• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan islam: basis epistemologi dan isu kontemporer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pendidikan islam: basis epistemologi dan isu kontemporer"

Copied!
255
0
0

Teks penuh

Berkat karunia dan bimbingan Allah SWT, buku ajar dan program penulisan referensi ini dapat terselesaikan. Kompetisi Buku Ajar dan Buku Referensi (KOBAR) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram (KOBAR) merupakan upaya fakultas untuk berkontribusi terhadap implementasi undang-undang tersebut di atas, dimana secara kuantitatif menampilkan penelitian dan publikasi dosen PTKI.

Pendahuluan

Alam semesta merupakan media pendidikan sekaligus sarana yang digunakan manusia untuk melaksanakan proses pendidikan. Dimana alam semesta membutuhkan manusia untuk merawat dan memeliharanya, sedangkan manusia membutuhkan alam semesta sebagai sarana berkomunikasi dengan manusia lainnya.

Pembahasan

  • Perspektif tentang Alam
  • Perspektif tentang Lingkungan
  • Implikasi Konsep Alam dan Lingkungan Terhadap

Menurut Muhammad Taufik, filosofi pendidikan Islam adalah alam semesta diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Sunnah-Nya, yang sebagiannya dapat dipahami manusia melalui wahyu riwayatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedudukan alam semesta dalam perspektif filsafat pendidikan Islam ibarat seorang guru yang mengajarkan manusia untuk bertindak sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Penutup

Oleh karena itu, pendidikan Islam harus selalu ditujukan untuk menciptakan pemahaman dikalangan peserta didik tentang bagaimana mengelola alam dan memanfaatkannya secara bijaksana untuk kemaslahatan umat manusia. Prinsip ini dapat dijadikan pedoman bagi pendidikan Islam bahwa hanya Allah yang Maha Abadi dan Abadi.27.

Daftar Pustaka

  • Biografi Intelektual
  • Perspektif Kim Knott tentang Insider Outsider
  • Kontribusi dan Urgensi Perspektif Insider Outsider Kim
  • Rapprochment; Mengurai Objetivitas dalam Studi Agama

10Sien Sujiat Zubaidi Saleh, Perspektif Kim Knott Tentang Insider-Outsider Dalam Kajian Agama Antara Insider-Outsider137 Volume 4, No.1, Maret 2014. Kontribusi dan Urgensi Perspektif Insider Outsider Kim Knott dalam Kajian Agama Knott dalam Kajian Dewa Tuhan.

Kesimpulan

McCutcheon (red.), The Insider/Outsider Problem in the Study of Religion: a Reader (London: . The Bath Press, 1999). Hinnells (red.), The Routledge Companion to the Study of Religion (London: Routledge Taylor and Fancis Group, 2005).

  • Mendefinisikan Ulang Grounded Theory
  • Ciri-Ciri Utama Penelitian Grounded Theory
  • Langkah-Langkah Grounded Theory
  • Kekuatan dan Kelemahan Grounded Theory
  • Implementasi Grounded Theory dalam Penelitian Pendidikan

Grounded theory adalah metode penelitian kualitatif yang mencoba membangun teori berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis. Grounded theory menekankan pada eksplorasi data perilaku yang sedang berlangsung (riwayat kehidupan) untuk melihat proses dan bertujuan untuk menangkap hal-hal yang bersifat kausal (dalam arti sebab akibat).

Dualisme Sistem Pendidikan Islam

Pendidikan Islam masih mempunyai berbagai permasalahan, mulai dari pengertian, tujuan, materi dan strategi pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di satu sisi kita masih menampakkan 'sistem pendidikan Islam' yang sangat tradisional karena masih memakai 'pakaian lama'.5. Kemudian lihat Muslih Musa (Ed.), Pendidikan Islam di Indonesia Antara Cita-cita dan Fakta (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1991), hal.

Signifikansi Integrasi Agama dan Sains

Bagi Al-Atas, Islamisasi sains mengacu pada upaya menghilangkan elemen dan konsep kunci yang membentuk budaya dan peradaban Barat, khususnya di bidang humaniora. Termasuk dalam unsur dan konsep tersebut adalah cara pandang dualistik terhadap realitas, doktrin humanisme, serta penekanan pada drama dan tragedi dalam kehidupan spiritual, serta pengelolaannya. Dengan menjadikan drama dan tragedi sebagai unsur dominan dalam hakikat dan eksistensi umat manusia.16 Unsur-unsur ini harus dihilangkan dari setiap bidang ilmu pengetahuan modern saat ini, khususnya di bidang humaniora.

Tasawuf Progresif dan Tantangan Pendidikan Islam

Penyelesaian permasalahan pendidikan Islam harus mampu memasuki bidang ontologi, epistemologi dan aksiologi. Permasalahan ontologi pendidikan Islam erat kaitannya dengan tiga permasalahan, yaitu: pertama, permasalahan fundamental, yang meliputi permasalahan fundamental keagamaan dan filosofis, landasan empiris; kedua, permasalahan struktural; dan ketiga, permasalahan operasional terkait hubungan interaktif komponen-komponen pendidikan Islam. Permasalahan dalam bidang epistemologi berkaitan dengan perspektif pendidikan Islam yang tradisional-konservatif, dan proses pembelajaran yang statis indoktrinatif-doktrinal, dan dari perspektif aksiologi sebagai teori nilai, permasalahan Islam pendidikan merupakan muatan nilai-nilai spiritual, yang terpisah dari nilai-nilai non-spiritual.

Implementasi Tasawuf dalam Pendidikan Islam

29Muh Mustakim, Ontologi Pendidikan Islam (Hakikat Pendidikan dalam Perspektif Islam), At-Tajdid: Jurnal Sains Tarbiyah, 2012. Reformasi kurikulum pendidikan Islam menyikapinya, pada tataran implementasi harus mampu memanfaatkan sinergitas keagamaan untuk bersinergi dan bertransformasi. nilai-nilai, membimbing kepribadian dan akhlak mulia peserta didik. Mustakim, Muh, Ontologi Pendidikan Islam (Hakikat Pendidikan Dalam Perspektif Islam), At-Tajdid: Jurnal Sains Tarbiyah, 2012.

  • Dialektika Islam dan Budaya Lokal
  • Islam Pesisir dan Ritual Nelayan Muslim
  • Pendidikan Islam dalam Ritual Masyarakat Pesisir
  • Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Roah Segare (Ruwatan

4Nurcholish Madjid, ―Islam dan Kebudayaan Lokal: Masalah Akulturasi Timbal Balik‖, dalam Doktrin dan Peradaban Islam, (Jakarta: Paramadina, 1992), hal. Dari hasil penelitian Nur Syam dalam buku “Pesisir Islam” menunjukkan bahwa konsepsi Geertz tentang sinkretisme atau perpaduan budaya Islam, Hindu, Budha dan Animisme menjadi agama Islam Kejawen belum tentu benar karena . Nurcholish Madjid, “Islam dan Kebudayaan Lokal: Masalah Akulturasi Timbal Balik”, dalam Doktrin dan Peradaban Islam, (Jakarta: Paramadina, 1992).

Sejarah dan Perkembangan UIN Mataram Sebagai

Dari sinilah berdiri Fakultas Tarbiyah Al-Jamiah Sunan Ampel Cabang Mataram yang diresmikan oleh Menteri Agama RI Prof. B/589/I/1997 tentang Persetujuan Pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Cabang Mataram berubah status menjadi STAIN Mataram sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997 Abdul Mu'in (Sejak tahun 1982 karena meninggal dunia, kemudian digantikan oleh Dr. Isra'il), Pembantu Dekan II : Dr.

Posisi Strategis UIN Mataram Sebagai Pusat Islamic Studies

Data dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) di Nusa Tenggara Barat menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kuantitas yang sangat besar sebagai sumber calon mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Mataram di masa depan. In.12/HK.00.5/SK/762.A/2010 tanggal 3 Juni 2010 tentang pembukaan dan pendirian Program Pascasarjana IAIN Mataram dengan membuka 2 (dua) program studi yaitu studi Pendidikan Agama Islam (ISI). program dan Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal al Syakhsiyyah). Pada tahun 2015, Sekolah Pascasarjana IAIN Mataram kembali menerima dua program studi baru yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Ekonomi Syariah (ES) dengan Keputusan Direktur Jenderal No.

Integrasi Ilmu Pengetahuan Umum dan Islam sebagai

Dari penelitian tersebut dilaporkan bahwa terdapat pendidikan agama Islam (perguruan Agama Islam) dengan menggunakan bahasa Arab yang merupakan lembaga pendidikan terpenting di kalangan masyarakat Jawa (yang beragama Islam).17 Dalam mengawasi pendidikan Islam, pemerintah Belanda di India Eastern mengeluarkan Ordonansi Guru.. 20Suwito dan Fauzan, Perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara, Kajian Perkembangan Sejarah Abad 13 hingga 20 M, (Bandung: Angkasa: 2004), hal. Gagasan mengintegrasikan keilmuan Islam di kalangan pemikir pendidikan Islam di Indonesia masih dinilai masih simpang siur.

Kontribusi UIN Mataram Dalam Intelektualisasi dan

UIN Mataram menjadi salah satu penggagas pelatihan profesional guru sejak tahun 2018. Siswa PPG LPTK UIN Mataram berjumlah 522 guru madrasah. Berbagai program UIN Mataram di atas merupakan wujud peran dan kontribusi nyata dalam upaya intelektualisasi dan modernisasi sumber daya manusia dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia Timur khususnya NTB, NTT dan Bali. UIN Mataram dengan berkembangnya fakultas, program studi dan kegiatan lainnya telah berkontribusi terhadap pengembangan intelektualisasi dan modernisasi sumber daya manusia dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia bagian timur khususnya di tiga provinsi yaitu NTB, NTT dan Bali.

Tabel Data Alumni Pascasarjana IAIN Mataram 2010-2016
Tabel Data Alumni Pascasarjana IAIN Mataram 2010-2016

Pesantren Tradisional; Geneologi dan Perkembangnnya

Kata pesantren berasal dari kata santri yang diberi awalan pe di depan dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri. Teori kedua menyatakan bahwa pesantren berasal dari India, teori ketiga menyatakan bahwa model pesantren ditemukan di Bagdad. Manfred Ziemek berpendapat bahwa “Pondok pesantren sebagai lembaga perjuangan spiritual, pendidikan dan sosialisasi yang kuno dan sangat heterogen mengekspresikan sejarah, kehadiran dan tujuan pedagogi mereka.

Reformasi Pesantren Tradisonal

Tokoh pembaharu lain yang juga membangun pesantren dan cukup berpengaruh adalah Al-Irsyad. Banyak Al Irsyad al-Alam yang menyebarkan pesan reformasi sebagai guru dan pengkhotbah di komunitas Hadrami di Indonesia. Berbeda dengan Muhammadiyah, PERSIS tidak tertarik pada pekerjaan kesejahteraan sosial, Al Irsyad mengkhususkan upayanya dalam mengoreksi agama dan amalannya.

Pesantren Tradisional dalam Sistem Pendidikan Nasional

Madrasah al-Irsyad di Jakarta didirikan pada tahun 1913 dan mengajarkan kurikulum agama dan kurikulum pendidikan umum yang bersifat eksklusif Arab, sehingga mayoritas staf dan guru berasal dari Timur Tengah. Berkat kurikulum madrasah dan peluang yang diberikan IAIN, banyak pesantren yang diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional dan di bawah pemerintah. Integrasi pesantren ke dalam sistem pendidikan nasional juga memunculkan konsekuensi menarik lainnya, yaitu munculnya dinamisme dan lingkaran pertumbuhan pesat bagi munculnya intelektual muda muslim yang berlatar belakang pesantren.

Madrasah Salafi di Indonesia; Definisi, Sejarah, dan

Sejarah madrasah Salafi di Indonesia19 dapat ditelusuri kembali ke pertengahan tahun 1980an, ketika komunitas Salafi pertama di negara ini mulai terlihat dan terbentuk. Madrasah Salafi yang dikembangkan oleh Ja'far Umar Thalib dan jaringannya menolak semua mata pelajaran non-agama dalam kurikulum mereka, dengan jelas membedakannya dengan tempat tinggal Islam yang didirikan oleh asosiasi Muslim reformis, termasuk yang berafiliasi dengan gerakan paling puritan, Persis. Kebanyakan madrasah Salafi di Indonesia, khususnya yang berafiliasi dengan Ja'far Umar Thalib dan jaringannya, menggunakan sistem Muqbil ibn Hadi al-Wadiªi sebagai modelnya.

Tiga Pesantren Kontoversial: Ngruki, Hidayatullah dan

27 Tim Peneliti INSEP; Al-Zaytun Kisah yang tak terhitung; Investigasi Pondok Pesantren Paling Kontroversial di Indonesia. Dan Tim Peneliti INSEP; Al-Zaytun Kisah yang tak terhitung; Investigasi Pondok Pesantren Paling Kontroversial di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2011), hal. Tim Peneliti INSEP; Al-Zaytun Kisah yang tak terhitung; Investigasi Pondok Pesantren Paling Kontroversial di Indonesia.

Profil Buku Speaking in God‘s Name: Islamic Law, Authority

Pada bab keenam dan ketujuh, Khaled memaparkan studi kasus mengenai terbentuknya otoritarianisme dan praktik hukum Islam di dunia modern. Dilihat dari kerangka isi umum kitab di atas, menunjukkan bahwa kitab ini merupakan kitab hukum Islam. Fokus pembahasan dalam buku ini adalah pada gagasan tentang tokoh-tokoh otoritas dalam hukum Islam, dan lebih luas lagi buku ini mengupas gagasan tentang bagaimana manusia mewakili suara Allah tanpa menganggap dirinya Allah, atau setidaknya tanpa mau. . dipandang sebagai Allah.

Hermeneutika Negosiatif; antara Author, Text, Reader

Argumen kebenaran didasarkan pada ketiga unsur dalam teks Al-Qur'an tersebut, dan dilanjutkan dengan pembacaan teks secara cermat untuk mencari konsep otoritas. Abou el-Fadl menegaskan, proses penentuan makna merupakan hasil interaksi antara pengarang, teks, dan pembaca. Abou El Fadl menginginkan penghapusan otoritarianisme dimana salah satu pihak mendominasi proses penentuan makna melalui hermeneutika yang secara proporsional memposisikan hubungan antara teks, pengarang dan pembaca melalui proses negosiasi dalam menciptakan makna.

Anatomi Diskursus Otoriter

Dalam menilai fatwa CRLO, Abou El-Fadl menggunakan perangkat metodologi yang telah dirumuskannya, khususnya mengenai masalah kompetensi dan penentuan makna. Mengenai kompetensi atau otentisitas hadis, Abou El Fadl menggunakan perangkat metodologi kritik hadis klasik (mushthalâh al-hadîts), yaitu kritik terhadap perawi hadis (rijâl al-hadîts) dan kritik terhadap narasi atau rangkaian perawi hadis (naqd). ). as-sanad). Padahal, menurut Abou El-Fadl, keempat asumsi tersebut tidak boleh ditinggalkan ketika mengambil keputusan hukum.

Telaah Khaled Abu El Fadl terhadap Hadis Misoginis

Beberapa fatwa agama yang dikeluarkan CRLO antara lain tentang perempuan memakai bra, perempuan mengendarai mobil, laki-laki menyusui, perempuan membatalkan salat laki-laki, pentingnya perkawinan versus pentingnya pendidikan bagi perempuan, perkawinan dengan niat cerai, perempuan. menjadi penghuni neraka. paling banyak, melepas hijab karena alasan kesehatan, wanita yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, mendatangkan sial, wanita yang lemah akal dan agamanya, haramnya berfoto, sabar menanggung perlakuan buruk dari laki-laki, ketaatan kepada laki-laki, larangan ziarah ke kubur karena perempuan, percampuran antara laki-laki dan perempuan, undang-undang tentang perempuan yang bekerja, bahaya bagi perempuan yang bekerja dengan laki-laki. “Tidak boleh seorang wanita mukmin melakukan perjalanan sehari tanpa didampingi mahram” (Ibnu Baz. Namun jika seorang wanita memakai bra untuk keperluan kesehatan dan pengobatan, maka bolehkah.

Catatan Kritis terhadap pemikiran Khaled Abou El-Fadl

Catatan Kritis atas Pemikiran Khaled Abou El-Fadl13 Dalam konstruksi metodenya, nampaknya ia belum sepenuhnya. 14 Untuk beberapa komentar dan catatan lain mengenai pemikiran Abou el Fadl, lihat Raisul, Pemikiran Hukum Islam Khaled Abou El Fadl, Mazahib;. Zuhairi Misrawi, “Khaled Abou El-Fadl Berjuang Atas Nama Tuhan,” dalam Journal of Progressive Perspectives, Edisi Pertama, Juli-Agustus 2005.

Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan

Dari uraian latar belakang terkait kepemimpinan di atas, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu: Apa pengertian kepemimpinan secara etimologis dan terminologis? Industri 4.0?, Bagaimana kepala sekolah menghadapi era teknologi Industri 4.0?. Pengertian kepemimpinan sebagai suatu kualitas atau kesempurnaan suatu jabatan diungkapkan dengan tanda-tanda (dalam Yukl, 1989) sebagai berikut. Keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya sangat bergantung pada kehandalan kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan sekolah.

Teori-Teori Kepemimpinan

Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadis

Tantangan Kepemimpinan Pendidikan Islam Era

Kepemimpinan Kepala Sekolah Menghadapi Era

Wabah COVID-19 Menjangkiti 210 Negara

Kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia

Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING)

Penundaan Dana Penelitian dan Pengabdian

Analisis Kebijakan Pendidikan Kementerian di Masa

Undang-Undang No. 4 Tahun 1950

Undang-Undang No.12 Tahun 1954

Undang-Undang No 2 Tahun 1989

Undang-Undang No 20 Tahun 2003

Analisis Pendidikan Islam Sebagai Subsistem Pendidikan

Penutup

Daftar Pustaka

Gambar

Tabel Data Alumni Pascasarjana IAIN Mataram 2010-2016
Tabel Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel Jumlah mahasiswa PPG tahun 2019

Referensi

Dokumen terkait

498. Mahrus Ahsani, Konstelasi Konsep Kodrat Alam dan Tut Wuri Handayani Ki Hadjar Dewantara Perspektif Pendidikan Islam .Tesis, Program Pascasarjana UIN Yogyakarta, 2004. Tauchid,

Dalam perspektif hukum Islam, sunnah mempuf!Jai kedudukan dan peran yang sangat fundamental. S unnah merupakan salah satu s11mber hukum Islam. S 11nnah senantiasa

Dalam perspektif Islam, pendidikan Islam harus berupaya untuk dapat membimbing orang yang memiliki sebuah pemahaman bahwa Allah merupakan sumber kebenran yang obyektif,

Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa filsafat Islam adalah hasil pemikiran manusia mengenai alam fisika dan metafisika serta manusia yang

Beberapa masalah dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam diantaranya adalah: (Malik Fajar, 1998) kualitas dan kuantitas guru kurang memadai, sarana prasarana

Muhammad Ghozali, Teori Keadilan Dalam Perspektif Filsafat Hukum Dan Islam, Diakses di

Jadi Childfree dalam Perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia adalah pandangan atau sudut pandang Hukum Islam yaitu Alquran, Hadis, Ijma, Qiyas, maupun fatwa ulama kontemporer,

 Objek Sejarah Pendidikan Islam Objek pendidikan Islam mempunyai sasaran pada fitrah manusia yang sejalan dengan misi agama Islam yang bertujuan memberikan rahmat bagi semesta alam