40 tempat tidur. Pada tahun 2023 angka TOI sama dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI yaitu antara 1-3 hari.
BTO (Bed Turn Over) yaitu jumlah hari perawatan dibagi jumlah kapasitas tempat tidur. Pada tahun 2023 didapatkan nilai BTO sebesar 60 kali dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Angka tersebut melebihi standar nasional yaitu 40-50.
Jumlah kematian umum untuk setiap 1.000 penderita keluar rumah sakit/Gross Death Rate (GDR) di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 didapatkan nilai GDR sebesar 36,4/1.000 penderita keluar. Angka tersebut memenuhi target standar nasional yaitu kurang dari 45/1.000 penderita keluar.
Jumlah kematian umum 48 jam setelah di rawat untuk setiap 1.000 penderita keluar rumah sakit/Net Death Rate (NDR) di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 didapatkan nilai NDR sebesar 21,5/1.000 penderita keluar.
Angka tersebut memenuhi target standar nasional yaitu kurang dari 25/1.000 penderita keluar.
41
TABEL 2.5
DAFTAR OBAT INDIKATOR TAHUN 2023
NO. NAMA OBAT SATUAN
1 Albendazol/Pirantel Pamoat Tablet
2 Alopurinol Tablet
3 Amlodipin/Kaptopril Tablet
4 Amoksisilin 500 mg Tablet
5 Amoksisilin sirup Botol
6 Amitriptilin tablet salut 25 mg (HCl) Tablet
7 Asam Askorbat (Vitamin C) Tablet
8 Asiklovir Tablet
9 Betametason salep Tube
10 Difenhidramin Inj. 10 mg/ml Ampul 11 Furosemid 40 mg/Hidroklorotiazid (HCT) Tablet
12 Glibenklamid/Metformin Tablet
13 Hidrokortison krim/salep Tube
14 Ketokonazol tablet 200 mg Tablet
15 Magnesium Sulfat injeksi Vial
16 Oksitosin Injeksi Ampul
17 Parasetamol sirup 120 mg/5 ml Botol
18 Parasetamol 500 mg Tablet
19 Prednison 5 mg Tablet
20 Salbutamol Tablet
21 Salep Mata/Tetes Mata Antibiotik Tube
22 Simvastatin Tablet
23 Diazepam injeksi 5 mg/ml Ampul
24 Diazepam Tablet
25 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1 % (sebagai
HCl) Ampul
26 Garam Oralit serbuk Kantong
27 Kotrimoksazol (dewasa) kombinasi tablet/Kotrimoksazol suspensi
Tablet/Botol
28 OAT FDC Kat 1 Paket
29 Retinol 100.000/200.000 IU Kapsul
30 Vitamin B6 (Piridoksin) Tablet
31 Antasida tablet kunyah/antasida suspensi Tablet/Botol 32 Deksametason tablet/deksametason injeksi Tablet/Vial/Ampul 33 Dihidroartemsin+piperakuin (DHP) dan
primaquin
Tablet 34 Fitomenadion (Vitamin K) injeksi Ampul 35 Klorfeniramina Maleat (CTM) tablet 4 mg Tablet
36 Lidokain inj Vial
37 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg-1 ml
Ampul
38 Natrium Diklofenak Tablet
39 Tablet Tambah Darah Tablet
40 Zinc 20 mg Tablet
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
42
GAMBAR 2.22
PERSENTASE PUSKESMAS DENGAN KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL PADA BULAN NOVEMBER TAHUN 2023
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
Berdasarkan gambar 2.23, persentase kabupaten/kota dengan puskesmas yang memiliki ketersediaan obat sesuai standar di tahun 2023 adalah 100%, melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 90% dengan capaian 111,11%. Hasil tersebut diperoleh dari pengukuran terhadap periode pelaporan di bulan November 2023 dimana jumlah kabupaten/kota yang memiliki 80% puskesmas dengan ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator yang melapor sebanyak 38 kabupaten/kota
43 di Jawa Timur (100%) dengan jumlah kabupaten/kota yang memiliki 80% puskesmas dengan ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator sebanyak 38 kabupaten/kota. Capaian indikator sasaran strategis persentase kabupaten/kota dengan puskesmas yang memiliki ketersediaan obat sesuai standar adalah sebagai berikut :
TABEL 2.6
PERSENTASE KABUPATEN/KOTA DENGAN PUSKESMAS YANG MEMILIKI KETERSEDIAAN OBAT SESUAI STANDAR TAHUN 2022–2023 INDIKATOR TAHUN TARGET REALISASI CAPAIAN Persentase Kabupaten/kota
dengan Puskesmas yang Memiliki Ketersediaan Obat sesuai Standar
2022 88% 94,74% 107,66%
2023 90% 100% 111,11%
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
Tercapaianya target indikator kinerja persentase kabupaten/kota dengan puskesmas yang memiliki ketersediaan obat sesuai standar menunjukkan bahwa tercapainya tujuan dalam mewujudkan peningkatan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat dan vaksin khususnya obat esensial di pelayanan kesehatan dasar, dimana menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat sebagai penerima manfaat dari pelayanan kesehatan.
2. Persentase Kabupaten/kota dengan Ketersediaan Obat Esensial Pemantauan ketersediaan obat esensial di Instalasi Farmasi Kabupaten/kota dilakukan terhadap 40 item obat indikator yang merupakan obat pendukung program kesehatan ibu dan anak, program gizi, program TB paru, program malaria, serta obat pelayanan kesehatan dasar esensial dan terdapat di dalam formularium nasional.
44
GAMBAR 2.23
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL PADA BULAN NOVEMBER TAHUN 2023
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
Persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan obat esensial di tahun 2023 adalah 100%, melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 83% dengan capaian 120,48%. Hasil tersebut diperoleh dari pengukuran terhadap periode pelaporan di bulan November 2023, dimana jumlah kabupaten/kota yang memiliki ketersediaan minimal 85% dari 40 item obat indikator yang melapor sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (100%) dengan jumlah kabupaten/kota yang memiliki ketersediaan minimal 85% dari 40
45 item obat indikator sebanyak 38 kabupaten/kota. Capaian indikator sasaran strategis persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan obat esensial adalah sebagai berikut :
TABEL 2.7
PERSENTASE KABUPATEN/KOTA DENGAN PUSKESMAS YANG MEMILIKI KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL TAHUN 2022–2023
INDIKATOR TAHUN TARGET REALISASI CAPAIAN Persentase Kabupaten/kota
dengan Ketersediaan Obat Esensial
2022 81% 78,95% 97,47%
2023 83% 100% 120,48%
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
3. Persentase Puskesmas dengan Ketersediaan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap (IDL)
Pemantauan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap (IDL) di Instalasi Farmasi Kabupaten/kota dilakukan terhadap 5 item vaksin indikator yang merupakan vaksin pendukung program imunisasi dasar yang meliputi : Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG, Vaksin DPT-HB-HiB, Vaksin Polio, Vaksin Campak/Campak Rubella.
46
GAMBAR 2.24
PERSENTASE KETERSEDIAAN VAKSIN IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) PADA BULAN NOVEMBER TAHUN 2023
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023
Persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap di tahun 2023 adalah 100%, melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 94% dengan capaian 106,38%. Hasil tersebut diperoleh dari pengukuran terhadap periode pelaporan di bulan November 2023, dimana jumlah kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap yang melapor sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (100%) dengan jumlah kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap sebanyak 38 kabupaten/kota. Capaian indikator sasaran strategis persentase kabupaten/kota dengan
47 ketersediaan vaksin imunisasi dasar lengkap adalah sebagai berikut:
TABEL 2.8
PERSENTASE KABUPATEN/KOTA DENGAN KETERSEDIAAN VAKSIN IMUNISASI DASAR LENGKAP TAHUN 2022–2023
INDIKATOR TAHUN TARGET REALISASI CAPAIAN Persentase Kabupaten/kota
dengan Ketersediaan Vaksin Imunisasi Dasar Lengkap
2022 93% 100% 107,53%
2023 94% 100% 106,38%
Sumber : Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, 2023