• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA KESEHATAN DAN JAMINAN KESEHATAN

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu wujud dari Jaminan Sosial Nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Di dalam Undang-Undang SJSN mengamanatkan bahwa

Rp 0 Rp 1.000.000.000.000 Rp 2.000.000.000.000

KOTA BATU KAB SITUBONDO KOTA BLITAR KOTA MADIUN KOTA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO KAB MOJOKERTO KOTA MOJOKERTO KAB LUMAJANG KOTA KEDIRI KAB PACITAN KAB MAGETAN KOTA MALANG KAB SAMPANG KAB BONDOWOSO KAB PAMEKASAN KAB PONOROGO KAB NGAWI KAB TRENGGALEK KAB PROBOLINGGO KAB MADIUN KAB JEMBER KAB NGANJUK KAB BLITAR KAB BANGKALAN KAB SUMENEP KAB TUBAN KAB BANYUWANGI KAB KEDIRI KAB LAMONGAN KAB PASURUAN KAB GRESIK KAB TULUNGAGUNG KAB JOMBANG KAB MALANG KAB BOJONEGORO KAB SIDOARJO KOTA SURABAYA

2023 2022

82 seluruh penduduk wajib menjadi peserta jaminan kesehatan termasuk WNA yang tinggal di Indonesia lebih dari enam bulan. Peserta merupakan setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia yang telah membayar iuran atau yang iurannya dibayar pemerintah.

Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terdiri atas 2 kelompok yaitu Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan dan Peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan. Segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan adalah fakir miskin dan orang tidak mampu. Segmen peserta PBI dengan sumber pembiayaan PBI berasal dari pemerintah Pusat disebut PBI APBN, sedangkan PBI APBD berasal dari sumber pembiayaan pemerintah daerah. Adapun peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan adalah Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya, Pekerja Bukan Penerima Upah dan anggota keluarganya, serta bukan Pekerja dan anggota keluarganya.

Kepesertaan Jaminan Kesehatan di Jawa Timur mengalami Peningkatan pada periode tahun 2021 - 2023. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada segmen Kepesertaan PBI APBN dan PBI APBD.

Gambaran peningkatan kepesertaan per segmen sebagai berikut :

83

GAMBAR 4.2

PERKEMBANGAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023

Sumber : BPJS Kesehatan per 1 Desember 2023 Data termasuk peserta non aktif

Hasil pemetaan segmen kepesertaan di Jawa Timur pada tahun 2023 bahwa peserta JKN terbanyak berasal dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik PBI APBN maupun PBI APBD sebesar 67% sedangkan kepesertaan dari Non PBI meliputi PPU, PBPU mandiri, dan BP sebesar 33%.

GAMBAR 4.3

CAKUPAN SEGMEN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/kota Tahun 2023 Total

Kepesertaan JKN

Segmen

PBI APBN Segmen

PBI APBD Segmen

PPU Segmen

PBPU Segmen

BP

2021 29.843.810 14.329.264 4.704.410 6.346.215 3.773.687 690.234

2022 34.776.989 17.635.243 5.165.404 7.407.953 3.891.993 676.396

2023 37.695.230 18.155.172 7.017.290 7.488.197 4.153.829 880.742

0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000 35.000.000 40.000.000

PBI APBN;

48%

PBI APBD;;

19%

Pekerja Penerima Upah (PPU);

20%

Pekerja Bukan Penerima Upah …

Bukan Pekerja (BP); 2%

84 Berdasarkan roadmap dalam RPJMN diharapkan capaian UHC pada tahun 2023 sebesar 95% dari total penduduk dan 98% pada tahun 2024. Hasil evaluasi gambaran kepesertaan JKN sampai dengan tahun 2023 dari 41.471.061 penduduk Jawa Timur yang telah menjadi peserta JKN sebanyak 37.695.230 Jiwa dan yang belum menjadi peserta JKN sebanyak 3.775.031 jiwa. Capaian kepesertaan JKN di Jawa Timur masih kurang dari target 95% yang ditetapkan di tahun 2023, dengan persentase cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan sebagai berikut:

GAMBAR 4.4

CAKUPAN KEPESERTAAN JKN PENDUDUK JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : BPJS Kesehatan per 1 Desember 2023 Data termasuk peserta non aktif

Terdapat 25 kabupaten/kota yang sudah mencapai target kepesertaan 95% ditahun 2023, sedangkan 13 kabupaten belum mencapai target kepesertaan UHC dengan jumlah kepesertaan kurang dari 95%. Adapun kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah mencapai target UHC yaitu :

91%JKN Belum JKN

9%

JKN Belum JKN

85

TABEL 4.1

CAKUPAN KABUPATEN/KOTA YANG TELAH MENCAPAI UHC DI JAWA TIMUR PER DESEMBER 2023

NO KABUPATEN/KOTA JUMLAH PENDUDUK (JIWA)

PESERTA JKN (JIWA)

CAKUPAN KEPESERTAAN

1 Kota Malang 874660 942564 107.76%

2 Kabupaten Bangkalan 1042870 1094445 104.95%

3 Kabupaten Sampang 981488 1015439 103.46%

4 Kota Mojokerto 141336 143442 101.49%

5 Kota Kediri 296792 300539 101.26%

6 Kota Probolinggo 243887 246488 101.07%

7 Kabupaten Bojonegoro 1356057 1369613 101.00%

8 Kabupaten Gresik 1296688 1309311 100.97%

9 Kota Pasuruan 212403 213761 100.64%

10 Kabupaten Sidoarjo 1982938 1994348 100.58%

11 Kota Madiun 201992 202998 100.50%

12 Kota Blitar 159406 159873 100.29%

13 Kota Batu 219540 219946 100.18%

14 Kota Surabaya 3000076 2960959 98.70%

15 Kabupaten Probolinggo 1172181 1154033 98.45%

16 Kabupaten Sumenep 1138942 1121149 98.44%

17 Kabupaten Pasuruan 1622659 1597088 98.42%

18 Kabupaten Malang 2692260 2649294 98.40%

19 Kabupaten Pamekasan 876699 859085 97.99%

20 Kabupaten Bondowoso 805914 784470 97.34%

21 Kabupaten Mojokerto 1139457 1098595 96.41%

22 Kabupaten Jombang 1364775 1313752 96.26%

23 Kabupaten Madiun 758517 729233 96.14%

24 Kabupaten Kediri 1679039 1607772 95.76%

25 Kabupaten Nganjuk 1139617 1083503 95.08%

Sumber : Data Penduduk Dukcapil Semeseter 1 tahun 2023 & Cakupan Kepesertaan JKN -BPJS Kesehatan Per Desember 2023

Pencapaian target kepesertaan UHC di Jawa Timur dihadapkan pada beberapa kendala dan tantangan antara lain Pemetaan penduduk yang akurat dan terkini berdasarkan segmen (PBI JK, PBPU, mandiri) masih belum berjalan optimal. Adanya mobilitas penduduk dari satu segmen ke segmen lain dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam pendanaan JKN, update data kependudukan yang tidak akurat dapat menyebabkan peserta JKN tidak terdaftar atau terdaftar ganda, penonaktifan PBI JK, serta adanya faktor lain seperti pemanfaatan

86 dana dari berbagai sumber pembiayaan program JKN belum optimal dan keterbatasan dana untuk program JKN di kabupaten/kota, disisi lain masyarakat banyak yang belum memahami pentingnya jaminan kesehatan. Pelaksanaan strategi yang tepat, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan optimalisasi JKN di Jawa Timur.

Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan JKN dan menjalankan kewajiban yang diamanahkan Perpres 64 tahun 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyediakan anggaran yang bersumber dari pajak rokok sebesar Rp. 383.147.025.010,- untuk membayar kontribusi iuran bagi peserta PBI JK yang ada di wilayah kerjanya sesuai dengan kapasitas fiskal provinsi. Anggaran untuk memenuhi kewajiban tersebut diambil dari dana pajak rokok sebesar minimal 37,5% hak provinsi. Hasil realisasi sampai dengan Bulan Desember 2023 sebesar Rp. 380.612.859.900 (99,34%).

Upaya penguatan tata kelola pengorganisasi program JKN dilaksanakan untuk memastikan bahwa program JKN berorientasi kepada pelayanan peserta. Seluruh peserta harus memperoleh haknya dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan kendali mutu yang baik. Di sisi yang lain diharapkan dengan upaya meningkatkan jumlah kepesertaan masyarakat dalam JKN berkorelasi positif dengan upaya peningkatan mutu pelayanan Kesehatan di semua fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk aspek ketersediaan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sarana prasarana di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yaitu puskesmas, dokter praktek mandiri, dokter gigi swasta, klinik pratama dan juga fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang mencakup rumah sakit umum maupun khusus dan juga klinik utama harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan merata sehingga akses peserta/penduduk terhadap faskes lebih mudah dan terjangkau.

87 BAB V KESEHATAN KELUARGA

88

87 A. KESEHATAN IBU

Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian Ibu (AKI). Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020, AKI Jawa Timur 98,40 per 100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2021 sebesar 234,7 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan pada 2022 turun menjadi 93,00 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan menjadi 93,73 per 100.000 kelahiran hidup dipengaruhi perubahan definisi kematian ibu oleh Kementerian Kesehatan (yang semula kasus berdasarkan alamat KTP menjadi alamat domisili). Pencapaian AKI di tahun 2023 masih mencapai target Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yaitu di bawah 95,42 per 100.000 kelahiran hidup.

GAMBAR 5.1

ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) PER 100.000 KELAHIRAN HIDUP DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2020-2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Apabila dilihat dari jumlah kematian ibu yang terjadi, pada tahun 2023 jumlah kematian ibu di Jawa Timur sebanyak 499 kematian. Adapun 3 daerah tertinggi kematiannya adalah Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Banyuwangi. Sedangkan menurut data

98,4

234,7

93 93,73

0 50 100 150 200 250

AKI 2020 AKI 2021 AKI 2022 AKI 2023

AKI

88 Kementerian Kesehatan tahun 2023 untuk penyebab terbanyak berdasarkan kode ICD10 MM di Jawa Timur adalah Grup 2: Hipertensi dalam kehamilan, persalinan dan nifas, Grup 3: Perdarahan obstetrik, dan Grup 7: Komplikasi non obstetrik.

GAMBAR 5.2

DISTRIBUSI JUMLAH KEMATIAN IBU PER KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Berdasarkan data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), capaian Kunjungan Pertama (K1) dan Kunjungan Keempat (K4) menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil. Cakupan ibu hamil Kunjungan Pertama (K1) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 adalah 89,1%. Sedangkan cakupan Kunjungan Keempat (K4) adalah 87,2%. Angka cakupan

00

01234 6666 888910101010111111121414141515151617 2020 2324 2728 35 50

KOTA KEDIRI KOTA MOJOKERTO KOTA MADIUN KOTA BLITAR KOTA PASURUAN KOTA BATU KOTA PROBOLINGGO KAB. PACITAN KAB. BLITAR KOTA MALANG Alamat Domisili Ditolak KAB. PONOROGO KAB. TULUNGAGUNG KAB. NGAWI KAB. TRENGGALEK KAB. KEDIRI KAB. LUMAJANG KAB. BONDOWOSO KAB. SUMENEP KAB. SITUBONDO KAB. MADIUN KAB. MAGETAN KAB. LAMONGAN KAB. PASURUAN KAB. MOJOKERTO KAB. BOJONEGORO KAB. TUBAN KAB. BANGKALAN KAB. PAMEKASAN KAB. NGANJUK KAB. SIDOARJO KAB. GRESIK KOTA SURABAYA KAB. PROBOLINGGO KAB. JOMBANG KAB. SAMPANG KAB. BANYUWANGI KAB. MALANG KAB. JEMBER

Jatim = 499

89 Kunjungan Pertama (K1) ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 yaitu Kunjungan Pertama (K1) 97,6%, sedangkan Kunjungan Keempat (K4) mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 yaitu Kunjungan Keempat (K4) 88,46%. Provinsi Jawa Timur untuk indikator Kunjungan Keempat (K4) belum mencapai target, indikator Kunjungan Keempat (K4) termasuk indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal) dengan target 100%. Data tahun 2023 ada kesenjangan antara Kunjungan Pertama (K1) 89,1% dan K4 87,2%, beberapa penyebab terjadinya kesenjangan antara lain :

a. Tingginya mobilitas Ibu hamil saat periksa Kunjungan Pertama (K1) dan saat melahirkan pindah tempat sehingga Kunjungan Keempat (K4) sulit untuk di pantau, untuk itu di perlukan Pemantauan Wilayah Setempat dengan maksimal dan koordinasi lintas program dan Fasilitas Kesehatan.

b. Definisi Operasional Kunjungan Keempat (K4) adalah pemeriksaan ibu hamil sampai bersalin oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan, sehingga apabila ibu hamil pindah tempat atau belum melahirkan pada tahun berjalan maka tidak termasuk capaian Kunjungan Keempat (K4).

c. Masih banyak ditemukan Kunjungan Pertama (K1) akses, abortus dan persalinan prematur.

d. Perubahan laporan bahwa Kunjungan Keempat (K4) dihitung setelah persalinan dan adanya penambahan indikator Kunjungan Keenam (K6) dan masih dilakukan proses sosialisasi ke Kabupaten/kota.

e. Dengan adanya pemeriksaan kunjungan pertama oleh dokter dan pemeriksaan USG maka cakupan kunjungan diharapkan akan meningkat

90

GAMBAR 5.3

PERKEMBANGAN CAPAIAN K1 DAN K4 PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019–2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Berikut adalah gambaran capaian Kunjungan Pertama (K1) 38 kabupaten/kota.

GAMBAR 5.4

CAKUPAN KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PER KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Tahun 2023 terdapat 4 (empat) kabupaten/kota memiliki capaian Kunjungan Pertama (K1) > 100%. Secara kualitas terdapat penurunan

100,6

97,7 98,5 97,6

89,1

91,2 90,94 90,5

88,46

87,2

80 85 90 95 100 105

2019 2020 2021 2022 2023

Capaian K1 Capaian K4

102%100%100%100%97% 97% 97% 96%

94% 93% 93% 93% 92% 92% 92% 91% 91% 90% 90% 90% 89%89% 88% 87% 86% 86%

83% 82% 82% 81%

79% 79% 78% 78% 77% 76%74%

65%

59%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

KOTA SURABAYA KOTA MADIUN KAB. SAMPANG KOTA PASURUAN KAB. TULUNGAGUNG KAB. PROBOLINGGO KOTA MOJOKERTO KAB. BANGKALAN KAB. TRENGGALEK KAB. BONDOWOSO KAB. MAGETAN KAB. JEMBER KAB. BANYUWANGI KAB. PASURUAN KOTA BLITAR KAB. GRESIK KAB. SIDOARJO KAB. MALANG KAB. NGAWI KAB. TUBAN KAB. SUMENEP JATIM KAB. PAMEKASAN KAB. KEDIRI KAB. BOJONEGORO KAB. PACITAN KOTA MALANG KAB. LUMAJANG KAB. NGANJUK KAB. JOMBANG KAB. MOJOKERTO KAB. BLITAR KOTA KEDIRI KAB. SITUBONDO KAB. LAMONGAN KAB. PONOROGO KOTA BATU KAB. MADIUN KOTA PROBOLINGGO

91 dari tahun 2022, yaitu 9 Kabupaten/kota. Capaian cakupan Kunjungan Pertama (K1) terbesar dimiliki oleh Kota Surabaya yakni sebesar 102%. Kota Probolinggo memiliki cakupan terendah pada tahun 2023 yaitu 59%.

Karena adanya pandemi Covid-19 sehingga ada penurunan capaian K1 di kabupaten/kota sehingga diharapkan untuk Kabupaten/kota dibawah rata-rata provinsi agar meningkatkan pendataan dan pendampingan pada ibu hamil di wilayah kerjanya dengan melakukan kunjungan rumah dan disarankan untuk ANC terpadu ke puskesmas agar penyakit penyerta pada ibu hamil dapat terdeteksi lebih awal dan dapat kontak dengan petugas pada trimester I agar ibu hamil mendapatkan pelayanan yang berkualitas (Antenatal Care Terpadu) dan minimal 1 kali diperiksa oleh dokter.

Berikut adalah gambaran capaian Kunjungan Keempat (K4) 38 kabupaten/kota.

GAMBAR 5.5

CAKUPAN KUNJUNGAN KEEMPAT (K4) PER KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Gambar 5.5 menjelaskan bahwa dari 38 kabupaten/kota, 5 kabupaten/kota yang mencapai target 100% yaitu Kota Surabaya, Kota Madiun, Kabupaten Sampang, Kabupaten Malang, dan

100%100%100%100%100% 98% 98% 97% 96% 96%95% 94% 94% 92% 92%

90% 90% 89% 88% 87% 87% 86% 86% 85% 85%

83% 83% 83% 82% 81% 81% 81% 79% 79%78% 77% 76% 74%

27%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

KOTA SURABAYA KOTA MADIUN KAB. SAMPANG KAB. MALANG KAB. SIDOARJO KOTA BLITAR KAB. PASURUAN KAB. PAMEKASAN KOTA MOJOKERTO KAB. SUMENEP KOTA MALANG KOTA PASURUAN KAB. TULUNGAGUNG KAB. LAMONGAN KOTA PROBOLINGGO KAB. TUBAN KOTA KEDIRI KAB. LUMAJANG KAB. JOMBANG JATIM KAB. NGAWI KAB. MADIUN KAB. TRENGGALEK KAB. MOJOKERTO KAB. MAGETAN KAB. GRESIK KOTA BATU KAB. BOJONEGORO KAB. BONDOWOSO KAB. BANGKALAN KAB. PACITAN KAB. BANYUWANGI KAB. JEMBER KAB. PONOROGO KAB. SITUBONDO KAB. NGANJUK KAB. KEDIRI KAB. BLITAR KAB. PROBOLINGGO

92 Kabupaten Sidoarjo dengan target cakupan Kunjungan Keempat (K4) untuk tahun 2023 mencapai target SPM adalah sebesar 100%.

Beberapa penyebab Kunjungan Keempat (K4) tidak bisa tercapai 100% antara lain:

a. Akses ibu hamil ke Fasilitas Kesehatan masih terkendala geografis yang terdiri dari banyaknya pulau dan desa tertinggal.

b. Mobilitas ibu hamil cukup tinggi, sering berpindah saat periksa ANC dan melahirkan, sehingga capaian K4 (denominatornya ibu melahirkan) tidak tercapai.

c. Cakupan Kunjungan Keempat (K4) ibu hamil dihitung selama hamil sampai melahirkan.

d. Dengan adanya pemeriksaan kunjungan pertama oleh dokter dan pemeriksaan USG pada Trimester pertama dan ke empat maka cakupan kunjungan K4 diharapkan akan meningkat.

2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin

Capaian cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) dan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) menggambarkan tingkat perlindungan dalam pelayanan kesehatan ibu bersalin. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN) untuk Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai 94%. Persentase ini sama dengan tahun 2022 yaitu 94%, Cakupan Persalinan Nakes di Faskes yaitu 94%

persentase ini sama dengan tahun 2022 yaitu 94%. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) bila dibandingkan dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) maka terjadi persamaan angka capaian dimana kesamaan antara Persalinan oleh Nakes (Linakes) dan persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) dikarenakan masih ada Persalinan di Pos Bersalin Desa (Polindes) dan di dukun, seperti yang ditunjukkan gambar 5.6 di bawah ini.

93 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) adalah termasuk indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang diharapkan mencapai target 100%. Provinsi Jawa Timur untuk indikator PF belum tercapai, seperti yang disajikan pada gambar 5.6.

GAMBAR 5.6

PERKEMBANGAN CAKUPAN PERTOLONGAN OLEH TENAGA KESEHATAN (PN) DAN PERTOLONGAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN

PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019–2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023 GAMBAR 5.7

CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN (PN) PER KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

97 97

100

94

94

95 95

99

94

94

91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101

2019 2020 2021 2022 2023

Linakes Linakes di Faskes

105105102100100100 99 99 99 99 9897 97 96 96 95 94 94 94 93 93 92 92 92 92 9189 89 89 89 89 89 89 88 85 8582 81 80

0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00

KAB BONDOWOSO KAB SUMENEP KAB SAMPANG KOTA MADIUN KOTA SURABAYA KAB LAMONGAN KAB SIDOARJO KAB PASURUAN KAB LUMAJANG KAB SITUBONDO KAB PROBOLINGGO KAB BANYUWANGI KAB MALANG KOTA MOJOKERTO KAB BANGKALAN KAB TUBAN Jawa Timur KAB PAMEKASAN KAB BOJONEGORO KOTA KEDIRI KAB MAGETAN KAB JOMBANG KAB JEMBER KAB TRENGGALEK KOTA PASURUAN KOTA PROBOLINGGO KAB TULUNGAGUNG KAB PONOROGO KAB NGAWI KAB GRESIK KAB MADIUN KOTA BATU KAB MOJOKERTO KOTA MALANG KAB PACITAN KAB NGANJUK KOTA BLITAR KAB KEDIRI KAB BLITAR

94 Gambar 5.7 menjelaskan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, dari 38 kabupaten/kota ada 6 kabupaten/kota yang mencapai 100% yaitu Bondowoso, Sumenep, Sampang, Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kabupaten Lamongan, untuk yang capaian rendah yaitu Kota Blitar. Capaian persalinan oleh tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Timur yaitu 94%. Beberapa penyebab persalinan oleh tenaga kesehatan tidak tercapai antara lain :

a. Masih ada persalinan di Pos Bersalin Desa (Polindes) dan dukun b. Mobilitas ibu yang tinggi dan pemantauan wilayah setempat sulit

dilakukan khususnya di daerah perkotaan c. Ibu mengalami keguguran

d. Bayi meninggal dalam kandungan

e. Dengan adanya BPJS UHC diharapkan bisa meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan

GAMBAR 5.8

CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN (PF) PER KABUPATEN/KOTA

PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Gambar 5.8 menjelaskan hanya 6 kabupaten/kota yang mencapai target cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) pada tahun 2023, dan cakupan Persalinan

101,4100,4100,3100,1100,0100,0 99,9 99,4 99,3 99,1 98,897,7 97,0 97,0 96,9 96,2 96,1

93,1 93,1 93,0 91,1 90,4 90,1 90,1 89,8 89,7 89,488,4 88,4 87,8 87,7 87,2 86,8 85,9 85,4 84,0 82,8

78,4 78,4

0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 120,0

KAB. PAMEKASAN KOTA MADIUN

KAB. PASURUAN KAB. SUMENEP

KOTA SURABAYA KAB. SAMPANG

KAB. SIDO ARJO

KAB. BONDO WOSO

KAB. SITUBONDO KAB. MALANG

KOTA BLITAR KOTA MALANG

KAB. LUMAJANG KOTA MOJOKERTO

KAB. LAMONGAN KAB. PROBOLINGGO

KOTA PASURUAN JATIM

KAB. TULUNGAGUNG KAB. TUBAN KAB. BOJONEGORO

KAB. TRENGGALEK KOTA KEDIRI

KAB. JOMBANG KAB. BANYUWANGI

KAB. BANGKALAN KAB. JEMBER

KAB. MAGETAN KAB. GRESIK

KAB. MOJOKERTO KAB. NGAWI

KOTA BATU KAB. MADIUN KOTA PROBOLINGGO

KAB. PONOROGO KAB. NGANJUK

KAB. PACITAN KAB. KEDIRI

KAB. BLITAR

95 oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan (PF) yang paling rendah yaitu Kota Blitar. Diharapkan untuk kabupaten/kota yang belum mencapai target perlu melakukan pemetaan dan pemantauan dimulai dari saat ibu hamil dengan melibatkan multi pihak, disamping itu peran bidan di desa yang menempati desa untuk dan Peran PKK untuk mengaktifkan kembali Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang dapat mengarahkan agar ibu bersalin di Fasilitas Kesehatan yang memenuhi standar dan oleh tenaga kesehatan yang kompeten secara tim. Diharapkan semua Persalinan di lakukan oleh Tenaga Kesehatan dan di Fasilitas Kesehatan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

3. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas

Cakupan pemberian kapsul vitamin A di Jawa Timur tahun 2023 pada ibu nifas sebesar 94%. Cakupan tersebut telah memenuhi target tahun 2023 sebesar 73%. Gambaran cakupan pemberian kapsul vitamin A pada Ibu Nifas selama 5 tahun terakhir dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

GAMBAR 5.9

CAPAIAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019–2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023 89,1

87

99,1

89,96

94

80 82 84 86 88 90 92 94 96 98 100 102

2019 2020 2021 2022 2023

96

GAMBAR 5.10

CAPAIAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA IBU NIFAS PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Berdasarkan gambar diatas, pada tahun 2023 Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lamongan, Kota Madiun, Kabupaten Bondowoso, Kota Surabaya, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Sidoarjo memperoleh persentase pemberian Vitamin A pada ibu nifas sebesar ≥100% sedangkan Kabupaten Kediri menduduki posisi terendah yaitu sebesar 78%.

4. Pelayanan Komplikasi Kebidanan

Kondisi kesehatan ibu memegang peran yang penting bagi kesehatan bayi yang dilahirkannya. Kematian ibu dan kematian bayi memiliki faktor penyebab yang bervariasi. Salah satunya adalah komplikasi. Komplikasi pada proses kehamilan, persalinan dan nifas juga merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan kematian bayi.

Komplikasi kebidanan adalah kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan atau janin dalam kandungan, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk penyakit menular dan tidak menular yang dapat mengancam jiwa ibu dan atau janin. Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi maka dilakukan pelayanan/penanganan komplikasi kebidanan.

117%

103% 101%100%100%100%100%100% 99% 98% 98% 98% 98%97% 97% 96% 96% 96% 95% 94% 94% 92% 92%91% 90% 90% 90% 90% 90% 88% 88% 87% 87%86% 84% 83% 82%78% 78%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

140%

KAB. BANGKALAN KAB. SUMENEP KAB. LAMONGAN KOTA MADIUN KAB. BONDOWOSO KOTA SURABAYA KAB. SAMPANG KAB. SIDOARJO KAB. SITUBONDO KOTA BLITAR KAB. PASURUAN KAB. PAMEKASAN KAB. MAGETAN KOTA MOJOKERTO KAB. LUMAJANG KAB. MALANG KOTA MALANG KOTA PASURUAN KAB. TUBAN JATIM KAB. PROBOLINGGO KAB. BANYUWANGI KAB. TULUNGAGUNG KAB. BOJONEGORO KAB. JEMBER KOTA KEDIRI KAB. JOMBANG KAB. TRENGGALEK KAB. MOJOKERTO KAB. MADIUN KAB. GRESIK KOTA BATU KAB. NGAWI KOTA PROBOLINGGO KAB. PONOROGO KAB. PACITAN KAB. NGANJUK KAB. BLITAR KAB. KEDIRI

97 Pelayanan/penanganan komplikasi kebidanan adalah pelayanan kepada ibu hamil, bersalin, atau nifas untuk memberikan perlindungan dan penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.

GAMBAR 5.11

PERKEMBANGAN CAPAIAN PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018–2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Berdasarkan gambar 5.11 dapat dilihat bahwa cakupan komplikasi kebidanan ditangani mengalami penurunan. Pada tahun 2023 cakupan komplikasi kebidanan ditangani sebesar 96%

sedangkan pada tahun 2022 yaitu 97%, namun sudah mencapai target yaitu 80%. Dengan terdeteksinya komplikasi kebidanan yang semakin baik, diharapkan semakin memudahkan penanganannya sejak dini sehingga rujukan terencana bisa dilakukan untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.

100 100

97

86

97 96

75 80 85 90 95 100 105

2018 2019 2020 2021 2022 2023

98

GAMBAR 5.12

CAKUPAN KOMPLIKASI KEBIDANAN PER KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023

Sumber : Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Jatim, 2023

Gambar 5.12 menjelaskan bahwa ada 5 kabupaten yang belum mencapai target (80%) yaitu Kabupaten Pamekasan, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Bangkalan

20%

20%

65%

76%

77%

83%

84%

86%

88%

91%

91%

92%

93%

93%

96%

96%

96%

97%

97%

99%

100%

100%

101%

103%

104%

104%

104%

104%

108%

109%

109%

110%

111%

113%

115%

116%

117%

121%

154%

0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% 160% 180%

KAB. PAMEKASAN KOTA MADIUN KAB. PACITAN KAB. KEDIRI KAB. BANGKALAN KAB. TULUNGAGUNG KAB. GRESIK KAB. BONDOWOSO KAB. MALANG KAB. SAMPANG KOTA MOJOKERTO KAB. SIDOARJO KAB. MADIUN KOTA PROBOLINGGO KAB. MAGETAN KAB. TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR KAB. NGANJUK KOTA KEDIRI KAB. PONOROGO KAB. BLITAR KAB. PASURUAN KOTA SURABAYA KOTA MALANG KAB. BANYUWANGI KAB. JOMBANG KAB. LAMONGAN KOTA BATU KAB. NGAWI KAB. BOJONEGORO KAB. SUMENEP KOTA PASURUAN KAB. SITUBONDO KOTA BLITAR KAB. MOJOKERTO KAB. TRENGGALEK KAB. LUMAJANG KAB. PROBOLINGGO KAB. JEMBER