E. Teori Mutakhir ( Tinjauan Pustaka)
2. Pendidikan Formal
Dalam dunia pendidikan, terdapat tiga jenis lembaga pendidikan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar baik berupa transfer of knowledge mentranspers sejumlah ilmu pengetahuan dari seseorang yang memiliki pengetahuan tersebut kepada orang lain yang disinyalir belum atau tidak memiliki pengetahuan. Ketiga jenis pendidikan dimaksud adalah: pendidikan formal, pendidikan in formal dan pendidikan non formal.
a. Pengertian Pendidikan formal.
Pendidikan formal adalah pendidikan di mana proses belajar mengajar berlangsung secara formal, yaitu dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan atau aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan bagi para peserta atau siswanya setelah menamatkan pendidikan di tingkat atau jenjang tertentu, maka yang bersangkutan akan mendapatkan ijazah. Proses belajar mengajar yang berlangsung pada lembaga pendidikan formal ini terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
b. Komponen Pendidikan Formal 1) Peserta Didik
Peserta didik merupakan obyek sekaligus subyek terpenting dalam pendidikan, karena secanggih apapun metode yang
digunakan oleh pendidik jika tidak di dukung oleh kondisi peserta didik maka proses pendidikan tidak akan berhasil.22 Hal ini disebabkan perbuatan atau tindakan mendidik itu dilakukan hanyalah untuk membawa peserta didik kepada tujuan pendidikan Islam yang dicita-citakan. Dalam pendidikan Islam, yang menjadi peserta didik bukan hanya anak-anak, melainkan juga orang dewasa yang masih berkembang baik fisik maupun psikisnya.23 Sebagaimana hadist-hadist:
للَّإ ُ َّ َّ
لى َص ِ َّ
للَّإ َلو ُس َر ُ ت ْي َ
ت َ أ : َلإ َ
ق ، ُّي ِدإ َر ُم ْ
لإ ٍلإ َّس َع نب ُنإ َو ْف َص نع َلو ُس َر إ َي : ه ُ َ
ل ت ُ ْ ل ُ
ق َ ف ، ه ُ َ
ل ٍد ْر ُب َلى َع ِد ِج ْس َم ْ
لإ ي ِ ف ٌئ ِك ت ُم َو َّ ه َو ْم ُ َّ
ل َس َو ِهْي َ ل ع َ
ْ لإ ِبلإطب إ ًب َح ْر َم": َلإ َقَف ، َمْل ِع ْ لإ ُب ُ
ل ط ْ َ أ ُ
ت ْ
ئ ِج ي ِّ
ن ِؤ ، ِ َّ
للَّإ ُب ِلإ َ
ط ، ِم ْ ل ِع إ ض ْع َب ً ه ُ ض ْع َب ُب ُ َ
ك ْر َي َّم ُ
ث ،إ َه ِت َحِن ْج َ أِب ه ُ ُّ
ل ِظ ُ ت َو ُ
ة َ ك ِئلا َم ْ
لإ ه ُ ُّ
ف ُح ت َ َ ل ِم ْ
ل ِع ْ لإ هإور .؟ ُب ُ
ل ط ْ َ ت َ
ت ْ
ئ ِج إ َمَف ، ُبُل ْطَي إ َمِل ْم ِهِّب ُح ْن ِم إَي ْ ن ُّ
دلإ َءإ َم َّسلإ إو ُى َّ
ت َح نإ ريطلإ
Artinya: Shafwan bin Assal Al-Muradi berkata, “Saya mengunjungi Rasulullah SAW yang waktu itu sedang berada di masjid. Saya berkata kepadanya „Ya Rasulullah, saya datang untuk menuntut ilmu.‟ Beliau berkata, „Selamat datang penuntut ilmu. Penuntut ilmu dihargai dan disanjung oleh malaikat dan dilindunginya dengan sayapnya. Kemudian mereka berlomba- lomba untuk mencapai langit dunia karena senang dengan apa yang ia tuntut. Maka kapan kamu belajar?‟” (HR. Ath-Thabrani)
Sambutan hangat yang diberikan oleh Rasulullah SAW kepada Shafwan bin Assal menunjukkan betapa beliau menghargai peserta didiknya. Beliau memberikan sambutan yang hangat, sanjungan, serta motivasi.
ِ َّ
للَّإ َلو ُس َر ُ
ت ْع ِم َس َلإَق ٍكِلإ َم نع -
صلى الله عليه وسلم - ُلو ُ
ق َي « َم ْ
ل ِع ْ لإ َب َ
ل ط ْن َم َ
ِرإ َمُيِل ْو َ أ َءإ َم َ
ل ُع ْ
لإ ِهِب َى ِرإ َجُيِل ِسإ نلإ َّ َ
هو ُج ُو ِهِب َ
فِ صْ َي ْو ْ َ أ َءإ َه َ
ف ُّسلإ ِهِب َى
نبإو ىذم ر يلإ هإور . َرإ َّ
نلإ للَّإ ُ َّ ُ ه َ
ل َ خ د ْ َ
أ ِهْي َ ل ِؤ هجإم
22Asrorun Ni‟am Sholeh, Reorientasi Pendidikan Islam, Elsas, Jakarta, 2006, hlm. 75
23Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:
Amzah), hlm.94
Artinya: Dari Malik, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, „Siapa yang menuntut ilmu karena ingin merasa bangga sebagai ulama, atau menipu orang-orang bodoh, atau menarik perhatian orang, Allah akan memasukannya kedalam neraka.‟” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dari hadist di atas kita dapat pahami bahwa peserta didik menuntut ilmu tidak boleh karena ingin mendapatkan julukan ulama, atau menipu orang-orang bodoh, atau mendapat popularitas dan menarik perhatian orang banyak. Mununtut ilmu harus dilakukan karena melaksanakan perintah Allah SWT.
: لوقي صلى الله عليه وسلم الله لوسر ، تعمس : لإق ، سنأ نع «
ْم ُ ك د َ َ
لا ْو َ أ إ ْو ُمِر ْ
ك َ أ
ئنإضقلإ هإور . ْم ُه َبإ دآ إ ْو َ ُ ن ِس ْح َ
أ َو
Artinya: Dari Anas, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Muliakanlah anak-anakmu dan baguskanlah pendidikannya.”
(HR. Al-Qadha‟i)
Dalam hadist ini, Rasulullah SAW memerintahkan agar orang tua memuliakan anaknya dan membaguskan pendidikannya.
Anak atau peserta didik belum tau apa-apa sebelum diajarkan oleh orangtua atau gurunya. Jasa orangtua dan guru sangat besar dalam kehidupan seorang anak.
2) Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan yaitu suatu perubahan yang diinginkan melalui proses pendidikan, baik dalam tingkah laku pada kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, dan alam sekitar maupun pada proses pendidikan serta pengajaran itu sendiri.
Dalam hal ini dasar atau sumber pendidikan Islam yaitu arah kemana anak didik akan dibawa. Secara ringkas tujuan pendidikan Islam yaitu ingin membentuk anak didik menjadi manusia muslim yang bertakwa kepada Allah SWT dan berkerpribadian muslim. 24 Tujan pendidikan Islam memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
24Umar. Bukhari, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, (Jakarta:
Amzah), hlm.28
- Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan di muka bumi dengan sebaik-baiknya.
- Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya di muka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah sehingga tugas itu akan terasa ringan.
- Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia.25
- Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya sehingga ia memiliki ilmu, akhlak dan keterampilan.
Beberapa hadist-hadist yang berkaitan dengan tujuan pendidikan Islam.
a. Bertakwa kepada Allah SWT
ِسإ َّ
نلإ ُم َر ْ ك َ
أ ْن َم :صلى الله عليه وسلم ِ َّ
للَّإ ُلو ُس َر َل ِئ ُس هنع الله ضر َ ة َر ْي َر ُ
ه ِرن َ أ ْن ع َ ِ َّ ِ
للَّ ْم ُ هإ َ
ق ْ ت َ
أ : َلإ َ ق ىرإخبلإ هإور
Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang siapa orang yang paling mulia. Beliau menjawab,
“Orang yang paling bertakwa kepada Allah.” (HR. Al-Bukhari) Hadis ini menunjukkan bahwa manusia yang paling mulia adalah yang paling tinggi ketakwaannya. Sikap takwa mengalahakan semua indikasi kemuliaan martabat yang lain.
Simbol-simbol kemodernan dan kesejahteraan yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat mengalahkan sikap takwa.
b. Beriman dan Berilmu
ي ِ ف ْ ي ِل ْلُق ِالله ُل ْو ُس َر َإي ُتْلُق لإق ي فقثلإ الله دبع نب نإيفس نع ) َ
ك َ ْري َ غ َ
ة َمإ َس ُ أ ي ِرن َ
أ ِث ْي ِد َح ي ِ ف َو( َك َد ْعَب إ ًد َح َ أ ُ
ه ْ ن ع ُل َ َ
أ ْس َ أ َ
لا ً لا ْو َ
ق ِم َ لا ْس ِلإ دمحأو ملسم هإور . ْم ِق ت ْسإ َ َ
ف ِلله ِإب ت ُ ن َمآ ْل ْ ُ ق َلإ َ
ق :
Artinya: Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi meriwayatkan bahwa ia berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullan, katakanlah kepada saya sesuatu tentang Islam yang tidak akan saya tanyakan lagi sesudah engkau.” Nabi berkata, “Katakanlah, ‟Saya beriman kepada Allah.‟ Lalu tetapkanlah pendirianmu.” (HR. Muslim dan Ahmad)
25Nurhilaliati. Pendidikan Islam dan Psikologi Humanistik Relasi atau Negasi, (Alam Tara Institue), hlm. 30
Hadist ini menunjukkan bahwa iman kepada Allah dan istiqamah dengan pengakuan keimanan itu merupakan suatu hal yang sudah cukup dan memadai bagi seorang muslim. Oleh karena itu para pendidik harus berusaha agar peserta didik memiliki iman yang kuat dan teguh pendirian dalam melaksanakan tuntutan iman tersebut. Segala aktivitas kependidikan agar diarahkan menuju terbentuknya pribadi-pribadi yang beriman.
c. Berakhlak Mulia
ِ َّ
للَّإ ُلو ُس َر ْن ُ ك َي ْم َ
ل َلإ َ
ق : ِن ْب ِ َّللَّإ ِدْبَع ْنَع -
صلى الله عليه وسلم
َ - لا َو إ ً
ش ِحإ َ ف
إ ً ق َ
لا ْ خ َ
أ ْم ُ ك ُ
ن ِسإ َح َ أ ْم ُ
ك َرإ َي ِخ َّ
ن ِؤ : ُلو ُقَي َنإَك ُهَّن ِإ َو ، إ ًش ِّح َفَت ُم
Artinya: Abdullah bin Amru berkata, “Nabi SAW bukan seorang yang keji dan tidak bersikap keji.” Beliau bersabda,
“Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari)
Hadist di atas menunjukkan bahwa misi utama Rasulullah SAW adalah memperbaiki akhlak manusia.26 Beliau melaksanakan misi tersebut dengan cara menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang mulia dan menganjurkan agar umatnya senantiasa menerapkan akhlak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.