• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI STITUW JOMBANG

Dr. Kurroti A’yun, S.T., M.Si.23 STIT-UW Jombang

“Statistik pendidikan, statistik yang digunakan dalam dunia pendidikan akan bermanfaat besar apabila tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan masalah pendidikan pada

umumnya, tapi digunakan untuk mendukung penelitian yang berbasis keimanan. Efeknya tidak hanya publikasi di dunia, tetapi dicatat baik di hadapan Sang Maha Pencipta”

llah Kuasa menjadikan segala sesuatu, Allah Maha Mengetahui dan Maha Pemilik segala sesuatu. Ilmunya Allah meliputi segala sesuatu, salah satu ilmuNya yang dikenalkan Allah mengenai data, mencakup bagaimana pengumpulannya, penyajianya dan pengelompokannya untuk

23Penulis lahir di Surabaya dan saat ini aktif menjabat sebagai Waket (Wakil Ketua) 3 sekaligus Dosen STIT-UW Jombang. Penulis meraih gelar Doktornya dari hasil studinya di Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, penulis juga bertugas sehari-hari untuk mendidik santri di PPUW Jombang dalam hal iman dan amal sholeh bersama Pembina PPUW Jombang sekaligus aktif sebagai seorang Tutor Tutorial Online di Universitas Terbuka.

A

dianalisa dan diinterpretasikan sehingga dapat diambil suatu keputusan (simpulan) terkait data tersebut. Data di sini berupa informasi, sedangkan informasi sendiri dapat berupa kata-kata atau pernyataan yang dilontarkan sumber informasi, juga dapat berupa angka-angka. Data atau informasi yang di dalamnya mengandung atau berupa angka- angka disebut juga data yang bersifat kuantitatif, sedangkan data yang berupa kata-kata bersifat kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif disajikan, dikelompokkan, serta di analisa dengan cara memanfaatkan statistik. Allah menjadikan manusia paham akan makna statistik, di mana statistik merupakan alat untuk kegiatan pengumpulan data sampai pengambilan keputusan pada suatu penelitian.

Statistik, terutama statistik pendidikan, apabila dimanfaatkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan di dunia, seperti kepentingan menganalisis penelitian yang tidak untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan keimanan dan hari yang selamanya setelah kematian, maka manfaatnya sepele. Kemanfaatan yang tinggi dapat dicapai apabila sesuai dengan petunjuk Yang Maha Mengetahui, dengan dasar firmanNya, yaitu dalam Q.S al Isra’ ayat 18, yang berbunyi:

اَنْلَعَج َّمُث ُدي ِرُن ْنَمِل ُءاَشَن اَم اَهيِف ُهَل اَنْلَّجَع َةَل ِجاَعْلا ُدي ِرُي َناَك ْنَم ا ًروُحْدَم اًموُمْذَم اَه َلَْصَي َمَّنَهَج ُهَل

Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir.”

Berdasar firmanNya yang lain dalam Q.S al A’raf ayat 179 dijelaskan bahwa kebanyakan atau umumnya jin dan manusia, termasuk di dalamnya pembaca dan penulis buku ini di akhirat nanti tempatnya di Nerakan Jahannam. Ini

|159 berarti, tidak banyak yang selamat dan berada di tempat mulia di Surga, kecuali hambaNya baik dari golongan jin dan manusia yang mau menjalankan perintah sesuai petunjukNya dalam al Quran. Maka, sangat perlu memanfaatkan statistik pendidikan tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan biasa dalam kehidupan sehari-hari di bidang pendidikan, tetapi sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan keimanan akan adanya Tuhan Sang Pencipta, termasuk di dalamnya keimanan terkait perintah Tuhan dan kehidupan selamanya setelah kematian. Itu semuanya perlu dilakukan agar kita semua hamba Tuhan tidak melalaikan perkara yang lebih penting, tidak sekedar publikasi di dunia, tetapi dicatat baik di hadapan Sang Maha Pencipta. Adapun bunyi ayat tersebut dapat disimak dalam tulisan berikut.

َلَو َمَّنَهَجِل اَنْأ َرَذ ْدَق َنوُهَقْفَي َلَ ٌبوُلُق ْمُهَل ۖ ِسْنِ ْلْا َو ِ ن ِجْلا َنِم ا ًريِثَك

َكِئََٰلوُأ ۚ اَهِب َنوُعَمْسَي َلَ ٌناَذآ ْمُهَل َو اَهِب َنو ُر ِصْبُي َلَ ٌنُيْعَأ ْمُهَل َو اَهِب َنوُلِفاَغْلا ُمُه َكِئََٰلوُأ ۚ ُّلَضَأ ْمُه ْلَب ِماَعْنَ ْلْاَك

Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).

mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.”

Statistik dalam dunia pendidikan di kalangan mahasiswa, khususnya yang tidak concern di bidang statistik dianggap sulit atau tidak mudah dipahami (Rizki dan Fauziddin, 2021; Sulaiman dan Nurisman, 2022).

Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis hendak memastikan betul kesulitan yang dialami mahasiswa dalam statistik pendidikan sebagai satu dari sekian banyak mata

kuliah yang diajarkan pada prodi (program studi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Dua prodi tersebut membutuhkan penjelasan statistik dalam dunia pendidikan seperti topik program studinya yang ada istilah pendidikannya. Dua prodi tersebut ada di STIT-UW Jombang sebagai satu dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Jombang terutama perguruan tinggi berbasis keIslaman.

Berdasar pengalaman penulis menjadi dosen statistik, khususnya yang diberi istilah khusus statistik pendidikan, sebagian besar mahasiswa dapat dianggap “ketakutan” atau kurang berminat ketika mendapatkan mata kuliah statistik pendidikan. Mahasiswa beranggapan bahwa statistik yang dalam pembahasannya lebih banyak pada bahasan angka- angka dan perhitungan matematis, sehingga secara bahasa dengan makna konsep di dalamnya menjadi rumit. Padahal, inti dari statistik adalah pada pembacaan hasil yang dicocokkan dengan ketentuan dan hipotesis yang telah dibuat.

Seharusnya dengan statistik, pengolahan data atau informasi akan menjadi lebih jelas dan pasti hasilnya dibanding dengan yang sekedar kata-kata, walaupun pada dasarnya semua ada kekurangan dan kelebihannya. Di satu sisi, informasi yang didapatkan berupa angka bersifat positivisme dan hasilnya dapat digeneralisasi, namun tidak holistik (menyeluruh atau lengkap informasinya). Sedang informasi yang berupa kata-kata dan pengolahannya bersifat pospositivisme yang cenderung holistik, namun tidak bisa digeneralisasi (informasi yang ada hanya berlaku untuk individu yang memiliki karakter yang sama dan pada kondisi yang sama). Adapun data mengenai tingkat pemahaman mahasiswa dilihat dari nilainya secara kuantitatif di akhir pembelajaran statistik pendidikan prodi PAI dan MPI STIT- UW secara general dan mewakili populasi dari mahasiswa di kampus STIT-UW dapat dilihat pada Tabel 1.

|161

Tabel 1. Nilai akhir mata kuliah statistik pendidikan mahasiswa prodi PAI dan MPI STIT-UW Jombang

No. Nama (Kode) Mahasiswa

PAI Nilai Nama (Kode) Mahasiswa

MPI Nilai

1. P1 88 M1 81

2. P2 92 M2 78

3. P3 86 M3 80

4. P4 87 M4 79

5. P5 84 M5 79

6. P6 76 M6 77

7. P7 82 M7 49

8. P8 88 M8 80

9. P9 86 M9 81

10. P10 86 M10 91

11. P11 86 M11 91

12. P12 86 M12 48

13. P13 84 M13 78

14. P14 86 M14 77

Analisis statistik inferensial yang dilakukan penulis dengan data pada Tabel 1, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2.

Di mana sebelumnya data dipastikan dulu normaalitas dan homogenitasnya. Berdasar Tabel 2, dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pemahanan statistik pendidikan mahasiswa prodi PAI dengan mahasiswa prodi MPI. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan masing-masing kegunaan dan background dari masing- masing mahasiswa, di mana tiap mahasiswa sebagai peserta didik tentunya memikili karakter yang berbeda. Dari situ, terbentuk tingkat pemahaman yang berbeda pula, seperti penjelasan Slavin (2018) mengenai macam-macam karakteristik peserta didik. Namun, yang terpenting adalah adanya kemanfaatan statistic pendidikan untuk kehidupan yang selamanya.

Tabel 2. Analisis Komparasi menggunakan Independent Sample T-Test

Daftar Pustaka

Al-Qur’an dan terjemahan. Add-Ins Microsoft Word. Quran in Word Indonesia Versi 1.3.

Rizki, L.M. dan Fauziddin, M. (2021). Studi kasus pada mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar matakuliah statistika. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5 (3), 11304- 11314. Diunduh tanggal 26 Januari 2023, pukul 11.43

wib, dari:

https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/3 010/2535/5788.

Sulaiman dan Nurisman, F.D. (2022). Pengaruh motivasi belajar terhadap kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah statistik sosial prodi pendidikan agama islam.

Fondatia: Jurnal Pendidikan Dasar, 6 (4), 1122 – 1136.

Diunduh tanggal 26 Januari 2023, pukul 11.58 wib, dari:

https://www.researchgate.net/publication/365924478_

Pengaruh_Motivasi_Belajar_terhadap_Kesulitan_Belaja r_Mahasiswa_pada_Mata_Kuliah_Statistik_Sosial_Pro di_Pendidikan_Agama_Islam.

|163 Slavin, Robert.E. Robert, E.. 2018. Educational Psychology:

Theory and Practice. New York, USA: Pearson Education, Inc.