IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
Perbedaan Kurikulam Tradisional dan Kurikulum OBE
Perkembangan kurikulum OBE sekarang berbeda dengan kurikulum lama yang hanya menitik beratkan pada pengetahuan. Seperti yang dikatakan oleh Singgih (2021) bahwa pembelajaran tradisioanal lebih menitik beratkan pada satu kriteria yaitu pengetahuan sedangkan pembelajaran OBE menitik beratkan pada multi kriteria yaitu pengetahuan, dan keahlian. Jadi, penilaian OBE bukan hanya pada penguasaan pengetahuan tetapi juga keahlian. Dosen mengajar bukan hanya menyeselesaikan pengetahuan tetapi juga keahlian masing–masing mahasiswa.
Penilaian lebih mengarah pada penguasaan pengetahuan dan keahlian. Jadi dosen tidak berfokus pada cepat terselesainya materi ajar tetapi lebih kepada capaian lulusan prodi apa saja yang diperoleh mahasiswa pada mata kuliah yang bersangkutan. Penilaian OBE tidak memfokus pada berapa nilai yang diperoleh mahasiswa tetapi berapa capaian lulusan prodi yang bisa dicapai oleh mahasiswa dan berapa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mendapat nilai kecil. Dengan demikian, setiap prodi wajib mengumpulkan portofolio CPL prodi di setiap semester untuk dievaluasi. Jika CPL prodi yang mendapat penilaian yang kurang maksimal seperti lebih banyak yang mendapat nilai C dan D maka, CPL tersebut dipertimbangkan lagi untuk bisa dihapus.
Kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian pembelajaran tradisional dan pembelajaran OBE memiliki beberapa perbedaanya. Menurut Singgih (2021) perbedaan pembelajaran tradisional dan pembelajaran OBE adalah kurikulum tradisional menitik beratkan pada pengetahuan, dan proses pembelajaranya adalah mahasiswa menyelesaikan materi berdasarkan silabus. Selain itu penilaian pembelajaran tradisional hanya pada pengetahuan yang dicapai. Sedangkan kurikulum pada pembelajaran OBE didasarkan pada kebutuhan lulusan saat bekerja. Proses pembelajaran OBE
|59 juga membantu mahasiswa mencapai outcome yang telah ditentukan. Penilaian OBE lebih fokus pada tingkat outcome yang ditentukan. Jadi mahasiswa dinilai berdasarkan capaian yang telah ditentukan, bukan dibandingkan dengan mahasiswa lain. Jika mahasiswa belum mencapai level outcome yang ditentukan, maka mahasiswa tersebut perlu dibantu untuk mencapai level tersebut. Jadi OBE adalah pendidikan yang berpusat pada outcome bukan hanya pada materi yang harus diselesaikan. OBE memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan baru yang mempersiakan mereka pada level global.
Definisi, Fokus, Prinsip, Proses dan Manfaat OBE Menurut Arifin (2020) OBE adalah sistem pendidikan yang menekankan pada apa yang dapat mahasiswa lakukan dengan baik di akhir pengalaman belajar mereka (hal.4). OBE memerlukan restrukturisasi kurikulum, pengajaran dan pembelajaran, penilaian dan praktek pelaporan dalam pendidikan. Kurikulum diracang agar siswa dapat mencapai kemampuan tersebut. Siswa harus dapat menunjukan capaian learning outcomes/capaian pembelajaran lulusan dari suatu pengalaman belajar. OBE fokus kepada kemampuan apa yang dapat siswa kuasai atau demonstrasikan. Bagaimana cara terbaik untuk membantu siswa mencapai kemampuan tersebut dan bagaimana mengetahui apakah mereka telah mencapainya. Selain itu, fokus OBE juga pada bagaimana pengajar melakukan perbaikan lebih lanjut terhadap capaian tersebut.
Menurut Arifin (2020 hal.7-10), ada 4 prinsip dasar OBE yaitu pertama, memiliki fokus yang jelas. OBE memiliki fokus pada capaian pembelajaran. Kedua, memiliki Backward Design. Kurikulum didesain dengan mengacu pada capaian pembelajaran yang jelas. Ketiga, adanya keterlibatan mahasiswa. Mahasiswa didorong untuk terlibat secara
mendalam dalam setiap pembelajaran. Keempat, memiliki peluang yang diperluas. Dosen memfasilitasi kesempatan belajar yang luas untuk mencapai hasil terbaik. OBE memiliki proses yang menitik beratkan pada constructive dan alignment. Constructive merujuk pada mahasiswa membangun makna atau pemahaman melalui kegiatan belajar yang relevan sedangkan Aligment menunjukan kesesuaian terstruktur antara capaian pembelajaran, aktifitas pembelajaran dan penilaian. Manfaat OBE yaitu pertama kurikulumnya lebih terarah dan koheren. Kedua, lulusan akan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan. Ketiga, terdapat peningkatan kualitas berkelanjutan.
Konsep Kurikulum OBE
Kurikulum OBE bearasal dari visi misi universitas yang kemudian diturunkan ke visi misi fakultas dan kemudian diturunkan kepada tujuan program studi yang disusun oleh stakeholders, senat fakultas, alumni, pengguna lulusan dengan memperhatikan kebijakan Lembaga Akreditasi Nasional. Dari tujuan program studi ini maka lahirlah profil lulusan yang mana kemudian diturunkan kedalam beberapa capain lulusan prodi yang terdiri dari 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dari CPL ini maka lahirlah bahan kajian yang terdiri dari beberapa matakuliah. Dari bahan kajian lalu diturunkan mata kuliah dan besaran sistem kredit semester (SKS) yang dibutuhkan. Dari mata kuliah ini lalu diturunkan beberapa capain matakuliah (CPMK) dan juga beberapa sub capain matakuiah.
Tahap Penyusunan Kurikulum OBE
Penyusunanan kurikulum OBE melewati beberapa tahap yaitu dari profil lulusan, lalu dibuatlah tujuan program studi atau biasa disebut dengan (Program Learning Outcomes).
Kemudian dilanjutkan dengan tahap penyusunan bahan
|61 kajian dan matakuliah. Selanjutnya dilakukan penyusunan kurikulum berupa struktur dan komposisi mata kuliah.
Setelah itu dilakukan tahap penyusunan capain mata kuliah dan isi mata kuliah. Tahap selanjutnya dilakukan proses pembelajaran kemudian dilakukan proses penilaian dan diakhiri dengan tahapan monitoring dan evaluasi
Profil lulusan berisi deskripsi peran lulusan dan karakteristiknya yang meliputi karakter, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan berkembang selama mereka menempuh studinya. Hal ini untuk membekali lulusan untuk studi lanjut atau membekali lulusan dalam bekerja. Tujuan program studi sejatihnya adalah pernyataan yang secara luas menggambarkan pencapain karir dan professional yang disiapkan oleh program studi untuk dicapai oleh lulusanya dalam beberapa tahun setelah lulus. Capain pembelajaran lulusan adalah deskripsi tentang apa yang diketahui, dipahami dan dapat dilakukan oleh lulusan setelah menyelesaikan proses pembelajaran yang memuat sikap, nilai, keterampilan, pengetahuan dan kompetensi.
Struktur Kurikulum OBE
Struktru kurikulum OBE yaitu dari ditetapkan capain lulusan prodi yang terdiri dari 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan, maka selanjutnya dibentuklah beberapa bahan kajian. Dari beberapa bahan kajian ini maka dibentuklah beberapa mata kuliah dengan besaran SKS masing – masing sesuai kebutuhan. Selanjutnya dibentuklah course outcomes atau biasa disebut capain mata kuliah. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa masing masing mata kuliah memiliki CPMK dan harus linear dengan CPL prodi. Setiap CPMK harus mendukung CPL Prodi yang terkait. Setiap mata kuliah bisa memiliki capain pembelajaran yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan kompetensi saja atau gabungan diantaranya. Dari CPMK ini lalu
dibentuklah beberapa Sub CPMK yang melahirkan materi ajar.
Daftar Pustaka
Arifin, P. 2020. Reoriantasi Mutu Kurikulum Berbasis Outcomes Universitas Padjadjaran. Bandung. Universitas Padjadjaran.
Singgih, L.M. (2021) Konsep dan Penilain OBE. Surabaya.
Institut Teknologi Sepuluh November
Tetiana. 2021. Pendidikan Berbasis Capain Pembelajaran (Outcome Based Education/OBE). Yogyakarta.
Universitas Gajah Mada.