• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar isi merupakan kriteria mengenai ruang lingkup

Dalam dokumen Manajemen mutu pendidikan islam terpadu (Halaman 163-167)

BAB V BAB V

A. Desain Sistem Mutu Pendidikan Islam Terpadu Berbasis Delapan Standar Nasional Pada Madrasah di

2. Standar isi merupakan kriteria mengenai ruang lingkup

materi dan

tingkat

kompetensi

untuk

mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan ienis pendidikan tertentu. Standar

isi

disesuaikan dengan substansi tuiuan pendidikan nasional

yang

diiabarkan

dalam domain sikap spiritual dan

sikap

sosial, pengetahuan. dan keterampilan. Standar isi dikembang-

kan untuk

menentukan

kriteria ruang lingkup dan

tingkat kompetensi

yang

sesuai

dengan

kompetensi

lulusan

dan dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan,

yaitu

sikap, pengetahuan.

dan

keteramPilan. Ruang

lio8k P materi

di-

rumuskan berdasarkan kriteria muatan wajib yang ditetapkan sesuai konsep keilmuan, dan karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan, Standar isi dijabarkan sesuai dengan

mata

pelajaran dengan mengacu

pada

standar kompetensi lulusan.

3.

Standar proses merupakan

kriteria

mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan

pmdidikan untuk

mencapai standar kompetensi lulusan.

Dalam

standar proses pembe- laiaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara inter-

aktif, inspiratif,

menyenangkan,

mmantan&

memotivasi pe- serta

didik

untuk berpartisipasi aktif, serta memberikiln ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta

didik. Karma itu,

Madrasah

harus

melakukan Perenc.rna-

an

pembelajaran

dan

desain skenario pembelaiaran sesuai kebutuhan dan karakteristik Peserta

didik

pada satuan pen-

didikan.

Karakteristik pembelajaran dipengaruhi oleh karak-

teristik

kompetensi

dan

perbedaan lintasan perolehan yang

MTNAJEMEN Muru PENDTDTKAN ISLAM IERpaov 151

akan dicapai. Untuk memperkuat keseimbangan antar domain

sikap,

pengetahuan,

dan

keterampilan,

maka

pelaksanaan pembelaj;uan harus dikembangkan untuk memberikan penga- laman belajar secara luas kepada peserta

didik.

Kemudian

untuk

meningkatkan pencapaian kompetensi" pembelajaran

harus diperkuat

dengan penerapan pendekatan

ilmiah,

te-

matik terpadu atau tematik

antarmata pelaiaran, tematik dalam suatu mata pelajaran, pembelajaran berbasis penelitian.

Untuk

me-ndorong pengembangan potensi peserta

didik

agar

bisa

menghasilkan

karya

kontekstual, secara

individu

atau kelompok, maka diterapkan metode berbasis karya dan peme- cahan masalah. Pada standar

pros6, prinsip

pembelajaran sangat

ditekankan dan dituangkan dalam langkah

proses pembelajaran mulai dari perencanaan yang mencakup penyu- sunan silabus dan rencana pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran yang

meliputi

persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran

serta

pelaksanaan pembelajaran, penilaian

hasil

pembelajaran dengan

penilaian

proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian

outentik yang

menilai kesiapan peserta

didik,

proses, dan hasil belajar secara utuh,

dan

pengawasan proses pembelajaran

meliputi

pengawasan proses pembeiajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan,

supervisi,

evaluasi, pelaporan,

serta tindak lanjut

secara berkala dan berkelanjutan yang dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas.

Standar penilaian adalah kriteria mengenai

mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta

didik.

Penilaian pendidikan pada satuan Sekolah Dasar

dan

Pen- didikan Menengah

terdiri

dan- pntama, penilaian hasil bel4ar

oleh pendidik untuk

memantau

dan

mengevaluasi proseg kemajuan belajar

dan

perbaikan

hasil

belajar peserta

didik

berkesinambungan. Bentul( penilaian

oleh pendidik

berupa penilaian hasil belajar dalam benhrk ulangan, penugasan, dan bentuk

lain

yang hasilnya bisa digunakan

untuk

mengukur 4

152

Dr. Dakir, M.a. &Dr. Ahmod Fouzi, M.Pd.

pencapaian kompetensi peserta

didik,

memperbaiki proses pembelajaran dan menyusun laporan kemajuan peserta

didik.

Kedua, perilaian hasil belafar oleh satuan pendidikan

untuk

menilai pencapaian standar kompetmsi lulusan

untuk

semua

mata

pelajaran,

dilakukan melalui ujian sekolah

sebagai penentuan

kelulusan dari

satuan

pendidikan, untuk

pen- iaminan mutu dengan menetapkan kriteria ketuntasan minimal dan kriteria kenaikan kelas. Kehg+ penilaian hasil belaiar oleh pemerintah

untuk menilai

pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelaiaran tertentu berbentuk ujian nasional atau

bentuk lain yang

hasilnya digunakan

untuk

pemetaan

mutu,

pertimbangan seleksi

masuk ke

ienjang

berikutnya, pembinaan dan pemberian bantuan untuk mening-

katkan mutu pendidikan. Prinsip

penilaian

yang

mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi sesuai dengan standar penilaian harus sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, beracuan kriteria, akuntabel.

5.

Standar pendidik dan kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan iabatan dan kelayakan maupun mental, serta Pen- didikan datam jabatan. Pendidik adalah guru sebagai pemegang peran penting dalam kegiatan pembelajaran.Sedangkan tenaga kependidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah

terdiri dari

pengawas sekolalu kepala sekolah, tenaga ad- ministrasi tenaga pelpustakaan, tenaga laboratorium. Standar pendidik dan tenaga kependidikan, seperti tenaga laboratorium harus

memiliki

kualifikasi akademik yang sesuai serta emPat

kompetensi utama yaitu kompetensi kepribadian,

sosial, administratif, dan profesional. Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik,

mengajar, mem-

bimbing

mengarahkan, melatih, menilai,

dan

mengevaluasi peserta didik. Sebagai sebuah Profesi terdapat kompetensi yang melekat pada guru. Kompetensi guru merupakan seperangkat penguasaan

dan

kemampuan

yang harus ada dalam diri guru

dapat mewujudkan kinerianya secara tepat dan efektif.

MANAJEfiEN Muru PENDTDTKAN lsr M fERpnou 153

Keenam, standar sarana pras.uana adalah

kriteria

mengenai ruang belaiar, tempat olafuaga, tempat ibadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel

ke44

tempat bermain, tempat rekreasi dan sumber belaiar

lai4

yang diperlukan

untuk

mendukung proses penbelajaran, termasuk teknologi informasi dan komu-

nikasi.

Setiap

tingkat

satuan

pendidikan memiliki

kriteria minimum sesuai kebutuhan setiap jenfang seperti pengaturan jumlah minimal yang dapat dilayani dari tingkat Sekolah Dasar

minimal enam

rombongan belajar sampai

tingkat

Sekolah Menengah Pertama

dan

Sekolah Menengah

Atas

minimal tiga rombongan belaiar. Untuk standar sarana dan prasaran4 lahan

dan

bangunan harus sesuai standar termasuk standar keselamatan, kesehata+ aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, kekuatan bangunan harus bisa bertahan sekitar 20 tahun dan sesuai

izin

penggunaan. Satuan pendidikan harus

memiliki

ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA" ruang pimpinan, ruang guru, ruang beribadah, ruang UKS, iamban gudang ruang sirkulasi, tempat bermain atau berolafuaga, ruang konseling ruang tata usaha, ruang organisasi kesiswaan, laboratorium biologi,

fuika

kimia, komputer, bahasa, ruang praktik teknis.

Masing-masing berbeda kebutuhannya sesuai dengan tingkat pendidikan.

5.

Standar pembiayaan adalah kriteria mmgenai komponm dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan selama satu tahun.

Pembiayaan

pendidikan terdiri

atas

biaya

investasi, biaya operasi, dan biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pergembang- an sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta

difik

untuk bisa mengikuti proses pembelaiaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi, gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangan yang melekat pada gaii, bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya operasi pendidikan tidak langsung berupa daya, air,

154

Dn Dakir', M.a. & Or. Ahmad Fduzi, M.Pd.

iasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, biaya lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dan lainnya.

7.

Kedelapan,

standar

pengelolaan

adalah kriteria

mengenai perencanaim, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidik- an pada tingkat satuan pendidikan, agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelmggaraan pendidikan. Standar pmgelolaan

pendidikan meliputi perencarvun program,

pelaksanaan rencana

kerja,

pengawasan

dan evaluasi,

kepemimpinan sekolah atau Madrasah, sistem

infonnasi

manajemen, serta penilaian keberadaan sekolah./Irdadrasuh

y*g

pengelolaannya

tidak

mengacu kepada standar nasional dapat memperoleh pengakuan pemerintah atas dasar rekomendasi Badan standar Nasional Pendidikan.

B. Kepemimpinan Inovatif: Strategi Pengembangan Mutu

Dalam dokumen Manajemen mutu pendidikan islam terpadu (Halaman 163-167)