E. Pendidikan Keluarga
1. Pentingnya Pendidikan Keluarga
Seorang siswa hendaknya mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan oleh gurunya karena itu adalah salah satu kunci kesuksesan bagi masa depan siswa itu sendiri, dan agar ilmu yang telah dituntutnya mempunya manfaat bagi diri dan orang lain.66
g. Jangan Berbicara Jika tidak Diajak Berbicara Oleh Guru Hubunga antara siswa dan guru dalam proses pendidikan sangatlah dianjurkan. Namun perlu diketahui bahwa terdapat batasan-batasanyang perlu dilakukan oleh siswa untuk menjaga kesopanan terhadap ilmu dan gurunya, seperti yang diterangkan al-ghazali dalam kitab ihya‟ulumuddin sebagai berikut:
“Dan ketika guru berfikir sesuatu maka pelajar tidak boleh berbiara, yaitu seperti aku berbiara atau seperti ini berfikir bagiku atau seperti fulan berkata” 67.
Maksdunya disini ialah ketika guru sedang mengajar atau memikirkan sesuatu serang siswa tidak boleh melontarkan pertannyaan kepadanya karna bisa membuat apa yang dipikirkan itu menghilang dari fikirannya.
Sehingga pendidikan yang paling banyak doterima oleh anak adalah keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dar kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempatdalam keadaan saling keterganutngan yang bertujuan untuk menciptakan, memperthanakan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
Fungsi dan peranan keluarga, disamping pemerintah dan masyarakay dalam sisdiknas Sistem Pendidikan Nasional, indonesia tidak terbatas pendidikan kleuarga saja, melainkan turut serta tanggung jawab terhadap pendidikan lainnya. Pendidiakn keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan lainnya. Lingkungan keluarga sungguh-sungguh merupakan pusat pendidikan yang paling penting dan menetukan, karena itu tugas pendidikan adalah mencari cara, membantu para orang tua dalam mendidik anakanaknya dengan optimal. Keluarga juga membina dan mengembangkan perasaan sosial anak seperti menghargai kebenaran, toleransi, hiudp hemat, sehat, saling tolong menolong, dan lain-lain.
Pendidikan dalam keluarga mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter individu anak. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya motivasi dan rangsangan terhdap anak dalam memahami, menerima, dan meyakini serta mengamalkan ajaran Islam. Namun jika di lingkumgan keluarga terdapat pengaruh yang negatif seperti menghalangi atau kurang menunjang dalam memahami ajaran Islam tersebut, maka perlu menerim ajaran keimanan terlebih dahulu secara mendasar, dengan begitu orang tua akan lebih mudah membentuk anak mencapai akhlak yang mulia68.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan keluarga ini adalah tempat yang sebik-baiknya untuk melakukan pendidikan sosial, sehingga bolehlah dikatakan bahwa keluarga itulah tempat pendidikan yang lebih sempurna sifat dan wujudnya daripada pysat lain-lainnya, untuk melangsungkan pendidikan kearah kecerdasan budi pekerti dan sebagai persediaan hidup kemasyarakatan69.
Dalam sejarah perkembangan lain juga dapat diketahui behwa sebelum berdakwah kepada masyarakat luas, Rasulullah SAW
68 Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam, h.319-320
69 Ki hajar dewantara, Bagian Pertama Pendidikan, h.374
diperintahkan untuk berdakwah kepada anggota kelurga dan kerabat dekat lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi keagamaan dan keselamatan keluarga harus lebih di prioritaskan. Pada hakekatnya dari kebaikan dan keselamatan keluarga akan kuncul kebaikan dan keselamatan masyarakat dan negara. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 6.
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Dalam ayat tersebut, Allah telah memerintahkan kepada orang- orang yang beriman agar memelihara dirinya dan keluarganya. Dan agar ia melarang dirinya beserta semua orang yang berada dibawah tanggung jawabnya untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Suapaya ia mengajar, mendidik, dan memimpin mereka dengan perintah Allah SWT. Ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa atas dasar tugas atau keduduknnya, orang tua mempunyai kewajiban mendidik anakanaknya sebagai upaya dalam memelihara dirinya dan keluarganya dari api neraka. Oleh karena itu, ayat tersebut dapat dijadikan dasar untuk pendidikan anak dalam keluarga.
Komponen utama dalam keluarga adalah orang tua. Mereka adalah orang yang paling berpeluang mempengaruhui anaknya. Hal itu dimungkinkan karena merekalah yang paling awal bergaul dengan anaknya, paling dekat dalam berkomunikasi, dan paling banyak menyediakan waktu untuk anak terutama ketika ia masih kecil. Tidak sulit dipahami jika orang tua memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan anaknya. Sehubungan dengan ini, terdapat hadits yang membahasnya,
ِد ْب َ ح
ع ِن ْب َة َمَل َس ن ي ِر َ أ ْن َ
ع ِّيِر ْ ه زلإ ْن ُّ َ
ع ٍب ْ ئ ِذ ي ِرن َ
أ ُن ْبإ إ ن َ َ ث َّ
د َح ُم دآ إ َ ن َ َ ث َّ
ُ َّ د
للَّإ َ ي ِ ض َر َ ة َر ْي َر ُ
ه ي ِرن َ أ ْن َ
ع ِن َم ْح َّرلإ ِهْي َ
ل ع َ للَّإ ُ َّ َّ
لى َص ُّ ي ِر ن نلإ َلإ َّ َ ق َلإ َ
ق ه ُ ن ْ ع َ
ْو َ
أ ِه ِنإَ صْ ِّ َ ن ُي ْو َ
أ ِهِنإ د ِّو َه ُي َ هإ َو َب ُ َ أ َ
ف ِة َر ْط ِف ْ لإ َ
لى ع َ ُ د َ
لو ُي ٍدو ُ ل ْو َم ُّل ُ
ك َم َّ
ل َس َو إ ع َ ْ
د َج إ َهي ِف ى َر َ ت ْل َ
ه َ
ة َمي ِه َبْلإ ُجَتْنُت ِة َمي ِهَب ْ لإ ِل َ
ث َم َ
ك ِهِنإ َس ِّج َمُي ء
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?"70.
Hadits diatas menjelaskan tentang status fitrah seiap anak, bahwa statusnya bersuh, suci, dan Islam naik anak seorang muslim ataupun anak orang non-muslim. Kemudian kedua orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keIslamannya atau bahakan mengubah menjadi tidak muslim. Hadits ini memperkuat bahwa pengaruh orang tua sangat dominan dalam membentuk kempribadian seorang dibandingan denganfaktor-faktor pengarh pendidikan lain.
Kedua orang tua mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik anaknya. Inti fitrah adalah cptaan awal, asal kejadian, insting, dan bawaan sejak lahir, baik berbentuk fisik, psikis, rohani tau sifat, dan norma, baik pada makhlukmanusia atau yang lain.
Dalam hal ini, konsep pendidikan dalam sunah ada kemiripan dengan aliran konvergensi yang dipelopori oleh William Stern, sekali pun tidak akan sama persis dan memang berbeda. Teori aliran konvergensi ini adalah mengompromikan dua teori aliran pendidikan di atas, yaitu melegintasi adanya potensi bakat anak sekalipun yang tidak baik dan perlunya pengaruh pendidikan71.
Pendidikan fitrah tergolong aspek pendidikan keimanan yang sangat urgen, karena ia adalah pendidikan tauhid, dan pendidikan akidah yang merupkan landasan aspek-aspek pendidikan lain. Apabila pendidikan fitrah ini dulaksanakan secara objektif dan sesuai dengan
70 Lihat pula ibnu hajar al-asqalani, Fath Al-Bahri Pemjelasan Kitab Shahih Al- Bikhari, juz III, (Jakarta;pustaka azzam,2006), hlm.619
71 Ibid
fitrahnya, maka aspek-aspek pendidikan lain pun akan menjadi baik pula, seperti pendidikan akhlak, jasmani, akli, nafsani, ijtim‟i72.
Terjadinya dekadensi moral dikalangan para remaja, kebobrokan akhlak suatu bangsa, salah satu faktor penyebabbya karena orang tua dan masyarakat kurang memerhatikan pendidikan fitrah ini. Atau asas-asas pendidikan yang diselenggarakan masyarakat kontradiktif dengan nilai-nilai fitrah itu sendiri.
Jadi, tugas pendidikan keluarga adalah memelihara dan membimbing fitrah dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan fitrah itu sendiri, kearah tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan Islam, yaitu menjadi manusia yang berkepribadian yang baik sesuai dengan tuntunan agama fitrah.
Berdasarkan pemaparan diatas bahwa pendidikan keluarga merupakan tanggung jawab orang tua kepada anak, sebab anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dirawat dan diperhatikan segala kebutuhannya, baik jasmani maupun rohani. Hal tersebut dikarenakan ketidakmampuan seoarang anak dalam memelihara dirinya seorang diri. Sebab sejatinya anak terlahir dalam kondisi serba tidak berdaya, belum mengerti apa-apa dan belum dapat menolong dirinya, oleh sebab itu ia bergantung kepada orang-orang terdekatnya terutama orang tuanya.
Mempersiapkan pendidikan kepada anak yaitu membekali diri dengan semua perangkat pendidikan dan pengajaran anak. Islam telah menetapkan kewajiban atas orang tua untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, keamanan, dan pendidikan.73