dengan tuntutan perubahan, ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan kepala sekolah terhadap tranformasi kepemimpinan kepala sekolah di abad 21.
Pemimpin merupakan ujung tombak dalam sebuah kegiatan manajemen organisasional, bahkan dalam Islam kepemimpinan merupakan suatu hal yang sangat strategis. tulisan ini akan mengkaji model kepemimpinan kepala sekolah menghadapi era revolusi industri 4.0, terutama terkait tantangan, kompetensi yang harus dimiliki, terkait juga dengan gaya kepemimpinan pendidikan ditinjau dari perspektif al-Qur‘an dan hadis.
Dari uraian latar belakang terkait kepemimpinan di atas, penulis merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini, yakni: Apakah Pengertian Kepemimpinan secara etimologi dan terminologi ?, Bagaimana Kepemimpinan dalam Perspektif al-Quran dan Hadis ?, Bagaimana Tantangan Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Teknologi industri 4.0?, Bagaimana Kepala Sekolah Mengahadapi Era Teknologi industri 4.0?
B. Pembahasan
186 | Nu r m a id a h , M .Pd .I
melayani pengoperasian variabel tersebut. Walupun demikian, penulis memandang perlu membuat acuan umum dalam rangka mendefinisikan kepemimpinan tersebut.
Secara etimologi, dalam berbagai pustaka, istilah kepemimpinan berasal dari kata dasar ‗pimpin‘ yang memiliki arti bimbing atau tuntun. Dari kata ‗pimpin‘ lahirlah kata kerja memimpin yang artinya membimbing atau menuntun.7 Sedangkan kata kepemimpinan sendiri berarti menuntun, memandu dan menunjukkan jalan. Dalam bahasa Arab, kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zaamah. Kata-kata tersebut memiliki satu makna sehingga disebut sinonim atau murodif, sehingga kita bisa menggunakan salah satu dari keempat kata tersebut untuk menerjemahkan kata kepemimpinan. Sementara itu, untuk menyebut istilah kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah.8
Secara terminologi, dari beberapa teori yang ada Stogdill menghimpun sebelas definisi kepemimpinan, yaitu kepemimpinan sebagai pusat proses kelompok, kepribadian yang berakibat, seni menciptakan kesepakatan, kemampuan mempengaruhi, tindakan perilaku, suatu bentuk bujukan, suatu hubungan kekuasaan, sarana pencapaian tujuan, hasil interaksi, pemisahan peranan dan awal struktur. Berikut beberapa Definisi kepemimpinan dari beberapa ahli.
1) Ordway Tead dalam bukunya The Art of Leadership mengemukakan bahwa: Leadership is the activity of influensing people to cooperaty toward some goal wich they come to fine desirable.
(Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang untuk bekerjasama yang mana mereka mewujudkan kerjasamanya itu untuk mencapai tujuan yang diinginkan).
7Pamuji, Kepemimpinan Pemerintah di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara , 1995), h.
5
8Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (PT Gelora: Penerbit Erlangga,) h. 269
2) Herold Koontz, ―Leadership is the art coordinating and motivating individuals and group to achieve desired Ends‖. (Kepemimpinan adalah seni/kemampuan untuk mengkoordinasikan dan menggerakkan seseorang individu atau kelompok ke arah pencapaian tujuan yang diharapkan).9
Menurut Katz dan Kahn (dalam Watkin, 1992) berbagai definisi kepemimpinan pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar yakni ―sebagai atribut atau kelengkapan dari suatu kedudukan, sebagai karakteristik seseorang, dan sebagai kategori perilaku‖:10
Pengertian kepemimpinan sebagai atribut atau kelengkapan suatu kedudukan, diantaranya dikemukakan oleh tanda (dalam Yukl, 1989) sebagai berikut. ―Leadership is a particular type of power relationship characterized by a group member‘s perception that another group member has the right to prescribe behavior patterns for the former regarding his activity as a group member‖. (Kepemimpinan adalah jenis khusus hubungan kekuasaan yang ditentukan oleh anggapan para anggota kelompok bahwa seorang dari anggota kelompok itu memiliki kekuasaan untuk menentukan pola perilaku terkait dengan aktivitasnya sebagai anggota kelompok).
Selanjutnya contoh pengertian kepemimpinan sebagai karakteristik seseorang, terutama dikaitkan dengan sebutan pemimpin, seperti dikemukakan oleh Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2000) bahwa ―Leaders are agents of change, persons whose act affect other people more than other people‘s acts affect them‖, atau pemimpin merupakan agen perubahan, orang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari orang lain mempengaruhi dirinya.
9C.A. Hunt, J.G. & Hosking, Leaders and Managers: An International Perspective on Managerial Behavior and Leadership. (New York: Pergamon Press. 1988.) h. 92, Lihat juga A. Mintorogo, Kepemimpinan dalam Organisasi, Yogyakarta: STIA LAN Prees, 1997, h. 2
10Lebih detilnya silahkan baca Veithzal Rivai, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.
(Jakarta : PT Raja Grafindo Persada 2003).
188 | Nu r m a id a h , M .Pd .I
Adapun contoh pengertian kepemimpinan sebagai perilaku dikemukakan oleh Sweeney dan McFarlin (2002) yakni: ―Leadership involves a set of interpersonal influence processes. The processes are aimed at motivating sub-ordinates, creating a vision for the future, and developing strategies for achieving goals‖, yang dapat diartikan bahwa kepemimpinan melibatkan seperangkat proses pengaruh antar orang. Proses tersebut bertujuan memotivasi bawahan, menciptakan visi masa depan, dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan
Dari beberapa definisi kepemimpinan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang (pemimpin) dalam proses mempengaruhi, memotivasi, dan menyebabkan seseorang atau kelompok orang untuk berbuat guna mengarah pada tujuan yang sudah ditentukan.
Dari beberapa pengertian di atas pengertian kepemimpinan sedikitnya mencakup lima dimensi yang saling berhubungan, yaitu:
1) Tujuan kepemimpinan
2) Individu yang mempengaruhi kelompok/organisasi/lembaga (pemimpin).
3) Individu-individu yang dipengaruhi, dikoordinasi dan digerakkan (yang dipimpin).
4) Proses interaksi antara pemimpin dan yang dipimpin dalam rangka mempengaruhi, mengkoordinasikan dan menggerakkan.
5) Situasi berlangsungnya kepemimpinan.
Keefektifan dan keberhasilan kepemimpinan bukan hanya tergantung dari kemampuan seorang pemimpin, tetapi juga partisipasi dan komitmen bawahan serta dukungan iklim organisasi yang kondusif. Tujuan organisasi merupakan pemahaman, kesepakatan dan komitmen untuk dilaksanakan secara bersama, tanpa ada koordinasi
antar bagian, terutama melalui pola kepemimpinan yang baik, maka tujuan organisasi tidak akan tercapai secara optimal.11
Aktivitas kepemimpinan memang sangat penting dalam suatu organisasi, di mana pentingnya pemimpin dan kepemimpinan yang baik telah diuraikan oleh Mohyi sebagai berikut:
a) Sebagai pengatur, pengarah aktivitas organisasi untuk mencapai tujuan.
b) Penanggung jawab dan pembuat kebijakan-kebijakan organisasi.
c) Pemersatu dan memotivasi para bawahannya dalam melaksanakan aktivitas organisasi.
d) Pelopor dalam menjalankan aktivitas manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta pengelolaan sumber daya yang ada.
e) Sebagai pelopor dalam memajukan organisasi dll.12
Secara teoritis dalam manajemen, kepemimpinan harus mempunyai beberapa kriteria, karena kepemimpinan merupakan hal yang paling mendasar bagi kelangsungan suatu kelompok organisasi untuk meghantarkan, mencapai tujuan.13 Menurut Tanthowi kriteria kemampuan yang harus ada pada seorang pimpinan adalah sebagai berikut:
1) Melihat organisasi secara keseluruhan.
2) Mengambil keputusan.
3) Melaksanakan pendelegasian.
4) Memimpin sekaligus mengabdi.
11Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, Pedoman Penyelenggaraan Administrasi Pendidikan di Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), h. 35
12Ach. Mohyi, Teori & Prilaku Organisasi. Trioningsih-Ratih Juliati (ed) (UMM:
Malang, 1999), h. 176.
13Hadari Nawawi, Kepemimpinan yang Efektif, (Yogyakarta: Gajah Mada Uneiversity Prees, 2000), h. 33
190 | Nu r m a id a h , M .Pd .I
Pemimpin merupakan pribadi yang memiliki ketrampilan teknis, khususnya dalam suatu bidang, sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas, demi pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin yang memiliki born leader dianggap mempunyai sifat unggul yang dibawa sejak lahir, sifatnya khas dan unik, tidak dimiliki atau tidak dapat ditiru oleh orang lain.
Namun pada masa sekarang dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang serba modern dan kompleks, di mana-mana selalu dibutuhkan pemimpin.
Pada umumnya seseorang yang diangkat menjadi pemimpin didasarkan atas kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dibandingkan dengan orang-orang yang dipimpinnya, di mana kelebihan-kelebihan tersebut diantaranya sifat-sifat yang dimiliki berkaitan dengan kepemimpinannya.Kelebihan sifat ini merupakan syarat utama menjadi seorang pemimpin yang sukses. Berkaitan dengan masalah sifat-sifat pemimpin sebagai syarat utama kepemimpinan banyak pakar yang mengajukan pendapatnya, diantaranya menurut Slikbour menyatakan bahwa sifat-sifat kepemimpinan itu meliputi 3 hal, yaitu:
a) Kemampuan dalam bidang intelektual.
b) Berkaitan dengan watak.
c) Berhubungan dengan tugas sebagai pemimpin.
Keberhasilan sekolah untuk mencapai tujuannya antara lain sangat ditentukan oleh kehandalan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sekolahnya. Peranan kepemimpinan dalam suatu organisasi sangat berpengaruh untuk mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan. Karena itu, keberhasilan suatu organisasi mencapai tujuannya secara efektif dan efisien sangatlah ditentukan oleh kehandalan kepemimpinan seorang pemimpin.