• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ciri-Ciri Utama Penelitian Grounded Theory

50 | Nu r m a id ah , M .Pd .I

Dari berbagai definisi di atas, Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa Grounded Theory adalah metode penelitian kualitatif yang berusaha membangun teori berdasarkan data sistematis yang dikumpulkan dan dianalisis. Teori yang dibangun dikembangkan dari data, bukan sebaliknya data dikembangkan dari teori yang ada.

harian dan jurnal responden, dan catatan reflektif peneliti. Proses pengumpulan data itu dilaksanakan dengan menggunakan dua metode secara simultan, yaitu observasi dan wawancara mendalam (depth interview). Bentuk data yang paling sering digunakan berbagai peneliti adalah hasil wawancara karena data seperti ini lebih mampu mengungkapkan pengalaman informan dalam kata-kata mereka sendiri. Hal yang spesifik yang membedakan pengumpulan data pada penelitian Grounded Theory dari pendekatan kualitatif lainnya adalah pada pemilihan fenomena yang dikumpulkan. Paling tidak, pada Grounded Theory sangat ditekankan untuk menggali data perilaku yang sedang berlangsung (life history) untuk melihat prosesnya serta ditujukan untuk menangkap hal-hal yang bersifat kausalitas. Seorang peneliti Grounded Theory selalu mempertanyakan ―Mengapa suatu kondisi terjadi?‖, ―Apa konsekwensi yang timbul dari suatu tindakan/reaksi?‖, dan

―Seperti apa tahap-tahap kondisi, tindakan/reaksi, dan konsekwensi itu berlangsung?‖

Dalam Grounded Theory, masalah sampel penelitian tidak didasarkan pada jumlah populasi, melainkan pada keterwakilan konsep dalam beragam bentuknya. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara penyampelan teoritik. Penyampelan teoritik merupakan pengambilan sampel yang dilakukan peneliti dengan cara memilih data-data atau konsep-konsep yang terbukti berhubungan dengan dan mendukung secara teoritik teori yang sedang disusun.

Tujuannya adalah mengambil sampel peristiwa/fenomena yang menunjukkan kategori, sifat, dan ukuran yang secara langsung menjawab masalah penelitian. Sebagai contoh, jika peneliti sedang meneliti ―tingginya kecenderungan penerbitan novel-novel horror terjemahan‖, penikmat (pembaca) novel-novel horor merupakan kandidat yang paling sesuai untuk diwawancarai. Penterjemah, penerbit, dan kritisi sastra memang dapat dijadikan sumber informasi yang relevan, namun peran mereka tidak begitu sentral karena penerbitan bahan bacaan sangat ditentukan oleh konsumen (pembaca).

52 | Nu r m a id ah , M .Pd .I

Paparan ini mengungkapkan bahwa pada dasarnya yang di sampel dalam penelitian Grounded Theory bukan obyek formal penelitian (orang atau benda-benda), melainkan obyek material yang berupa fenomena- fenomena yang sudah dikonsepkan. Akan tetapi, karena fenomena itu melekat dengan subyek (orang atau benda), maka dengan sendirinya obyek formal juga ikut disampel dalam perses pengumpulan atau penggalian fenomena.. Subyek-subyek yang diteliti secara berproses ditentukan di lapangan, ketika pengumpulan data berlangsung. Cara penyampelan inilah yang disebut dalam penelitian kualitatif sebagai snow bowl sampling.

Aktivitas pengumpulan data di lapangan dalam riset kualitatif grounded theory berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu cukup lama, dimana proses pengambilan sampelnya juga berlangsung secara terus-menerus pada saat dilakukan pengumpulan data. Jumlah sampel juga bisa terus bertambah sesuai dengan bertambahnya jumlah data yang dibutuhkan dalam riset tersebut.12

c) Constant Comparative Data Analysis13

Dalam penelitian Grounded Theory, peneliti terlibat dalam proses pengumpulan data, pengelompokan data ke dalam kategori-kategori, pengumpulan data tambahan, dan pembandingan informasi yang baru itu dengan kategori-kategori yang muncul. Proses pengembangan kategori-kategori informasi yang berlangsung secara perlahan-lahan ini dinamai prosedur perbandingan konstan (constant comparative procedure). Perbandingan konstan ini merupakan prosedur analisis data induktif yang digunakan untuk memunculkan dan menghubungkan kategori-kategori dengan cara membandingkan satu

12I Gusti Ayu Nyoman Budiasih, Metode Grounded Theory Dalam Riset Kualitatif, Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 9 No. 1, Januari 2014, h. 25

13Menurut Atho Mudzhar ada 3 Ciri Grounded Theory: tujuan menemukan teori, data sistematis, dan analisis komparatif konstan. HM.Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam Dalam Teori dan Praktek, … h.47

peristiwa dengan peristiwa lainnya, satu peristiwa dengan satu kategori, dan satu kategori dengan kategori lainnya.

d) A Core Category

Dari seluruh kategori utama yang diperoleh dari data, peneliti memilih satu kategori sebagai inti fenomena dalam rangka merumuskan teori. Setelah mengidentifikasi beberapa kategori (misalnya, 8 hingga 10—tergantung pada besarnya data, peneliti memilih satu kategori inti sebagai basis penulisan teori.

Berikut ini adalah enam kriteria untuk menentukan kategori inti (Strauss and Corbin), 14

1) It must be central; that is, all other major categories can relate to it.

2) It must appear frequently in the data. This mean that within all or almost all cases, there are indicators pointing to the concept.

3) The explanation that evolves by relating the categories is logical and consistent, there is no forcing of data.

4) The name or phrase used to describe the central category should be sufficiently abstract.

5) As the concept is refined, the theory grows in depth and explanatory power.

6) When conditions vary, the explanation still holds, although the way in which a phenomenon is expressed might look somewhat different.

Pemaparan di atas memperlihatkan bahwa memilih kategori inti terlalu awal adalah sangat riskan. Akan tetapi, bila terlihat bahwa salah satu kategori mucul dengan frekuensi tinggi dan terhubung dengan jelas pada kategori-kategori lain, kategori itu dapat dipilih sebagai kategori inti.

14John Creswell, Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Qualitative and Quantitative Research… h. 444

54 | Nu r m a id ah , M .Pd .I

e) Theory Generation (Penurunan Teori)

Dalam penelitian Grounded Theory, yang dimaksud dengan teori adalah penjelasan atau pemahaman yang abstrak tentang suatu proses mengenai sebuah topik substantif yang didasarkan pada data.

Teori ini disusun oleh peneliti sewaktu mengidentifikasi kategori inti dan kategori-kategori proses yang menjelaskannya. Karena teori ini dilandaskan pada fenomena yang spesifik, teori ini tidak dapat diaplikasikan digeneralisasikan secara meluas pada fenomena lain.

Oleh karena itu, Charmaz dalam Creswell mengatakan teori ini bersifat ―middle range‖, ditarik dari beberapa individual atau sumber data dan memberi penjelasan yang akurat hanya pada sebuah topik yang substantif.

f) Memos

Dalam penelitian Grounded Theory, memo merupakan catatan- catatan yang dibuat peneliti untuk mengelaborasi ide-ide yang berhubungan dengan data dan kategori-kategori yang dikodekan.

Dengan kata lain, memo merupakan catatan yang dibuat peneliti bagi dirinya sendiri dalam rangka menyusun hipotesis tentang sebuah kategori, kususnya tentang hubungan-hubungan antara kategori- kategori yang ditemukan