• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh - Contoh Pelaksanaan Inovasi Pendidikan

Dalam dokumen JURNAL BUKU DASAR-DASAR PENDIDKAN (Halaman 148-175)

b. Disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan adanya: sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain.

c. Digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya.

Strategi pendidikan akan kurang efektif jika :

a. Tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan pendidikan.

b. Digunakan dengan tanpa dilengkapi strategi yang lain.

3. Strategi Bujukan.

Strategi bujukan tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam perubahan sosial. Berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambil keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial.

Strategi bujukan tepat jika masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masaalah kurang efektif serta pelaksana program perubahan tidak memiliki alat control secara langsung terhadap klien.

4. Strategi Paksaan.

Strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan.

Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.

Penggunaan strategi paksan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a. Partisipasi klien terhadap proses perubahan rendah b. Klien tidak merasa perlu untuk berubah

Kennedy (1987:163) juga membicarakan tentang strategi inovasi yang dikutip dari Chin dan Benne (1970) menyarankan tiga jenis strategi inovasi, yaitu: Power Coercive (strategi pemaksaan), Rational Empirical (empirik rasional), dan Normative-Re-Educative (Pendidikan yang berulang secara normatif).

Adapun contoh-contoh pelaksanaan inovasi pendidikan yang ada di Indonesiaadalah

1. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)

Pada awalnya proyek ini dimaksudkan untuk mencoba bentuk sistem persekolahan komprehansif dengan nama “sekolah pembangunan”. PSPP ini ada sejak tahun 1971 dan konsepsi sekolah pembangunan ini direncanakan akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia tahun 1974. Akan tetapi, setelah diadakannya penelitian studi kelayakan, konsepsi tersebut masih perlu dikembangkan lagi melalui proses penelitian dan percobaan yang dilakukan secara sistematis. Jenjang pendidikan yang dipakai pada PSPP adalah SD dan Sekolah Menengah.

2. Pengajaran dengan Sistem Modul.

Modul merupakan program pengajaran mengenai suatu satuan bahasan yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh anakdidik. Tujuan pengajaran dengan sistem modul adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar mengajar di sekoah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan waktu, dana, fasilitas, dan tenaga secara tepat guna alam mencapai tujuan secara optimal. Adapun yang menjadi bagian dari modul meliputi, LKS (Lembar Kerja Siswa), lembaran kerja, kunci lembaran kerja, lembaran tes, lembaran jawaban, dan kunci jawaban.

3. SMP Terbuka dan Universitas Terbuka (UT)

SMP terbuka adalah Sekolah Menengah Pertama yang kegiatan belajarnya sebagian besar diselenggarakan di luar gedung sekolah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media dan interaksi yang terbatas antara guru dan murid.[17] Terselenggaranya SMP terbuka ini diawali dari pemikiran untuk menampung anak-anak lulusan SD yang tidak tertampung di SMP biasa. Demikian halnya, UT didirikan dalam rangka meningkatkan daya tampung perguruan tinggi.

4. Kuliah Kerja Nyata

KKN adalah salah satu bentuk pengintegrasian antara pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan penelitian, yang terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilaksanakn secara interdisipliner dan intrakurikuler. KKN sudah ada sejak tahun 1971.

ide dilaksanakannya adalah banyaknya problematika yang akan dihadapi oleh mahasiswa setelah mengenyam pendidikan di almamaternya, terutama problematika kemasyarakatan yang semakin kompleks

5. Inovasi Kurikulum a. Proyek Pamong

Pamong adalah singkatan dari Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang tua, dan Guru. Proyek ini adalah kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan INNOTECH (Educational Innovation and Technology), SEAMEO. Tujuan proyek pamong ini adalah untuk menjajaki dan menemukan alternatif sistem penyampaian pendidikan dasar yang bersifat efektif, ekonomis, dan merata, yang sesuai dengan kondisi kebanyakan daerah di Indonesia dan Filipina.Sasaran dari proyek pamong ini adalah sekolah dasar, mengingat saat itu hampir separo dari anak-anak di Asia tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Kurikulum ini di terapkan di Indonesia pada tahun 1974.

b. Inovasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

KBK dikembangkan untuk memberikan keahlian dan ketrampilan sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan daya jual untuk menciptakan kehidupan yang berharkat dan bermartabat ditengah-tengah perubahan, persaingan, dan kerumitan kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. KBK lebih menekankan pada kompetensi atau kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu. Adapun yang

ingin dicapai oleh KBK adalah mengembangkan peserta didik untuk menghadapi perannya di masa mendatang dengan cara mengembangkan sejumlah kecakapan hidup (life skill).

c. Inovasi Kurikulum Berbasis Masyarakat (KBM)

KBM adalah kurikulum yang menekankan perpaduan antara masyarakat dan sekolah guna mencapai tujuan pengajaran. Tujuan kurikulum ini adalah memberikan kemungkinan kepada siswa untuk akrab dengan lingkungan dimana mereka tinggal, mandiri, dan membekali mereka dengan keterampilan.

d. Inovasi Kurikulum Berbasis Keterpaduan

Kurikulum terpadu disebut integrated curriculum merupakan bentuk kurikulum yang meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit. Kurikulum terpadu merupakan kurikulum yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun secara klasikal aktif menggali dan menemukan konsep dan prinsip-prinsip secara holistik bermakna dan otentik

6. Inovasi Pembelajaran

a. Inovasi Pembelajaran Kuantum

Pembelajaran kuantum dicetuskan oleh Georgi Lozanov dan dikembangkan oleh Bobby DePorter (1992). Istilah “Quantum” dipinjam dari dunia ilmu fisika yang berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Maksudnya dalam pembelajaran kuantum, ada pengubahan bermacam-macam interaksi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar. Ada dua konsep utama yang digunakan dalam pembelajaran kuantum yaitu percepatan belajar melalui usaha sengaja untuk mengikis hambatan-hambatan tradisional dan fasilitasi belajar yang berarti mempermudah belajar. Asas utama yang digunakan adalah

“Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.”

b. Inovasi Pembelajaran Kompetensi

Kata kompetensi sebenarnya Anda telah mengenal pada bagian sebelumnya, disini kompetensi akan berkaitan dengan nuansa pembelajaran, sebab karakteristik pembelajaran kompetensi akan berbeda dengan karakteristik pembelajaran lainnya. Dalam pembelajaran kompetensi, siswa sebagai subjek belajar yang memegang peranan utama, sehingga dalam setting proses belajar mengajar siswa dituntut kreativitas secara penuh bahkan secara individual mempelajari bahan pelajaran. Dengan demikian, guru disini sebagai fasilitator, memanage berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa.

c. Inovasi Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

d. Inovasi Pembelajaran melalui Teknologi Informasi 1) Televisi (TV) Pendidikan

Program siaran televisi pendidikan dibedakan menjadi dua, yakni, TV pendidikan anak-anak dan TV pendidikan untuk umum.

Sasaran TV pendidikan anak-anak adalah anak-anak usia 10-15 tahun, terutama mereka yang berada di lingkungan dengan kondisi sosial ekonominya lemah. Tujuan TV pendidikan adalah untuk mengembangkann program-program pendidikan luar sekolah dengan cara menyebarkan pesan-pesan yang tematis agar masyarakat

pendidikan kesejahteraan keluarga, pendidikan mata pencaharian dan pendidikan alam dan lingkungan hidup

2) Radio Pendidikan

Siaran radio pendidikan berisikan bahan-bahan untuk melaksanakan kurikulum bidang studi bahasa Indonesia, PMP, IPA, IPS, matematika, dan ilmu keguruan. Pelaksanaan siaran radio pendidikan dilaksanakan secara bersama-sama diikuti para guru dalam kelompok-kelompok belajar yang terbentuk di masing-masing sekolah tempat mereka mengajar.

3) Internet

Pembelajaran dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi melalui jaringan internet adalah salah satu alternatif yang tepat dan dapat mengatasi berbagai persoalan pembelajaran, walaupun sistem pendidikan di Indonesia sangat heterogen karena masalah letak geografis yang sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan teknologi informasi. Elektronic learning (E. Learning) pada hakikatnya adalah pembelajaran melalu pemanfaatan teknologi komputer atau internet. Dapat juga disebut pembelajaran berbasis web (web based instruction ).

RANGKUMAN

Inovasi Pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan. Inovasi pendidikan sangatlah penting karena besar dan kompleknya permasalahan pendidikan kita sekarang, apalagi pada masa mendatang.

Karena jika kita lihat pada zaman sekarang ini kemajuan - kemajuan ilmu dan teknologi semakin pesat. Untuk mengatasi hal itu maka diperlukanlah inovasi

pendidikan untuk mengejar ketertinggalan supaya pendidikan kita makin berjalan sejajar.

LATIHAN

1. Pengertian inovasi pendidikan adalah….

A. Suatu ide, barang, metode, yang dirasakan sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang berupa hasil invensi atau diskaveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

B. Proses komunikasi inovasi antar anggota sistem sosial dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu teretntu.

C. Proses pembelajaran bagi peserta didik agar dapat mengetahui, mengevaluasi dan menerapkan setiap ilmu yang di dapat dari pemebelajaran di kelas.

D. Suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan tugas - tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila.

2. Suatu pembaharuan dalam pendidikan baik menyangkut ide, praktek, metode atau obyek dan secara kualitatif berbeda dari hal-hal yang ada sebelumnya dan sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan.

Pernyataan diatas merupakan pengertian pendidikan menurut….

A. H. Mahmud Yunus B. Mahmud Sani C. Plato

D. Drikarya

A. Visi terhadap pendidikan B. Faktor pertambahan penduduk

C. Faktor perkembangan ilmu pengetahuan D. Faktor dari segi ekonomi

4. Tujuan utama dari inovasi adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana dan prasarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi. Jadi keseluruhan sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.

Pernyataan diatas merupakan tujuan inovasi menurut….

A. Hasbullah B. Suryosobroto C. Mahmud Sani D. Ki Hajar Dewantara

5. Tujuan inovasi pendidikan ialah efisiensi, relevansi dan efektivitas mengenai sasaran jumlah anak didik Sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan yang sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan anak didik, masyarakat dan pembangunan) dengan menggunakan sumber tenaga, uang, alat danwaktu dalam jumlah sekecil-kecilnya.

Pernyataan diatas merupakan tujuan inovasi menurut….

A. Hasbullah B. Suryosobroto C. Mahmud Sani D. Ki Hajar Dewantara

6. Yang tidak termasuk dalam strategi inovasi pendidikan, yaitu….

A. Strategi Fasilitatif B. Strategi Pendidikan C. Strategi Pembelajaran D. Strategi Bujukan

7. Contoh-contoh pelaksanaan inovasi pendidikan, kecuali….

A. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) B. Pengajaran dengan Sistem Modul.

C. Program pengalaman lapangan kependidikan (PPLK) D. Kuliah Kerja Nyata

8. Program pengajaran mengenai suatu satuan bahasan yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh anakdidik.

Pernyataan diatas merupakan pengertian dari…

A. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) B. Pengajaran dengan Sistem Modul.

C. SMP Terbuka dan Universitas Terbuka (UT) D. Kuliah Kerja Nyata

9. Salah satu bentuk pengintegrasian antara pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan penelitian, yang terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilaksanakn secara interdisipliner dan intrakurikuler.

Pernyataan diatas merupakan pengertian dari…

A. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)

B. Pengajaran dengan Sistem Modul.

C. SMP Terbuka dan Universitas Terbuka (UT) D. Kuliah Kerja Nyata

10. Suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Pernyataan diatas merupakan pengertian dari…

A. Inovasi Pembelajaran Kuantum B. Inovasi Pembelajaran Kompetensi C. Inovasi Pembelajaran Kontekstual

D. novasi Pembelajaran melalui Teknologi Informasi

Kunci Jawaban

1. A 6. C

2. B 7. C

3. D 8. B

4. A 9. D

5. B 10. C

DAFTAR PUSTAKA

Amir, M.T. 2009. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta:

Prenada Media Group.

Arifin, Prof.H.M. M.Ed. 1991. Dasar-Dasar Kependidikan.Universitas Terbuka.

Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Askara.

Djamarah, S.B dan Zein, A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Wena, Made. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Askara.

BAB XII

DEMOKRASI PENDIDIKAN

Pendahuluan

Pendidikan yang demokratik adalah pendidikan yang memberikan kesempata n yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah sesuai dengan kemampuannya. Pengertian demokratik di sini mencakup arti baik secara horizontal maupun vertikal. Demokrasi pendidikan merupakan suatu kebijakan yang sangat didamba-kan oleh masyarakat. Melalui kebijakan tersebut diharapkan peluang masyarakat untuk menikmati pendidikan menjadi semakin lebar sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki. Jurang pemisah antara kelompok terdidik dan belum terdidik menjadi semakin terhapus, sehingga informasi pembangunan tidak lagi menjadi hambatan. Ungkapan pendidikan untuk semua dan semuanya untuk pendidikan diharapkan bukan sekedar wacana tetapi sudah harus merupakan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkannya.

Tujuan yang dicapai dalam pokok bahasan ini adalah : 1. Pengertian demokrasi pendidikan

2. Konsep demokrasi pendidikan 3. Perlunya demokrasi pendidikan 4. Prinsip- prinsip demokrasi pendidikan A. Demokrasi Pendidikan

Impian adanya pendidikan bermutu hanya dapat diwujudkan dalamalamdemokrasipendidikan.Dandemokrasipendidikanhanya

dapatdiwujudkandalamtatanankehidupanbermasyarakat,berbangsa, danbernegarayangdemokratis.36Suatutatananmasyarakatyangtelah

memilikisistemyangmengatursegalakegiatandenganbaik,baikyang bersifat internal

maupun ekternal. Demokrasi pendidikan dalam pengertian luas patut selalu

dianalisis sehingga memberikan manfaat

dalampraktikkehidupandanpendidikanyangmengandungtigahal.

diantaranya:1).Rasahormatterhadapharkatsesamamanusia.2).Setiap manusiamemilikiperubahankearahpemikiranyangsehat.3).Rela berbaktiuntukkepentingandankesejahteraanbersama.37

35 Ibid, p. 89

36Mastuhu,MenataUlangPemikiranSistemPendidikanNasionalDalamAbad21, Cetakanpertama,(Yogyakarta;SafiriaInsaniPress,2003),p.84.

37Demokrasidalampendidikanmenjaminnilai-nilaipersaudaraandanhak manusiadenganmemandangperbedaanantarasatudenganyanglainnyabaikhubungan antarasesamapesertadidikatauhubunganantarapesertadidikdengangurunyayang salingmenghargaidanmenghormati.Dariacuanprinsipinilahtimbulpandanganbahwa manusiaituharusdididik,karenadenganpendidikanitumanusiaakanberubahdan berkembangkearahyanglebihsehat,baik,dansempurna.Sedangkanpoinketigamengacu padaasumsibahwasanyakesejahteraandankebahagiaanhanyaakandapattercapai

apabilasetiapwarganegaraatauanggotamasyarakatdapatmengembangkantenaga atau pikirannya untuk memajukan kepentingan bersama. Lebih lanjut lihat; M.

Djumransjah,PengantarFilsafatPendidikan,opcit,p.157-15.

Dalamsetiappelaksanaannya,pendidikanakanselaluberkaitan dengan masalah-

masalah kewajiban dan hak manusia dalam suatu

komunitasdiantaranyaadalah:1).Hakasasisetiapwarganegarauntuk memperolehpendidikan.2).Kesempatanyangsamabagiwarganegara

untukmemperolehpendidikan.3).Hakdankesempatanatasdasar kemampuanmereka.

Dari beberapa prinsip diatas dapat dipahami bahwa ide-ide dan nilaidemokrasipendidikanitusangatbanyakdipengaruhiolehalam

pikiran,sifat,danjenismasyarakatdimanamerekaberada.Karenadalam kenyataan pengembangan demokrasi pendidikan itu akandipengaruhi

olehlatarbelakangkehidupandanpenghidupanmasyarakat.38Sedang-

kandemokrasidalamprosespendidikandapatdiarahkankepada pembawaan kultur

dan norma keadaban. Dalam proses pembelajaran

yangdemokratisfungsipendidikadalahsebagaifasilitator,dinamisator, mediator,danmotivator.39PaoloFreiremenyatakanbahwauntuk mencapaidemokrasipendidikanperludiciptakankebebasaaninteraksi antarapendidikdanpesertadidiknyadalamprosesbelajardikelas.40

Jadidemokrasipendidikanakanmendorongtumbuhnyaiklimegalitari- an (kesetaraan atau

kesamaan derajat dalam kebersamaan) antara

pendidikdanpesertadidik.disampingitudemokrasipendidikanmerupa- kancarayangpalingstrategisbagipembentukancivilsociety.41Sehingga

38 Prasetya, op cit, p. 163.

39Dalamkerangkademokrasi,fasilitator:pendidikharusmemberikesempatan kepadapesertadidikuntukmenemukansendirimaknainformasiyangditerimanya.

Sebagaidinamisator,pendidikharusberusahamenciptakaniklimpembelajaranyang

dialogisdanberorientasipadaproses.Sebagaimediator,pendidikharusmemberikan rambu- rambuatauarahanagarpesertadidikbebasberjalan.Sebagaimotivator,pendidik

harusselalumemberikandorongankepadapesertadidikbersemangatdalammenuntut ilmu.Lebihlanjutlihat;AbdullahIdiDanTotoSuharto,RevitalisasiPendidikanIslam, Cetakanpertama,(Yogyakarta;TiaraWacana,2006),p.154.

40 Abdullah Idi Dan Toto Suharto, op cit, p. 155.

41MenurutDawamRaharjo,muncultigaasumsiseputarhubungancivilsociety dengandemokrasi,pertama;demokrasihanyadapatberlangsungapabilasocialsociety sudahkuat.Kedua;demokrasihanyadapatberlangsungapabilaperanannegaradikurangi tanpamengurangiaspekefektivitasdanefisensiyangmenyertainyadanpertimbangan pembagian kerja yang saling memperkuat antara masyarakat dan negara. Ketiga;

demokratisasidapatberkembangmelaluipeningkatankemandirianatauindependensi

civilsocietydaritekanandankooptasinegara.Darikorelasidiataspendidikansungguhnya bisamenjadisaranayangstrategisbagipenciptaancivilsocietydandemokrasi.Lihat;

Abdullah Idi Dan Toto Suharto, op cit, p.150-151.

B. Konsep Demokrasi Pendidikan

Pendidikan yang demokratik adalah pendidikan yang memberikan kesemp atan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah sesu ai dengan kemampuannya. Pengertian demokratik di sini mencakup arti baik secar a horizontal maupun vertikal.

Maksud demokrasi secara horizontal adalah bahwa setiap anak, tidak ada k ecualinya, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan seko lah. Hal ini tercermin pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yaitu: “Tiap-tiap warga neg ara berhak mendapat pengajaran”. Sementara itu, demokrasi secara vertikal ialah bahwa setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat pendi dikan sekolah yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai g agasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajib an serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Dalam pendidikan, de mokrasi ditunjukkan dengan pemusatan perhatian serta usaha pada si anak didi k dalam keadaan sewajarnya (intelegensi, kesehatan, keadaan sosial, dan sebag ainya). Di kalangan Taman Siswa dianut sikap tutwuri handayani, suatu sikap demokratis yang mengakui hak si anak untuk tumbuh dan berkembang menuru t kodratnya. ,

JhonDeweyjugamengungkapkanbeberapa

pandangannyaberkaitandengankonsepdemokrasipendidikan,di antaranyaadalah:

a) Education as a necessity oflife.

Deweymemandangbahwapendidikanmerupakankebutuhanhidup danmengartikanpendidikansebagaibentuktransmisiyang

dilakukanmelaluikomunikasi.Haltersebuttidaklepasdari pandangan

bahwa4 hidup itu sendiri pada dasarnya adalahproses perbaikandiri.Makakelestarianhidupituhanyadapatdijagadengan perbaikan yang konstant yaitupendidikan.

b) Education as a socialfungction.

Masyarakat dalam pendidikan tidak hanya sebagai sebuah tempat danperantarainteraksiwatakseorangdenganlingkungansaja,

melainkankeseluruhanaktifitasseseorangterutamadalam melakukanaktifitasfisiksebagaipengaruhsalahseorangdalam kelompoktersebutyangakanmengalamiperubahansecaragradual.

Perubahanyangmengacukepadaperubahanyanggradualtersebut adalahefekpendidikan.Danmasing-masingindividumempunyai tujuanataupartisipasidalambeberapaaktivitasnya.

c) Education asdirection

Padasituasisosialtertentuanakberhubunganlangsungdengan

perbuatanmereka,untukapamerekamelakukandanberbuatsecara tiba- tiba.Aktivitasmerekainisecaralangsungmerupakanhasildari

pengertiandaripartisipasi-partisipasinyayangmenyebabkan perbedaanantarapenampilandantindakanseseorang.Halini merupakanakhirdarisebuahtindakansebagaipokokdarikontrol sosialsecaratidaklangsung.Dansekolahmerupakankesempatan

31 Ibid, p. 81.

yangbesarbagipenafsiransebuahaktivitasdidalampengajarandan merekamungkinmemperolehperasaansosialataskekuatanmereka sendiridarimateri-materisertaperalatanyangdigunakan.

d) Education asgrowth.

Kekuatanbelajardarimaknamaknayangberasaldaripengalaman- pengalaman adalah

hasil dari suatu kebiasaan. Kebiasaan dalam

mengasahsensemerupakankapasitasaktifuntukmengaturaktivitas yangakanmembawaperkembangankemampuanindividudan

kelompok.Dansalahsatubentukpertumbuhantersebutadalahyang mana kriteria nilai dari pendidikan persekolahan merupakan perluasaan dalam membuat efektifitas hasrat seseorang secaranyata.

e) Education aspreparation.

Deweymengatakan”preparingorgettingreadyforsomefuturedutyor privilege’.

Pendidikan adalah mempersiapkan atau mendapatkan kesiapanuntukbanyaktugasatautanggungjawabmendatang.32

f) Education isunfolding.

Deweymengatakan”thenotionthateducationisanunfoldingfromwithin appearstohavemorelikenesstotheconceptionofgrowthwhichhasbeenset forth”.Deweylebihcondongkepadapendidikanyangdibentangkan

darisegalasesuatuyangnampakuntukmembentukbanyak kesamaan sebagai konsepsi pertumbuhan yang menjadi perlengkap- an untuk program yangberkelanjutan.

g) Educationastrainingoffaculties.

“Education is the training of these faculties through repeated exercise”.

Pendidikanmerupakanlatihandaribagian-bagianyangadamelalui pengulanganlatihan.

h) Education isformation.

Pendidikanmerupakanupayapembentukandiriyangmampu memberikan implikasi kepada pihak yang terdidik. Implikasi pendidik- an dari doktrin ini

ialah: pertam: tindakan diri dibentukoleh

penggunaanobyekyangmenimbulkanrencanadarireaksi-reaksilain.

Formasidiriiniadalahkeseluruhanmateripenyajianyangpantas menjadimateripendidikan.Kedua:penyajiandiriyangmengandung penampakanbagian-bagian.Kontrolasimilasidaripenyajian-

32 Ibid, p.83- 85.

penyajian baru untuk menemukan karakter mereka memiliki peran yangsangatpentingsetelahpenyajian–penyajianbaru.Efekyang

diharapkandarikedualangkahtersebutadalahsebagaipenguat kelompoksebelumnya.

i) Educationasrecapitulationandrestrospection.

Dewey menyatakan bahwa pendidikan harus mampu menjadikan seseorangindividumemilikiaktivitasasalsebagaidasarkenyataan.

BelajaryangdihasilkandarimasalampaumenurutDeweytidakakan membantukitamengertikeadaansekarangkarenahalitubukanlah

bertujuanpadahasil.Masalaluadalahsumberdayayangbesarbagi imajinasi, sedangkan

masa kini menghasilkan masalah-masalah yang

memimpinnyauntukmenyelamatkanmasalampau.Disinidapat

kitalihatbahwasanyapengetahuanmasalampaudanmasakini memiliki sinergisitas

yang harus dipertahankan untuk mewujudkan

suatupendidikanyanglebihberhasil.Masalalusebagaitolakukur dalammelangkahkedepandenganmelihataspekpositifdan

negativeyangterjadiselamamasatersebutsedangkanpengetahuan masa kini

membentuk suatu kondisi yang memunculkandan

mengkombinasikanrealitayangada.Kemudiandarikedua pengetahuantersebutdapatditarikbenangmerahyangakan memunculkansuatuteoribaruyangefektifdalampendidikan.

j) Education asreconstruction.

Pertumbuhan anak dan orang dewasa selalu berdiri padalevel pendidikan.Idetentangkemajuansecaraformaldisimpulkandalam pengalaman rekonstruksi yang terus menerus untuk menggapai masa yangakandatangmerupakanpembukabentukeksternaldan rekapitulasi masa lalu.33 Tujuan pendidikan di sini haruslah memiliki danmelakukanperubahanyangsignifikankearahyanglebihbaik

untukmenjaminkualitassuatupendidikandankuantitasnilaimateri dalam

pendidikantersebut.34

33 Ibid, p. 87-88.

34Yangdimaksudkuantitasdisinibukanlahkuantitassecarajumlahpeserta didiktetapikuantitasyangadadalamsetiapmateripelajaran.Maksudnyaadalahmateri pelajaranharuslahmemilikinilaiyangsecarakuantitasberisikannilai-nilaipositifdan membangun serta sesuai dengan realita tanpa meninggalkan kaedah-kaedah yang telah adasebagaicerminandalammelangkah.

k) Educationasnationalandassocial.

Perhatianyangsistematisterhadappendidikanmerupakanmakanan yangbaikbagipemulihandanpemeliharaanintegritaspolitikdan kekuasaan.Identifikasidarisituasihistorisdapatmemindahkan doronganpendidikansuatunegarakepadanasionalismedalam kehidupanpolitik.Faktamembuktikanbahwadibawahpengaruh pemikiranJerman,pendidikanmenjadiberfungsiumumdanhal inidiidentifikasikansebagairealisasiidealbagisuatunegara.Menurut

Deweysuatumasyarakatharusmempunyaitipependidikanyang memberikan interest pribadi dalam diri individu sebagai bentuk keterikatan,relasidankontrolsosial,dankebiasaan-kebiasaansosial dan dirubah tanpa memperkenalkankekacauan.35

Dengan demikian, tampaknya demokrasi pendidikan merupakan pa ndangan hidup yang mengutarakan persamaan hak dan kewajiban serta per lakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara pend idik dan anak didik, serta juga dengan pengelola pendidikan.

Sedangkan demokrasi pendidikan dalam pengertian yang luas men gandung tiga hal yaitu :

1. Rasa hormat terhadap harkat sesama manusia

Demokrasi pada prinsip ini dianggap sebagai pilar pertama untuk menjamin persaudaraan hak manusia dengan tidak memandang jenis kela min, umur, warna kulit, agama dan bangsa. Dalam pendidikan, nilai-nilai i nilah yang ditanamkan dengan memandang perbedaan antara satu dengan yang lainnya baik hubungan antara sesama peserta didik atau hubungan de ngan gurunya yang saling menghargai dan menghormati.

2. Setiap manusia memiliki perubahan ke arah pikiran yang sehat

Dari prinsip inilah timbul pandangan bahwa manusia itu harus didi dik, karena dengan pe ndidikan itu manusia akan berubah dan berkembang ke arah yang lebih sehat, baik dan sempurna. Oleh karena itu, sekolah seba gai lembaga pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kemampuan an ak didik untuk berpikir dan memecahkan persoalan-persoalannya sendiri s ecara teratur, sistematis dan komprehensif serta kritis sehingga anak didik memiliki wawasan, kemampuan dan kesempatan yang luas.

3. Rela berbakti untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama

Dalam konteks ini, pengertian demokrasi tidaklah dibatasi oleh kep entingan individu-individu lain. Dengan kata lain, seseorang menjadi beba s karena orang lain menghormati kepentingannya. Oleh sebab itu, tidak ad a seseorang yang karena kebebasannya berbuat sesuka hatinya sehingga m erusak kebebasan orang lain atau kebebasannya sendiri.

Kesejahteraan dan kebahagiaan hanya tercapai bila setiap warga ne gara atau anggota masyarakat dapat mengembangkan tenaga atau pikirann

ya untuk memanjukan kepentingan bersama karena kebersamaan dan kerja sama inilah pilar penyangga demokrasi. Berkenaan dengan itulah maka ba gi setiap warga negara diperlukan hal-hal sebagai berikut :

a. pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah kewarganegaraan (ci vic), ketatanegaraan, kemasyarakatan, soal-soal pemerintahan yang pent ing;

b. suatu keinsyafan dan kesanggupan semangat menjalankan tugasnya den gan mendahulukan kepentingan negara atau masyarakat daripada kepen tingan sendiri;

c. suatu keinsyafan dan kesanggupan memberantas kecurangan-kecuranga n dan perbuatan-perbuatan yang menghalangi kemajuan dan kemakmur an masyarakat dan pemerintah.

C. Perlunya Demokrasi Pendidikan

Perlunya demokrasi dalam Pendidikan juga diatur dalam perundang undangan yang berlaku di Indonesia yaitu :

a. UUD 1945 Pasal 31 Ayat

1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.

2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang- undang.

Dengan demikian, di Indonesia, semua warga negara diberikan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan, yang penyelenggaraan pendidikannya diatur oleh satu undang-undang sistem pendidikan nasional, yaitu UU nomor 2 tahun 1989.

b. UU Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional UU ini

yang berkaitan dengan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, misalnya:

 Pasal 5

Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

 Pasal 6

Setiap warga negara berhak atas kesempatan yang seluas- luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan tamatan pendidikan dasar.

 Pasal 7

Penerimaan seseorang sebagai peserta didik dalam suatu satuan pendidikan diselenggarakan dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, dan dengan tetap mengindahkan kekhususan satuan pendidikan yang bersangkutan.

 Pasal 8

Warga negara yang memiliki kelainan fisik dan atau mental berhak memperoleh pendidikan luar biasa.

Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

c. UU No. 20 Tahun 2003 merupakan pembaharuan dari UU Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989, yang meliputi pembaharuan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional. Pembaharuan tersebut berkaitan erat dengan munculnya gerakan reformasi yang menuntut diterapkannya prinsip demokrasi, keadilan, dan desentralisasi yang mampu menjunjung hak asasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam dokumen JURNAL BUKU DASAR-DASAR PENDIDKAN (Halaman 148-175)