• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS DAN TANTANGAN

Uswatun Hasanah, M.Pd.I.4

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

“Saat ini mahasiswa tidak hanya objek tetapi juga subjek pendidikan yang merdeka. MBKM memfasilitasi mahasiswa

sebagai penentu arah menjadi SDM unggul dan dosen penggerak merupakan pendamping yang mengantarkan

mahasiswa pada impiannya”

emerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama melalui program pendidikan, dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan kemajuan dunia di masa mendatang. Oleh karena itu, pendidikan sebagai sarana utama untuk menciptakan SDM yang unggul terus beradaptasi dan berbenah meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih baik. Salah satu bentuk respon Pemerintah mengiringi dampak Covid-19 serta arus teknologi di era revolusi industri 4.0 adalah kebijakan merdeka belajar, yang

4Penulis lahir di Lampung Timur, 18 Desember 1992, penulis adalah Dosen Filsafat Pendidikan Islam pada program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Intan Lampung. Penulis menyelesaikan program S1 dan S2 Pendidikan Islam di IAIN Metro Lampung.

P

kemudian berkembang menjadi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Perguruan Tinggi.

Program MBKM merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sampai tercapainya kultur belajar yang kreatif, inovatif serta tidak mengekang sesuai dengan kebutuhan. Maka setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta diharapkan berkominten menyediakan dan memfasilitasi program MBKM sebagaimana peraturan yang telah tertulis dalam Permendikbud RI No.3 Tahun 2020 maupun yang dijelaskan dalam Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diterbitkan oleh Kemendikbud (Dirjendikti, 2020).

MBKM memiliki empat point penting yaitu program yang memudahkan pembukaan program studi baru, perubahan dalam sistem akreditasi, memberikan kemudahan untuk menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum dan memberikan hak belajar mahasiswa di luar kampus (Sopiansyah,et.al, 2022). Program MBKM ini dicanangkan karena Menteri Nadiem Makarim meyakini bahwa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, indikator utamanya adalah meningkatkan potensi mahasiswanya sehingga mampu melahirkan lulusan dengan skill yang dibutuhkan dan relevan dengan zaman (Hasanah, 2022).

Program MBKM tentu saja akan dapat terlaksana dengan baik, jika seluruh pihak terlibat dan berperan aktif dalam pengimplementasian MBKM. Salah satu pihak yang sangat berperan dalam kesuksesan program MBKM adalah dosen sebagai tenaga pendidik di Perguruan Tinggi. Bukti keseriusan Pemerintah untuk menerapkan program MBKM, setelah sosialisasi kebijakan baru ini, pada tahap selanjutnya pemerintah melakukan sosialisasi dan perekrutan dosen penggerak. Dosen penggerak yang fokus tugasnya adalah membantu, membina, mengawasi, serta mengarahkan penerapan program MBKM di Perguruan Tinggi.

|25 Program MBKM memiliki 8 program di luar kampus yaitu Pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen dan membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik (KKNT) (Dirjen, 2020). Melihat berbagai program MBKM ini maka tugas dosen tidak lagi hanya sebagai tenaga pengajar tetapi juga sebagai dosen penggerak yang memiliki tugas sebagai berikut:

Pertama, Menurut Menteri Nadiem Makarim adanya paradigma bahwa dosen tugasnya adalah menggurui, memberikan ceramah sebaiknya dirubah menjadi dosen penggerak (IPB, 2020), yaitu dosen yang bertugas memfasilitasi mahasiswa. Tidak lagi dosen sebagai satu- satunya sumber belajar tetapi membuka peluang dan memfasilitasi mahasiswa pada berbagai sumber belajar yang beragam. Kedua, Dosen penggerak harus lebih banyak belajar ilmu baru dan membangun relasi untuk mencari pendukung dalam rangka mendampingi mahasiswa (IPB, 2020), dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus untuk memberikan ceramah namun lebih aktif mebuka ruang tanya jawab mengenai ilmu dan keahlian dosen.

Ketiga, Dosen penggerak akan mengerjakan berbagai macam proyek di luar dengan melibatkan mahasiswa agar mahasiswa mendapat pengalaman yang berbeda dan beragam (IPB, 2020). Sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan skill sesuai program studinya saja melainkan juga memiliki pengetahuan dan skill lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang unggul yang siap berkompetisi di dunia kerja.

Tugas dosen sebagai dosen penggerak bukan menghilangkan esensi dosen sebagai pengajar melainkan mengembangkan tugas dosen menjadi lebih luas lagi tidak hanya menjamin tercapainya standar akademik mahasiswa,

tetapi lebih luas dosen berkontribusi dalam pemngembangan life skill dan hard skill mahasiswa untuk menghadapi kehidupannya di masa depan. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas dan perannya tersebut dosen penggerak dalam praktiknya juga menghadapi beberapa tantangan yaitu:

Pertama, dosen penggerak harus sigap, cepat dan terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Mengingat perubahan dan kemajuan di setiap era berkembang sangat cepat. Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi dosen penggerak untuk terus meningkatkan skill dan pengetahuannya termasuk dalam penguasaan teknologi.

Karena dosen penggerak tidak hanya berperan sebagai edukator tetapi juga fasilitator yang memberikan dan mengaktifkan semangat, potensi, talenta serta kekuatan mahasiswa. Hal ini bermakna bahwa dosen penggerak ditantang untuk bisa menjadi sumber inspirasi mahasiswa, pemberi motivasi dan pendamping mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya.

Kedua, Tantangan dosen penggerak selanjutnya adalah dosen dituntut mampu menjadi representasi, hal ini berarti bahwa dosen penggerak harus mampu membina mahasiswa untuk memiliki kesadaran bahwa mahasiswa merupakan bagian warga global. Sehingga mahasiswa memiliki pemikiran dan kesadaran akan pentingnya inovasi dan kolaborasi serta berkarya sampai pada tingkat global. Bersedia mengikuti berbagai acara ilmiah atau event global yang tentunya harus dikenalkan dan difasilitasi oleh dosen penggerak.

Ketiga, Dosen penggerak juga menghadapi tantangan untuk memahami dan melaksanakan kewajibannya sebagai dosen penggerak mulai dari Mempunyai wawasan akademik yang luas berupa penguasaan kurikulum program yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya, memahami dan mengerti situasi akademik jurusan/bagiannya dan jurusan/bagian lain yang terkait, mengetahui berbagai program kemahasiswaan, Menetapkan dan membuat jadwal pertemuan dengan

|27 mahasiswa bimbingannya secara rutin, Menjalin hubungan keakraban akademik dan profesional dengan mahasiswa bimbingannya, Mengikuti, mengamati, dan mengarahkan perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya secara berkala, Mencatat dan mengevaluasi program yang dijalani mahasiswa yang dibimbingnya secara berkala dan Jika akan meninggalkan tugas, harus melapor.

Sebagai penutup dosen adalah aktor penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Tugas dosen sebagai penggerak pada program MBKM hendaknya difahami dan laksanakan karena dosen tidak hanya sebagai edukator tetapi juga pembimbing mahasiswa dalam upaya menjadikan mahasiswa sebagai SDM yang unggul menjadi calon pemimpin di masa depan yang berkualitas karena ini merupakan tugas yang semestinya dilaksanakan para dosen.

Dosen penggerak yang menjadi salah satu unsur utama dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertugas memberikan dampingan, fasilitasi, maupun teladan bagi mahasiswa di perguruan tinggi, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan yang relevan dengan zamannya.

Daftar Pustaka

Dirjen, D. R. (2020). Pembelajaran Perguruan Tinggi dan Implementasi Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid- 19. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kemendikbud RI. Retrieved from

https://dikti.kemdikbud.go.id/wp-

content/uploads/2020/11/Buku-1_Pembelajaran- Merdeka-1.pdf

Dirjendikti. (2020). Buku Panduan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (1st ed.). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI. Retrieved from https://dikti.kemdikbud.go.id/wp-

content/uploads/2020/05/Buku-Panduan-Merdeka- Belajar-Kampus-Merdeka-2020-1.pdf

Hasanah, U. (2022). Merdeka Belajar Kampus Merdeka:

Tantangan dan Prospek Ke depan. Tafahus: Jurnal Pengkajian Islam, 2(1), 26–40. Retrieved from https://www.jurnal.kopertais15.or.id/index.php/tafahus/

article/view/15

IPB, D. P. P. dan T. P. (2020). Panduan Pembimbing Penggerak K-2020 (Mentor Akademik dan Kemahasiswaan) (1st ed.). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sopiansyah, D., Masruroh, S., Zaqiah, Q. Y., & Erihadiana, M.

(2022). Konsep dan Implementasi Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka ). Reslaj: Eligion Education Social La Roiba Journal, 4(1), 34–41.

https://doi.org/10247476/reslaj.v4i1.458

IMPLEMENTASI KURIKULUM MBKM MELALUI