DI ERA REVOLUSI INDUSTRI
C. Reorientasi Mutu Pendidikan Islam Terpadu di Era
Revolusi Industri
Tuntutan muhl
output lembagapendidikan Islam
madrasah semakin mendesakkarena pertama
pengembangankurikulum
2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, dan penyelenggaraan pendidikan nasional
di
Indonesia diharapkan dapat mewuiudkan masyarakat Indonesia bermartabatdan mampu
bersaing dengan bangsa laindi
dunia dalam kompetisigloba!
kedua pertumbuhan jumlah penduduk usiaproduktif
lebih besar dibanding usia tidakproduktif dan usia produktif
akan mencapai puncaknya sekitar 202G2035. Sehingga harus disiapkan agar merekamemiliki
daya saing lebihbaik;
ketigafaktor
ekstemalyaitu
era globalisasi, isu lingkunganhidup,
pesatnya perkembanganteknologi
informasi, konvergensiilmu dan teknologi
ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitanindusEi kreatif dan budaya,
pergeseran kekuatan ekonomiduni+ mutu
investasi dan transformasi pada sektor pen- didikan, dan peran pesertadidik
Indonesia dalam TIMS.S (Treadsin
lntenutional Mathematics and Scimce Stuily) d,an PISA (Program70
Dr. Dakir, M.A. & Dr. Ahmod Fauzi, M.Pd.for
Intonational Students Assessmen- Kondisiini
menuntut seluruh lembagapendidikan,
khususnya Madrasahuntuk
menerapkan delapan standar nasional pendidikan, yang mencakup s:andar isi, standar proses, standar lulusan, standar pendidik&
tenaga kepen-didikan,
standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaa& dan standar penilaian.Salah satu implikasi globalisasi dalam pendidikan yaitu adanya deregulasi
tuntutan mutu
pengelolaan institusi pendidikan. Katamutu
telah menjadi orientasiproduk
pendidikan. Oleh sebab inr,institusi pendidikan yang tidak memiliki
orientasimutu
dalam penyelenggaraanpendidika4
cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumm. Sebaliknya, lembaga pendidikan yang menladikanmutu
sebagai orientasi dan standar dalam penyelenggaraan pen-didikan akan semakin meningkat
konsumennya. Keberhasilan penerapan delapan standar nasional pendidikan di Madrasah harusdidukung
dengan komitmen dan harapan yang kuat bagi seluruh penyelenggara pendidikan Madrasah. Pandanganini
menekankan penyelenggaraanpendidikan di
Madrasahharus merujuk
padadelapan standar nasional pendidikan
sebagai landasanuntuk menyusun
rencanaprogram keria kepala
sekolahatau
kepala Madrasah jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.Melalui strategi ini, penerapan delapan standar nasional pendidikan di sekolah atau Madrasah secara bertahap dapat optimal dan mutu input, proses, output sr,kolah atau Madrasah akan terus meningkat sesuai harapan pemerintah dalam standar nasional pendidikan.
Mengantisipasi perubahan yang
hgitu
cepat dan tantangan yang semakin besar dan kompleks tidak ada alternatil lain bagi sekolahdan
Madrasah kecuali hanya dengan meningkatkan d.aya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya, yang dapat dicapai melalui penerapan sistem total quality matwgemzn atau rrranajemenmutu terpadu untuk
meningkatkandelapan standar
nasional pendidikan.Peningkatan
mutu
pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasidari seluruh komponen yaitu standar isi,
standarMANAJEMEN MUTU PENDID,,GN IST.AM TERPADU 71
proses, standar lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Menyadari pentingnya delapan standar ini, maka pemerintah terus berupaya
mewujudkan
standar nasional pendidikan tersebut antaralain melalui
pengembangan dan per-baikan kurikulum, evaluasl sarana dan prasararvl,
pengem- bangandan
pengadaanmateri
aiar, pelatihanbagi guru,
tenaga kependidikan dan lainnya. Tetapi upaya pemerintah masih belum menuniukkan hasil yang signifikan.Hal ini mmunjukkan
bahwa sekolah atau Madrasah juga harus terus melakukan perubaharl atau ada keseimbangan yang konsisten antara sekolah atau Madrasah sebagai pelaksana operasional penyelenggaraan pendidika& peme' rintah dan masyarakat atau orangtua wali pesertadidik
yang saling memberdayakan di sekolah atau Madrasah yang dikelola pemerintah maupun pihak swasta. Dalam konteksini,
diakui bahwa Madrasah secara urnum sedang dalam posisi dilematis. Jika dialurkan dalam bentuk ilustrasi akan tampak seperti figur 5.1 di bawah ini:Madrasah Serve the lndividual
SurvivalScenario Market Scenario-
Med6,ah as an dose world
Concervation Saenaio
P roblzm lnstitttsi Pendirhkan Madrqsah
Realitas saat ini posisi dan mutu pendidikan di Madrasah belum jelas, banyak masyarakat atau st4ktholders bahwa Madrasah sebagai
institusi
pendidikan Islam, bukanintitusi
yang sederajat dengan sekolahumum.
Realitasnyalulusan
Madrasah yang melanlutkanpendidikan ke
jenfangpendidikan tinggi umum bermutu
danTransf ormation S(enario
This is What Most People at Madrasah
Woi/ld hooe
72
Dr. Dakir, M.A- & Dr. Ahmod Fouzi, M.Pd.Madrasah as an Open worU
Madrasah Serve the
mengambil
ilmu umum
mayoraitasdari
sekolahumum,
lulusandari
Madrasah jumlahnya relatif sedikit. Sedangkan dalam sistem pendidikan nasional Madrasah setara dengan sekoiahumum
dan harus mengajarkan ilmu umum dengan porsi sama dengan sekolah umum.Hal ini
telah diberikan tetapi lulusan menunjukkan mutu berbeda.Dengan demikian, masyarakat pada unurrmya masih memilih sekolah
umum
sebagaipilihan uhma untuk
memperolehstill yang
sesuai dengan perubahan zaman.Apalagi
sebagian besar .rnggota masyarakatmasih
menganggap sekolahumum
negeri sebagaipilihan
utam& yanS bisa menjamin anaknyauntuk
dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebihtinggi
atau dapat meng- antarkan mereka ke pasar kerja lebih baik. Sebagian anggota masya- rakat memasukkan analmyake
Sekolah Keiuruan swasta favorit yang sudah memiliki akses jaringan keria sama dengan perusahaan besaruntuk
memasarkan lulusannya.Di
era globalisasi, institusi pendidikan yang bisa menyiapkan lapangan kerja untuk menjamin lulusan semakin terdiferensiasi. Karena saatini
polapikir
sebagian masyarakat semakin berkembanglebih
komprehensif dalam me-milih institusi pendidikan, tidak hanya
terbataspada nilai
ke- agamaan tetapi iuga komersial.Agar mutu pmdidikan
Madrasah terus meningkat dan tetap terkontrol, maka diperlukan pcndekatanmutu
yang tepatuntuk
menerapkan delapan standar nasional pendidikan dalam mengelola pendidikan
di
Madrasah. Salah satunya adalah pendekatan total quality marugemen atau pendekatan manajemen terpadu. Melalui pendekatantersebu!
delapan standar nasional pendidikan dapat diterapkandi
Madrasahlebih optimal.
Dalam manajemerr mutu telah adatiga
sistem yang berkembangyaitu
pengawasan mutu;jaminan mutu dan manajemen mutu terpadu.a Moderrritas sebagai
periode
sejarahyang khas dan superior telah
membuat orang I Daulat P. Tmpubolon, PerguruanTinggi Bcrmutu: Paradigna Bou Manajenen Pcn/l rik,,, Tinggi Mcng)wlapi Tontang,,! Abail I<c-21, Uakafta]. Gramedia Pustaka Utama2ml), 111-MANAJETVET'' MLTTU PEI'IDIDI'(AN ISTAM TERPADU 73
percaya bahwa zaman modem lebih baik, lebih maiu, dan
memiliki
referensi kebenaranlebih
banyakdari
zaman sebelumnya. Selainih1
modemitas menciptakan sikap optimismedan mutu
sebagaimasa depan serta kemajuan menjadi tema utama dalam peradaban sejarah umat manusia.z
Selain itu, karakteristik pendidikan, seperti kaiian pemahaman aiaran Islam dan
nilai-nilai
budayaislani
yang menjadi landasan religius pendidikan Madrasah harus diperkuat untuk mewuiudkan peradaban bangsa Indonesia sesuai landasan pendidikan nasionaldi
lndonesia.|ika tradisi
besarIslam
direprodu-ksidan
diolah kembali, maka umat Islam akan memperoleh keuntungan besardi
antaranya adalah memiliki "tradisi baru" yang lebih bailc Maka pada tataran
ini, untuk
Madrasah swasta yangdidirikan
oleh organisasi keagamaan,atau
pesantrenidealnya ada dua
pilihan Pertama,menerima modemisme secara selektif. Sikap
ini
ada proses kreatif dari seluruh komponen pendidikandi
Madrasah dalam menerima modemisme,yaitu
menerimanilainilai
modernisme kemudian dipadukan dengannilai-nilai
pendidikan Madrasah. Pada polaini
Madrasah menerapkan pendidikan asrama, unhrk mengembangkan nilai-nilai pendidikan lslam, seperti kajian kitatskitab klasik, tahfid
al Qulan, kajian tafsir, kalian hadis, dan lainnya
dengan pola pengajaran pesanhen. Sikap inklusif-selektifini
akan menjadikan Madrasah sebagai lembagapendidikan
yang memfilternilai-nilai
ekstemaluntuk diadopsi dan
hasilnyauntuk
meniaganilainilai
intemal Madrasah atau bahkan untu-k meningkatkan oufPtt mutu pendidikan Madrasah yang melampaui delapan standar nasional pendidikan.Keilua,
*Lwnth
komponenpendidikan
Madrasah menerima modemisme s€caratotal, baik pemikiran, model maupun
refe' rensinya. Dalam halini,
Madrasah mengajarkanilmu-ilmu
umum setara dengan sekolahumum melalui
pendidikanformal
sekolahumum dan
mengajarkanilmu-ilmu
keagamaanmelalui
sistem7
1
Dr. Dokir, M.A- & Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd.z Fahrizal
A.
Hdim, Bemgatu Dahm Bclenggu Kopitalisne ,(Ma8elan8:Indonesia Tera 2002), 1920.
pendidikan di
pesanhen selama24 iam. Sikap ini
merupakanbentul
Madrasah yang opea system,28 dalam membangun akselerasimutu pendidikan
sesuaituntutan
standar nasional pen<tidikan.Madrasah
yang didirikan oleh
organisasiIslam
atau pesantren juga merupakan bagian integral dari sistem pendidikar nasionaldi
Indonesia. Sehingga seluruhMadrasah harus dikelola sesuai standar nasional pendidikan agar lulusan Madrasah swasta yang dikelola oleh organisasi keagamaary atau kiai di peantren memiliki kualitas yang setara dengan sekolah umum dan Madrasah negeri. Tetapi jika delapan standar nasional pendidikan sebagaimana dideskripsikan
di atas tidak mempercleh perhatian yang proporsional
daripara
pengelola Madrasah swasta,maka akan teriadi gap
yangdapat
menghambatmutu output
Madrasahdan
pembangunan sumber daya manusia Indonesia karena kurang sesuai kebutuhan masyarakat (socr'al needxnd
demanit) di erainduski.
Pada taraf ini, Madrasah yang didirikan organisasi keagamaan
atau
pesantren berhadapan dengandilema antara tradisi
dan modemisasi. Ketika Madrasah tidak bergerak ke arah modemisasimutu
pengelolaan sesuaistandar nasional pendidikan,
maka Madrasah harus siap ditinggalkan oleh konsumen. Padahal pen-didikan Islam yang
diselenggarakandi Madrasah memiliki
cakupanlebih
luas,yaitu jenis pendidikan yang pendirian
dan penyelenggaraannya didorong oleh semangatunhrk
menegakkannilainilai
aiaran lslam; pendidikanuntuk
menjadikan ajaran Islam sebagai ilmu pengetahuan dan profesi yang dikernbangkan melalui programstudi,
dan jenis pendidikan yang mencakup keduanya.Pada tataran
ini,
Madrasah sebagai lembagapendidikan
Islamuntuk
melahirkan output yang menguasaiilmu
keislaman, ilmu pengetahuan modern dan menerapkannya berlandaskan semangat tauhid.D'Sistem yang dipenSaruhi oleh tingkungan disebut sis.t€m terbuka atau opefl system- Mulyc,rlo, MArriicrrr.n Aitninistrasi & Orycnixsi Pcrulirli*oa, (Yogyakarta: Ar- Ruzz Media 20G), 67.
D Dengan landasan tersebu! Madrasahmampu menyelenggarakanpendidikan dengan spirit Tauhid. Pendidikan yang dilandasi tauhid adalah pendidikan
MANAJETVEN Muru PEND,DTKAN lsrAi4 TERPADU 75