• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Teknologi dan Inovasi

KAJIAN PUSTAKA & TEORI

3.5 Kondisi Teknologi dan Inovasi

bukti adanya peningkatan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut (Miliana, 2018). Dalam konteks agropolitan, IKM menjadi salah satu faktor yang mendukung pengembangan kawasan agropolitan dengan kontribusinya sebagai alat produksi sekaligus pengolah bagi produk pertanian. Berikut merupakan tabel sebaran IKM formal di Kabupaten Lumajang tahun 2023 yang berkaitan langsung dengan produk pertanian pada tabel 3.5 berikut.

Tabel 3.5 Jumlah IKM Agropolitan Formal Kecamatan di Kabupaten Lumajang Kecamatan Jumlah IKM

Agropolitan

Kecamatan Jumlah IKM Agropolitan

Candipuro 14 Kunir 10

Pasirian 15 Yosowilangun 5

Pasrujambe 7 Rowokangkung 6

Senduro 21 Jatiroto 8

Gucialit 2 Randuagung 4

Tempursari 12 Sukodono 34

Pronojiwo 6 Padang 11

Tempeh 26 Kedungjajang 6

Lumajang 74 Klakah 11

Sumbersuko 23 Ranuyoso 1

Tekung 11

Sumber: One Map Data Kabupaten Lumajang Tahun 2024; Data Sekunder

Berdasarkan data sebaran IKM yang berkaitan dengan agropolitan di Kabupaten Lumajang di tabel 3.5, dapat dijelaskan bahwa IKM agropolitan di Kabupaten Lumajang tersebar secara terpusat di wilayah kecamatan ibukota kabupaten, yaitu di Kec. Lumajang, dan juga menyebar di wilayah sekitarnya, seperti Kec. Sukodono, Kec. Senduro, dan Kec. Tempeh. Hal ini menunjukkan adanya dukungan pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Lumajang dengan adanya lokasi distribusi dan pemasaran dari produk pertanian skala internal atau skala lingkungan yang ada di kecamatan di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data sebaran IKM juga didapatkan bahwa di kelima wilayah kecamatan pengembangan agropolitan, yaitu Senduro, Pasrujambe, Pasirian, Candipuro, dan Gucialit, didapatkan data IKM dengan total 60 unit IKM yang bergerak di berbagai sektor, utamanya di sektor pertanian dan produk kehutanan.

agropolitan, teknologi dan inovasi menjadi penting mengingat perlu adanya peningkatan mutu dan kualitas dari sebuah kegiatan pertanian. Teknologi dan inovasi tidak hanya tertuju pada kegiatan pertanian secara sistematik, tetapi juga bagaimana pengembangan kegiatan tersebut bisa berdampak luas bagi seluruh instrumen yang ada di dalam sebuah kawasan agropolitan. Inovasi teknologi di sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengembangan kawasan agropolitan, utamanya yang berbasis pada sektor atau komoditas unggulan pertanian. Di Kabupaten Lumajang, pengembangan inovasi dan teknologi di sektor pertanian dilakukan mulai dari hal dasar. Beberapa hal dasar tersebut meliputi kegiatan pendidikan yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam pengembangan kawasan agropolitan, yaitu sekolah kejuruan dengan berbagai program kejuruan dan keahlian. Kemudian berkaitan dengan sebaran wilayah produksi, wilayah pengolahan, dan wilayah distribusi di Kabupaten Lumajang yang berfokus pada kegiatan pertanian dan sebagai pendukung pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Lumajang.

Pengertian Badan Usaha Desa (BUMDesa) menurut Peraturan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Migrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 adalah suatu badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung. dalam pemisahan aset desa untuk mengelola aset, pelayanan, dan kegiatan usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik (Soejono et al. 2021). Dalam perkembangannya, BUMDesa tidak lepas dari adanya berbagai kegiatan, salah satunya yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian. Secara umum, berikut data sebaran BUMDesa yang ada di Kabupaten Lumajang berdasarkan data One Map Kabupaten Lumajang Tahun 2024.

Tabel 3.6 Sebaran BUMDesa di Kabupaten Lumajang Tahun 2024

Kecamatan Desa BUMDes Produk

Senduro Sari Kemuning Sinar Langgeng Sarikemuning

Perdagangan Hasil Pertanian Aneka Ternak Aneka Pertanian

(Pangan, Hortikultura, Buah-

Buahan)

Kecamatan Desa BUMDes Produk Wisata Alam

Agrofarm Wonocepokoayu Barokah Cempaka

Pengolahan Kopi Robusta Toko Pertanian

Argosari Cemara Tangguh Kokoh

Jual Beli Benih Kentang Wisata Alam

Agrofarm Pertanian Perdagangan Hasil

Pertanian

Candipuro

Sumberwuluh Sumber Rezeki

Kopi Wayang Homestay Perdagangan Hasil

Pertanian (Kopi) Tambahrejo Tambah jaya Perdagangan Hasil

Pertanian (Padi &

Jagung)

Pasirian

Gondosuro Maha Karya KUR Ternak

Kalibendo Sumber Arum Persewaan Gudang Penyimpanan; Alat

konstruksi Bades Sukses Sejahtera Pertanian

(Pembibitan Sengon)

Gucialit

Wonokerto Wonotirto Sejahtera Pengelolaan Air Bersih

Gucialit Gumara Perdagangan Hasil

Pertanian Jeruk Idaman Sejati Ternak Kambing Sumber: One Map Data Kabupaten Lumajang Tahun 2024; Data Sekunder

Berdasarkan data One Map Kabupaten Lumajang Tahun 2024 pada tabel 3.6, dapat dijelaskan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki berbagai macam BUMDesa yang bergerak dibidang pertanian, seperti adanya BUMDes dengan fokus kegiatan pembibitan, pengolahan hasil tanaman pertanian, hingga BUMDesa dengan kegiatan jasa pengembangan komoditas peternakan, dimana BUMDes tersebut tersebar di beberapa jangkauan akses kecamatan di Kabupaten Lumajang. Di wilayah Kec. Senduro terdapat BUMDes dengan produk mayoritas berupa perdagangan hasil dan pertanian; aneka ternak dan pembibitan tanaman;

pengolahan komoditas kopi, dan; wisata agrofarm. Di Kec. Candipuro meliputi produk pengolahan produk pangan dan komoditas kopi, yang ditunjang dengan adanya produk homestay di Kec. Candipuro. Di Kec. Pasirian meliputi BUMDes

dengan produk persewaan alat berat dan gudang penyimpanan; kredit usaha ternak, dan; pembibitan tanaman hortikultura sengon. Lalu di Kec. Gucialit meliputi BUMDes dengan produk pengelolaan air bersih; perdagangan hasil pertanian, dan;

penjualan hasil ternak. Di kelima kecamatan pengembangan agropolitan di Kabupaten Lumajang, hanya Kec. Pasrujambe yang tidak memiliki BUMDes. Hal ini perlu diberikan penanganan khusus dalam upaya pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Lumajang. Prasarana kegiatan pertanian di Kabupaten Lumajang diklasifikasikan juga sebagai alat atau instrumen pendukung dalam pengembangan wilayah agropolitan di Kabupaten Lumajang. Adapun prasarana kegiatan pertanian di Kabupaten Lumajang meliputi lumbung pangan kecamatan, sebaran alokasi pupuk per kecamatan, serta sebaran gudang pertanian.

Tabel 3.7 Lumbung Pertanian per Kecamatan di Kabupaten Lumajang Tahun 2023 Kecamatan Klasifikasi Lumbung Pertanian Total

Tumbuh Berkembang Maju

Candipuro 3 0 0 3

Pasirian 4 0 0 4

Pasrujambe 4 1 0 5

Senduro 1 0 0 1

Gucialit 2 0 0 2

Sumber: One Map Data Kabupaten Lumajang Tahun 2024; Data Sekunder

Klasifikasi lumbung pertanian di Kabupaten Lumajang didasarkan pada varietas dan jumlah kapasitas produksi yang bisa ditampung di sebuah lumbung.

Berdasarkan data sebaran lumbung pertanian di Kabupaten Lumajang Tahun 2024 di tabel 3.7, dapat dijelaskan bahwa mayoritas lumbung pertanian berada di wilayah dengan fokus kegiatan di pertanian, seperti di Kec. Tempeh, Kec. Tempursari, dan Kec. Pasirian. Hal ini menunjukkan adanya persebaran wilayah dengan lumbung pertanian yang bervariasi di Kabupaten Lumajang. Di 5 kecamatan sebagai wilayah pengembangan kawasan agropolitan Kabupaten Lumajang, didapatkan 15 lumbung pertanian dengan mayoritas klasifikasinya berupa lumbung pertanian tumbuh.

Kegiatan pertanian di Kabupaten Lumajang secara umum juga didukung dengan adanya distribusi pasokan pemupukan sebagai salah satu prasarana pendukung kegiatan pertanian di Kabupaten Lumajang. Berikut merupakan data sebaran alokasi pupuk per kecamatan di Kabupaten Lumajang pada tahun 2023 di tabel 3.8.

Tabel 3.8 Alokasi Pupuk Pertanian Kab. Lumajang Tahun 2023 Alokasi Sebaran Pupuk Kabupaten Lumajang Tahun 2023

NO KECAMATAN SK ALOKASI TOTAL %

1 Candipuro 2.953,00 2.691,52 91,15

2 Pasirian 3.427,87 3.181,50 92,81

3 Pasrujambe 1.311,00 1.246,69 95,09

4 Senduro 333,00 328,00 98,50

5 Gucialit 15,00 14,99 99,91

6 Tempursari 662,00 603,00 91,09

7 Pronojiwo 469,00 454,75 96,96

8 Tempeh 2.272,00 2.210,34 97,29

9 Lumajang 1.128,00 1.113,83 98,74

10 Sumbersuko 704,00 681,25 96,77

11 Tekung 1.467,00 1.402,99 95,64

12 Kunir 1.658,00 1.555,85 93,84

13 Yosowilangun 2.274,00 2.139,39 94,08 14 Rowokangkung 1.737,11 1.699,72 97,85

15 Jatiroto 1.361,00 1.338,92 98,38

16 Randuagung 1.741,00 1.656,34 95,14

17 Sukodono 1.097,21 1.048,82 95,59

18 Padang 337,10 332,70 98,69

19 Kedungjajang 576,00 562,07 97,58

20 Klakah 1.214,48 1.213,10 99,89

21 Ranuyoso 554,00 514,10 92,80

Total 27.291,76 25.989,86 95,23

Sumber: One Map Data Kabupaten Lumajang Tahun 2024; Data Sekunder

Secara umum, alokasi sebaran pupuk sebagai prasarana penunjang kegiatan pertanian di Kabupaten Lumajang sudah cukup optimal, dimana persentase sebaran pupuk di Kabupaten Lumajang mencapai 95% dari keseluruhan kecamatan. Hal ini menunjukkan adanya upaya pengembangan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Lumajang. Selain adanya prasarana pendukung berupa sebaran pupuk pertanian, di Kabupaten Lumajang juga terdapat beberapa gudang sebagai salah satu faktor penunjang kegiatan pertanian. Adapun gudang yang dimaksud berupa gudang penyimpanan yang dimiliki oleh Bulog, selaku penyedia beras dan tanaman pangan di Kabupaten Lumajang secara khusus. Meski demikian, secara eksisting di Kabupaten Lumajang masih belum tersedia terkait gudang pendingin, sebagai tempat penyimpanan dan pengawetan hasil pertanian dan peternakan, serta gudang logistik khusus pertanian. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengolahan secara langsung setelah melalui proses produksi, hasil pertanian tersebut langsung diolah

pada saat yang sama dan didistribusikan secara langsung di wilayah pertanian yang ada di Kabupaten Lumajang. Hal ini juga didukung dengan adanya kegiatan masif penjualan hasil pertanian di beberapa pasar di Kabupaten Lumajang, seperti di Pasar Agroindustri Senduro dan Pasar Induk Lumajang. Adapun rencana pengembangan prasarana pendukung kegiatan pertanian, berdasarkan dokumen Rencana Aksi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang Tahun 2023-2028, akan direncanakan terkait pengembangan gudang pengeringan tembakau, sebagai salah satu gudang logistik dan gudang transfer komoditas pertanian di Kabupaten Lumajang.