DI ERA REVOLUSI INDUSTRI
D. Manajemen Mutu Pendidikan Islam Terpadu Pada Madrasah di Era Revolusi Induski
4. A anporatz cttlture, establishel and rcinforczd by top
execatioes, that imnlws all employea in contibufing to quality improtxmmt.
5.
Afuw
on employee inoolumort, teamwo*, anil training at allleoels in orilcr to strengthen errploye commit nent to ctuitinous quality imyooemmt.
6. An
rpyoach to problem soloiag that is base on antinouslygathering, anluating, and acting on facts anil ilata is a systerrutic mannef-
7.
Reagnition of suplios asfull
partnos in quality mantgement proess.oManajemen
mutu terpadu ata'u total quality
managemmt menurut Sallis maksudnya adalah melibatkan seluruh komponm organisasiyang
berlangsung s€cara terus-menerus. Sedangkan manajemen dalam manajemenmutu
terpadu berarti pengelolaan setiap orang yang berada di dalam organisasi, apa pun status, posisi atau perannya. Mereka adalah manajerdan
bertanggung jawab atas pekerjaannya.$Munro dan Malcolm juga
mmgemukakan8IAd,*35.
'HadariNawawllfuruicna Smcgik Ot,ginisosi Non
@t
Biibng PanaintdunDcngen llustrosi ili Bfulang Pctrd fikan, (Yqyalr,arta: Gadiah Mada UnivErsity Prcss, 20o3l,7A.
a lud,3+35.
MANNEMEN Mwu PEND,DI(AN ISLAM TERPADU 85
manajemen
mutu
terpadu, maka semua fungsionaris organisasi, tanpakecual dituntut memiliki tiga
kemampuanyaib\
pertima, mengerjakanhal-hal yang
benar.Hal ini berarti
bahwa hanya kegiatan yang mendukung bisnisuntuk
memuaskan kebutuhan pelanggan yang dapat diterima. Keghtan yangtidak
perlu maka jangan dilanjutkan lagi. Kedua, mengerjakan hal-hal dmgan benar.Hal ini
menunjukkan bahwa semua kegiatanharus
dijalankan dengan benar, sehingga hasil kegiatan sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau masyarakat. Ketiga, mengerjakan hal-hal denganbenar
seiak pertamakali setiap waktu. Hal ini
menunjulkanbahwa
setiap bekerjaharus dilandasi
dengan dasar pemikiranuntuk
mencegah kesalahanyang timbul. Prinsipny4
menurutMunro dan
Malcolm, manajemenmutu
terpaduini
merupakansuafu pendekatan sistematis
untuk
merencanakan dan mengelola aktivitas secara benar dengan menggunakan Do theight
think,frst
time, eaery time, yaitu "kerjakan sesuatu yang benar dengan benar, sejak pertama
kali,
setiap waktu".sr Pada tataran tersebut, bisa dikatakan bahwa manajemenmutu terpadu
merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.Goebch dan Davis memberikan beberapa karakteristik mana- iemen mutu diantaranya adalah komitrnen total pada peningkatan
nilai
secara terus menerusuntuk
kepuasan c stomer, investor danstaf;
lembaga memahami permintaan pasaryang
mengartikan mutu bukan atas dasar kepentingan organisasi, tetapi kepentingan pelanggan dan komitrnen untuk memimpin orang dengan perbaikandan
komunikasi terus-menerus.52Nawawi
memPertegas kembali pendapat Goetsch dan Stanley tentang karakteristik manajemen mutu terpadusebagaiberikut
a) terfokus pada pelanggan, baik pelanggan intemal maupun ekstemaf b) memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas, c) menggunakan pendekatanilmiah
dalam pengambilan5r IDil, vii-viii.
n lbid, 69.
86
Or. Dokir, M.A. & Dr. Ahmad Fouzi, M.Pd.keputusan dan pemecahan masalah, d)
memiliki komitmm
jangka paniang,f)
membutuhkan kerja samatim,
g) memperbaiki proses secara kesinambungan,h)
menyelenggarakanpendidikan
dan pelatihan,i)
memberikan kebebasan yang terkendali,j) memiliki
kesatuan yang terkendali$
Dengan demikian prinsipnya,
manaiemenmutu
terPadu merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan prosesuntuk
memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan terus.menerus.Karma
itu,diperlukan karakteristik.'Ijiptono dan Diana
mengernukakan manaiemen mutu terpadu memiliki beberapa karakteisttk, potama, fokus pada pelanggan intemal maupun ekstemal kedaa,memiliki
obsesi
tinggi
terhadap kualitas; ketrga, menggunakan pendekatanilmiah
dalam pengambilan keputusandan
pemecahan masalah;keempat, ma
niliki
komitmen f angk a paniang; kelitna, membutuhkan keria sama trm; keenam, memperbaiki proses berkesinambungan;ketujuh, menyelenggarakan
pendidikan dan
pelatihan; kedclapan, memberikan kebebasan yang terkendali; kesembilan, seluruh kom- ponen organisasi berorientasi pada satu tufuan; kesepuluh. meliba&an dan memberdayakan seluruh personel organisasi.sDemikian
prinsip
dan unsur pokok dalam manaiemen mutu terpadu adalah peftamq kepuasan pelanggan; keduqmutu
tidak hanya bermakna kesesuaian dengan spesilikasitertentu,
tetaPi mutu ditentukan oleh pelanggan (intemal maupun ekstemal); ket,84 kepuasan pelanggan harus dipenuhi dalam segala aspek termasuk harga, keamanan,dan
ketepatanwaktu.
Dengan menempatkan pelanggan Madrasah sebagai fokus utama, maka teriadi beberapa perubahan mendasar. Pertama, perubahan strukhrr organisasi akan meniadipiramida terbalik, pada umumnya
susun.m organisasi berbentukkerucut.
Kepala Madrasah sebagai manager senior,s David L. Goesdr dan Stanley B. Da\rb, Q1/ality Managanrr, dalam Hadari Nawawi, Marujcmm Stratzg* Orgaaisasi Non Profit Bidaag Patriatahan Dcngan 7U.
a lhitt,4-
MANA.'EMEN MLfiU PENDIDIKAN ,SLAM TERPADU 87
kemudian wakil kepala sekolah sebagai manager junior, para guru dan tenaga kcpendidikan sebagai pendukung. Dalam manajemen
mutu
terpadu bentuk kerucutini
harus terbalik. Justru manager senior, kepala sekolah berada di bawah, yang memberikan implikasiia harus menjadi
pelayanbagi wakil
kepala Madrasah sebagai manajer junior. Kemudian manajer junior, wakil kepala Madrasah harus memberikan layanan bagi tenaga pendidik dan kependidikan serta seluruh pesertadidik
di Madrasah.Kedua,
r*pek
terhadap setiap oran& setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dipandangmemiliki
talenta dan kreativitas tersendiri yangunik.
Dengan begitu, setiapguru
dan tenaga ke- pendidikan dipandang sebagai sumber daya organisasi yang paling bemilai.Karma ihr,
setiapguru
dan tenaga kependidikan dalam Madrasahdiperlakukan
secarabaik dan diberikan
kesempatan untuk mengembangkan diri, berpartisipasi dalam tim pengambilan keputusan.Keh'ga, manaiemen berdasarkan fakta. Organisasi berorientasi pada fakta. Hal ini mmunjukkan setiap keputusan organisasi harus didasarkan pada
dat4
bukan pada per.rsaan Dua konsep pokokberkaitan dengan fakta
diar.taranya pertamayaifii
prioritisasi, bahwa konsep perbaikan mutu tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saatyant
bersamaan, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Maka, dengan menggunakan data, manajemen dantim
dapat membuat prioritas kegiatan pada situasi tertentu yang vital; keilua, variasi atau variabilitas kinerja manusia. Data dapat memberikan gambaran mengenaivariabilitas yang
merupakan bagian yang wajar dari setiap sistem organisasi Dengan demikian manajemen dapat memprediksihasil dari
setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan. Keempat, perbaikan berkelanjutan. Per-baikan
berkelanjutan merupakantindakan
sangatpenting
bagi setiap lembaga. Konsep yang berlaku adalah siklus PDC A (Plan-Do- Check-Act) yang dikemukakanDeming terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaanhasil
pelaksanaan rencarul,dan
tindakankorektif
terhadap hasil yang diperoleh. Lingkaran88
Dr. Oakir, M.A. & Dr. Ahmod Fauzi, M-PdPDCA (Plan-Do-Check-Act) disebut iuga lingkaran Deming. Karena
Deming yang
mnemukan konsep tersebut.Lingkaran
tersebut mendeskripsikan proses yang selalu teriadi dalam setiap kegiatan atau kinerja bermutu, dapat dilihat dalam figur 5.2 berikut:1
4. Pelaksanaan Perbaikan Standar Mutu lsi, Proses dan Qutput Berkelaniutan
3. Memeriksa Kelemahan dan Perencanaan Program Perbaikan
4 2
3
l.
Perencanaan Mutu Berdasarkan 8 StandarNasional Pendidikan
2. lmplementasi 8 Standar Mutu Terpadu (lnput,
Prcses, Output I
Dalam setiap kegiatan perbaikan
mutu
kinerjabermutu, di
Sekolah/\rfadrasah ada empat proses yang harus dilakukan secara sistematis yaitu:
a.
Plan (P): Langkah pertcma,idmtifikasi
dan menentukan kom- ponenisi,
proseg dan output perdidtkarndi
Madrasah yang belum sesuai standar nasional Pendidikan untuk diperbaiki atauditingka&an, kemudian
merencanakan Program perbaikan untuk meningkatkan muhr inPut, Proses dar]. outPut*cara
ter- padu sesuai standar nasional pendidikan.b.
Do (D): Langkah kedua, melakukan rencana dan memperhatikan seluruh prosesnya.c.
Check (C): Langkah kefrgo mengamati programyang
telah dilaksanakandan
menemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, selain beberapa Program yang telah mencapai standar nasional. Berdasarkan kelemahan tersebut, kemudianPlan
Action
Check
r
MANAJEMEN MUTU PENDIDIXAN ISLAM TERPADU 89 lmpbne asi Siklus Mttu Deming
dahn Delrryn Stmdar Nasiono,l. Pendidikan