• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Reformasi dan Birokrasi

Dalam dokumen pengadaan barang (Halaman 53-57)

BAB 2 LANDASAN TEORI

A. Reformasi Birokrasi

1. Pengertian Reformasi dan Birokrasi

Dari ensiklopedi Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa reformasi merupakan suatu perubahan menuju perbaikan suatu sistem dalam masyarakat atau negara.

Menurut arti kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,  pengertian refor­

masi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Orang­orang yang melakukan atau memikirkan reformasi itu disebut reformis yang tak lain adalah orang yang menganjurkan adanya usaha perbaikan tersebut tanpa kekerasan.

Pada intinya, reformasi adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik dalam berbagai bidang. Hal­hal yang buruk diperbaiki untuk menjadi lebih baik, seperti sikap, perbuatan, bahkan sistem birokrasi harus sesuai dengan aturan dan tatanan yang diharapkan.

Reformasi sering disalahgunakan pihak­pihak tertentu yang mengatas­

namakan kebebasan dan keterbukaan. Akibatnya, perjalanan reformasi menjadi tidak mudah, terlebih lagi dengan pengaruh globalisasi yang semakin kuat. Reformasi seolah menjadi berjalan di tempat dan belum menunjukkan hasil yang optimal.1

1 Taufiq Effendi, Permasalahan dan Peningkatan Kinerja SDM Aparatur Negara Menghadapi Persaingan Global, Men PAN, Jakarta, 2008, hlm. 8.

Bab 2

Landasan Teori

Bab 2 Landasan Teori 41 Penyalahgunaan atas nama reformasi ini misalnya adalah demonstrasi yang dilakukan tanpa mengindahkan aturan dengan merusak fasilitas negara.

Kerusakan akibat demonstrasi tersebut sudah pasti merugikan negara. Tujuan dari gerakan reformasi yang didasari semangat demokrasi di berbagai bidang ini adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Definisi reformasi berbeda­beda bagi tiap orang, terutama lebih disesuaikan dengan kepentingan­kepentingan yang mengikutinya.

Reformasi merupakan proses upaya sistematis, terpadu, dan komprehensif, ditujukan untuk merealisasikan tata kepemerintahan yang baik (good governance). Good governance (tata kepemerintahan yang baik) adalah sistem yang memungkinkan terjadinya mekanisme penyelenggaraan peme rin tahan negara yang efektif dan efisien dengan menjaga sinergi yang konstruktif di antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.2

Penataan regulasi dan sistem birokrasi yang efektif perlu dilakukan secara cermat dan proporsional dengan dimaksudkan untuk mewujudkan penye­

leng garaan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, sedangkan efisien berarti penyelenggaraan negara tepat pada sasarannya, sehingga tidak membuang­buang waktu, tenaga, dan biaya guna pencapaian hasil yang optimal.

Aktivitas reformasi sebagai padanan lain dari perubahan (change), perbaikan (improvement), atau modernisasi (modernization). Ruang lingkup reformasi tidak hanya tertuju pada proses dan prosedur, tetapi berbagai perubahan di semua tingkatan struktur dan sikap tingkah laku (the ethics being). Arah yang akan dicapai reformasi antara lain adalah tercapainya pelayanan publik secara efektif dan efisien. Reformasi ini berusaha untuk mengubah, memperbaiki, dan melakukan modernisasi dalam sistem di semua struktur secara terus­menerus ke arah pembangunan bangsa yang selama ini telah jauh menyimpang untuk kembali ke cita­cita Proklamasi Kemerdekaan.

Dalam melakukan reformasi, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

a. Adanya peristiwa berupa kesalahan, kelalaian, penyimpangan dan penyele­

wengan dalam pelaksanaan kehidupan di bidang ketatanegaraan, termasuk bidang perundang­undangan dan hukum.

2 Sedarmayanti, Reformasi Administrasi Publik ..., loc.cit., hlm. 67.

b. Pemerintah selaku penyelenggara negara diketahui telah menggunakan kewenangannya secara semena­mena/otoriter di luar etika kenegaraan melalui tindakan­tindakan yang merugikan dan menekan hak­hak dan kepentingan pihak lain secara melawan hukum.

c. Lemahnya kondisi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan bangsa sebagai akibat krisis multidimensi yang berkepanjangan dan terus­menerus.

d. Melakukan langkah­langkah penyelamatan dalam segenap bidang kehi­

dupan, khususnya yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak.

e. Menggunakan landasan kerohanian berupa falsafah dasar negara Indonesia.

Secara etimologis, birokrasi berasal dari kata bureaucracy (dalam bahasa Inggris, yakni bureau dan cracy), yang diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, di mana lebih banyak orang berada di tingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Ditinjau dari segi bahasa, birokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kratein yang berarti mengatur. Dalam bahasa Perancis, kata birokrasi disinonimkan dengan kata bureau yang berarti kantor.

Arti kata birokrasi di berbagai bahasa berbeda­beda, namun dapat disimpulkan dari kata­kata tersebut bahwa birokrasi merupakan hierarki kekuasaan dalam suatu organisasi, di mana orang yang berada di tingkat atas bertugas mengatur, dan yang berada di tingkat bawah mematuhi aturan orang yang berada di atas (pimpinan).

Birokrasi adalah suatu tipe atau bentuk organisasi, yang dapat ditinjau dari tiga sudut yang berbeda, yakni biro yang berarti suatu lembaga;

pengalokasian nilai dan sumber organisasi yang berskala luas misalnya pengambilan keputusan; dan bureauness yang menunjukkan suatu kualitas yang membedakan biro dengan tipe organisasi lainnya yang bukan biro­

krasi.

Adapun birokrat adalah orang yang pekerjaannya bercirikan:3 a. bekerja untuk organisasi yang berskala luas;

b. dipekerjakan secara penuh oleh organisasi dan sebagian besar pen­

dapatannya berasal dari pekerjaannya;

3 Anthony Down dalam Mirian S. Arif, Organisasi dan Manajemen, Karunika, Jakarta, 1985, hlm. 57, sebagaimana dikutip oleh Lijan Poltak Sinambela, Reformasi Pelayanan Publik, Teori, Kebijakan, dan Implementasi, Cetakan Keempat, Bumi Aksara, Jakarta, 2008, hlm.

142.

Bab 2 Landasan Teori 43 c. kebijaksanaan organisasi kepegawaian seperti pengangkatan, promosi,

didasarkan pada kecakapannya bekerja;

d. hasil pekerjaannya tidak dapat dinilai dengan uang atau pasar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dikaitkan dengan tatanan kenegaraan, birokrasi merupakan sebuah lembaga/institusi/departemen, yang di dalamnya terdapat pegawai yang dipekerjakan dan digaji sesuai dengan pekerjaannya, adanya tingkatan jabatan berdasarkan kecakapan bekerja, dan semua tata cara bekerjanya telah diatur dengan peraturan.

Di dalam birokrasi sebaga organisasi yang bebas, pimpinan akan diangkat atau ditunjuk, dan memiliki kewenangan yang diberikan oleh peraturan per­

undang­undangan, setiap keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan yang nantinya akan mendapatkan pengesahan dari pemberi mandat di luar struktur organisasi itu sendiri.

Birokrasi adalah organisasi besar yang memiliki jenjang atau tingkatan, setiap jenjang atau tingkatan tersebut diduduki oleh pejabat yang ditunjuk/

diangkat, yang diberikan kewenangan dan tanggungjawabnya yang telah diatur dalam peraturan perundang­undangan, dan setiap kebijakan yang dibuat oleh pejabat tersebut, harus diketahui oleh pemberi mandat. Pemberi mandat bagi pejabat publik adalah rakyat, sedangkan pemberi mandat pada sektor swasta adalah para pemegang saham.

Secara terminologi, dalam istilah birokrasi terdapat paling tidak tujuh pengertian yang menurut istilah Martin Albrow, yaitu:4

a. organisasi yang rasional;

b. ketidakefisienan organisasi;

c. pemerintahan oleh para pejabat;

d. administrasi negara;

e. administrasi oleh pejabat;

f. bentuk organisasi dengan ciri­ciri dan kualitas tertentu seperti hierarki dan peraturan­peraturan; dan

g. salah satu ciri esensial dari masyarakat modern.

Birokrasi di Indonesia saat ini mempunyai sifat red tape, yakni berbelit­belit, prosedur panjang, dan tidak ada kepastian waktu jika tidak ada imbalan. Pejabat

4 Ibid., hlm. 28.

pemerintahan mempunyai kewenangan dan kekuasaan yang besar untuk meng­

atur dan memengaruhi sistem pelayanan publik serta organisasinya. Birokrasi ini melakukan kegiatan yang dilaksanakan oleh semua aparatur pe merintah untuk mencapai tujuan negara, yakni kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Akan tetapi sekarang ini, kesejahteraan dan kemakmuran hanya untuk pejabat dan kroni­kroninya. Pejabat bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan dalam organisasi. Di dalam birokrasi dibagi menjadi beberapa bagian untuk melaksana­

kan tugas yang berbeda, tugas tersebut diberikan sesuai dengan peraturan yang ada, terkadang pekerjaan yang dilakukan menyimpang dari aturan. Ini merupakan ciri dari birokrasi yang ada di masyarakat modern, termasuk Indonesia.

Dalam dokumen pengadaan barang (Halaman 53-57)