• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iman Kepada Malaikat, Kitab Dan Rasul a. Malaikat Allah

Dalam dokumen STUDI ISLAM Dalam DINAMIKA GLOBAL (Halaman 140-144)

PRODUKSI BUDAYA

A. PENGERTIAN DOKTRIN

4. Iman Kepada Malaikat, Kitab Dan Rasul a. Malaikat Allah

Malaikat terkadang disebut al-mala’ al-a’la (kelompok tertinggi) adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dari al-nur (cahaya), riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan malaikat dari cahaya, jin dari nyala api, dan Adam dari tanah. Malaikat termasuk makhluk rohani yang bersifat gaib. Mereka tidak bisa dilihat, dicium, diraba, dan dirasakan karena mereka berada dialam yang berbeda dengan alam manusia. Mereka juga disucikan dari syahwat kebinatangan (al- nafs al-hayawaniyah) yang terhindar dari keinginan hawa nafsu yang bersifat materiil.17

b. Kitab-Kitab Allah

Ayat-ayat Allah SWT. yang merupakan ajaran-ajaran dan tuntunan itu dapat dibedakan menjadi dua: pertama, ayat-ayat yang tertulis di dalam kitab-kitab-Nya; dan kedua, ayat-ayat yang tidak tertulis, yaitu alam semesta.

16ibid; 114

17ibid; 115

Ayat-ayat yang tertulis terformulasikan dalam empat kitab: Al- Qur’an, Injil, Taurat, dan Zabur yang masing-masing diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi Isa a.s, Nabi Musa a.s., dan Nabi Dawud a.s. Keempat kitab itu disebut kitab-kitab langit (al-kutub al-samawiyah), karena kitab-kitab itu diyakini umat Islam sebagai firman Allah yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul. Islam mengajarkan bahwa mempercayai dan mengimani semua kitab- kitab Allah itu adalah wajib. Ia merupakan konsenkuensi logis dari pembenaran terhadap adanya Allah.

c. Al-Qur’an al-Karim

Al-Qur’an diturunkan kepadan Nabi Muhammad Saw diturunkan selama 22 tahun lebih dan diturunkan di dua kota:

Mekah dan Madinah. Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz dan terdiri atas 114 surat. Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan sebagai kitab terakhir. Al-Qur’an memiliki berbagai keistimewaan yaitu memuat ajaran-ajaran yang dibawa oleh ketiga kitab sebelumnya.

Al-Qur’an juga memperkokoh kebenaran yang diajarkan oleh kitab-kitab sebelumnya, seperti aspek keesaan dan keimanan kepada Allah, keimanan kepada para rasul, pembenaran atas adanya hari akhir, surge, dan neraka, serta keharusan berakhlak mulia. Kedua, sebagai kitab terakhir memuat kalam Allah yang berperan sebagai petunjuk dan pemimpin bagi manusia didunia.

d. Kitab Injil

Kitab Injil adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Isa a.s. Ia hanya disyariatkan untuk kaum Nasrani.

Keberlakuan Injil dibatasi oleh waktu, sampai saat datang dan diutusnya Nabi Muhammad Saw. Mengimani kitab-kitab selain Al-Qur’an merupakan doktrin dari rukun iman yang ketiga.

e. Kitab Taurat

Taurat (Ibrani: Thora) merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Musa a.s, untuk membimbing Bani Israil. Keberlakuan kitab ini dibatasi sampai kitab Allah

berikutnya tiba. Ia pun wajib diimani oleh umat Islam dan banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. A. Hafizh Dasuki (1994: 93- 95) menjelaskan bahwa taurat merupakan salah satu dari tiga komponen (Thora, Nabiin, dan hetubiin). yang terdapat didalam kitab suci agam Yahudi yang disebut Bablia (al-Kitab) yang oleh orang Kristen disebut sebagai old testament (Perjanjian Lama).

Isi utama dari kitab Taurat adalah Sepuluh perintah Tuhan yang diterima oleh Nabi Musa a.s. di bukit Tursina. Sepuluh perintahnya tersebut adalah.

• hormati dan cintailah satu Allah

• Sebutkanlah nama Allah dengan hormat

• Sucikanlah hari Tuhan, yaitu hari sabtu setelah bekerja6 hari seminggu.

• Hormatilah ibu dan bapak

• Dilarang membunuh

• Dilarang berzina

• Dilarang mencuri

• Dilarang berdusta

• Jangan berbuat Cabul

• Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

f. Kitab Zabur

Zabur yang kata jamaknya Zubur didalam Al-Qur’an terdapat beberapa tempat. Zabur dalam tulisan adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Dawud a.s. Zabur dalam Bahasa Arab disebut juga dengan mazmur dan jamaknya mazamir; dalam bahasa Ibrani disebut mizmor, dalam bahaa suriani disebut mazmor dan dalam bahasa Etiophia disebut mazmur. (lihat H.A.R.

Gibb dan J.H, Kramers, 1974:649).

g. Rasul-Rasul Allah

Doktrin Islam mengajarkan agar setiap orang Islam beriman kepada semua rasul yang diutus oleh Allah SWT tanpa membedakan antara satu rasul dengan rasul lainnya. Rasul artinya utusan Allah untuk menyampaikan berita rahasia, tanda-tanda yang akan

datang, dan misi risalah. Secara terminology rasul diutus Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat Islam.

Menurut para ulama terbagi dua kelompok. Ada yang menyamakan antara nabi dan rasul dan adapula yang membedakan nabi dan rasul. Persamaannya adalah sama-sama menerima wahyu yang harus disampaikan kepada umatnya.

Perbedaannya adalah hanya rasul yang mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya, sedangkan nabi tidak dibebani kewajiban itu.

Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah dari keturunan yang mulia yang diberi berbagai keistimewaan, baik secara akal pikiran maupun kesucian rohani. Para rasul dibekali dengan berbagai bekal keutamaan seperti kitab, mukjizat, dan sifat-sifat kemuliaan. Adapun sifat-sifat yang diberikan Allah kepada rasul yaitu:

• Shidiq, artinya jujur dan benar serta terhindar dari sifat dusta (al-kidzb) atau bohong.

• Amanah, artinya dapat dipercaya dan terhindar dari sifat khianat.

• Tabligh, menyampaikan dan terhindar dari sifat al-kitman atau menyembunyikan sesuatu.

• Fathanah, bijaksana dan brilian serta terhindar dari sifat al- jahl atau bodoh.

• Ma’sum, artinya senantiasa mendapatkan bimbingan dari Allah sehingga apabila melakukan kekeliruan, langsung mendapat teguran dan koreksi dari Allah.

h. Alam Gaib

Manusia tersusun dari dua unsure: tubuh kasar dan ruh. Ruh adalah urusan Allah yang termasuk gaib. Ketika manusia mati, ruh tidak ikut mati tetapi kembali kealam arwah. Kematian merupakan pintu bagi manusia untuk memasuki alam kedua, alam kubur atau biasa disebut alam barzakh. Alam barzakh adalah ditimbanganya amal kebaikan dan amal keburukan selama di dunia. 18

18ibid; 111

Dalam doktrin keimanan ini, kita menemukan beberapa doktrin lain yang dinyatakan dalam Al-Qur’an: Allah itu Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan segala makhluk mengabdi dan meminta pertolongan. Oleh karena itu, doktrin Islam menyatakan bahwa Allah adalah Pencipta, pemelihara, penguasa, dan pemberi rezeki kepada hamba-Nya.

Dalam dokumen STUDI ISLAM Dalam DINAMIKA GLOBAL (Halaman 140-144)