• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUKSI jASA DAN PENDAPATAN

Dalam dokumen Laporan Kinerja dan Keuangan Pelindo III (Halaman 101-142)

jasa Labuh

1. Realisasi produksi labuh tahun 2012 sebesar 286.193.996 GT atau 105 % dari anggaran 271.543.633 GT, tercapainya produksi jasa labuh terjadi di beberapa Cabang Pelabuhan antara lain:

a) Pada Cabang Pelabuhan Banjarmasin disebabkan karena meningkatnya arus kunjungan kapal Ro-Ro, kapal tanker non BBM dan Mother Ship di Open Sea Taboneo serta tongkang batubara;

b) Pada Cabang Pelabuhan Kotabaru disebabkan adanya peningkatan kegiatan kapal Bongkar Muat CPO di Pelabuhan TUKS PT Smart Tarjun dan peningkatan kunjungan kapal di TUKS PT Indocement;

c) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Intan disebabkan karena peningkatan arus kunjungan kapal dalam negeri yang memuat jenis komoditi curah kering (semen curah, klinker dan batubara);

d) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Perak disebabkan karena peningkatan arus kunjungan kapal dalam negeri khususnya kapal tanker dan tongkang.

2. Pendapatan jasa labuh tahun 2012 terealisasi Rp 117.552.662.000,- atau 103% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 114.519.752.000,- Tercapainya pendapatan ini sesuai dengan peningkatan produksi labuh kapal dalam negeri khususnya kunjungan di dermaga TUKS.

jasa Pemanduan

1. Produksi pemanduan tahun 2012, masing- masing terealisasi 117.381 Kpl.Grk dan 552.962.510 Gt.Kpl.Grk atau masing-masing 102 % dan 111 % dari anggaran 114.554 Kpl.

Grk dan 497.669.706 Gt.Kpl.Grk. Kenaikan produksi pemanduan dalam satuan Kpl.Grk yang paling signifikan terjadi:

a) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Perak disebabkan karena kenaikan jumlah kapal petikemas, kapal cargo, kapal curah cair non BBM dan adanya

Berthing Segment

1. The berthing segment is actualized in 2012 for 286,193,996 GT or 105% from the budget for 271,543,633 GT. The berthing service production at several branches are the following :

a) Banjarmasin Branch, as for the increase of Ro- Ro ship call, non-fuel tank ship and mother ship at Open Sea Taboneo and charcoal barge;

b) Kotabaru Branch, as for the increase of the CPO ship activity at TUKS PT. Smart Tarjun and at TUKS PT. Indocement;

c) Tanjung Intan Branch, as for the increase of domestic ship call loaded with dry bulk cargo (bulk cement, clinker and charcoal);

d) Tanjung Perak Branch, as for the increase of domestic ship call particularly for tank ship and

barges

2. The berthing service revenue is actualized in 2012 for Rp 117,552,662,000 or for 103% from the budgeted target for Rp 114,519,752,000. Revenue reached is due to the increase of domestic ship berthing production particulalry the call at TUKS.

Pilotage Segment

1. The pilotage production is actualized in 2012, each of 117,381 Kpl.Grk and 552,962,510 Gt.Kpl.

Grk or each of 102% and 111% from the target for 114,554 Kpl.Grk and 497,669,706 Gt.Kpl.

Grk. The increase of pilotage production in Kpl.

Grk is quite significant :

a) Tanjung Perak Branch, this is due to the increase of numbers of container ship, cargo ship, liquid bulk non-fuel, pilotage service for shifting movement, pilotage service at

peningkatan pelayanan pandu untuk gerakan tersendiri serta peningkatan pelayanan pemanduan TUKS Gresik khususnya di PT Petrokimia, PT Smelting, PT Maspion dan PT Wilmar;

b) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Intan disebabkan peningkatan kunjungan kapal-kapal dalam negeri yang melakukan gerakan shifting dan naiknya kunjungan kapal ke dermaga PT Pertamina dan kapal tongkang yang mengangkut batubara PLTU.

Sedangkan kenaikan produksi pemanduan dalam satuan GT.Kpl.Grk terjadi:

a) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Perak disebabkan karena adanya kenaikan GT kapal petikemas, kapal cargo, kapal curah cair non BBM dan peningkatan pemanduan di TUKS Gresik khususnya PT Petrokimia, PT Smelting, PT Maspion dan PT Wilmar;

b) Pada Cabang Pelabuhan Sampit disebabkan karena meningkatnya produksi pemanduan kapal-kapal gerakan tersendiri (shifting);

c) Pada Cabang Pelabuhan Lembar disebabkan meningkatnya kunjungan kapal cruise.

2. Pendapatan jasa pemanduan tahun 2012 terealisasi Rp 99.353.727.000,- atau 105 % dari anggaran yang telah ditetapkansebesar Rp 94.689.160.000,-. Tercapainya pendapatan ini sejalan dengan peningkatan produksi pemanduan dalam satuan GT.Kpl.Grk.

jasa Penundaan

1. Produksi jasa penundaan tahun 2012, masing-masing terealisasi 81.581 Kpl.Jam dan 449.570.432 Gt.Kpl.Jam atau 121% dan 164%

dari anggaran 67.221 Kpl.Jam dan 273.518.644 Gt.Kpl.Jam, peningkatan ini terjadi antara lain di cabang:

a) Tanjung Perak, hal ini disebabkan karena peningkatan pelayanan penundaan untuk gerakan tersendiri (shifting) khususnya

TUKS Gresik particularly at PT. Petrokimia, PT. Smelting, PT. Maspion and PT. Wilmar;

b) Tanjung Intan Branch, this is due to the increase of domestic ship service having shifting movement and ship call to the wharf of PT. Pertamina and barges transporting charcoal PLTU.

The increase of pilotage service in GT.Kpl.Grk at the following branches :

a) Tanjung Perak Branch, this is due to the increase of container ship in GT, cargo ship, liquid bulk non-fuel ship, pilotage service at TUKS Gresik, particularly PT. Petrokimia, PT. Smelting, PT. Maspion and PT Wilmar;

b) Sampit Branch, this is due to the pilotage service for shifting ship;

c) Lembar Branch, this is due to the increase of cruise ship

2. The pilotage revenue is actualized in 2012 for Rp 99,353,727,000 or 105 % from the budgeted target for Rp 94,689,160,000. Revenue reached due to the increase of pilotage service in GT.Kpl.

Grk.

Tugging Segment

1. The tugging production is actualized in 2012, each of 81,581 Kpl.Hour And 449,570,432 Gt.Kpl.

Hour or 121% and 164% from the budgeted target for 67,221 Kpl.Hour and 273,518,644 Gt.Kpl.Hour.

The increase happened at the branches as the following :

a) Tanjung Perak Branch, this is due to the increase of tugging service for shifting particularly for container ship, cargo ship,

untuk kapal petikemas, kapal cargo, kapal curah cair non BBM dan peningkatan pelayanan penundaan di TUKS Gresik;

b) Sampit, hal ini karena adanya peningkatan kegiatan pemanduan yang menggunakan jasa kapal tunda bagi kapal wajib pandu yang keluar masuk di Terminal Bagendang.

2. Pendapatan jasa penundaan tahun 2012 terealisasi Rp 222.651.037.000,- atau 123 % dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 181.458.510.000,-. Tercapainya pendapatan jasa penundaan seiring dengan peningkatan produksi penundaan.

jasa Tambat

1. Produksi jasa tambat tahun 2012 terealisasi 268.286.592 Gt.Etm atau 101 % dari anggaran 265.484.505 Gt.Etm, secara umum produksi tambatan tercapai, antara lain terjadi pada cabang:

a) Tenau/Kupang, hal ini disebabkan karena kenaikan arus kunjungan kapal khususnya petikemas milik PT Meratus dan PT Kanaka Line;

b) Tanjung Wangi, hal ini disebabkan karena meningkatnya kunjungan kapal curah kering, bag cargo dan kapal PT Pertamina berbendera asing;

c) Kumai, hal ini disebabkan rendahnya produktifitas B/M mengakibatkan lamanya kapal di tambatan.

2. Pendapatan jasa tambat tahun 2012 terealisasi Rp 101.041.744.000,- atau 94%

dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 108.022.956.000,-. Tidak tercapainya pendapatan tersebut disebabkan tidak tercapainya produksi penambatan di pelabuhan Tanjung Perak dibandingkan anggarannya.

liquid bulk non-fuel ship, and increase of tugging service at TUKS Gresik;

b) Sampit Branch, this is due to the increase of pilotage service using tug boats for ships which should have mandatory pilotage service either coming in/going out at Bagendang Terminal.

2. The tugging revenue is actualized in 2012 for Rp 222,651,037,000 or 123% from the budgeted target for Rp 181,458,510,000. The increase revenue happened together with the increase of

tugging.

d. Mooring Segment

1. The mooring production is actualized in 2012 for 268,286,592 Gt.Etm or 101% from the budgeted target for 265,484,505 Gt.Etm. In general the mooring production reached at the brances as the following :

a) Tenau/Kupang Branch this is due to the increase of container ship call owned by PT.

Meratus and PT. Kanaka Line;

b) Tanjung Wangi Branch, this is due to the increase of dry bulk ship, cargo ship and foreign flag ship of PT. Pertamina;

c) Kumai Branch, this is due to the low of productivity of handling as for long mooring time of ship.

2. The mooring revenue is actualized in 2012 for Rp. 101,041,744,000 or 94% from the budgeted target for Rp. 108,022,956,000. The unachievable revenue was caused by the unachievable mooring production at Tanjung Perak compared to the budget.

PELAYANAN jASA BARANG

Produksi pelayanan jasa barang Tahun 2012, sebagaimana tabel dibawah ini :

NO. URAIAN | Description SAT.

unit

TAHUN | Year 2012 REALISASI TAHUN 2011 REALiSATioN

2011

KECENDERUNGAN TREND ANGGARAN (%)

Budget

REALISASI REALiSA-

TioN

1 2 3 4 5 6 7=5:4 8=5:6

Pelayanan Jasa Barang Cargo Service 1 Jasa Dermaga

Wharf service Boks 1.566.287 1.585.273 1.417.666 101 112

Teus 1.709.582 1.712.173 1.529.678 100 112

Ton 29.702.543 41.082.656 32.422.017 138 127

M3 4.210.463 3.222.398 4.322.335 77 75

Ekor | Animal 85.348 106.165 109.659 124 97

Unit 36.000 37.913 37.374 105 101

2 Gudang Penumpukan

Storage warehouse Ton Hari| Ton Day 849.556 879.111 412.918 103 213

M3 Hari | M3 Day 354.852 207.796 465.144 59 45

M2 25.592 15.179 17.603 59 86

3 Lapangan Penumpukan

Container Yard Ton Hari | Ton Day 1.253.266 7.828.806 1.777.048 625 441

M3 Hari | M3 Day 2.070.577 3.886.134 1.995.939 188 195 Boks hari | Box Day 1.103.362 1.224.719 1.075.284 111 114

Unit Hari | Unit Day 63.095 52.913 90.207 84 59

Ekor Hari | Animal Day

12.000 21.273 12.748 177 167

M2 32.142 33.925 38.926 106 87

4 Paket Lumsum

Lumpsum Package Ton 338.127 902.509 4.004.697 267 23

M3 31.759 67.049 764.131 211 9

Tabel 24 : Produksi Pelayanan Jasa Barang Table 24 : Cargo Service Production

Cargo Service

The Cargo service is actualized in 2012 as the following :

Tabel pendapatan pelayanan jasa barang adalah sebagai berikut :

Dalam Ribuan Rupiah

NO. URAIAN | Description

TAHUN | Year 2012 REALISASI TAHUN 2011 REALiSATioN

2011

KECENDERUNGAN TREND ANGGARAN (%)

Budget REALISASI REALiSATioN

1 2 3 4 5 6=4:3 7=4:6

Pelayanan Barang | Cargo Service

1 Dermaga | Wharf 139.866.931 153.732.023 97.451.764 110 158

2 Gudang | Warehouse

01 Pengusahaan | Management 1.393.415 3.991.339 6.239.088 286 64

02 Persewaan | Leasing 2.995.678 2.294.768 2.595.125 77 88

3 Lapangan Penumpukan | Container Yard

01 Pengusahaan | Management 45.982.565 56.359.626 41.830.582 123 135

02 Persewaan | Leasing 3.811.930 1.062.941 2.984.572 28 36

4 Paket Lumsum | Lumpsum package 4.366.272 10.589.821 14.548.005 243 73

Jumlah | Total 198.416.791 228.030.821 165.649.139 115 138

Tabel 25 : Pendapatan Pelayanan Jasa Barang Table 25 : Good Service Revenue

jasa Dermaga

1. Realisasi produksi dermaga tahun 2012 masing- masing diuraikan sebagai berikut:

a) Dalam satuan Boks terealisasi 1.585.273 Boks atau 101% dari anggaran 1.566.287 Boks, tercapainya produksi ini dikarenakan naiknya arus petikemas yang terjadi di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak;

b) Dalam satuan Teu’s terealisasi 1.712.173 Teu’s atau 100% dari anggaran 1.709.582 Teu’s;

c) Dalam satuan Ton terealisasi 41.082.656 ton atau 138 % dari anggaran 29.702.543 ton, tercapainya produksi tersebut disebabkan karena kenaikan arus barang yang terjadi pada cabang:

1) Tanjung Perak, hal ini disebabkan adanya peningkatan kegiatan B/M barang pupuk domestik, semen, dan steel product;

Cargo service revenue is the following :

In thousand rupiahs

Wharf Service

1. The wharf production is actualized in 2012 as the following :

a) In box unit, Production is actualized for 1,585,273 boxes or 101% from the budgeted target for 1,566,287 boxes. Production reached due to the increase of container flow at Tanjung Perak Branch;

b) In Teus unit, Production is actualized for 1,712,173 Teus or 100% from the budgeted target for 1.709.582 Teus;

c) In ton unit, Production is actualized for 41,082,656 tons or 138% from the budgeted target for 29,702,543 tons. Production reached due to the increase of containre flow at the branch:

1) Tanjung Perak Branch, this is due to the increase of domestic fertilizer, cement, and steel product handling;

2) Tanjung Emas, hal ini disebabkan adanya peningkatan kegiatan B/M barang khususnya kayu log dan CPO;

3) Tanjung Intan, hal ini disebabkan adanya peningkatan kegiatan B/M barang luar negeri raw sugar dan alat-alat proyek dan barang dalam negeri di dominasi batubara, semen curah dan klinker.

d) Dalam satuan M3 terealisasi 3.222.398 M3 atau 77 % dari anggaran 4.210.463 M3, tidak tercapainya produksi tersebut antara lain terjadi pada cabang:

1) Tanjung Perak, disebabkan menurunnya B/M plywood Moulding dan adanya perpindahan pola pengangkutan barang Log Cargo ke petikemas;

2) Banjarmasin, disebabkan karena menurunnya bongkaran barang-barang proyek pertambangan dan listrik.

e) Dalam satuan Ekor terealisasi 106.165 ekor atau 124 % dari anggaran 85.348 ekor, tercapainya produksi tersebut antara lain terjadi di Cabang Pelabuhan Bima dan Cabang Tenau/Kupang dikarenakan peningkatan pengiriman hewan potong tujuan Sumatera dan Kalimantan.

f) Dalam satuan Unit terealisasi 37.913 unit atau 105 % dari anggaran 36.000 unit, tercapainya produksi tersebut terjadi pada PT BJTI.

2. Pendapatan jasa dermaga tahun 2012 terealisasi sebesar Rp 153.732.023.000,- atau 110% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 139.866.931.000,-. Peningkatan pendapatan ini seiring dengan kenaikan produksi jasa dermaga.

2) Tanjung Emas Branch, this is due to the increase of cargo, particularly wood logs and CPO handling;

3) Tanjung Intan Branch, this is due to the increase of international cargo of raw sugar and project equipment and domestic cargo dominated by charcoal, bulk cement and clinker.

d) In M3, it is actualized for 3,222,398 M3 or 77%

from the budgeted target for 4,210,463 M3.

The unachievable product happened at the branches :

1) Tanjung Perak Branch, it is due to the decrease of plywood molding and the change of cargo transportation pattern from log cargo to container;

2) Banjarmasin Branch, it is due to the decrease of project material discharging and electricity.

e) In animal unit, it is actualized for 106,165 or 124% from the budgeted target for 85,348.

Production reached at Bima and Tenau/

Kupang Branch, as for the increase of domesticated animal directed to Sumatera and Kalimantan.

f) In unit, it is actualized fori 37,913 units or 105% from the budgeted target for 36,000 units. Production reached at PT. BJTI.

2. The wharf service revenue in 2012 is actualized for Rp. 153,732,023,000 atau 110% from the budgeted target for Rp 139,866,931,000. revenue increased together with the wharf service production.

jasa Gudang

1. Produksi gudang penumpukan tahun 2012 masing-masing sebagai berikut:

a) Dalam satuan Ton.Hari terealisasi 879.111 ton.hari atau 103% dari anggaran 849.556 ton.hari. Tercapainya produksi tersebut terjadi di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak;

b) Dalam satuan M3.hari terealisasi 207.796 M3.hari atau 59% dari anggaran 354.852 M3.hari, tidak tercapainya produksi tersebut karena gudang yang ada di Cabang Banjarmasin sudah disewakan secara lumpsum;

c) Dalam satuan M2 terealisasi 15.179 M2 atau 59% dari anggaran 25.592 M2, tidak tercapainya produksi tersebut pada Cabang Pelabuhan Tanjung Tembaga karena gudang yang disewa oleh PT KTI tidak diperpanjang lagi.

2. Pendapatan jasa gudang penumpukan tahun 2012 terealisasi Rp 6.286.107.000,- atau 143 % dari anggaran Rp 4.389.093.000,-. Tercapainya pendapatan terjadi khususnya di Cabang Tanjung Perak karena seluruh gudang yang semula disewakan secara lumpsum, sekarang diusahakan sendiri.

jasa Lapangan Penumpukan

1. Produksi lapangan penumpukan tahun 2012:

a) Dalam satuan Ton.hari terealisasi 7.828.806 ton.hari atau 625% dari anggaran 1.253.266 ton.hari, tercapainya produksi tersebut yang paling signifikan terjadi:

1) Pada Cabang Pelabuhan Tanjung Perak disebabkan karena produksi lapangan penumpukan khususnya Container Yard sudah lebih optimal khususnya di Terminal Nilam;

2) Pada Cabang Pelabuhan Bima disebabkan karena adanya pembongkaran batu bara, semen, aspal dan pupuk yang ditumpuk di Pelabuhan Bima dan Kawasan Badas;

Warehouse Service

1. The warehouse service is actualized in 2012 as the following :

a) In ton/day, it is actualized for 879,111 ton/day or 103% from the budgeted target for 849,556 ton/day. Production reached at Tanjung Perak Branch;

b) In M3/day, it is actualized for 207,796 M3/

day or 59% from the budgeted target for 354,852 M3/day. Th unachievable production is due to the warehouse at Banjarmasin has been rented for public in lumpsum way;

c) InM2, it is actualized for 15,179 M2 or 59%

from the budgeted target for 25,592 M2.

The unachievable production at Tanjung Tembagais due to the warehouse rented by PT. KTI not extended anymore.

2. The container yard service is actualized in 2012 for Rp. 6,286,107,000 or 143% from the budgeted target for Rp. 4,389,093,000. Revenue reached at Tanjung Perak Branch is due to the warehouses which are previously rented in lumpsum way, it is now under their own management/operations.

Yard Service

1. The Container Yard production actualized in 2012 : a) In ton/day, it is actualized for 7,828,806 ton/

day or 625% from the budgeted target for 1,253,266 ton/day. Production increase happened significantly at:

1) Tanjung Perak Branch, it is due to the container yard production is optimum particularly at Nilam Terminal;

2) Bima Branch, it is due to the discharging of charcoal, asphalt, and fertilizer stored at Bima and Kawasan Badas;

b) Dalam satuan M3.hari terealisasi 3.886.134 M3.hari atau 188 % dari anggaran 2.070.577 M3.hari. Tercapainya produksi tersebut terjadi di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak, Gresik dan Tenau Kupang karena meningkatnya kegiatan penumpukan barang-barang konstruksi untuk proyek dan kayu log;

c) Dalam satuan Boks.Hari terealisasi 1.224.719 boks.hari atau 111% dari anggaran 1.103.362 boks.hari. Naiknya produksi dalam satuan Boks ini terjadi di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak dan Kumai;

d) Dalam satuan Unit.Hari terealisasi 52.913 Unit.hari atau 84% dari anggaran 63.095 unit.hari, tidak tercapainya produksi ini khususnya pada Cabang Benoa dikarenakan penurunan produksi B/M;

e) Dalam satuan Ekor.Hari terealisasi 21.273 ekor.hari atau 177% dari anggaran 12.000 ekor.hari, terjadi di Cabang Pelabuhan Bima dan Kumai;

f) Dalam satuanM2 terealisasi 33.925 M2 atau 106 % dari anggaran 32.142 M2. Kenaikan produksi dalam satuan M2 tersebut terjadi di Cabang Pelabuhan Tanjung Wangi.

2. Pendapatan lapangan penumpukan tahun 2012 Terealisasi Rp 57.422.567.000,- atau 115% dari anggaran Rp 49.794.495.000,-. Hal ini seiring dengan kenaikan produksi secara keseluruhan pada lapangan penumpukan.

jasa Paket Lumpsum Bongkar Muat

1. Produksi paket lumpsum dalam satuan Ton tahun 2012 terealisasi 902.509 Ton atau 267 % dari anggaran 338.127 Ton yang terjadi pada Cabang Pelabuhan Tanjung Perak dan Tenau Kupang sedangkan untuk satuan M3 terealisasi sebesar 67.049 atau 211% dari anggaran 31.759 karena meningkatnya kegiatan bongkar muat pada Terminal Kalimas Cabang Pelabuhan Tanjung Perak.

2. Pendapatan paket lumpsum bongkar muat tahun 2012 terealisasi Rp 10.589.821.000,- atau 243% dari anggaran Rp 4.366.272.000,. Hal ini sesuai dengan peningkatan produksi paket

b) In M3/day, it is actualized for 3,886,134 M3/

day or 188% from the budgeted target for 2,070,577 M3/day. Production reached at Tanjung Perak, Gresik and Tenau, Kupang Branch due to the increase of construction material and wood logs storage;

c) In boxes/day, it is actualized for 1,224.719 boxes/day or 111% from the budgeted target for 1,103,362 boxes/day. The increased production in box happened at Tanjung Perak and Kumai Branch;

d) In unit/day, it is actualized for 52,913 unit/day or 84% from the budgeted target for 63,095 unit/hari. The unachievable production happened at Benoa Branch is due to the decrease of handling production;

e) In animal unit/day, it is actualized for 21,273 animal/day or 177% from the budgeted target for 12,000 animal/day. This happened at Bima and Kumai Branch;

f) In M2, it is actualized for 33,925 M2 or 106%

from the budgeted target for 32,142 M2. The increased production in M2 happened at Tanjung Wangi.

2. The Container Yard revenue is actualized in 2012 for Rp 57,422,567,000 or 115% from the budgeted target Rp. 49,794,495,000. This happened together with the increased product as an overall at the Container Yard.

Lumpsum Package Service

1. The lumpsum package in Ton is actualized in 2012 for 902,509 tons or 267% from the budgeted target for 338,127 tons at Tanjung Perak and Tenau- Kupang Branch. While for M3, it is actualized for 67,049 or 211% from the budgeted target for 31,759, due to the increase of handling service at Kalimas Terminal, Tanjung Perak Branch.

2. The lumpsum package revenue is actualized in 2012 for Rp. 10,589,821,000 or 243% from the budgeted target Rp. 4,366,272,000. This is due to the increase of lumpsum package production.

PENGUSAHAAN ALAT-ALAT

Produksi pengusahaan alat tahun 2012 sebagaimana tabel berikut ini:

NO. URAIAN | Description SAT.

unit

TAHUN | Year 2012 REALISASI TAHUN 2011 REALiSATioN

2011

KECENDERUNGAN TREND ANGGARAN (%)

Budget REALISASI REALiSATioN

1 2 3 4 5 6 7 = 5 : 4 8 = 5: 6

Pengusahaan Alat-Alat Equipment operational 1 Produksi HMC

HMC Production Ton 800.000 439.101 - 55 0

2 Produksi Forklift Forklift Production

Jam | Hour

2.269 2.808 1.986 124 141

3 Produksi Fixed / Mobile Crane

Fixed/ Mobile Crane Production Jam |

Hour 1.852 1.908 2.076 103 92

4 Produksi Tug Boat

Tug Boat Production Jam |

Hour 2.060 14.599 - 709 0

5 Produksi Timbangan Welghing Production

Ton 779.112 648.237 237.532 83 273

6 Produksi Pemadam Kebakaran Fire Fighting Brigade

Production

Ton 6.617 5.603 6.615 85 85

Tabel 26 : Produksi Pengusahaan Alat-alat Table 26 : Equipment Operational Production

Tabel pendapatan pengusahaan alat-alat adalah sebagai berikut :

Dalam Ribuan Rupiah

NO. URAIAN | Description

TAHUN | Year 2012 REALISASI TAHUN 2011 REALiSATioN 2011

KECENDERUNGAN TREND ANGGARAN (%)

Budget REALISASI REALiSATioN

1 2 3 4 5 6=4:3 7=4:5

Penguasaan Alat-alat Equipment operational

1 Pendapatan HMC | HMC Revenue 18,080,000 13,877,182 66,291,820 77 21

2 Pendapatan Forklift | Forklift Revenue 217,200 349,997 141,692 161 247 3 Pendapatan Fixed / Mobile Crane

Fixed/ Mobile Crane Revenue 871,750 845,224 590,927 97 143

4 Pendapatan Tug Boat | Tug Boat Revenue 13,059,110 41,274,385 198,698 316 20,772 5 Pendapatan Timbangan

Welghing Revenue 779,112 875,137 1,737,952 112 50

6 Pendapatan Pemadam Kebakaran

Fire Fighting Brigade Revenue 172,570 160,824 161,498 93 100

7 Pendapatan Pengusahaan Alat Lainnya

Other Equipment Operational Revenue 704,325 1,431,252 2,384,287 203 60

Total 33,884,067 60,469,233 78,681,876 178 77

Tabel 27 : Pendapatan Pengusahaan Alat-alat Table 27 : Equipment operational Revenue

EquiPMENT oPERATioNAL

The equipment operational production in 2012 as the following :

The equipment operational revenue is as the following :

In thousand Rupiahs

Harbour Mobile Crane (HMC)

1. Realisasi produksi Harbour Mobile Crane (HMC) tahun 2012 sebesar 439.101 Ton atau 55%

dari anggaran 800.000 ton. Tidak tercapainya produksi tersebut dikarenakan HMC yang tersedia di Terminal Jamrud Cabang Pelabuhan Tanjung Perak terealisasi 4 Unit dari yang semula dianggarkan sebanyak 7 unit.

2. Pendapatan segmen pengusahaan alat HMC adalah Rp 17.849.105.000,- atau 77% dari anggaran sebesar Rp 18.080.000.000,-. Hal ini seiring dengan realisasi produksi HMC di Cabang Pelabuhan Tanjung Perak.

Forklift

1. Realisasi produksi tahun 2012 sebesar 2.808 Jam atau 124% dari anggaran 2.269 Jam. Hal ini disebabkan:

a) Adanya realisasi produksi pengusahaan forklift di Cabang Pelabuhan Tanjung Intan yang semula tidak dianggarkan;

b) Adanya pemakaian forklift untuk kegiatan relokasi barang–barang general cargo di Cabang Pelabuhan Tenau Kupang.

2. Pendapatan tahun 2012 terealisasi Rp 349.997.000,- atau 161% dari anggaran Rp 217.200.000,-. Hal ini sejalan dengan meningkatnya produksi pengusahaan forklift.

Fixed & Mobile Crane

1. Realisasi produksi tahun 2012 sebesar 1.908 Jam atau 103% dari anggaran 1.852 Jam. Hal ini disebabkan adanya upaya mengoptimalkan kran darat aset milik Cabang Pelabuhan Banjarmasin untuk menangani kegiatan bongkar muat di terminal Martapura Baru.

HMC

1. The Harbour Mobile Crane (HMC) production is actualized in 2012 for 439,101 tons or 55%

from the budgeted target for 800,000 tons. The unachievable production is due to the proposed HMC are 7(seven) units but the Realisation is only 4 (four) units at Jamrud Terminal, Tanjung Perak Branch.

2. The Harbor Mobile Crane (HMC) revenue is actualized for Rp 17,849,105,000 or 77% from the budgeted target for Rp. 18,080,000,000. This happened together with the HMC production Realisation at Tanjung Perak Branch.

Forklift

1. The Forklift production is actualized in 2012 for 2,808 hours or 124% from the budgeted target for 2,269 hours. This is due to :

a) The forklift production Realisation at Tanjung Intan is not budgeted;

b) The utilization of forklift for general cargo

relocation at Tenau- Kupang Branch.

2. Revenue in 2012 is actualized for Rp 349,997,000 or 161% from the budgeted target for Rp.

217,200,000. This happened together with the increase of forklift operational production.

Fixed & Mobile Crane

1. The Fixed & Mobile Crane production is actualized in 2012 for 1,908 hours or 103% from the budgeted target for 1,852 hours. This is due to the initiative of improving the wharf crane utilization owned by BanjarmasinBranch to handle the handling service at New Martapura Terminal.

Dalam dokumen Laporan Kinerja dan Keuangan Pelindo III (Halaman 101-142)