PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MATERI TAJWID MELALUI MEDIA APLIKASI AL-KALAM PADA SISWA KELAS X MIPA 4 SMA NEGERI 3 BOYOLALI SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - Test Repository

Teks penuh

(1)

i

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MATERI TAJWID MELALUI MEDIA APLIKASI AL-KALAM

PADA SISWA KELAS X MIPA 4 SMA NEGERI 3 BOYOLALI SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

SAIFUL ROHMAT NIM. 114-14-012

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKUSTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

(2)
(3)
(4)
(5)

v “ Setiap orang lain bisa maka kita harus bisa”

PERSEMBAHAN

1. Istiku tercinta Ika Wahyuni S.F, S.Pd.I

2. Anakku yang paling cantik Zina Najihana Al Mira Rahmatika, harapan untuk melangkah masa depanku

3. Almarhumah ibu yang selalu hadir (Kata-kata motivasinya) ketika kaki berat melangkah .

4. Ayah yang senantiasa sabar 5. Mertua yang mengerti apa adanya

6. Dosen Pembimbing Akademik ibu Siti Rokhayati, M.Pd yang telah membantu setiap langkah mudah akademik

7. Dosen Pembimbing Skripsi Bapak Imam Mas Arum, M.pd yang sabar dalam setiap Bimbingan

8. Bapak khaerul Anwar, S.Pd selaku Kepala sekolah SMA N 3 dan teman-teman yang selalu memberi dorongan dan kesempatan untuk belajar

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT., karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan pembuatan karya ilmiah dalam bentuk hasil penelitian yang berjudul : Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi Tajwid Melalui Media Aplikasi Al-Kalam Pada Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.

Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga yang telah memberi kesempatan untuk menyelasaikan skripsi ini.

2. Ibu Siti Rokhayati, M.Pd selaku Ketua Jurusan PAI di IAIN Salatiga yang berkenan menyetujui dan merestui skripsi ini.

3. Bapak Imam Mas Arum, M.Pd. sebagai pembimbing skripsi ini yang telah banyak membantu penulis dalam pembuatan skripsi ini.

4. Bapak Ibu Dosen, yang telah memberikan pandangan dan dorongan sehingga terwujudnya skripsi ini.

5. Istriku tercinta yang telah banyak membantu dan memberi dorongan kepada penulis

Penulis menyadari bahwa pembuatan karya ilmiah ini masih banyak kelemahan dan kekurangannya, Oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak yang membangun sangat penulis harapkan. Tidak lupa dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan karya ilmiah bentuk hasil penelitian ini. Akhirnya semoga hal-hal yang penulis sajikan dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Amien.

Salatiga, 20 Maret 2017 Penulis

(7)

vii ABSTRAK

Saiful Rohmat. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi Tajwid Melalui Media Aplikasi Al-Kalam Pada Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kata Kunci : Peningkatan, hasil belajar dan Media Aplikai Al Kalam

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman peneliti sebagai guru di SMA Negeri 3 Boyolali dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, khususnya materi Tajwid masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan belum memperoleh hasil yang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian pokok bahasan tersebut yang hanya mencapai rata-rata 67,86. Dengan demikian peneliti sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti perlu berusaha keras agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba mencari cara atau model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang peneliti pilih untuk penelitian yaitu Tajwid.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agam Islam dan budi Pekerti materi pokok Tajwid melalui pemanfaatan Media Aplikasi Al Kalam bagi siswa kelas X Mipa 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2016/2017 mulai bulan Januari 2017 di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali dengan jumlah siswa 35 siswa. Penelitian ini menggunakan metode langsung dengan teknik test dan observasi yang terdiri dari dua siklus dengan masing-masing siklus meliputi: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

(8)

viii DAFTAR ISI

HALAMAN HALAMAN JUDUL ...

PERSETUJUAN PEMBIMBING...

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... i BAB II KAJIAN PUSTAKA...

A. Peningkatan hasil Belajar ………...

1. Peningkatan...

14

(9)

ix

2. Hasil belajar... B. Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti...………... C. Tajwid... ….. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ...

A. Gambaran Umum Lokasi dan Subjek Penelitian... 1. Visi Sekolah... ……… D. Diskripsi Pelaksanaan Siklus ...

1. Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... A. Deskripsi Prasiklus ………

Hasil Tes Kemampuan Tajwid Pratindakan... B. Analisis Data Penelitian Persiklus

40

(10)

x 1. Siklus I

1) Perencanaan tindakan 2) Pelaksanaan Tindakan 2. Siklus II

C. Pembahasan

1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa D. Peningkatan Pembelajaran Tajwid

42 42

43

47 53 53 53 BAB V PENUTUP ...

A. Simpulan ... B. Saran-saran ...

1. Bagi Guru ………... 2. Bagi Siswa ………...

3. Bagi Peneliti...

55

55 55 56 56 56

(11)

xi LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Rencana Pelaksanaan Pelajaran. 2. Silabus.

3. Soal siklus I dan II 4. Surat izin Penelitian. 5. Dokumentasi.

DAFTAR TABEL

1. Tabel 1 Hasil tes pra siklus ………... 2.Tabel 2. Hasil tes formatif siklus I ………... 3. Tabel 3 Rekapitulasi hasil tes siklus I ………... 4. 4. Tabel 4. Observasi siklus I ………... 5. Tabel 5. Hasil tes formatif siklus II ………...………...

6. Tabel 6. Rekapitulasi hasil siklus II ………...

7. Tabel 7. Observasi siklus II ………... 8. Tabel 8. Rekapitulasi pra siklus, siklus I dan siklus II ………...

(12)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam proses kedewasaan manusia yang hidup dan berkembang, nampaklah kenyataan bahwa manusia selalu berubah, dan perubahan itu merupakan hasil belajar, dalam hal ini berarti bahwa dalam pendidikan terjadi sebuah proses pengubahan sikap dan tingkah laku

Proses pembelajaran di sekolah sebagai suatu aktifitas mengajar dan belajar yang didalamnya terdapat dua subyek yaitu guru sebagai seorang pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis dan menyenangkan.

(13)

2

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk menguasai berbagai kajian keislam, tetapi lebih menekankan pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sumber kajian keislaman yang digunakan sebagai dasar pengamalan dalam kehidupan sehari-hari adalah Al-Quran dan Hadits, sehingga dibutuhkan pemahaman dalam mempelajari kedua sumber tersebut, dan didalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dari tiap-tiap materi terdapat dalil sebagai pendukung dari tiap-tiap-tiap-tiap materi, baik dalil Al-Quran maupun Hadits, yang diharapkan para siswa dapat mengamalkan agama mengetahui dalil-dalilnya, Sehingga siswa perlu bisa membaca Al-Quran dengan kaidah yang benar melalui benar makhraj, maupun tajwidnya.

(14)

3

80.00, Sehingga dari siswa kelas X MIPA 4 yang berjumlah 35 hanya didapatkan 18 siswa yang sudah mencapai KKM, Dengan demikian peneliti sebagai guru Agama Islam perlu berusaha keras agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba mencari cara atau model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang peneliti pilih untuk penelitian yaitu tentang Tajwid. Adapun penyebab rendahnya hasil ulangan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali adalah: siswa tersebut termasuk siswa yang tidak selesai untuk belajar di Taman Pendidikan Al Quran { TPA }, siswa kurang jelas dengan konsep-konsep yang diterima dan guru belum menemukan model pembelajaran yang tepat. Dalam mengajar biasanya guru menggunakan metode eksploitasi yaitu guru berperan lebih aktif, lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan dengan siswa-siswanya. Guru mempersiapkan bahan ajar dan menyampaikan secara ceramah dan siswa menerima bahan ajar dengan pasif tanpa melakukan kegiatan kecuali mencatat dan latihan soal.

(15)

4

Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan, maka judul penelitian yang ditetapkan adalah: “ Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materi Tajwid Melalui Pemanfaatan Media

Aplikasi Al-Kalam Pada Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali

Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 ”.

B. Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materi Tajwid Melalui Pemanfaatan Media Aplikasi Al-Kalam Pada Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 ”.

C. Rumusan Masalah

Mengacu kepada latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

“Apakah Media Aplikasi Al Kalam dapat meningkatkan hasil belajar siswa

mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Tajwid siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017?”.

D. Tujuan Penelitian

(16)

5 E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Bagi Siswa

a. Pembelajaran menggunakan alat peraga lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajarnya.

b. Mendorong siswa untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya dan menyampaikan kepada teman sekelompoknya.

2. Manfaat Bagi Guru

a. Menambah wawasan bagi guru tentang pembelajaran yang efektif. b. Memotivasi guru dalam memaksimalkan model pembelajaran yang

digunakan supaya tercapai tujuannya. 3. Manfaat Bagi Sekolah

a. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 3 Boyolali. b. Dapat meningkatkan kinerja sekolah secara keseluruhan.

c. Meningkatkan kepercayaan bagi masyarakat akan kualitas layanan diberikan pihak sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.

F. Hipotesis tindakan

(17)

6 G. Definisi Istilah/ Operasional

Peneliti mengambil judul “Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materi Tajwid Melalui Pemanfaatan Media Aplikasi Al-Kalam Pada Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017”. Maka untuk memperjelas istilah pengertian judul tersebut perlu kita jelaskan istilah-istilah kata sebagai berikut:

1. Peningkatan Hasil Belajar

Pengertian peningkatan berasal dari kata tingkat yang berarti (lapis dari sesuatu yang bersusun), sedangkat kata peningkatan atau meningkat artinya selalu meningkat (naik, bertambah dsb) (Poerwodarminto 1976 : 1078), sedangkan belajar merupakan kegiatan yang kompleks, hasil belajar berupa kapabilitas dan setelah belajar orang memiliki pengetahuan, sikap dan nilai (Dimyati, 2006: 10). Dalam penegertian ini secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

2. Materi Tajwid

(18)

7

(menurun), dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkim (tebal), tarqiq (tipis), ikfa‟ (tertutupi), gunnah (dengung) dan lain sebaginya (Abdul Aziz, 2000:11). Adapun materi tajwid yang diberikan kepada anak-anak adalah sesuai dengan silabus PAI yaitu yang mencakup beberapa hukum bacaan antara lain gunnah (dengung),

ikhfa‟(samar), izhar (jelas), idghom (masuk), mad (panjang) dan la

in-lain.

3. Aplikasi Al-Kalam

Al-Kalam adalah sebuah software Al-Qur'an digital yang dilengkapi dengan murroatal dari syeh-syeh terkenal, tafsir, terjemahan, tajwid dan lain-lain, sehingga Al-Kalam ini sangat cocok digunakan sebagai media Aplikasi untuk siswa yang sedang belajar Al-Qur'an maupun tajwid karena SOftware ini dilengkapi dengan berbagai macam fitur yang akan mempermudah siswa dalam belajar Al-Qur'an. terlebih lagi dengan Aplikasi ini siswa bisa mendengar murrotal sambil menyimak bacaan tajwid serta makhroj ataupun memahami lebih dalam mengenai tafsir maupun makna ayat-ayat Al-Qur'an.

H. Metode Penelitian

(19)

8

bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai 85% atau lebih. Sehigga peneliti tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus dilalui.

I. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam buku pedoman penelitian tindakan kelas yang disusun oleh Tim Pengajar Penelitian Pendidikan UNY bahwa PTK adalah sebagai bentuk investigasi yang bersifat reflektif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi kompetensi, atau situasi (Team Pengajaran UNY, 1998: 9).

(20)

9

Gambar 1 Alur PTK

Penjelasan alur di atas adalah:

1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. 2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti

sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari dignakannya media Aplikasi Al Kalam.

3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.

4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.

(21)

10

Observasi dibagi dalam dua putaran yaitu putaran 1 dan 2, masing-masing putaran dikenai perlakuan (alur kegiatan) yang sama dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir putaran. Dibuat dalam dua putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.

a. Tempat, Waktu Populasi dan Sample

1. Tempat Penelitian

Tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian ini di SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 3 – 29 Januari 2017 yaitu di semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.

3. Populasi dan Sample

Populasi penelitian adalah siswa-siswi SMA Negeri 3 Boyolali yang berjumlah 891 siswa, sedangkan yang dijadikan sample penelitian adalah siswa kelas X MIPA 4 yang terdiri dari 35 siswa.yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan dalam pembelajaran pada pokok bahasan Tajwid.

b. Langkah-langkah/ Siklus Penelitian

(22)

11

dilakukan oleh guru dengan tidak mengubah situasi dan jadwal yang telah ada, dengan demikian jika guru melakukan beberapa penelitian tindakan tidak akan mengganggu jadwal yang telah ada (Arikunto, 2006:6).

Gambar 2 siklus penelitian

Perencanaan Perencanaan Ulang

Refleksi Siklus I Tindakan Refleksi Siklus II Tindakan

Pengamatan Pengamatan

Dari gambar di atas penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus.Tiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Dalam siklus I ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa terhadap pembelajaran Tajwid melalui penggunaan media Aplikasi Al Kalam. Setelah dilakukan refleksi terhadap proses tindakan siklus I maka akan mendapat permasalahan yang muncul dalam kelas tersebut. Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang pada siklus II.

(23)

12 c. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Silabus

Silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.

2. Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pelajaran merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RPP berisi Kompetensi Dasar, Indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran , dan kegiatan belajar mengajar.

3. Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen.

4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

a) Lembar observasi pengolahan metode pembelajaran diskusi untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. b) Lembar observasi aktifitas siswa dan guru, untuk mengamati

aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. 5. Tes Formatif

(24)

13 d. Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan pembelajaran menggunakan Media Aplikasi Al Kalam, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.

1. Analisis Data

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

Dalam mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:

a. Untuk menilai ulangan atau tes formatif

(25)

14 ∑X

X=

∑N

Dengan : X = Nilai rata-rata

Σ X = Jumlah semua nilai siswa

Σ N = Jumlah siswa

b. Untuk ketuntasan belajar

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 2013, yaitu ketuntasan belajar ditentukan oleh masing-masing sekolah, di mana SMA Negeri 3 Boyolali dalam menentukan seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 80 % atau nilai 80, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 80% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 80 %.

J. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan penelitian tindakan kelas ini penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut:

Bab I. Pendahuluan berisi tentang, Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah,Tujuan dan Manfaat Penelitian, Hipotesis Tindakan, Definisi Istilah, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan.

(26)

15

Bab III. Pelaksanaan Penelitian yang berisi tentang: Gambaran Umum Lokasi dan Subyek Penelitian, Deskripsi Pelaksanaan siklus I dan Deskripsi Pelaksanaan siklus II

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan yang berisi tentang: Deskripsi Persiklus dan Pembahasan siklus I dan siklus II

(27)

16 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Peningkatan Hasil Belajar

1. Pengertian Peningkatan

Menurut seorang ahli bernama Adi S, peningkatan berasal dari kata tingkat. Yang berarti lapis atau lapisan dari sesuatu yang kemudian membentuk susunan. Tingkat juga dapat berarti pangkat, taraf, dan kelas. Sedangkan peningkatan berarti kemajuan. Secara umum, peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat, dan kualitas maupun kuantitas. Peningkatan juga dapat berarti penambahan keterampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik. Selain itu, peningkatan juga berarti pencapaian dalam proses, ukuran, sifat, hubungan dan sebagainya.

(28)

17

Kata peningkatan juga dapat menggambarkan perubahan dari keadaan atau sifat yang negatif berubah menjadi positif. Sedangkan hasil dari sebuah peningkatan dapat berupa kuantitas dan kualitas. Kuantitas adalah jumlah hasil dari sebuah proses atau dengan tujuan peningkatan. Sedangkan kualitas menggambarkan nilai dari suatu objek karena terjadinya proses yang memiliki tujuan berupa peningkatan. Hasil dari suatu peningkatan juga ditandai dengan tercapainya tujuan pada suatu titik tertentu. Dimana saat suatu usaha atau proses telah sampai pada titik tersebut maka akan timbul perasaan puas dan bangga atas pencapaian yang telah diharapkan.

2. Hasil Belajar

Hasil belajar didefinisikan oleh Romiszowski sebagai output (keluaran) dari suatu sistem pemrosesan input (masukan). Input dapat berupa berbagai informasi sedangkan output berupa performance (kinerja). Pengetahuan dikelompokan pada empat kategori yaitu:

a. Fakta, merupakan pengetahuan tentang objek nyata, hubungan dari kenyataan, dan informasi verbal dari suatu objek, peristiwa atau manusia.

b. Konsep, merupakan pengetahuan tentang seperangkat objek konkrit atau defenisi.

(29)

18

d. Prinsip, merupakan pernyataan yang mengenai hubungan dari dua konsep atau lebih.

Bloom seperti yang dikutip Anita Woolfolk mengklasifikasikan hasil belajar dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif terbagi dalam 6 tingkatan yaitu ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, evaluasi, dan kreativitas. Ranah afektif terbagi menjadi 5 tingkatan yaitu penerimaan, penanggapan, penghargaan, pengorganisasian, dan penjatidirian. Ranah psikomotorik terbagi menjadi 4 tingkatan yaitu peniruan, manipulasi, artikulasi, dan pengalamiahan.

Hasil belajar siswa adalah suatu perilaku.Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Menurut Gagne belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam disposisi atau kapabilitas seseorang, dalam kurun waktu tertentu, dan bukan semata-mata sebagai proses pertumbuhan (Dimyati &Mujiono, 2006: 10).

Menurut Sudjana (2009:162) bahwa perubahan sebagai hasil proses belajar ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, penalaran, sikap dan tingkah laku, keterampilan dan kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain dalam diri individu yang belajar. Perubahan tingkah laku dikatakan sebagai hasil belajar, apabila:

(30)

19

pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan rumusan pertanyaan mengenai kemampuan atau tingkah laku yang diharapkan dikuasai oleh siswa setelah mengikuti pelajaran.Tingkat pencapain tujuan menunjukkan kualitas pembelajaran.

2) Hasil belajar merupakan proses kegiatan belajar yang disadari Siswa yang terkreativitas akan menunjukkan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan, tidak ada paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan. Di samping itu motivasi sangat berpengaruh terhadap pengetahuan dan konsentrasi siswa pada pelajaran.

3) Hasil belajar sebagai proses latihan

Latihan-latihan adalah suatu pengulangan atau tindakan sebagai respon terhadap rangsangan dari luar dalam rangka memperoleh kemampuan baru untuk bertindak. Latihan merupakan proses belajar yang disadari oleh pelakunya.

4) Hasil belajar merupakan tindak- tanduk yang berfungsi dalam kurun waktu tertentu atau hasil belajar yang bersifat permanen

(31)

20

adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab atau pertanyaan-pertanyaan yang harus dipilih/ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek (perilaku) tertentu dari orang yang dites. Dalam tes prestasi yang hendak diukur adalah tingkat kemampuan seorang siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan. (Depdiknas, 2005:4). Hamalik (2007:55) mengemukakan bahwa tes/evaluasi merupakan keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

(32)

21

B. Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti

Indonesia merupakan negara yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa, begitulah bunyi sila pertama dari pancasila yang merupakan salah satu pilar kebangsaan negara kita, itulah mengapa pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan paling penting sebagai salah satu landasan kehidupan bernegara. Konsep ketuhanan merupakan hal yang sangat penting dipahami oleh seluruh rakyat indonesia. Sila pertama tersebut menunjukkkan bahwa kehidupan masyarakat Indonesia harus berlandaskan atas norma-norma dan nilai-nilai serta serta nilai yang berlaku dalam agama yang dianut oleh warga negarany, untuk memahami nilai-nilai serta norma agama tersebut tidak bisa datang begitu saja secara instant, tapi harus melalui proses pembelajaran, oleh karena itu pelajaran agama merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ada disekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

(33)

22 C. Tajwid

Secara lughat(bahasa) kata "Tajwid" berarti "Tahsin" (memperbaiki ), sedangkan menurut istilah adalah: "Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya, serta memberi hak-haknya, seperti: jelas kuat, lemah dan sifat-sifat huruf, seperti: tebal, tipis, al-jahr, isti'la, istifal dan lain-lain. Haq huruf yaitu sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf atau seperti sifat Al-jahr,

Isti‟la‟, dan lain sebagainya. Hak huruf meliputi sifat-sifat huruf dan

tempat-tempat keluar huruf. Mustahaq huruf yaitu sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu, seperti: idh-har, ikhfa, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain-lain.

Imam Ali bin Tholib mengatakan bahwa Tajwid adalah mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya dan memberikan hak setiap huruf (yaitu sifat yang melekat pada huruf tersebut seperti qolqolah, Hams, dll) dan mustahaq huruf (yaitu sifat-sifat huruf yang terjadi karena sebab-sebab tertentu seperti: izhar, idghom, dll.)...

Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran.

Pengertian tahsin (

هيسحت

) secara bahasa sama seperti pengertian tajwid yang

berasal dari kata

اًنْيِسْحَت

َ

-

َُهِّسَحُي

َ

-

ََهَّسَح

yang berarti membaguskan atau

memperbaiki.

(34)

23

pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani. Maka dapat dikatakan Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan mengeluarkan huruf dari makhrojnya serta memberi hak dan mustahaknya

َُهَمَّلَعَوَ َنَأْرُقلْاََمَّلَعَتَ ْهَمَْمُكُرْيَخ

َ

”Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur‟an dan

mengajarkannya”(HR.Muslim).

D. Media

Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah.

Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium”dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang”sehingga pengertian media dapat mengarahpada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.

(35)

24

instructional media (media pendidikan atau media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning . Huruf “e”

merupakan singkatan dari“elektronik”. Artinya media pembelajaran

berupa alat elektronik, meliputi CD ultimedia Interaktif sebagai bahan ajar. offline dan Web sebagai bahan ajar online.

Berikut ini beberapa pendapat para ahli komunikasi atau ahli bahasa tentang pengertian media yaitu:

1. Orang, material, atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkansiswa dapat memperoleh pengetahuan, keterapilan, dan sikap yang baru, dalam pengertianmeliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah (Gerlach dan Ely dalam Ibrahim, 1982:3).

2. Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberipesan) dengan penerima pesan (Blake dan Horalsen dalam Latuheru, 1988:11)

3. Komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikankepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang (Degeng, 1989:142)

(36)

25

belajarmengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan (Sadiman,dkk., 2002:6).

5. Alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lainbuku, tape-recorder , kaset, video kamera,video recorder , film,slide, foto, gambar, grafik,televisi, dan komputer (Gagne dan Briggs dalam Arsyad, 2002:4)

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pengajaran adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan.

E. Aplikasi

Aplikasi dapat diartikan sebagai suatu program berbentuk perangkat lunak yang berjalan pada suatu sistem tertentu yang berguna untuk membantu berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Selain

pengertian di atas, ada banyak pengertian dari kata „Aplikasi‟ yang

dikemukakan oleh para ahli. Berikut ini beberapa definisi aplikasi menurut beberapa ahli yang cukup populer. Pengertian Aplikasi Menurut Para Ahli:

1. Ali Zaki dan SmitdevCommunity

(37)

26

pengolahan data ataupun berbagai kegiatan lainnya seperti pembuatan ataupun pengolahan dokumen dan file.

2. Sri Widianti

Menurut Sri Widianti, Aplikasi merupakan

sebuah software (perangkat lunak) yang bertugas sebagai frontend pada sebuah sistem yang dipakai untuk mengelolah berbagai macam data sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat untuk penggunanya dan juga sistem yang berkaitan.

3. Harip Santoso

Menurut Harip Santoso, Aplikasi merupakan sebuah kelompok file (class, form, report) yang ditujukan sebagai pengeksekusi aktivitas tertentu yang saling berkaitan seperti contohnya aplikasi payroll dan aplikasi fixedasset.

4. Yuhefizar

Menurut Yehefizar, Aplikasi adalah program yang sengaja dibuat dan dikembangkan sebagai pemenuhan kebutuhan penggunanya dalam menjalankan suatu pekerjaan tertentu

F. Aplikasi Al Kalam

(38)

27

mempermudah siswa dalam belajar Al-Qur'an. Disertai pembelajaran tajwid yang sudah berwarna, sehingga mempermudah siswa untuk mengidentifikasi dan menemukan bacaan Al Quran yang mengandung bacaan tajwid terlebih lagi dengan Aplikasi ini siswa bisa mendengar murrotal sambil menyimak bacaan tajwid serta makhroj ataupun memahami lebih dalam mengenai tafsir maupun makna ayat Al-Qur'an. Beberapa Fitur Al-kalam :

1. Al Kalam merupakan Al Qur‟an digital dengan Tajwid, Tafsir dan terjemahnya

2. Bisa menyimak sambil mendengarkan para Qori‟

3. Petunjuk tajwid yang user friendly (Mouseover tiap tajwid) 4. Bisa memilih Qori‟ dari 4 Qori‟ terkenal

5. Bisa melihat terjemahan Al Qur‟an juga

6. Ada tafsir nya (Tafsir Ibnu Abbas)

(39)

28 BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi dan Subjek Penelitian

Tempat penelitian ini adalah di SMA Negeri 3 Boyolali

1. Visi Sekolah : Menjadikan SMA Negeri 3 Boyolali yang Unggul, Peduli, dan Berbudaya Lingkungan, Kreatif, Inovatif dan Religius 2. Misi Sekolah

a. Mewujudkan lulusan berakhlak mulia, bermutu berbudaya dan percaya diri di masyarakat.

b. Mewujudkan dokumen kurikulum yang lengkap, bermutu dan sesuai dengan kondisi siswa.

c. Mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dengan menggunakan pendekatan Saintific.

d. Mewujudkan pendidikan dan tenaga kependidikan yang memenuhi syarat kualifikasi akademik (S1) dan mempunyai kompetensi professional.

e. Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari segi kualitas dan kuantitas untuk mendukung tercapainya lulusan yang berakhlak, bermutu dan terpercaya.

(40)

29

g. Mewujudkan pembiyaan yang memadai dan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel dengan memberdayakan semua pihak terkait.

h. Mewujudkan system penialain yang menyeluruh otentik obbyektif dan berkelanjutan dan berbasis IT.

i. Mewujudkan Sekolah yang elok, bersih, disiplin dan peduli pada lingkungan

3. Keadaan Siswa

Keadaan siswa pada semester II tahun 2017 adalah sebagai berikut :

No Kelas L P Jumlah

1 X MIPA 1 13 22 35

2 X MIPA 2 9 26 35

3 X MIPA 3 13 22 35

4 X MIPA 4 12 23 35

5 X MIPA 5 9 26 35

6 X MIPA 6 13 22 35

7 X IPS 1 15 21 36

8 X IPS 2 14 22 36

9 X IPS 3 15 20 35

10 XI IPA 1 6 26 32

11 XI IPA 2 8 24 32

(41)

30

13 XI IPA 4 9 23 32

14 XI IPA 5 9 23 32

15 XI IPA 6 12 20 32

16 XI IPS 1 15 14 29

17 XI IPS 2 14 14 28

18 XI IPS 3 14 16 30

19 XII IPA 1 5 27 32

20 XII IPA 2 8 24 32

21 XII IPA 3 10 20 30

22 XII IPA 4 7 25 32

23 XII IPA 5 7 25 32

24 XII IPA 6 9 23 32

25 XII IPS 1 13 15 28

26 XII IPS 2 14 18 32

27 XII IPS 3 14 18 32

Jumlah 297 580 877

4. Keadaan Guru tahun 2017

No Nama NIP Jabatan

(42)

31

4 Dra. Siti Maesaroh, M.Pd 19690806 199702 2 003 Guru

5 Drs. Eko Suyono 19620102 198803 1 013 Guru

6 Dra. Darmini 19591225 198603 2 006 Guru

7 Dra. Sri Hastuti 19610905 198503 2 009 Guru 8 Dra. Siti Karimah 19610305 198603 2 006 Guru 9 Drs. Hardiman, M.H 19610928 198603 1 009 Guru

10 Drs. Sutarno 19581111 198803 1 007 Guru

11 Dra. Elly Rosita 19620623 198803 2 003 Guru

12 Jumairi, S.Ag 19580715 198303 1 017 Guru

13 Sunarji, S.Pd. 19580824 198303 1 015 Guru

14 Dwiyani, S.Pd.M.Pd. 19631225 198304 2 003 Guru

15 Rupadmi, S.Pd. 19621109 198603 2 009 Guru

16 Tutin, S.Pd. 19630612 198601 2 006 Guru

17 Drs.Agus Taufiqurrohman 19650804 199303 1 010 Guru 18 Drs. Budi Dikaryanto 19680310 199403 1 005 Guru 19 Lilis Erwati, S.Pd. 19680318 199103 2 007 Guru 20 Subandiyo, S.Pd. 19580707 198301 1 002 Guru 21 Yokbet Sopacua , S.Pd. 19650715 199303 2 005 Guru

22 Dra. Sutiyarsih 19680514 199412 2 004 Guru

23 Sri Purwarno, S.Pd. 19680921 199802 1 004 Guru

24 Mustakim, S.Pd. 19681019 199201 1 001 Guru

(43)

32

26 Paerah, S.Pd. 19661108 198901 1 001 Guru

27 Ngadi Mulyanta, S.Pd 19660105 198803 1 021 Guru

28 Drs. Karjono 196809231995121003 Guru

29 Dra. Sri Rahayuningsih 19630202 200012 2 001 Guru 30 M. Safaudin, S.Pd. 19712208 199412 1 002 Guru 31 Drs. Joko Raharjo 19590211 198503 1 006 Guru 32 Dra. Tatik Setyowati 19600615 198603 2 013 Guru 33 Dwi Putri Listyorini, S.Psi. '197605292005012006 Guru 34 Yanik Susilowati, S.Pd. 19781201 200701 2 012 Guru 35 Evi Rokhayati, S.Kom. 19790524 200604 2 012 Guru 36 Widiyastuti, S.Pd. 19741023 200701 2 009 Guru 37 Alice Fauziah A., S.Pd. 19780429 200701 2 010 Guru

38 Drs. Budiharjo 19640812 200701 1 014 Guru

39 Inayatul Ummah, S.Psi. 198403072009032006 Guru 40 M.R. Alfaani K, S.Pd. 19830719 200903 1 006 Guru 41 Laila Sari, S.S. 19821209 201101 2 011 Guru

42 Ebta Tri Cahya, S.Pd. Jas. - Guru

43 Sri Hastuti, S.Pd. - Guru

44 Yusuf Abidin, S.Pd.I. - Guru

45 Saiful Rohmat, S.Pd.I. - Guru

46 Wahyudi Kuat N, S.Pd. - Guru

(44)

33

48 Tutut Dhian A, S.Pd.Kom - Guru

49 Warti Sri Rahayu, S.Ag. - Guru

50 Akbar Yustiawan , S.Pd - Guru

51 Drs. Sriyanto - Guru

52 Sunardi, S.Ag. - Guru

53 Sri Amini, S.Pd - Guru

54 Dra. Marsini - Guru

55 Sri Subekti, S.Pd. - Guru

56 Hafid Mahasa , S.PdI - Guru

B. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Materi Tajwid Q.S. al-Isra‟/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24 : 2 melalui pemanfaatan media Aplikasi Al Kalam bagi siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali semester II tahun pelajaran 2016/2017

(45)

34

digunakan sebagai subjek penelitian. Adapun pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk siklus I adalah pada hari Senin, 9 Januari 2017, sedangkan siklus II pada hari Senin, 23 Januari 2017

C. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan bentuk kajian yang sistematis dan reflektif dilakukan oleh guru untukmeningkatkan pembelajaran dan kualitas siswa, dan penelitian ini dilakukan oleh guru dengan tidak mengubah situasi dan jadwal yang telah ada, dengan demikian jika guru melakukan beberapa penelitian tindakan tidak akan mengganggu jadwal yang telah ada(Arikunto, 2006: 6)

Perencanaan Perencanaan Ulang

Refleksi Siklus I Tindakan Refleksi Siklus II Tindakan

Pengamatan Pengamatan

Dari gambar diatas penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus.Tiap siklusnya terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan,dan refleksi.

(46)

35

Kalam. Setelah dilakukan refleksi terhadap proses tindakan siklus I maka akan mendapat permasalahan yang muncul dalam kelas tersebut Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang pada siklus II. Sedangkan siklus II bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pembelajaran tajwid melalui penggunaan Aplikasi Al Kalam setelah dilakukan perbaikan pada siklus II

D. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan II. Setiap siklus meliputi empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Tahapan-tahapan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Perencanaan

1) Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan pokok bahasan Tajwid pada QS. Al Isra‟ 32 dan QS. An Nur 2.

2) Guru merencanakan metode yang sesuai dengan pokok bahasan Tajwid.

3) Guru menyiapkan Media Aplikasi Al Kalam kepada tiap-tiap kelompok

(47)

36

5) Guru menyusun evaluasi dan kisi-kisi soal.

6) Guru menyusun lembar pengamatan kreativitas siswa dan kinerja guru yang akan digunakan pada saat pembelajaran. b. Tindakan

1) Guru memberi apersepsi dan motivasi dengan tanya jawab. 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan

langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 3) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok dengan

masing-masing kelompok 4 anak dan membawa Laptop Minimal 1

4) Guru membagi lembar kerja siswa (LKS) dan Aplikasi Al Kalam untuk mencari bacaan-bacaan tajwid yang ada di QS Al

Isra‟ 32 dan QS An Nur 2.

5) Guru menjelaskan cara mengisi LKS dan cara menggunakan Aplikasi Al Kalam kepada masing-masing kelompok.

6) Guru mengevaluasi jalannya kerja kelompok sambil membimbing dalam penemuan bacaan tajwid dan sebab-sebab serta bunyi bacaan tajwid tersebut

7) Guru bersama siswa membahas soal yang dikerjakan dalam kelompok.

(48)

37 c. Pengamatan

1) Pengamatan dilakukan oleh guru dan teman guru yaitu mengamati proses pembelajaran.

2) Pengamatan hasil tes pada akhir siklus I ini. d. Refleksi

1) Guru mengevaluasi semua kegiatan siswa pada siklus yang sudah berjalan memperbaiki pada siklus berikutnya.

2) Mendiskusikan hasil pengamatan untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus berikutnya, demikian seterusnya penelitian tindakan kelas in dilaksanakan sampai pada siklus II.

2. Siklus II

Pada dasarnya kegiatan yang dilakukan pada siklus II sama dengan siklus I. Kegiatan pada siklus II memperbaiki semua kekurangan pada siklus I dengan melihat refleksi siklus I. Materi pada siklus II melanjutkan materi siklus I.

a. Perencanaan

1) Guru menyiapkan kembali rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

2) Guru merencanakan metode yang sesuai dengan poko bahasan

Tajwid pada QS Al Isra‟ 32 dan QS An Nur 2.

(49)

38

4) Guru menyiapkan lembar kerja siswa yang sesuai dengan pokok bahasan.

5) Guru menyiapkan lembar pengamatan untuk siswa dan guru. 6) Guru menyiapkan alat evaluasi untuk siklus II.

b. Pelaksanaan

1) Guru membuka pelajaran denga member apersepsi dan motivasi.

2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.

3) Guru membagi siswa dalam kelompok.

4) Guru membagi LKS dan media Aplikasi Al Kalam.

5) Guru menjelaskan cara mengisi LKS dan cara menggunakan Aplikasi Al Kalam.

6) Guru membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusi. 7) Guru memberi penguatan.

8) Guru memberi evaluasi tentang materi yang sudah diberikan. 9) Guru menutup pelajaran.

c. Pengamatan

1) Pengamatan dilakukan oleh guru dan teman sejawat yaitu mengamati proses pembelajaran.

(50)

39 d. Refleksi

Guru dan pengamat teman sejawat mendiskusikan hasi pengamatan selama kegiatan dan hasil tes yang telah diberikan, setelah berakhir seluruh siklus. Tindakan guru memberikan tes akhir adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan seluruh tindakan yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan Tajwid.

3. Observasiatau Pengamatan

Pengamatan pada siklus II bertujuan untuk mengamati perubahan tindakan dan sikap siswa pada kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan cara membuat catatan yang dipakai sebagai data. Pengamatan dilakukan pada 35 siswa ketika diskusi berlangsung dengan benar dan yang tidak benar, yaitu pengamatan melalui observasi langsung saat itu juga dengan tujuan agar kelemahan atau hambatan yang terjadi pada siklus I tidak terjadi lagi pada siklus II.

(51)

40

Refleksi pada siklus II ini bertujuan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap siswa yang terjadi selama pembelajaran pada siklus I, Dengan adanya refleksi, guru dapat mengetahui peningkatan dan perubahan perilaku siswa terhadap pembelajaran Tajwid menggunakan Aplikasi Al Kalam setelah dilakukan perbaikan pada siklus I.Variabel dalam penelitian ini yaitu pembelajaran tajwid dan penggunaan Media Aplikasi Al Kalam.

Pembelajaran tajwid di kelas X semester II adalah tentang yaitu

QS Al Isra‟ 32 dan An Nur 2 materi pokok Menjauhi Perbuatan zina,.

(52)

41

Instrumen pada penelitian ini adalah tes dan nontes. Instrument tes berisi soal 20 soal pilihan ganda dan 5 soal isian sedangkan non tes adalah observasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung dan dokumentasi Dalam instrumen tes terdapat soal yang harus dikerjakan oleh siswa setelah pembelajaran selesai. Soal tes terdiri dari soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dan soal isian 5. tiap soal pilihan ganda mempunyai skor nilai 1,sedangkan soal isian mempunyai skor nilai 2. sehingga skor nilai 30 dibagi 3 menjadi 10.

Dalam observasi atau pengamatan peneliti menggunakan lembar pengamatan sebagai berikut :

Lembar Observasi

No Aspek Skor Jumlah

Siswa

Prosentase

1 Perhatian siswa penuh terhadap penjelasan guru

4 3 2 1 2 Siswa aktif dalam

kegiatan tanya jawab dengan guru

(53)

42 3 Siswa antusias dan

serius dalam pembelajaran

4 3 2 1 4 Siswa aktif dalam

kegiatan diskusi kelompok

4 3 2 1

Keterangan : Sangat baik : 4 Baik : 3 Cukup : 2 Kurang : 1

E. Tehnik Analisis

(54)

43

Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:

1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

∑X

X =

∑N

Dengan :

X = Nilai rata-rata

Σ X = Jumlah semua nilai siswa

Σ N = Jumlah siswa

2.Untuk ketuntasan belajar

(55)

44

siswa yaitu skor 80 % atau nilai 80, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 80% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 80%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

∑ siswa yang tuntas

P= x 100%

∑ siswa

Tehnik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. 1. Tehnik Kuantitatif.

Tehnik kuantitatif dipakai untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes pembelajaran Tajwid pada siklus I dan siklus II. Hasil tes ditulis secara persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. merekap nilai yang diperoleh siswa. b. menghitung nilai rata-rata.

c. menghitung persentase.

Persentase ditulis dengan menggunakan rumus sebagai berikut: K

P = 100% Nx S

Keterangan : P : Nilai Persentase

(56)

45 S : Jumlah Responden

Hasil perhitungan dari masing-masing siklus kemudian dibandingkan yaitu antara hasil siklus I dengan hasil siklus II. Hasil ini akan memberikan gambaran mengenai persentase peningkatan kemampuan Tajwid dengan Menggunakan Media Aplikasi Al Kalam. 3. Tehnik Kualitatif.

(57)

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari observasi pada pra siklus, tindakan siklus I, dan tindakan siklus II. Hasil tes tindakan pada

siklus I dan siklus II tentang Tentang materi Tajwid yaitu QS al Isra‟ 32

dan QS An Nur 2 dan hasil non tes berupa observasi . A. Deskripsi Pra siklus

Hasil pratindakan yaitu kemampuan mengingat materi tentang macam-macam bacaan tajwid sebelum dilakukan tindakan penelitian. Hasil tes pratindakan berfungsi untuk mengetahui keadaan awal kemampuan siswa setelah pembelajaran diberikan kepada siswa siswa kelas X SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2016/2017.

Kriteria penilaian pada pra tindakan meliputi dua aspek, yaitu tes untuk kategori penilaian aspek pemahaman/ingatan terhadap materi pembelajaran dan non tes untuk mengetahui kemampuan, keaktifan, kesungguhan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.

1. Hasil Tes Kemampuan Tajwid Pratindakan Tabel 1

No Nama Nilai Tuntas

Tidak Tuntas

(58)

47

2 Agung Sulistiyanto 20 √

3 Annisa Nur Karimah 85 √

4 Aprilia Wulandari 90 √

5 Arifah Masruroh Lestari 85 √

6 Azizah Nur Aini 45 √

7 Bayu Tri Atmaja 80 √

8 Elsa Linda Rahmawati Kristi 60 √

9 Faisal Rizky Mahdiwanto 80 √

10 Fatoni Udaneni 40 √

11 Gallylea Della Putri 90 √

12 Hani Wahyunida Isnaini 85 √

13 Hasna Putri Gianaura 80 √

14 Hestiana 50 √

15 Himrika Setya Fitri 50 √

16 Khofifah Alfa Farikha 40 √

17 Krisma Adi Ariyanto 45 √

18 Mohamad Arif Rochman S 40 √

19 Nindia Kusuma Putri 85 √

20 Nurul Oktavia Ningrum 90 √

21 Pascal Dirgham Maulana 50 √

22 Pramita Resky Pebriyanti 90 √

(59)

48

24 Ragil Aji Pamungkas 40 √

25 Rina Indartiningrum 50 √

26 Riska Agusnita Pradana 80 √

27 Riska Nidaul Husnawati 80 √

28 Ryaas Sahid 80 √

29 Siti Nur Annisa 75 √

30 Sutriana 90 √

31 Syahreza Figo Perdana 75 √

32 Ummi Tadzkiroh 80 √

33 Yasinta Teza Shifanidha 80 √

34 Yulia Isnaini 95 √

35 Yusuf Faisal Ardhi Kurniawan 50 √

Jumlah/Rata-rata 67,86

No Rentang Nilai Jumlah siswa % Rata-rata

1 0 – 39 1 2,86 %

2 40 – 49 7 20,00 %

3 50 – 59 5 14,29 %

(60)

49

5 70 – 79 2 5,71 %

6 80 – 89 13 37,14 %

7 90 – 100 6 17,14 %

Jumlah 35 67,86

Data pada tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali dalam materi Tajwid secara individu, dengan skor 0 - 39 dicapai oleh 1 atau 2,86 % dengan nilai 40-49 dicapai oleh 7 siswa atau 20.00 %. Dengan skor 50 – 59 dicapai oleh 5 siswa atau 14,29 %, dengan skor 60 – 69 dicapai oleh 1 siswa atau 2,86 %, dengan skor 70 – 79 dicapai oleh 2 siswa atau 5,71 %, dengan skor 80-89 dicapai oleh 13 siswa atau 37,14 % dan dengan skor 90 – 100 dicapai oleh 6 orang siswa atau 17,14 % .Dari 35 siswa yang mendapat nilai tuntas dalam pembelajaran ini adalah hanya 20 siswa sedang yang belum tuntas adalah 15 siswa atau 42,85 % dengan nilai rata-rata kelas adalah 67,86, sedangkan nilai ketuntasan belajar adalah 80. maka dapat dikatakan bahwa keadaan siswa sebelum tindakan dilakukan mempunyai nilai yang rendah dalam materi pembelajaran ini

B. Analisis Data Penelitian Persiklus

1. Siklus I

a. Perencanaan Tindakan

(61)

50

1) Pendahuluan, di sini disampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa diharapkan dapat menganalisis bacaan tajwid Q.S.

al-Isra‟/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24 : 2 dan dapat membaca dengan

benar.

2) Kegiatan inti. Dengan menggunakan media Aplikasi Al kalam siswa diajak untuk mengamati bacaan tajwid Q.S. al-Isra‟/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24 : 2 dan dapat membaca dengan benar. 3) Penutup, bersama siswa membuat rangkuman, dilanjutkan siswa

mengerjakan evaluasi siklus I. b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus I terdiri: 1) Pelaksanaan Pendahuluan

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan siswa tentang macam-macam bacaan tajwid dan menganalisis Q.S. al-Isra‟/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24 : 2

2) Pelaksanaan Kegiatan Inti

(62)

51 3) Pelaksanaan Penutup

Pada kegiatan penutup ini guru mengecek hasil kerja kelompok dan membimbing Siswa membuat rangkuman dan ditutup dengan siswa mengerjakan evaluasi siklus I.

Adapun nilai hasil belajar Tajwid siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2

Hasil Tes formatif siklus I

No Nama Nilai Tuntas

Tidak Tuntas

1 Adi Wicaksono 75 √

2 Agung Sulistiyanto 50 √

3 Annisa Nur Karimah 90 √

4 Aprilia Wulandari 90 √

5 Arifah Masruroh Lestari 90 √

6 Azizah Nur Aini 80 √

7 Bayu Tri Atmaja 85 √

8 Elsa Linda Rahmawati Kristi 80 √

9 Faisal Rizky Mahdiwanto 85 √

10 Fatoni Udaneni 65 √

11 Gallylea Della Putri 95 √

(63)

52

13 Hasna Putri Gianaura 90 √

14 Hestiana 50 √

15 Himrika Setya Fitri 75 √

16 Khofifah Alfa Farikha 75 √

17 Krisma Adi Ariyanto 60 √

18 Mohamad Arif Rochman S 70 √

19 Nindia Kusuma Putri 90 √

20 Nurul Oktavia Ningrum 90 √

21 Pascal Dirgham Maulana 80 √

22 Pramita Resky Pebriyanti 90 √

23 Putri Amelia Nugraha 85 √

24 Ragil Aji Pamungkas 60 √

25 Rina Indartiningrum 60 √

26 Riska Agusnita Pradana 85 √

27 Riska Nidaul Husnawati 85 √

28 Ryaas Sahid 80 √

29 Siti Nur Annisa 80 √

30 Sutriana 90 √

31 Syahreza Figo Perdana 80 √

32 Ummi Tadzkiroh 90 √

33 Yasinta Teza Shifanidha 85 √

(64)

53

35 Yusuf Faisal Ardhi K 70 √

Jumlah/ Rata-rata

2785/ 79,57

Keterangan: T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 24 Jumlah siswa yang belum tuntas : 11 Klasikal : Belum tuntas

Tabel .3

Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 Nilai rata-rata tes formatif 79,57 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 24 3 Persentase ketuntasan belajar 68, 57 %

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan media Aplikasi Al Kalam diperoleh nilai rata-rata belajar siswa adalah 79,57 dan ketuntasan belajar mencapai 68, 57 % atau ada 24 siswa dari 35 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang

memperoleh nilai ≥ 80 hanya sebesar 68, 57 % lebih kecil dari persentase

(65)

54

siswa masih merasa baru dan belum mengerti penggunaan Aplikasi Al Kalam . Pemerolehan data yang bersifat nontes pada proses pembelajaran tajwid pada siklus I diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel .4 Lembar Observasi Siklus I

No Aspek Skor

Jumlah Siswa

Presentase

1

Perhatian siswa penuh terhadap penjelasan guru tanya jawab dengan guru

(66)

55

diskusi kelompok 3 10 28,57 %

2 7 20,00 %

1 3 8,57 %

Keterangan : Sangat baik : 4 Baik : 3 Cukup : 2 Kurang : 1

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif II, dan alat-alat pengajaran yang mendukung

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada Senin 23 Januari 2017 di Kelas X MIPA 4 dengan jumlah siswa 35 siswa.

(67)

56

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrument yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.

Tabel 5 Hasil Tes formatif siklus 2

No Nama Nilai Tuntas

Tidak Tuntas

1 Adi Wicaksono 85 √

2 Agung Sulistiyanto 70 √

3 Annisa Nur Karimah 95 √

4 Aprilia Wulandari 100 √

5 Arifah Masruroh Lestari 100 √

6 Azizah Nur Aini 90 √

7 Bayu Tri Atmaja 95 √

8 Elsa Linda Rahmawati Kristi 90 √

9 Faisal Rizky Mahdiwanto 90 √

10 Fatoni Udaneni 85 √

11 Gallylea Della Putri 100 √

(68)

57

13 Hasna Putri Gianaura 95 √

14 Hestiana 85 √

15 Himrika Setya Fitri 85 √

16 Khofifah Alfa Farikha 90 √

17 Krisma Adi Ariyanto 75 √

18 Mohamad Arif Rochman S 80 √

19 Nindia Kusuma Putri 100 √

20 Nurul Oktavia Ningrum 95 √

21 Pascal Dirgham Maulana 90 √

22 Pramita Resky Pebriyanti 90 √

23 Putri Amelia Nugraha 90 √

24 Ragil Aji Pamungkas 85 √

25 Rina Indartiningrum 80 √

26 Riska Agusnita Pradana 95 √

27 Riska Nidaul Husnawati 90 √

28 Ryaas Sahid 90 √

29 Siti Nur Annisa 95 √

30 Sutriana 100 √

31 Syahreza Figo Perdana 95 √

32 Ummi Tadzkiroh 100 √

33 Yasinta Teza Shifanidha 95 √

(69)

58

35 Yusuf Faisal Ardhi K 85 √

Jumlah/ Rata-rata

3175/ 90,71

Keterangan: T : Tuntas TT : Tidak Tuntas Jumlah siswa yang tuntas : 33

Jumlah siswa yang belum tuntas : 2 Klasikal : Sudah tuntas

Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II

No Uraian Hasil Siklus I

1 Nilai rata-rata tes formatif 90,71 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 33 3 Persentase ketuntasan belajar 94,29%

(70)

59

untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menggunakan Media Aplikasi Al kalam. Pemerolehan data yang bersifat nontes pada proses pembelajaran Tajwid pada siklus II diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 7 Lembar Observasi Siklus II

No Aspek Skor Jumlah

Siswa

Prosentase

1

Perhatian siswa penuh terhadap penjelasan guru tanya jawab dengan guru

(71)

60 4

Siswa aktif dalam kegiatan diskusi kelompok

4 25 71,43 %

3 7 20,00 %

2 3 8,57 %

1 0 0,00 %

4) Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media Aplikasi Al Kalam. Pembelajaran yang dilakukan pada siklus II ini merupakan tindakan perbaikan dari siklus I. Pada siklus I kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa masih banyak dan kesulitan tersebut dicarikan jalan keluarnya untuk diterapkan pada pembelajaran siklus II. Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut:

(72)

61

b) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung. Hal ini dapat diketahui dari perilaku siswa yang sebelumnya tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, pada siklus II ini mulai mengikuti dan melaksanakan pembelajaran dengan baik. Dengan demikian secara keseluruhan siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik

c) Berdasarkan hasil dokumentasi, siswa memperhatikan pembelajaran Tajwid menggunakan media Aplikasi Al Kalam dengan penuh konsentrasi. Saat mereka secara kelompok membuat catatan dapat berjalan dengan baik. Dan saat mereka mengerjakan soal tes yang diberikan guru siswa dapat mengerjakan dengan baik dan dengan hasil yang baik pula

d) Hasil belajar siswa pada siklus II adalah 90,71. nilai tersebut telah mencapai batas ketuntasan yaitu 80. mencapai ketuntasan

5) Revisi Pelaksanaan

Pada siklus II guru telah menerapkan metode pembelajaran menggunakan media Aplikasi Al kalam dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik.

(73)

62

kalam dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai

C. Pembahasan

(74)

63

siswa mengerjakan soal tes yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, berdasarkan hasil tes dan nontes siklus I guru dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang dialami oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan proses pembelajaran pada siklus I, kami meneliti rata-rata kesalahan pada cara penggunaan Media Aplikasi Al kalam, rata-rata siswa membuat hampir sama dengan catatan biasa, kemudian siswa membaca dan mempelajari kembali hasil diskusi yang telah dibuat oleh siswa, setelah itu siswa mengerjakan soal tes yang telah disediakan, selama proses pembelajaran kami dan dibantu seorang guru mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran, yang kemudian data ini tercatat dalam data nontes.

Ketuntasan Hasil belajar Siswa

(75)

64

belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

D. Peningkatan Pembelajaran Tajwid

Kegiatan pratindakan dilaksanakan sebelum tindakan siklus I. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal tentang pembelajaran Tajwid. Proses pembelajaran pada pratindakan ini dilakukan dengan pembelajaran dengan tidak menggunakan Media Aplikasi Al Kalam. Nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 67,86. Berdasarkan dari pengamatan dapat diketahui bahwa siswa kurang berminat.

Pembelajaran siklus I dan siklus II selalu diawali dengan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran tentang Tajwid. Kegiatan inti pembelajaran diawali dengan penjelasan tentang cara belajar dengan media Aplikasi Al Kalam dengan benar. Selanjutnya siswa melaksanakan pembelajaran menggunakan Aplikasi Al Kalam secara kelompok, dan diakhir pembelajaran guru memberikan soal tes untuk dikerjakan siswa secara individu.

Secara lengkap peningkatan pembelajaran Tajwid siwa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 8

Rekapitulasi tabel rata-rata hasil tes pra siklus, siklus I dan II

Pra siklus Siklus I Siklus II Peningkatan

(76)

65 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Boyolali selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Aplikasi Al Kalam dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti pada siswa SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017 yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu Pra siklus nilai rata-rata 67,86 dengan ketuntasan belajar 42,85 %, siklus I nilai rata-rata 79,57 dengan ketuntasan belajar 68,57 % meningkat 25,72 % dan pada siklus II nilai rata-rata 90,71 dengan ketuntasan belajar 94,29% meningkat 25,72.

B. Saran

(77)

66 1. Untuk Guru

a. Untuk melaksanakan pembelajaran menggunakan Aplikasi Al Kalam memerlukan persiapan yang cukup matang,dan mampu mengoperasikan komputer dan juga tersedianya Laptop atau komputer yang mencukupi sehingga dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.

b. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai soal tajwid yang ada didalam Al-Quran walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya

2. Untuk Siswa.

a. Siswa hendaknya sering menggunakan Aplikasi Al Kalam untuk mencoba materi tajwid dan mendengarkan murotal yang ada didalamnya sehingga mendapatkan hasil yang baik dalam pengetahuan materi tajwid dan membaca Al Quran dengan benar

(78)

67 3. Untuk Peneliti.

(79)

68

DAFTAR PUSTAKA

Poerwadarminta. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hakikat Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam,

http://hidayaheducation.blogspot.com/2011/03/hakikat hasil-belajar-pendidikan-agama.html, diunduh pada 03 februari 2017 jam 10.05

Tim Pengajar Penelitian Pendidikan UNY. 1998. Pedoman Penelitian Tindakan Kelas. FIP. UNY. Yogyakarta

E. Mulyasa, 2007,. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta.

Sudjana. 2009. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Depdiknas. 2005. Standar dalam Penilaian Pendidikan. Jakarta: Depdiknas

Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulim dan pembelajaran:Jakarta: Bumi Aksara

Ahmadi. 2003. Pengantar Proses Pembelajaran di Sekolah. Jakarta: Gramedia.

Hudoyo. 2003. Proses Belajar Mengajar suatu Pengantar Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset

Munandar. 2009. Memupuk Kreativitas Anak dalam Belajar. Bandung: Rosdakarya.

Muslih. 2004. Pengembangan Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional

(80)

69

http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2015/04/ pengertian-media-menurut-para-ahli.html, Diunduh Pada 7 Februari 2017 Jam 09.35 Moh.Wahyudi.2006. Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur'an hal. 23-29, Penerbit: INDAH-Surabaya

http://pengertiandefinisi.com/

Figur

Gambar 1 Alur PTK
Gambar 1 Alur PTK . View in document p.20
Gambar 2 siklus penelitian
Gambar 2 siklus penelitian . View in document p.22
Tabel 1 Tidak
Tabel 1 Tidak . View in document p.57
Tabel .3 Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I . View in document p.64
Tabel .4
Tabel 4 . View in document p.65
Tabel 5 Hasil Tes formatif siklus 2
Tabel 5 Hasil Tes formatif siklus 2 . View in document p.67
Tabel 6
Tabel 6 . View in document p.69
Tabel 7
Tabel 7 . View in document p.70
Tabel 8
Tabel 8 . View in document p.75

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (140 Halaman)