• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning Model) a. Definisi Belajar Tuntas

B. Strategi Pembelajaran

6. Model Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning Model) a. Definisi Belajar Tuntas

Model dan Strategi Pembelajaran Matematika SD| 87

 Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.

 Menekankan kegiatan mendengar (melalui ceramah) sehingga membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini.

 Model pembelajaran langsung (terutama demonstrasi) dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan antara teori (hal yang seharusnya) dan observasi (kenyataan terjadi).

6. Model Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning Model)

88 | Muh. Hayyun

Pembelajaran tuntas (Mastery Learning) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah distandarkan oleh sekolah pada silabus pelajaran. Menurut Carrol bahwa jika setiap siswa diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan dan menghabiskan waktu yang diperlukannya, maka besar kemungkinan siswa akan mencapai tingkat penguasaan kompetensi, tetapi jika siswa tidak diberi cukup waktu atau tidak dapat menggunakan waktu yang diperlukannya secara penuh, maka tingkat penguasaan kompetensi siswa tersebut akan berkurang.

Block (1980 dalam Nasution, 1994:92) memandang bahwa individu itu pada dasarnya memang berbeda, namun setiap individu dapat mencapai taraf penguasaan penuh asalkan diberi waktu yang cukup untuk belajar sesuai dengan tingkat kecepatan belajar individualnya. Jadi, yang membedakan satu individu dengan individu lainnya dalam belajar adalah waktu. Artinya, ada individu yang dapat menguasai sesuatu dengan penuh dalam waktu singkat dan ada yang memerlukan waktu lebih lama, namun pada akhirnya individu akan mencapai penguasaan penuh. Prinsip bahwa anak harus diberi kesempatan untuk belajar sesuai dengan kecepatannya sendiri merupakan prinsip menghargai kodrat individu. Dengan demikian Block mengajukan konsep rumus tentang derajat belajar adalah

[ ]

Model ini menggambarkan bahwa tingkat penguasaan kompetensi (degree of learning) ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang benar-benar digunakan (time actually spent) untuk belajar, dibagi dengan waktu yang diperlukan (time needed) untuk menguasai kompetensi tertentu (Majid, 2015: 153). Cimino (1980) memandang belajar tuntas sebagai suatu group based approach (pendekatan kelompok) untuk mengindividualisasikan pembelajaran di mana siswa sering dapat belajar secara kooperatif dengan teman-teman sekelasnya. Belajar tuntas merupakan satu cara untuk

Model dan Strategi Pembelajaran Matematika SD| 89 mengindividualisasikan pembelajaran di dalam setting pembelajaran berkelompok tradisional.

Berdasarkan uraian diatas maka belajar tuntas (mastery learning) adalah suatu model dan pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru untuk memberikan materi kepada siswa dalam satu atau beberapa kompetensi dengan waktu yang relatif cukup agar siswa memiliki pemahaman dan pengetahuan tuntas terhadap materi/kompetensi yang diajarkan.

Untuk melaksanakan pembelajaran tuntas (mastery learning) ada beberapa prinsip-prinsip pembelajaran tuntas yaitu

1. Sebagian besar siswa dalam situasi dan kondisi belajar yang normal dapat menguasai sebagian terbesar bahan yang diajarkan.

2. Dalam penyusunan strategi pengajaran tuntas, guru memulai dengan merumuskan tujuan-tujuan khsusus yang harus dikuasai oleh siswa.

3. Guru merinci bahan ajar menjadi satuan-satuan bahan ajar yang kecil yang mendukung pencapaian sekelompok tujuan khusus tersebut.

4. Menyusun bahan ajar untuk kegiatan perbaikan dan pengayaan.

5. Penilaian hasil belajar tidak menggunakan acuan norma, tetapi menggunakan acuan patokan.

6. Harus memperhartikan adanya perbedaan-perbedaan individual.

7. Pembelajaran dapat dilakukan dengan beberapa cara, teknik dan pendekatan yang memungkinkan siswa dapat memahami materi dengan baik.

Dalam model pembelajaran tuntas perlu juga diperhatikan jumlah waktu yang disediakan untuk mempelajari setiap kompetensi pelajaran adalah tetap dan pasti (fixed time), yaitu kurang lebih dua minggu. Sedangkan dalam hal penilaian baik menggunakan pendekatan tes sumatif maupun formatif harus berlandaskan pada penilaian acuan patokan (criterian refrence test) sebagai instrumen untuk mengetahui sejauhmana tingkat penguasaan dan ketuntasan belajar siswa. Bagi siswa yang memiliki kecepatan atau kemampuan yang baik dalam belajar maka diberikan pengayaan agar siswa memiliki pengetahuan yang mendalam dan luas.

Sedangkan bagi siswa yang memiliki keterlambatan atau kemampuan

90 | Muh. Hayyun

rendah maka diberikan pembinaan yang intensif agar mampu beradaptasi dan mencapai kriteri-kriteria (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah.

b. Langkah-langkah Pembelajaran Tuntas

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran tuntas dengan baik ada beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh guru dalam mengajar di kelas menurut beberapa pakar diantaranya:

Menurut Cimino (1980) langkah-langkah pembelajaran tuntas meliputi empat langkah:

1) Mengajarkan unit pelajaran secara klasikal kemudian membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar;

2) Memberikan tes untuk mengecek pencapaian belajar siswa pada akhir setiap unit belajar;

3) Melakukan asesmen untuk melihat penguasaan siswa terhadap keseluruhan mata pelajaran;

4) Memberikan kegiatan pengayaan atau kegiatan korektif sesuai dengan kebutuhan siswa; dan

5) Memberikan tes kedua untuk mengukur ketuntasan.

Sedangkan menurut Bloom angkah-langkah dari pembelajaran tuntas adalah sebagai berikut:

1) Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran yang harus dicapai, baik yang umum maupun yang khusus.

2) Menjabarkan materi pelajaran atas sejumlah unit pelajaran yang dirangkaikan yang masing-masing dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua minggu.

3) Memberikan pelajaran klasikal, sesuai dengan unit pelajaran yang sedang dipelajari.

4) Memberikan tes kepada siswa pada akhir masing-masing unit pelajaran, untuk mengecek kemajuan masing-masing siswa dalam mengolah materi pelajaran.

c. Pelaksanaan Program Remedial, Pengayaan, dan Percepatan

Program remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada siswa-siswa yang mengalami keterlambatan atau penguasaan terhadap

Model dan Strategi Pembelajaran Matematika SD| 91 suatu kompetensi (KD) masih di bawah KKM sehingga perlu diberikan bimbingan, tugas-tugas, latihan-latihan agar siswa dapat mencapai KKM yang telah distandarkan sekolah. Program remedial dapat dilaksanakan dengan 2 (dua) cara yaitu

1) Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi siswa yang belum tuntas atau mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu.

2) Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular seperti; penyederhanaan isi/materi pembelajaran pada KD tertentu, penyederhanaan cara penyajian (msialnya menggunakan gambar, model, skema, grafik, memberikan rangkuman sederhana, dan lain-lan), dan penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan.

Format Lembar Program Perbaikan Mata pelajaran :_____________

Kompetensi Dasar :_____________

Nomor Indikator :_____________

Materi :_____________

Kelas :_____________

Tahun Pelajaran :_____________

Tanggal Ulangan Harian :_____________

Perbaikan :_____________

No. Nama Siswa Nilai Sebelum Perbaikan

Tgl.

Perbaikan

Nilai sesudah perbaikan

Bentuk Perbaikan

Ket

1 2

Sedangkan program pengayaan adalah program yang diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih atau melampui KKM yang ditetapkan akan tetapi diberikan tambahan-tambahan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kapasitasnya agar tidak mengalami stagnasi hanya pada KD yang sudah dilaluinya. Cara yang ditempuh dalam program pengayaan adalah

92 | Muh. Hayyun

a) Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan bagi KD tertentu.

b) Pemberian tugas untuk melaksanakan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf, dan sebagainya.

c) Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan d) Membantu guru membimbing teman-temanya yang belum mencapai

ketuntasan.

Format Lembar Program Pengayaan Mata pelajaran :_____________

Kompetensi Dasar :_____________

Nomor Indikator :_____________

Materi :_____________

Kelas :_____________

Tahun Pelajaran :_____________

Tanggal Ulangan Harian :_____________

Perbaikan :_____________

No. Nama Siswa Nilai Tgl.

Pengayaan

Bentuk Pengayaan

Keterang an 1

2

Untuk program percepatan (akselerasi) adalah suatu program yang diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata atau siswa yang luar biasa, cerdas dan mampu menyelesaikan KD-KD jauh lebih cepat dengan nilai yang amat baik dengan memberikan program berdasarkan kebutuhannya baik berupa KD akselerasi ataupun kelas akselerasi.

7. Model Pembelajaran Tematik