• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEDUDUKAN PENELITIAN AGAMA DIANTARA PENELITIAN LAIN PENELITIAN LAIN

Dalam dokumen STUDI ISLAM Dalam DINAMIKA GLOBAL (Halaman 67-70)

ANTARA PENELITIAN LAIN)

B. KEDUDUKAN PENELITIAN AGAMA DIANTARA PENELITIAN LAIN PENELITIAN LAIN

• Penelitian Korelasional (Corelation Research).Adalah mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisiensi korelasi.

• Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan. Adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakan keadaan sekarang dan interaksi lingkunag sesuatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga/masyarakat.

Para ilmuwan sendiri beranggapan bahwa agama juga merupakan abjek kjian penelitian yang sudah lama diperdebatkan karena agama merupakan bagian dari kehidupan sosial kultur, jadi penelitian agama bukanlah meneliti hakikat agama dalam arti wahyu, melainkan meneliti manusia yang menghayati, meyakini dan memperoleh pengaruh dari agama. Penelitian agamabukanlah meneliti kebenara teologi atau filosofis tetapi bagaimana agama itu ada dalam kebudayaan dan sistem sosial berdasarkan fakta atau realitas sosial kultur. Misalnya dapat meneliti tinkat keimanan dan ketaqwaan yang dianut masyarakat. Kita dapat meneliti apakah ajaran zakat, puasa dan haji misalnya, sudah dilaksanakan sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya kita juga dapat meneliti seberapa jauh tingkat kepedulian umat Islam terhadap penanganan masalah- masalah sosial sebagai panggilan ajaran agamanya.7

B. KEDUDUKAN PENELITIAN AGAMA DIANTARA

agama, pemikiran modern dalam Islam, politik Islam, dan lain-lain. Sedangkan oenelitian non agama seperti penelitian lingkungan masyarakat, ilmu pengetahuan (sains), kesehatan dan lain-lain. Dengan demikian kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-penelitian non agama.

Penelitian agama dapatlah di teliti pada pendekatan sosial dan budaya. Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki aktivitas tetap maupun tidak tetap baik terencana atau tidak terencana. Semua itu merupakan bagian dari pada kehidupan manusia yang selalu ingin hidup lebih baik. Penelitian agama tidaklah dapat dilaksanakan apabila kita meneliti agama dari aspek keyakinannya, karena keyakinan merupakan suatu hal yang abstrak adanya sehingga tidak memungkinkan kita untuk menelitinya. Namun apabila agama kita lihat dari aspek gejala sosial dan budaya maka banyak sekali hal-hal yang perlu kita teliti.

Agama tidaklah dapat di teliti dengan menggunakan pendekatan gejala-gejala alam sebab hukum alam merupakan hukum kausalitas (sebab akibat) yang itu semua merupakan sunnatullah. Artinya bahwa memang hukum alam adalah hukum yang tidak dapat kita ubah (mutlak seleksi alam atau mutlak ketentuan Allah). Contoh kecil hukum alam adalah

“dimanapun air akan mengalir dari dataran tinggi menujuke dataran yang rendah, apabila air dipanaskan dengan suhu 1000 C maka air tersebut mendidih.” Sehingga hal tersebut tidaklah dapat dikatakan sebagai gejala-gejala agama.

Maksud dari penelitian agama dapat dilakukan dengan menggunakan gejala-gejala sosial dan budaya, karena gejala- gejala sosial dan budaya merupakan suatu proses pelaksanaan dari pada ajaan yang mereka anut. Contoh, untuk membuktikan bahwa seseoran itu beriman terhadap Allah maka kita harus melihat dari kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan.

Contohnya, dalam Islam ada ciri-ciri atau kreteria- kreteria iman yaitu:

• Iman kepada Allah

• Iman kepada Malaikat

• Iman kepada Kitab Allah

• Iman kepada Nabi dan Rasul

• Iman kepada Hari Kiamat

• Iman kepada Takdir

Untuk membuktikan orang yang beriman kepada Allah maka kita harus mengetahui apakah mereka telah meleksanakan rukun iman tersebut diatas jika semua rukun- rukun iman tersebut di atas dilaksanakannya maka ia masuk dalam kreteria orang-orang yang beriman. Karena, dalam Islam tidak dikatakan orang beriman kalau hanya mengatakan ”aku telah beriman”, namun harus ada bukti dalam wujud perbuatan.

Kalau dia hanya mengatakan “aku telah beriman” saja atau hanya ”yakin” saja, maka mereka tidak dikatakan sebagai orang yang beriman. Contoh kecil, ketika ada seorang yang dirayu kekasihnya dengan mengatakan ”Aku sayang kamu” namun ia tidak menepati janji-janjinya atau dia tidak setia kepadanya, siapapun tidak akan percaya dengan potongan manusia seperti ini. Itu baru manusia apalagi Tuhan Yang Maha Sempurna yang sama sekali tidak mengharapkan atau membutuhkan apa-apa dari manusia tidak akan percaya dengan gombal atau janj-janji belaka.

Demikian pula dengan kebudayaan yang merupakana hasil cipta karya sosial manusia yang dilakukan secara rutinitas.

selama kebudaaan tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam. Maka, kebudayaan yang berbentuk apapun boleh dilakukan. Dan kita harus berusaha untuk mengarahkan ke arah yang yang tidak dilarang oleh ajaran agama. Dewasa ini, banyak sekali ragam-ragam kebudayaan yang berkembang di masyarakat. Budaya yang harus dicermati adalah budaya- budaya barat. Seperti pakaian, kebanyakan orang-orang sekarang merasa bangga bila memakai pakaian-pakaian yang bermerek dari luar negri. Bahkan pakaian adat ketimuran dianggap sebagai pakaian yang konservatif. Ada sebuah haditst

Nabi yang memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran.

Sebgaiman sabdaNya yang artinya “barang siapa melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman”.

Kalau kita lihat bahwa sosial adalah segala bentuk proses pelaksanaannya dan budaya adalah hasil dari sosial yang dilakukan secara terus menerus, dan alam tidak dikatakan sebagai gejala agama. Maka, jelaslah bahwa letak atau posisi kedudukan penelitian agama adalah diantara budaya dan sosial.

Mungkin kita akan bertanya bagaimana kedudukan penelitian agama diantara budaya dan sosial. Bisa dikatakan kedudukan penelitian agama diantara budaya dan sosial tidak mungkin dikatakan sama dengan peletakan kedudukan penelitian Islam pada alam. Telah disepakati bahwa gejala alam bukan merupakan gejala agama dan ilmu bila dilihat secara umum selain alam hanya budaya dan sosial. Dan ketika kita akan meneliti sesuatu harus ada sebuah proses yang sudah menjadi sebuah budaya. Dan penelitian hanya dapat dilakukan dengan melihat proses. Maka jelaslah bahwa kedudukan penelitian Islam berada diantara budaya dan sosial.8

C. CONTOH-CONTOH PENELITIAN AGAMA

Dalam dokumen STUDI ISLAM Dalam DINAMIKA GLOBAL (Halaman 67-70)