BAB III BAB III
D. Kebijakan Mutu Madrasah Melalui Integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional
Sistem pendidikan nasional merupakan serangkaian kegiatan pelaksanaan
dan
penyelenggaraanpendidikan
bertaraf nasional yangdi
dalamnya terdapat komponen-kompenen yang dilibatkandalam rangka
pencapaianhrjuan pendidikan
nasional.6 Secarahistoris, sistem
pendidikan
nasionalmulai
dibangun sejak 1945.Tujuannya adalah
untuk
memberikanpendidikan bagi
seluruh masyarakat Indonesiadalam rangka
mencerdaskan kehidupanbangs4 membantu tercapainya tujuan nasional,
melestarikan budaya dan keragaman masyarakat lndonesia. Dengan demikian, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakanpilar
dari sistem pendidikan nasional yangdiatur
dalam Undang Undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989. Kemudin diganti dengan Undang Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang menegaskan bahwapendidikan merupakan upaya
terencanadalam
mewujudkan proses dan suas:rna pembelajaran agar pesertadidik
dapat secaraaktif dan
luwes mengembangkanseluuh
potensi yangdimiliki,
sehingga mereka dapat menguasai dan
memiliki
keimanan, spiri-tual
keagamaan, kecerdasarykepribadian, akhlak mulia
serta keterampilan yangdiperlukan bagi dirinya"
masyarakat, bangsa dan negara. Dalam Undang Undang Dasar 11X5 Pasal3f
ayat (3) ditegaskan pemerintah mengupayakandan
melaksanakan satu sistem pendidikan nasional yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dengan maksud untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.6Rahman Merdani Pcad li*an dan llmv Pndiihlon, Nopyayana: CV, Aswaia Pressindo,206),8-
MANAJEA.IEN MITU PE'IDIDI(AN ,stAA,I TERPADU 47
Madrasah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.
Hal ini
ditegaskandalam
Undang-Undang SisdiknasNomor
2 Tahun L989 bahwa pelaksanaan atau penyelenggaraan pendidikan agama merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hasbullah mengemukakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun190
tentang Pendidikan Dasar dan Peraturan PemerintahNomor
29 Tahun190
tentang Pendidikan Menengah ditegaskan Madrasah merupakan lembaga pendidikanyang diatur dan
beradadalam
subsistempendidikan
nasional.T Tentangfungsi
Madrasah sebagai salah satu sistem Pendidikan Nasional diielaskan dalam Undang-Undang SisdiknasNomor
20 Tahun 2003 bahwa pendidikan nasional berfungsiuntuk
pengem- bangan kemampuandan
pembentukanwatak dan
peradaban bangsayang
bermartabat dengan maksuduntuk
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjadikan pesertadidik
sebagai manusia yang berpotensi, beriman, bertakwa, sehat, berakhlakmuliA
ber- ilmu, mandiri,kreatif
cakap dan dapat menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan demokratis. Kemudian dalam pasal 17 ayat (2)dan
18 ayat (3) Undang Undang SisdiknasNomor
20 Tahun 2003 juga dijelaskan bahwa pendidikan Madrasah yaihr Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyalr, Madrasah Aliyah memiliki posisi dan hak yang sama dengan sekolah atau pendidikan umum lainnya yang sederajat. Machalidan Hidayat
mengemukakanlebih
rinci tentang kebijakan Madrasahdalam
sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 17 ayat (2) bahwa Pendidikan Dasar seperti Sekolah Dasardan
Madrasahlbtidaiyah
ataubentuk lain
yang sederaiat serta Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah ataubentuk lain
sederajat. Pasal 18ayat (3)
bahwapendidikan
me, nengah berbentuk sekolah, Sekolah MenengahAtas,
Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah Khususatau bentuk lain yang
sederajat.E Sistempendidikan
nasional7 Hasbullalr, Kebijakan Pendidikan: Dalam Pnspektif Tan, Aplikasi, dan Kondisi Objektil Pendidikan di l4donesi4 (Iakafta.: PT Raja Cralindo Persad4 2015), 16.
3 Machali, & Hidayal, Teori dan Praktik Pengelohan SekolaVMadrasah di Indonesiq
48
Or. Dokir, M.A- & Dr. Ahmod Fauzi, M.Pd.merupakan serangkaian penyelenggaraan
kegiatan
pendidikan yang bertaraf nasional di dalamnya terdapat komponen-komponen yang mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasicnal. Pasal 1Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa sistem
pendidikan nasional merupakan
keseluruhankomponen
pen- didikan yang saling terkait secara terpaduuntuk
mencapai tuiuan pendidikan nasional.eBerpiiak dari hal tersebut, maka Undang Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sisdiknas menegaskan pentingnya melaksanakan atau menyelenggarakan pendidikan dengan melestarikan keaneka- ragaman penyelenggaraan pendidikan
di
masyarakat dalam satupayung
pengelolaanyaitu
sistempendidikan
nasional. Fathoni mengemukakan keanekaragaman penyelenggaraan pendidikandi
lndonesia dapat dibagi ke dalam dua kategori, pertama, keragamanyang dirniliki
masyarakatdengan tingkat kreativitas
rendah.Masyarakat seperti ini lebih memilih keseragaman karena dianggap memudahkan. Keseragaman
ini
berbentuknomenklatur
seperti seragam sekolah, sistem penilaian, hari masuk dan libur sekolah dan lainnya; keduq keragatnan yangdimiliki
oleh masyarakat dengantingkat kreatif tinggi.
Masyarakat sepertiini
pemerintah hanya mengatur proses perryelengg:ra:rnpendidikan dan
pengukuranhasil pendidikan agar
sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan.to Tingginya tingkat keragaman penyelenggaraan pen-didikan di
lndonesiaini,
mendorong pemerintahuntuk
mengaturdengan kebijakan penyeragaman pendidikan yang disebut dengan Standardisasi Nasional Pendidikan
Menurut
Fathoni, keberadaan Standar Nasional Pendidikan dalam penyelenSgarann pendidikan bertujuan pertamauntuk
menghasilkan pendidikan ya-rg bermutudan
berdayasain6
kedua, mempertemukantradisi
pendidikanyang
berkembangdi
masyarakat dengan kebijakan negara (3) flakarta: Prenada Media Grup, 2016), 58.t MuniralL Sist€m Pendidikan di Indonesia: Antara Keinginan dan Realita.
lunlr,l
A
adus, voL 2 (2), X75,23r26-b M- Fathonl PardAikn Islon dan Pendidikn Naional: Pmodignu Baru, (lakarta:
Departemen Agama RI, Dircktorat Kelembagaan Agama Islam, 20015), 46.
MANAJEMEN Muru PENDTDTKAN lsr-AM TERPADU 49
Pelestarian keragaman
di
antara lembaga pendidikan agar dapat saling bersinergi dan saling melengkapi.ttStandar Nasional Pendidikan dalam perkembangan selanjut-
nya
telah melahirkan Badan Standar Nasional Pendidikan yangmengatur standardisasi pendidikan.
Pengaturan standardisasi pendidikanini
dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2004 bahwa semua jenis pendidikany"ng
selamaini
tidak diakui persamaan dengan pendidikan umumformal
dapat diakui sepanjang persyaratan standarminimal dipenuhi.
Sehingga satu persahr pendidikan tradisional seperti Pondok PesanEen, Madrasahdan
lembagapendidikan lslam lainnya tidak
berbeda dengan sekolah umum. I-embaga pendidikan yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikandan kualifikasi tertentu dapat
terintegrasidalam
sistempendidikan
nasional. Dengandemikian,
integrasi Madrasah atau bentuk lembaga pendidikan Islam lainnya ke dalam sistem pendidikan nasional pada dasamya pemerintah menghendaki agar penyelenggaraan pendidikandi
lndonesia dalam satu sistem pendidikan yang mampu mengembangkan kecerdasan akal, inte- Iektual, spiritual, kepribadian dan keterampilan secara merata dalam sistem pendidikan yang bersendi agama dan kebudayaan bangsa Indonesia,menuju
keselamatandan
kebahagiaan masyarakat.Hal ini
merupakan realisasidari
pasal3l
ayat 2 Undang-UndangDasar
1945, seiakpertama kali diusulkan oleh Badan
PekerjaKomite
Nasional Indonesia Pusat sebagai Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat tentang pokok-pokok penyelenggaraanpendidikan
kepadapemerintah untuk
memberikan pengajaran agama secara teratur di sekolah-sekolah, memberikan bantuan serta tuntunan kepada Madrasah agar dapat meningkatkanmutu
dan peranannya sebagai alat dan sumber perrdidikan serta pencerdasan bangsa, yangterdiri dari
10 pasal. Pasd 5 (b) menegaskan bahwa Madrasah dan pesantren pada hakikatnya adalah suatu alat dan sumber pendidikan dan pencerdasan rakyat yang sudah mengakarI
lbid,48.50
Dr. Dakir, M.A. & Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd.dalam masyarakat Indonesia hendaknya iuga mendapat perhatian
dan
bantuanmateri dari
pemerintah, agar Madrasah dapat ber- kembang secara terintegrasidalam
sistempendidikar.
nasional sesuai peraturan yang berlaku,Hasbullah
mengemukakanbahwa wewenang
pembinaan dan pemberian bantuan kepada Madrasah sejak awal diserahkankepada
KementerianAgama. Kemudian,
Kementerian Agama mengeluarkan peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1952, yang menegaskan Madrasah ialah tempat pendidikan yang telahdiatur
sebagai sekolah
dan
memuat pendidikan danilmu
pengetahuan agamaIslam
meniadipokok
pengaiarannya.r2Adapun
berkaitan dengan tugas dan wewenang, sejak masa ordebaru
telahdiatur dalam
sistem Pendidikan Nasionalmelalui
Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1972, diperkuat dengan lnstruksi Presiden Nomor15 Thhun 1974, ditegaskan bahwa wewenang dan tujuan pembinaan dan pengembangan Sekolah Umum dan Kejuruan berada di bawah
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan. Realisasi pelaksanaan Keppres dan InstruksiPreiden
untuk Madrasah dan sekolah Islam yang berkembang menjadi sekolahumum
dan Sekolah Kejuruan dilaksanakan bekerja sama antara Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Maka pada 1975dikeluarkan
Keputusan BersamaTiga Menteri yang
mengatur pembinaan, pengembangan dan peningkatan mutu pendidikandi
Madrasah. Tujuan peningkatan mutu pendidikan di Madrasah telah dijelaskan dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri yaitu mata pelaiaran umum
di
Madrasah sama dengan mata pelajaran umum di sekolah umum yang setingkat.t3Lebih lanlut, dalam Surat Keputusan Bersama Tiga lrilenteri, Bab tr Pasal 2 ditetapkan bahwa dengan berlakunya kurikulum pelajaran
umum di
Madrasah, dan sekolah Islam sama dengankurikulum
IAANNEMEN MwU PENDID,(AN I5LAM TERPADU 51
t7 lbilr, 761 .
13 Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Ienderal Manalemen Pmdi- dikan Dasar dan Menengalu Buka fubt Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sckolah Marengah Alas, (Iakaita: Direktorat Jenderal Manaiemen Pendidikan Dasar dan MenenSalr 2009), 93-
pelajaran umum di sekolah umum. Sehingga Madtasah dan sekolah Islam
diakui
ataumemiliki
kedudukan sama yaitu pertama, ijazah Madrasahdan
sekolahIslam memiliki nilai yang
sama dengan ijazah sekolah umum yang setJ,rLgkat keilua, lulusan Madrasah dan sekolah Islam dapat melanju&an ke sekolah umum yang setingkat lebih tinggi; ketrg4 pes€rtadidik
Ma&asah atau sekolah Islam dapat pindah ke sekolah umum yang setingkalSelaniutny4 dalam Surat Keputusan Bersama
Tiga
Menteri,Bab IV
Pasal4
ditegaskankerja
samaketiga Menteri
dalam meningkatkanmutu
pendidikanMadrasa\
ditetapkan tugas dan wewenang masing-masingkementrian potana,
pengembangandan
pengelolaan adminisEasi Madrasahdilakukan
oleh Menteri Agama; kedua, pengembangandan
pengawasanmutu
pelajaran agamadilakukan oleh Menteri
Agama; ketiga, pembinaan dan pengembanganmutu
pelaiaranumum dilakukan oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Menteri Agama sertaMmteri
Dalam Negeri. Dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, Bab 5 Pasal 5 iuga mengatur tentang bentu-k bantuan pemerintah kepada Madrasah pertamo,bidang
pengajaranumum yaitu
pengadaanbuku-buku
pelajaranpokok dan alat pendidikan
lair:rnya; kedua,peningkatan
mutu
tenaga pengaiarmelalui
kegiatan workshop, pelatihan dan bantuan tenaga pengajar; kzfiga pembangunanfuik
yaitu pembangunan dan rehabilitasi gedung Madrasah. Kemudian, pada Bab 2 Pasal 2 ditegaskan prosedur dan mekanisme pelaksanaan bantuan kepada Madrasah dan sekolah Islam telah diatur bersama antara Ketiga Menteri. Demikian juga masalah bantuan anggaran menjadi tanggung jawab bersama tiga Menteri.E