• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pendidikan Karakter

Dalam dokumen Hadis tarbawi (Halaman 39-200)

H. Evaluasi Pendidikan

I. Pendidikan Karakter

2. Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan pendidikan yaitu suatu perubahan yang diinginkan melalui proses pendidikan, baik dalam tingkah laku pada kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, dan alam sekitar maupun pada proses pendidikan serta pengajaran itu sendiri.

Dalam hal ini dasar atau sumber pendidikan Islam yaitu arah kemana anak didik akan dibawa. Secara ringkas tujuan pendidikan Islam yaitu ingin membentuk anak didik menjadi manusia muslim yang bertakwa kepada Allah SWT dan berkerpribadian muslim. 24 Tujan pendidikan Islam memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

24Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:

Amzah), hlm.28

- Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan di muka bumi dengan sebaik-baiknya.

- Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya di muka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah sehingga tugas itu akan terasa ringan.

- Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia.25

- Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya sehingga ia memiliki ilmu, akhlak dan keterampilan.

Beberapa hadist-hadist yang berkaitan dengan tujuan pendidikan Islam.

a. Bertakwa kepada Allah SWT

ِسإ َّ

نلإ ُم َر ْ ك َ

أ ْن َم :صلى الله عليه وسلم ِ َّ

للَّإ ُلو ُس َر َل ِئ ُس هنع الله ضر َ ة َر ْي َر ُ

ه ِرن َ أ ْن ع َ ِ َّ ِ

للَّ ْم ُ هإ َ

ق ْ ت َ

أ : َلإ َ ق ىرإخبلإ هإور

Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang siapa orang yang paling mulia. Beliau menjawab,

“Orang yang paling bertakwa kepada Allah.” (HR. Al-Bukhari) Hadis ini menunjukkan bahwa manusia yang paling mulia adalah yang paling tinggi ketakwaannya. Sikap takwa mengalahakan semua indikasi kemuliaan martabat yang lain.

Simbol-simbol kemodernan dan kesejahteraan yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat mengalahkan sikap takwa.

b. Beriman dan Berilmu

ي ِ ف ْ ي ِل ْلُق ِالله ُل ْو ُس َر َإي ُتْلُق لإق ي فقثلإ الله دبع نب نإيفس نع ) َ

ك َ ْري َ غ َ

ة َمإ َس ُ أ ي ِرن َ

أ ِث ْي ِد َح ي ِ ف َو( َك َد ْعَب إ ًد َح َ أ ُ

ه ْ ن ع ُل َ َ

أ ْس َ أ َ

لا ً لا ْو َ

ق ِم َ لا ْس ِلإ دمحأو ملسم هإور . ْم ِق ت ْسإ َ َ

ف ِلله ِإب ت ُ ن َمآ ْل ْ ُ ق َلإ َ

ق :

Artinya: Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi meriwayatkan bahwa ia berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullan, katakanlah kepada saya sesuatu tentang Islam yang tidak akan saya tanyakan lagi sesudah engkau.” Nabi berkata, “Katakanlah, ‟Saya beriman kepada Allah.‟ Lalu tetapkanlah pendirianmu.” (HR. Muslim dan Ahmad)

25Nurhilaliati. Pendidikan Islam dan Psikologi Humanistik Relasi atau Negasi, (Alam Tara Institue), hlm. 30

Hadist ini menunjukkan bahwa iman kepada Allah dan istiqamah dengan pengakuan keimanan itu merupakan suatu hal yang sudah cukup dan memadai bagi seorang muslim. Oleh karena itu para pendidik harus berusaha agar peserta didik memiliki iman yang kuat dan teguh pendirian dalam melaksanakan tuntutan iman tersebut. Segala aktivitas kependidikan agar diarahkan menuju terbentuknya pribadi-pribadi yang beriman.

c. Berakhlak Mulia

ِ َّ

للَّإ ُلو ُس َر ْن ُ ك َي ْم َ

ل َلإ َ

ق : ِن ْب ِ َّللَّإ ِدْبَع ْنَع -

صلى الله عليه وسلم

َ - لا َو إ ً

ش ِحإ َ ف

إ ً ق َ

لا ْ خ َ

أ ْم ُ ك ُ

ن ِسإ َح َ أ ْم ُ

ك َرإ َي ِخ َّ

ن ِؤ : ُلو ُقَي َنإَك ُهَّن ِإ َو ، إ ًش ِّح َفَت ُم

Artinya: Abdullah bin Amru berkata, “Nabi SAW bukan seorang yang keji dan tidak bersikap keji.” Beliau bersabda,

“Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari)

Hadist di atas menunjukkan bahwa misi utama Rasulullah SAW adalah memperbaiki akhlak manusia.26 Beliau melaksanakan misi tersebut dengan cara menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiasa menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku menempati posisi orangtuamu.

Aku akan mengajarmu. Apabila salah seorang kamu mau buang hajat, maka janganlah ia menghadap atau membelakangi kiblat, janganlah ia beristinja‟ dengan tangan kanan. Beliau menyuruh beristinja‟ dengan tiga batu dan melarang beristinja‟ dengan kotoran (najis) dan tulang.”

Hadist di atas mengatakan bahwa Rasulullah bagaikan orangtua bagi para sahabatnya. Karena Rasulullah mengajarkan kepada sahabatnya seperti orangtua mengajarkan kepada anak-anaknya.

- Sebagai pewaris Nabi

ُلو ُ ق َي َم َّ

ل َس َو ِهْي َ

ل ع َ للَّإ ُ َّ َّ

لى َص ِ َّ

للَّإ َلو ُس َر ُ

ت ْع ِم َس لإق ئإدرد رنأ نع

َّ نِإ َو ِةَّن َج ْ لإ َ

ل ِؤ إ ً قي ِر َ

ط ِهِب للَّإ ُ َّ ك َ َ ل َس إ ًم ْ

ل ِع ِهي ِف ي ِ غ ت ْب َي إ َ ً

قي ِر ط َ ك َ َ ل َس ْن َم

َّ نِإ َو ِم ْ ل ِع ْ

لإ ِبِلإ َ ط ِل ًءإ َ

ضِر إ َهَت َحِن ْج َ أ ُع َ

ض َ ت َ

ل َ ة َ

ك ِئ َ لَ َم ْ

ُ لإ ه َ

ل ُر ِف ْ غ َ

ت ْس َي َ ل َم ِلإ َع ْ

لإ ِم ِلإ َعْلإ ُل ْضَف َو ِءإ َم ْ

لإ ي ِ ف ُ نإ َ

تي ِح ْ

لإ َّر ن َح ِض ْر َ ْ

لْإ ي ِ ف ْن َم َو ِتإ َو َم َّسلإ ي ِ ف ْن َم ِءإَيِب ْ

ن َ ْ لْإ ُ

ة َ ث َر َو َءإ َم َ

ل ُع ْ لإ َّ

ن ِؤ ِب ِكإ َو َكْلإ ِر ِئإ َس َلى َع ِر َم َقْلإ ِل ض ْ َ ف َ

ك ِدِبإ َعْلإ َلى َع

َ ل َءإ َي ِب ْ ن َ ْ

لْإ َّ

ن ِؤ ِهِب َ

ذ َ خ َ

أ ْن َم َ ف َم ْ

ل ِع ْ لإ إو ُ

ث َّر َو إ َم َّ

ن ِؤ إ ًم َه ْر ِد َ لَ َو إ ًرإ َ

ني ِد إو ُ ث ِّر َو ُي ْم

مىرإدلإو دوإد وبأو ر فهيبلإو دمحأو ىذم ر يلإ هإور . ٍر ِفإ َو ٍّظ َح ِب َ ذ َ

خ َ أ

Artinya: Abu Darda‟ berkata aku mendengar Rasulullah bersabda “Siapa yang menempuh jalan mencari ilmu, akan dimudahkan oleh Allah jalan untuknya ke syurga.

Sesungguhnya, malaikat merentangkan sayapnya karena senang kepada para pencari ilmu. Sesungguhnya pencari ilmu dimintakan ampun oleh orang yang ada di langit dan bumi, bahkan ikan yang ada dalam air. Keutamaan orang berilmu dari orang yang beribadah adalah bagaikan keutamaan bulan di antara semua bintang. Sesungguhnya, ulama adalah pewaris para nabi. Mereka tidak mewariskan emas dan perak melainkan mewariskan ilmu. Siapa yang mencari ilmu hendaklah ia mencari sebanyak-banyaknya.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Abu Darimi)

Hadist di atas menjelaskan betapa pentingnya orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Pendidik, seperti guru adalah orang

yang berilmu pengetahuan. Dengan demikian ia termasuk kategori ulama. Jadi ia adalah pewaris para nabi.

Pendidik dalam pendidikan Islam ada beberapa macam:

a) Allah SWT

Allah sebagai pendidik dapat dipahami dalam firman- firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

b) Nabi Muhammad SAW

Nabi sendiri mengidentifikasi dirinya sebagai muallim.

Nabi sebagai penerima wahyu al-qur‟an yang bertugas menyampaikan petunjuk-petunjuk kepada seluruh umat Islam kemudian dilanjutkan dengan mengajarkan kepada manusia ajaran-ajaran tersebut.

c) Orang Tua

Pendidik dalam lingkungan keluarga adalah orang tau, hal ini disebabkan karena secara alami anak-anak pada masa awal kehidupannya berada di tengah-tengah orang tua dari merekalah anak mulai mengenal pendidikannya.

d) Guru

Guru merupakan pendidik di persekolahan. Dimana guru lebih mengajarkan ilmu pengetahuan di dalam lingkungan sekolah.

4) Materi Pendidikan Islam

Materi pendidikan yaitu bahan-bahan atau pengalaman belajar ilmu agama Islam untuk disampaikan kepada anak didik.

1). Pendidikan Akidah

Pendidikan akidah adalah proses pembinaan dan pemantapan kepercayaan dalam diri seseorang sehingga menjadi akidah yang kuat dan benar. Proses tersebut dapat dilakukan dalam bentuk pengajaran, bimbingan dan latihan.

Pendidikan akidah merupakan inti dan dasar keimanan seseorng yang harus ditanamkan sejak kecil. Oleh karena itu Islam menempatkan pendidikan akidah ini pada posisi yang mendasar yakni sebagai rukun yang pertama dalam

rukun Islam yang kelima sekaligus sebagai pembeda antara orang Islam dan non-Islam.27

2). Pendidikan Ibadah

Pendidikan ibadah yang dimaksud adalah proses pengajaran, pelatihan, dan bimbingan dalam pengamalan ibadah khusus. Materi dalam pendidikan ibadah meliputi shalat, puasa, zakat, dan haji.

Para guru dan orangtua hendaknya menjelaskan kepada anak-anak tentang pentingnya ibadah, serta lengkap dengan rukun-rukunnya, seperti sholat, zakat dan haji.

Selain itu, perlunya disiapkan emosional anak saat membicarakan berbagai bentuk ibadah agar mereka merindukan ikatan dengan Allah SWT dan beribadah dengan cara yang benar.28

3). Pendidikan Akhlak

Kata akhlak adalah bentuk jamak dari kata khuluq yaitu budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Pendidikan akhlak adalah proses pembinaan budi pekerti anak sehingga menjadi budi pekerti yang mulia (akhlak karimah). Proses tersebut tidak lepas dari pembinaan kehidupan beragama peserta didik.

Sebagaimana hadist yang di riwayatkan oleh At-Tirmidzi:

Artinya:Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang penyebab utama yang dapat memasukan (seseorang) kedalam surga. Beliau menjawab, ―Bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia.‖ Beliau ditanya pula tentang penyebab utama yang dapat membawa orang ke neraka. Beliau menjawab, ―Mulut dan kemaluan.‖ (HR. At-Tirmidzi)

Amalan yang paling banyak membuat orang masuk surga adalah akhlak mulia (akhlaqul karimah). Nabi Muhammad Saw bersabda,

ِ َّ

للَّ َ إ ىو ْ

ق َ ت َ

ة ن َج َّ ْ ل َ

إ ُل ِخ ْ د ُي إ َم ُ ي ََ ْ

ك َ أ ُن ْس ُح َو

ِق ُ ل ُ

خ ْ ل َ

إ

27Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:

Amzah), hlm. 38-41

28Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:

Amzah), hlm. 41

―Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia‖ (HR At-Tirmidzi, Ibnu Maajah dan Al-Haakim).

Hal itu dikarenakan akhlak mulia merupakan timbangan amal baik paling berat. Dari Abu Darda‟ ra., Nabi Muhammad Saw bersabda,

َّ نِإ َو ِق ُ ل ُ

خ ْ

لإ ِن ْس ُح ْن ِم ُل َق ْ ث َ

أ ِنإ ي ِم َ ر ْ

لإ ِ ف ُع َ

ضو ُي ٍء ْ ش ْن ِم إ ََ َم ِن ْس ُح َب ِحإ َص

ِِقُلُخْلا

ْب َي َ ِة َ ل

لا َّصلإ َو ِم ْو َّصلإ ِب ِحإ َص َة َج َر َد ِهِب ُغ ُ ل

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlaq yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR Tirmidzi)

ْن ِم إ َم

ِ ء ْيَش

ِن ْس ُح ْن ِم ِة َمإَي ِقلإ َم ْوَي ِن ِم ْ

ؤ ُملإ ِنإ ي ِم ي ِ َ ْ ر ف ُل َ ق ْ

ث َ أ ي ِذَبلإ ُش ِحإ َ

فلإ ُض ِغْب ُي َالله َّن ِإ َو ، ِق ُ ل ُ

خلإ

―Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlaknya yang baik.

Allah sangat membenci orang yang kata-katanya kasar dan kotor.”

Dari hadist diatas terlihat bahwa Rasulullah SAW sangat menginginkan umatnya berakhlak mulia. Untuk mencapai keinginan tersebut, beliau menggunakan motivasi, targhib, dan tarhib. Untuk bertakwa kepada Allah SAW dan berakhlak mulia, diperlukan perjuangan yang berat karena manusia menemui banyak rintangan dalam kehidupannya.

4). Pendidikan Hati

Pendidikan hati merupakan bagian dari pembinaan rohani yang ditekankan pada upaya pengembangan potensi jiwa manusia agar senantiasa dekat dengan Allah SWT, cenderung kepada kebaikan, dan menghindar dari kejahatan.

َّ ن ِؤ َمَّل َس َو ِهْي َ

ل ع َ للَّإ ُ َّ َّ

لى َص ِ َّ

للَّإ ُل ْو ُس َر َلإ َ ق ، َلإ َ

ق َ ة َر ْي َر ُ

ه ي ِرن َ أ ْن ع َ ْم ُ

ك ِلإ َو ْمَإ َو ْمُكِر َو ُص َلِؤ ُر ُ ظ ْ

ن َي َ لا للَّإ َ ّ ْم ُ

كِب ْوُلُق َلِؤ ُر ُ ظ ْ

نَي ْن ِك َ ل َو

ْم ُ ك ِلإ َم ع ْ َ

أ َو

Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ―Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan

hartamu, tetapi Dia melihat hati dan pekerjaanmu.” (HR. Ibnu Hibban)

Dari hadist di atas, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah SWT lebih menghargai hati yang bersih dan amal yang shaleh daripada bentuk tubuh yang cantik, gagah, dan harta yang banyak. Kita sebagai hamba Allah harus berupaya mendapatkan yang lebih baik menurut Rabb-Nya.

5). Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan total yang mencoba mencapai tunjuan untuk mengembangkan kebugaran jasmani, mental, sosial, serta emosional bagi masyarakat dengan wahana aktivitas jasmani.29 Diantara tujuan pendidikan jasmani adalah menjaga dan memelihara kesehatan badan termasuk organ-organ pernapasan, peredaran darah dan pencernaan, melatih otot-otot dan urat saraf, serta melatih kecekatan dan ketangkasan.

- Memanah - Berkuda

- Menjaga pola makan - Menjaga kebersihan 6). Pendidikan Sosial

Pendidikan sosial adalah proses pembinaan kesadaran sosial, sikap dan keterampilan sosial agar anak dapat hidup dengan baik serta wajar ditengah-tengah lingkungan masyarakat. 30

7). Pendidikan Intelek/Akal

Pendidikan akal adalah proses meningkatkan kemampuan intelektual dalam bidang ilmu alam, teknologi, dan sains modern sehingga anak mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai ilmu Allah SWT dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh-Nya.

29Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:

Amzah), hlm.49

30 Ibid, hlm.55

Dari ibnu Umar, ia berkata, ―Rasulullah SAW bersabda,

‘Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah SWT dan jangan kamu memikirkan Dzat-Nya.‘‖ (HR. Ath-Thabrani)

Dalam hadist ini Rasulullah SAW mendorong umatnya agar berpikir sebebas-bebasnya, asal di daerah ciptaan Allah SWT, alam semesta. Akan tetapi, karena keterbatasan akal, Dia melarang memikirkan Dzat-Nya, karena akan menimbulkan kesalahan dan kerusakan.

8). Pendidikan Seksual

Islam begitu gigih menyeimbangkan pertumbuhan manusia sehingga pembentukannya sesuai dengan tabiat yang telah diciptakan Allah SWT. Dorongan seksual yang telah diciptakan oleh Allah dalam diri manusia menjadi sebab kelangsungan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Allah SWT telah menjadikan masa tertentu untuk melakukan hal ini agar manusia dapat meneruskan keturunan. Agar dorongan seksual pada diri anak berjalan dengan normal tanpa ada pembangkit dari luar yang menyebabkannya menyimpang dari prilaku yang lurus, Islam menjaga anak dan menuntutnya dengan berbagai perintah dan larangan. Hal itu dimaksudkan agar dorongan seksual yang dimilikinya dapat terarah secara baik, tetap seimbang, dan bersih tanpa adanya penyimpangan.

Lalu apa saja kaidah-kaidah yang digariskan Rasulullah SAW di dalam membina dorongan seksual anak? Kaidah- kaidah tersebut antara lain memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan, posisi tidur miring ke kanan, tidak melungkup, membiasakan anak menundukan pandangan, dan memelihara aurat.

5) Metode Pendidikan

Metode pendidikan Islam merupakan cara yang dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan materi kepada anak didik. Metode disini mengemukakan bagaimana mengolah, menyusun dan menyajikan materi pendidikan Islam agar materi pendidikan Islam

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia (peserta didik). Lingkungan dapat berupa manusia dan dapat pula berupa nonmanusia, seperti tumbuhan, hewan, gunung, sungai, laut, dan udara. Lingkungan juga merupakan salah satu faktor bagi berlangsungnya proses pendidikan, karena lingkungan bisa mempengaruhi perilaku peserta didik, apabila lingkungannya menunjang untuk mengarah kebaikan maka peserta

didik menjadi baik pula, dan apabila sebaliknya. Lingkungan tersebut dapat berupa tempat tinggal, keluarga, teman, dan lain- lain.

7) Evaluasi dalam Pendidikan Islam

Evaluasi adalah suatu proses penaksiran terhadap kemajuan pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan. Sedangkan evaluasi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menetukan taraf kemajuan aktifitas/pengetahuan peserta didik di dalam pendidikan Islam.

Evaluasi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kadar pemahaman peserta didik mengenai pelajaran, ini juga bisa menentukan siapa peserta didik yang cerdas dan lemah, kemudian peserta didik yang lemah kita berikan perhatian khusus agar kekurangannya bisa tertutupi.

3. Pendidikan Keluarga

a. Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

Demi putra-putri kesayangannya, terkadang para orangtua bekerja di luar daerah. Siang harinya di kala musim panas, mereka berpacu dengan teriknya sinar matahari yang menyengat sebagian tubuhnya. Sementara di musim hujan, merekapun harus rela diguyur hujan demi mendapatkan rezki. Tidak jarang pula mereka melanjutkan pekerjaannya di malam hari tanpa mengenal lelah, tanpa memperhatikan kesehatannya. Mereka rela makan dan minum seadanya, yang penting kebutuhan dan biaya pendidikan putra- putrinya terpenuhi. Mereka tidak sedih hidup dalam kondisi serba kekurangan dan keterbatasan. Namun mereka akan sedih manakala tidak bisa memenuhi permintaan putra-putrinya untuk membeli keperluan sekolahnya.

Karena kerja keras yang dilakukan orangtua, terkadang menyebabkan mereka menderita sakit. Namun mereka berusaha menyembunyikan rasa sakit yang ia derita di hadapan keluarganya.

Mereka tidak tega mengganggu kebahagiaan dan keceriaan keluarganya lantaran mengetahui penyakit yang ia derita. Itulah gambaran sikap dan kegigihan orangtua yang menginginkan kebahagiaan hidup keluarganya. Itu semua mereka para orang tua lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga, demi melanjutkan

pendidikan putra-putrinya. Mereka, para orangtua, ingin melihat putra-putrinya menjadi orang yang sukses, orang yang bermanfaat, baik bagi diri, keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Mereka, para orang tua tidak ingin melihat anak-anaknya menjadi kutu yang mengganggu kehidupan dan ketenteraman masyarakat sekitarnya.

Mereka, para orangtua tidak ingin melihat anak-anaknya menjadi beban bagi keluarga atau orang lain. Allah swt berfirman dalam al- qur‟an surah an-Nisa ayat 9:

































Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Sebagai orangtua yang telah dikaruniai putri maupun putri, hendaknya bersyukur pada Allah swt atas amanah yang Allah berikan kepadanya. Bersyukur kepada allah karena kita diberi anugrah dan amanah berupa anak. 31

Setiap keluarga berkeinginan mempunyai anak karena anak adalahperhiasan dunia dan akhirat. Anak adala penghibur, penyejuk, penerus keturunan, dan tumpuan harapan orangtua.

Anak merupakan anugerah dan amanah dari Allah yang harus disyukuri. Lukmanul Hakim adalah orang tua yang patut diteladani dalam mendidik anak dan keluarganya. Ia menginginkan anak dan keluarganya selalu bersyukur, seperti firman allah dalam surah Luqman : 12, yaitu :







































Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang

31Heri Jauhari Muchtar, Fikih Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), Cet. Ke-1, hlm, 75.

bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".( QS Luqman : 12 )

Sebagai tanda syukur karena dianugerahi anak oleh Allah SWT.

Maka kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk beraqiqah. Aqiqah merupakan salah satu bentuk syukur seorang hamba yang dikaruniai rezeki berupa lahirnya seorang anak di muka bumi. Beberapa bentuk kewajiban orangtua terhadap anaknya, antara lain:

1) Mengadzani Bayi Baru Lahir

ُ الله ِّ

لى َص الله ُلو ُس َر ُ ت ْي َ

أ َر :لإق هيبأ نع عفإر ي رنأ نب اللهدبع نع ي ِ

ف َ ن َّ

ذ َ أ َم َّ

ل َس َو ِهْي َ ل ع َ ن َس َح ْ

لإ ِن ُ ذ ُ

ُ أ

ث ْي َح َ ْر ي ِح ِّ ي َ لى ع نب َ ة َم ِط إ َ

ف ه ُ ْ ت َ

د َ ل َو

وبإ هإور( ِة لا َّصل إ ِب دوإد

)

Dari Ubaidillah bin Abu Rafi‘ dari bapaknya ia berkata, ‖ aku melihat Rasulullah SAW. Mengumandangkan azan layaknya adzan sholat pada telinga Al Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh ibunya, Fatimah.‖ (HR. Abu Dawud)

Kalimat-kalimat seruan seperti adzan, kalimat syahadat dan yang mengandung keagungan Allah SWT.yang menjadi syarat masuk Islam.

Tidak dipungkiri lagi pengaruh adzan bisa masukkedalam hati meskipun ia tidak merasakan. Seruam adzan juga mengandung faedah lain yaitu larinya setan ketika mendengar adzan seakan-akan ia menjaganya dan mengawasi sampai melahirkan. Hal ini senada dengan hadist Rasulullah SAW. Yang lain dari Hasan bin Ali yang menyebutkan,

“Barang siapa mendapat kelahiran anak, lalu ia adzan ditelinga kanannya dan iqomah ditelinga kirinya maka setan tidak akan mengganggunya”.

2) Beraqiqah, yakni menyembelih dua ekor kambing apabila anak laki-laki; dan satu ekor kambing bagi anak perempuan.

Aqiqah yaitu penyemblihan hewan (kambing) pada hari ketujuh kelahiran anak. Dengan ketentuan anak laki – laki disemblihkan dua kambing, dan anak perempuan satu ekor kambing.

Dalam sebuah hadist dijelaskan

:

َم َّ

ل َس َو ِهْي َ

ل ع َ الله ُ ِّ

لى َص ِالله ُل ْو ُس َرإ َ ن َر َم َ

إ : ت ْ َ ل إ َ

ق َ ة َ

ش ِئ إ ع ْ َ ي ع َ

ْ ن َ

َّ إ ق ِع ُ

ن

ٍة إ َ

شِب ِة َي ِر إ َجْلإ ِن َ ع َو ِ ي ْ ر َ

ت إ َ شِب ِم َ

لَ ُ غ ْ

لإ ِن ع َ

Berkata ‗Aisyah, ― telah menyuruh rasulullah SAW. kepada kita supaya menyembelih aqiqah untuk laki – laki dua ekor kambing, dan untuk perempuan satu ekor kambing ( HR. Tirmizi dan Ibnu Majah).

Kemudian Rasulullah juga bersabda :

ِعِب إ َّسلإ ِم ْوَيْلإ ِف ُهْنَع ُحَب ْ ذثت ِهِت َ

ق ْي ِق َعِب ٌن َهَت ْر ُم ُم َلَل ُغْلَإ ُي َو

ُ ق َ

ُ ل ْح ه ُس ْ أ َر

َّ

مّ َس ي َو ُ

Anak yang baru lahir menjadi titipan sampai disemblihkan baginya aqiqah pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama” ( HR. Ahmad dan Tirmizi).

Aqiqah ini sunnah dilaksanakan bagi orangtua yang mampu. Apabila terpaksa, karena belum mampu, untuk aqiqah anak lelaki boleh satu ekor kambing. Ketentuan tentang hewan untuk aqiqah sama dengan ketentuan hewan qurban, yakni tidak cacat dan cukup umur. Bedanya untuk aqiqah disunahkan dimasak terlebih dahulu baru kemudian dibagikan kepada fakir miskin. Bagi yang beraqiqah juga diperbolehkan memakan sedikit dagingnya, sekedar mencicipi.

Seperti yang dijelaskan oleh hadis ( yang kedua diatas) bahwa dihari ketujuh kelahiran anak ituselain beraqiqah juga disunahkan mencukur rambut bayi tersebut ( sampai bersih) dan memberi nama yang baik.

Makna ini adalah makna yang menurut sebagian ulama dikatakan sebagai makna hadits yang terbaik berkaitan dengan hadits tersebut. Berikut kami nukilkan redaksi haditsnya beserta pernyataan para ulama tentang hadits itu. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda:

ٍم َ لَ ُ

غ ُّل ُ ك ٌن َه َ

ت ْر ُم ، ُ

ه ُس ْ أ َر ق ُ َ

ل ْح ُي َو ، ِعِبإ َّسلإ َم ْوَي ُهْن َع ُحَب ْ ذ ُ

ت ، ِهِت َ قي ِق َعِب

َّ

مّ َس ي َو ُ

Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan baginya pada hari ke tujuh, di cukur rambutnya dan diberi nama ( HR. Abu Dawud no. 2838, At-Tirmidzi no. 1522,

An-Nasa‟I no. 4220, Ibnu Majah no. 3165, dishahihkan oleh Ibnul Mulaqqin dalam Al-Badrul Munir: 9/333, dishahihkan pula oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami‟: 4123).

3) Memberi nama yang baik dan mulia.

Hubungan antara hak dan kewajiban memang seakan- akan tidak bisa dipisahkan.Adanya kewajiban melaksanakan sesuatu menjadikan ha katas sesuatu pula. Karena itu, jika seorang anak telah mempunyai hak dari orang tua untuk mendapatkan nama yang baik, maka sang orabg tua juga mempunyai kewajiban menamai anaknya dengan nama yang baik.32

Dalam Islam, nama mempunyai nama yang sangat penting.

ْم ُ

ك ِئإ َم ْسَإ ِب ِة َم إَي ِق ْ لإ َم ْو َي َ

ن ْو ع َ ْ د ُ

ت ْم ُ ك َّ

ن ِإ إ َم ْس َ

إ إ ْو ُ

ن ِس ْحَإَف ْمُكِئ إَبَإ ِءإ َم ْس َ إِب َو

ْم ُ ك َ

ئ

sesungguhnya kamu sekalian pada hari kiamat akan dipangil dengan nama kamu sendiri dan nama bapak kamu. Karena itu perindahlah nama kamu”. (HR. Abu Daud).

Nama mempunyai efek psikologis bagi yang memilikinya. Oleh karena itu dalam Islam tidak boleh memberi nama kepada anak secara asalan. Pada saat Rasulullah masih hidup beliau sering menganti nama – nama sahabat dan kaum muslimin yang kurang bagus menjadi lebih bagus.

Selain mengandung efek psikologi, nama juga sebenarnya harus mengandung makna yang baik, oleh karena itu dalam memberi nama hendaknya mengandung makna pujian, mengandung do‟a dan harapan, serta mengandung makna semangat.

Rasulullah menganjurkan umatnya agar memberi nama anaknya dengan nama para Nabi.

berilah nama (anakmu) dengan nama para Nabi‖(HR. Abu Dawud dan Nasa‟i).

32M. Nipan Abdul Halim, Mendidik Kesalehan Anak, (Jakarta: Pustaka Ami, 2001), hal.48.

Dalam hadis lain Rasulullah menganjurkan untuk memberi nama seperti dirinya yaitu Muhammad, “Alangkah baiknya jika ada dalam rumahnya (orang Islam) orang yang bernama Muhammad, daan dua orang yang bernama Muhammad, dan tiga orang bernama Muhammad‖(HR. Ibnu Sa‟id dari Usman Al Umri).

Diperbolehkan juga mengunakan nama sifat-sifat Allah yang mulia (yang mulia) namun dengan menambahkan nama abdul ( hamba) didepannya. Dan diperbolehkan memberi nama anak perempuan menggunakan nama – nama perempuan yang shalih terdahulu.

Nama tidak hanya terpakai semasa hidupnya tetapi sampai akhirat. Diwaktu hisab kita akan dipanggil dengan nama didunia begitu juga di alam – alam lain. Oleh karena iu hendaknya para orang tua memberi nama yang baik dan indah kepada anak – anaknya, nama yang mengandung pujian, doa, harapan dan semangat.

4) Menyusui selama dua tahun,

Secara fitrah begitu bayi lahir ia membutuhkan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang tepat bagi bayi adalah ASInya sendiri. Adapun masa waktunya menyusui dianjurkan dalam Islam adalah dua tahun. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur‟an “

إ َ

ض َّرلإ َّم ِت ُّي ْنَإ َدإ َرَإ ْن َمِل ِ ْري َ ل ِم إ َ

ك ِ ي ر ْ َ ل ْو َح َّن ُ

ه َ د َ

لَ ْو َ

إ َن ْع ِض ْر ُي ُت َد ِل َوْلإ َو ِة َع . : هرقبلإ ۳۲۲

para ibu hendaklah menyusui anak – anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” ( Al Baqarah : 233 )

Ibnu katsir dalam menafsirkan ayat tersebut mengatakan “ayat ini memberi petunjuk kepada para ibu agar menyusui anak-anak mereka dengan sepenuhnya, atau prnyusuan sempurna, yaitu selama dua tahun. Dan lebih dari dua tahun. Dan lebih dari dua tahun tidaklah dikatakan menyusui lagi”. Dengan kata lain selepas dua tahun boleh tidak disusui lagi atau disapih.

Ketika seorang ibu menyusui bayinya maka akan terjalinlah kontak batin diantara keduanya. Ibu akan semakin

Dalam dokumen Hadis tarbawi (Halaman 39-200)