• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEUANGAN

Dalam dokumen I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN (Halaman 37-50)

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

2. ANALISA KEUANGAN

2.1. Laporan Laba Rugi Komperehensif

(dalam jutaan Rupiah)

KETERANGAN

Tahun yang berakhir pada tanggal

31 Desember Periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei

2009 2010 2011 2011* 2012

12 bulan 12 bulan 12 bulan 5 bulan 5 bulan Pendapatan bunga dan pendapatan

provisi dan komisi 11.311.112 12.448.430 14.791.294 5.928.115 6.497.661

Beban bunga (5.161.062) (5.122.137) (6.864.464) (2.710.087) (2.662.049)

Penghasilan bunga - bersih 6.150.050 7.326.293 7.926.830 3.218.028 3.835.612

Pendapatan operasional lainnya 1.516.051 1.593.557 2.472.784 885.083 1.482.968

Laba operasional - bersih 2.209.962 3.352.850 4.338.716 1.609.197 2.183.286

Laba bersih 1.575.328 2.562.553 3.176.960 1.194.663 1.602.205

Laba yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk 1.568.130 2.548.153 3.174.145 1.193.805 1.597.233

Kepentingan non pengendali 7.198 14.400 2.815 858 4.972

* Tidak diaudit

(dalam jutaan Rupiah)

Pendapatan bunga dan pendapatan provisi dan komisi

Pendapatan bunga diperoleh dari kredit yang diberikan, efek-efek dan Obligasi Pemerintah, pembiayaan konsumen, sewa guna usaha dan anjak piutang, penempatan pada bank lain dan BI, dan giro pada bank lain dan lain-lain. Sedangkan pendapatan provisi dan komisi berasal dari seluruh komisi kredit yang diberikan dan jasa administrasi yang berkaitan langsung dengan pemberian kredit. Namun sejak diberlakukannya PSAK 55 (Revisi 2006) pada tanggal 1 Januari 2010, provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit diakui sebagai bagian/(pengurang) dari biaya perolehan kredit dan akan diakui sebagai pendapatan bunga dengan diamortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2011

Pendapatan bunga meningkat sebesar 9,61% atau sebesar Rp569.546 juta menjadi sebesar Rp6.497.661 juta pada periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2012 dari sebesar Rp5.928.115 juta pada 31 Mei 2011 untuk periode yang sama, terutama disebabkan oleh peningkatan penghasilan bunga atas kredit yang diberikan sebesar 13,10% atau sebesar Rp669.718 menjadi Rp5.783.053 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2012 dari sebesar Rp5.113.335 juta

pada periode yang sama 31 Mei 2011. Selain itu, pendapatan bunga dari pembiayaan konsumen, sewa guna usaha dan anjak piutang juga mengalami peningkatan sebesar 33,82% atau sebesar Rp34.465 juta menjadi Rp136.379 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2012 dari sebesar Rp101.914 juta untuk periode ygn sama pada tanggal 31 Mei 2011.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Pendapatan bunga meningkat sebesar 18,82% atau sebesar Rp2.342.864 juta menjadi sebesar Rp14.791.294 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dari sebesar Rp12.448.430 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, terutama disebabkan oleh peningkatan penghasilan bunga atas kredit yang diberikan sebesar 16,86% atau sebesar Rp1.863.203 juta menjadi Rp12.911.749 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dari sebesar Rp11.048.546 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Selain itu, pendapatan bunga dari pembiayaan konsumen, sewa guna usaha dan anjak piutang juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 131,97% atau sebesar Rp183.424 juta menjadi Rp322.408 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dari sebesar Rp138.984 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Pendapatan bunga meningkat sebesar 10,05% atau sebesar Rp1.137.318 juta menjadi sebesar Rp12.448.430 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dari sebesar Rp11.311.112 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga atas kredit yang diberikan sebesar 11,51% atau sebesar Rp1.140.654 juta menjadi Rp11.048.546 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dari sebesar Rp9.907.892 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. Kenaikan pendapatan bunga posisi 31 Desember 2010 sejalan dengan peningkatan kredit yang diberikan sebesar 25,10% dibandingkan dengan posisi yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.

Beban bunga

Beban bunga terdiri dari beban bunga simpanan nasabah (giro, tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito), pinjaman yang diterima dan Obligasi Subordinasi, beban asuransi penjaminan simpanan, simpanan dari bank lain dan lain- lain. Sejak diberlakukannya PSAK 55 (Revisi 2006) pada tanggal 1 Januari 2010, beban asuransi penjaminan simpanan diklasifikasikan sebagai beban umum dan administrasi. Sebelum 1 Januari 2010, beban tersebut diklasifikasikan sebagai beban bunga.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2011

Jumlah beban bunga menurun sebesar Rp48.038 juta atau sebesar 1,77% dari Rp2.710.087 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011 menjadi Rp2.662.049 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan beban bunga atas tabungan sebesar Rp168.605 juta atau sebesar 30,03%

dan penurunan beban bunga atas giro sebesar Rp32.157 juta atau sebesar 13,23%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Jumlah beban bunga meningkat sebesar Rp1.742.327 juta atau sebesar 34,02% dari Rp5.122.137 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp6.864.464 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011.Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan beban bunga atas deposito berjangka dan sertifikat deposito sebesar Rp859.537 juta atau sebesar 25,67%, peningkatan beban bunga atas tabungan sebesar Rp437.631 juta atau sebesar 47,28% dan peningkatan beban bunga atas pinjaman yang diterima dan obligasi subordinasi sebesar Rp384.036 juta atau sebesar 138,56% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Jumlah beban bunga menurun sebesar Rp38.925 juta atau sebesar 0,75% dari Rp5.161.062 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp5.122.137 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Penurunan ini didorong oleh diberlakukannya PSAK 55 (Revisi 2006) pada tanggal 1 Januari 2010, dimana beban asuransi penjaminan simpanan diklasifikasikan sebagai beban umum dan administrasi. Penurunan beban bunga yang berasal dari beban bunga deposito berjangka menurun sebesar 5,12% atau sebesar Rp180.540 juta atau dari sebesar Rp3.529.033 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp3.348.493 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Beban bunga deposito berjangka pada tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 memberikan kontribusi masing-masing 65,37% dan 68,38%.

Pendapatan bunga bersih

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2011

Pendapatan bunga untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 mengalami kenaikan sebesar 9,61%

atau sebesar Rp569.546 juta, yang diikuti oleh penurunan beban bunga sebesar Rp48.038 juta atau sebesar 1,77%. Hal ini menyebabkan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp617.584 juta atau 19,19% dari sebesar Rp3.218.028 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011, menjadi sebesar Rp3.835.612 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Kenaikan beban bunga melebihi kenaikan pada pendapatan bunga, sehingga pendapatan bunga bersih selama tahun 2011 hanya meningkat sebesar Rp600.537 juta atau 8,20% menjadi sebesar Rp7.926.830 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dari sebesar Rp7.326.293 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, sehingga menyebabkan rasio marjin bunga bersih menurun signifikan dari 6,46% pada tahun 2010 menjadi 5,63%

pada tahun 2011.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Pendapatan bunga bersih Perseroan meningkat sebesar Rp1.176.243 juta atau meningkat 19,13% dari sebesar Rp6.150.050 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp7.326.293 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Rasio marjin bunga bersih pada tahun 2010 yaitu 6,46% menurun dibandingkan pada tahun 2009 sebesar 6,78%.

Pendapatan operasional lainnya

Pendapatan operasional lainnya terdiri atas provisi dan komisi lainnya, keuntungan transaksi mata uang asing, keuntungan/(kerugian) dari perubahan nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dan keuntungan/(kerugian) dari penjualan efek-efek.

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan 31 Mei 2011

Pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar Rp597.885 juta atau 67,55%, dari sebesar Rp885.083 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011 menjadi sebesar Rp1.482.968 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan atas keuntungan dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah sebesar Rp337.406 juta atau sebesar 5.885,33% dari sebesar Rp5.733 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011, menjadi sebesar Rp349.139 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012. Selain itu, peningkatan pendapatan operasional lainnya disebabkan juga oleh peningkatan keuntungan atas transaksi valas sebesar Rp86.729 juta atau sebesar 71.82% serta peningkatan atas provisi dan komisi lainnya sebesar Rp134.017 juta atau sebesar 21,86%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar Rp879.227 juta atau 55,17%, dari sebesar Rp1.593.557 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp2.472.784 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. terutama disebabkan oleh peningkatan atas provisi dan komisi lainnya sebesar Rp508.000 juta atau sebesar 45,28% serta peningkatan atas keuntungan transaksi valas sebesar Rp137.547 juta atau sebesar 76,90%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan sebesar Rp77.506 juta atau 5,11%, dari sebesar Rp1.516.051 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp1.593.557 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh peningkatan atas provisi dan komisi lainnya sebesar Rp220.171 juta atau sebesar 24,42% serta penurunan atas keuntungan transaksi valas sebesar Rp192.848 juta atau sebesar 51,88%.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2011

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp403.428 juta atau 33,79%, dari sebesar Rp1.193.805 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011 menjadi sebesar Rp1.597.233 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh pendapatan operasional lainnya yang meningkat secara signifikan yaitu sebesar Rp597.885 juta atau sebesar 67,55% dan penurunan beban bunga sebesar Rp48.038 juta atau sebesar 1,77%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp625.992 juta atau 24,57%, dari sebesar Rp2.548.153 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp3.174.145 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh pendapatan operasional lainnya yang meningkat secara signifikan yaitu sebesar Rp879.227 juta atau sebesar 55,17% serta penurunan atas beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset sebesar Rp386.185 juta atau sebesar 31,74%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami peningkatan sebesar Rp980.023 juta atau 62,50%, dari sebesar Rp1.568.130 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp2.548.153 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan penghasilan bunga bersih sebesar Rp1.176.243 juta atau sebesar 19,13% dan penurunan atas beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset sebesar Rp482.163 juta atau sebesar 28,38%.

2.2. Aset, Liabilitas dan Ekuitas

(dalam jutaan Rupiah)

KETERANGAN 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

Neraca

Jumlah aset 107.104.274 143.652.852 166.801.130 179.377.541

Jumlah liabilitas 95.827.902 129.812.352 148.431.639 159.644.102

Jumlah ekuitas 11.276.372 13.840.500 18.369.491 19.733.439

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar Rp879.227 juta atau 55,17%, dari sebesar Rp1.593.557 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp2.472.784 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. terutama disebabkan oleh peningkatan atas provisi dan komisi lainnya sebesar Rp508.000 juta atau sebesar 45,28% serta peningkatan atas keuntungan transaksi valas sebesar Rp137.547 juta atau sebesar 76,90%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan sebesar Rp77.506 juta atau 5,11%, dari sebesar Rp1.516.051 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp1.593.557 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh peningkatan atas provisi dan komisi lainnya sebesar Rp220.171 juta atau sebesar 24,42% serta penurunan atas keuntungan transaksi valas sebesar Rp192.848 juta atau sebesar 51,88%.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2011

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp403.428 juta atau 33,79%, dari sebesar Rp1.193.805 juta untuk periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2011 menjadi sebesar Rp1.597.233 juta untuk periode yang sama pada tanggal 31 Mei 2012. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh pendapatan operasional lainnya yang meningkat secara signifikan yaitu sebesar Rp597.885 juta atau sebesar 67,55% dan penurunan beban bunga sebesar Rp48.038 juta atau sebesar 1,77%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp625.992 juta atau 24,57%, dari sebesar Rp2.548.153 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp3.174.145 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan tersebut terutama dikontribusikan oleh pendapatan operasional lainnya yang meningkat secara signifikan yaitu sebesar Rp879.227 juta atau sebesar 55,17% serta penurunan atas beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset sebesar Rp386.185 juta atau sebesar 31,74%.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami peningkatan sebesar Rp980.023 juta atau 62,50%, dari sebesar Rp1.568.130 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp2.548.153 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan penghasilan bunga bersih sebesar Rp1.176.243 juta atau sebesar 19,13% dan penurunan atas beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset sebesar Rp482.163 juta atau sebesar 28,38%.

2.2. Aset, Liabilitas dan Ekuitas

(dalam jutaan Rupiah)

KETERANGAN 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

Neraca

Jumlah aset 107.104.274 143.652.852 166.801.130 179.377.541

Jumlah liabilitas 95.827.902 129.812.352 148.431.639 159.644.102

Jumlah ekuitas 11.276.372 13.840.500 18.369.491 19.733.439

(dalam jutaan Rupiah)

a. Aset

Tabel berikut menyajikan aset Perseroan untuk posisi 31 Desember 2009, 2010 dan 2011 serta 31 Mei 2012:

Keterangan

31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012 (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) %

Kas 2.758.596 2,58 2.515.903 1,75 2.899.117 1,74 2.390.269 1,33 Giro pada Bank Indonesia 3.898.110 3,64 8.714.923 6,07 11.154.874 6,69 11.405.954 6,36 Giro pada bank lain setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 1.256.362 1,17 659.694 0,46 1.383.254 0,83 1.845.701 1,03 Penempatan pada bank lain dan BI setelah

dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 2.062.212 1,93 10.983.436 7,65 6.087.151 3,65 8.420.328 4,69 Efek-efek setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai 3.811.565 3,56 6.044.382 4,21 4.378.597 2,63 5.268.996 2,94 Obligasi Pemerintah Republik Indonesia 6.613.378 6,17 6.640.036 4,62 6.831.418 4,10 7.764.325 4,33 Efek – efek yang dibeli dengan janji dijual

kembali - - - - 3.642.874 2,18 2.510.643 1,40

Tagihan derivatif setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 296.383 0,28 178.840 0,12 133.357 0,08 303.863 0,17

Kredit yang diberikan

- Pihak berelasi 60.883 47.289 29.473 38.919

- Pihak ketiga 82.772.139 103.574.635 122.931.369 130.947.423 Cadangan kerugian penurunan nilai (2.718.177) (3.271.710) (3.383.653) (3.753.374) Kredit yang diberikan - bersih 80.114.845 74,80 100.350.214 69,86 119.577.189 71,69 127.232.968 70,93 Piutang pembiayaan konsumen setelah

dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 397.725 0,37 1.161.432 0,81 2.648.949 1,59 3.450.671 1,93 Piutang sewa pembiayaan setelah dikurangi

cadangan kerugian penurunan nilai 53.942 0,05 5.049 0,00 198.970 0,12 296.044 0,17 Tagihan anjak piutang setelah dikurangi

cadangan kerugian penurunan nilai 60.410 0,06 9.278 0,01 - - - 0,00 Tagihan akseptasi setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 1.221.676 1,14 1.388.518 0,97 2.384.054 1,43 2.640.969 1,47 Penyertaan setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 81.763 0,08 111.026 0,08 7.867 0,00 7.967 0,00 Aset tetap setelah dikurangi akumulasi

penyusutan 1.258.532 1,18 1.191.857 0,83 1.402.994 0,84 1.398.303 0,78 Aset pajak tanggungan - bersih 616.655 0,58 746.741 0,52 379.903 0,23 489.690 0,27 Aset yang diambil alih setelah dikurangi

cadangan kerugian penurunan nilai 558.324 0,52 95.763 0,07 102.995 0,06 110.389 0,06 Uang muka pajak 752 0,00 484.400 0,34 790.822 0,47 791.464 0,44 Pendapatan yang masih harus diterima 845.418 0,79 856.908 0,60 999.434 0,60 1.028.591 0,57

Keterangan 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012 (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) %

Beban dibayar dimuka 905.364 0,85 1.257.829 0,88 1.534.892 0,92 1.606.115 0,90 Aset lain-lain setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 292.262 0,27 256.623 0,18 262.419 0,16 414.291 0,23 Jumlah Aset 107.104.274 100,00 143.652.852 100,00 166.801.130 100,00 179.377.541 100,00

Posisi tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2011

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp12.576.411 juta atau sebesar 7,54% dari sebesar Rp166.801.130 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi sebesar Rp179.377.541 juta pada tanggal 31 Mei 2012. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan atas kredit yang diberikan-bersih sebesar Rp7.655.779 juta atau sebesar 6,40%, peningkatan atas penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia-bersih sebesar Rp2.333.177 juta atau sebesar 38,33%, peningkatan atas obligasi pemerintah sebesar Rp932.907 juta atau sebesar 13,66% dan peningkatan atas piuatang pembiayaan konsumen- bersih sebesar Rp801.722 juta atau sebesar 30,27%.

Posisi tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp23.148.278 juta atau 16,11%, dari sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp166.801.130 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan atas kredit yang diberikan-bersih sebesar Rp19.226.975 juta atau sebesar 19,16%, peningkatan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp3.642.874 juta atau sebesar 100% serta peningkatan atas giro pada Bank Indonesia sebesar Rp2.439.951 juta atau sebesar 28,00%.

Posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp36.548.578 juta atau sebesar 34,12% dari sebesar Rp107.104.274 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit yang diberikan-bersih, yang meningkat sebesar Rp20.235.369 juta atau 25,26% dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Kredit yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi

KETERANGAN

31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

(Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) %

Rupiah:

Perindustrian 11.489.455 13,87 13.803.952 13,32 15.438.384 12,56 15.056.010 11,49 Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 12.272.002 14,82 15.643.621 15,10 17.670.355 14,37 19.832.122 15,14 Jasa usaha 11.284.615 13,62 15.853.414 15,30 15.533.857 12,63 15.884.106 12,13 Pertanian 4.403.717 5,32 4.659.917 4,50 6.443.567 5,24 7.115.089 5,43 Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 2.905.776 3,51 2.933.074 2,83 3.370.966 2,74 3.235.865 2,47 Konstruksi 1.856.791 2,24 1.681.177 1,62 1.276.966 1,04 2.817.760 2,15 Jasa pelayanan sosial 390.846 0,47 9.692.388 9,35 12.145.130 9,88 11.717.782 8,95 Listrik, gas dan air 432.631 0,52 575.205 0,56 771.703 0,63 527.488 0,40 Pertambangan 626.350 0,76 212.661 0,21 2.653.196 2,16 2.863.842 2,19 Perumahan 13.324.185 16,09 15.201.141 14,67 18.881.828 15,36 19.313.968 14,75 Konsumsi 10.493.114 12,67 6.407.976 6,18 7.187.441 5,85 8.397.693 6,41

Lain-lain 48.497 0,06 - - - -

Jumlah Rupiah 69.527.979 83,94 86.664.526 83,64 101.373.393 82,44 106.761.725 81,51

Mata uang asing:

Perindustrian 4.138.129 5,00 3.903.413 3,77 3.714.397 3,02 4.417.544 3,37 Pertambangan 1.400.854 1,69 3.634.815 3,51 6.286.391 5,11 6.026.810 4,60 Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 1.466.989 1,77 2.277.850 2,20 2.712.715 2,21 3.097.896 2,37 Pertanian 1.694.943 2,05 2.192.899 2,12 2.193.775 1,78 2.650.239 2,02 Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 993.907 1,20 1.278.339 1,23 1.340.320 1,09 2.155.159 1,65

Keterangan 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012 (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) %

Beban dibayar dimuka 905.364 0,85 1.257.829 0,88 1.534.892 0,92 1.606.115 0,90 Aset lain-lain setelah dikurangi cadangan

kerugian penurunan nilai 292.262 0,27 256.623 0,18 262.419 0,16 414.291 0,23 Jumlah Aset 107.104.274 100,00 143.652.852 100,00 166.801.130 100,00 179.377.541 100,00

Posisi tanggal 31 Mei 2012 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2011

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp12.576.411 juta atau sebesar 7,54% dari sebesar Rp166.801.130 juta pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi sebesar Rp179.377.541 juta pada tanggal 31 Mei 2012. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan atas kredit yang diberikan-bersih sebesar Rp7.655.779 juta atau sebesar 6,40%, peningkatan atas penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia-bersih sebesar Rp2.333.177 juta atau sebesar 38,33%, peningkatan atas obligasi pemerintah sebesar Rp932.907 juta atau sebesar 13,66% dan peningkatan atas piuatang pembiayaan konsumen- bersih sebesar Rp801.722 juta atau sebesar 30,27%.

Posisi tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2010

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp23.148.278 juta atau 16,11%, dari sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi sebesar Rp166.801.130 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan atas kredit yang diberikan-bersih sebesar Rp19.226.975 juta atau sebesar 19,16%, peningkatan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp3.642.874 juta atau sebesar 100% serta peningkatan atas giro pada Bank Indonesia sebesar Rp2.439.951 juta atau sebesar 28,00%.

Posisi tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2009

Jumlah aset Perseroan meningkat sebesar Rp36.548.578 juta atau sebesar 34,12% dari sebesar Rp107.104.274 juta pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp143.652.852 juta pada tanggal 31 Desember 2010. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit yang diberikan-bersih, yang meningkat sebesar Rp20.235.369 juta atau 25,26% dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Kredit yang diberikan berdasarkan sektor ekonomi

KETERANGAN

31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

(Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) %

Rupiah:

Perindustrian 11.489.455 13,87 13.803.952 13,32 15.438.384 12,56 15.056.010 11,49 Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 12.272.002 14,82 15.643.621 15,10 17.670.355 14,37 19.832.122 15,14 Jasa usaha 11.284.615 13,62 15.853.414 15,30 15.533.857 12,63 15.884.106 12,13 Pertanian 4.403.717 5,32 4.659.917 4,50 6.443.567 5,24 7.115.089 5,43 Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 2.905.776 3,51 2.933.074 2,83 3.370.966 2,74 3.235.865 2,47 Konstruksi 1.856.791 2,24 1.681.177 1,62 1.276.966 1,04 2.817.760 2,15 Jasa pelayanan sosial 390.846 0,47 9.692.388 9,35 12.145.130 9,88 11.717.782 8,95 Listrik, gas dan air 432.631 0,52 575.205 0,56 771.703 0,63 527.488 0,40 Pertambangan 626.350 0,76 212.661 0,21 2.653.196 2,16 2.863.842 2,19 Perumahan 13.324.185 16,09 15.201.141 14,67 18.881.828 15,36 19.313.968 14,75 Konsumsi 10.493.114 12,67 6.407.976 6,18 7.187.441 5,85 8.397.693 6,41

Lain-lain 48.497 0,06 - - - -

Jumlah Rupiah 69.527.979 83,94 86.664.526 83,64 101.373.393 82,44 106.761.725 81,51

Mata uang asing:

Perindustrian 4.138.129 5,00 3.903.413 3,77 3.714.397 3,02 4.417.544 3,37 Pertambangan 1.400.854 1,69 3.634.815 3,51 6.286.391 5,11 6.026.810 4,60 Perdagangan, restoran, hotel

dan administrasi 1.466.989 1,77 2.277.850 2,20 2.712.715 2,21 3.097.896 2,37 Pertanian 1.694.943 2,05 2.192.899 2,12 2.193.775 1,78 2.650.239 2,02 Pengangkutan, pergudangan

dan komunikasi 993.907 1,20 1.278.339 1,23 1.340.320 1,09 2.155.159 1,65

KETERANGAN

31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

(Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % Konstruksi 871.010 1,05 240.215 0,23 153.265 0,12 568.885 0,43 Listrik, gas dan air 227.324 0,27 387.565 0,37 651.927 0,53 815.123 0,62 Jasa usaha 2.457.275 2,97 2.917.371 2,82 4.281.152 3,48 4.198.669 3,21 Jasa pelayanan sosial 34.830 0,04 24.257 0,02 223.298 0,18 270.271 0,21

Perumahan 170 0,00 107 0,00 - - 72 0,00

Konsumsi 19.486 0,02 100.567 0,10 30.209 0,02 23.949 0,02

Lain-lain 126 0,00 - - - - - 0,00

Jumlah mata uang asing 13.305.043 16,06 16.957.398 16,36 21.587.449 17,56 24.224.617 18,49 Jumlah (Kotor) 82.833.022 100,00 103.621.924 100,00 122.960.842 100,00 130.986.342 100,00 Dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai (2.718.177) (3.271.710) (3.383.653) (3.753.374) Jumlah (Bersih) 80.114.845 100.350.214 119.577.189 127.232.968

Kredit yang diberikan pada tanggal 31 Mei 2012 sebesar Rp130.986.342 juta. Kredit yang diberikan tersebut naik sebesar Rp8.025.500 juta atau 6,53% dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2011 yang sebesar Rp122.960.842 juta.

Peningkatan terbesar pada kredit yang diberikan dalam Rupiah yaitu sebesar Rp5.388.332 juta atau sebesar 5,32% dan mengambil porsi sebesar 81,51% dari total kredit yang diberikan.

Pada posisi 31 Mei 2012, portofolio kredit yang diberikan Perseroan didominasi oleh kredit bermata uang Rupiah di sektor perdagangan, restoran, hotel dan administrasi, perumahan, jasa usaha, perindustrian, jasa pelayanan sosial, dan konsumsi, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 15,14%, 14,75%, 12,13%, 11,49%, 8,95% dan 6,41%, atau secara kolektif sebesar 68,87% dari keseluruhan kredit yang diberikan. Secara keseluruhan, kredit yang diberikan (dalam Rupiah dan mata uang asing) pada periode 31 Desember 2011 sampai dengan 31 Mei 2012 tumbuh sebesar 6,53% sebagai respon atas kondisi pasar yang sangat berkembang serta penurunan suku bunga. Oleh karena itu, dalam memenuhi perkembangan kredit perseroan yang cukup pesat, Perseroan harus meningkatkan kapasitas permodalannya.

Kualitas kredit yang diberikan

Berdasarkan kolektibilitas kredit sesuai dengan ketentuan BI

Keterangan 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

(Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % (Rp juta) % Lancar 77.118.853 93,10 96.620.511 93,24 114.369.494 93,01 122.215.880 93,30 Dalam perhatian khusus 3.180.351 3,84 4.394.629 4,24 5.318.799 4,33 5.425.270 4,14 Kurang lancar 538.179 0,65 405.487 0,39 613.826 0,50 1.014.273 0,77 Diragukan 429.128 0,52 276.345 0,27 257.770 0,21 300.735 0,23 Macet 1.566.511 1,89 1.924.952 1,86 2.400.953 1,95 2.030.184 1,55 Cadangan Kerugian

Penurunan Nilai (2.718.177) (3.271.710) (3.383.653) (3.753.374) Jumlah Kredit - Bersih 80.114.845 100.350.214 119.577.189 127.232.968

Rasio kredit bermasalah (“NPL”) dihitung sesuai dengan pedoman perhitungan rasio keuangan sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran BI No.3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran BI No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 yang kemudian diubah melalui Surat Edaran BI No.12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2010, 2011, serta 31 Mei 2012, NPL bruto dan neto Perseroan, adalah sebagai berikut:

Keterangan *) 31 Desember 31 Mei

2009 2010 2011 2012

NPL Bruto 3,06% 2,59% 2,64% 2,53%

NPL Netto 1,04% 1,92% 1,46% 1,49%

*Rasio Perseroan saja

Dalam dokumen I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN (Halaman 37-50)