• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proteksi Data pada Jaringan Internet

A. Mengenal Jaringan Lokal dan Internet

3. Konektivitas Internet

Untuk membangun sebuah jaringan internet umumnya membutuhkan peralatan seperti repeater, bridge, router, dan gateway. Internet (Interconnection Network) secara harfiah sebagai hubungan antar jaringan komputer (network). Sedangkan network diartikan sebagai suatu sistem komunikasi data antar komputer. Komputer terhubung ke internet menggunakan modem yang

terhubung ke ISP. Jika user ingin terkoneksi ke internet menggunakan ISP, maka ISP harus menyediakan tempat atau terminal yang digunakan untuk mengakses jaringan disebut Point of Presence (POP). Beberapa jenis koneksi internet yang memberi peluang perangkat bisa terhubung ke dalamnya adalah sebagai berikut.

a. Konektivitas internet pada jaringan berkabel

Konektivitas internet pada jaringan berkabel pada umumnya memanfaatkan jaringan kabel telepon maupun televisi yang terhubung dengan Internet Service Provider.

Beberapa konektivitas pada jaringan berkabel antara lain sebagai berikut.

1) Dial-Up PSTN (Public Switched Telephone Network)

Perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan untuk melakukan dial-up connection, antara lain komputer, modem, dan saluran telepon. Untuk personal computer (PC), bisa menggunakan modem dial up yang dihubungkan melalui line telepon. Adapun modem berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet. Pada penggunaan akses dial up, ketika komputer tersambung ke server ISP, maka pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya tergantung lamanya koneksi. Selain modem dial-up terdapat modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang memiliki kecepatan tinggi, dikembangkan dengan teknologi Discrete Multy Tone (DMT). Modem dial-up secara fisik dibagi menjadi modem internal (56 Kbps) yang dipasang di dalam komputer pada slot ekspansi dan modem eksternal yang dipasang menggunakan kabel communication (serial).

2) ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

ADSL adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz.

Hal inilah yang menjadi penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem). Adapun bandwith maksimum yang didapat apabila menggunakan akses internet via ADSL adalah sebagai berikut.

No. Line rate Deskripsi

1. 384 kbps Bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 337 kbps dengan throughput rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 40 Kb/s

2.

512 kbps Bandwidth maksimum yang didapatkan mendekati 450 kbps dengan throughput rata-rata (kecepatan download) yang bisa didapatkan sekitar 52 Kb/s.

akses internet via ADSL

https://4.bp.blogspot.com/-

6O6q2nK8u04/VsSPwFmpJ_I/AAAAAAAADJQ/X0WQA59INno/s640/4405176-communication- object-plug-cable-to-adsl-modem-for-internet.jpg

3) LAN (Local Area Network)

Pada umumnya teknologi jaringan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer- komputer yang digunakan. LAN dapat dibedakan berdasarkan tiga karakteristik yaitu ukuran,

teknologi transmisi, dan topologi. Teknologi transmisi yang bisa digunakan adalah transmisi kabel tunggal. Kecepatan transmisi pada LAN biasa sekitar 10–100 Mbps dan faktor kesalahan kecil.

Topologi yang digunakan biasanya topologi Bus, Star dan Ring. Beberapa manfaat penggunaan LAN adalah Setiap user dapat berbagi pakai printer (printer sharing), Setiap user dapat melakukan

pertukaran file (sharing file) secara mudah (termasuk didalamnya menyimpan data secara terpusat/file server), serta setiap user dapat saling berkomunikasi menggunakan komputer.

LAN termasuk koneksi internet yang banyak dikenal saat ini. LAN (Local Area Network) identik dengan sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Akses internet melalui jaringan LAN dengan memanfaatkan komputer yang dihubungkan dengan penyedia layanan internet (ISP) melalui telepon kabel maupun nirkabel. Agar dapat terhubung dengan komputer server di LAN, maka komputer harus dilengkapi LAN card dan kabel UTP. Jaringan LAN sering disebut sebagai jaringan area karena terbatas untuk area kecil seperti pada lingkungan perkantoran di sebuah gedung, sekolah, atau kampus.

Jaringan Local Area Network (LAN)

https://pomdam12tanjungpura.files.wordpress.com/2012/02/619876_server1.jpg Ruang Komputer 1.8

Jenis-jenis Koneksi Internet Tujuan:

Mengamati jenis-jenis koneksi internet Alat dan Bahan:

Alat tulis Cara Kerja:

1. Amatilah jenis-jenis koneksi internet!

2. Tulislah jenis-jenis koneksi internet CPU pada Tabel 1.2!

3. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan jenis-jenis koneksi internet pada suatu format!

4. Buat kesimpulan dari hasil pengamatanmu dalam bentuk laporan.

Tabel 1.8 Jenis-jenis Koneksi Internet No. Deskripsi Dial-Up PSTN ADSL (Asymmetric

Digital Subscriber Line)

LAN

(Local Area Network)

Pertanyaan:

1. Apa sajakah jenis-jenis koneksi internet?

2. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan tersebut dalam bentuk laporan secara mandiri kemudian kumpulkan pada guru Anda.

a) Elemen dasar LAN (Local Area Network)

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu sebagai berikut.

(1) Komponen fisik berupa Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), kabel, dan topologi jaringan.

(2) Komponen software berupa sistem operasi jaringan, network adapter driver, dan protokol jaringan.

b) Prinsip kerja LAN (Local Area Network)

Prinsip kerja LAN (Local Area Network) sebagai network sejumlah sistem komputer dengan lokasi terbatas di dalam satu gedung, satu kompleks bangunan, atau suatu kampus serta tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media

komunikasinya adalah pemilik LAN (Local Area Network) itu sendiri. Dengan demikian, sebuah LAN (Local Area Network) dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN

mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN (Local Area Network) yang umumnya menggunakan hub/switch, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini posisi hub tidak memiliki pengetahuan dasar yang berhubungan dengan alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

4) Implementasi Jaringan LAN Pada Windows 10

Bila menggunakan Windows 10 setting jaringan LAN sedikit berbeda. Namun tetap bisa dilakukan dengan mudah. Adapun langkah-langkah koneksi internet dengan kabel LAN pada Windows 10 adalah sebagai berikut.

a) Diawali dengan klik menu Start kemudian pilih Setting. Selanjutnya pilih Network and Internet. kemudian pilih Ethernet dan lakukan perubahan pada Change Adapter Options.

Pilihan ethernet

https://i0.wp.com/www.duniaelektronik.net/wp-content/uploads/2020/04/1-.jpg?

resize=600%2C350&ssl=1

b) Selanjutnya akan dialihkan pada tampilan jaringan yang sedang aktif. Kemudian klik kanan kemudian pilih Properties.

Pilihan Properties

https://i0.wp.com/www.duniaelektronik.net/wp-content/uploads/2020/04/2-.jpg?

resize=600%2C350&ssl=1

c) Pilih menu Internet Protocol version 4 (TCP/IPv4) kemudian klik Properties.

Pilihan networking

Sumber : dokumen penerbit

d) Selanjutnya melakukan setting pada IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, Preferred DNS Server, dan Alternate DNS Server. Setelah itu, klik menu OK.

setting

Sumber : dokumen penerbit

e) Hal mendasar yang perlu diperhatikan setiap kali melakukan setting pada IP Address adalah mengakibatkan jaringan internet tidak berfungsi bila salah pengaturan. Ada baiknya mengetahui dahulu IP Address masing-masing komputer agar tidak salah saat melakukan setting. Untuk

mengetahui IP Address bisa menggunakan fasilitas CMD pada setiap komputer. Setiap komputer jelas memiliki IP Address yang berbeda.

Guna menambah pengetahuan yang berkaitan dengan materi jaringan lokal dan internet, maka kunjungi QR code berikut!

https://www.scribd.com/document/565541221/Implementasi-Konektivitas-Internet-Pada-Jaringan- Kabel

AKTIVITAS KELOMPOK (TUGAS) Kerjakan tugas berikut secara berkelompok!

Diskusikan bersama kelompok Anda terkait dengan konektivitas internet. Kemudian presentasikan hasil diskusi di depan kelas dan mintalah kelompok lain memberikan tanggapan!

b. Konektivitas internet pada jaringan nirkabel

Infrastruktur nirkabel diterjemahkan sebagai infrastruktur wireless radio. Konektivitas internet pada jaringan nirkabel pada dasarnya berupa jaringan internet yang tidak menggunakan kabel untuk menghubungkan satu perangkat dan perangkat lain.

1) GPRS (General Packet Radio Service)

Akses internet melalui GPRS membutuhkan telepon seluler dan SIM card yang dilengkapi fasilitas GPRS. Selain itu harus menyediakan kabel data, sinar infared, atau bluetooth untuk menghubungkan handphone dengan komputer. Kekurangan menggunakan GPRS adalah harus melakukan setting tertentu pada ponsel (telepon seluler). Kecepatan yang tersedia secara teoritis adalah 60 Kbps, tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia Iayanan. Pada umumnya, kecepatan aksesnya maksimal 12 Kbps, itupun jika sinyal handphone penuh.

2) WiFi (Wireless Fidelity)

Awalnya WiFi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan jaringan area lokal (LAN) saja, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memberi peluang pada seseorang menggunakan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau Personal Digital Assistant (PDA) untuk menghubungkan ke internet dengan menggunakan titik akses (hotspot) terdekat. WiFi (Wireless Fidelity) memiliki pengertian sebagai sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal tanpa menggunakan kabel (Wireless Local Area Networks/WLAN) berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Teknologi internet berbasis WiFi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16.

Perangkat WiFi sebenarnya bukan hanya bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Istilah WiFi pada dasarnya digunakan untuk teknologi

jaringan tanpa kabel yang dikeluarkan oleh WiFi Alliance. WiFi dikategorikan sebagai jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk mengirimkan data.

Gelombang yang umum digunakan di Indonesia berada pada frekuensi 2,4 GHz, dan 5,6 GHz.

Kelemahan akses internet melalui WiFi adalah tidak stabil karena media yang digunakan berupa gelombang elektromagnetik yang rentan terhadap cuaca. Perangkat kerasnya adalah PDA, laptop, atau notebook yang dilengkapi WiFi card.

3) Akses Satelit

Akses internet via satelit sebagai sebuah layanan Internet yang menggunakan antena parabola yang dapat menyediakan akses download hingga 400 kilobits per detik (400 kbps). Dalam hal ini, koneksi satelit yang mengorbit bumi menggunakan broadband tetapi tidak membutuhkan kabel atau saluran telepon sehingga dapat digunakan di mana saja. Dengan demikian, layanan ini sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Koneksi satelite VSAT merupakan koneksi yang cukup cepat namun termahal.

Koneksi ini harus menggunakan sebuah parabola khusus untuk menangkap signal satelit. Kecepatan dari 64 hingga 2Mb (berlaku hanya di Indonesia), di international lebih dari 2Mb.

Penggunaan satelit komunikasi

http://telco.co.zw/telco2017/wp-content/uploads/2017/07/VSAT-setup4.jpg

Bentuk komunikasi dengan satelit dapat dilihat pada implementasi VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang berfungsi sebagai stasiun penerima sinyal menggunakan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter yang mengarah ke sebuah satelit geo-stasioner.

Satelit geo-stasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi. Ada pun fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

Ayo lengkapi tabel berikut ini.

Tabel 1.6 Soal Tantangan

No. Jenis Koneksi Internet Definisi Peralatan

Yang Dibutuhkan

1. Dial-Up PSTN 2. ADSL

3. LAN