DI ERA REVOLUSI INDUSTRI
D. Manajemen Mutu Pendidikan Islam Terpadu Pada Madrasah di Era Revolusi Induski
4. Mudah musnah (perihability), jasa pendidikan tidak dapat disimpan dalam iangka waktu tertentu atau mudah musnah
sehingga tidak dapat diiualpada waktu atau periode berikutnya' Karakteristik jasa yang cePat musnah bukan suatu masalah iika permintaan jasa atau Pelanggan tetap stabil. Sebab mmyiapkan layanan lasa pendidikan lebih mudah. Tetapi jika Permintaan pelanggan
fluktuatif,
lembaga pendidikan akan menghadapi masalah dalam menyiapkan layanan pendidikan.Untuk
itu, diperlukan program Pemas.ran jasa yang lebih cermat agar permintaan jasa pendidikan selalu stabil.Demikian dalam pandangan Nawawi dijelaskan bahwa, mana- iemen mutu terpadu
di
lingkungan organisasi non-profit termasuk pend idikan tidak mungkin diwujudkan iika tidak didukung dengan ketersediaan sumber daya pendidikanuntuk
mewujudkan mutu proses dan hasil yang akan dicapai.Di
lingkungan organisasi yang seha! terdapat beberapa sumber kualitas yang dapat mendukung implementasi manaiemen mutu terPadu secara maksimal, sebagai- mana dikemukakanNawawl
sebagaiberikut
a) komitrnen pucuk pimpinan terhadap kualitas. Ilomitmendari
top manager, seperti kepala sekolah sangat penting, sebab akan berdampak langsungpada
setiap pembuatan keputusandan
kebijakan Perencanaanprogram, pemilihan dan
pelaksanaan Program, pemberdayaan sumber daya manusia dan pelaksanaan kontrol. Tanpa komitmendari
kepala sekolah,mutu
pendidikantidak mungkin
dapatdi
kembangkan dengan
fungsifungsi
manajemen yang berorentasi padamutu produk dan
pelayananumum, yang terjadi
hanyapekeriaan
rutinitag
b) sistem informasi manaiemen. Sumber ini sa- ngat pentin& sebab usaha implementasi semua fungsi manajemenvang
berkualitas, sangat tergantungpada
ketersediaan sistem informasi dan data yang akurat dan lengkap sesuai kebutuhan untuk rnelaksanakan tugas pokok organisasi, c) sumber daya manusia yang potensial dan bermutu. Sumber daya manusia yang bermutu di lingkungan perrdidikan merupakan aset besar untuk mendukung100
Dr. Dakir, M.A. & Dr. Ahmod Fouzi, M.Pd.tercapainya penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Karena kinerja tenaga pendidik dan kependidikan sangat ditentukan oleh mutu kompetensi dan kinerja mereka baik yang telah diwujudkan dalam prestasi kerja maupun yang masih bersifat potensi yang dapat dikembangkan, d) keterlibatan semua fungsi. Seluruh fungsi dalam organisasi berperan sebagai sumber kualitas. Semuanya
memiliki
peran penting sebagai sahr kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Untuk itu,
semuafungsi
harusdilibatkan
secara maksimal dan saling mendukung satu sama lairu e) filosofi perbaikanmutu
ber- kelanjutan. Seluruhmutu yang
tersediadi suatu instihrsi
atau organisasi bersifat sangat mendasar, sebab tergantung pada kondisi pucuk pimpinan ftepala sekolah). Oleh sebabitu,
kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan implementasimutu
pendidikandi
sekolah. Tetapi implementasi manajemen mutu terpadu tidak boleh digantungkan pada kepala sekolah secara individual sebagai surnber mutu, sebab keberhasilan implementasi total quality management
di
institusi pendidikan memerlukan keterlibatan seluruh personal dan ditransformasikan secara berkelanjutanflPerbaikan
kinerja
organisasi secaramenyeluruh dan
ber- kelanjutan hendaknya dijadikan sebagai sasaran tetap organisasi sekolah. Proses perbaikan mufu berkelanjutan merupakan prinsip dasar di mana mutu meniadi pusat yang mendasari seluruh penye- lenggaraanpendidikan.
Prosesini
merupakan pelengkap dan yang menghidupkanprinsip
orientasi prosesdan prinsip
fokus pada pelanggan. Perbaikan mutu berkelaniutan berkaitan dengan komitsnen terhadap mutu yang terkandung dalan pemyataan visi dan misiuntuk
dilakukan bersama serta meurberdayakan seluruh personeluntuk
secara inkrementalmewujudkan visi dan
misi tersebut, HaIini
tergantung pada dua unsur, pertama mempelajari proses,alat, dan
keterampilanyang tepat.
Kedu4 menerapkan keterampilan baru pada small achieaeable projects.*lain
ihr, upayaperbaikan mutu
berkelanjutandi lembaga pendidikan
harusa lbid,13v'14"t.
MANAJE 4EN ML[u PENDTDTKAN lsLA 4 IERPADU 101
menggunakan pendekatan sistem terbuka. Rochaety menegaskan ada tiga pendekatan yang digunatan untuk menjamin mutu lem-
baga pendidikan yaitu
pertna,
pendekatan akteditasi; kedua, pendekatan oafoo me assessment; kcfiSo pendekatan sistem terbuka.GSeluruh
sumbermutu pada institusi pendidikan dapat dilihat
melalui beberapa dimensi kualitas yang harus direalisasikan oleh kepala sekolah bekerja sama dengan seluruh komponen pendidikan di sekolah.Pada konteks
di
atas, Nawawi mengemukakan dimensi mutu antaralain;
a) Dimensi keria organisasi yangpositif
merupakan gambarankonkret dari
kemampuan organisasidalam
menda- yagunakan seluruh sumbermutu
yang akan berdampak untuk keberhasilan, mempertahankandan
mengembangkan eksistensi organisasi, b) Iklim keria, penggunaan sumber kualitas secara intensil akan menghasilkaniklim
bekerja yangkondusif di
lingkunganorganisasi, yaitu iklim bekeria yang dilandasi keria sama yang efektif dalam bentuk keria
tim
yang saling menghargai dan menghormatipendapa!
kreativitas,inisiatif dan
inovasiuntuk
meningkatkanmutu, c) Nilai
tambah, pen,layagunaan sumber kualitas secara efektif dan efuien akan memb,rrikan nilai tambah atau keunggulan tambahan bagi organisasi sebagai pelengkap dalam melaksanakan tugas pokok dan hasil yang dicapai oleh organisasi.Nilai
tambahini
secarakonkret terlihat
pada rasa puasdan
berkurang atau hitangnya ketuhan pihak yang dilayani peserta didik, d) Kesesuaian dengan spesifikasi, pendayagunaan sumber kualitas secara efektifdan
efisien akan berdampak pada kemampuan personeluntuk
menyesuaikan pekerjaandan hasilnya
sesuai dengan standar operasional berdasarkanuluran
kualitas yang telah disepakati, e) kuahtas pelayanan dan daya tahan hasil pembangunan, dampak lain yang dapat diamatidari
pendayagunaan sumbermutu
yangefektif dan
edsienterlihat
pada peningkatanmutu
dalam mem-berikan
pelayanankepada
pelanggan,f)
persepsi masyarakat6' Ibid,1N.
102
Dr. Dokir, M.A. &Dr. Ahmad Fduzi, M.Pd.Dalam manajemen
mutu pendidikan
terpadu, sekolah atau Madrasah dapat dipahami sebagai unit layanan jasa, yaitu pelayanan pendidikan dan pembelafaran. Sebagai unit layanan jasa, maka yang dilayani sekolah atau Madrasah adalah partama, pelanggan intemaltenaga pendidik, tenaga kependidikan, pustalawaru
laboraru teknisi, tenaga konselor, kepala tata usaha, yang adadi
sekolah atau Madrasah; kedua, pelanggan ekstemalterdiri dari
pelanggan primer (peserta didik), pelanggan sekunder (orangtua wali pesertadidik,
pemerintah,dan
masyarakat), pelanggan tersier (pemakai atau penerima lulusan dari sekolah atau Madrasah atau perguruan tinggi maupun dunia usaha. Bagi sekolah umum berciri khas Islam,dan
Madrasah yangdidirikan kiai di
pesantsen, sebagian besarManajemen Mutu Terpadu
(omitmen Pada Standar Mutu Pengelolaan Sekolah/Mad.asah
Perbaikan Mutu Berkelanjutan Sumber Mutu Pendidikan
Fun8si Manajemen:
Perencanaan, Pengorganirasian, Pelaksanaan, Penganggaran, Kontrol
Kineria Madrasah Berbasis Mutu
Hasil :
Pelayanan lnput, Proses dan Outpot Pendidikan Memuaskan Stakeholder lnte.nal dan Ekstemal
MANAJEMEN MLTTU PENDIDIXAN ISLAM TERPADU 103 pendayagunaan sumber
mutu
yang berhasildi
suatu organisasi pendidikan dapat diketahui oleh masyarakat (branil image) dalam bentuk citra dan reputasi yangpositif
mengenai kualitas lulusan baik yang terserap oleh lembaga pendidikan yang lebih tinggi atau oleh pasar kerja. Secara singkat komitsnen mutu dalam manajemen mutu pendidikan terpadu digambarkan sebagaiberikut
Koaraitnrn fiah. (Aon Msnojcnsn Mutu Petulidikn Islrrlr. Te4ht
meskipun telah memberlakukan sistem pendidikan klasikal dan berjenjang serta mengembangkan ilmu pengetahuan umum sebagai bagian integral dalam
kurikulum
Madrasah atau sekolah umum bercirikan Islam.Di
satu sisi, Madrasah atau sekolah umum Islam juga mempertahankan pengajaran kitab-kitab klasik sebagai bagian darikurikulum
pesantren yang ditransmisikan dari satu Senerasi ke generasi berikutnya.Dalam konteks
penerapan manajemenmutu terpadu di
Madrasah atau sekolahumum
Islam yangdidirikan
olehkiai di
pesantreru Madrasah telah mengikuti sistem pendidikan modem diantaranya ditandai dengan adanya kebebasan berpendapat dan keterbukaan
dalam
prosespmdidikan dan
pembelaiaran. Halini akan
menciptakaniklim dialogis
antara Pesertadidrk,
dan para guru, antara pesertadidik
dan kiai, pesertadidik
dan tenaga kependidikan dan lainnva yang lebih intensif. Proses transferilmu
pengetahuan maupun nilai-nilai aiaran Islam tidak lagi bersifat one way communication, tetapi lartttlti commuaiahbz. Proses pendidikan
dan
pembelajaran modelmulti
arahini
merupakan bagian dari substansi manajemen mutu terPadu dalam meningkatlan kualitas pendidikan Madrasah atau sekolah umum yang didirikan pesantren.Penerapan manajemen mutu terpadu dalam penyelenSSaraan pendidikan dan pembelajaran di Madrasah atau sekolah u mum Islam yang
didirikan
pesantrentidak
mudah, disebabkan sumber daya manusia, seperti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tenaga pustakawan, Iaboran, teknisi, saranaPrasarana, seperti laboratorium, perpustakaan, ruang belajar, pembiayaan masih terbatas dari aspek kuantitasdan
kualitasnya.Untuk itu
diperlukan kerangka kerja Madrasah atau sekolah umum Islam yang berorientasi pada mutudmgan
melakukan evaluasidiri
dan inspeksi seluruh komponen pendidikan, kemudian dikembangkan beberapaindikator
kineria sebagaipedoman kinerja
Madrasahdalam
mencapai delapan standar nasional pendidikan.Hopkins, dalam Bush dan Coleman, mengidentifikasi sebuah kerangka keria
untuk
perbaikan mutu pendidikan. Kerangka kerja104
Dr. Dakir, M.A, & Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd-ini menunjukkan hubungan antara dukungan ekstemal Kemudian dikembangkan program kerja prioritas yang strategis bagi Madrasah
untuk
perbaikan kinerfa dan kultur
sekolah.6 Kerangka kerja tersebut adalah berikut:Hrnbunga'l Duhngan Ekstenal S*olaly'Madrosdr
Manaiemen mutu pendidikan terpadu da-lam penyelenggaraan pendidikan
di
Madrasahahu
sekolah umum Islam yangdidirikan
pesantren bertuiuanuntuk
meningkatkanmutu, dan
daya saing lulusan dengan indikator kompetensimemiliki
kecerdasan mental,intelektual, spiritual, kepribadian dan keterampilan
teknologi informasi, berakhlak karimafumandiri dan
bertanggung jawab.Untuk
mencapaituFan
tersebut, implementasi manajemen mutupendidikan
terpadudi
Madrasahatau
sekolahperlu
didukung dengan komitmen yang kuatdari
seluruh komponen pendidikanI
t
IDukungan Eksternal Untuk Perubahan
5trategi Prioritas Pengembangan
Mutu Madrasah
l(ondisi Praktik Kelas
Prioritas Pengembangan
Madrasah
IuiuanPembelajaran dan Pengemba ngan Mutu Guru
6 tbid,178.
Ungkunga Madrasah
MANAJE/uEN Muru PENDToTKAN I5LAM TERPADU '105
Madrasah. Beberapa prinsip manaiemen mutu terPadu dari Deming dalam Sallis y'ang bisa diterapkan di Madrasah antara lain.67
1.
Ciptakan sebuah usaha peningkatan produk dan jasa, dengan tujuan agar bisa kompetitif, tetap berialan dan menyediakan lowongan pekerjaan.Menurut
Deming terlalu banyak orga- nisasi yang hanyamemiliki
tuiuan iangka pendek dan tidak melihat apa yang akan teriadi pada 20 atau 30 tahun mendatang.Seharusnya mereka memiliki visi masa depan dan inovasi baru untuk rencana iangka panjang dan mereka harus terus menerus berusaha memenuhi kebutuhan pelanggannya.
2.
Adopsi filosofi baru. Sebuah organisasi tidak akan mampu ber- sainglika
mereka terus mempertahankan penundaan waktu.Kesalahan, bahan-bahan
cacat dan produk-produk
lelek- Mereka harus membuat perubahan dan mengadopsi metode kerja baru.3. Hindari
ketergantungan pada inspeksi masauntuk
mencapai mutu. Inspeksi tidak akan meningkatkan atau meniamin mutu.Anda tidak dapat m eng inspeksi mutu kedalamproduk. Deming juga mengemukakan manajemen harus dilengkapi dengan staf- staf terlatih dan terdidik n,elalui program pelatihan, menguasai statistik dan teknik-teknik yang dibutuhkan untuk mengawasi dan mengembangkan mutu mereka.
4. Akhiri praktik
menghargaibisnis
dengan harga. Menurut Deming harga tidak memiliki arti apa-apa tanpa ukuran mutu yang dijual. Praktik kontrak yang hanya cenderung pada harga yang murah dapat menggiring pada kesalahan besar. Metode yang ditawarkanmutu
terpadu adalah mengembangkan hu- bungan dekat dengan penyuplaiuntuk
jangka panjang dan kerja sama denganpmyuplai
sebagai bagian dari komponen mutu.5.
Tingkatkan secara konstan sistemproduksi
dan iasa, untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. Selanjutstya turunkan biaya secara konstan.Hal ini
merupakan tugas manajemen67 rbid,301
'lOG
Dr. Dakir, M.e. & Dr. Ahmod Fouzi, M.Pd.untuk mengarahkan proses peningkatan dan meniamin bahwa ada proses perbaikan yang berkelanjutan.
6.
Lembagakan pelatihan kerja. Pemborosan terbesar dalam se-buah
organisasi adalahkekeliruan
menggunakan keahlian orang secara tepat. Mempergunakanuang untuk
pelatihan tenaga kerja adalah penting,tetapi yang lebih
penting lagi adalah melatih keria dengan standar terbaik. Pelatihan adalah alat kuat dan tepat untuk perbaikan mutu.7. Lembagakan kepemimpinan. Deming mengatakan
kerja manajemenbukan
mengawasitetapi
memimpin. Maknanya adalah berubah dari manajemen Eadisional yang selalu mem- perhatikan hasil indikator prestasi spesifikasi dan penilaian- menuiu peran kepemimpinan yang mendorong peningkatan proses produksi barang dan jasa yang lebih baik.8.
Hilangkan rasa takut, agar setiap orang dapat bekerja secara efektif. Keamanan adalah basis motivasi yang dibutuhkan para pegawai. Deming yakin bahwa pada hakikat setiap orang ingin melakukan kerja denganbaik
asalkan mereka bekerja dalam lingkungan yang mampu mendorong semangat mereka.9. Uraikan
kendala-kendalaantar
departemen.Orang
dalam departemen yang berbeda harus dapat kerja sama sebagai se- buah tim. Organisasi tidak diperkenankan untuk memilikiunit
atau departemm yang mmdorong pada arah yang berbeda.
10.
Hapwkan slogan, desakan, dan target serta tingkatkan produk-tivitas
tanpa menambah beban kerja. Tekananuntuk
bekerja keras merepresentasikan sebuah pemaksaan kerja oleh seor:rng manajer. Slogan dan targetmemiliki sedikit
dampak praktis terhadap pekerja. Kebanyakan persoalanproduksi
terletakpada
persoalan sistemdan ini
merupakan tanggungjawab manajemen untuk mengatasinya.11.
Hapuskan standarke{a
yang menggunakan kuota numerik.Mutu
tidak dapatdiukur
hanya dengan mengkonsentrasikan pada hasil Foses. Pekedaan manajer dengan kuota numerik sering meny€babkan teriadinya pemotongan dan penyusutanMANAJEMEN ML[u PENDTDTKAN ISLAM TERpAou 107
mutu.
12. Hilangkan
kendala-kendalayang
meramPas kebanggaan karyawan atas keahliannya.Hal ini perlu
dilakukan denganmerghilangkan sistem penilaian dan penghitungan
jasa.Deming berupaya keras menentang sistem penilaian yang