masih banyak lagi variasi campuran-campurannya d i sini tidak akan d i- bahas lebih lanjut.
Perbandingan itu merupakan perbandingan isi, jadi 1 :2 :3 maksudnya bahwa beton tersebut dibuat dengan komposisi 1 bagian semen PC : 2 bagian vol u me pasir : 3 bagian volume koral, ditambah dengan air dan bahan t ambaha n jika perlu.
Mengenai betonnya tidak akan dib icarakan, tetap i d i sini akan dibahas masalah peralatan untuk pembu atan beton itu sendiri, peralat·
an-peralatan tersebut p erlu untuk memperbesar dan memperlancar pro·
duktivitas, terutama sekali untuk pekerjaan yang kuantitasnya besar, tentu saja jika hal ini dilaksanakan oleh tenaga manusia aka n memakan waktu yang lama, hal ini kurang sesuai dengan masa sekarang yang ser·
ba mengejar dan dikejar waktu.
Peralatan untuk pembetonan tersebut secara garis besar dapat d i- kemukakan d i sini an tara lain :
1. Peralatan pengangkat dan pengangkut material beton (concrete material-handling aquipment) ;
2. Peralatan pencampur beton (concrete batching and mixing) ; 3 . Peralatan untuk pembawa campuran beton dalam pengecoran
dan lain-lain (concrete hauling equipment) ; 4 . Concrete bucket dan pouring equipment.
5. Pompa beton (concrete pumping) .
PERALATAN PE NGANG KUT DAN PENGANGKAT MATERIAL BETON :
Yang dimaksud dengan "material beton " adalah barang-barang terbuat dari beton secara precast, misal caisson, pipa-p ipa, tiang pan·
cang dan lain-lain, sehingga untuk sampai pada job site di mana beton itu diperlukan memerl ukan peralatan pengangkut atau peralatan-per·
alatan bantu lainnya.
Untuk alat pengangkut biasanya digunakan trailer untuk jalan darat, dan memakai kapal untuk jalan laut.
183
Vll1.3.
Sedangkan untuk peralatan pembantu (pengangkut dan lain-lain) digu- nakan Fork lift, mobile lift atau loader boom.
Untuk peralatan guna pengangkutan bahan pembuat beton itu dapat digunakan berbagai alat, akan diterangkan kemudian.
Agregat beton yang harus didatangkan dari tempat yang jauh, bahkan kadang-kadang harus melewati laut sehingga diperlukan peng- angkutan oleh kapal (pengapalan) dengan peti kemas (container) misal- nya, terutama semen yang mudah sekali me mbatu jika terkena air.
Agregat tersebut disimpan dalam suatu "bin" yang berfungsi se- bagai penampungan sementara, untuk kemudian diangkut menuju batch- ing atau mixing plant, peralatan pengangkutnya/pembawanya bisa berupa belt conveyor, bucket conveyor, loader dan lain-lain .
Untuk material cement portland, harus disimpan dalam penam- pungan (bin) yang tertutup, untuk mencegah kelembaban dan reaksi de- ngan udara dalam waktu yang lama, sehingga tidak dapat dipergunakan.
Untuk pengangkutan dilakukan oleh :
Special hopper-bottom car, berkapasitas 400 barel. (+ 1600 cuft);
Tank trucks berkapasitas 250 barel;
Water tight barge yang berkapasitas lebih dari itu.
Untuk membongkar semen dari hopper digunakan Screw conveyor, bucket conveyor yang tertutup atau pneumatic air pump conveyor.
CONCRETE BATCHING & MIXING (Peralatan penakar dan pen- campur beton) .
Vlll.3.1. CONCRETE MIXER (Pencampur beton) .
184
Alat ini prinsipnya terdiri atas beberapa huah silinder tegak yang dapat berputar terhadap poros memanjangnya, atau juga ada yang "tilt·
ing drum" (silinder miring), poros ini dapat diatur sedemikian rupa sehingga mempermudah pemasuk an dan pengelu aran bahan beton. Di- dalam silinder ini terdapat sejuml a h dayu ng (p addle ) yang il kan menga- duk campuran beton bila silinder ini berputar, akibat proses ini cam p ur-
an beton menjadi merata dan dapat menghasilkan beton yang baik.
Pengalaman menunjukkan hahwa pada proses pencampuran be- tan, air diberikan ke dalam silinder setelah campuran padat (semen, pasir dan kerikil) tercampur sempurna.
Volume silinder ditentukan oleh banyaknya silinder tersebut, dan jumlah silinder ini memungkinkan kapasitas nominal silinder, yang ter·
isi oleh bahan campuran diukur dalam cuft, kapasitas nominal ini biasa- nya 1/3 atau1/4 dari volume silinder, hal ini dapat dimengerti karena untuk tercampurnya bahan beton dengan baik memerlukan ruang.
Batch ing & Mixing Plant
Dapat berupa mobil , dapat dipindah ataupun statis . Berkapasitas dari 10 m3/jam sampai 300 m3/jam.
·Pemecah batu primer : dengan pra-pemisah , pengumpan, pemecah model rahang dan ban berjalan
Pemecah batu sekunder : dengan ayakan (2 atau 3 tingkat) dan pemecah batu model giratori
I セ Z@
Untuk menghitung produksi dari alat mixer ini, dapat dihitung dengan rumus :
qm 60 (V) K 27 ( c + m) di mana:
_:·
qm produksi bet on (cuyd/jam) V volume silinder (cuft)
K Jumlah standard volume yang diijinkan, bernilai antara 1,10 - 1,20.
c
_:·:t
mwaktu minimum untuk pengisian dan pengeluaran (menit).
"waktu campur" minimum yang diperlukan (men it) . c-.- ... ploob .
Vll1.3.2. BATCHER EQUIPMENT. (PERALATAN PENAKAR) .
186
( Konstruksi batcher berupa sebuah container yang berfungsi untuk menampung dan mengukur material beton sebelum dituangkan ke da·
lam mixer.
1 Alat ini mempunyai "top opening" yang ukurar:mya lebih besar dari '--pada discharge opening.
Kapasitas batcher minimum tiga kali lebih besar dari pada mixer, dalam satu kali operasi, atau dengan perkataan lain, untuk tiap 3 kali berope- rasinya mixer maka batcher cukup diisi 1 kal i saja.
Material dari batcher yang akan "diberikan" kepada mixer melewati
"gate" yang dapat diatur secara manual, dengan tenaga listrik atau kom·
presor.
Gate ini memberikan pengaruh positif terhadap mixer karena jumlah material yang akan dimasukkan kedalam mixer teratur.
Batcher ini dikenal orang ada dua jenis yaitu : 1. Single material batcher.
2. Multiple atau cumulative batcher.
ad.1 . Single material batcher.
Batcher ini merupakan batcher yang paling sederhana, untuk mengisi batcher dengan jumlah yang sesuai, operator me'Tibuka gate yang terdapat di b3Rian bawah. batcher 、・セ。ョ@ bukaan yang sesuai, jika gate ini dioperasikan secara manual maka operator harus memperhati·
kan skala bukaan dengan hati-hati, untuk menghindarkan terlalu ba·
nyaknya material yang diambil dalam batcher.
Untuk batcher yang gatenya dioperasikan secara otomatis, maka ope- rator akan lebih mudah, hanya t inggal menekan tombol yang terdapat padanya untuk membuka gate tersebut, jika jumlah material yang dike- hendaki telah cukup, maka secara otomatis gate menutup. Untuk pen- campuran material beton yang tersendir.i, artinya material-material be- ton masing-masing ditampung oleh sejumlah batcher untuk kemudian dicampurkan secara bersama-sama kedalam mixer, maka material yang terpisah - termasuk semen paling tidak mempunyai dua macam ukuran agregat, misalnya pasir digabung.kan dengan kerikil dalam satu tempat dan semen pada batcher tersendiri.
Tetapi jika digunakan single material batcher, maka J'!lasing-masing ma- terial harus terpisah jadi umumnya m inimum harus ada 3 buah batcher,
fo• highway construction tentu Sa)· a operatornya akan sangat sibuk melayaninya.
and matntenance
equipment, Conuet•. Tetapi suatu keuntungan dari penggunaan batcher ini yakni masing-
Botchin11 Plant a n d Sole
Mixen masing dapat d iukur dan ditimbang tersendiri.
ad.2. Multiple atau cumulative batcher :
Pada multiple batcher, sejumlah agregat material beton yang ber- beda yang terlebih dahulu ditimbang, dimasukkan d i bagian atas.
Semen dan air yang diukur terpisah JUga dimasukkan, ウォ。ャ[セ@ berat pada multiple batcher bisa berupa dial type atau jarum penunjuk.
Agregat pertama ditimbang katakanlah beratnya 1400 lb, kemudian agregat kedua beratnya 1000 lb, sehingga jumlah berat semuanya 2400 lb dan seterusnya penambahan-penambahan dilakukan untuk berbagai jenis agregat sampai proporsi campuran untuk beton terpenuhi.
Multiple hatcher dibuat dengan kapasitas 1 hingga 6 cuyd cam- puran beton.
Vlll.3.3 . CONCRETE HAULING EQUIPMENT. (PERALATAN PENGANG- KUT BETON)
Karena besarnya kapasitas pekerjaan pengecoran beton, jika dilak- sanakan oleh tenaga manusia akan terlalu lambat mengingat produktivi- tasnya kecil jika dibandingkan dengan cara mekanis. .
Pada proyek-proyek yang volumenya cukup besar tadi, tentu diperlu- kan peralatan penunjang antara lain :
1. Hand operated cart (cikar) dengan satu atau dua buah roda ; 2 . Power buggy (semacam gerobag kecil) yang berporos dua dengan
jumlah roda tiga sampai 6 buah ; 3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
.) 0.
Monorail dump car ; (gerbong pemuat dengan rei tunggal)
Hoist elevator bucket ; (bucket yang dilengkapi dengan alat pengangkat)
Crane handled bucket, yang bisa bergerak vertikal dan horizontal;
Concrete belt conveyor ; (ban berjalan)
Concrete pump (pompa beton) dengan pipa kaku atau fleksibel.
Concrete dump truck ; (truck pengangkut beton) Rail road car ; (Iori)
Kabel-kabel pelengkap ho isting. (pengangkat)
Perlu diketahui bahwa pemilihan peralatan untuk dipaka i pada peng- angkutan bahan cor beton, dari m ixer ke bidang ya ng akan d i cor, memerlukan tiga pertimbangan pokok yakni :
1. Jarak antara mixer dan bidang pengecoran ; 2. Volume pengecoran;
3. Methoda yang dipakai dalam pencampuran beton dan cara penge-
セ@ coran beton.
4W:
Metoda pengangkutan yang mutakh ir seperti handling dan placing bahan beton, dimaksudkan untuk meininimalisir " pemisahan" material beton yang terjadi antara f inal m ixing dan pengecoran.mobil pencampur dan pengangkut beton,
Mesin pencampur beton
Vl11.3.4. \'cONCRETE BUCKET DAN ALAT PENGECORAN LAINNYA:
Paralatan yang dipakai dalam pengecoran beton harus memberi- kan kem udahan dalam pelaksanaannya, dan juga tidak merugikan bagi beton itu se ndir i, misalnya pengecoran yang tidak sempurna sehingga akan mengurangi mutu beton.
- Macam-macam peralatan yang memuaskan dalam pemakaiannya sehingga patu t dipertimbangkan, sebagai contoh power buggy, dapat mengecorkan bahan beton yang dibawanya langsung pada bidang pengecoran. Tetap i bil amana co ncrete haulers (pengangkut bahan be- ton ) tidak dapat secara langsung mengecor pada bidang pengecoran, maka hauling e quipment lain seperti concrete bucket, conveyor dan pom pa dapat dipertimbangkan untuk dipakai .
Di bawah akan diterangkan sedikit mengenai alat-alat t ersebut.
1. B_ucket untuk Pengecoran beton .
Bucket yang dipakai untuk pengecoran beton ini dilengkapi
l
dengan kabel-kabel pengangkat dar i crane.\ Discharge opening pada bucket dapat diatur (movable), terletak di bag ian bawah bucket, dapat dioperasikan secara manual atau l dengan tenaga lain.
)Bagi yang dioperasikan secara manual, gate mempunyai sebuah tuas (lever) untuk membuka gate tersebut, cara yang paling effek- tif untuk m engoperasikan gate adalah dengan tambahan tenaga
ang dihasilkan oleh kompresor udara.
Concrete bucket ya ng dipakai kut :
diklasifikasikan sebagai beri- 1.
2.
3 .
Light weight bucket; (untuk pekerjaan ringan) Standard duty bucket; (untuk pekerjaan sedang)
Heavy duty bucket. (untuk pekerjaan berat)
Bentuk bucket pada umumnya silind.ris dan terbuat dari plat baja, sehingga berat bucket pada waktu kosong sekitar 0 ,2 sampai 0 ,3 dari berat material beton yang dapat diangkutnya.
Light weight bucket, merupakan bucket yang berukuran paling kecil , digunakan untuk pengecoran beton yang cukup pro- duks inya rendah saja, bucket ini tidak dapat digunakan untuk agregat yang berukuran lebih besar dari 3", kapasitasnya antara 1/ 3 hingga 2 cuyd .
Standard duty bucket dipakai untuk campuran beton kental dengan slump yang kecil, di sini mempunyai gate open ing yang lebih besar dar i pada gate pada light weight bucket, kapasitas bucket ini antara Y, hingga 4 cuyd.