ketiga. Peneliti expost facto harus senantiasa mempertimbangkan kemungkinan adanya penyebab umum yang dapat menimbulkan hubungan yang diamati. Namun, dalam penelitian expost facto, selalu ada keragu-raguan yang menggangu tentang adanya penyebab umum, yang tak pernah terbayangkan, yang terjadi sebab adanya suatu hubungan.
C. HUBUNGAN KAUSAL YANG TERBALIK
Pada waktu menafsirkan hubungan yang diamati dalam penelitian expost facto, kita harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa kebalikan dari dugaan kita juga dapat menyebabkan hasil penelitian itu. Maksudnya, alih-alih X menyebabkan Y, mungkin Y lah yang menyebabkan X.
D. PENGENDALIAN PARSIAL DALAM PENELITIAN EXPOST FACTO
Ada beberapa strategi untuk meningkatkan kredibilitas penelitian expost facto, kendati tak satupun di antaranya yang dapat menutup secara memadai kelemahan dasar penelitian ini, yaitu tidak adanya pengendalian terhadap variabel bebas. Di antara
strategi-strategi itu adalah skor perubahan (change scores), pemadanan (matching), analisis kovariansi (analysis of covariance), korelasi
parsial (partial correlation), kelompok yang homogeny (homogeneous groups), serta dengan memasukkan variabel luar (extraneous
variabels) ke dalam desain.
E. PROSEDUR DALAM PENYELIDIKAN ESPOST FACTO
BAB XI : PENELITIAN KUALITATIF A. PENDAHULUAN
Penelitian kualitatif adalah penelitian eksploratif yang mempunyai proses yang lain dari pada penelitian kuantitatif. Jika metode kuantitatif dapat memberikan gambaran tentang populasi secara umum, maka metode dualitatif dapat memberikan gambaran khusus terhadap suatu kasus secara mendalam yang tidak jelas tidak diberikan oleh hasil penelitian dengan metode kualitatif.
B. PROSES PENELITIAN KUALITATIF
Proses penelitian kualitatif mempunyai suatu periode yang dilakukan berulang-ulang, sehingga keadaan yang sesungguhnya dapat diungkap secara cermat, dan lengkap. Proses tersebut dimulai dengan survey pendahuluan untuk mendeteksi situasi lapangan dan karakteristik subjek (masyarakat atau kebudayaan tertentu) yang akan menjadi objek penelitian.
Untuk lebih memperjelas pemahaman kita terhadap metode penelitian kualitatif, maka bagian ini akan ditemukan ciri-ciri
e. Menghandalkan kecermatan dalam pengumpulan data untuk mengungkap secara tepat keadaan yang sesungguhnya di lapangan.
Ciri-ciri penelitian kuantitatif
a. Bersifat eksplanatif
b. Teori adalah inferensi hasil pengujian hipotesis
c. Proses standard dan logic
e. Mengandalkan penggunaan teori statistik untuk memperoleh kesimpulan yang berlaku umum. C. PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF
Seperti telah dikemukakan bahwa penelitian kualitatif mengandalkan kecermatan pengumpulan data untuk memperoleh data untuk memperoleh hasil penelitian yang valid. Oleh karena itu maka teknik yang dugunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara
mendalam, onservasi partisipasi, kelompik diskusi terarah (focus group discussion), dan analisis dokumen.
D. ANALISIS DAN PEMAKNAAN DATA PENELITIAN KUALITATIF
Analisis dalam penelitian kualitatif sangat bergantung pada kemampuan peneliti. Analisis kualitatif tidak mengandalkan rumus baku (seperti pada analisis penelitian kualitatif), tetapi lebih mengandalkan pada kemampuan peneliti (kedalam dan keleluasaan wawasan).
E. ANALISIS DATA PADA PENELITIAN KUALITATIF a. Reduksi Data
Reduksi data adalah bagian proses yaitu bentuk analisis untuk mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting, untuk mengatur data sehingga dapat dibuat kesimpulan.
b. Sajian Data
Sajian data adalah suatu susunan informasi yang memungkinkan dapat ditariknya suatu kesimpulan penelitian. Dengan melihat sajian data, peneliti akan memahami apa yang terjadi serta memberikan peluang bagi peneliti untuk mengerjakan sesuatu pada analisis atau tindakan lain berdasarkan pemahamannya.
c. Penarikan kesimpulan/verifikasi
Kesimpulan ahir pada penelitian kualitatif, tidak akan ditarik kecuali setelah proses pengumpulan data berakhir. Kesimpulan yang dibuat perlu diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali, sambil meninjau secara sepintas pada catatan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat.
Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan dapat digunakan untuk melakukan penelitian mengenai perilaku belajar siswa, proses nalar dalam akuntansi, kebiasaan belajar, dan lainnya.
BAB XII : PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Jenis Penelitian
Penelitian tindakan telah diakui sebagai suatu paradigm penelitian yang sesuai untuk bidang-bidang pendidikan, professional, pengelolaan dan pengembangan organisasi dan hal ini telah menjadi topik bahasan banyak buku dalam lima sampai sepuluh terakhir. Zuber-Skrritt (1996) mengelompokkan jenis penelitian tindakan menjadi tiga macam, yaitu: (1) penelitian tindakan yang bersifat teknis, (2) penelitian tindakan yang bersifat praktis, dan (3) penelitian tindakan yang bersifat emansipatoris.
B. Asas Penelitian Tindakan
Terdapat beberapa asas dalam melakukan penelitian tindakan, diantaranya (1) asas kritik reflektif, (2) asas kritik dialektis, (3) asas sumber daya kolaboratif, (4) asas resiko, (5) asas struktur majemuk, (6) asas teori, praktik dan transformasi.
Asas kritik reflektif merupakan upaya dalam menilai apa yang telah dilakukan berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan. Tiga langkah yang perlu ditempuh dalam kritik reflektif yaitu: (a) mengumpulkan catatan-catatan yang telah dibuat oleh peneliti atau pihak yang berwenang, (b) menerangkan dasar reflektif yang menyangkut catatan tersebut, (c) mentransformasi pernyataan menjadi pertanyaan, dan sejumlah alternative yang memungkinkan dapat sebagai rekomendasi, yang belum terpikirkan sebelumnya. Seluruh data yang dikumpuulkan melalui catatan atau rekaman menjadi acuan bagi situasi yang diteliti.
C. Fungsi Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan terutama yang terkait dengan dunia pendidikan, menurut Cohen dan Manion (1980) mempunyai lima fungsi yaitu:
( 2) sebagai alat pelatihan dalam jabatan,
( 3) sebagai alat untuk mengenalkan pendekatan tambahan atau inovatif pada pengajaran,
( 4) sebagai alat untuk meningkatkan komunikasi, serta
( 5) sebagai alat untuk menyediakan alternative yang lebih baik.
Jika direduksi dari lima fungsi penelitian tindakan diatas, maka sebenarnya penelitian tindakan berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan pendidikan.
D. Karakteristik Penelitian Tambahan
Setiap jenis penelitian mempunyai karakteristik tertentu yang membedakannya dengan jenis penelitian lain. Dalam hal ini, karakteristik atau ciri-ciri penelitian tindakan:
1. Bersifat situasional kontekstual yang terkait dengan mendiagnosis dan memecahkan masalah konteks tertentu.
2. Menggunakan pendekatan yang kolaboratif
3. Bersifat partisipapsitori yakni anggota tim ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan penelitiannya
4. Bersifat self-evaluatif dimana evaluasi sendiri secara kontinyu untuk meningkatkan praktik kerja.
5. Prosedur penelitian tindakan bersifat on the spot yang didesain untuk menangani masalah kongkrit yang ada ditempat itu juga.
6. Temuannya diterapkan segera dan mempunyai perspektif jangka panjang
7. Memiliki sifat keluesan dan adaptif
E. Langkah-Langkah Penelitian Tindakan
Pokok-pokok kegiatan rencana penelitian tindakan adalah:
1. Identifikasi masalah dan penerapan alternative pemecahan masalah.
Identifikasi masalah hendaknya dilakukan oleh peneliti. Beberapa kriteria dalam menentukan masalah penelitian tindakan adalah:
1) masalah apa yang akan diteliti,
3) penting dan bermanfaat untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar, 4) masalah harus penting bagi orang yang mengusulkannya dan sekaligus signifikan, 5) masalah hendaknya dalam jangkauan penanganan,
6) pernyataan masalah harus mengungkapkan beberapa dimensi fundamental, 7) alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan,
8) cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari suatu masalah tersebut,
9) jangan mengangkat permasalahan yang guru tidak mungkin dapat menyelesaikannya karena diluar jangkauan tugas guru, 10) masalah yang riil dan problematika,
11) pilihlah fokus penelitian yang spesifik dan terbatas yang dapat dicari solusinya dalam waktu singkat.
F. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas
Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam melaksanakan tindakan pada PTK, yakni: pelaksanaan PTK dilakukan dalam bentuk siklus, dilakukan secara kolaborasi, pada setiap siklus dilakukan kegiatan tindakan sesuai dengan rencana PTK, observasi tindakan dengan menggunakan berbagai instrument observasi dan refleksi atas tindakan yang dilakukan setelah memperhatikan hasil observasi.
BAB XIII : MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN A. PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF
Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Dalam menyusun rancangan penelitian, perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian.
I. PENDAHULUAN
3.2 Popilasi Dan Teknik Pengambilan Sampel
3.3 Variabel Dan Definisi Operasional
3.4 Rancangan Penelitian
3.5 Variabel dan Defenisi Operasional
3.6 Rancangan Penelitian
3.7 Teknik Pengumpulan Data
3.8 Teknik Analisa Data
4.1 Deskripsi Hasil Penelitian
4.2 Analisa Data
4.3 Pembahasan
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
C. URAIAN SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN a. Latar Belakang Masalah
Pada latar belakang harus disinggung permasalahan, uraian yang dikemukakan harus bersifat meragukan, karena sering ditemukan bahwa dalam uraian latar belakang ternyata permasalahannya telah terjawab. Selain itu masalah yang diteliti dapat diyakinkan dengan menunjukkan rangkuman penelitian terlebih dahulu yang mengidentifikasikan bahwa ada aspek penting yang belum diteliti peneiti sebeumnya dengan menunjukkan alasan:
1) Sudut pandang lain yang belum diteliti oleh peneliti terdahulu
2) Ada masalah yang belum dapat diselesaikan baik secara teoritis maupun metodologis
3) Melakukan replikasi atau memunculkan topik aspek atau masalah baru. b. Identifikasi Masalah
Berisi sejumlah masalah yang berhasil ditarik dari uraian pada latar belakang masalah atau kedudukan masalah yang akan diteliti itu dalam lingkup permasalahan yang lebih luas dibandingkan dengan perumusan masalah.
c. Pembatasan Masalah
Berisi batasan sehingga dari beberapa masalah yang diidentifikasi hanya sebahagian saja yang akan diteliti.
Perumusan masalah yang akan diteliti di dalam penelitian merupakan rumusan formal yang operasional dari masalah yang akan diteliti. Isi masalah harus konsisten dengan latar belakang masalah.
e. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian memuat pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian tersebut dilakukan. Penelitian dapat bertujuan untuk menjajaki, menguraikan, menerangan, membuktikan atau merupakan suatu gejala, konsep, dugaan atau membuat suatu prototipe, tujuan penelitian harus sinkron dengan rumusan masalah
f. Manfaat Penelitian
Penelitian diharapkan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, bagi masyarakat, pembangunan, negara dan bangsa.
g. Kajian Pustaka
Bab tentang kajian pustaka meliputi: kerangka teori, kerangka berfikir dan hipotesis.
h. Kerangka Teori
Kerangka teori berisi teori dari semua besaran variabel yang digunakan di dalam penelitian. Teori ini harus ditulis secara jelas dan konklusif serta melalui berbagai pertimbangan. Usahakan peristiwa terbaru (aktual), relevan dan asli dari jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kerangka teori yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan.
i. Kerangka Berfikir
berisi alasan atau argumentasi ilmiah deduktif sehingga dengan mengikuti alasan itu secara logika terdapat benang merah yang tidak putus mulai dari masalah sampai pada hipotesis penelitian, setiap masalah mempunyai argumentasi sendiri untuk sampai ke hipotesis, yang merupakan inti dari permasalahan
j. Hipotesis
1. Harus sederhana
2. Dapat diuji
3. Menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih
4. Harus sesuai dengan fakta
5. Relevan dengan ilmu
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan Isi Buku
Pembahasan BAB I Tentang PENDAHULUAN
1. Pada buku utama, penyajian materi sangat ringkas sedangkan pada buku pembanding sajian materi sangat lengkap dan dijelaskan secara mendetail namun jelas dan mudah dimengerti berbeda dengan buku utama sangat ringkas karena sasaran topik yang dibahas langsung kepada poin dan e
3. Selain itu pada buku pembanding disajikan contoh-contoh yang lengkap baik berupa ilustrasi gambar, kurva, tabel yang mudah dimengerti seperti pada hal. 8, 10, 11) sedangkan pada buku utama hanya ada satu contoh ilustrasi gambar yang dapat dilihat pada hal 7, dengan adanya ilustrasi contoh seperti pada buku pembanding ini maka akan dapat membantu pembaca memahami nya dengan mudah.
4. Kutipan pendapat para ahli atau dari sumber lain lebih banyak ditemukan pada buku pembanding, dimana kutipan ini sangat berguna dalam mendukung gagasan penulis.
5. Namun ada kutipan yang menggunakan bahasa inggris ditemukan pada buku pembanding (hal 13) yang tidak diberi penjelasan, hal ini dapat menyulitkan pembaca apabila tidak memahami bahasa inggris tersebut.
Pembahasan BAB II Tentang HIPOTESIS PENELITIAN
1. Dalam menguraikan pengertian hipotesis penelitian buku utama lebih jelas karena pada buku utama dilengkapi dengan pengertian hipotesis menurut para ahli maupun sumber lain sedangkan pada buku pembanding hanya pengertian secara ringkas dan tidak disertai defenisi dari para ahli maupun sumber refrensi lain.
2. Namun pada buku pembanding contoh dari hipotesis penelitian itu sendiri dijelaskan dengan contoh yang sangat mudah dipahami karena disertai dengan gambar ilustrasi sedangkan pada buku utama contoh yang dijelaskan sangat singat sehingga sangat sulit untuk memahaminya.
3. Dalam buku pembanding dijelaskan perbedaan hipotesis penelitian dengan hipotesis statistik dan dijelaskan penggunaannya dengan contoh, sedangkan pada buku utama hanya menjelaskan apakah penelitian harus memiliki hipotesis namun contoh yang dijelaskan pada buku utama sangat mudah untuk dipahami.
5. Dilihat dari gaya bahasa dan sistematika penulisan yang digunakan baik buku utama maupun buku pembanding cukup mudah untuk dipahami walaupun pada buku masih terdapat kesalahan penulisan seperti “kerangkapikir” (Hal 10) “sebaliknyqa” (Hal 11).
Pembahasan BAB III Tentang VARIABEL PENELITIAN
1. Cakupan pembahasan materi pada buku pembanding lebih luas dibandingkan buku utama, hal ini dikarenakan buku pembanding membahas topik berkaitan dengan variabel penelitian yang tidak dibahas dalam buku utama seperti paradigma penelitian.
2. Dalam menjelaskan definisi variabel penelitian buku pembanding lebih banyak mengutip dari para ahli dan refrensi lain kemudian keseluruhan defenisi tersebut dibuat kesimpulkan oleh penulis, sehingga sangat membantu pembaca dalam memahami topik pembahasan variabel penelitian.
3. Pada topik jenis-jenis variabel penelitian buku utama membagi lagi jenis variabel berdasarkan bentuk, ciri pokoknya, dan skala pengukuran yang digunakan baru kemudian dijelaskan beserta contoh, berbeda dengan buku pembanding hanya merinci jenis variabel secara umum.
4. Buku pembanding disetiap penjelasan pokok dilengkapi dengan ilustrasi gambar dan beberapa istilah asing yang diberi penjelasan, sehingga menambah wawasan pembaca setelah membaca buku ini.
5. Namun buku utama juga memiliki kelebihan yaitu adanya ringkasan di akhir BAB dan disertai dengan latihan sehingga pembaca bisa memahami kembali apa yang telah dibaca.
Pembahasan BAB IV Tentang METODE PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN
2. Buku utama hanya membahas secara umum tidak menjelaskan secara terperinci jenis jenis instrumen penelitian, seperti pada topic kuesione/angket buku utama hanya menjelaskan secara umum mengenai kuesioner, sedangkan pada buku pembanding dilengkapi dengan prinsip penulisan angket beserta contohnya.
3. Pada buku pembanding ada beberapa istilah asing yang tidak diberi penjelasan lebih lanjut seperti “face to face” (Hal 198) dan “frame of reference” (Hal 200) sehingga sedikit menyulitkan pembaca yang belum memahami istilah istilah tersebut.
4. Ilustrasi contoh baik gambar, kurva, tabel pada buku pembanding lebih mudah dipahami disbanding buku utama karena setiap contoh pada buku pembanding disertai dengan keterangan yang jelas.
Pembahasan BAB V Tentang MELAKSANAKAN UJI COBA PENELITIAN
1. Sajian topik pada buku utama sangat ringkas dan sulit untuk dimengerti, berbeda dengan buku pembanding yang lebih lengkap dan dijelaskan dengan mendetail disertai contoh-contoh sederhana.
2. Bahasan validitas dan reabilitas pada buku utama tidak dijelaskan dengan baik dan sulit untuk dimengerti padahal itu merupakan topik utama dalam bab ini, sesuai judul babnya uji coba penelitian, berbeda dengan pada buku pembanding topik tersebut dijadikan sub bab dan dijelaskan secari rinci sehingga memudahkan pembaca memahaminya.
3. Ilustrasi contoh baik gambar, kurva, tabel pada buku pembanding lebih mudah dipahami dibanding buku utama karena setiap contoh pada buku pembanding disertai dengan keterangan yang jelas.
Pembahasan BAB VI Tentang POPULASI DAN TEKNIK SAMPEL
1. Penyajian materi pada buku utama topik pengertian populasi dan sampel disertai dengan pendapat para ahli dan refrensi dari sumber lain sehingga dapat membantu menguatkan penjelasan materi pada topik itu.
2. Buku utama juga memaparkan alasan mengapa peneliti perlu menggunakan sampel dan rumus menentukan sampel dari suatu populasi beserta contohnya.
4. Ada beberapa bagian yang ada pada buku utama yang pemaparannya sama di buku pembanding yaitu mengenai sub bab “contoh menentukan ukuran sampel”.
5. Pada pemaparan bagian penentuan teknik sampling buku pembanding lebih luas dan lebih terperinci dibanding dengan buku utama misalnya pada bagian non probality sampling, buku pembanding masih membagi lagi menjadi 6 sub bagian yang masi masing dijelaskan lengkap dengan ilustrasi gambarnya, sehingga sangat memudahkan pembaca untuk memahami materi ini.
Pembahasan BAB VII Tentang TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF
1. Ada beberapa cakupan materi penting mengenai analisis data kuantitatif yang tidak ada pada buku utama namun ada pada buku pembanding, salah satunya konsep dasar pengujian hipotesis.
2. Penjelasan pada buku pembanding sangat mudah dipahami dibanding buku utama karena buku pembanding langsung menampilkan contoh studi kasus lengkap dengan penjelasannya seperti contoh judul penelitian, rumusan, masalah dan teknik analisis data yang digunakan sehingga sangat membantu pembaca, terutama yang sedang melaksanakan penelitian.
3. Namun penulisan kalimat setiap paragraf pada buku pembanding saya lihat terlalu banyak, terkadang satu lembar cuma ada dua paragraph sehingga menjadi lebih cepat bosan dalam membaca isi pokok materi tersebut, alangkah baiknya setiap lembar dibagi menjadi empat atau lima paragraph.
4. Salah satu yang menjadi keunggulan buku utama dibandingkan buku pembanding adalah adanya ringkasan dan latihan disetiap akhir bab, sehingga dapat membantu pembaca untuk mencoba memahami ulang setiap bab dengan mengerjakan latihan tersebut.
Pembahasan BAB VIII Tentang PENELITIAN SURVEY
1. Sajian materi tersusun sangat rapi, dimana pada bab ini terlebih dahulu diawali dengan pendahuluan yang membahas defenisi dan cirri-ciri penelitian survey, kemudian dilanjutkan pada topik utama pelaksanaan penelitian survey kemudian pada akhir bab disajikan ringkasan dan latihan.
penelitian survey. Hal ini sangat baik dalam penulisan buku maupun karya ilmiah dengan adanya refrensi seperti ini akan menguatkan teori dan argument yang disampaikan penulis kepada pembaca.
3. Bab ini dilengkapi dengan ringkasan dan latihan yang dapat memudahkan pembaca khususnya mahasiswa dalam memahami setiap topik yang dibahas pada buku ini Tidak adanya ilustrasi baik gambar, kurva dan tabel pada bab ini dapat membuat pembaca kesulitan dalam memahami teori yang disampaikan penulis selain itu dapat membuat pebaca mudah bosan karena yang disajikan berupa tulisan saja.B.Kelebihan Dan Kekurangan Buku
Pembahasan BAB IX tentang DESAIN EKSPERIMEN DAN ANALISISNYA
1. Sajian topik desain eksperimen, pada buku utama lebih mudah dimengerti dibanding buku pembanding karena selain dilengkapi dengan contoh yang sederhana buku utama juga lebih lengkap membahas topik ini disertai dengan analisanya sehingga memudahkan pembaca memahami kajian topik tersebut.
2. Penjelasan macam-macam desain eksperimen pada bagian “true eksperimen design” buku pembanding hanya membaginya menjadi dua macam sedangkan pada buku utama dibagi lagi menjadi 3 jenis disertai dengan skema yang lebih detail.
3. Ada beberapa bagian yang ada pada buku utama namun tidak ada pada buku pembanding karena sudah dijadikan satu bab terpisah seperti validitas (hal 94), uji T dan derajat bebas (hal 108-109) sehingga fokus pada buku pembanding hanya pada macam-macam desain eksperimen.
4. Ada beberapa kutipan pada buku utama yang bersumber dari buku pembanding misalnya pada ilustrasi gambar macam-macam desain eksperimen (hal 98)
5. Pada buku pembanding banyak ditemukan istilah asing yang tidak dijelaskan dan sedikit menyulitkan pembaca apabila tidak memahami kata tersebut.
6. Adanya kutipan dari para ahli dan sumber lain yang relevan pada buku pembanding sangat baik karena dapat mendukung argumen penulis.
1. Pada bab ini belum dituliskan apa itu defenisi penelitian expost facto, baik dari pendapat para ahli maupun kesimpulan dari penulis sehingga menyulitkan pembaca memahami topik bahasan selanjutnya karena belum mengetahui apa pengertian penelitian expost facto itu sendiri.
2. Pembaca sangat sulit memahami isi materi pada bab ini khususnya pada topik hubungan kasual yang terbalik (hal 126) karena tidak dilengkapi dengan ilustrasi gambar mengenai penjelasan variabel X dan Y yang disampaikan penulis.
3. Pada bab ini penulis lebih banyak menonjolkan argumen dan opini penulis itu sendiri dan dijabarkan secara lisan yang dituliskan, sehingga pembaca sangat sulit memahami apabila tidak disertai dengan contoh yang baik.
4. Sajian materi pada bab ini sangat ringkas tidak adanya materi yang membahas bagaimana proses penelitian expost facto yang jelas.
Pembahasan BAB XI tentang PENELITIAN KUALITATIF
1. Pada bab ini masih banyak ditemukan kesalahan dalam pengetikan seperti “verivikasi” (hal 129) “dokkumen” (hal 130) dimana kesalahan pengetikan seperti ini sebaiknya diminimalkan pada cetakan edisi yang selanjutnya.
2. Penulis tidak menjeskan cirri-ciri penelitian kualitatif dan kuantitatif pada bab ini, hanya menuliskan berupa poin-poin saja padahal topik pembahasan ini sangat penting bagi pembaca untuk dapat membantu membedakan antara kedua jenis penelitian itu dari cirri-cirinya.
Pembahasan BAB XII tentang PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1. Sistematika penulisan dalam bab ini sudah sangat baik karena diawali dengan pengertian penelitian tindakan dari pendapat beberapa ahli kemudian penulis membuat kesimpulan dari pendapat para ahli tersebut sehingga memudahkan pembaca dalam memahami apa itu penelitian tindakan.
2. Ada beberapa kata-kata asing yang tidak dicetak miring dan kata asing yang tidak ada penjelasannya, seperti pada hal 148, hal ini dapat menyulitkan pembaca memahaminya apabila tidak mengerti kata asing tersebut.
Pembahasan BAB XIII tentang MENYUSUN PROPOSAN PENELITIAN
1. Dari segi isi dan urutan materi, buku pembanding lebih lengkap dibandingkan buku utama dimana pada buku pembanding sistematika proposal penelitian dijabarkan secara rinci sehingga mudah untuk dipahami seperti bagaimana membuat rumusan masalah dan tujuan penelitian, sedangkan pada buku utama penjelasannya sangat singkat dan dijelaskan hanya secara umum.
2. Baik buku utama dan buku pembanding terdapat sedikit perbedaan topik materi dimana pada buku utama ada dua topik utama yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian tindakan kelas sementara pada buku pembanding membahas dua topik utama yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif.
3. Pada buku pembanding dilengkapi dengan ilustrasi gambar dan ilustrasi tabel dan kurva yang diberikan keterengan misalnya “contoh jadwal penelitian kualitatif” (hal 403) dimana ilustrasi gambar ini dapat membantu pembaca agar lebih cepat dan mudah untuk memahami topik yang disajikan pada bab ini.
4. Sedangkan pada buku utama masih ada beberapa kesalahan dalam penulisan seperti “penyimpanga” (hal 154) dimana kesalahan-kesalahan pengetikan seperti ini sebaiknya diminimalkan pada penyempunaan penerbitan edisi berikutnya.
3.2 Analisis Kelemahan Dan Kekurangan Buku
1. Dilihat Dari Aspek Tampilan Buku(Face Value) buku yang saya rivew dengan judul Metodologi Penelitian Pendidikan oleh
penulis Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si ini cukup menarik terlihat dari cover berwarna kuning (dari depan dan belakang buku) garis-garis merah dengan judul besar serta ilustrasi cover yang cukup menggugah pembaca untuk meihatnya,serta ukuran buku yang tidak terlalu tebal terlihat dari jumlah halamannya sekitar 162 halaman sehingga pembaca tidak keburu untuk langsung malas dalam membaca buku ini karna prporsi luarnya yang tidak membosankan.
2. Dari Aspek Layout Dan Tata Letak ,Serta Tata Tulis,Termasuk Penggunaan Font Buku Metodologi Penelitian Pendidikan oleh
internasional,terlihat dari layout yang sudah rapi serta tata letak yang tidak membuat pembaca kebingungan.pada penulisan setiap pembahasan didalam buku ini juga penulis buat secara terstruktur begitu pula pemilihan font atau jenis huruf dalam setiap kata didalam buku ini yang tidak membuat pembaca bosan.
3. Dari Aspek Isi Buku sudah sangatlah bagus tetapi meskipun begitu tidak bias dipungkiri dari setiap pengerjaan tidak ada yang sempurna ,masih banyak kekurangan baik dari segi ,tata bahasa penggunaan huruf,kalimat yang slah dan sebagainya masih kurang
sempurna didalam buku ini,dan untuk lebih lengkapnya dapat pembaca lihat pada bagian Pembahasan Point A.
4. Dari Aspek Tata Bahasa Metodologi Penelitian Pendidikan oleh penulis Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si ini sudah sangat bagus
karena sudah menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan KBBI dan kaidah EYD sehingga dengan begitu pembahasan setiap materi didalam buku ini mudah dipahami oleh semua masyarakat dari tingkatan dan kalangan yang berbeda-berbeda.
BAB IV
PENUTUP
Buku karangan Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si yang berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan ini mempunyai tujuan yang bagus dan sangat membangun untuk para pembaca. Setelah membaca buku ini maka para pembaca akan mendapat ilmu pengetahuan dan informasi yang penting dan sangat bermanfaat bagi dirinya yang belum diketahui sebelumnya.
Hanya saja masih ada kekurangan dalam buku ini seperti penggunaan bahasa yang kurang tepat dan beberapa kesalahan kalimat. Begitu pula dengan peletakan tanda bacanya juga masih banyak yang kurang tepat lagi. Buku ini juga tidak mempunyai rangkuman dan juga latihan sehingga pembaca tidak bisa mengukur sejauh mana ini telah memahami materi yang telah ia kuasai.
Buku karangan Dra.Effi Aswita Lubis, M.Pd, M.Si yang berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan memiliki keunggulan
dan kelemahan dari berbagai macam segi, baik dari segi format dan penulisan struktur buku, penggunaan bahasa, penggunaan tanda baca, kualitas isi buku dan sebagainya. Jadi, apa yang menjadi keunggulan ini maka hendaknya di tingkatkan lagi agar kualitas buku ini semakin peningkat dan para pembaca semakin semangat untuk membacanya beberapa tahun kedepannya. Dan apa yang menjadi kelemahan dari buku ini hendaknya diperbaiki agar kesempurnaan buku ini tercapai.
4.2 Rekomendasi
Adapun yang menjadi Rekomendasi dalam penulisan Critical Book Riview (CBR) ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi reviewer : untuk Hendaknya memberikan komentar dan saran maupun kritik yang membangun guna menyempunakan
pembuatan Critical Book Riview (CBR) berikutnya
menambah wawasan dan pengetahuan pembaca dimasa yang akan datang dalam pembuatan Critical Book Riview (CBR) yang baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Aswita, Effi . 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan. Medan: Perdana Publishing