“ ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3 : 30) EDISI Februari 2015 Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Selamat bertemu kembali dalam Warta KKI edisi ini. Bagi yang baru pulang dari liburan, entah dalam negeri atau luar negeri, selamat kembali lagi ke Melbourne. Mudah-mudahan liburan musim panas Anda atau keluarga Anda berlangsung baik dan menyenangkan. Bulan Februari adalah awal tahun sekolah dan bulan sibuk bagi orangtua yang mengatur anak mereka kembali ke sekolah, khususnya yang anaknya baru pertama kali bersekolah. Semoga anak-anak kita memulai sekolah mereka dengan lancar dan dapat segera menyesuaikan diri kalau memasuki sekolah baru.
Dalam bulan Februari ini juga kita memasuki Masa Prapaskah yang diawali dengan Rabu Abu yang tahun ini jatuh pada tanggal 18 Februari. Untuk lebih menghayati upacara Rabu Abu, Anda dapat mengikuti tulisan di sini mengenai asal-usul dan makna peristiwa ini. Selamat menjalani masa prapaskah termasuk persiapan-persiapan untuk Hari Raya Paskah.
Berita gembira bagi kita untuk peristiwa bulan depan, yaitu kedua frater SVD kita Marianus Supardi (Rian) dan Laurensius Wae Woda (Laurens) akan mengucapkan kaul kekalnya bersama 3 frater SVD lainnya pada hari Sabtu tanggal 14 Maret jam 10 am di St Paschal’s, Box Hill. Dan di tempat yang sama pada hari berikutnya Minggu 15 Maret 2015 jam 10 am frater Rian dan frater Uili Uvea ditahbiskan diakon oleh Very Rev. Bishop Mark Stuart Edwards, OMI, Auxiliary Bishop of Melbourne Archdiocese. Frater Rian dan frater Laurens sering ikut dalam kegiatan kita khususnya partisipasi mereka dalam koor. Marilah kita hadir dan memberikan dukungan kepada mereka dalam kedua upacara tersebut.
Ketika kata pengantar edisi ini sedang ditulis, media massa di Australia dan Indonesia dipenuhi dengan berita tentang dua anggota Bali Nine, yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang akan segera menjalani hukuman mati dieksekusi oleh regu tembak di Indonesia. Seperti kita ketahui, Bali Nine adalah nama yang diberikan kepada sembilan orang Australia yang ditangkap di Bali pada tanggal 17 April 2005 karena berusaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg dari Indonesia ke Australia. Chan dan Sukumaran, ring leaders dalam usaha penyelundupan ini, oleh Pengadilan Negeri Denpasar dijatuhi hukuman mati.
Hukuman mati masih menjadi isu hangat dengan pendapat yang pro dan kontra mengenai pelaksanaannya. Sikap Gereja Katolik sudah jelas, yaitu menolak hukuman mati seperti yang dapat kita baca dalam surat Uskup Agung Melbourne Denis Hart, the President of Australian Catholic Bishops Conference, yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo mengenai hukuman mati untuk Chan dan Sukumaran. Sekedar catatan, sampai saat ini dari 195 negara anggota PBB, 101 negara sudah menghapuskan
hukuman mati, 7 negara hanya menerapkan hukuman mati untuk kejahatan luar biasa seperti di masa perang, 50 negara menerapkan hukuman mati tetapi tidak lagi menjalankannya paling kurang dalam 10 tahun terakhir dan menetapkan moratorium untuk isu ini, 37 negara masih mempertahankan hukuman mati, termasuk Indonesia. Sejalan dengan sikap Gereja Katolik, kita berharap hukuman mati di berbagai tempat dunia suatu waktu dapat dihapuskan.
MISA KKI Minggu, 1 Maret 2015 St Martin de Porres 25 Bellin Street Laverton VIC Pukul: 11.30 Minggu, 8 Maret 2015 St. Joseph Church 95 Stokes Street Port Melbourne VIC
Pukul: 11.00 Minggu, 15 Maret 2015 St Francis’ Church 326 Lonsdale St Melbourne VIC Pukul: 14:30 Minggu, 22 Maret 2015 St. Paschal 98-100 Albion Rd
Box Hill VIC Pukul: 11.00 MISA MUDIKA Sabtu pertama Monastry Hall St. Francis Church 326 Lonsdale Street Melbourne VIC Pukul: 12.00 PDKKI Setiap Sabtu St. Augustine’s City Church
631 Bourke Street Melbourne VIC
Selain tulisan mengenai Rabu Abu, dalam edisi ini Anda dapat juga membaca artikel Bpk Marcus Soema mengenai keberadaan dan peranan Warta KKI, dengan judul “Je Suis Warta KKI” yang perlu mendapat perhatian kita. Juga dapat Anda ikuti renungan singkat “New Year’s Resolution” yang ditulis oleh sdr Franciscus Suryana.
Selamat membaca dan sampai jumpa dalam kegiatan-kegiatan KKI.
JE SUIS WARTA KKI
Oleh Marcus Soema
Media massa memegang peranan penting dalam hidup bermasyarakat.Ada beberapa contoh yang ingin saya kemuka-kan di sini:
Pertama : Kejatuhan presiden Richard Nixon (almarhum) yang terkenal dengan “Watergate Scandal”nya pada tahun 1974 karena ulah editor The Washington Post, Ben Bredlee, yang terus mencari berita kebenaran tentang penyadapan oleh partai Republik terhadap dokumen dokumen partai Demokrat yang waktu itu bermarkas di Hotel Watergate. Dalam kegiatannya ini Ben Bradlee dibantu oleh dua wartawan di lapangan yaitu Carl Bernstein dan Bob Woodward sebagai detektifnya. Pada akhirnya terbongkarlah rahasia bahwa presiden Nixon terlibat secara langsung dalam menyadap dan membongkar dokumen dokumen partai Demokrat. Untuk menghindari “impeachment” dari Congress, presiden Nixon mengundurkan diri dan wakilnya Gerald Ford diangkat menjadi presiden. Presiden Ford langsung memberi pengampunan kepada presiden Nixon sehingga tidak mengalami impeachment.
Kedua : Pada masa reformasi di Indonesia, di bawah presiden Abdulrahman Wahid (Gus Dur), terjadi juga skandal yang dikenal dengan “buloggate” karena melibatkan pejabat dari Sekneg dan Bulog. Walaupun tidak terlibat langsung Presiden Gus Dur di impeach oleh MPR sehingga mengundurkan diri dari kepresidenan dan digantikan oleh presiden Megawati Soekarnoputri. Kayaknya Buloggate affairs ini adalah rekayasa politik saja hanya untuk menjatuhkan presiden Abdulrah-man Wahid. Hampir semua suratkabar/media cetak di Indonesia juga turut andil dalam peristiwa ini dengan memberita-kan secara besar besaran dalam penerbitannya.
Ketiga : Peristiwa pembantaian 12 orang redaktur majalah satire Charlie Hebdo pada tgl 7 Januari 2015 yg lalu telah me-nimbulkan gejolak protes di seluruh dunia karena merupakan pembungkaman terhadap ekspresi mengeluarkan pendapat dan kebebasan untuk berbicara. Memang ada dua pihak yang berprotes, golongan radikal yang merasa dirugikan oleh penerbitan majalah Charlie Hebdo tersebut dan pihak yang merasa kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan berserikat tidak bisa dilarang dengan kekuatan senjata. Bahkan para pemimpin dunia berdemonstrasi di Paris mengecam pengekangaan kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan berserikat tsb. Dengan slogan : Je Suis Charlie ( saya adalah Charlie), maksudnya kami bebas mengeluarkan pendapat kami dan berkumpul.
Hal-hal tsb di atas hanyalah contoh bagaimana media massa mempengaruhi opini dunia.
KKI juga mempunyai media massa yang dinamakan Warta KKI yang sudah terbit sejak tahun 1993 dan sampai sekarang masih terbit baik sebagai media cetak maupun diunduh lewat internet. Statusnya kurang dimanfaatkan oleh para pengu-rus dengan minimnya berita-berita kegiatan KKI. Para pengupengu-rus masa kini lebih memanfaatkan media electronic berupa website, internet, sms, what’s app dan sebagainya. Dengan terbagi-baginya KKI ke dalam wilayah-wilayah adalah baik kalau Warta KKI dimanfaatkan untuk artikel, laporan dan rencana acara KKI di masa depan, baik secara wilayah maupun secara keseluruhan kegiatan KKI. Janganlah Warta KKI dibiarkan merana seperti “kerakap di atas batu, mati enggan, hidup pun tak mau”.
Kita bersama-sama harus mau dan bisa memanfaatkan media massa kita sendiri sebagai alat komunikasi sehingga den-gan bangga kita juga dapat berkata : Je Suis WARTA KKI!
New Year’s Resolution
Oleh Franciscus SuryanaBulan lalu kita memasuki tahun 2015. Banyak dari kita yang sudah memasang cita-cita untuk tahun 2015 ini. Cita-cita ini sering dikenal dengan nama New Year’s Resolution. Bentuknya bisa macam-macam. Dari cita-cita untuk lebih rajin berolahraga, memperluas usaha sampai dengan meluangkan lebih banyak waktu dengan anak atau pasangan hidup. Intinya adalah cita-cita yang bertujuan untuk membawa kehidupan kita ke arah yang lebih baik.
Bulan ini kita akan memulai 40 hari masa Prapaskah. Suatu periode di mana kita diminta untuk bermatiraga (berpuasa
and berpantang). Masa yang tepat untuk sekaligus melakukan refleksi terhadap diri kita sendiri. Mungkin ada baiknya kalau kita bisa menyelipkan refleksi ke dalam setiap New Year’s Resolution kita. Misalnya kalau New Year’s Resolution
kita adalah untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga, mungkin kita bisa melihat seberapa banyak waktu yang telah kita sisihkan tahun lalu untuk keluarga. Kalau cita-cita tahun in adalah lebih giat berolahraga, mungkin kita
bisa melihat ke belakang dan mengingat-ingat seberapa sering kita melakukan jalan pagi di tahun lalu. Hasil refleksi ini
bisa kita pakai sebagai bahan acuan dalam langkah kita ke depan untuk menjadikan New Year’s Resolution kita sebagai
kenyataan. Bukankah dengan refleksi kita bisa berkaca atas apa yang telah kita lakukan di masa lalu supaya kita bisa
memperbaiki perilaku kita dan melakukan yang lebih baik di kemudian hari? Selamat menjalani masa Prapaskah.
Salam,
Franciscus Suryana
(Penulis adalah warga lingkungan St Yohanes)
Rabu Abu Awal Masa Prapaskah
Oleh Rufin Kedang
Rabu Abu adalah awal masa puasa dalam tradisi Gereja Katolik dan Gereja Kristen Barat lainnya seperti Anglikan, Lutheran, Metodis dan Presbiterian. Dari namanya, Rabu Abu tentu ada sangkut pautnya dengan abu, yaitu pada hari itu kita menerima abu yang diberikan dalam bentuk tanda salib di dahi kita oleh imam atau petugas liturgi. Dalam tradisi Katolik abu ini adalah abu dari daun palma pada Minggu Palma tahun sebelumnya yang dibakar. Kalimat yang diucapkan imam ketika memberikan abu adalah “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” (Markus, 1: 15), atau di masa lalu, “Ingatlah bahwa engkau berasal dari abu dan engkau akan kembali ke abu” (berdasarkan Kejadian 3: 19).
Penggunaan dan pemakaian abu sebagai lambang tobat dan penyesalan atas kesalahan dapat ditelusuri sejak Perjan-jian Lama. Salah satu contohnya, dalam Ayub 42: 3 – 6, Ayub berkata kepada Tuhan “ Engkau menyuruh aku menden-garkan ketika Engkau bicara, dan memberi jawaban ketika Engkau bertanya. Dahulu, pengetahuanku tentang Engkau hanya kudengar dari orang saja, tetapi sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka. Oleh sebab itu aku malu mengingat segala perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” Pada awal kekristenan praktek menaburi abu di muka dan badan sebagai tanda penyesalan masih diteruskan.
Dari Rabu Abu sampai hari Paskah lamanya 40 hari, tidak terhitung hari Minggu. Masa puasa yang empat puluh hari lamanya ini didasarkan pada Injil Mateus, Markus dan Lukas yang menceriterakan tentang Yesus Kristus yang berpuasa selama 40 hari di padang gurun di mana Dia dicobai setan. Dalam masa Prapaskah umat Katolik berpuasa dan berpan-tang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang adalah tanda tobat dan penyangkalan diri sebagai pengorbanan kecil kita dalam persatuan dengan pengorbanan Yesus di salib. Pantang dan puasa bagi orang Katolik adalah suatu bentuk latihan rohani yang mendekatkan diri kita pada Tuhan dan sesama.
Kewajiban puasa hanyalah pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung sedangkan kewajiban pantang pada hari Rabu Abu dan semua hari Jumat dalam masa Prapaskah. Puasa berarti makan kenyang sehari sekali dan pantang berarti tidak makan salah satu atau lebih bentuk makanan, seperti daging, garam, gula dsb. Atau tidak melakukan kebiasaan har-ian seperti merokok atau minum kopi dsb. Boleh dikatakan puasa dan pantang dalam Gereja Katolik tidak berat sekali
dan dapat dijalankan oleh semua remaja dan orang dewasa tanpa mengganggu tugas harian. Konferensi Para Uskup (Bishop Conference) setempat akan menentukan hal-hal yang lebih terperinci mengenai pantang dan puasa. Bagi kita di Australia, dalam masa prapaskah kita dianjurkan untuk mengumpulkan coin dan memasukkannya ke dalam kotak Project Compassion yang dikelola oleh Caritas Australia. Oleh Caritas Australia dana yang terkumpul ini biasanya akan disalurkan ke tempat-tempat yang memerlukan bantuan. Kotak Project Compassion untuk tahun ini berjudul Food for Life dengan gambar suami istri dari Fiji yang masing-masingnya memegang seekor ayam.
Semoga lewat doa, puasa dan pantang serta karya amal kita dalam masa Prapaskah ini kita akan lebih didekatkan dengan Tuhan dan sesama.
Renungan Masa Puasa Oleh Romo Bonifasius Buahendri SVD
“SOBEKLAH PAKAIAN DAN HATIMU...BERBALIKLAH KEPADA TUHAN” (Yoel 2: 12 - 13) Saudara/iku, umat KKI Melbourne.
Masa Puasa telah tiba kembali.
Pada hari Rabu Abu, kita semua akan ditandai dengan abu pada dahi atau kepala kita. Sambil menandai kita dengan abu, imam berseru: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:15). Selain itu, seruan Tuhan melalui Nabi Yoeldisenand-ungkan: ”Berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu. Hendaknya tidak saja kausobek pakaianmu, tetapi sobeklah juga hatimu dan berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia mahapengasih dan penyayang, lagi sabar dan kaya akan rahmat; Ia pun sedih melihat kemalanganmu” (Yoel 2:12-13). Seruan pertobatan ini didengungkan pula oleh pemazmur: “Dengarlah suara Tuhan hari ini: janganlah keraskan hatimu” (Mzm 95:8).
SENANDUNG PUASA SANG NABI “Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda. Berpuasa yang Kukehendaki ialah,
Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman Dan mematahkan setiap kuk
Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya Dan mematahkan setiap kuk,
Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah Dan apabila kamu melihat orang telanjang
Supaya engkau memberi dia pakaian
Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri. Pada waktu itulah
Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab
Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri Dan memuaskan hati orang tertindas Maka terangmu akan terbit dalam gelap
Dalam kotbah di bukit, Yesus berbicara tentang puasa:
“Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang
melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu. Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa. Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
PUASA DAN PANTANG
• Masa Prapaskah Tahun 2015 sebagai hari tobat berlangsung mulai hari Rabu Abu, tanggal 18 Februari 2015 sam -pai dengan Jumat Agung, tanggal 3 April 2015.
• Pantang berarti tidak makan makanan tertentu yang menjadi kesukaannya dan juga tidak melakukan kebiasaan
buruk, misalnya: marah, berbelanja demi nafsu berbelanja, boros, tidak mau memaafkan, dsb. Dan lebih mengutamakan dan mempergandakan perbuatan, tutur kata baik bagi sesama.
• Puasa berarti makan kenyang tidak lebih dari satu kali dalam sehari.
“Selamat memasuki masa Retreat Agung, 40 hari puasa dan mati raga”. Salam dalam sang Sabda
Pastor Boni Buahendri, SVD
Warta KKI diterbitkan oleh pengurus Keluarga Katolik Indonesia setiap akhir bulan.
Sumbangan tulisan, naskah, dan berita seputar kegiatan KKI anda, bisa di kirim lewat email ke Bpk Rufin Kedang di [email protected]