BAB III PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM TERHADAP
A. Gambaran Umum Pengadilan Agama Giri Menang
8. Kondisi Hakim Pengadilan Agama Giri Menang
bahwa kewajiban menegakkan keadilan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.173
Lembaga peradilan di Indonesia dari tahun ke tahun mulai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sebagai salah satu dari lembaga peradilan, hakim saat ini juga mendapat sorotan yang relatif tinggi dari masyarakat dan media. Secara yuridis, hakim merupakan bagian integral dari sistem supremasi hukum. Tanpa adanya hakim yang memiliki integritas, sikap dan perilaku yang baik dalam lembaga peradilan, maka jargon-jargon good government dan good governance yang selama ini digembar-gemborkan oleh banyak pihak tidak akan dapat terealisasi, hanya sebatas “mimpi” semata.
Hakim adalah pejabat negara yang diberi wewenang oleh undang- undang untuk mengadili. Hakim sebagai tempat pelarian terakhir bagi para pencari keadilan, dianggap bijaksana dan tahu akan hukum, bahkan menjadi tempat bertanya segala macam persoalan bagi rakyat. Pertimbangan dari seorang hakim sangat diharapkan karena hakim adalah orang yang tinggi pengetahuan dan martabatnya serta berwibawa. Hakim juga diharapkan sebagai orang yang bijaksana dan aktif dalam pemecahan masalah.174
Asas hakim aktif sesuai dengan aliran pikiran tradisioanal Indonesia, Undang-undang No. 4 Tahun 2004 mengharuskan hakim aktif karena yang dituju dalam Pasal 24 UUD 1945 adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terlaksananya negara hukum Republik Indonesia.175
Dalam menjalankan tugasnya, hakim memiliki kebebasan untuk membuat keputusan terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh
173Wildan Suyuthi, "Etika Profesi, Kode Etik, dan Hakim dalam Pandangan Agama"
dalam Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct), Kode Etik Hakim dan Makalah Berkaitan (Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2006), 15.
174Cik Hasan Bisri, Peradilan Agama di Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000), 113.
175Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman UU No. 4 Tahun 2004 (Jakarta: Sinar Grafika, 2004).
lainnya.176 Ia menjadi tumpuan dan harapan bagi pencari keadilan.
Disamping itu mempunyai kewajiban ganda, disatu pihak merupakan pejabat yang ditugasi menerapkan hukum (izhar al-hukm) terhadap perkara yang kongkrit baik terhadap hukum tertulis maupun tidak tertulis, dilain pihak sebagai penegak hukum dan keadilan dituntut untuk dapat menggali, memahami, nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Secara makro dituntut untuk memahami rasa hukum yang hidup di dalam masyarakat.
Peradilan Agama sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman mempunyai tugas pokok untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik Indonesia (Pasal 1 dan 2 UU. No.14/1970).177
Guna mewujudkan penegakan hukum dan keadilan dalam masyarakat, maka perlu didukung oleh sumber daya yang memadai. Sumber daya yang dimaksud di sini adalah aparatur peradilan terutama hakim. Oleh karena itu, Pengadilan Agama Giri Menang mempunyai 14 (empat belas) hakim untuk menangani perkara-perkara yang diajukan di Pengadilan Agama Giri Menang. Adapun keempat belas orang hakim tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.1: Nama-Nama Hakim Pengadilan Agama Giri Menang
No Nama Keterangan
1 Baiq Halkiyah, S.Ag. MH.
NIP 19680605.199703.2.001 TTL Lombok Tengah, 05 Juni 1968 Jabatan Ketua
Gol./Ruang Pembina (IV/a)
Pendidikan S2 Universitas Mataram 2 Muh. Safrani
Hidayatullah, S.Ag.
M.Ag.
NIP 19770219 200704 1 001 TTL Mataram, 19 Februari 1977 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata (III/c)
176Bisri, Peradilan Islam, 104.
177Arto, Praktek Perkara Perdata, 29.
Pendidikan S2 UIN Yogyakarta 3 Rufaidah Idris,
SH.I.
NIP 19790617.200604.2.003 TTL Denpasar, 17 Juni 1979 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata (III/c)
Pendidikan S1 STAIN Mataram 4 Muhamad Jamil,
S.Ag.
NIP 19760905.200502.1.004 TTL 05 September 1976 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata (III/c)
Pendidikan S1 Institut Agama Islam Ibrahimy
5 Hayatul Maqi, SHI.
M.Si.
NIP 19581231.199203.1.016 TTL 19780322 200704 1 001 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata Muda Tk. I (III/b) Pendidikan S2 UGM Yogyakarta 6 Huda Lukoni, SHI.
SH. MH.
NIP 19790927 200704 1 001 TTL Banyuwangi, 27 September
1979 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata Muda Tk. I (III/b) Pendidikan S2 Ilmu Hukum
7 Moch. Yudha Teguh Nugroho, SHI.
NIP 19810118 200704 1 001 TTL Blora, 18 Januari 1981 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata Muda Tk. I (III/b) Pendidikan S1 Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta 8 H. Adi Irfan
Jauhari, Lc. M.A.
NIP 19781110.200904.1.007 TTL Bekasi, 18 November 1978 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata Muda Tk. I (III/b)
Pendidikan S2 UIN Syarif Hidayatullah 9 Moch. Syah
Ariyanto, SH.I
NIP 19790528 200704 1 001 TTL Kupang, 01 April 2011 Jabatan Hakim
Gol/ Ruang Penata Muda Tk. I (III/b) Pendidikan S1 IAIN Sunan Ampel 10 Nurhasan, S.HI. NIP 19830308 2009121 004
TTL Sendang Mulyo, 08 Maret 1983
Jabatan Hakim
Gol./Ruang Penata Muda (III/a)
Pendidikan S1 UIN Syarif Hidayatullah 11 Fatha Aulia Riska,
S.HI.
NIP 19840404 200912 2 004 TTL Blitar, 04 April 1984 Jabatan Hakim
Gol./Ruang Penata Muda (III/a) Pendidikan S1 UMM Malang 12 Rusydiana
Kurniawati
Linangkung, SH.I.
NIP 19850920.200805.2.001 TTL Mataram, 20 September 1985 Jabatan Hakim
Gol./Ruang Penata (III/c)
Pendidikan S1 UIN Sunan Kalijaga
Hakim sebagai sebuah jabatan yang memiliki fungsi yudikatif, pada dasarnya memiliki dua tindakan peran. Pertama, untuk membuktikan keberadaan suatu fakta yang dikualifikasikan sebagai delik perdata atau pidana oleh suatu norma umum yang harus diterapkan kepada kasus tertentu. Kedua, hakim menjatuhkan suatu sanksi perdata atau pidana yang konkret yang ditetapkan secara umum dalam norma yang harus diterapkan.
Dari kedua peran tersebut dapat disimpulkan bahwa hakim merupakan penerap dari norma hukum yang berupa peraturan perundang-undangan
yang kemudian diikuti dengan menerapkan sanksi demi tegaknya peraturan perundang-undangan tersebut.
Oleh karena itu, untuk mendukung peran seorang hakim dalam upaya menemukan hukum maka dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang cukup. Hal ini bertujuan supaya hukum yang diterapkan memenui rasa keadilan bagi semua pihak. Di sinilah pentingnya pendidikan bagi seorang hakim. Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa 45% hakim di Pengadilan Agama Giri Menang sudah menempuh pendidikan S2.