• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berbagai Perspektif Pendidikan Seumur Hidup

Dalam dokumen JURNAL BUKU DASAR-DASAR PENDIDKAN (Halaman 72-82)

5. Aspek politis, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada seluruh rakyat untuk memahami fungsi pemerintah, DPR, MPR, dan lembaga-lembaga negara lainnya. Tugas pendidikan seumur hidup menjadikan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak-hak pada negara demokrasi.

6. Aspek teknologis, pendidikan seumur hidup sebagai alternatif bagi para sarjana, teknisi dan pemimpin di negara berkembang untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan seperti yang dilakukan di negara-negara maju. Aspek psikologis dan pedagogis sejalan dengan makin luas dan kompleknya ilmu pengetahuan, tidak mungkin lagi dapat diajarkan seluruhnya di sekolah. Tugas pendidikan sekolah hanya mengajarkan kepada peserta didik tentang metode belajar, menanamkan motivasi yang kuat untuk terus-menerus belajar sepanjang hidup, memberikan keterampilan secara cepat dan mengembangkan daya adaptasi. Untuk menerapkan pendidikan seumur hidup perlu diciptakan suasana yang baik.

tarbiyah berasal dari bahasa Arab, yaitu rabbi-yurabbi-tarbiyah, yang berarti raja/penguasa, tuan, pengatur, penanggung jawab, pemberi nikmat.

Istilah tarbiyah dapat diartikan sebagai proses penyampaian atau pendampingan terhadap anak yang diempu sehingga dapat mengantarkan masa kanak-kanak tersebut ke arah yang lebih baik, dengan beberapa prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap hubungan manusia, baik antara manusia dengan khaliqnya, maupun manusia dengan alam raya. Dengan demikian, upaya pemahaman Al-Quran yang diyakini keuniversalannya telah memunculkan berbagai terminologi yang berkaitan dengan pemahaman Al-Quran. Hadirnya terminologi Tafsir Tarbawi dalam hal ini merupakan sebuah metode pemahaman kitab suci (tafsir) yang dilihat dari sisi pendidikan dengan lebih memperhatikan corak pendidikan dalam memberikan analisisnya.

Dalam pendidikan Islam, sasaran yang ingin dicapai adalah melakukan pengaturan dan pembinaan dari segenap aspek potensial manusia agar mencapai kesempurnaan. Di sisi lain, manusia sebagai makhluk multi dimensi memiliki banyak aspek potensial dari mulai aspek material (jasmani), hingga immaterial (akal dan jiwa). Untuk itulah, maka Allah mengutus Rasul sebagai pendidik yang dalam Al-Quran disebutkan bertugas sebagai penyampai informasi Tuhan (yatlu 'alaihim ayatih), menyucikan yang berarti mendidik (yuzakkîhim) dan mengajar yang tidak lain menanamkan pengetahuan (yuallimuhum) baik yang berkaitan dengan alam fisika maupun metafisika.

Tujuan pendidikan Islam (tarbiyyah) tidak hanya bersifat immanen, tetapi juga transenden. Sebab target yang ditetapkannya adalah melahirkan kesempurnaan manusia agar tercipta makhluk dwidimensi dalam satu keseimbangan, dunia-akhirat, atau ilmu dan iman. Karena tujuan itu, maka pendidikan Islam menjadikan pemahaman akan kitab suci sebagai salah satu syarat mutlak dalam proses pelaksanaannya. Hal demikian dikarenakan target menciptakan manusia dengan keilmuan dan keimanan yang mantap tidak akan dapat diwujudkan hanya sebatas melalui pengetahuan kognitif yang relatif. Lebih dari itu, kebenaran pengetahuan kognitif harus dikonfirmasikan kepada pengetahuan akan informasi transenden yang mutlak dan absolut. Pengetahuan

transenden yang dimaksud adalah pengetahuan akan pesan-pesan kitab suci Al- Quran, dan pengetahuan tersebut dinamakan tafsir

Kebutuhan pengetahuan akan kitab suci (tafsir) dalam ilmu pendidikan didasarkan pada aspek-aspek berikut. 1. Tafsir sebagai basis keimanan yang merupakan pengetahuan tertinggi nilainya, dan terdasar kedudukannya dalam susunan pengetahuan manusia sebelum pengetahuan keilmuan yang lain. 2. Tafsir sebagai konfirmasi terhadap kebenaran yang diungkap dalam pengetahuan eksploratif. Artinya pengetahuan keimanan (informatif) dalam pendidikan Islam dan pengetahuan ekploratif harus saling menguatkan dan membenarkan. 3. Tafsir berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna akan pengetahuan eksploratif yang belum tuntas. Artinya tafsir harus dapat memberi penjelasan tentang fenomenafenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan eksploratif. 4. Tafsir berfungsi sebagai pengisi nilai (value filler) terhadap pengetahuan eksploratif. Artinya tafsir dimaksudkan sebagai pengetahuan yang dapat mewarnai pengetahuan ekspolaratif agar tidak bebas nilai melalui penanaman nilai-nilai transenden dan etika/moral. 5. Tafsir berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pesan-pesan ketuhanan agar dapat ditangkap oleh manusia.

Dengan kata lain, tafsir merupakan sarana untuk memberikan kesan membumi (indegenous) terhadap pesan-pesan Ilahi yang bersifat suci dan transenden. Tafsir dalam wacana ilmiah yang konstruktif merupakan lembaga ilmiah yang sudah diterima oleh mayoritas kelompok sesuai dengan corak dan versi masing-masing. Sebagai konsekwensi logisnya akan muncul berbagai polaritas dan pluralitas pendekatan sesuai dengan kecenderungan yang dapat dipandang sebagai bias subjetivitas mufasirnya. Oleh karena itu, dalam dunia Islam didapati tafsir yang bermacam corak, hal ini tentu karena berdasarkan disiplin ilmu dan subjaktivitasnya masing-masing, tidak terkecuali para ahli pendidikan dengan tafsir tarbawinya

Dasar pemikiran yang menyatakan bahwa long life education adalah sangat penting. Dasar pemikiran tersebut ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Tinjauan Ideologis

Pendidikan seumur hidup atau life long education akan memungkingkan seseorang mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya, sebab pada dasarnya semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak sama, khususnya untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).

b. Tinjauan Ekonomis

Melalui pendidikan, merupakan cara paling efektif untuk keluar dari suatu lingkaran yang menyeret kepada kebodohan dan kemelaratan. Pendidikan seumur hidup dalam konteks ini memungkingkan seseorang untuk :

1. Meningkatkan produktifitasnya

2. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber daya dimilikinya 3. Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan

menyenangkan

4. Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat, sehingga pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya.

c. Tinjauan Sosiologis

Pada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyaknya para orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, banyak anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian pendidikan seumur hidup kepada orang akan merupakan solusi dari masalah tersebut.

d. Tujuan Filosofis

Di negara demokrasi, menginginkan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak memilih dan memahami fungsi pemerintah, DPR, MPR dan sebagainya.

e. Tinjauan Teknologis

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua orang, tak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan

sebagainya dituntut selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya seperti apa yang terjadi di negara maju.

f. Tinjauan Psikologis dan Padagogis

Perkembangan IPTEK sangat pesat mempunyai dampak dan pengaruh besar terhadap berbagai konsep, teknik dan metode pendidikan.Disamping itu, perkembangan tersebut juga makin luas, dalam dan kompleks, yang menyebabkan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi diajarkan seluruhnya kepada anak didik di sekolah.

Oleh karena itu, tugas pendidikan jalur sekolah yang utama sekarang ialah mengajarkan bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus sepanjang hidupnya, memberikan skill kepada anak didik secara efektif agar dia mampu beradaptasi dalam masyarakat yang cenderung berubah secara cepat. Berkenaan dengan itulah, perlu diciptakan suatu kondisi yang merupakan aplikasi asas pendidikan seumur hidup atau lifelong education.

Demikian keadaan pendidikan seumur hidup yang dilihat dari berbagai aspek dan pandangan.Sebagai pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisisr untuk belajar disetiap kesempatan sepanjang hidup mereka.Semua itu adalah tujuan untuk menyembuhkan kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh skill yang baru, untuk meningkatkan keahlian mereka dalam upaya pengertian tentang dunia yang mereka tempati, untuk mengembangkan kepribadian dan tujuan-tujuan

C. Masalah-masalah Terkait Pendidikan Seumur Hidup

Kurangnya kreatif dan inovatif masyarakat (menciptakan sesuatu yang baru). Informasi bukan sumber yang langka,menurut Ervin Tofler “ siapa menguasai informasi maka dia menguasai masyarakat”. Tekhnologi tidak menciptakan masyarakat, namun tekhnologi hanya sebagai alat, dan manusialah yang mengoprasikannya. Teknologi tidak bias digerakkan manusia tanpa akal/

kecerdasannya. Menuju transisi kerja yang tidak didukung secara memadai.

keterampilan serta sikap dan motivasi seseorang yang berpengaruh pada peningkatan kualitas pekerjaan

Permasalahan didalam pendidikan seumur hidup pastilah ada baik itu pendidikan formal maupun non formal. Untuk itu semua permasalahan pastilah ada solusinya baik itu dari lembaga itu sendidri, pemerintah, masyarakat maupun orangtua. Masalah yang dihadapi terkait pendidikan seumur hidup ini adalah:

 Kurangnya kreatif dan inovatif masyarakat (menciptakan sesuatu yang baru).

 Informasi bukan sumber yang langka,menurut Ervin Tofler “ siapa menguasai informasi maka dia menguasai masyarakat”.

 Tekhnologi tidak menciptakan masyarakat, namun tekhnologi hanya sebagai alat, dan manusialah yang mengoprasikannya. Teknologi tidak bias digerakkan manusia tanpa akal/ kecerdasannya.

 Menuju transisi kerja yang tidak didukung secara memadai.

 Pekerjaan yang berkualitas.

 modal dan usaha adalah pengetahuan dan keterampilan serta sikap dan motivasi seseorang yang berpengaruh pada peningkatan kualitas pekerjaan.

Dengan adanya masalaha ini, tidaklah membuat kita tidak memntingkan pendidikan seumur hidup. Untuk itu dengan adanya pendidikan seumur hidup ini dapat teratasi dan dapat membangkitkan kreatifitas, inovatif dan inovasi

KESIMPULAN

Pendidikan Seumur Hidup adalah sebuah system konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar- mengejar yang berlangsung berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.

Konsep pendidikan seumur hidup sangat erat kaitannya dengan pemahaman dengan waktu berlangsungnya pedidikan. Dan dapat dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita ini. Lahirnya konsep pendidikan seumur hidup adalah bagian dari keprihatinan pada dunia pendidikan yang ada,karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa menikmati pendidikan dunia formal.

Adapun berberapa perspektif dalam Al-Quran dijelaskan bahwa manusia merupakan satu kesatuan (ummatan wahidah), tetapi akibat lajunya pertumbuhan penduduk serta pesatnya perkembangan masyarakat, maka timbullah persoalan- persoalan baru yang menimbulkan perselisihan dan silang pendapat. Agar Al- Quran berguna sesuai dengan fungsi-fungsinya, Al-Quran memerintahkan umat manusia untuk mempelajari dan memahaminya.

Kurangnya kreatif dan inovatif masyarakat (menciptakan sesuatu yang baru). Informasi bukan sumber yang langka,menurut Ervin Tofler “ siapa menguasai informasi maka dia menguasai masyarakat”. Tekhnologi tidak menciptakan masyarakat, namun tekhnologi hanya sebagai alat, dan manusialah yang mengoprasikannya. Teknologi tidak bias digerakkan manusia tanpa akal/

kecerdasannya. Menuju transisi kerja yang tidak didukung secara memadai.

Pekerjaan yang berkualitas. modal dan usaha adalah pengetahuan dan keterampilan serta sikap dan motivasi seseorang yang berpengaruh pada peningkatan kualitas pekerjaan

Permasalahan didalam pendidikan seumur hidup pastilah ada baik itu pendidikan formal maupun non formal. Untuk itu semua permasalahan pastilah ada solusinya baik itu dari lembaga itu sendidri, pemerintah, masyarakat maupun orangtua.

LATIHAN

1. jelaskanlah konsep Pendidikan Seumur Hidup !

2. apa saja hal-hal yang mendasari adanya Pendidikan Seumur Hidup in?

3. jelaskanlah beberapa masalah yang terkait dengan Pendidikan Seumur Hidup!

4. Bagaimanakah perspektif Pendidikan Seumur Hidup dalam pandangan islam!

5. Jelaskanlah apa yang di maksudkan dengan Pendidikan Seumur Hidup!

Kunci Jawaban :

1. a) Dasar Teoreitis / Religious

Konsep dasar Teoritis dikemukakan pertama oleh Jhon Dewey yang mana ia mengatakan bahwa Pendidikan itu menyatu dengan hidup . oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakir

b) Dasar Yuridis

Konsep pendidikan seumur hidup di Indonesia mulai dimasyarakatkan melalui kebijakan Negara yaitu:

 Ketetapan MPR NO.IV / MPR / 1973 JO TAP.NO.IV / MPR / tentang GBHN menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional

 UU NO.2 Tahun 1989 Pasal 4

 Didalam UU Nomor 2 Tahun 1989 2. a) Pertimbangan ekonomi

b) Keadilan

c) Faktor peranan keluarga

d) Faktor perubahan peranan social e) Perubahan teknologi

f) Faktor- faktor vocational

g) Kebutuhan – kebutuhan orang dewasa h) Kebutuhan anak-anak awal

3. Masalah yang dihadapi terkait pendidikan seumur hidup ini adalah:

 Kurangnya kreatif dan inovatif masyarakat (menciptakan sesuatu yang baru).

 Informasi bukan sumber yang langka,menurut Ervin Tofler “ siapa menguasai informasi maka dia menguasai masyarakat”.

 Tekhnologi tidak menciptakan masyarakat, namun tekhnologi hanya sebagai alat, dan manusialah yang mengoprasikannya.

Teknologi tidak bias digerakkan manusia tanpa akal/

kecerdasannya.

 Menuju transisi kerja yang tidak didukung secara memadai.

 Pekerjaan yang berkualitas.

 modal dan usaha adalah pengetahuan dan keterampilan serta sikap dan motivasi seseorang yang berpengaruh pada peningkatan kualitas pekerjaan

4. Adapun berberapa perspektif33 dalam Al-Quran dijelaskan bahwa manusia merupakan satu kesatuan (ummatan wahidah), tetapi akibat lajunya pertumbuhan penduduk serta pesatnya perkembangan masyarakat, maka timbullah persoalan-persoalan baru yang menimbulkan perselisihan dan silang pendapat. Agar Al-Quran berguna sesuai dengan fungsi-fungsinya, Al-Quran memerintahkan umat manusia untuk mempelajari dan memahaminya

5. Pendidikan Seumur Hidup adalah sebuah system konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar-mengejar yang berlangsung berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia. Konsep pendidikan seumur hidup sangat erat kaitannya dengan pemahaman dengan waktu berlangsungnya pedidikan.

Dan dapat dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik

DAFTAR PUSTAKA

Suardi, Moh (Ed). 2017.Dasar-dasar Pendidikan. Yogyakarta: Parama Ilmu.

Wawan Wahyuddin. 2016. “Pendidikan Sepanjang Hayat Menurut Perspektif Islam”. Jurnal Kajian Keislaman Volume 3 No. 2 Juli– Desember Nur Ani Azis. 2013. “Pendidikan Seumur Hidup (Long Life Education)” Jurnal

Pilar Vol. 2 No 2 Juli-Des

http://yustinusvictor.blogspot.com/2016/10/makalah-pendidkan-seumur-

hidup.html di posting oleh Yustinus Victor, di akses tanggal ( 27 Januari 2021)\

Dr.friastiani, M.Pd. dasar-dasar pendidikan. Tahun 2018. Penerbit Parama Ilmu,bantul Yogyakarta.

Dr. arifin,M.Si. Sosiologi pendidikan, tahun 2017.Penerbit Parama Ilmu,Yogyakarta.

Hasbullah. Dasar-dasar ilmu pendidikan.edisi Revisi.jakarta: rajawali Pers.2009 Tim Dosen FIP_IKIP Malang. Pengantar dasar-dasar kependidikan.Malang:

Usaha Nasional.1980.

Yahya,Yudrik.2005.wawasan Kependidikan.Jakarta: Depdiknas,2005,hlm.19.

BAB VII

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Pendahuluan

Pendidikan Seumur Hidup adalah sebuah system konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar-mengejar yang berlangsung berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.Konsep pendidikan seumur hidup sangat erat kaitannya dengan pemahaman dengan waktu berlangsungnya pedidikan.Dan dapat dibuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita ini.

Lahirnya konsep pendidikan seumur hidup adalah bagian dari keprihatinan pada dunia pendidikan yang ada,karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa menikmati pendidikan dunia formal. Diluar sana masih banyak anak-anak jalanan yang ingin meikmati pendidikan formal.

Perspektif pendidikan seumur hidup adalah sebuah pandangan atau pendapat manusia akan pendidikan seumur hidup seperti apa,untuk itu ada beberapa tinjauan pendidikan seumur hidup dalam berbagai perspektif.

Permasalahan didialam pendidikan seumur hidup pastilah ada baik itu pendidikan formal maupun non formal. Untuk itu semua permasalahan pastilah ada solusinya baik itu dari lembaga itu sendidri, pemerintah, masyarakat maupun orangtuaPendidikan seumur hidup bersifat holistik, sedangkan pengajaran bersifat spesialistik, terutama pengajaran yang terpilih dan terinferensikan dalam pelbagai bentuk kelembagaan belajar.Holistik memiliki arti lebih mengarah kepada pengutuhan atau penyempurnaan. Manusia selalu berusaha uintuk mencapai titik kesempurnaan dalam segala hal, namun seberapa besar usahapun kita tidak akan sampai pada kesempurnaan itu. Karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta Alam.

Dalam dokumen JURNAL BUKU DASAR-DASAR PENDIDKAN (Halaman 72-82)