ANTARA PENELITIAN LAIN)
A. PENGERTIAN PENELITIAN AGAMA
BAB IV
masalah teoritis dan praktis bidang-bidang pengetahuan yang bersangkutan.2 Tentang istilah “Penelitian” banyak para sarjana yang mengemukakan pendapatnya, seperti :
• David H. Penny; Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
• J. Suprapto MA. Penelitian ialah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis.
• Sutrisno Hadi MA. Sesuai dengan tujuannya penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
• Mohammad Ali. Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau melalui usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.3
Penelitian (Research) adalah upaya sistematis dan objektif untuk mempelajari suatu masalah dan menemukan prinsip- prinsip umum. Selain itu, penelitian juga berarti upaya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan.4
Berikutnya, sampailah kita pada pengertian agama.
Telah banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan seperti antropologi, psikologi, sosiologi, dan lain-lain yang mencoba mendefinisikan agama. R.R Maret adalah salah seorang ahli antropologi Inggris, menyatakan bahwa agama adalah yang paling sulit dari semua perkataan untuk didefinisikan karena agama adalah
2Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hal.
13
3Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, Bumi Aksara, Jakarta, 2012, hal. 1-2
4Atang Abd. Hakim, Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008, hal 55
menyangkut lebih daripada hanya pikiran, yaitu perasaan dan kemampuan juga, dan dapat memanifestasikan dari menurut segi-segi emosionalnya walaupun idenya kabur. Harun Nasution menyebutkan adanya empat unsur penting yang terdapat dalam agama, yaitu: 1) unsur kekuatan gaib yang dapat mengambil bentuk Dewa, Tuhan, dan sebagainya; 2) unsur keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini dan hidupnya di akhirat nanti amat tergantung kepada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud; 3) unsur respon yang bersifat emosional dari manusia yang dapat mengambil bentuk perasaan takut, cinta, dan sebagainya; dan 4) unsur paham adanya yang kudus (Sacred) dan suci yang dapat mengambil bentuk kekuatan gaib, kitab yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan, dan dalam bentuk-bentuk tempat tertentu.5
Para ilmuan sendiri beranggapan bahwa agama juga merupakan objek kajian atau penelitian, karena agama merupakan bagian dari kehidupan sosial kultural. Jadi, penelitian Agama bukanlah meneliti hakikat agama dalam arti wahyu, melainkan meneliti manusia yang menghayati, menyakini, dan memperoleh pengaruh dari Agama. Dengan kata lain, penelitian Agama bukan meneliti kebenaran teologi atau filosofi tetapi bagaimana agama itu ada dalam kebudayaan dan sisitem sosial –kultural.6
• Tujuan Penelitian Agama
Tujuan pokok adalah mencari kebenaran-kebenaran objektif yang disimpulkan melalui data-data yang terkumpul. Kebenaran-kebenaran objektif yang diperoleh tersebut, kemudian digunakan sebagai dasar atau landasan untuk pembaharuan, perkembangan atau perbaikan dalam masalah-masalah teoritis dan praktis dalam bidang-bidang pengetahuan yang bersangkutan.
5Abudin nata, Metodologi Studi Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hal 13
6M. Sayuthi Ali.Metodologi Penelitian Agama.(Jakarta: Raja Grafindo Persada.
2002). 55
• Macam-macam Penelitian
Jika dilihat dari segi metode dasar dan rancangan penelitian yang digunakan, maka peneltian dapat dibagi menjadi 8 macam:
• Penelitian Historis (Historical Research). Tujuan penelitiannya adalah untuk memberi rekronstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengevaluasi, memverifikasi serta mensistematisasikan bikto-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.
• Penelitian survei. Adalah informasi yang dikumpulkan dari responden dan dengan menggunakan koesioner, yang bersifat kuantitatif.
• Penelitian Research. Adalah informasi yang dikumpulkan dengan menggunakan wawancara bebas, dimana para peneliti tidak memulai penelitiannya dengan teori atau hipotesa yang akan diuji, melainkan bertolak dari kata yang dikumpulkan, yang bersifat kualitatif.
• Penelitian Tindakan (Action Research). Adalah mengembangkan ketrampilan-ketrampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia actual yang lain.
• Penelitian Eksperimental Sungguhan. Adalah menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yang tidak dikenal kondisi perlakuan.
• Penelitian Kasual-Komparatif. Adalah menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembalifaktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
• Penelitian Korelasional (Corelation Research).Adalah mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisiensi korelasi.
• Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan. Adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakan keadaan sekarang dan interaksi lingkunag sesuatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga/masyarakat.
Para ilmuwan sendiri beranggapan bahwa agama juga merupakan abjek kjian penelitian yang sudah lama diperdebatkan karena agama merupakan bagian dari kehidupan sosial kultur, jadi penelitian agama bukanlah meneliti hakikat agama dalam arti wahyu, melainkan meneliti manusia yang menghayati, meyakini dan memperoleh pengaruh dari agama. Penelitian agamabukanlah meneliti kebenara teologi atau filosofis tetapi bagaimana agama itu ada dalam kebudayaan dan sistem sosial berdasarkan fakta atau realitas sosial kultur. Misalnya dapat meneliti tinkat keimanan dan ketaqwaan yang dianut masyarakat. Kita dapat meneliti apakah ajaran zakat, puasa dan haji misalnya, sudah dilaksanakan sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya kita juga dapat meneliti seberapa jauh tingkat kepedulian umat Islam terhadap penanganan masalah- masalah sosial sebagai panggilan ajaran agamanya.7
B. KEDUDUKAN PENELITIAN AGAMA DIANTARA