• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN OPERASIONAL

Dalam dokumen Laporan Kinerja dan Keuangan Pelindo III (Halaman 61-67)

operational Activity

TRAFFiC

SHiP CALL

Realisation of ship call in 2012 as stated in the Table below

Based on the Types of Voyage and Distribution

Berdasarkan jenis Kapal

NO. URAIAN | Description SAT.

unit

TAHUN | Year 2012 REALISASI TAHUN 2011 REALiSATioN

2011

KECENDERUNGAN TREND ANGGARAN (%)

Budget REALISASI Realisation

1 2 3 4 5 6 7 = 5 : 4 8 = 5 : 6

II JENIS KAPAL TYPES OF SHIP 1. Kapal Petikemas 1. Container Ship

Unit 7,726 7,409 7,067 96 105

GT 49,543,697 51,788,042 46,804,773 105 111 2. Kpl General Cargo

2. General Cargo Ship

Unit 10,255 7,789 8,736 76 89

GT 19,236,717 18,016,015 14,880,132 94 121 3. Kapal Bag Cargo

3. Bag Cargo Ship

Unit 2,085 2,028 2,628 97 77

GT 3,018,457 3,297,704 4,587,371 109 72

4. Kapal Tanker BBM 4. Fuel Tank Ship

Unit 4,698 4,591 4,605 98 100

GT 35,449,142 32,727,441 36,208,963 92 90 5. Kapal C.Cair Non BBM

5. Liquid Bulk Non Fuel Ship

Unit 1,304 1,624 1,332 125 122

GT 3,360,765 4,816,759 3,868,792 143 125

6. Kapal Curah Kering (Bulk) 6. Dry Bulk Ship

Unit 2,605 2,238 2,873 86 78

GT 61,180,283 57,412,350 59,959,402 94 96 7. Kapal Tongkang

7. Barge

Unit 17,826 21,459 21,862 120 98

GT 50,785,244 57,422,984 56,735,387 113 101 8. Kapal Penumpang

8. Passenger Ship

Unit 6,032 6,860 5,635 114 122

GT 25,372,132 28,990,041 24,528,582 114 118 9. Perahu / PLM / Pelra / Kapal Perikanan

9. Boat/PLM/Pelra/Fish Boat

Unit 11,763 10,199 11,145 87 92

GT 1,792,126 1,735,286 1,547,072 97 112

10. Lain-lain 10. Others

Unit 7,302 10,718 8,529 147 126

GT 6,421,009 6,583,814 11,568,491 103 57

JUMLAH TRAFIK (JENIS KAPAL) : TOTAL TRAFFIC (TYPES OF SHIP)

Unit 71,596 74,915 74,412 105 101

GT 256,159,572 262,790,436 260,688,965 103 101 Tabel 6 : Arus Kapal Berdasar Jenis Kapal

Table 6 : Ship Traffic based on the Types of Ship

Secara umum realisasi arus kunjungan kapal berdasarkan jenis kapal untuk tahun 2012 mencapai 74.915 unit atau 105% dari anggaran sebesar 71.596 unit dan 262.790.436 GT atau 103%

dari anggaran sebesar 256.159.572 GT.

Dalam Angkutan Laut Luar Negeri terealisasi 92%

dalam satuan unit dan 96% dalam satuan GT dari anggaran dan Angkutan Laut Dalam Negeri terealisasi 106% dalam satuan unit dan 108%

dalam satuan GT dari anggaran, penurunan dan kenaikan ini dikarenakan:

Based on Types

In general, Realisation of ship call flow based on the types of ship in 2012 reached 74,915 units or 105%

from the budget of 71,596 units and 262,790,436 GT or 103% from the budget of 256,159,572 GT.

The international sea transportation reached 92%

in unit and 96% in GT from the budget. The domestic sea transportation reached 106% in unit and 108% in GT from the budget. This decrease and increase were caused by :

1. Penurunan kunjungan kapal angkutan laut luar negeri dalam satuan Unit dan GT terjadi di beberapa cabang seperti Tanjung Perak, Gresik, Banjarmasin, Kotabaru, Sampit, Kumai, Tanjung Emas, Tanjung Intan dan Maumere, penurunan yang cukup signifikan terjadi di beberapa cabang:

a) Cabang Gresik, arus kunjungan kapal di Dermaga Umum dan DUKS dalam satuan unit terealisasi sebesar 47% dari anggarannya dan dalam satuan GT terealisasi sebesar 69% dari anggaran;

b) Cabang Kumai, arus kunjungan kapal terealisasi sebesar 51% dari anggaran dalam satuan unit dan 82% dari anggaran dalam satuan GT;

c) Cabang Tanjung Intan, arus kunjungan kapal terealisasi sebesar 89% darianggaran dalam satuan unit dan 80% dari anggaran dalam satuan GT;

d) Cabang Maumere, arus kunjungan kapal terealisasi sebesar 80% dari anggaran dalam satuan unit dan 91% dari anggaran dalam satuan GT;

e) Cabang Banjarmasin, arus kunjungan kapal terealisasi sebesar 83% dari dalam anggaran satuan unit dan 98% dari anggaran dalam satuan GT.

2. Peningkatan kunjungan kapal angkutan laut dalam negeri dalam satuan Unit dan GT terjadi di beberapa cabang seperti Tanjung Emas, Tanjung Intan, Banjarmasin, Sampit, Kumai, Kotabaru, Maumere, Celukan Bawang, kenaikan yang cukup signifikan terjadi di beberapa cabang:

a) Cabang Kotabaru, arus kunjungan kapal dalam negeri terealisasi sebesar 189% dari anggaran dalam satuan unit dan 216% dari anggaran dalam satuan GT dikarenakan adanya kapal yang melakukan kegiatan B/M CPO di Pelabuhan Stagen dan TUKS PT Smart Tarjun, peningkatan kunjungan kapal di Pelabuhan Batulicin khususnya untuk kegiatan kapal penumpang dan Ro-Ro milik PT Pelni dan PT Dharma Lautan serta meningkatnya aktivitas

1. The decrease of international sea transportation in unit and GT happened at several branches like Tanjung Perak, Gresik, Banjarmasin, Kotabaru, Sampit, Kumai, Tanjung Emas, Tanjung Intan and Maumere. Significant decreases happened at :

a) Gresik Branch, the ship call at Public Wharf and DUKS in unit is actualized for 47% from the budget and in GT is actualized for 69%

from the budget;

b) Kumai Branch, the ship call is actualized for 51% from the budget in unit and for 82%

from the budget in GT;

c) Tanjung Intan Branch, the ship call is actualized for 89% from the budget in unit and for 80% from the budget in GT;

d) Maumere Branch, the ship call is actualized for 80% from the budget in unit and 91% from the budget in GT;

e) Banjarmasin Branch, the ship call is actualized

for 83% in unit and for 98% from the budget in GT.

2. The increase of domestis sea transportaion in unit and GT happened at several branches like Tanjung Emas, Tanjung Intan, Banjarmasin, Sampit, Kumai, Kotabaru, Maumere, Celukan Bawang. Significant increases happened at :

a) Kotabaru Branch, the domestic ship call is actualized for 189% from the budget in unit and for 216% from the budget in GT due to the ships discharging/loading CPO at Stagen Port and TUKS PT. Smart Tarjun.

The increase happened at Batulicin Port particularly for passenger ships and Ro- Ro owned by PT. Pelni and PT. Dharma Lautan, and also charchoal transportation at Satui Port and GC ship at TUKS owned by

pengapalan batubara di Pelabuhan Satui dan peningkatan kunjungan kapal jenis GC di TUKS PT Indocement Tunggal Prakarsa Tarjun;

b) Cabang Kumai, arus kunjungan kapal dalam negeri terealisasi sebesar 135% dari anggaran dalam satuan unit dan 138% dari anggaran dalam satuan GT disebabkan meningkatnya kunjungan kapal sebagai dampak dari perekonomian Kabupaten Kota Waringin Barat yang semakin meningkat;

c) Cabang Sampit, arus kunjungan kapal dalam negeri terealisasi sebesar 107% dari anggaran dalam satuan unit dan 121% dari anggaran dalam satuan GT dikarenakan meningkatnya kunjungan kapal dalam negeri untuk kegiatan bongkar muat barang;

d) Cabang Maumere, arus kunjungan kapal dalam negeri terealisasi sebesar 117% dari anggaran dalam satuan unit dan 111% dari anggaran dalam satuan GT dikarenakan bertambahnya kunjungan kapal wisata luar negeri dan cargo seperti semen dan beras serta mulai beroperasinya kapal milik PT Pelni dan kapal Ro-Ro milik PT Dharma Lautan Utama.

Sedangkan jika diklasifikasikan menurut jenis kapal, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Kapal Petikemas terealisasi sebesar 96% dari

anggaran dalam satuan unit dan terealisasi 105% dalam satuan GT, hal ini karena:

a) Terjadinya penurunan arus kapal petikemas dalam satuan unit di beberapa cabang pelabuhan seperti Tanjung Perak, Benoa, Banjarmasin, Kotabaru, Tanjung Emas, dan Lembar;

b) Terjadinya kenaikan arus kapal petikemas dalam satuan GT di beberapa cabang pelabuhan seperti Tanjung Perak, Banjarmasin, Sampit, Kumai, Kupang, Lembar, dan Maumere.

2. Kapal General Cargo terealisasi sebesar 76% dari anggaran dalam satuan unit dan 94% dalam satuan GT, hal ini dikarenakan menurunnya arus kapal general cargo di cabang pelabuhan

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tarjun;

b) Kumai Branch, domestic sea transportation is actualized for 135% from the budget in unit and 138% from the budget in GT due to the incrase of ship call as the result of increased economy at Kabupaten West Kota Waringin;

c) Sampit Branch, the domestic sea transportation is actualized for 107% from the budget in unit and 121% from the budget in GT due to the increase of ship call for cargo handling service (discharging/loading);

d) Maumere Branch, the domestic sea transportation is actualized for 117% from the budget in unit and 111% from the budget in GT due to the increase of international tourims ship call and cargo like cement and rice as well as the starting operations of ship owned by PT. Pelni and Ro-Ro owned by PT. Dharma Lautan Utama.

The classification based on the types of ship, Realisations are the following :

1. Container ship is actualized for 96% from the budget in unit and for 105% in GT, due to:

a) Decrease of container ship call in unit at several branches like Tanjung Perak, Benoa, Banjarmasin, Kotabaru, Tanjung Emas,

and Lembar;

b) Increase of container ship call in GT at several branches like Tanjung Perak, Banjarmasin, Sampit, Kumai, Kupang, Lembar, and

Maumere.

2. General Cargo Ship is actualized for 76% from the budget in unit and for 94% in GT. This is due to the decrease of general cargo ship at several branches like Gresik, Tanjung Tembaga, Tanjung

Gresik, Tanjung Tembaga, Tanjung Wangi, Kupang dan Maumere;

3. Kapal Bag Cargo terealisasi sebesar 2.028 Unit atau 97% dari anggaran, hal ini disebabkan tidak tercapainya arus kapal bag cargo dalam satuan unit di cabang pelabuhan Kotabaru, Kumai dan Lembar;

4. Kapal Tanker BBM dalam satuan unit terealisasi sebanyak 4.591 Unit atau terealisasi sebesar 98%

dari anggaran sebesar 4.698 Unit dan dalam satuan GT terealisasi sebanyak 32.727.441 GT atau terealisasi 92% dari anggaran sebesar 35.449.142 GT, hal ini di sebabkan karena tidak tercapainya arus kapal Tanker BBM di beberapa cabang pelabuhan antara lain Tanjung Perak, Gresik, Banjarmasin dan Kotabaru;

5. Kapal Curah Cair Non BBM dalam satuan unit terealisasi sebesar 1.624 Unit atau 125% dari anggaran sebesar 1.304 Unit dan dalam satuan GT terealisasi sebesar 4.816.759 GT atau 143%

dari anggaran sebesar 3.360.765 GT, kenaikan ini dikarenakan meningkatnya kegiatan B/M curah cair Non BBM di beberapa cabang pelabuhan antara lain Tanjung Perak, Tanjung Wangi, Banjarmasin, Tanjung Emas, Kotabaru, Kupang dan Bima;

6. Kapal Curah Kering dalam satuan unit terealisasi sebesar 2.238 Unit atau 86% dari anggaran sebesar 2.605 Unit dan dalam satuan GT terealisasi sebesar 57.412.350 GT atau 94% dari anggaran sebesar 61.180.283 GT, tidak tercapainya trafik kapal curah kering dikarenakan menurunnya kegiatan B/M curah kering di beberapa cabang pelabuhan antara lain Tanjung Perak, Gresik dan Kotabaru;

7. Kunjungan kapal tongkang secara keseluruhan dalam satuan unit terealisasi sebesar 21.459 unit atau 120 % dari anggaran sebesar 17.826 unit dan dalam satuan GT terealisasi sebesar 57.422.984 GT atau 113% dari anggaran sebesar 50.785.244 GT, kenaikan tersebut terjadi di beberapa cabang pelabuhan seperti Tanjung Perak, Gresik, Kotabaru, Kumai dan Tanjung Emas;

Wangi, Kupang and Maumere;

3. Bag Cargo Ship is actualized for 2,028 unit or 97%

from the budget. This is due to the unachievable bag cargo ship call unit at several branches likeKotabaru, Kumai and Lembar;

4. Fuel Tank Ship in unit is actualized for 4,591 units or for 98% from the budget for 4,698 units, and in GT it is actualized for 32,727,441 GT or for 92%

from the budget for 35,449,142 GT. This is due to unachievable fuel tank ship at several branches like Tanjung Perak, Gresik, Banjarmasin and

Kotabaru;

5. Non-fuel liquid bulk ship in unit is actualized for 1,624 units or 125% from the budget for 1,304 units and in GT is actualized for 4,816,759 GT or 143% from the budget for 3,360,765 GT. This is due the increase of fuel liquid bulk activity (discharging/loading) at several branches like Tanjung Perak, Tanjung Wangi, Banjarmasin, Tanjung Emas, Kotabaru, Kupang and Bima;

6. Dry Bulk Ship in unit is actualized for 2,238 units or 86% from the budget for 2,605 units and in GT is actualized for 57,412,350 GT or for 94% from the budget for 61,180,283 GT. This is due to the unachievable dry bulk ship activity (discharging/

loading) at several branches like Tanjung Perak, Gresik and Kotabaru;

7. Barge flow in general in unit is actualized for 21,459 units or 120 % from the budget for 17,826 units and in GT is actualized for 57,422,984 GT or for 113% from the budget for 50,785,244 GT.

This increase happened at several branches like Tanjung Perak, Gresik, Kotabaru, Kumai and Tanjung Emas;

8. Kunjungan kapal Penumpang secara keseluruhan dalam satuan unit terealisasi sebesar 6.860 unit atau 114 % dari anggaran sebesar 6.032 unit dan dalam satuan GT terealisasi sebesar 28.990.041 GT atau 114% dari anggaran sebesar 25.372.132 GT, kenaikan tersebut terjadi karena di beberapa Cabang Pelabuhan seperti Tanjung Perak, Banjarmasin, Kotabaru, Sampit, Kumai, Tanjung Emas, Lembar, Bima dan Maumere terjadi peningkatan kedatangan arus kunjungan kapal penumpang.

8. Passenger ship call in general in unit is actualized for 6,860 units or for 114 % from the budget for 6,032 units and in GT is actualized for 28,990,041 GT or for 114% from the budget for 25,372,132 GT. This increase happened at several branches like Tanjung Perak, Banjarmasin, Kotabaru, Sampit, Kumai, Tanjung Emas, Lembar, Bima and Maumere.

Dalam dokumen Laporan Kinerja dan Keuangan Pelindo III (Halaman 61-67)