• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH ANOMALI CUACA AKIBAT EFEK PERUBAHAN IKLIM

Dalam dokumen Untitled - Undip Repository (Halaman 70-76)

PENGARUH ANOMALI CUACA

dan / atau variabilitas sifat-sifatnya dan yang bertahan untuk jangka waktu yang panjang, biasanya dalam dekade atau lebih (Bernstein, et al., 2007). Antara tahun 1995 dan 2006, sebelas dari mereka tahun peringkat di antara dua belas tahun terpanas sejak 1850. Rata-rata peningkatan 0.13ºC per dekade lebih dari 50 tahun (1956-2005) hampir dua kali lipat selama 100 tahun 1906-2005 (U.S. Army, 2012). Komunitas ilmiah mendukung kesimpulan bahwa iklim Perubahan akan memiliki efek yang cukup besar pada sumber daya air. Satu dari aspek yang paling penting akan berhubungan dengan ketersediaan air sumber pada skala regional dengan modifikasi siklus hidrologi (Xu dan Singh 2004).

Perubahan iklim salah satunya berdampak kepada pengelolaan sumber daya air yang ada di Bendungan. Penelitian ini menggambarkan bagaimana dalam beberapa tahun terakhir anomali cuaca berefek pada tinggi muka air di Waduk Saguling. Penelitian dilakukan selama kurun waktu 15 tahun (2002 – 2016) guna menggambarkan bagaimana anomali cuaca berdampak pada rencana dan realisasi tinggi muka air di Waduk Saguling. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan bagaimana sebenarnya perubahan iklim yang berefek terhadap tinggi muka air Waduk Saguling.

Gambar 1. Sistem Kaskade Citarum (Sumber: Perum Jasa Tirta II, 2016) Kajian ini terbatas pada pengamatan perubahan air masuk di Waduk Saguling. Air masuk di Waduk Saguling tentunya sangat dipengaruhi oleh anomali cuaca yang sangat erat dihubungkan dengan perubahan iklim. Hal ini dikarenakan Waduk Saguling merupakan tampungan paling hulu dalam sistem Kaskade Citarum. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bagaimana perubahan yang terjadi, antara rencana dan realisasi tinggi muka air waduk. Studi ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi untuk mengetahui bagaimana dampak anomali cuaca khususnya di Waduk Saguling DAS Citarum.

Salah satu kajian yang menggambarkan bahwa perubahan iklim telah berpengaruh pada waduk telah dilakukan oleh Minville et al., yang dilakukan pada tahun 2010

dengan kesimpulan bahwa perubahan ilkim serta anomali cuaca berpengaruh pada kondisi sumber daya air waduk. Penielitian ini menyampaikan bahwa dikarenakan faktor anomali cuaca oleh perubahan iklim, maka pola operasi waduk juga berubah mengikuti tren cuaca yang ada.

METODOLOGI STUDI

Studi ini dimulai dengan pengumpulan data dan selanjutnya dilakukan visualisasi data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder debit air masuk Waduk Saguling. Data diperoleh dari pihak operator Saguling yaitu PT.

Indonesia Power. Pihak operator Saguling merupakan bagian dari tim koordinasi pengelolaan sumber daya air Kaskade Citarum yang terdiri dari pengelola Waduk Saguling, Cirata, dan Ir. H. Djuanda (Jatiluhur).

Visualisai data dilakukan untuk menyajikan data debit air masuk Saguling dengan menggunakan grafik. Visualisasi data ini memperhatikan bagaimana data yang disajikan dapat dibaca dan informatif. Keseluruhan data yang disajikan pada studi ini adalah data air masuk Saguling selama 15 tahun (2002 – 2016). Visualisasi data dilakukan dengan durasi masing-masing 5 tahun, sehingga visualisasi data menghasilkan 3 grafik yang masing-masing menunjukan air masuk Saguling dengan durasi waktu 5 tahun.

Visualisasi data juga dilakukan dengan menyajikan data rata-rata bulanan air masuk saguling dengan kriteria data minimum, rata-rata, dan maksimum.

Visualisasi data ini dharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana fluktuasi data air masuk Saguling selama 15 tahun, sehingga dapat dilihat bagaimana pengaruh anomali cuaca selama 15 tahun terakhir yang berefek terhadap air masuk Saguling.

HASIL STUDI DAN PEMBAHASAN

Studi ini dimulai dengan menampilkan data 5 tahun pertama yang dimulai dari tahun 2002 hingga tahun 2006.

Gambar 2. Data Air Masuk Saguling Tahun 2002 - 2006

Grafik diatas menunjukan gambaran bagaimana fluktuasi debit rata-rata bulanan air masuk Saguling memiliki pola fluktuasi yang tidak terlalu berbeda, hal itu ditunjukan dengan seragamnya pola data pada akhir tahun. Satu hal menarik yang terdapat pada data 5 tahun pertama tersebut adalah data rata-rata bulanan maksimum dan minimum yang terjadi pada tahun yang berurutan. Data debit maksimum tertinggi selama 5 tahun terjadi pada tahun 2005 dengan debit ai masuk sebesar 206,08 m3/detik., sedangkan data minimum terjadi pada tahun 2006 dengan debit sebesar 5,08 m3/detik.

Gambar 3. Data Air Masuk Saguling Tahun 2007 - 2011

Berbeda dengan data yang terlihat pada gambar 2. Data rata-rata bulanan air masuk Saguling pada tahun 2007 hingga 2011 terlihat sangat fluktuatif. Puncak debit terjadi pada tahun 2010 dengan debit yang sangat besar yaitu sebesesar 306,39 m3/detik yang memiliki perbedaan lebih kurang sebesar 100 m3/detik dibandingkan data maksimum pada tahun 2002 hingga 2006. Hal ini menunjukan pada tahun tersebut terjadi penigkatan debit yang sangat signifikan. Fluktuasi data

pada tahun ini menggambarkan bagaimana isi perubahan iklim yang menyebabkan anomali cuaca berpengaruh terhadap air masuk Saguling.

Gambar 4. Data Air Masuk Saguling Tahun 2012 – 2016

Gambar diatas menunjukan pola fluktuasi air masuk Saguling selama kurunwaktu tahun 2012 hingga September tahun 2016. Data tersebut menunjukan bagaimana fluktuasi ekstrim terjadi pada tahun 2013 dengan debit rata-rata maksimum mencapai 279,86 m3/detik.

Gambar 5. Data Air Masuk Maksimum Minimum dan Rata-rata Saguling Tahun 2002 – 2016

Gambar 5 merupakan visualisasi data maksimu, minimum, dan rata-rata dari data rata-rata bulanan air masuk saguling selama 15 tahun terakhir. Berdasarkan data tersebut dapat diketehui terjadi perbedaan air masuk Waduk Saguling yang sangat fluktuatif yang dimulai pada tahun 2010 hingga tahun 2016. Hal tersebut dapat menjadi satu indikator dari telah terjadinya perubahan pola air masuk Waduk Saguling yang diakibatkan oleh anomali cuaca yang terpengaruh oleh perubahan iklim global.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan

Isu perubahan iklim yang berdampak terhadap anomali cuaca berhubungan erat dengan sumber daya air. Mulai tahun 2010 terjadi fluktuasi air masuk Waduk Saguling yang dapat diakibatkan oleh anomali cuaca yang terpengaruh oleh perubahan iklim.

Rekomendasi

Penelitian ini hanya melihat dari satu data yaitu air masuk Waduk Saguling.

Analisa akan lebih optimal jika menyajikan data intensitas hujan berbarengan dengan air masuk sehingga dapat lebih terlihat bagaimana pengaruh cuaca terhadap sumber daya air khususnya Waduk Saguling.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terimakasih kami sampaikan kepada Tuhan yang Maha Esa dan seluruh tim penyusun studi ini sehingga studi ini dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik.

REFERENSI

Bernstein, L., Bosch, P., Canziani, O., Chen, Z., Christ, R., Davidson, O., Yohe, G., 2007. Climate Change 2007: Synthesis Report. Valencia, Spain:

Inergovernmental Panel on Climate Change.

Minville M, et al., 2010. Impacts and Uncertainty of Climate Change on Water Resource Management of the Peribonka River System (Canada), Journal Of Water Resources Planning And Management. Canada

U.S. Army Corps of Engineer Omaha District, 2012. Climate Change Associated Sediment Yield Impact Study: Garrison Dam Specific Sediment And Operation Evaluations., Final Report., Hydrology Engineering Branch, Engineering Division.

Xu, C.-Y., and Singh, V. P., 2004. Review on regional water resources assessment models under stationary and changing climate., Water Resour, Manage., 18, 591–612.

PENGELOLAAN SUMBER-SUMBER AIR MENIA

Dalam dokumen Untitled - Undip Repository (Halaman 70-76)