• Tidak ada hasil yang ditemukan

A anporatz cttlture, establishel and rcinforczd by top

Dalam dokumen Manajemen mutu pendidikan islam terpadu (Halaman 97-102)

DI ERA REVOLUSI INDUSTRI

D. Manajemen Mutu Pendidikan Islam Terpadu Pada Madrasah di Era Revolusi Induski

4. A anporatz cttlture, establishel and rcinforczd by top

execatioes, that imnlws all employea in contibufing to quality improtxmmt.

5.

A

fuw

on employee inoolumort, teamwo*, anil training at all

leoels in orilcr to strengthen errploye commit nent to ctuitinous quality imyooemmt.

6. An

rpyoach to problem soloiag that is base on antinously

gathering, anluating, and acting on facts anil ilata is a systerrutic mannef-

7.

Reagnition of suplios as

full

partnos in quality mantgement proess.o

Manajemen

mutu terpadu ata'u total quality

managemmt menurut Sallis maksudnya adalah melibatkan seluruh komponm organisasi

yang

berlangsung s€cara terus-menerus. Sedangkan manajemen dalam manajemen

mutu

terpadu berarti pengelolaan setiap orang yang berada di dalam organisasi, apa pun status, posisi atau perannya. Mereka adalah manajer

dan

bertanggung jawab atas pekerjaannya.$

Munro dan Malcolm juga

mmgemukakan

8IAd,*35.

'HadariNawawllfuruicna Smcgik Ot,ginisosi Non

@t

Biibng Panaintdun

Dcngen llustrosi ili Bfulang Pctrd fikan, (Yqyalr,arta: Gadiah Mada UnivErsity Prcss, 20o3l,7A.

a lud,3+35.

MANNEMEN Mwu PEND,DI(AN ISLAM TERPADU 85

manajemen

mutu

terpadu, maka semua fungsionaris organisasi, tanpa

kecual dituntut memiliki tiga

kemampuan

yaib\

pertima, mengerjakan

hal-hal yang

benar.

Hal ini berarti

bahwa hanya kegiatan yang mendukung bisnis

untuk

memuaskan kebutuhan pelanggan yang dapat diterima. Keghtan yang

tidak

perlu maka jangan dilanjutkan lagi. Kedua, mengerjakan hal-hal dmgan benar.

Hal ini

menunjukkan bahwa semua kegiatan

harus

dijalankan dengan benar, sehingga hasil kegiatan sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau masyarakat. Ketiga, mengerjakan hal-hal dengan

benar

seiak pertama

kali setiap waktu. Hal ini

menunjulkan

bahwa

setiap bekerja

harus dilandasi

dengan dasar pemikiran

untuk

mencegah kesalahan

yang timbul. Prinsipny4

menurut

Munro dan

Malcolm, manajemen

mutu

terpadu

ini

merupakan

suafu pendekatan sistematis

untuk

merencanakan dan mengelola aktivitas secara benar dengan menggunakan Do the

ight

think,

frst

time, eaery time, yaitu "kerjakan sesuatu yang benar dengan benar, sejak pertama

kali,

setiap waktu".sr Pada tataran tersebut, bisa dikatakan bahwa manajemen

mutu terpadu

merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.

Goebch dan Davis memberikan beberapa karakteristik mana- iemen mutu diantaranya adalah komitrnen total pada peningkatan

nilai

secara terus menerus

untuk

kepuasan c stomer, investor dan

staf;

lembaga memahami permintaan pasar

yang

mengartikan mutu bukan atas dasar kepentingan organisasi, tetapi kepentingan pelanggan dan komitrnen untuk memimpin orang dengan perbaikan

dan

komunikasi terus-menerus.52

Nawawi

memPertegas kembali pendapat Goetsch dan Stanley tentang karakteristik manajemen mutu terpadusebagai

berikut

a) terfokus pada pelanggan, baik pelanggan intemal maupun ekstemaf b) memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas, c) menggunakan pendekatan

ilmiah

dalam pengambilan

5r IDil, vii-viii.

n lbid, 69.

86

Or. Dokir, M.A. & Dr. Ahmad Fouzi, M.Pd.

keputusan dan pemecahan masalah, d)

memiliki komitmm

jangka paniang,

f)

membutuhkan kerja sama

tim,

g) memperbaiki proses secara kesinambungan,

h)

menyelenggarakan

pendidikan

dan pelatihan,

i)

memberikan kebebasan yang terkendali,

j) memiliki

kesatuan yang terkendali$

Dengan demikian prinsipnya,

manaiemen

mutu

terPadu merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan proses

untuk

memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan terus.menerus.

Karma

itu,

diperlukan karakteristik.'Ijiptono dan Diana

mengernukakan manaiemen mutu terpadu memiliki beberapa karakteisttk, potama, fokus pada pelanggan intemal maupun ekstemal kedaa,

memiliki

obsesi

tinggi

terhadap kualitas; ketrga, menggunakan pendekatan

ilmiah

dalam pengambilan keputusan

dan

pemecahan masalah;

keempat, ma

niliki

komitmen f angk a paniang; kelitna, membutuhkan keria sama trm; keenam, memperbaiki proses berkesinambungan;

ketujuh, menyelenggarakan

pendidikan dan

pelatihan; kedclapan, memberikan kebebasan yang terkendali; kesembilan, seluruh kom- ponen organisasi berorientasi pada satu tufuan; kesepuluh. meliba&an dan memberdayakan seluruh personel organisasi.s

Demikian

prinsip

dan unsur pokok dalam manaiemen mutu terpadu adalah peftamq kepuasan pelanggan; keduq

mutu

tidak hanya bermakna kesesuaian dengan spesilikasi

tertentu,

tetaPi mutu ditentukan oleh pelanggan (intemal maupun ekstemal); ket,84 kepuasan pelanggan harus dipenuhi dalam segala aspek termasuk harga, keamanan,

dan

ketepatan

waktu.

Dengan menempatkan pelanggan Madrasah sebagai fokus utama, maka teriadi beberapa perubahan mendasar. Pertama, perubahan strukhrr organisasi akan meniadi

piramida terbalik, pada umumnya

susun.m organisasi berbentuk

kerucut.

Kepala Madrasah sebagai manager senior,

s David L. Goesdr dan Stanley B. Da\rb, Q1/ality Managanrr, dalam Hadari Nawawi, Marujcmm Stratzg* Orgaaisasi Non Profit Bidaag Patriatahan Dcngan 7U.

a lhitt,4-

MANA.'EMEN MLfiU PENDIDIKAN ,SLAM TERPADU 87

kemudian wakil kepala sekolah sebagai manager junior, para guru dan tenaga kcpendidikan sebagai pendukung. Dalam manajemen

mutu

terpadu bentuk kerucut

ini

harus terbalik. Justru manager senior, kepala sekolah berada di bawah, yang memberikan implikasi

ia harus menjadi

pelayan

bagi wakil

kepala Madrasah sebagai manajer junior. Kemudian manajer junior, wakil kepala Madrasah harus memberikan layanan bagi tenaga pendidik dan kependidikan serta seluruh peserta

didik

di Madrasah.

Kedua,

r*pek

terhadap setiap oran& setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dipandang

memiliki

talenta dan kreativitas tersendiri yang

unik.

Dengan begitu, setiap

guru

dan tenaga ke- pendidikan dipandang sebagai sumber daya organisasi yang paling bemilai.

Karma ihr,

setiap

guru

dan tenaga kependidikan dalam Madrasah

diperlakukan

secara

baik dan diberikan

kesempatan untuk mengembangkan diri, berpartisipasi dalam tim pengambilan keputusan.

Keh'ga, manaiemen berdasarkan fakta. Organisasi berorientasi pada fakta. Hal ini mmunjukkan setiap keputusan organisasi harus didasarkan pada

dat4

bukan pada per.rsaan Dua konsep pokok

berkaitan dengan fakta

diar.taranya pertama

yaifii

prioritisasi, bahwa konsep perbaikan mutu tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat

yant

bersamaan, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Maka, dengan menggunakan data, manajemen dan

tim

dapat membuat prioritas kegiatan pada situasi tertentu yang vital; keilua, variasi atau variabilitas kinerja manusia. Data dapat memberikan gambaran mengenai

variabilitas yang

merupakan bagian yang wajar dari setiap sistem organisasi Dengan demikian manajemen dapat memprediksi

hasil dari

setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan. Keempat, perbaikan berkelanjutan. Per-

baikan

berkelanjutan merupakan

tindakan

sangat

penting

bagi setiap lembaga. Konsep yang berlaku adalah siklus PDC A (Plan-Do- Check-Act) yang dikemukakan

Deming terdiri dari

perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan

hasil

pelaksanaan rencarul,

dan

tindakan

korektif

terhadap hasil yang diperoleh. Lingkaran

88

Dr. Oakir, M.A. & Dr. Ahmod Fauzi, M-Pd

PDCA (Plan-Do-Check-Act) disebut iuga lingkaran Deming. Karena

Deming yang

mnemukan konsep tersebut.

Lingkaran

tersebut mendeskripsikan proses yang selalu teriadi dalam setiap kegiatan atau kinerja bermutu, dapat dilihat dalam figur 5.2 berikut:

1

4. Pelaksanaan Perbaikan Standar Mutu lsi, Proses dan Qutput Berkelaniutan

3. Memeriksa Kelemahan dan Perencanaan Program Perbaikan

4 2

3

l.

Perencanaan Mutu Berdasarkan 8 Standar

Nasional Pendidikan

2. lmplementasi 8 Standar Mutu Terpadu (lnput,

Prcses, Output I

Dalam setiap kegiatan perbaikan

mutu

kinerja

bermutu, di

Sekolah/\rfadrasah ada empat proses yang harus dilakukan secara sistematis yaitu:

a.

Plan (P): Langkah pertcma,

idmtifikasi

dan menentukan kom- ponen

isi,

proseg dan output perdidtkarn

di

Madrasah yang belum sesuai standar nasional Pendidikan untuk diperbaiki atau

ditingka&an, kemudian

merencanakan Program perbaikan untuk meningkatkan muhr inPut, Proses dar]. outPut

*cara

ter- padu sesuai standar nasional pendidikan.

b.

Do (D): Langkah kedua, melakukan rencana dan memperhatikan seluruh prosesnya.

c.

Check (C): Langkah kefrgo mengamati program

yang

telah dilaksanakan

dan

menemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, selain beberapa Program yang telah mencapai standar nasional. Berdasarkan kelemahan tersebut, kemudian

Plan

Action

Check

r

MANAJEMEN MUTU PENDIDIXAN ISLAM TERPADU 89 lmpbne asi Siklus Mttu Deming

dahn Delrryn Stmdar Nasiono,l. Pendidikan

dibuatlah

rencana

program

perbaikan

untuk

dilaksanakan pada proses berikutnya.

d.

Act (A): Langkah keempat, melakukan seluruh rencana program peningkatan

mutq

termasuk perbaikan kelemahan pada nomor (3) dan hasilnya diamati. Dalam hal ini ada tiga kemungkinan:

1. lika hasilnya menunjukkan peningkahn atau

dapat

Dalam dokumen Manajemen mutu pendidikan islam terpadu (Halaman 97-102)