• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA BAPEDA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA BAPEDA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2009"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN BANDUNG

TAHUN 2009

PEMERINTAH

KABUPATEN

BANDUNG

2008

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan rahmat Allah SWT, BAPPEDA Kabupaten Bandung telah menyusun Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun 2009, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Renja ini merupakan bahan usulan kegiatan yang akan dibahas pada forum SKPD dan pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Bandung Tahun 2008. Hasil dari musrenbang tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung Tahun 2009. Hal ini merupakan pedoman kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bandung Tahun 2009 termasuk BAPPEDA Kabupaten Bandung dengan tujuan agar lebih terarah, tepat sasaran dan tepat waktu

Renja ini disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung Tahun 2009 dan Renstra BAPPEDA 2006-2010, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Mudah-mudahan Alloh SWT memberikan kekuatan kepada kita semua dalam rangka pelaksanaan tugas dan amanah.

.

Soreang, 2008

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

K e p a l a,

IR. H. TATANG RUSTANDAR. W, M.T

Pembina Tingkat I NIP. 480 103 550

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……….……… i

DAFTAR ISI ……… ii

BAB I PENDAHULUAN ……… 1

1.1. Latar Belakang …………...……… 1

1.1.1. Visi dan Misi Kabupaten Bandung………. 1.1.2. Kondisi Umum Kabupaten Bandung……….. 1.1.3. Isu dan Masalah Strategis Kabupaten Bandung .……… 1.2. Tugas Pokok, Fungsi dan Kewenangan Bappeda…………... 1 2 4 5 1.2.1. Tugas dan Pokok………. 5

1.2.2. Fungsi……… 1.2.3. Kewenangan……….. 1.2.4. Struktur Organisasi dan Pejabat Struktural……… 1.3. Sistematika Penyusunan ... 19 19 20 21 BAB II VISI DAN MISI BAPPEDA……….. 22 2.1. Visi Bappeda……… 22

2.2. Misi Bappeda ………. 22

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009……... 25

3.1 Program dan Kegiatan Bappeda Tahun 2009... 3.2 Capaian Kinerja Bappeda ... 3.3 Permasalahan dan Upaya Penanganan... 3.4 Kebijakan Bappeda Tahun 2009... 25 27 30 31 BAB IV PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2009……… 32

4.1. Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2009 …... 4.2. Rencana Kegiatan Bappeda Tahun 2009... 32 34 BAB V PENUTUP………. 62

(4)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sejak ditetapkannya Undang–undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan Undang-undang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyusun RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2005-2010 yang menjadi acuan Perangkat Daerah dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bandung menyusun pedoman pelaksanaan kegiatan tahunan dalam bentuk Rencana Kerja (Renja) BAPPEDA Tahun 2009.

1.1.1. Visi dan Misi Kabupaten Bandung

Berdasarkan potensi, permasalahan dan peluang yang dimiliki Kabupaten Bandung dengan memperhatikan nilai-nilai visi daerah, aspirasi dan dinamika yang berkembang, visi Kabupaten Bandung Tahun 2005-2010 adalah:

”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bandung yang Repeh Rapih

Kertaraharja, melalui Akselerasi Pembangunan Partisipatif yang Berbasis Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan, dengan Berorientasi Pada Peningkatan Kinerja Pembangunan Desa”

Makna dari Visi tersebut adalah:

Repeh Rapih Kertaraharja adalah tujuan yang ingin dicapai yaitu suatu

kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang hidup dalam keadaan aman, tertib, tenteram, damai, sejahtera dan senantiasa berada dalam lindungan, bimbingan dan rahmat Allah SWT.

Akselerasi pembangunan atau percepatan pembangunan adalah segala

upaya yang dilakukan untuk membuat proses pembangunan lebih cepat, sehingga manfaatannya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Percepatan pembangunan tersebut mengandung maksud menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif bagi cepatnya pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Bandung.

Partisipatif merupakan pendekatan yang diterapkan dalam upaya

pencapaian tujuan, dengan pengertian bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk berperan aktif dalam keseluruhan proses pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Sesuai dengan paradigma kepemerintahan yang baik bahwa kedudukan masyarakat dalam pembangunan adalah sebagai subjek yang turut menentukan arah pembangunan sesuai dengan prakarsa, tuntutan, kehendak dan kebutuhannya secara proporsional dan bertanggungjawab.

Religius mengandung pengertian bahwa nilai-nilai, norma, semangat dan

kaidah agama, khususnya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas mayoritas Kabupaten Bandung, harus menjiwai, mewarnai, menjadi ruh dan pedoman seluruh aktivitas kehidupan, termasuk penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan hidup beragama.

(5)

Kultural mengandung pengertian bahwa nilai-nilai budaya Sunda yang

baik, melekat dan menjadi jati diri masyarakat Kabupaten Bandung, harus tumbuh dan berkembang seiring dengan laju pembangunan, serta menjadi perekat keselarasan dan stabilitas sosial. Pengembangan budaya Sunda tersebut dilakukan dengan tetap menghargai pluralitas kehidupan masyarakat secara proporsional.

Berwawasan Lingkungan mengandung pengertian dan kepedulian yang

tinggi terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan yang didasari oleh kesadaran akan fungsi strategis lingkungan terhadap keberlangsungan hidup manusia. Daya dukung dan kualitas lingkungan harus menjadi acuan utama segala aktivitas pembangunan, agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman, dan berkelanjutan.

Peningkatan Kinerja Pembangunan Desa mengandung pengertian,

bahwa pembangunan di Kabupaten Bandung harus memberikan perhatian yang besar dan sungguh–sungguh terhadap pengembangan desa, peningkatan kualitas kinerja pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Desa yang dalam susunan pemerintahan merupakan unit pemerintahan terendah adalah ujung tombak pembangunan daerah dan lokus yang menjadi muara seluruh aktifitas pembangunan.

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Bandung diatas, dirumuskan 8 (delapan) misi sebagai berikut :

1. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik;

2. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tenteram dan Dinamis;

3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia;

4. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat; 5. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa; 6. Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda;

7. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan; 8. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa.

1.1.2. Kondisi Umum Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung secara geografis terletak pada koordinat 1070 22’-1080 5’ Bujur Timur dan 60 41’ – 70 19’ Lintang Selatan. Terletak pada ketinggian 110 meter sampai 2.429 meter di atas permukaan laut dengan luas wilayah 1.768,22 Km2 (RTRW Kabupaten Bandung, 2007).

Batas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Bandung di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang ; sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kota Bandung; di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Sumedang; serta sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Cianjur dan di bagian tengah terletak Kota Bandung dan Kota Cimahi. Secara administrasi Kabupaten Bandung terbagi atas 31 Kecamatan, 9 Kelurahan, dan 266 Desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 3.112.462 jiwa (Suseda Kabupaten Bandung, 2007)

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung pada kurun waktu 2006 sampai dengan 2007 hanya meningkat sebesar 0,12 poin yaitu pada tahun 2007 LPE Kabupaten Bandung mencapai 5,92 % sedangkan tahun 2006 sebesar 5,80 %. Selama periode tahun 2007, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau

(6)

Nilai Tambah Bruto yang dihitung Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Bandung mencapai Rp. 33,32 trilyun atau mengalami peningkatan sebesar 13,21% dibanding dibandingkan tahun 2006, yakni sebesar Rp. 29,43 trilyun. Inflasi pada tahun 2007 mencapai 6,89%, relatif lebih rendah bila dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 9,11 %. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku mengalami kenaikan sebesar 10,21% yaitu dari Rp. 10.134.616 di tahun 2006 menjadi Rp. 11.170.277 pada tahun 2007, sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan tumbuh sebesar 3,12% yaitu dari Rp. 6.074.414 tahun 2006 menjadi Rp. 6.263.715 pada tahun 2007.

Dengan peningkatan pendapatan perkapita sebagaimana diuraikan di atas, ternyata berbanding lurus dengan terdapatnya kenaikan daya beli masyarakat Kabupaten Bandung yang diukur melalaui konsumsi perkapita pertahun. Pada tahun 2007 daya beli masyarakat Kabupaten Bandung sebesar Rp. 556.390,00/kapita pertahun yang mengalami peningkatan dari tahun 2006 yang capaiannya sebesar Rp. 541.930,00/kapitapertahun.

Disamping itu, indikator makro sosial yang dijadikan penilaian bagi keberhasilan pembangunan antara lain adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Melek Huruf (AMH).

Pencapaian AHH tahun 2007 adalah sebesar 67,90 tahun (dengan nilai indeks 71,50), mengalami peningkatan jika dibandingkan AHH tahun 2006 sebesar 66,98 tahun.

AMH Kabupaten Bandung tahun 2007 tercatat sebesar 98,71% mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun 2006 sebesar 98,70%.

Berdasarkan perkembagan indikator makro ekonomi dan makro sosial tersebut di atas yang merupakan komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ternyata capaian IPM tahun 2007 dengan perhitungan pada 31 Kecamatan adalah sebesar 71,88 poin, mengalami peningkatan dari capaian tahun 2006 sebesar 70,11 poin yang mana pada waktu itu jumlah Kecamatan masih sebanyak 45 Kecamatan. Capaiaan dari komponen-komponen IPM tahun 2005 s/d 2007 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.1

Pencapaian Komponen IPM Kabupaten Bandung Tahun 2005-2007

No Komponen Realisasi 2005 Realisasi 2006 Realisasi 2007

1 Angka Harapan Hidup

(AHH) 66,23 thn 66,98 thn 67,90 thn

2 Angka Melek Huruf

(AMH) 98,65 % 98,70 % 98,75 % 3 Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 8,26 thn 8,39 thn 8,58 thn 4 Daya Beli (Rp)/ kapita/ tahun. 536.490 541.930 556.390 IPM 69.16 70,11 71,88

(7)

1.1.3. Isu dan Masalah Strategis Kabupaten Bandung

Berdasarkan dari analisis makro ekonomi dan makro sosial di atas, maka dapat tergambarkan masih adanya berbagai permasalahan yang dialami Pemerintah Kabupaten Bandung khususnya terhadap deviasi proyeksi yang ditargetkan pada tahun 2007.

Secara umum permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bandung pada saat ini masih relevan dengan isu yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bandung, yaitu:

1. Makin lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai religius, sosial dan budaya.

2. Kualitas pendidikan masih relatif rendah, disebabkan antara lain belum tercapainya target RLS, kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan pendidikan, persebaran dan kesejahteraan tenaga pendidik yang belum memadai.

3. Kualitas pelayanan kesehatan, kesadaran hidup bersih dan sehat, serta kualitas kesehatan lingkungan yang masih relatif rendah.

4. Jumlah penduduk miskin masih relatif tinggi yang disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran, rendahnya tingkat pendapatan dan tingginya LPP. 5. Koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dalam penyelenggaraan

pemerintahan, dan belum optimalnya aplikasi konsep pembangunan partisipatif.

6. Kualitas pelayanan publik belum optimal disebabkan antara lain oleh terbatasnya kualitas sumberdaya manusia aparatur, kinerja birokrasi, SPM, dan sarana dan prasarana yang belum memadai.

7. Masih rendahnya keterpaduan pemanfaatan ruang kota, seperti terminal, pasar dan sistem transportasi sehingga menyebabkan kesemrawutan kota dan kemacetan lalu lintas.

8. Menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan ditandai dengan meningkatnya pencemaran air dan udara serta masalah lingkungan lainnya seperti banjir dan longsor, yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran, perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan, aktivitas pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, rendahnya efektivitas penataan ruang dan lemahnya pengawasan dan pengendalian.

9. Rendahnya kinerja pembangunan desa, disebabkan kualitas SDM, sarana prasarana perdesaan, pemanfaatan ruang kawasan pedesaan, lemahnya kelembagaan desa dan belum teralokasikannya sumber keuangan desa secara memadai.

Dari ke sembilan isu tersebut di atas, bercermin dari permasalahan yang berkembang pada tahun-tahun sebelumnya, maka Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan 8 (delapan) prioritas program pembangunan pada tahun 2009, yaitu:

1. Prioritas Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kependidikan, peningkatan sarana/prasarana pendidikan dan penuntasan wajar dikdas 9 tahun.

(8)

2. Prioritas Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan kesadaran budaya sehat, peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, peningkatan sarana/prasarana kesehatan, dan perbaikan gizi masyarakat.

3. Prioritas Peningkatan ketersediaan dan kualitas prasarana sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang kota dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairah investasi serta aktivitas ekonomi lainnya.

4. Prioritas Peningkatan kualitas, daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencegahan dini terhadap bencana.

5. Prioritas Peningkatan kinerja pembangunan desa, melalui peningkatan kapasitas pemerintahan desa, peningkatan keberdayaan masyarakat desa, pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan perdesaan, serta pengembangan alokasi dana pembangunan desa (ADPD).

6. Peningkatan perekonomian daerah, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat (UMKM), revitalisasi pertanian, pengembangan industri manufaktur dan pengembangan iklim usaha yang kondusif.

7. Penguatan dan peningkatan koordinasi dan sinergitas seluruh stakeholder dalam pengawasan dan penegakkan hukum.

8. Prioritas ini akan diimplementasikan dengan urusan:

9. Penguatan peran dan fungsi lembaga, dan ormas keagamaan dengan pilar pesantren, masjid, madrasah, majelis talim

10. Prioritas ini akan diimplementasikan dengan urusan:

1.2 Tugas Pokok, Fungsi, dan Kewenangan BAPPEDA 1.2.1. Tugas dan Pokok

Tugas Pokok BAPPEDA Kabupaten Bandung adalah memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan statistik.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, BAPPEDA Kabupaten Bandung mempunyai Fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan.

b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan.

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah.

d. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Selanjutnya, tugas pokok pada BAPPEDA Kabupaten Bandung diuraikan kedalam masing-masing sub unit kerja, yaitu:

1. Kepala Badan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan statistik.

(9)

2. Sekretariat

Sekretariat yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi pengkoordinasian penyusunan program, pengelolaan umum dan kepegawaian serta pengelolaan keuangan.. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Sekretaris menyelenggarakan fungsi :

a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan pelayanan kesekretariatan.

b. Penetapan rumusan kebijakan koordinasi penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu.

c. Penetapan rumusan kebijakan penyusunan rencana strategis Badan. d. Penetapan rumusan kebijakan pelayanan administrasi Badan.

e. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi umum dan kerumahtanggaan.

f. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan ketatalaksanaan serta hubungan masyarakat.

g. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian. h. Penetapan rumusan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan.

i. Penetapan rumusan kebijakan pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan pelaksanaan tugas badan.

j. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas Badan.

k. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian penyusunan dan penyampaian bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas badan.

l. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan. m. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan.

n. Pelaksanan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

o. Pelaksanaan koordinasi/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga pihak ketiga di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan.

Sekretariat, membawahkan:

a) Sub Bagian Penyusunan Program;

Sub Bagian Penyusunan Program dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas, pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program Badan. Dalam melaksanakan tugas pokok dimaksud, Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai fungsi :

1) Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program kerja Badan.

2) Penyusunan rencana operasional dan koordinasi kegiatan dan program kerja Badan.

3) Pelaksanaan Penyusunan rencana strategis Badan.

4) Pelaksanaan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan penunjang pelaksanaan tugas.

5) Pelaksanaan penyusunan rencana kegiatan pemerintah daerah (RKPD) Badan.

(10)

7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

8) Pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja dengan sub unit kerja lain lingkungan Badan.

b) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan, merencanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan administrasi umum dan kerumahtanggaan serta administrasi kepegawaian. Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan administrrasi umum dan kerumahtanggaan serta administrasi kepegawaian.

2) Pelaksanaan penerimaan, pendistribusian dan pengiriman surat-surat, naskah dinas dan pengelolaan dokumentasi dan kearsipan.

3) Pelaksanaan pembuatan dan pengadaan naskah dinas.

4) Pelaksanaan pengelolaan dan penyiapan bahan pembinaan dokumentasi dan kearsipan kepada unit kerja di lingkungan Badan. 5) Penyusunan dan penyiapan pengelolaan dan pengendalian

administrrasi perjalanan dinas.

6) Pelaksanaan pelayanan keprotokolan dan penyelenggaraan rapat-rapat dinas.

7) Pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat.

8) Pelaksanaan pengurusan kerumahtanggaan, keamanan dan ketertiban kantor.

9) Pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan serta pengelolaan lingkungan kantor,gedung kantor, kendaraan dinas dan aset lainnya. 10) Penyusunan dan penyiapan rencana kebutuhan sarana prasarana

perlengkapan Kantor.

11) Pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan inventarisasi perlengkapan Kantor.

12) Penyusunan bahan penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan pelaksanaan tugas Badan.

13) Pelaksanaan pengelolaan perpustakaan dan pendokumentasian peraturan perundang-undangan.

14) Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pemeliharan data serta dokumentasi kepegawaian.

15) Penyusunan dan penyiapan rencana kebutuhan formasi dan mutasi pegawai.

16) Penyusunan dan penyiapan bahan administrasi kepegawaian yang meliputi kenaikan pangkat, gaji berkala, pensiun, kartu pegawai, karis/karsu, taspen, askes dan penghargaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai.

17) Penyusunan dan penyiapan pegawai untuk mengikuti pendidikan/pelatihan struktural, teknis dan fungsional serta ujian dinas.

18) Fasilitasi pembinaan umum kepegawaian dan pengembangan karier serta disiplin pegawai.

19) Penyusunan dan penyiapan pengurusan administrasi pensiun dan cuti pegawai.

(11)

20) Pengkoordinasian penyusunan administrasi DP-3, DUK, sumpah/janji pegawai.

21) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

22) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tuigas dan fungsinya.

23) Pelaksanaan koordinasi pelayanan administrasi umum dan kerumahtanggaan serta administrasi kepegawaian dengan unit kerja lain di lingkungan Badan.

c) Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan administrasi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Badan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok dimaksud, Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan progream kerja operasional kegiatan pengelolaan administrasi dan pertanggungjawaban pengelolaan Keuangan Badan.

2) Pelaksanaan pengumpulan bahan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan Badan.

3) Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan anggaran pendapatan dan belanja.

4) Pelaksanaan penyusunan dan pengkoordinasian pembuatan dsaftar gaji serta tambahan penghasilan pegawai negeri sipil.

5) Perencanaan operasional kegiatan penyusunan rencana dan program administrasi pengelolaan keuangan.

6) Pelaksanaan penatausahaan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja Badan.

7) Pelaksanaan pembinaan administrasi keuangan dan penyiapan bahan pembinaan administrasi akutansi anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan Badan.

8) Penyiapan bahan pertanggungjawaban pengeloaan anggaran pendapatan dan belanja.

9) Penyiapan bahan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan Badan.

10) Pelaksanaan penyusunan rencana penyediaan fasilitas pendukung pelaksaan tugas pengelolan keuangan.

11) Pelaksanaan koordinasi teknis perumusan penyusunan rencana dan dukungan anggaran pelaksanaan tugas Badan.

12) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

13) Pelaksanaan tugas kedinasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

14) Pelaksanaan koordinasi pengelolaan administrasi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

(12)

3. Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan.

Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang perencanaan pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan yang meliputi perencanaan pembangunan keagamaan, kesejahteraan, pendidikan, pemuda dan olah raga, kependudukan, tenaga kerja dan pemerintahan.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Perencanaan pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan mempunyai fungsi:

a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja penyusunan, perencanaan pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

b. Penetapan perumusan petunjuk pelaksana, pedoman dan standar perencanaan dan pengendalian pembngunan daerah di bidang kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

c. Penetapan perumusan kerjasama pembangunan antar daerah, daerah dengan swasta, baik dalam maupun luar negeri di bidang kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

d. Penetapan perumusan kebijakan teknis perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

e. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

f. Penetapan perumusan penyusunan dan pengelolaan kebijakan perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan. g. Penetapan perumusan penyusunan usulan program pembangunan

kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

h. Pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kesejahteraan sosial dan pemerintahan.

i. Perumusan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan kesejahteraan soaial dan pemerintahan.

j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

k. Pelaksanaan koordinasi/ kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/ instansi/ lembaga atau pihak ketiga dibidang perencanaan pembangunan kesejahteraansosial dan pemerintahan.

Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan membawahkan :

a) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di bidang kesejahteraan sosial. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi :

(13)

1) Penyusunan rencana program kerja operasional kegiatan pelayanan penyusunan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah dibidang Kesejahteraan sosial.

2) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan petunjuk pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah dibidang kesejahteraan sosial.

3) Pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di bidang kesejahteraan sosial.

4) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah kecamatan/desa di bidang kesejahteraan sosial.

5) Pelaksanaan SPM di bidang kesejahteraan sosial.

6) Pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah kabupaten dan antara daerah kabupaten dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang kesejahteraan sosial.

7) Pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah di bidang kesejahteraan sosial.

8) Pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah dan antara daerah dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang kesejahteraan sosial; 9) Fasilitasi bimbingan, supervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan

antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/desa dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang kesejahteraan sosial;

10) Pelaksanaan penyusunan usulan program pembangunan tahunan perencanaan dan pengendalianpem bangunan kesejahteraan sosial; 11) Pelakasanaan evaluasi dan moitoring pelaksanaan perencanaan dan

pengendalian pembanugnan kesejahteraan sosial;

12) Pelaksanaan inventarisasi dan pengkajian potensi kondisi perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial;

13) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

14) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;

15) Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pengendalian pembangunan kesejahteraan sosial dengan sub unit kerja lain diu lingkungan Badan.

b) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah dibidang pemerintahan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana program kerja operasional kegiatan pelayanan penyusunan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di bidang Pemerintahan.

(14)

2) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan petunjuk pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah dibidang pemerintahan.

3) Pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di bidang pemerintahan.

4) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah kecamatan/desa di bidang pemerintahan.

5) Pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah dan antara daerah dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang pemerintahan.

6) Fasilitasi bimbingan, supervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/desa dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang pemerintahan.

7) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

8) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

9) Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pengendalian pemerintahan dengan sub unit kerja lain diu lingkungan Badan.

4. Bidang Perencanaan Pembangunan Perekonomian

Bidang Perencanaan Pembangunan Perekonomian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang perencanaan pembangunan perekonomian yang meliputi perencanaan pembangunan pertanian dan pertambangan serta industri, perdagangan, kopedrasi dan UKM.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Perencanaan pembangunan Perekonomian mempunyai fungsi:

a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan perekonomian.

b. Penetapan petunjuk pelaksanaan, pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah di bidang perekonomian.

c. Penetapan pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah, dengan swasta, baik dalam dan luar negeri di bidang perekonomian.

d. Penyelenggaraan dan perumusan kebijakan teknis penyusunan, pengeloaan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan perekonomian.

e. Pengkoordinasian penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan kebijakan perencanaan pembangunan perekonomian.

f. Penyelenggaraan penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan perekonomian.

g. Penyelenggaraan penyusunan usulan program pembangunan perekonomian.

(15)

i. Evaluasi pelaksanaan tugas penyusunan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan pembangunan perekonomian.

j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidng tugas dan fungsinya.

k. Pelaksanaan koordinasi/ kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/ instansi/lembaga atau pihak ketiga dibidang perencanaan pembangunan perekonomian.

Bidang Perencanaan Pembangunan perekonomian membawahkan : a) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pertanian dan

Pertambangan

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pertanian dan Pertambangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas perencanaan dan pengendalian pembangunan pertanian dan pertambangan . Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pertanian dan Pertambangan mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana program kerja operasional kegiatan pelayanan perencanaan dan pengendalian pembangunan pertanian dan pertambangan.

2) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan petunjuk pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan di bidang pertanian dan pertambangan.

3) Pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di bidang pertanian dan pertambangan.

4) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah kecamatan/desa di bidang pertanian dan pertambangan.

5) Pelaksanaan SPM di bidang pertanian dan pertambangan.

6) Pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah kabupaten dan antara daerah kabupaten dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang pertanian dan pertambangan.

7) Pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah di bidang pertanian dan pertambangan.

8) Fasilitasi bimbingan, supervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/desa dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang pertanian dan pertambangan.

9) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

10) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

11) Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pengendalian pembangunan pertanian dan pertambangan dengan sub unit kerja lain dilingkungan Badan.

(16)

b) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas perencanaan dan pengendalian pembangunan perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan program kerja kegiatan perencanaan dan pengendalian pembangunan perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

2) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan petunjuk pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

3) Pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

4) Penyusunan rumusan kebijakan penetapan pedoman dan standar perencanaan pembangunan daerah kecamatan/desa di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

5) Pelaksanaan SPM di bidang Pelaksanaan SPM di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

6) Pelaksanaan kerjasama pembangunan antar daerah kabupaten dan antara daerah kabupaten dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

7) Pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

8) Fasilitasi bimbingan, supervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan antar kecamatan/desa dan antara kecamatan/desa dengan swasta, dalam dan luar negeri di bidang perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM.

10) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

11) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

12) Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pengendalian pembangunan perindustian, perdagangan, koperasi dan UKM dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

(17)

5. Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik

Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang fisik yang meliputi perencanaan pembangunan tata ruang, lingkungan hidup dan permukiman serta transportasi dan pengelolaan SDA.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Perencanaan pembangunan Fisik mempunyai fungsi:

a. Penetapan penyusunan program kerja kegiatan perencanaan dan pengendalian pembangunan fisik.

b. Penetapan penyusunan program kerja kegiatan perencanaan dan pengendalian pembangunan fisik.

c. Penyelenggaraan kegiatan penyusunan perencanaan dan dan pengendalian pembangunan fisik.

d. Penyelenggaraan pengkoordinasian penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang di bidang fisik. e. Pelaporan pelaksanaan tugas penyusunan perencanaan pembangunan

fisik.

f. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring terhadap kegiatan perencanaan pembangunan fisik.

g. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidng tugas dan fungsinya.

h. Pelaksanaan koordinasi/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/ instansi/lembaga atau pihak ketiga dibidang perencanaan pembangunan fisik.

Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik membawahkan:

a) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Tata Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup dan Permukiman.

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas perencanaan dan pengendalian pembangunan tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman mempunyai fungsi:

1) Penyusunan program kerja kegiatan perencanaan pembangunan tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

2) Penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pedoman standard perencanaan pembangunan di bidang tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

3) Penyusunan perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang di bidang perencanaan pembangunan di bidang tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

(18)

4) Pengkoordinasian perencanaan danpelaksanaan kegiatan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang di bidang tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

5) Pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan bidang tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

6) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan perencanaan pembangunan di bidang tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman.

7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

8) Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pengendalian pembangunan tata ruang, pertanahan, lingkungan hidup dan permukiman dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

b) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Transportasi dan Pengeloaan SDA

Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Transportasi dan pengelolaan SDA dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas perencanaan dan pembangunan transportasi dan pengelolaan SDA. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Perencanaan Pembangunan transportasi dan pengelolaan SDA mempunyai fungsi:

1) Penyusunan program kerja kegiatan perencanaan pembangunan transportasi dan pengelolaan SDA.

2) Penyusunan petunjuk pelaksanaan dan pedoman standar perencanaan pembangunan daerah bidang transportasi dan pengelolaan SDA.

3) Penyelenggaraan kegiatan penyusunan perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang bidang transportasi dan pengelolaan SDA. 4) Pengkoordinasian penyusunan perencanaan jangka pendek, menengah

dan panjang di bidang transportasi dan pengelolaan SDA.

5) Pelaksanaan evaluasi, monitoring dan pelaporan kegiatan perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang di bidang transportasi dan pengelolaan SDA.

6) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

7) Pelaksanaan koordinasi perencanaan pembagunan transportasi dan pengelolaan SDA dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

(19)

6. Bidang Statistik dan Evaluasi

Bidang Statistik dan Evaluasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas-tugas di bidang penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi yang meliputi pengelolaan data statistik serta evaluasi pelaporan;.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Perencanaan Statistik dan Evaluasi mempunyai fungsi:

a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

c. Pengkoordinasian teknis monitoring dan evaluasi.

d. Perumusan Sasaran pelaksanaan tuga di bidang penyususnan, pengeloaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

e. Pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

f. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidng tugas dan fungsinya.

i. Pelaksanaan koordinasi/ kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/ instansi/ lembaga atau pihak ketiga dibidang penyusunan, pengelolaan dan pelayanan statistik dan evaluasi.

Bidang Perencanaan Data dan Statisik membawahkan: a) Sub Bidang Data Statistik

Sub Bidang Data Statistik dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pengelolaan data dan pelayanan statistik.Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Data Statistik mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan pengelolaan data dan pelayanan statistik.

2) Pelaksanaan kerjasama antar lembaga untuk mengembangkan statistik; 3) Pelaksanaan pengumpulkan, updating dan analisa data/ informasi

capaian target kinerja pembangunan daerah.

4) Pengumpulan dan pengolahan data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan daerah.

5) Pelaksanaan analisa data informasi perencanaan pembangunan daerah. 6) Pelaksanaan penyusunan profil daerah.

7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

(20)

8) Pelaksanaan koordinasi pelayanan pengelolaan data dan pelayanan statistik dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

b) Sub Bidang Evaluasi dan Pelaporan

Sub Bidang Perencanaan evaluasi dan pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengelolaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pembangunan daerah.Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Evaluasi dan pelaporan mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana program kerja operasional kegiatan evaluasi dan pelaporan pelaksamaan perencanaan pembangunan daerah.

2) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah.

3) Penyusunan analisa evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah tahunan.

4) Penyusunan analisa evaluasi pelaksanaan RPJMD.

5) Penyusunan dan pengumpulan laporan evaluasi pelaksanaan pembangunan triwulan daerah.

6) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

8) Pelaksanaan koordinasi pelayanan dan pengelolaan evaluasi dan pelaporan dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

7. Bidang Penelitian dan Pengembangan

Bidang Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan pembangunan daerah yang meliputi penelitian pembangunan sosial dan ekonomi serta fisik dan prasarana. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, bidang penelitian dan pengembangan mempunyai fungsi :

a. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

b. Penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

c. Perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

d. Penyelenggaraan kerjasama penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

e. Penyelenggaraan koordinasi penelitian anggaranaerah.

f. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

g. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

(21)

h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

i. Pelaksanaan koordinasi /kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi /lembaga atau pihak ketiga di bidang penyusunan, pengelolaan dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan pembangunan daerah.

Bidang Penelitian dan Pengembangan membawahkan: a) Sub Bidang Sosial dan Ekonomi

Sub Bidang Sosial dan Ekonomi dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan Pengembangan di bidang Sosial dan Ekonomi. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang Sosial dan Ekonomi mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan penelitian dan pengembangan di bidang sosial dan perekonomian.

2) Pelaksanaan rumusan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan di bidang sosial dan perekonomian.

3) Pelaksanaan penyusunan penelitian dan pengembangan di bidang sosial dan perekonomian.

4) Pelaksanaan koordinasi penelitian anggaran daerah di bidang sosial dan perekonomian.

5) Pelaksanaan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang sosial dan perekonomian.

6) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

8) Pelaksanaan koordinasi pelayanan penelitian dan pengembangan d bidang sosial dan perekonomian sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

b). Sub Bidang Fisik dan Prasarana

Sub Bidang Fisik dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan penelitian dan pengembangan di bidang fisik dan prasarana. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Sub Bidang fisik dan prasarana mempunyai fungsi:

1) Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan penelitian dan pengembangan di bidang fisik dan prasaran. 2) Pelaksanaan rumusan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan

di bidang fisik dan prasarana.

3) Pelaksanaan penyusunan penelitian dan pengembangan di bidang fisik dan prasarana.

(22)

4) Pelaksanaan koordinasi penelitian anggaran di bidang fisik dan prasarana.

5) Pelaksanaan kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang fisik dan prasarana.

6) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

7) Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

8) Pelaksanaan koordinasi pelayanan penelitian dan pengembangan di bidang fisik dan prasarana dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan.

8. Kelompok Jabatan Fungsional

Pengaturan tugas pokok dan fungsi Kelompok Jabatan Fungsional akan diatur lebih lanjut setelah dibentuk dan ditetapkan jenis dan jenjangnya oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1.2.2. Fungsi

BAPPEDA Kabupaten Bandung mempunyai Fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan.

b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan.

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah.

d. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1.2.3. Kewenangan

Pembentukan Organisasi Badan perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung di tetapkan dalam Peraturan Daerah kabupaten Bandung Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung.

Kedudukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten

Bandung, untuk selanjutnya disingkat BAPPEDA Kabupaten Bandung, merupakan Lembaga Teknis Daerah sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung.

(23)

1.2.4. StrukturOrganisasi dan Pejabat Stuktural

Struktur Organisasi BAPPEDA Kabupaten Bandung berdasarkan Peraturan Daerah kabupaten Bandung Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung. Struktur organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kabupaten Bandung diisi oleh susunan kepegawaian sebagai berikut :

1) Kepala Badan

Merupakan pimpinan instansi dengan eselon II/b

2) Sekretaris

Merupakan pimpinan sekretariat dengan esselon III/a, yang membawahkan para kepala Sub bagian dengan esselon IV/a, terdiri dari :

a) Kepala Sub Bagian Penyusunan Program. b) Kepala Sub Bagian

c) Kepala Sub Bagian Keuangan

3) Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan

Merupakan pimpinan Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pemerintahan dengan esselon III/b, yang membawahkan para kepala sub bidang dengan esselon IV/a terdiri dari :

a) Kepala Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Sosial. b) Kepala sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan

4) Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Perekonomian

Merupakan pimpinan Bidang Perencanaan Pembangunan Perekonomian dengan esselon III/b, yang membawahkan para kepala sub bidang dengan esselon IV/a terdiri dari :

a) Kepala Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Pertanian dan Pertambangan

b) Kepala sub Bidang Perencanaan Pembangunan Industri, Perdagangan, Koperasi dan UKM

5) Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik

Merupakan pimpinan Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik dengan esselon III/b, yang membawahkan para kepala sub bidang dengan esselon IV/a terdiri dari :

a) Kepala Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Tata ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup dan Permukiman.

b) Kepala Sub Bidang Perencanaan Pembangunan Transportasi dan Pengelolaan SDA.

(24)

6) Kepala Bidang Statistik dan Evaluasi

Merupakan pimpinan Bidang Statistik dan Evaluasi dengan esselon III/b, yang membawahkan para kepala sub bidang dengan esselon IV/a terdiri dari : a) Kepala Sub Bidang Data Statistik

b) Kepala Sub Bidang Evaluasi dan Laporan.

7) Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan

Merupakan pimpinan Bidang Penelitian dan Pembangunan dengan esselon III/b, yang membawahkan para kepala sub bidang dengan esselon IV/a terdiri dari :

a) Kepala Sub Bidang Sosial dan Ekonomi. b) Kepala Sub Bidang Fisik dan Prasarana.

8) Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari : a) Perencana

b) Peneliti

1.3 Sistematika Penyusunan

Rencana Kerja BAPPEDA Kabupaten Bandung Tahun 2009 ini disusun dengan Sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang, yang terdiri dari visi dan misi Kabupaten Bandung, kondisi umum Kabupaten Bandung, isu dan masalah strategis daerah, dan tugas pokok, fungsi dan kewenangan BAPPEDA, serta sistematika penyusunan.

BAB II : VISI DAN MISI BAPPEDA

Bab ini menjelaskan visi dan misi BAPPEDA. BAB III : KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009

Bab ini menjelaskan program dan kegiatan BAPPEDA tahun 2009, capaian kinerja BAPPEDA tahun sebelumnya, permasalahan dan upaya penanganan, serta kebijakan BAPPEDA tahun 2009

BAB IV : PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2009

Bab ini menjelaskan program dan kegiatan tahun 2009, rencana kegiatan BAPPEDA, rencana kegiatan lintas SKPD, lintas pelaku dan lintas wilayah pada tahun 2009

BAB V : PENUTUP

Bab ini menjelaskan kaidah pelaksanaan kegiatan, penegasan komitmen BAPPEDA terhadap pelaksanaan Renstra BAPPEDA tahun 2006-2010, dan penegasan Renja BAPPEDA pada tahun 2009.

(25)

BAB II

VISI DAN MISI BAPPEDA

2.1. Visi BAPPEDA

Memperhatikan Visi Kabupaten Bandung yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta dengan memperhatikan perubahan paradigma dan peranan perencana pada masa yang akan datang, maka Visi BAPPEDA Kabupaten Bandung Tahun 2006-2010 adalah

“Badan Perencana yang Profesional untuk Mewujudkan Perencanaan Pembangunan yang Berkualitas secara Transparan, Partisipatif, dan Akuntabel”.

Adapun maknanya adalah sebagai berikut :

1. Profesional : Memiliki keahlian/kemampuan, mendapat pengakuan (kompetensi), menguasai informasi, berpikir sistematik/rasional, produktif, berdisiplin, bekerja efisien dan efektif.

2 Berkualitas : Memiliki karakteristik yang baik, dapat terukur dengan parameter yang ditetapkan

3. Transparan : Seluruh tahapan perencanaan pembangunan dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh publik

4. Partisipatif : Keterlibatan stakehoders secara aktif pada setiap tahapan perencanaan pembangunan.

5. Akuntabel : Seluruh tahapan perencanaan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

2.2. Misi BAPPEDA

Dalam mewujudkan visi tersebut, serta mendorong upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh unsur organisasi, maka dirumuskan Misi BAPPEDA Kabupaten Bandung yang di dalamnya mengandung tujuan organisasi serta sasaran yang ingin dicapai. Selain sebagai penjabaran dari visi, rumusan misi tersebut juga menggambarkan tugas pokok dan fungsi BAPPEDA.

Adapun rumusan Misi BAPPEDA Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Profesionalisme Perencana

2. Meningkatkan Transparansi, Partisipasi, dan Akuntabilitas Perencanaan Pembangunan Daerah.

3. Meningkatkan Kualitas Produk Perencanaan Pembangunan.

Untuk mewujudkan misi BAPPEDA Kabupaten Bandung, maka perlu dijabarkan kembali menjadi tujuan dan sasaran strategis yang lebih operasional.

(26)

Misi pertama BAPPEDA Kabupaten Bandung yaitu Meningkatkan

Profesionalisme Perencanaan. Tujuan dari misi tersebut adalah Meningkatkan kinerja BAPPEDA, dengan sasaran:

 Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Perencana

 Meningkatkan sarana dan prasarana

Misi kedua yaitu: Meningkatkan Transaparansi, Partisipasi, dan

Akuntabilitas Perencanaan Pembangunan Daerah. Tujuan dari misi tersebut adalah Menyusun kerangka regulasi perencanaan pembangunan yang partisipatif; Menyusun kerangka regulasi prosedur penyusunan APBD; serta Menyusun kerangka prosedur monitoring dan evaluasi pembangunan, dengan sasaran:

 Terwujudnya keterpaduan antar sektor, dan wilayah;

 Terwujudnya alokasi anggaran sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran;

 Tercapainya sasaran fungsional kegiatan pembangunan.

Misi ketiga yaitu Meningkatkan Kualitas Produk Perencanaan Pembangunan. Tujuan dari misi tersebut adalah Meningkatnya penyusunan produk perencanaan

pembangunan daerah yang komprehensif dan implementatif; serta Meningkatnya kualitas produk perencanaan pembangunan, dengan sasaran:

 Meningkatnya kualitas data

 Meningkatnya monitoring dan evaluasi

 Meningkatnya penelitian dan pengembangan

 Meningkatnya koordinasi perencanaan pembangunan

Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran pada Renstra BAPPEDA Kabupaten Bandung Tahun 2006-2010 adalah sebagai berikut:

1) Misi pertama

a) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM

Perencana, dengan strategi:

 Pembinaan Perencanaan

b) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatkan sarana dan prasarana, dengan

strategi:

 Pengadaan sarana dan prasarana

2) Misi kedua

a) Sasaran yang ditetapkan adalah Terwujudnya keterpaduan antar sektor, dan

wilayah, dengan strategi:

 Meningkatkan dan menyempurnakan prosedur yang terkait dengan perencanaan pembangunan

b) Sasaran yang ditetapkan adalah Terwujudnya alokasi anggaran sesuai

kebutuhan dan kemampuan anggaran, dengan strategi:

 Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penganggaran

c) Sasaran yang ditetapkan adalah Tercapainya sasaran fungsional kegiatan

pembangunan, dengan strategi:

 Meningkatkan indikator dan penilaian monev

(27)

3) Misi ketiga

a) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatnya kualitas data, dengan strategi:

 Meningkatkan ketersediaan data yang akurat.

b) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatnya monitoring dan evaluasi,

dengan strategi:

 Meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan.

c) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatnya penelitian dan

pengembangan, dengan strategi:

 Meningkatkan penelitian dan pengembangan yang aplikatif.

d) Sasaran yang ditetapkan adalah Meningkatnya koordinasi perencanaan

pembangunan, dengan strategi:

(28)

BAB III

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009

Dalam mewujudkan pencapaian visi dan misi BAPPEDA, perlu dilakukan kebijakan operasional dalam bentuk program dan kegiatan yang dapat memberikan arah dan kesatuan konsep pembangunan dalam Tahun 2009.

Adapun program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 mengacu pada nomenklatur yang tertuang dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yaitu terdiri dari Program dan Kegiatan Pada Setiap SKPD serta Program dan Urusan Wajib serta Urusan Pilihan Pada Setiap SKPD, yang diuraikan sebagai berikut:

3.1 Program dan Kegiatan BAPPEDA Tahun 2009.

Kebijakan operasional dalam menunjang perwujudan visi dan misi BAPPEDA, dalam Renstra BAPPEDA Tahun 2006-2010 direalisasikan melalui program dan kegiatan sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Penyediaan Jasa Surat Menyurat,

 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik,

 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor,

 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja,

 Penyediaan Alat Tulis Kantor,

 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan,

 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor,

 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor,

 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga,

 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Peraturan Perundang-undangan,

 Penyediaan Makanan dan Minuman,

 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah,

 Penyediaan Tenaga Pendukung Administrasi Teknis dan Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

(29)

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Kinerja dan ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD,

 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran,

 Penyusunan Laporan Prognosis Realisasi Anggaran,

 Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

6. Program Perencanaan Tata Ruang.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Survey dan Pemetaan,

7. Program Kerjasama Pembangunan

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Koordinasi Dalam Pemecahan Masalah-Masalah Daerah

8. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana.

9. Program Perencanaan Pembangunan Daerah.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Penyusunan Rancangan RKPD,

 Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ),

 Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

10. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi,

11. Program Perencanaan Sosial Budaya.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial Budaya.

 Koordinasi Penyusunan Masterplan Kesehatan.

12. Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Dst....(Koordinasi Perencanaan Pembangunan Prasarana Fisik dan Sumber Daya Alam),

 Dst....(Koordinasi Penyusunan Masterplan Pengendalian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (WISMP).

13. Program Pengembangan Data/informasi/statistik Daerah.

Program ini dimplementasikan kedalam Kegiatan yaitu:

 Pengolahan, updating dan analisis data dan statistik daerah.

(30)

3.2 Capaian Kinerja BAPPEDA

Hasil-hasil yang telah dicapai sesuai dengan tugas pokok dan fungsi BAPPEDA Kabupaten Bandung pada kegiatan tahun 2007 dan rencana kegiatan tahun 2008, meliputi berbagai hal yaitu :

Berdasarkan Renstra BAPPEDA Kabupaten Bandung Tahun 2006-2010, maka pada Tahun 2007 BAPPEDA Kabupaten Bandung telah melaksanakan 3 Misi, 3 Tujuan, 7 Sasaran, 7 Strategi, 7 Kebijakan, 16 Program dan 50 Kegiatan, yang terdiri dari 22 Kegiatan dan 5 Program pada Belanja Langsung Yang Ada Pada Setiap SKPD; dan 28 Kegiatan dan 11 Program pada Belanja Langsung Urusan Program dengan total biaya sebesar Rp. 13.554.464.100,00. Untuk lebih jelaskan dapat kami uraikan sebagai berikut: a. Belanja Tidak Langsung berupa Belanja Pegawai dengan target anggaran tahun 2007 sebesar Rp. 3.912.158.000,-, sedangkan realisasi sampai dengan akhir anggaran sebesar Rp. 3.757.790.111,00 atau 96,06%.

b. Belanja Langsung Yang Ada Pada Setiap SKPD terdiri dari 5 Program dan 22 Kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1.524.871.750,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.433.550.400,00 atau 94,01%.

c. Belanja Langsung Urusan Program terdiri dari 11 Program dan 28 Kegiatan yang dialokasikan sebesar Rp. 8.117.434.350,00 terealisasi sebesar Rp. 6,214,227,876,00 atau 76,55%.

Sedangkan pada Tahun Anggaran 2008 BAPPEDA Kabupaten Bandung akan melaksanakan kegiatan sebesar Rp. 10.240.595.150,00, terdiri dari:

a. Belanja Tidang Langsung sebesar Rp. 3.270.588.000,00 b. Belanja Langsung, teridiri dari:

 Belanja Langsung yang ada pada setiap SKPD sebesar Rp. 1.129.579.500,00

 Belanja Langsung Urusan Program sebesar Rp. 5.840.438.650,00 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel :

Rekapitulasi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung BAPPEDA Tahun Anggaran 2007 dan 2008

No Nama Kegiatan Tahun 2007 Tahun 2008 I. BELANJA TIDAK LANGSUNG 3,912,158,000 3,270,577,000

1 Gaji dan Tunjangan 2,266,058,000 1,906,677,000 2 Tambahan Penghasilan PNS 1,646,100,000 1,363,900,000

II. BELANJA LANGSUNG 9,642,306,100 6,970,018,150 A. BELANJA LANGSUNG YANG ADA

DI SETIAP SKPD.

1,524,871,750 1,129,579,500 1 Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran 1,026,964,600 783,923,000

1 Penyediaan jasa surat menyurat 7,953,000 4,464,000 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya

air dan listrik 28,800,000 68,200,000 3 Penyediaan jasa kebersihan kantor 39,974,660 31,450,000 4 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 21,972,000 17,000,000 5 Penyediaan alat tulis kantor 39,811,960 30,729,000 6 Penyediaan barang cetakan dan

(31)

No Nama Kegiatan Tahun 2007 Tahun 2008

7 Penyediaan komponen instalasi

listrik/penerangan bangunan kantor 14,966,600 4,344,000 8 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan

Kantor 197,162,700 78,950,000 9 Penyediaan peralatan rumah tangga 4,919,450 2,766,000 10 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan

perundang-undangan 20,575,000 21,815,000 11 Penyediaan bahan logistik kantor 49,095,000 - 12 Penyediaan makanan dan minuman 81,100,000 67,800,000 13 Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke

luar daerah 342,050,000 298,970,000 14 Penyediaan Tenaga Pendukung

Administrasi Teknis dan Perkantoran 154,050,000 124,800,000

2 Program peningkatan sarana dan

prasarana aparatur 336,339,750 265,470,000

1 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 129,619,750 61,550,000 2 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan

dinas/operasional 206,720,000 203,920,000

3 Program peningkatan disiplin aparatur 37,000,000 12,050,000

1 Pengadaan pakaian khusus hari-hari

tertentu 37,000,000 12,050,000

4 Program peningkatan kapasitas sumber

daya aparatur 35,000,000 12,500,000

1 Pendidikan dan pelatihan formal 35,000,000 12,500,000

5

Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

89,567,400 55,636,500

1 Penyusunan laporan capaian kinerja dan

ikhtisar realisasi kinerja SKPD 52,103,400 30,823,500 2 Penyusunan laporan keuangan semesteran 13,799,600 7,862,000 3 Penyusunan pelaporan prognosis realisasi

anggaran 11,899,600 7,906,000 4 Penyusunan pelaporan keuangan akhir

tahun 11,764,800 9,045,000

B. BELANJA LANGSUNG URUSAN

PROGRAM 8,117,434,350 5,840,438,650 1 Pendidikan

Program Peningkatan Mutu Pendidik

dan Tenaha Kependidikan

1

Kegiatan Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan dan Pelatihan Bagi pendidik dan Tenaga Pendidik

485,836,000 -

2 Penataan Ruang

Program Perencanaan Tata Ruang 1 Survey dan Pemetaan 485,831,000 492,268,300 2 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah

Gambar

Foto udara seluas + 6.562,5
Foto Udara seluas ± 6.562,5 ha dan Peta  Garis seluas ± 6.562, 5 ha dengan skala  1:1500       Foto Udara Peta Garis  6.562,5 6.562,5    Hasil :

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Kabupaten (RKPK) juga merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun

Rencana Kerja Tahunan 2021 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung merupakan bentuk pertanggungjawaban unit kerja terhadap pelaksanaan kegiatan tugas

melaksanakan dan mengoordinasikan pengumpulan dan pengolahan data administrasi program dalam rangka penyiapan data dan informasi bahan penyusunan rencana kerja daerah lingkup

Adapun maksud penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis Tahun 2021 adalah sebagai dokumen acuan dalam pelaksanaan tugas

Program : Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Kegiatan : - Penyusunan Ranperda tentang Pertanggungjawaban.. Pelaksanaan APBD :

Kerja TA. Koordinasi, Supervisi dan Asistensi Penyusunan Program dan Rencana Kerja TA.. Program Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan ; Kegiatan Pengelolaan

1) Penyusunan rencana program kerja operasional kegiatan pelayanan perencanaan dan pengendalian pembangunan pertanian dan pertambangan. 2) Penyusunan rumusan kebijakan

Penyusunan Rencana Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah tahun 2018 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Malang tahun 2018 dan merupakan